Anda di halaman 1dari 57

BATU SALURAN KEMIH

Josefine D. Sahilatua
14014101163
Supervisor : dr. Richard A. Monoarfa, SPU
Residen Pembimbing : dr. Joseph

LATAR
BELAKANG

Penyakit Batu Saluran Kemih (BSK) sudah


dikenal sejak zaman babilonia dan zaman
mesir kuno.

BUKTI ?
Ditemukan batu kandung kemih seorang mumi

Penyakit ini dapat menyerang penduduk di


seluruh dunia dengan angka kejadian yang
berbeda beda !

Di negara berkembang :
Penyakit batu buli buli

Di negara maju :
Penyakit BSK bagian atas

Mengapa ? hal ini dikarenakan pengaruh status


gizi dan aktivitas pasien sehari hari.

Prevalensi penyakit BSK


Di Amerika Serikat 5 10 %
Di seluruh dunia 1 2 %

Penyakit BSK merupakan tiga penyakit

terbanyak di bidang UROLOGI, selain Infeksi


Saluran Kemih dan Pembesaran Prostat
Benigna.

ANATOMI SALURAN
KEMIH

GINJAL

Sepasang organ saluran kemih yang terletak di


rongga retroperitoneal
Bentuk menyerupai kacang, sisi cekung (hilus
renalis) menghadap ke medial, yang di
dalamnya terdapat :
Apeks pelvis renalis
Pembuluh darah
Sistem limfatik
Sistem saraf

Berat dan besar ginjal tergantung jenis


kelamin, umur, serta ada tidaknya ginjal
pada sisi lainnya.
Ginjal lelaki lebih besar dari pada wanita.
Ginjal tunggal sejak usia kanak kanak
mempunyai ginjal yang lebih besar daripada
ginjal normal.

Pada autopsi klinis didapatkan ukuran rerata


ginjal orang dewasa :
Panjang 11,5 cm
Lebar 6 cm
Tebal 3,5 cm

Beratnya bervariasi :
120 170 gr atau kurang lebih 0,4%

dari berat badan

Struktur Ginjal

Secara anatomis : KORTEKS dan MEDULA GINJAL


Korteks ginjal letaknya superfisial dan

terdapat berjuta juta nefron.

Medula ginjal letaknya profundus banyak

terdapat duktuli atau saluran kecil yang


mengalirkan hasil ultrafiltrasi berupa urine.

Nefron : unit fungsional terkecil ginjal yang


terdiri dari :
Glomerulus
Tubulus kontortus (TC) proksimalis
Loop of henle
Tubulus kontortus (TC) distalis
Duktus koligentes

Setiap hari tidak kurang 180 liter cairan


tubuh difiltrasi di glomerulus dan
menghasilkan urin sebanyak 1 2 liter.
Urine yang terbentuk di dalam nefron
kemudian disalurkan melalui piramida ke
sistem pelvikalises ginjal untuk kemudian
disalurkan ke dalam ureter.

URETER

Organ berbentuk tabung kecil yang


berfungsi mengalirkan urin dari pielum
(pelvis) ke dalam buli buli.
Ukuran ureter :
Panjang : 25 30 cm
Diameter 3 4 mm

Dinding ureter terdiri dari :


Mukosa yang dilapisi leh sel transisional
Otot polos sirkuler
Otot polos longitudinal

Kedua otot polos kontraksi gerakan peristaltik

ureter mengalirkan urin ke buli buli

Ureter membentang dari pielum hingga buli buli,

Secara anatomis ureter terdapat beberapa


tempt yang diemeternya relatif sempit,
antara lain :
Perbatasan antara pelvis reanalis dan ureter

(pelvi-ureter juntion)
Tempat ureter menyilang arteri iliaka di ronga
pelvis
Saat ureter masuk ke buli buli
(benda / batu dari ginjal seringkali tersangkut pada
ketiga tempat ini).

Ureter masuk ke buli buli dalam posisi


miring yang berada dalam otot buli buli
mencegah terjadinya aliran balik urin
dari buli buli ke ureter (refluks vesiko
ureter) pada saat buli buli
berkontraksi.

Untuk kepentingan pembedahan, ureter dibagi 2 :


Ureter pars abdominalis (pelvis renalis menyilang vasa iliaka)
Ureter pars pelvika (persilangan vasa iliaka muaranya di dalam buli buli)
Radiologis (3) :
Ureter 1/3 proksimal (pelvis renalis batas atas
sakrum)
Ureter 1/3 medial (batas atas sakrum batas
bawah sakrum)
Ureter 1/3 distal (batas bawah sakrum masuk
buli)

BULI - BULI

Organ berongga yang terdiri atas 3 lapis otot detrusor yang


saling beranyaman :
Otot longitudinal (paling dalam)
Otot sirkuler (tengah)
Otot longitudinal (paling luar)

Mukosa buli buli terdiri atas sel transisional yang sama pada mukosa

pelvis renalis, ureter dan uretra posterior.


Dasar buli buli : kedua muara ureter dan meatus uretra internum
membentuk suatu segitiga yang disebut trigonum buli buli.

Secara anatomis, buli buli terdiri atas 3


permukaan :
Permukaan superior yang berbatasan dengan

rongga peritoneum (lokus minoris / daerah


terlemah dinding buli buli)
Permukaan inferiolateral
Permukaan posterior

Kapasitas buli buli


Dewasa : 300 450 ml
Anak anak (menurut formula koff) :
(umur <tahun> + 2) x 30 ml

Pada saat kosong, buli buli terletak

di belakang simfisis pubis. Pada saat


penuh berada di atas simfisis sehingga
dapat di palpasi dan diperkusi.

URETRA

Merupakan tabung yang menyalurkan urine


ke luar dari buli buli melalui proses miksi.
Pada pria, organ ini juga berfungsi untuk
menyalurkan air mani.
Uretra memiliki :
Sfingter uretra interna : terletak pada perbatasan

buli buli dan urerta.


Sfingter uretra eksterna : terletak pada
perbatasan uretra anterior dan posterior.

Uretra memiliki :
Sfingter uretra interna : terletak pada

perbatasan buli buli dan urerta.


Sfingter uretra eksterna : terletak pada
perbatasan uretra anterior dan posterior.

Sfingter uretra interna terdiri atas otot polos


dipersarafi oleh sistem simpatik, sehingga
pada saat buli buli penuh, sfingter ini
terbuka
Sfingter uretra eksterna terdiri atas otot
bergaris yang dipersarafi oleh sistem
somatik. Aktivitas sfingter uretra eksterna
dapat diperintah sesuai dengan keinginan
seseorang

Panjang uretra
Wanita : 3 5 cm
Pria : 23 25 cm

Uretra Pria

Uretra posterior
Uretra pars prostatika : bagian uretra yang

dilingkupi oleh kelenjar prostat


Posterior : tonjolan verumontanum
Proksimal dan distal verumontanum : krista

uretralis
Kiri kanan verumontanum : duktus
ejakulatorius
Uretra membranosa

Uretra anterior
Dibungkus oleh oleh spongiosum penis
Terdiri atas :
Pars bulbosa
Pars pendularis
Fossa navikularis
Meatus uretra eksterna

Uretra Wanita

Ukuran kurang lebih 4cm dan diameter


kurang lebih 8 mm.
Berada dibawah simfisis pubis,
bermuara di sebelah anterior vagina
Bermuara kelenjar periuretra : kelenjar
skene
1/3 medial : sfingter uretra eksterna

BATU SALURAN KEMIH

Penyakit yang dimana didapatkan masa


keras seperti batu yang terbentuk di
sepanjang saluran kemih.

BATU SALURAN KEMIH ATAS terdapat


pada GINJAL dan URETER

BATU SALURAN KEMIH BAWAH


terdapat pada Kandung Kemih dan Uretra

Faktor Resiko

Faktor Intrinsik
Herediter (keturunan) :
Umur : paling sering didapatkan pada usia

30 50 tahun
Jenis kelamin : pasien laki laki 3x lebih
banyak dari pasien perempuan

Faktor Ekstrinsik
Geografi : pada beberapa daerah menunjukan

anka kejadian lebih tinggi daripada daerah


lainnya, sehingga disebut stone belt (sabuk batu),
sedangkan daerah Bantu di Afrika Selatan hampir
tidak dijumpai penyakit BSK
Iklim dan temperatur
Asupan air : kurangnya asupan air dan tingginya
kadar mineral kalsium pada air yang dikonsumsi
Diet : diet banyak purin, oksalat dan kalsium
mempermudah terjadinya penyakir BSK
Pekerjaan : banyak duduk atau kurang aktivitas

Pembentukan batu saluran


kemih

Batu saluran kemih dapat terbentuk pada


seluruh saluran, terutama pada tempat tempat
yang sering mengalami hambatan aliran urin
yaitu Sistem kalises ginja dan Buli buli

Keadaan yang mempermudah pembentukan batu :


Kelainan bawaan pada pelvikalises (stenosis uretropelvis)
Divertikel
Obstruksi infravesika kronis
Striktura
Buli buli neuogenik

Batu terdiri atas kristal kristal yang


tersusun oleh bahan organik maupun
anorganik yang larut dalam urin.
Kristal kristal tetap dalam keadaan tetap
larut (metastable) dalam urin jika tidak ada
keadaan keadaan tertentu yang
menyebabkan terjadinya presipitasi ginjal
Presipitasi membentuk inti batu
agregasi menarik bahan bahan lain
kristal lebih besar.

Kristal dengan ukuran besar mempunyai


agregat yang masih rapuh belum
cukup mampu untuk membuntu saluran
kemih
Bahan bahan lain diendapkan pada
agregat itu membentuk batu yang
cukup besar untuk menyumbat saluran
kemih.

Komposisi batu

Batu kalsium
Paling banyak dijumpai
Terdiri atas : kalsium oksalat, kalsium fosfat dan
campuran keduanya
Faktor terjadinya batu kalsium :
Hiperkalsiuri : kadar kalsium dalam urin lebih besar dari 250 300 mg/24

jam.
Hiperoksaluri : ekskresi oksalat urin melebihi 45 gram per hari.
Hiperurikosuria : kadar asam urat di dalam urine yang melebihi 850mg/24
jam
Hipositraturia : rendahnya kadar kalsium sitrat untuk menghalangi ikatan
kalsium dengan oksalat atau fosfat.
Hipomagnesuria : rendahnya kadar magnesium oksalat untk
menghambat timbulnya batu kalsium.

Batu Struvit
Diebut juga batu infeksi karena terbentuk oleh

karena adanya infeksi pada saluran kemih.


Kuman penyebab (golongan kuman pemecah
urea) :
menghasilkan enzim urease
Merubah urine menjadi bersuasana basa
Suasana basa : memudahkan garam garam

magnesium, amonium, fosfat dan karbonat


membentuk batu magnesium fosfat.

Batu asam urat


5 10% dari seluruh batu saluran kemih
75 80% batu asam urat terdiri atas asam urat

murni dan sisanya merupakan campuran kalsium


oksalat.
Banyak diderita pada pasien penyakit gout,
mieloproliferatif, terapi anti kanker banyak
menggunakan obat urikosurik
Sumber asam urat berasal dari diet yang
mengandung purin dan metabolisme endogen
dalam tubuh.

Degradasi purin dalam tubuh :


asam inosinat hipoxantin
Bantuan enzim xanthin oksidase, hipoxantin
xanthin
Xanthin asam urat
Faktor penyebab terbentuknya batu asam urat
Urin yang terlalu asam (ph<6)
Volume urin sedikit (<2liter/hari)
Hiperurikosuri (kadar asam urat yang tinggi)

Batu Jenis Lain


Batu sistin, batu xanthin, batu triamteren, batu

silikat
Sangat jarang dijumpai
Batu sistin : kelainan abdorbsi sistin di mukosa usus
Batu xanthin : penyakot bawaan (defisiensi ensim

xanthin oksidase
Batu siklat : pemakaian antasida yang mengandung
siklat secara berlebihan dan dalam jangka waktu
yang lama.

DIAGNOSA

ANAMNESA
Identitas (Nama, Jenis Kelamin, Umur,

Pekerjaan, Alamat)
Keluhan Utama
Riwayat Penyakit Sekarang
Riwayat Penyakit Dahulu (Hipertensi,
Kolestrol, Asam Urat, Infeksi Saluran Kemih)
Riwayat Kebiasaan (Diet, Alkohol, Rokok,
Olahraga)
Riwayat Mengkonsumsi Obat

BATU GINJAL
Keluhan tergantung : posisi atau letak batu,
besar batu, penyulit lain
Paling sering : nyeri pinggang
Nyeri kolik / nyeri bukan kolik
Nyeri kolik :
aktivitas peristaltik otot polos sistem kalises ataupun
ureter meingkat dalam usaha untuk mengeluarkan
batu.
Peristaltik meningkat tekanan intraluminal
meningkat peregangan terminal saraf sensasai
nyeri
Nyeri non kolik :
Peregangan kapsul ginjal karena adanya
hidronefrosis atau infeksi pada ginjal

BATU URETER
Batu yang terletak pada distal ureter :
Nyeri saat kencing
Sering kencing

Batu ukuran kecil mungkin dapat keluar spontan


Hematuria : trauma mukosa saluran kemih akibat batu
Demam : curiga urospesis kedaduratan di bidang
urologi

Batu Buli Buli


Nyeri saat berkemih
Ujung penis, Skrotum, Perineum, Pinggang, Kaki

Perasaan tidak enak saat berkemih


Kencing tiba tiba terhenti dan lancar
kembali saat perubahan posisi
Anak :
Enuresis nokturna
Menarik penis dan menggosok vulva

BATU URETRA
Nyeri pinggang miksi tiba tiba terhenti

retensi urin
dapat diraba oleh pasien berupa benjolan keras
bila batu berada pada uretra anterior
rasa sakit hebat pada glans penis, batang penis
atau tempat batu berada
rasa sakit pada perineum dan rectum bila batu
berada pada uretra posterior

Pemeriksaan Fisik

Sebelum menilai status urologis, nilai dulu


tanda vital dan status generalis yang
biasanya dalam batas normal.
Kecuali bila pasien terdapat penyakit
Hipertensi maka tekanan darahnya tinggi.
Juga bila terjadi infeksi suhu pasen
meningkat.
Status generalis mulai dari kepala sampai
pada ekstermitas biasanya dalam batas
normal.

Status Urologis
Regio CVA
Nyeri Ketok
Nyeri tekan
Balotement (+)
Regio Supra-simfisis
Benjolan buli buli (pada retention urin)
Nyeri Tekan dan rabaan batu (dengan bimanual)

Genitalia Externa : dapat meraba batu jika batu

terletak pada uretra pars anterior


RT
Untuk mendeteksi adanya Hipertrofi prostat
Meraba batu pada buli buli

Pemeriksaan
Laboratorium

Pemeriksaan urin menunjukan adanya


leukosituria, hematuria, dan dijumpai Kristal Kristal

pembentuk batu. Pemeriksaan kultur urin mungkin


menunjukkan adanya pertumbuhan kuman pemecah urea.

Pemeriksaan elektrolit
menilai nilai kalsium, As. Urat, oksalat dan fosfat dalam

darah atau urin 24 jam untuk menyelidiki faktor penyebab


timbulnya batu yang penting untuk pencegahan.

Pemeriksaan fungsi ginjal


mencari kemungkinan terjadinya penurunan fungsi ginjal

dan untuk mempersiapkan pasien menjalani pemeriksaan


foto IVP.

Pemeriksaan Radiologi

Foto polos abdomen


melihat kemungkinan adanya batu radio-opak

di saluran kemih (batu kalsium oksalat dan


kalsium fosfat), serta menilai besar batu.

Pemeriksaan Intra Vena Pielografi (IVP)


menilai keadaan anatomi dan fungsi ginjal,

struktur sistem Pelviokalises,ureter, dinding


buli - buli. Selain itu IVP dapat mendeteksi
adanya batu semi-opak ataupun batu non opak
yang tidak dapat terlihat oleh foto polos perut.

Pielografi Retrograd
dilakukan jika dengan pemeriksaan IVP belum dapat
menjelasakan keadaan sistem saluran kemih akibat
adanya penurunan fungsi ginjal.
USG
dikerjakan bila pasien tidak mungkin menjalani
pemeriksaan IVP yaitu pada keadaan keadaan :
alergi terhadap bahan kontras
faal ginjal menurun
wanita yang sedang hamil.
Pemeriksaan USG dapat menilai adanya batu di
ginjal atau buli buli (yang ditunjukkan sebagai
echoic shadow), hidronefrosis, pionefrosis, atau
pengerutan ginjal.

TATA LAKSANA

Medikamentosa
Ditujukan untuk batu yang ukurannya

kurang dari 5mm, karena diharapkan batu


dapat keluar spontan
Bertujuan untuk mengurangi nyeri,
memperlancar aliran urin dengan pemberian
diuritekum
minum banyak supaya dapat mendorong
batu keluar dari saluran kemih.

ESWL (Extracorporeal
Shockwave Lithotripsy)
Dapat memecah batu ginjal,

batu ureter proksimal, batu


buli buli tanpa melalui
tindakan invasif dan tanpa
pembiusan.
Batu dipecahkan menjadi
fragmen fragmen kecil
mudah dikeluarkan melalui
saluran kemih
Tidak jarang pecahan
pecahan batu yang
dikeluarkan menimbulkan
perasaan nyeri kolik dan
hematuria

Endourologi
PNL (percutaneous

nephronlithotomy) :
mengeluarkan batu yang berada

dalam saluran ginjal, dengan cara


memasukkan alat endoskopi ke
sistem kalises melalui insisi pada
kulit. Batu kemudian dikeluarkan
atau dipecah terlebih dahulu
menjadi fragmen fragmen kecil.
Litrotripsi :
memecah batu buli buli atau
batu uretra dengan memasukkan
alat pemecah batu (litotriptor) ke
dalam buli buli. Pecahan batu
dikeluarkan dengan evakuator
Eliik.

Ureteroskopi atau Uretero-Renoskopi


memasukkan alat uretroskopi per-uretram

guna melihat keadaan ureter atau sistem


pielo-kaliks ginjal. Dengan memakai energy
tertentu, batu yang berada di dalam ureter
maupun sistem pelvikalises dapat dipecah
melalui tuntunan
ureteroskopi/ureterorenoskopi ini.

Ekstraksi Dormia
mengeluarkan batu ureter dengan

menjaringnya melalui alat keranjang


Dormia.

Bedah Laparoskopi
Pembedahan laparoskopi untuk

mengambil batu saluran kemih saat ini


sedang berkembang. Cara ini dipakai
untuk mengambil batu ureter.

Bedah Terbuka
Dilakukan jika belum terdapat fasilitas yang
memadai untuk tindakan endourologi,
laparoskopi, maupun ESWL. Pembedahan
terbuka itu antara lain :
Pielitotomi atau Nefrolitotomi : untuk
mengambil batu pada saluran ginjal
Ureterolithotomi : untuk mengambil batu
pada ureter
Vesicolithotomi : untuk mengambil batu
pada vesika urinaria

Urethrolithotomi : untuk mengambil batu

pada uretra
Nefrektomi : pengambilan ginjal karena
ginjal sudah tidak berfungsi dan berisi
nanah (pionefrosis), korteksnya sudah
sangat tipis, atau mengalami pengkerutan
akibat saluan kemih yang menimbulkan
obstruksi dan infeksi yang menahun.

Mencegah Kekambuhan

Menghindari dehidrasi dengan minum


cukup dan diusahakan produksi urin
sebanyak 2-3 liter per hari.
Diet untuk mengurangi kadar zat
komponen pembentuk batu.
Aktivitas harian yang cukup
Pemberian medikamentosa

Terima Kasih