Anda di halaman 1dari 6

IKTERUS NEONATORUM

A. Pengertian
IKTERUS ADALAH DISKLORASI KULIT, MUKOSA MEMBRAN DAN SCLERA
OLEH KARENA PENINGKATAN KADAR BILIRUBIN DALAM SERUM ( > 2
MG/DL ). (PERINATOLOGI)
IKTERUS ADALAH MENGUNINGNYA SCLERA, KULIT ATAU JARINGAN LAIN
AKIBAT PENIMBUNAN BILIRUBUN DALAM TUBUH. ( ILMU KESEHATAN
ANAK, JILID 2 )
IKTERUS NEONATORUM ADALAH PEWARNAAN KUNING DI KULIT,
KONJUNGTIVA DAN MUKOSA PADA BAYI BARU LAHIR YANG TERJADI KARENA
MENINGKATNYA KADAR BILIRUBIN DALAM DARAH

JENIS-JENIS IKTERUS NEONATORUM

IKTERUS NEONATORUM SENDIRI ADA 2 JENIS YANG BERBEDA TANDA,


PENYEBAB DAN PENANGANANNYA. KE-2 JENIS TERSEBUT ADALAH :
1.IKTERUS FISIOLOGIS
2.IKTERUS PATOLOGIS

IKTERUS FISIOLOGIS
ADALAH KEADAAN HIPERBILIRUBIN KARENA FAKTOR FISIOLOGIS YANG
MERUPAKAN GEJALA NORMAL DAN SERING DIALAMI BAYI BARU LAHIR.
MESKIPUN MERUPAKAN GEJALA FISIOLOGIS, ORANG TUA BAYI HARUS
TETAP WASPADA KARENA KEADAAN FISIOLOGIS INI BISA BERUBAH MENJADI
PATOLOGIS TERUTAMA PADA KEADAAN IKTERUS YANG DISEBABKAN OLEH
KARENA PENYAKIT ATAU INFEKSI.

TANDA DAN GEJALA IKTERUS FISIOLOGIS

TIMBUL PADA HARI KE-2 ATAU KE-3 DAN TAMPAK JELAS PADA HARI KE-5

SAMPAI DENGAN KE-6 DAN AKAN MENGHILANG PADA HARI KE-7 ATAU KE-

10.

KADAR BILIRUBIN SERUM PADA BAYI CUKUP BULAN TIDAK LEBIH DARI12
MG/DL DAN PADA

BBLR TIDAK LEBIH DARI 10 MG/DL, DAN AKAN


MENGHILANG PADA HARI KE-14.
BAYI TAMPAK BIASA, MINUM BAIK DAN BERAT BADAN NAIK BIASA.
PENYEBAB IKTERUS NEONATORUM FISIOLOGIS DIANTARANYA ADALAH
ORGAN HATI YANG BELUM MATANG DALAM MEMPROSES BILIRUBIN,
KURANG PROTEIN Y DAN Z DAN ENZIM GLUKORONYL TRANFERASE YANG
BELUM CUKUP JUMLAHNYA.

IKTERUS PATOLOGIS
IKTERUS TERJADI SEBELUM UMUR 24 JAM. SETIAP PENINGKATAN KADAR
BILIRUBIN SERUM YANG MEMERLUKAN FOTOTERAPI. PENINGKATAN KADAR
BILIRUBIN TOTAL SERUM . 0,5 MG/DL/JAM.
ADANYA TANDA TANDA PENYAKIT YANG MENDASARI PADA SETIAP BAYI
( MUNTAH, LETARGIS, MALAS MENETEK, PENURUNAN BERAT BADAN YANG
CEPAT, APNEA, TAKIPNEA ATAU SUHU YANG TIDAK STABIL ).
IKTERUS BERTAHAN SETELAH 8 HARI PADA BAYI CUKUP BULAN ATAU
SETELAH 14 HARI PADA BAYI KURANG BULAN.
TANDA & GEJALA IKTERUS PATOLOGI
TIMBUL KUNING PADA 24 JAM PERTAMA KEHIDUPAN
KUNING DITEMUKAN PADA UMUR 14 HARI ATAU LEBIH
TINJA BERWARNA PUCAT
KUNING SAMPAI LUTUT DAN SIKU
SERUM BILIRUBIN TOTAL LEBIH DARI 12,5 MG /DL PADA BAYI CUKUP BULAN
DAN LEBIH DARI 10 PADA BAYI KURANG BULAN (BBLR)
PENINGKATAN KADAR BILIRUBIN 5 MG % ATAU LEBIH DALAM 24 JAM
IKTERUS DISERAI DENGAN PROSES HEMOLISIS ( INKOMPATIBILITAS DARAH )
BILIRUBIN DIREK LEBIH DARI 1 MG/DL ATAU KENAIKAN BILIRUBIN SERUM 1
MG /DL ATAU 3 MG/DL/HARI

IKTERUS MENETAP SETELAH BAYI BERUMUR 10 HARI PADA BAYI CUKUP


BULAN DAN LEBIH DARI 14 AHRI PADA BAYI KURANG BULAN ( BBLR )

PENYEBAB
Kurangnya protein Y dan Z ,enzim glukoronil tranferase yang belum
cukup jumlahnya ( ikterus fisiologis )
Produksi bilirubin yang berlebihan misalnya pada pemecahan darah
( hemolisis ) yang berlebihan pada incompabilitas ( ketidaksesuaian )
darah bayi dengan ibunya
Gangguan dalam proses uptake da konjugasi akibat dari gangguan
fungsi liver
Ganguan proses tranportasi karena kurangnya albumin yang meningkat
bilirubin
Gangguan ekskresi yang terjadim akibat sumbatan liver karena infeksi
atau kerusakan sel liver.
DIAGNOSIS
WHO DALAM PANDUANNYA MENERANGKAN CARA MENENTUKAN IKTERUS
SECARA VISUAL, SEBAGAI BERIKUT:
PEMERIKSAAN DILAKUKAN DENGAN PENCAHAYAAN YANG CUKUP (DI SIANG HARI
DENGAN CAHAYA MATAHARI) KARENA IKTERUS BISA TERLIHAT LEBIH PARAH
BILA DILIHAT DENGAN PENCAHAYAAN BUATAN DAN BISA TIDAK TERLIHAT PADA
PENCAHAYAAN YANG KURANG.

TEKAN KULIT BAYI DENGAN LEMBUT DENGAN JARI UNTUK MENGETAHUI WARNA
DI BAWAH KULIT DAN JARINGAN SUBKUTAN.
TENTUKAN KEPARAHAN IKTERUS BERDASARKAN UMUR BAYI DAN BAGIAN TUBUH
YANG TAMPAK KUNING.
PERKIRAAN KLINIS TINGKAT KEPARAHAN IKTERUS
Derajat Ikterus Menurut KRAMER ( 1969 )

DERAJAT I : DAERAH KEPALA DAN LEHER, PERKIRAAN KADAR BILIRUBIN


5,0 MG%.
DERAJAT II : SAMPAI BADAN ATAS, PERKIRAAN KADAR BILIRUBIN 9,0 MG%.
DERAJAT III : SAMPAI BADAN BAWAH HINGGA TUNGKAI, BILIRUBIN 11,4 MG
%.
DERAJAT IV : SAMPAI DAERAH LENGAN, KAKI BAWAH LUTUT, 12,4 MG%.
DERAJAT V : SAMPAI DAERAH TELAPAK TANGAN DAN KAKI, 16,0 MG%.

RENCANA ASUHAN

IKTERUS FISIOLOGIS

Mengajari ibu cara menyinari bayi dengan cahaya matahari pagi


biasanaya sekitar jam 7 pagi sampai jam 8 pagi selama 15-30 menit
Lakukan asuhan dasar pada bayi

Beri minum bayi sesuai kebutuhan dan kalori yang cukup

Perhatikan frekwensi BAB

Usahakan agar bayi tidak terlalu kepanasan atau kedinginan

Memeliahara kebersihan tempat tidur bayi dan lingkungannya

Mencegah Mencegah terjadinya infeksi

Jika bayi dapat menghisap, anjurkan ibu untuk menyusui secara


dini dan ASI eklusif lebih sering minimal setiap 2 jam

Jika bayi tidak dapat menyusu beriakn ASI melalui pipa


nasogastrik atau dengan gelas dan sendok

Jaga bayi agar tetap hangat

Ikterus fisisologis tidak memerlukan penanganan khusus dan


dapat dirawat jalan dengan nasehat untuk ku njungan ulang
setelah tujuh hari .Jika bayi tetap kuning selama 7 hari maka

Lakukan penilaian lengkap

Lakukan pemeriksaan ulang untuk ikterus tanyakan apakah kencing


sehari semalam atau apakah sering buang air besar

RENCANA ASUHAN
Ikterus Patologis

Cegah agar gula darah tidak turun


Jika anak masih bisa menetek mintalah pada ibu untuk menetekkan
anakanya
Jika anak tidak bisa menetek lagi tapi masih bisa menelan beri
perasan ASI atau susu pengganti, Jika keduanaya tidak
memungkinkan beri air gula 30-50 cc sebelum dirujuk
Cara membuat air gula.Larutkan 4 sendok teh gula kedalam gelas
yang berisi 200 cc air masak
Jika anak tidak bisa menelan berikan 50cc air susu ataua ir gula
melalaui pipa ansogastrik ,jika tidak rujuk segera
Nasehati ibu agar menjaga bayi tetap hangat
Sertakan contoh darah ibu jika kuning terjadi pada 2 hari pertama
kehidupan
Rujuk segera.
Setiap ikterik yang muncul pada 24 jam pertama adalah patologis
dan membutuhkan pemeriksaan labor lanjut

Pada bayi dengan ikterus kramer grade 3 atau lebih perlu dirujuk

Perhatikan frekwensi BAK dan BAB

Beri terapi sinar untuk bayi yang dirawat di RS dan jemur bayi
dibawah sinar matahari pagi pada jam 7-8 selaam 30 menit/.15 menit
telentang dan 15 menit telungkup

Cegah kontak kdengan keluarga yang sakit dan cegah terjadiny


ainfeksi