Anda di halaman 1dari 5
  • 1. Pengertian Korosi Kelelahan

Korosi Kelelahan Cracking (CFC) mirip dengan SCC. Korosi Kelelahan adalah kegagalan getas dari suatu paduan yang disebabkan oleh fruktuasi stress di lingkungan korosif. Metal yang retak akibat adanya regangan yang terjadi bergantian atau berulang-ulang disebut gagal karena kelelahan (fatigue) Bila logam mendapat beban siklus yang berulang-ulang, tetapi masih dibawah batas kekuatan luluhnya. Maka setelah sekian lama akan patah karena terjadinya kelelahan logam. Kelelahan dapat dipercepat dengan adanya serangan korosi. Kombinasi antara kelelahan dan korosi yang mengakibatkan kegagalan disebut korosi lelah. Korosi lelah terjadi di daerah yang menderita beban, lasan dan lainnya.

<a href=Korosi Kelelahan (Fatigue) 1. Pengertian Korosi Kelelahan Korosi Kelelahan Cracking (CFC) mirip dengan SCC. Korosi Kelelahan adalah kegagalan getas dari suatu paduan yang disebabkan oleh fruktuasi stress di lingkungan korosif. Metal yang retak akibat adanya regangan yang terjadi bergantian atau berulang-ulang disebut gagal karena kelelahan (fatigue) Bila logam mendapat beban siklus yang berulang-ulang, tetapi masih dibawah batas kekuatan luluhnya. Maka setelah sekian lama akan patah karena terjadinya kelelahan logam. Kelelahan dapat dipercepat dengan adanya serangan korosi. Kombinasi antara kelelahan dan korosi yang mengakibatkan kegagalan disebut korosi lelah. Korosi lelah terjadi di daerah yang menderita beban, lasan dan lainnya. 2. Pengaruh Lingkungan Gambar 1. Corrosion Fatigue Kelelahan Karat adalah kelelahan dalam lin g kun g an korosif. Ini adalah degradasi mekanik dari material di bawah aksi bersama dar i korosi loading dan siklik. Hampir semua struktur teknik mengalami beberapa bentuk bolak stres, dan terpapar lingkungan yang berbahaya selama masa kerja mereka. Lingkungan memainkan peran penting dalam kelelahan tinggi kekuatan bahan struktural se p erti baja, paduan aluminium dan paduan titanium. Bahan dengan tinggi kekuatan tertentu sedang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan kemajuan teknologi. Namun, kegunaannya tergantung sebagian besar pada sejauh mana mereka melawan kelelahan korosi.Pengaruh lingkungan korosif pada perilaku kelelahan lo g am di p ela j ari sedini tahun 1930. Fenomena ini tidak harus bingung denga n korosi retak tegang , di mana korosi (seperti pitting) menyebabkan pengembangan rapuh, pertumbuhan retak dan kegagalan . Satu-satunya persyaratan untuk kelelahan korosi adalah bahwa sampel berada di bawah tegangan tarik. " id="pdf-obj-0-8" src="pdf-obj-0-8.jpg">
<a href=Korosi Kelelahan (Fatigue) 1. Pengertian Korosi Kelelahan Korosi Kelelahan Cracking (CFC) mirip dengan SCC. Korosi Kelelahan adalah kegagalan getas dari suatu paduan yang disebabkan oleh fruktuasi stress di lingkungan korosif. Metal yang retak akibat adanya regangan yang terjadi bergantian atau berulang-ulang disebut gagal karena kelelahan (fatigue) Bila logam mendapat beban siklus yang berulang-ulang, tetapi masih dibawah batas kekuatan luluhnya. Maka setelah sekian lama akan patah karena terjadinya kelelahan logam. Kelelahan dapat dipercepat dengan adanya serangan korosi. Kombinasi antara kelelahan dan korosi yang mengakibatkan kegagalan disebut korosi lelah. Korosi lelah terjadi di daerah yang menderita beban, lasan dan lainnya. 2. Pengaruh Lingkungan Gambar 1. Corrosion Fatigue Kelelahan Karat adalah kelelahan dalam lin g kun g an korosif. Ini adalah degradasi mekanik dari material di bawah aksi bersama dar i korosi loading dan siklik. Hampir semua struktur teknik mengalami beberapa bentuk bolak stres, dan terpapar lingkungan yang berbahaya selama masa kerja mereka. Lingkungan memainkan peran penting dalam kelelahan tinggi kekuatan bahan struktural se p erti baja, paduan aluminium dan paduan titanium. Bahan dengan tinggi kekuatan tertentu sedang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan kemajuan teknologi. Namun, kegunaannya tergantung sebagian besar pada sejauh mana mereka melawan kelelahan korosi.Pengaruh lingkungan korosif pada perilaku kelelahan lo g am di p ela j ari sedini tahun 1930. Fenomena ini tidak harus bingung denga n korosi retak tegang , di mana korosi (seperti pitting) menyebabkan pengembangan rapuh, pertumbuhan retak dan kegagalan . Satu-satunya persyaratan untuk kelelahan korosi adalah bahwa sampel berada di bawah tegangan tarik. " id="pdf-obj-0-10" src="pdf-obj-0-10.jpg">
<a href=Korosi Kelelahan (Fatigue) 1. Pengertian Korosi Kelelahan Korosi Kelelahan Cracking (CFC) mirip dengan SCC. Korosi Kelelahan adalah kegagalan getas dari suatu paduan yang disebabkan oleh fruktuasi stress di lingkungan korosif. Metal yang retak akibat adanya regangan yang terjadi bergantian atau berulang-ulang disebut gagal karena kelelahan (fatigue) Bila logam mendapat beban siklus yang berulang-ulang, tetapi masih dibawah batas kekuatan luluhnya. Maka setelah sekian lama akan patah karena terjadinya kelelahan logam. Kelelahan dapat dipercepat dengan adanya serangan korosi. Kombinasi antara kelelahan dan korosi yang mengakibatkan kegagalan disebut korosi lelah. Korosi lelah terjadi di daerah yang menderita beban, lasan dan lainnya. 2. Pengaruh Lingkungan Gambar 1. Corrosion Fatigue Kelelahan Karat adalah kelelahan dalam lin g kun g an korosif. Ini adalah degradasi mekanik dari material di bawah aksi bersama dar i korosi loading dan siklik. Hampir semua struktur teknik mengalami beberapa bentuk bolak stres, dan terpapar lingkungan yang berbahaya selama masa kerja mereka. Lingkungan memainkan peran penting dalam kelelahan tinggi kekuatan bahan struktural se p erti baja, paduan aluminium dan paduan titanium. Bahan dengan tinggi kekuatan tertentu sedang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan kemajuan teknologi. Namun, kegunaannya tergantung sebagian besar pada sejauh mana mereka melawan kelelahan korosi.Pengaruh lingkungan korosif pada perilaku kelelahan lo g am di p ela j ari sedini tahun 1930. Fenomena ini tidak harus bingung denga n korosi retak tegang , di mana korosi (seperti pitting) menyebabkan pengembangan rapuh, pertumbuhan retak dan kegagalan . Satu-satunya persyaratan untuk kelelahan korosi adalah bahwa sampel berada di bawah tegangan tarik. " id="pdf-obj-0-13" src="pdf-obj-0-13.jpg">
  • 2. Pengaruh Lingkungan

Gambar 1. Corrosion Fatigue

Kelelahan Karat adalah kelelahan dalam lingkungan korosif. Ini adalah degradasi mekanik dari material di bawah aksi bersama darikorosi loading dan siklik. Hampir semua struktur teknik mengalami beberapa bentuk bolak stres, dan terpapar lingkungan yang berbahaya selama masa kerja mereka. Lingkungan memainkan peran penting dalam kelelahan tinggi kekuatan bahan struktural seperti baja, paduan aluminium dan paduan titanium. Bahan dengan tinggi kekuatan tertentu sedang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan kemajuan teknologi. Namun, kegunaannya tergantung sebagian besar pada sejauh mana mereka melawan kelelahan korosi.Pengaruh lingkungan korosif pada perilaku kelelahan logam dipelajari sedini tahun 1930. Fenomena ini tidak harus bingung dengankorosi retak tegang , di mana korosi (seperti pitting) menyebabkan pengembangan rapuh, pertumbuhan retak dan kegagalan . Satu-satunya persyaratan untuk kelelahan korosi adalah bahwa sampel berada di bawah tegangan tarik.

3.

Mekanisme terjadinya Korosi Fatigue

Mekanisme terjadinya korosi fatigue hampir sama dengan mekanisme korosi SCC.

  • a. Fase Pemicuan (Fase ketika pembangkit tegangan terbentuk) Di dalam suatu logam pasti ada daerah anodik dan katodik. Untuk membuat reaksi korosi berjalan lambat maka banyak orang yang melakukan pasivasi terhadap logam tersebut. Dimana pasivasi merupakan suatu proses pembentukan selaput pasif untuk memperlambat laju korosi dan melindungi logam dari proses korosi. Awal yang terjadi diakibatkan adanya timbul ceruk atau lubang kecil pada lapisan pasif tersebut. Pembentukan lubang atau ceruk merupakan pemicu terjadinya CFC. Lubang itu terbentuk karena adanya tegangan tarik dalam logam sehingga ikatan-ikatan pada struktur kristalnya putus sehingga bentuk bahan berubah secara permanen.

  • b. Fase penjalaran Fase penjalaran (propagation phase) yaitu penjalaran retak yang akhirnya menyebabkan kegagalan. Mekanisme penjalaran retak yang paling umum diterapkan dalam peretakan peka lingkungan ada tiga, yaitu:

1)

Mekanisme melalui lintasan akif yang sudah ada sejak semula Mekanisme ini pada dasarnya sama seperti pada korosi intergranuler. Dalam mekanisme ini, penjalaran cenderung terjadi di sepanjang batas butir yang aktif. Batas-batas butir mungkin terpolarisasi anodik akibat berbagai alasan metalurgi. Kemungkinan besar bahwa penumpukan dislokasi dapat menghasilkan efek yang sama, walau kemungkinan dislokasi berkurang bila CFC terjadi pada tingkat tegangan rendah, karena peran tegangan tarik di situ mungkin sekedar membuat retakan tapi terbuka sehingga elektrolit dapat masuk ke bagian ujungnya. Sehingga lama kelamaan korosi akan terjadi dalam retakan hingga menjalar kedalam.

  • 4. Keberadaan Korosi Kelelahan

Kegagalan yang terjadi karena kombinasi antara kelelahan dan karat disebut Karat Kelelahan (corrosion Fatigue). Kerusakan akibat karat kelelahan biasanya selalu lebih besar dari jumlah kerusakan karat dan kerusakann akibat kelelahan secara terpisah. Sifat retak karat kelelahan selalu transgranular. Karat kelelahan biasa terjadi di dekat titik-titik yang menderita beban, lasan pada pautan, lasan nosel, dan lain-lain. Kegagalan banyak terjadi pada daerah dimana cycle dan reganagn berada di atas garis lengkung yang teratas atau diatasendurance limit/fatigue limit (batas kelelahan), dan tidak terjadi kegagalan jika cycle dan regangan berada di bawah batas kelelahan. Untuk baja dan mungkin juga untuk logam lain, batas kelelahan yang sebenarnya berada kira-kira separuh dari kuat tarik. Untuk logam lain, “karat kelelahan” atau batas kelelahan (endurance limit) adalah suatu nilai regangan dimana nilai-nilai regangan dibawahnya tidak menyebabkan kegagalan di dalam jumlah cycle tertentu. Frekuensi untuk penetapan keregangan biasa dicantumkan karena merupakan faktor yang mempengaruhi jumlah cycle yang menyebabkan kegagalan. Di dalam lingkungan yang korosif, kegagalan pada tingkat regangan tertentu terjadi hanya pada jumlah cycle yang lebih sedikit dan kelelahan yang sebenarnya tidak tampak lagi, dengan kata lain, kegagalan dapat saja terjadi pada nilai regangan berapa saja asalkan cyclenya cukup besar.

5.

Akibat atau Dampak dari Korosi dalam Kehidupan

Korosi merupakan proses atau reaksi elektrokimia yang bersifat alamiah dan berlangsung spontan, oleh karena itu korosi tidak dapat dicegah atau dihentikan sama sekali. Korosi hanya bisa dikendalikan atau diperlambat lajunya sehingga memperlambat proses kerusakannya. Korosi pada logam menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Hasil riset yang berlangsung tahun 2002 di Amerika Serikat memperkirakan kerugian akibat korosi yang menyerag permesinan industri, infrastruktur, samapai perangkat transportasi di negara adidaya tersebut mencapai 276 miliar dollar AS. Dampak yang ditimbulkan korosi dapat berupa kerugian langsung dan kerugian tidak langsung. Kerugian langsung berupa terjadinya kerusakan pada peralatan, permesinan atau struktur bangunan. Sedangkan kerugian tidak langsung berupa terhentinya aktivitas produksi, karena terjadinya pergantian peralatan yang rusak akibat korosi, bahkan kerugian tidak langsung dapat berupa terjadinya kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa, seperti kejadian runtuhnya jembatan akibat korosi, terjadinya kebakaran akiba kebocoran pipa gas karena korosi, dan meledaknya pembangkit tenaga nuklir akibat terjadinya korosi pada pipa uapnya

  • 6. Pencegahan Korosi

Kerusakan dan penanganan korosi pada benda-benda yang terbuat dari logam telah menelan biaya yang sangat besar, untuk itu diperlukan upaya pencegahan untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan oleh korosi. Pecegahan terhadap korosi dapat dilakukan dengan perlindungan mekanis dan perlindungan elektrokimia. Perlindungan mekanis dilakukan dengan mencegah agar permukaan logam tidak bersentuhan dengan udara dan air, misalnya dengan pengecatan dan pelapisan dengan logam lain (penyepuhan). Contoh lapisan pelindung yang digunakan untuk mencegah kontak langsung dengan H 2 O adalah lapisan cat, lapisan oli dan gemuk, lapisan plastik, dan lapisan dengan logam lain, seperti Cr, Zn, dan Sn. Perhatikan tabel berikut!

Metode

Penggunaan

Keterangan

Lapisan cat

Kapal, jembatan, mobil

Lapisan cat mencegah kontak langsung besi dengan O 2 dan H 2 O. Hanya jika cat tergores/terkelupas, maka korosi mulai terjadi dan dapat menyebar di bawah cat

yang masih utuh.

Lapisan oli

Bagian bergerak dari mesin, seperti mesin mobil, barang-

Lapisan oli dan gemuk mencegah kontak langsung besi

dan gemuk

barang di dapur, seperti rak

dengan O 2 dan H 2 O dan harus dioleskan secara berkala.

pengering

Lapisan

Barang-barang di dapur,

Lapisan plastik mencegah kontak langsung besi dengan

terjadi.

Plastik

seperti rak pengering

O 2 dan H 2 O. Hanya jika plastik terkelupas, korosi mulai

Pelapisan

 

Lapisan Sn dapat mencegah kontak langsung logam dengan O 2 dan H 2 O. Akan tetapi, Sn (E° = - 0.14V)

Sn

Kaleng makanan

kurang reakstif dibanding Fe (E° = - 0.44V). Jadi apabila lapisan Sn tergores, maka besi dibawahnya mulai terkorosi.

Perlindungan elektrokimia dilakukan untuk mencegah terjadinya korosi elektrolik (reaksi elektrokimia yang mengoksidasi logam). Perlindungan tersebut disebut juga perlindungan katode (proteksi katodik) atau perlindungan anode.

a. Perlindungan Katode

Perlindungan katode dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu:

1. Menggunakan Logam Lain yang Lebih Reaktif Sebagai Anode Korban

Penggunaan logam lain yang lebih reaktif akan menempatkan logam sebagai penyuplai e- atau bertindak sebagai anode dalam sel elektrokimia korosi. Untuk memahami hal ini, ambil contoh penggunaan logam MG (E° = -2.37V).untuk perlindungan logam Fe (E° = -0.44V). Mg akan bertindak sebagai anode yang teroksidasi, sedangkan Fe akan menjadi katode dimana reduksi oksigen berlangsung.

Anode : Mg → Mg 2+ + 2e - Katode (Fe) : ½ O 2(aq)2 + H 2 O (I) + 2e - → 2OH -

(aq)

  • 2. Menyuplai Listrik dari Luar

Suatu sumber listrik dihubungkan ke tangki bawah tanah yang akan dilindungi dan ke anode inert, seperti grafit. Elektron akan mengalir dari sumber listrik ke anode inert. Reaksi oksidasi yang terjadi akan melepas e - , yang akan mengalir melalui elektrolit tanah menuju ke tangki yang bertindak sebagai katode. Metode ini disebut juga Impressed current cathodic protection (ICCP).

(http://malaikatkutakbersayap.blogspot.co.id/2012/02/korosi-kelelahan-fatigue.html)

Daftar Pustaka  Semboy.wordpress.com/korosi  E-dukasi.net/index.PHP  Syahronie.blogspot.com  Blog.ub.ac.id/veronikakristanti/author/veronikakristanti/  <a href=http://digilib.its.ac.id/ITS-Undergraduate-3100006027542/8819/korosi-kelelahan  http://setengahbaya.info/arsip/pengertian-korosi-kelelahan-pdfqueen-pdf-search-engine- free.html  Widarto,Sri.1999.Karat dan Pencegahannya.Jakarta:PT. Pradnyaparamita.  http://en.wikipedia.org/wiki/Corrosion_fatigue " id="pdf-obj-4-2" src="pdf-obj-4-2.jpg">

Daftar Pustaka

Semboy.wordpress.com/korosi

E-dukasi.net/index.PHP

Syahronie.blogspot.com

Blog.ub.ac.id/veronikakristanti/author/veronikakristanti/

Widarto,Sri.1999.Karat dan Pencegahannya.Jakarta:PT. Pradnyaparamita.