Anda di halaman 1dari 19
USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM “ TREACT ” : TREATMENT AND EDUCATION OF AUTISM

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

TREACT” : TREATMENT AND EDUCATION OF AUTISM WITH KINECT AND PROMTH BUTTON TEKNOLOGY

BIDANG KEGIATAN :

PKM-KARSA CIPTA

Diusulkan oleh :

Muhammad Rizky Habibi

(5111100001)

Angkatan 2011

Nurul Wakhidatul Ummah (5111100003)

Angkatan 2011

Mentary Queen Glossyta

(5111100041)

Angkatan 2011

Cindy Nur Azizah Rahma

(3612100009)

Angkatan 2012

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

SURABAYA

2014

PENGESAHAN PKM- KARSA CIPTA 1. Judul Kegiatan 2. Bidang Kegiatan : TREACT (Treatment and education
PENGESAHAN PKM- KARSA CIPTA
1.
Judul Kegiatan
2.
Bidang Kegiatan
: TREACT (Treatment and education of autism
with kinect and promth button technology)
: PKM-KARSA CIPTA
3.
Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap
: Muhammad Rizky Habibi
b. NIM
: 5111100001
c. Jurusan
: Teknik Informatika
d. Universitas/Institut/Politeknik : Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya
e. Alamat Email
: rizkyhabibi09@gmail.com
4.
Anggota Pelaksana Kegiatan/ Penulis : 3 orang
5.
Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar
: Umi Lailu Yuhana, S.Kom, M.Sc
b. NIDN
: 0026067903
c. Alamat Rumah dan No. Telp/ HP : Jl.Zamrud 13 E/D-16 Kota Driyorejo-
Gresik 6117
6.
Biaya Kegiatan Total
a. DIKTI
: Rp 12.250.000,00
b. Sumber Lain (Sebutkan)
7.
Jangka Waktu Pelaksanaan
: -
: 4 Bulan
Surabaya, 23 Juni 2014
Menyetujui
Ketua Jurusan Teknik Informatika ITS
Ketua Pelaksana
(Dr.Nanik Suciati,S.Kom,M.Kom)
NIP. 197104281994122001
(Muhammad Rizky Habibi)
NIM. 511110001
Wakil Rektor
Bidang Akademik dan Kemahasiswaan
Dosen Pendamping
(Prof. Dr. Ing.Herman Sasongko)
NIP. 196010041986011001
(Umi Laili Yuhana, S.Kom, M.Sc)
NIP.197906262005012002

RINGKASAN

Jumlah penyandang autis dari waktu kewaktu tampaknya semakin meningkat. Peningkatan jumlah penyandang autis tidak dibarengi dengan peningkatan tempat terapis dan mahalnya terapi menyebabkan banyak penyandang autis yang tidak mendapat terapi. Disisi lain diperoleh data penelitihan bahwa penyandang autis lebih tertarik dengan teknologi. Dari permasalahan dan peluang tersebut kami membuat aplikasi “TREACT: treatment and education of autism with kinect and push button technology”. Dari latar belakang tersebut timbul beberapa masalah yakni 1) Bagaimana cara agar orang awam mendiagnosa penyandang autis dengan hasil akurat? 2) Bagaimana menciptakan alat yang dapat memudahkan orang awam melakukan terapi sesuai dengan tahapan yang sesuai? 3) Bagaimana cara terapi autis yang interaktif? 4) Bagaimana cara memberikan laporan perkembangan penyandang autis yang interaktif? 5) Bagaimana memberikan informasi mengenai penyandang autis yang interaktif? Program ini mengunkan metode incremental development yang terdiri dari beberapa tahap yakni: studi literatur, analisis sistem bisnis terapi autis di tempat terapi, perencanaan dan desain proton teknologi, perencanaan program dan desain, pengumpulan resource gambar dan video, pengambilan dan pengeditan suara, desain antar muka, development, validation, dokumentasi dan publikasi. TREACT adalah aplikasi yang dapat membantu terapi autis dengan teknologi yang interaktif dilengkapi hardware tambahan kinect dan Prompt Button (PROTON) yakni hardware tambahan yang kami desain khusus untuk terapi autis. TREACT memiliki 3 fitur utama yakni: diagnosa,terapi dan laporan. Diagnosa TREACT menggunakan standart ATEC yang dikembangkan oleh Autism Research Institut. dari hasil diagnosa TREACT akan memberikan informasi berapa persen autis serta menggolongkannya dalam beberapa kategori. Kemudian sistem akan memberikan saran tahapan terapi serta menuntun selama proses terapi melalui versi terstruktur atau pengguna bisa melakukan tahapan sesuai dengan yang dikehendaki melalui freemode. TREACT menggunakan teknik ABC "Antecendent , Behaviour, Consequnce" dengan meggunakan reinforcers langsung dari orang terdekat. sehingga memungkinkan pengguna memasukan videonya sendiri untuk memberikan reinforces kepada autis, sehingga seolah yang menjadi terapis adalah orang terdekat sendiri.

DAFTAR ISI

BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Jumlah penyandang autis meningkat pesat, semula terdapat anggapan bahwa 5 dari 10000 orang adalah penyandang autis, tetapi penelitian epidemiologi saat ini, yang menggunakan kriteria DSM III-R, telah menunjukkan hasil yang lebih besar yakni 10 dari 10000 orang. Jika menggunakan definisi autis secara edukasional terdapat paling sedikit 20 orang dari 10000 orang penyandang autis (Theo Peeters : 2009). Bahkan diperkirakan penderita autis mencapai 60 hingga 120 kasus setiap 10000 orang (Fitzferald : 2010).

60 hingga 120 kasus setiap 10000 orang (Fitzferald : 2010). Karakteristik yang paling penting dari autis

Karakteristik yang paling penting dari autis adalah gangguan dominan yang terdiri dari kesulitan dalam pembelajaran keterampilan kognitif (pengertian), bahasa, motorik (gerakan) dan hubungan kemasyarakatan. (Theo Peeters : 2009). Salah satu metode untuk menerapi autis yang banyak digunakan diseluruh dunia adalah metode LOVAAS, that is often applied to establish positive behaviors in autistic children is Applied Behaviors Analisys(ABA) which is introduced by Prof.Dr. Lovaas in USA. Namun, pada kenyataannya terapi yang ada saat ini mahal, di Indonesia seharga $8 - $50 perjam, minimal 4jam setiap hari dan harus dilakukan 4 kali dalam satu minggu. Jadi orang tua harus mengeluarkan biaya sekitar $520 - $3200 setiap bulan. Harga terapi di negara-negara lain juga sangat mahal di Utah harga terapi lebih

dari $400 perbulan, di US $200rb di UK £1.5 juta setara dengan $200ribu. Sehingga menjadi masalah untuk masyarakat ekonomi menengah kebawah. Disisi lain, terapi harus dilakukan di tempat terapi secara intensif padahal tidak semua masyarakat dapat dekat dengan tempat terapi. Akibatnya banyak masyarakat yang tinggalnya jauh dari tempat terapi tidak mendapat terapi yang sesuai. Disisi lain terdapat akta bahwa hasil penelitian menyebutkan penyandang autis sangat tertarik belajar dengan teknologi yang baru. Maka kami mencoba menggabungkan teknologi dengan terapi yang menggunakan modul berstandar terapi Internasional. “TREACT :

Treatment and Education of Autism with Kinect and Proton Technology, dibangun dengan harapan mampu membantu mempercepat proses terapi penyandang autis.

1.2 PERUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah yang akan dibahas pada program kreatifitas mahasiswa ini adalah:

1. Bagaimana cara mendiagnosa penyandang autis?

2. Bagaimana menciptakan alat yang dapat memudahkan orang awam melakukan terapi sesuai dengan tahapan yang sesuai?

3. Bagaimana cara terapi autis yang interaktif?

4. Bagaimana cara memberikan laporan perkembangan penyandang autis yang interaktif?

5. Bagaimana memberikan informasi mengenai penyandang autis yang interaktif?

1.3 TUJUAN Tujuan yang akan dicapai dari sebagai berikut:

program kreatifitas mahasiswa ini adalah

1. Memberikan kemudahan dalam mendiagnosa penyandang autis.

3.

Memberikan terapi yang interaktif karena menggunakan kinect sebagai sensor gerak serta Proton sebagai prompt dalam terapi.

4. Memberikan kemudahan dalam melihat perkembangan selama terapi.

5. Memberikan informasi mengenai autis.

1.4 LUARAN YANG DIHARAPKAN Luaran yang diharapkan dari program ini adalah sebuah aplikasi terapi untuk penyandang autis yang sesuai dengan standart terapi autis yang meliputi:

diagnosa, prompth, renforces, laporan perkembangan dan informasi mengenai autis. Untuk membantu mempercepat proses terapi ditempat terapi. Selain itu, diharapkan program ini dapat dipatenkan dan di publikasikan dalam artikel ilmiah.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Autis Karakteristik yang paling penting dari autis adalah gangguan dominan yang terdiri dari kesulitan dalam pembelajaran keterampilan kognitif (pengertian), bahasa, motorik (gerakan) dan hubungan kemasyarakatan. (Theo Peeters : 2009).

2.2 Diagnosis Melakukan diagnosa ganguan autisme tidak memerlukan pemeriksaan yang cangih seperti brain-mapping, CT-Scan, MRI, dan lain sebagainya. Pemeriksaan- pemeriksaan tersebut hanya dilakukan bila ada indikasi, misalnya bila anak itu kejang, maka EEG atau braimapping dilakukan untuk melihat apakah ada epilepsi. Autisme adalah adalah gangguan perkembangan pada anak, oleh karena itu diagnosis dilakukan dari gejala-gejala yang tampak menunjukan adanya penyimpangan dari perkembangan yang normal. Autism Research Institute (ARI) telah merumuskan autism treatment evaluation checklist (ATEC). Rumusan ini yang dipakai diseluruh dunia. Standar

ATEC mencakup komunikasi, sosialisasi, kognitif dan kebiasaan. Daftar pertanyaan terdaftar di lampiran. (Mirza Maulana: 2010) 2.3 Terapi autis Terapi paling efekif yang paling banyak digunakan adalah LOVAAS. Teknis lovaas berdasarkan pada “behaviour modification” atau “Discrete trial training” menggunakan urutan : A–BC. A atau Antecedent = pra-kejadian) adalah pemberian instruksi, misalnya: pertanyaan, perintah, atau visual. B atau Behaviour (perilaku) adalah respons anak. Renspon yang diharapkan haruslah jelas dan anak harus memberi respon dalam 3 detik. Karena ini normal dan dapat meningkatkan perhatian. C atau consequence (konsekuensi atau akibat). Konsekuensi haruslah seketika diberikan reinforces (pendorong atau penguat) (Mirza Maulana: 2010).

BAB 3. METODE PELAKSANAAN Metode dalam pembuatan aplikasi TREACT menggunakan metode incremental development. Metode yang menerapkan Agile methods and acceptance testing yakni metode yang melibatkan terapis dan ahli autis dalam program ini yakni ibu Drg.Illy Yudiono pemilik yayasan autis cakra, sebagai tim pengembang. dalam hal ini terapis dan juga ahli autis ikut dalam pengambilan keputusan untuk acceptability sistem. Pengujian program juga dilakukan langsung oleh pengguna dan akan dilakukan perbaikan pada tahap tertentu. Karena pada pembuatan aplikasi ini harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan sistem bisnis proses terapi sehingga dibutuhkan konsultasi disetiap tahap dan perubahan harus disesuaikan dengan kebutuhan terapi sehingga metode incremental development paling sesuai untuk mengembangan aplikasi ini. Adapun alur proses pelaksanaan pembuatan karya, sebagai berikut.

Studi Literatur Analisis sistem bisnis terapi autis Di i Perencanaan dan desain proton teknologi Perencanaan
Studi Literatur Analisis sistem bisnis terapi autis Di i Perencanaan dan desain proton teknologi Perencanaan
Studi Literatur
Analisis sistem
bisnis terapi autis
Di
i
Perencanaan dan desain
proton teknologi
Perencanaan dan desain
Aplikasi TREACT

Specification

Pengumpulan resource gambar dan video

Pengambilan dan

pengeditan suara

Desain antar muka aplikasi.

dan pengeditan suara Desain antar muka aplikasi. Development Pembuatan Promt Button (PROTON) teknologi

Development

Pembuatan Promt Button (PROTON) teknologi

Pembuatan aplikasi TREACT

Button (PROTON) teknologi Pembuatan aplikasi TREACT Validation Error Handling aplikasi dan proton teknologi
Button (PROTON) teknologi Pembuatan aplikasi TREACT Validation Error Handling aplikasi dan proton teknologi

Validation

Error Handling aplikasi dan proton teknologi

Validasi aplikasi ke tempat terapi autis

Uji coba ke target penguna

Intermediate Version Digunakana untuk pengujian ke target penguna Final Version. Aplikasi yang siap

Intermediate

Version

Digunakana

untuk pengujian

ke target

penguna

Final Version. Aplikasi yang siap digunakan oleh tempat terapi

Dokumentasi dan publikasi selesai
Dokumentasi dan
publikasi
selesai

Inisial Version oleh tempat terapi Dokumentasi dan publikasi selesai Digunakan untuk konsultasi ke ahli terapi autis Gambar 1.

Digunakan untuk konsultasi ke ahli terapi autisyang siap digunakan oleh tempat terapi Dokumentasi dan publikasi selesai Inisial Version Gambar 1. Metode Pelaksanaan

dan publikasi selesai Inisial Version Digunakan untuk konsultasi ke ahli terapi autis Gambar 1. Metode Pelaksanaan
dan publikasi selesai Inisial Version Digunakan untuk konsultasi ke ahli terapi autis Gambar 1. Metode Pelaksanaan
dan publikasi selesai Inisial Version Digunakan untuk konsultasi ke ahli terapi autis Gambar 1. Metode Pelaksanaan
dan publikasi selesai Inisial Version Digunakan untuk konsultasi ke ahli terapi autis Gambar 1. Metode Pelaksanaan

Gambar 1. Metode Pelaksanaan

Keterangan alur proses pembuatan karya, sebagai berikut. 3.1 Tahap Perencanaan 3.1.1 Studi Literatur Tahapan awal dari proses pelaksanaan ini diawali dengan studi literatur yang wujud kegiatannya antara lain mencari referensi yang relevan tentang autis dan cara terapi terbaik. Dalam hal ini kami mengambil data dari yayasan autis Cakra.

3.1.2 Analisis sistem bisnis terapi autis di tempat terapi

Analisis sistem bisnis dilakukan di yayasan autis cakra, untuk mendapatkan user requirement yang sesuai. Pada tahap ini dihasilkan suatu kajian kesimpulan untuk proses awal perencanaan program dan desain. Dari analisis permasalahan tersebut diperoleh kebutuhan:

a)

Diagnosa: harus menggunakan standart ATEC

b)

Proses terapi mengunakan modul LOVAAS

c)

Laporan perkembangan mengunakan standart ARI.

d)

Aplikasi dilengkapi dengan reinforces, dalam hal ini menggunakan video yang dapat di edit oleh orang terdekat.

e)

Aplikasi dilengkapi dengan prompt.

f)

Aplikasi dilengkapi dengan laporan perkembangan yang sesuai dengan ARI.

3.1.3

Perencanaan dan desain proton teknologi Desain proton berupa desain rangkaian mengunakan eagle dan desain cashing agar nyaman digunakan oleh penyandang autis.

rangkaian mengunakan eagle dan desain cashing agar nyaman digunakan oleh penyandang autis. Gambar 2. Rangkaian Proton
rangkaian mengunakan eagle dan desain cashing agar nyaman digunakan oleh penyandang autis. Gambar 2. Rangkaian Proton

Gambar 2. Rangkaian Proton

3.1.4 Perencanaan Program dan Desain Tahap ini dilakukan perancangan aplikasi. Hasil dari tahap ini adalah dokumen SKPL (Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak) dan DPPL (desain perancangan perangkat lunak) .

lunak) dan DPPL (desain perancangan perangkat lunak) . Gambar 3. diagram kasus penguna aplikasi TREACT 3.2

Gambar 3. diagram kasus penguna aplikasi TREACT

3.2 Spesifikasi 3.2.1 Pengumpulan resource gambar dan video Pengumpulan resource yang sesuai dengan modul LOVAAS. 3.2.2 Pengambilan dan pengeditan suara Salah satu gangguan dominan pada penyandang autis adalah dalam hal komunikasi. Sehingga suara yang digunakan untuk aplikasi ini harus sesuai dengan standart terapi autis.

3.2.3 Desain antar muka.

3.2.3.1 Antar muka pengguna Aplikasi TEACCH menggunakan antarmuka berbasis desktop dan pengguna mengoperasikannya dengan menggunakan keyboard dan mouse sebagai kontrol, menggunakan kinect sebagai sensor gerak dan prompt button (PROTON) sebagai alat bantu tambahan.

3.2.3.2 Antar muka perangkat keras

Aplikasi TEACCH berjalan di atas perangkat keras sebuah computer (PC) dan hardware tambahan berupa kinect dan proton. Proton adalah perangkat keras khusus yang didesain sendiri khusus untuk terapi penyandang autis.

yang didesain sendiri khusus untuk terapi penyandang autis. Gambar 4 . Rangkaian antar muka perangkat keras

Gambar 4. Rangkaian antar muka perangkat keras berupa proton

4 . Rangkaian antar muka perangkat keras berupa proton Gambar 5 . Antar muka perangkat keras

Gambar 5. Antar muka perangkat keras berupa kinect

3.2.3.3 Antar muka perangkat lunak

TEACCH adalah aplikasi yang akan dibangun menggunakan bahasa C# dan akan berjalan pada Sistem Operasi Windows.

3.3

Development Pengembangan terdiri dari pengembangan hardware berupa proton dan software. Dalam aplikasi TREACT” ini, kami menggunakan teknologi:

a) Platform pengembangan

: Desktop

b) 2D desain

c) Sistem operasi: Windows

d) : WPF C# dan Kinect

: Corel Draw X5 dan Adobe Photoshop CS4

Aplikasi

e) : .Net framework 4 client profile dan Kinect SDK

f) : Coding4fun

Framework

Library

3.4 validation

Tahap selanjutnya adalah tahap pengujian program atau disebut juga

tahap validasi. Validasi dilakukan langsung di yayasan autis cakra oleh

penyandang autis secara langsung, pada tahap ini dapat diketahui tingkat

perkembangan setelah mengunakan aplikasi TREACT.

3.5 Tahap Dokumentasi dan Publikasi

1)

Penyusunan Laporan

Menyusun laporan akhir dari proses pembuatan perangkat lunak.

2)

Proses Publikasi

Dilaksanakan setelah program siap release yang artinya program lolos

uji pada tahap validasi dan telah dikatakan layak pakai sesuai parameter

kelayakan yang di gunakan. Proses publikasi melalui pamflet, banner dan

poster yang menjelaskan fitur-fitur permainan.

BAB 4. HASIL YANG DICAPAI

Bulan Maret

No.

Tujuan Program

Indikator Keberhasilan Jangka Pendek

Hasil

1.

perencanaan perangkat keras dan perangkat lunak dari teacch

Analisis sistem bisnis terapi autis di tempat terapi

Terselesainya dokumen SKPL (spesifikasi kebutuhanperangkat lunak)

   

Perencanaan dan desain proton teknologi

Terselesainya skematik rangkaian elektronika untuk mikrokontroler proton.

Perencanaan Program dan Desain

Terselesaikannya dokumen DPPL ( desain perancangan perangkat lunak)

Pengumpulan resource gambar dan video

Terkumpulnya semua resource gambar dan video terapi.

Pengambilan dan pengeditan suara

Terkumpulnya

suara

dan

music terapi

 

Pembuatan aplikasi TEACCH

Aplikasi teacch yang terdiri dari 3 menu utama:

Sinkronisasi software dengan hardware

Proton dan kinect sudah dapat terhubung dengan aplikasi TEACCH yang telah dibangun

Pengujian aplikasi TEACCH

Aplikasi

TEACCH

dapat

di

gunakan

oleh

penyandang

autis

2.

Memperkenalkan

Diterapkan pada beberapa

Bekerjasama dengan 3 yayasan autis cakra autism center, galuh handayani, dan harapan bunda. Melakukan pameran skala daerah maupun nasional. Serta mendaftarkan paten.

TEACCH

pada

masyarakat umum

orang awam terhadap teknologi yang digunakan

BAB 5. RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA

Rencana tahapan berikutnya adalah:

1. Memperkenalkan TEACCH pada masyarakat umum yang lebih luas. Bekerjasama dengan yayasan autis internasional dan daerahdaerah di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Anderson S., Avery D., DiPietro E., Edwards G., and Christian W. 1987 Intensive home based early intervention with autistic children. Educational Treatment of Children 10 352-366

Alloy, L.B.Delphie, Bandi. 2009. Pendidikan anak autis. Sleman: intan sejati.

Buckmann, Steve

2009. Lovaas Revisited: Sloud We Have Ever Left?. Los Angeles:

University of California

Cohen S. 1998 Targeting Autis. Berkeley : University of California Press

Connor, M.J., 2000, The Lovaas Approach Re-Visited.

Ferster C. 1961. Positive reinforcement and behavioural deficits of autistic children. Child

Development 32 437-456

Harris S., Handleman J., Gordon R., Kristoff B., and Fuentes F. 1991. Changes in cognitive

and language functioning of preschool children with autis. Journal of Autis

and Developmental Disorders 21 281-290

Howlin P. 2000. Early behavioural intervention. Correspondence with current.

Koegel R., Frea W., and Suratt A. 1994 Self management of problematic social behaviour,

In Schopler E. and Mesibov G. (Eds) Behavioural Issues in Autis. New York:

Plenum Press

Maulana, Mirza. 2009. Anak Autis . Jogjakarta: Kata Hati.

Peeters, Theo. 2009. Autis: medical and educational aspects. New York: Whurr Publishers.

Rudy, Lisa Jo., What is the difference between ABA, Discrete Trial, and “The Lovaas Method?”

Wijaya Kusuma, Hembing.2008. Psikoterapi Anak Autisa. Jakarta : Pustaka Populer Obor.

Wardhani, Veranita, dkk. 2009. Autise Terapi Medis Alternatif . Jakarta: UI pers.

LAMPIRAN

       

HARGA

TOTAL

NO

KEPERLUAN

JUMLAH

SATUAN

SATUAN (Rp)

BIAYA (Rp)

Peralatan Penunjang

   

1

Kinect

1

buah

1.500.000

1.000.000

2

Proton

1

paket

1.500.000

1.500.000

3

Pulsa modem

4

bulan

200.000

800.000

4

Kabel Rol

1

buah

60.000

60.000

5

Sound speaker

1

buah

100.000

100.000

6.

Modem

3

buah

300.000

900.000

   

Sub Total

4.000.000

Proses pembuatan aplikasi

   

1

Konsumsi programer

4

Bulan

500.000

2.000.000

2

Konsumsi desainer

4

Bulan

300.000

1.200.000

3

Konsumsi Analis

4

Bulan

609.500

2.438.000

 

Sub total

5.638.000

Bahan Penunjang

   

1

Kertas A4 70 gram

2

rim

36.000

72.000

2

Alat tulis

1

paket

80.000

80.000

3

Fotocopy referensi

3

 

25.000

75.000

   

Sub Total

226.100

Simulasi kepada Target Pengguna

   

1

Transportasi

3

orang

50.000

150.000

2

CD + penutup

30

buah

5000

150.000

3

Konsumsi untuk pengguna

30

orang

5000

150.000

4

Pengadaan Feedback

30

lembar

1000

30.000

   

Sub Total

480.000

Biaya Dokumentasi dan Publikasi

   

1

Pembuatan proposal awal

1

jilid

50.000

50.000

2

Penggandaan proposal

3

copy

20.000

60.000

3

Pembuatan laporan akhir

1

jilid

50.000

50.000

4

Penggandaan laporan akhir

3

copy

20.000

60.000

4

Pembuatan X-Banner

2

buah

75.000

150.000

5

Pembuatan Poster

30

buah

14.500

435.000

6

Pembuatan Pamflet

200

lembar

5.500

1.100.000

   

Sub Total

1.905.000

 

Total

12.250.000

Dokumentasi

200 lembar 5.500 1.100.000     Sub Total 1.905.000   Total 12.250.000 Dokumentasi
Gambar Hasil Percobaan Aplikasi di yayasan autis Gambar situasi pameran di mlaku-mlaku nang tunjungan Gambar

Gambar Hasil Percobaan Aplikasi di yayasan autis

Gambar Hasil Percobaan Aplikasi di yayasan autis Gambar situasi pameran di mlaku-mlaku nang tunjungan Gambar Testimoni

Gambar situasi pameran di mlaku-mlaku nang tunjungan

yayasan autis Gambar situasi pameran di mlaku-mlaku nang tunjungan Gambar Testimoni dari kementrian pariwisata kreatif

Gambar Testimoni dari kementrian pariwisata kreatif

Gambar Testimoni dari presiden Microsoft Indonesia Gambar Pameran di Electrical Engineering Event

Gambar Testimoni dari presiden Microsoft Indonesia

Gambar Testimoni dari presiden Microsoft Indonesia Gambar Pameran di Electrical Engineering Event
Gambar Testimoni dari presiden Microsoft Indonesia Gambar Pameran di Electrical Engineering Event

Gambar Pameran di Electrical Engineering Event

Gambar Testimoni dari presiden Microsoft Indonesia Gambar Pameran di Electrical Engineering Event
Gambar pameran di the Oval, Epicentrum Walk, Jakarta

Gambar pameran di the Oval, Epicentrum Walk, Jakarta