Anda di halaman 1dari 19

PENGELOLAAN ASET & UTANG

Kelompok 12:
David Nugroho (F1314134)
Hanna Sri Mulyo Dwi Kusuma
(F1314146)
R. Arif Yusri Hananto (F1314158)

Pengertian dan Ruang Lingkup


Pengelolaan Kas
Pengelolaan Piutang
Pengelolaan Utang
Pengelolaan Investasi

Pengertian dan Ruang Lingkup

Aset merupakan sumber daya ekonomi

dimiliki dan/atau dikuasai oleh pemerintah

sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana


manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan
diharapkan dapat diperoleh
dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber
daya non keuangan yang diperlukan untuk penyediaan
jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya
yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya.

Pengertian dan Ruang


Lingkup
Kas &
Setara Kas
Aset
Keuangan
dan Utang

Piutang &
Utang
Investasi

Aset
Pemerintah

Persediaan
Dapat
Diidentifikas
i
Aset Non
Keuangan

Berwujud
Aset Tetap
Tidak
Berwujud
SDA

Tidak Dapat
Diidentifikas
i

SDM

dll

Pengelolaan Kas

ujuan pengelolaan kas negara


Menentukan jumlah dan alokasi dana untuk keperluan
pelaksanaan kegiatan operasional pemerintahan dan
kegiatan investasi.
Mendapatkan sumber dana yang paling efisien untuk
membiayai kegiatan-kegiatan pemerintahan.
Meminimalisasi kas menganggur(idle cash)
Mempercepat penyetoran penerimaan negara
Melakukan pembayaran atas pengeluaran negara
secara tepat waktu.

Pengelolaan Kas

engelolaan kas dapat dilakukan melalui:


Perencanaan kas ( cash planning) dan perencanaan kebutuhan
kas ( cash forecasting );
Memperpendek waktu yang diperlukan untuk penagihan
dan pembayaran dilakukan secara tepat waktu ( float
management );
Manajemen rekening bank dengan melakukan pemusatan
saldo kas (Treasury Single Account/TSA) ;
Pembentukan dana kas kecil dengan sistem dana tetap
( imprest fund ) untuk membiayai keperluan sehari-hari
perkantoran;
Penempatan saldo kas yang belum digunakan dalam bentuk
setara kas atau penanaman sementara (temporary
investment).

Pengelolaan Piutang

Pasal 1 angka 6 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 mendefinisikan


piutang Negara
Piutang negara adalah:

Sejumlah uang yang wajib dibayar oleh orang


per orang atau badan; dan/atau
Hak negara yang dapat dinilai dengan uang.
Hak ini tentu harus diupayakan untukditagih.

Piutang negara tersebut Suatu perjanjian,


terjadi karena:
Suatu peraturan,

Akibat lainnya yang sah,


misalnya tuntutan ganti
atas kasus penggelapan
uang oleh Pegawai Negeri
Bendaharawan,
dan
sebagainya.

Pengelolaan Piutang
Pengelolaan piutang negara diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2004
Tentang PerbendaharaanNegara mulai pasal 33 sampai dengan pasal 37,
yang antara lain menyatakan sebagai berikut:

Pemerintah pusat dapat memberikan pinjaman atau hibah


kepada pemerintahdaerah/Badan Usaha Milik
Negara/Badan Usaha Milik Daerah serta kepada lembaga
asing sesuai dengan yang tercantum/ditetapkan dalam
undang-undang tentang APBN.
Setiap pejabat yang diberi kuasa untuk mengelola
pendapatan, belanja, dan kekayaannegara wajib
mengusahakan agar setiap piutang negara diselesaikan
seluruhnya dantepat waktu.
Piutang negara jenis tertentu antara lain piutang pajak dan
piutang yang diatur dalam undang-undang tersendiri,
mempunyai hak. Hak mendahulu adalah hak menagih
piutangnegara yang mendapat prioritas utama (harus
didahulukan), sebelum dilakukan pembayaran kepada
kreditor lainnya.

Pengelolaan Piutang

Tujuan dari pengelolaan piutang negara adalah


sebagai berikut
Piutang negara dapat tertagih
secara tepat waktu sesuai koridor
hukumnya
Akuntabilitas penyelenggaraan
tugas pemerintah
Disajikan pada laporan keuangan
Pemerintah secara akuntabel dan
mendekati net realizable value-nya.

Pengelolaan Piutang

Penagihan Piutang Negara bisa


dilaksanakan dengan 3 cara, yaitu

Penagihan
Sekaligus
Dengan
Surat
Paksa

Penyitaan
Barang
Jaminan
dan/atau
Harta
Kekayaan
Lain

Penagiha
n Piutang
Negara
dengan
Lelang

Pengelolaan Piutang

nangan penghapusan piutang Negara diatur sebagai berikut :

Penghapusbukuan
Penghapustagihan

dan/atau
Piutang Menteri Keuangan untuk jumlah sampai
Instansi Pemerintah Pusat. dengan Rp.10.000.000.000,00;
Berdasarkan Pasal 37 ayat (2) Presiden untuk jumlah lebih dari
Rp.10.000.000.000,00 sampai dengan
Undang-undang Nomor 1 Tahun
Rp.100.000.000.000,00;
2004 tentang Perbendaharaan
Negara,
penghapusbukuan Presiden dengan persetujuan Dewan
Perwakilan Rakyat untuk jumlah lebih dari
dan/atau
penghapustagihan
Rp.100.000.000.000,00.
piutang Instansi Pemerintah Pusat
ditetapkan oleh:

Gubernur/bupati/walikota, jika bagian piutang


daerah yang tidak disepakati tidak lebih dari
Penghapusbukuan/Penghapustagi
han
Piutang
Instansi Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah);
Pemerintah
Daerah Gubernur/bupati/walikota, setalah mendapat
pertimbangan dari Dewan Perwakilan Rakyat
Penghapusan piutang, sepanjang
Daerah, jika bagian piutang daerah yang
menyangkut piutang Pemerintah
tidak disepakati lebih dari
Daerah, ditetapkan oleh:
Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Pengelolaan Utang

Utang
sering
kali
menjadi
permasalahan
yang
pelik
dalam
lingkup
nasional,
karena
telah
tertanam dalam benak mayoritas
masyarakat sebuah doktrin general
yang
memberikan
sinyal
buruk
terhadap utang, khususnya utang
negara.
Namun
ternyata
utang
merupakan salah satu bagian penting
dalam menetapkan kebijakan fiskal
(APBN) dimana juga merupakan begian

Pengelolaan Utang

juan pengelolaan utang Negara adalah:

Tujuan
Jangka
Panjang:
Mengamankan
Kebutuhan Pembiayaan
APBN melalui utang
dengan biaya minimal
pada tingkat risiko
terkendali, sehingga
kesinambungan fiskal
dapat terpelihara

Mendukung upaya
untuk menciptakan
pasar surat berharga
negara (SBN) yang
dalam, aktif dan likuid

Tujuan
Jangka
Pendek:
Memastikan
tersedianya dana untuk
menutup defisit dan
pembayaran kewajiban
pokok utang secara
tepat waktu dan efisien

Pengelolaan Utang

Risiko-risiko yang perlu dipertimbangkan dalam


melakukan pengelolaan utang antara lain :
Risiko Kesinambungan Fiskal
Risiko Nilai Tukar
Risiko Perubahan Tingkat Bunga
Risiko Pembiayaan Kembali
(Refinancing)
Risiko Operasional

Pengelolaan Utang
Pinjaman Program
Pinjaman Luar Negeri
Pinjaman

Pinjaman Proyek
Pinjaman Dalam
Negeri

UTANG NEGARA
Surat Utang Negara
(SUN)

Surat
Perbendaharaan
Negara (SPN/T-Bills):
SUN jangka pendek
(s.d. 12bln);
Obligasi Negara (> 1
thn)

Surat Berharga
Negara (SBN)

Surat Berharga
Syariah Negara
(SBSN

SBSN jangka pendek


(Islamic T-Bills);
SBSN Ritail (Sukri);
SBSN jangka panjang
(IFR/Ijarah Fixed
Rate; Global Sukuk;
SDHI/Sukuk Dana
Haji Indonesia).

Pengelolaan Investasi

Pengelolaan investasi Pemerintah harus dilaksanakan


dengan mengacu pada asas-asas berikut

Asas fungsional
Asas kepastian hukum
Asas efisiensi
Asas akuntabilitas
Asas kepastian nilai

Pengelolaan Investasi
Berdasarkan PP Nomor 1 tahun 2008 pasal 3, Investasi Pemerintah
dapat dilakukan dalam bentuk:

Investasi
Surat
Berharga

Investasi
Langsung

investasi
dengan cara
pembelian
saham
investasi
dengan cara
pembelian
surat utang
penyertaan
modal
pemberian
pinjaman

Pengelolaan Investasi

Dalam pelaksanaannya, proses manajemen atas


Investasi Pemerintah meliputi
Perencanaan Investasi Pemerintah

Pelaksanaan Investasi Pemerintah


Penatausahaan dan Pertanggungjawaban
Investasi Pemerintah
Pengawasan atas Pelaksanaan Investasi
Pemerintah
DivestasiInvestasi Pemerintah

SELESAI