Anda di halaman 1dari 8

Aplikasi Cashier Penjualan Alat Tulis Berbasis Desktop

Disusun oleh :

Qory Aprilarita
1317051049

Jurusan Ilmu Komputer


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Lampung
2015

I.

RINGKASAN EKSKLUSIF

Kemajuan zaman menyebabkan semua hal dituntut untuk menjadi lebih cepat, lebih efisien, dan
lebih efektif, namun pada bisnis mikro seperti bisnis usaha pertokoan yang menjual peralatan
tulis, masih banyak ditemukan cara-cara manual dalam pencatatan data barang maupun proses
perhitungan transaksi jual beli. Hal tersebut dirasa kurang efektif, karena data yang sudah dicatat
bisa saja tercampur dengan data lain, tidak aman, rusak, atau bahkan hilang. Selain itu, sering
dijumpai kesalahan perhitungan pada proses transaksi, lambatnya proses pengecekan stok
barang, kesalahan terhadap pencatatan jumlah barang, dan laporan keuangan yang kurang rinci.
Untuk mengatasi hal-hal buruk terjadi, kami memberikan beberapa solusi alternatif untuk
permasalahan tersebut. Alternatif pertama yaitu dengan tidak melakukan apapun. Hal tersebut
akan mengakibatkan organisasi bisnis akan kalah saing dengan organisasi bisnis lain yang lebih
maju. Alternatif kedua yaitu dengan mengubah strktur internal dari peruahaan yang
bersangkutan. Alternatif kedua dirasa kurang tepat karena jika organisasi bisnis harus mengganti
atau menambahkan karyawan maka organisasi bisnis harus mengeluarkan biaya tambahan, selain
itu penggantian atau penambahan karyawan belum tentu menjamin terselesaikannya masalah
karena faktor human error. Alternatif ketiga adalah dengan mengubah sistem kerja organisasi
bisnis seperti mengubah jadwal jam kerja. Alternatif ini memang cukup efektif tapi dirasa kurang
efisien untuk karyawan. Alternatif keempat adalah dengan membeli sistem aplikasi yang sudah
jadi. Mungkin alternatif keempat dapat menjadi solusi permasalahan manajemen data barang,
tapi akan muncul permasalahan lain yang disebabkan oleh tidak sesuainya kebutuhan fungsi
aplikasi dan penambahan biaya yang disebabkan oleh penambahan database sistem. Alternatif
kelima yaitu dengan membuat sendiri sistem aplikasi. Alternatif ini sangat dianjurkan untuk
dilakukan, karena selain dapat menjadi solusi bagi manajemen data barang dan keuangan,
alternatif ini juga tdak akan menimbulkan permasalahan lain seperti pada alternatif sebelumnya.
Pengguna dapat memesan kebutuhan aplikasi dan sistem database sesuai dengan yang
diinginkan, selain itu akan disediakan penawaran untuk perbaikan dan maintenance program
yang tidak memakan dana yang banyak sehingga sangat efektif dan efisien untuk dilakukan.
Untuk itu jika proyek ini berhasil terealisasikan, diharapkan pada tahun pertama diselesaikannya
proyek ini 90% produktivitas pegawai toko akan meningkat dan keseluruhan proses pendataan
barang dan proses transaksi akan menjadi lebih cepat, lebih efektif, dan lebih efisien. Selanjutnya
pada tahun berikutnya akan dilakukan sosialisasi dan pemasaran produk sehingga produk
mengalami peningkatan jumlah pelanggan sebanyak 50 bisnis usaha pertokoan yang menjual alat
tulis dan terjadi peningkatan sebanyak 10% terhadap return of investment. Di tahun ketiga, kami
akan melakukan perluasan koneksi bisnis sehingga diharapkan seluruh usaha pertokoan yang
menjual alat tulis di Bandarlampung yang masih meggunakan cara manual untuk mendata
jumlah barang dan transaksi keuangan akan berpindah ke sistem digital, sehingga produktivitas
dan proses pendataan dan transaksi yang dilakukan akan lebih baik, efisien dan meningkat, serta
akan terjadi peningkatan sebanyak 20% terhadap return of investment.

II.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di zaman sekarang ini, dunia mulai berpindah menuju sebuah era yang disebut sebagai era
globalisasi. Di era ini, teknologi dan informasi sudah mulai menguasai semua aspek
kehidupan manusia, diantaranya adalah aspek bisnis dan aspek pendidikan. Teknologi dan
informasi menjadikan segala kegiatan manusia menjadi lebih mudah untuk dilakukan,
sebagai contohnya proses transaksi. Selain itu, pada era ini semua hal dituntut untuk menjadi
lebih cepat, lebih efektif, dan lebih efisien. Namun sayangnya hal tersebut tidak dapat
diterapkan secara keseluruhan dalam praktiknya. Masih banyak usaha bisnis yang tetap
menggunakan cara manual dalam melakukan pendataan data barang dan melakukan proses
transaksi jual beli. Contoh kasusnya banyak terjadi pada bisnis usaha pertokoan yang
bergerak di bidang penjualan alat tulis. Meskipun tergolong sebagai bisnis usaha mikro,
namun seharusnya lahan bisnis ini ikut berkembang mengikuti perubahan zaman. Hal
tersebut ditujukan agar semua faktor yang berhubungan dengan pendidikan dapat mendukung
berkembangnya mutu pendidikan di Indonesia.
Proses pencatatan barang dan transaksi jual beli yang dilakukan secara manual banyak
memiliki kekurangan. Akibat yang disebabkan oleh kekurangan tersebut, maka timbullah
banyak permasalahan. Terdapat beberapa hal yang mendukung permasalahan yang timbul,
diantaranya dapat disebabkan oleh faktor bencana alam atau bahkan faktor human error atau
kesalahan yang ditimbulkan akibat kelalaian manusia. Solusi terbaik untuk mencegah
terjadinya hal-hal buruk tersebut adalah dengan dilakukannya sebuah manajemen terhadap
data. Maka untuk itu diperlukan sebuah sistem informasi yang berguna untuk mengatur
seluruh data barang yang masuk dan keluar termasuk juga mengatur proses transaksi barang
agar laporan keuangan yang dibuat dapat lebih sistematis dan rinci.
B. Deskripsi Masalah
Kurangnya manajemen terhadap pencatatan data barang dan proses transaksi yang masih
dilakukan secara manual banyak mengakibatkan permasalahan. Dalam kenyataannya, data
dan laporan keuangan yang telah dibuat dan dibukukan tidak dapat menjamin bahwa data itu
akan tetap aman dan tersimpan. Hal tersebut dikarenakan data dan laporan keuangan yang
disimpan dalam bentuk catatan mungkin saja dimanipulasi oleh pihak-pihak yang jahil dan
tidak bertanggung jawab. Selain itu terdapat faktor tidak terduga seperti faktor bencana alam
maupun bencana yang disebabkan oleh kelalaian manusia sehingga menimbulkan data-data
yang telah direkap rusak, tercampur dengan data lain, bahkan hilang. Bencana lain yang
dapat ditimbulkan oleh manusia antara lain adalah terjadinya kesalahan perhitungan pada
proses transaksi jual beli sehingga menyebabkan laporan keuangan yang dihasilkan menjadi

tidak akurat. Selain itu, masih terdapat banyak permasalahan lain yang ditimbulkan oleh
pencatatan dan proses transaksi yang dilakukan secara manual ini, diantaranya proses
pengecekan stok barang menjadi lebih lambat, laporan keuangan yang tidak sistematis dan
rinci, dan kesalahan terhadap pencatatan jumlah stok barang.
C. MOV Proyek
Pada tahun pertama diselesaikannya proyek ini, 90% produktivitas pegawai toko akan
meningkat dan keseluruhan proses pendataan barang dan proses transaksi lebih cepat, lebih
efektif, dan lebih efisien. Selanjutnya pada tahun berikutnya akan diharapkan produk
mengalami peningkatan jumlah pelanggan sebanyak 50 bisnis usaha pertokoan yang menjual
alat tulis dan terjadi peningkatan sebanyak 10% terhadap return of investment. Di tahun
selanjutnya, seluruh usaha pertokoan yang menjual alat tulis di Bandarlampung yang masih
meggunakan cara manual untuk mendata jumlah barang dan transaksi keuangan akan
berpindah ke sistem digital, sehingga produktivitas dan proses pendataan dan transaksi yang
dilakukan akan lebih baik, efisien dan meningkat, serta akan terjadi peningkatan sebanyak
20% terhadap return of investment.
D. Hubungan MOV Proyek dengan Strategi
Untuk meningkatkan jumlah customer yang menggunakan aplikasi sistem informasi
penjualan alat tulis ini dan meningkatkan jumlah return of investment maka diperlukan
beberapa usaha. Diantaranya adalah :
1. Akan diadakan sosialisasi dan pemasaran produk sehingga akan lebih banyak orang yang
tahu tentang produk aplikasi ini.
2. Melakukan perluasan koneksi bisnis sehingga dapat membantu pemasaran produk.
Sementara itu, untuk meningkatkan jumlah produktivitas karyawan toko, maka akan
dilakukan sosialisasi dan pelatihan tentang cara menggunakan aplikasi ini.

III.

ALTERNATIF BISNIS

A. Alternatif Bisnis
Berikut ini diberikan beberapa alternatif yang dapat menjadi solusi permasalahan :
1. Alternatif A : realisasi dari alternatif ini adalah organisasi bisnis tidak melakukan apapun
sehingga menyebabkan proyek terbengkalai dan tidak diijalankan. Hal tersebut tentunya
tidak akan menjadi solusi terbaik bagi organisasi bisnis, karena dengan tidak
dilakukannya perubahan maka organisasi bisnis tidak akan berkembang, tidak dapat
mengimbangi perkembangan zaman, dan akan kalah saing dengan organisasi bisnis lain
yang lebih maju dan lebih unggul.
2. Alternatif B : alternatif ini dapat dilakukan dengan cara mengubah struktur internal dari
organisasi bisnis. Struktur internal yang dimaksud adalah struktur kepengurusan atau
struktur keanggotan dari organisasi bisnis. Sedangkan mengubah struktur internal
organisasi bisnis dapat dilakukan dengan menambahkan yaitu mengubah struktur
kepengurusan karyawan seperti menambah karyawan atau mengganti posisi keanggotaan.
3. Alternatif C : alternatif ini dapat dilakukan dengan cara mengubah sistem kerja dari
organisasi bisnis. Contoh realisasi dari alternatif ini adalah dengan mengubah jadwal
kerja organisasi bisnis, mengubah kebijakan organisasi bisnis, atau dengan cara
mengubah peraturan organisasi bisnis yang telah ada sebelumnya. Mengubah jadwal
kerja organisasi bisnis dapat dilakukan dengan mengubah hari dan jam kerja organisasi
bisnis menjadi semakin efektif. Mengubah kebijakan organisasi bisnis hanya dapat
dilakukan oleh CEO atau CO dari organisasi bisnis itu sendiri. Sementara untuk
mengubah peraturan persahaan dapat dilakukan bersama-sama oleh anggota dalam
organisasi bisnis tersebut.
4. Alternatif D : alternatif ini dapat dilakukan dengan cara membeli sistem aplikasi yang
sudah jadi. Realisasi dari alternatif ini adalah dengan membeli atau menyewa sistem
yang sudah jadi dari organisasi bisnis lain yang bergerak dibidang yang sama. Namun,
jika ingin membeli sistem dari organisasi bisnis lain, fungsi yang ditawarkan akan sangat
terbatas dan terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis. Selain itu, akan sangat sulit
untuk mengembangkan dan memperbaharui sistem yang telah dibeli, khususnya dalam
hal mengupdate database sistem. Hal tersebut dikarenakan banyak organisasi bisnis yang
tidak menyediakan fungsi untuk mengupdate database aplikasinya, sehingga programmer
harus membuat ulang aplikasinya, dimana hal tersebut dapat mengakibatkan
pembengakakan biaya akibat organisasi bisnis harus membeli sistem aplikasi baru.
5. Alternatif E : alternatif ini dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri sistem aplikasi
baru sebagai solusi lain dari alternatif permasalahan. Realisasi dari alternatif ini

dilakukan dengan membuat sendiri aplikasi pertokoan yang berfungsi untuk mengatur
data barang dan melakukan transaksi. Sistem aplikasi yang dibuat dan didesain sendiri
memiliki banyak keunggulan dibandngkan dengan membeli sistem aplikasi yang sudah
jadi. Keuntungan yang ditawarkan antara lain adalah organisasi bisnis dapat memesan
sistem aplikasi sesuai dengan keinginannya, aplikasi sistem yang dibuat dapat
dikembangkan, terdapat penawaran untuk memaintenance sistem, database yang dibuat
bisa disesuaikan oleh keinginan pelanggan.

B. Analisa Alternatif Bisnis


Alternatif
Criterion

Financial

Weight
A

ROI

15%

10

Payback

15%

10

NPV

10%

10

Alignment
with strategic
objectives

10%

Likelihood of
achieving
projects MOV

10%

Availability of
skilled team
members

5%

Maintainability

5%

Time to
develop

5%

Risk

5%

Organizational

Project

Customer
satisfaction

10%

Increased
market share

10%

100%

2,65

3,2

2,85

8,25

External

Total Score

IV.

KESIMPULAN

Berdasarkan analisa yang telah dibuat, dapat disimpulkan bahwa alternatif E dapat dijadikan
sebagai alternatif solusi terbaik bagi permasalahan yang sedang terjadi dalam organisasi bisnis.
Hal tersebut disebabkan karena, dibandingkan dengan skor dari alternatif A, alternatif B,
alternatif C, dan alternatif D, skor dari alternatif E lah yang memiliki nilai tertinggi. Itu berarti
sangat disarankan bagi organisasi bisnis untuk membuat sistem aplikasi sendiri.