Anda di halaman 1dari 47

Sistem Persamaan Linier

Persamaan linier :

Persamaan yang semua variabelnya berpangkat 1 atau 0 dan tidak terjadi perkalian antar variabelnya.

Contoh:

(1)

x

+

y

+ 2z =

9

Contoh: (1) x + y + 2z = 9 PL

PL

(2)

2x + y = 9

2x + y = 9

PL

(3)

2xy z = 9

2xy – z = 9

Bukan PL

Solusi PL (1) : berupa suatu “tripel” dengan masing-masing

nilai sesuai urutan (nilai-x, nilai-y, nilai-z) yang memenuhi persamaan tersebut.

Himpunan solusi untuk persamaan (1) di atas:

{ ( 0, 1, 4), (1, 0, 4), (4, 5, 0), . }

Himpunan solusi juga disebut Ruang Solusi (solution space)

Misal :

z

t

0

 

y

s

5

x

9

s

 

2

t

4

atau

x t 4

 

y

s

5

9 t s

z

0

 

2

atau

x

t

4

 

z

y

s

0

9

 

2

s

t

 

5

terserah variable mana yang akan diumpamakan, rumus

berbeda, tapi hasil akhir untuk x, y, dan z tetap sama

3

Sistem Persamaan Linier:

Suatu sistem dengan beberapa (2 atau lebih) persamaan linier.

Contoh:

x

+

y

=

3

3x

5y =

1

Ruang Solusi:

berupa semua ordered-pair (nilai-x, nilai-y) yang harus

memenuhi semua persamaan linier dalam sistem tersebut; untuk sistem ini ruang solusinya { (2, 1) }

Solusi Sistem Persamaan Linier

a. Cara Biasa Seperti SMA

a. Cara Biasa (untuk mengingat kembali):

I.

x

+

y

=

3

3x +

3y

=

9

3x

5y

=

1

3x 5y

=

1

 

8y

=

8

y

= 1

 

3x

5

=

1

3x

=

6

x = 2

II. y = 3 x

1  3x = 6  x = 2 II. y = 3 – x 3x

3x

5(3 x) = 1

atau

3x 15 + 5x = 1

8x = 16

x = 2

 

y = 3 x

y =

1

Interpretasi Geometrik:

Sistem menggambarkan 2 garis lurus pada sebuah bidang datar.

x

+

y

=

3

3x

5y =

1

g 1 :

g

Solusi: g 1 dan g 2 berpotongan di (2, 1)

2 :

Kemungkinan:

1 dan g 2 berpotongan di (2, 1) 2 : Kemungkinan: berpotongan di 1 titik Var

berpotongan di 1 titik

Var => sama Konst => tidak X+y = 5 X+y = 7 tidak berpotongan
Var => sama
Konst => tidak
X+y = 5
X+y = 7
tidak berpotongan
Kelipatan X+y = 5 2X+2y = 10 berimpit 6
Kelipatan
X+y =
5
2X+2y = 10
berimpit
6

Solusi Sistem Persamaan Linier

a.

Cara Biasa Seperti SMA

b.

Eliminasi Gauss

c.

Eliminasi Gauss - Jordan

Sistem Persamaan Linier a. Cara Biasa → Seperti SMA b. Eliminasi Gauss c. Eliminasi Gauss -

SISTEM PERSAMAAN LINIER (SPL)

Bentuk umum :

SISTEM PERSAMAAN LINIER (SPL) Bentuk umum : dimana x 1 , x 2 , i =

dimana x 1 , x 2 , i = 1, 2,

, x n variabel tak diketahui, a ij , b i ,

, n bil. diketahui.

, m; j = 1, 2,

Ini adalah SPL dengan m persamaan dan n variabel.

SPL
SPL

Mempunyai penyelesaian disebut KONSISTEN

n variabel. SPL Mempunyai penyelesaian disebut KONSISTEN TUNGGAL BANYAK Tidak mempunyai penyelesaian disebut TIDAK

TUNGGAL

BANYAK

Tidak mempunyai penyelesaian disebut TIDAK KONSISTEN

b. Eliminasi Gauss (ringkasan):

Sistem Persamaan Linier

Matriks

Augmented

Eliminasi

Gauss

OBE
OBE

Substitusi

Balik

Matriks Augmented : (Matriks yang diperbesar)

Matriks yang entri-entrinya dibentuk dari koefisien-koefisien Sistem Persamaan Linier

Contoh :

x +

y + 2z =

2x + 4y

3x + 6y 5z =

3z =

9

1

0

Matriks Augmented-nya :

1

1

2

9

2

4

-3

1

3

6

-5

0

Operasi Baris Elementer (OBE)

(Elementary Row Operation - ERO)

Perhatikan bahwa tiap baris dari matriks merepresentasikan persamaan linier

1. Mengalikan suatu baris dengan bilangan nyata k 0

2. Menukar posisi dua baris

3. Menambah baris-i dengan k kali baris-j

Penyelesaian Sistem Persamaan Linier

b.

Eliminasi Gauss

c.

x +

y + 2z

=

9

2x + 4y 3z

=

1

3x + 6y 5z

=

0

ditulis dalam bentuk matriks augmented
ditulis
dalam
bentuk
matriks
augmented

lalu diusahakan berbentuk

1

1

2

9

2

4

-3

1

3

6

-5

0

1

1

2

9

1 ? 0 1
1
?
0
1

0

0

?

?

dengan proses Operasi Baris Elementer (OBE) (Elementary Row Operation - ERO)

12

O.B.E

sebuah baris dengan kostanta

sebuah baris dengan konstanta

0

0

kemudian

pada baris lain

Menukar dua buah baris

Ciri-ciri eliminasi Gauss (Eselon Baris)

Jika suatu baris tidak semua nol, maka bilangan pertama yang tidak nol adalah 1 (1 utama)

Baris nol terletak paling bawah

1 utama baris berikutnya berada di kanan 1 utama baris di atasnya.

Dibawah 1 utama harus 0

13

14
15
16

Contoh :

1

0

0

4

1

0

3

6

1

7

2

5

0

0

0

1

0

0

2

1

0

6

0

1

0

0

1

Ciri-ciri eliminasi Gauss Jordan (Eselon Baris Tereduksi) Jika suatu baris tidak semua nol, maka bilangan pertama yang tidak nol adalah 1 (1 utama)

Baris nol terletak paling bawah

1 utama baris berikutnya berada di kanan 1utama baris diatasnya

Tiap kolom yang mengandung 1 utama mempunyai

nol di tempat lain

Contoh :

1


  0

0

0

1

0

0

0

1

4


7

1

0

0

  0

1

0

0

2

0

0

0

1

0

1

3

0

17

Eliminasi Gauss menggunakan O.B.E :

 1 1 2 9    [baris 1 -2] + baris 2 0
1
1
2
9 
[baris 1 -2] + baris 2
0
2
7
17
 
 1 
 
2 
 2 
0 
0
3
11
27 
1
2
4
2
*
+
=
2
2
 3
 7
9
2
 17
 
1
[baris 1 -3] + baris 3
 1 
1
baris 2 * 1/2
2
9
 
9
[baris 2 -3] + baris 3
17 / 2
  3 
0 
0
*
+ 
3/2 
1
 3
3
 7 / 2
 3
11
 17 / 2
 3
27

baris 3 -2

Substitusi Balik

*

  3

3

3

3

+

=

0

0

1/ 2

3/ 2

3

6

5

0

=

0

3

11

27

1

0

0

1

1

0

2

7

2

1

9

17

3

2

z = 3 7 y  z  17 / 2 2 y  7
z = 3
7
y
z
 17 / 2
2
y 
7 / 2(3)

17 / 2

y 2

x

y

 

2

z

9

x

2

 

2(3)

9

x

1

 

x1,y2,z 3

18

x

y

z

1

1

2

9

0

2

-7

-17

0

0

- 3 / 2

1

1

2

9

0

2

-7

-17

0

0

- 3 / 2

1

1

2

9

0

2

-7

-17

0

0

- 3 / 2

Substitusi Balik: - 1 / 2 z = - 3 / 2
Substitusi Balik:
- 1 / 2 z = - 3 / 2
z
z
y z
y
z

2y 7z = - 17

21 17

2y

=

x + y + 2z = 9

x

= 2 6 + 9

- 1 / 2 z = - 3 / 2 z y z 2y – 7z

z

= 3

y = 2- 1 / 2 z = - 3 / 2 z y z 2y – 7z

- 1 / 2 z = - 3 / 2 z y z 2y – 7z

x

= 1

Bentuk eselon baris:

1.

Entri-entri dalam sebuah baris tidak semuanya nol, maka entri pertama yang tidak nol harus 1 (disebut 1-utama /

leading-1)

2.

Baris-baris yang semua entrinya 0, dikelompokkan di bagian bawah matriks

3.

Posisi 1-utama dari baris yang lebih bawah harus lebih ke

kanan d/p 1-utama baris yang lebih atas

Bentuk eselon baris tereduksi:

1, 2, 3, ditambah

4. Semua entri (yang lain) dari kolom yang berisi 1-utama harus di-0-kan

20

c. Eliminasi Gauss-Jordan (ringkasan):

Sistem Persamaan

Linier

Matriks

Augmented

Eliminasi

Gauss-Jordan

OBE

Solusi

(langsung)

22

22

Eliminasi Gauss-Jordan

(contoh yang sama)

x +

y + 2z

=

9

2x + 4y 3z

=

1

3x + 6y 5z

=

0

dan diusahakan berbentuk

1

1

2

9

2

4

-3

1

3

6

-5

0

1

0

0

1
1

0

0

0

0

1

?

?

?

dengan proses Operasi Baris Elementer (OBE) (Elementary Row Operation - ERO)

Eliminasi Gauss-Jordan menggunakan O.B.E

idem Gauss

disambung dengan :

 1 1 2 9    0 1  7 / 2 
 1
1
2
9
0
1
7 / 2
 17 / 2
baris 3 
7 + baris 2
 
2
0
0
1
3
 0 
 7 / 2 
0
 0 
0
 / 2
*
7
+
1 =
1
1
  / 2
7
0
1
1
2
9 
3
7 / 2
 7 / 2
 17 / 2
2
 
 
0
1
0
2
 
 
2 
  1 
1 
baris 3  -2 + baris 1
0
0
1
3
 2
 
1 
1 
*
 +
=
0
 2
 
2 
9
  2
 
 
 
3 
1
1
0
3
baris 2 
-1 + baris 3
0 
  1 
 1 
1 
0
1
0
2
1
 1
1
0
0
0
1
3
0
*
 =
1
+
0
 
 
 0
2
1
3
 1
  
x
 1
1
0
0
1 
0
1
0
2
y
2
 
0
0
1
3
 
z
 3

24

CONTOH

In the left column below we solve a system of equations by operating on the equations in the system, and in the right column we solve the same system by operating on the rows of the augmented matrix.

x + y + 2z = 9 2x + 4y 3z = 1 3x + 6y -5z = 0

Add -2 times the first equation to the second to obtain

x + y + 2z = 9 2y 7z = -17 3x + 6y -5z = 0

Add -3 times the first equation

to the third to obtain

x + y + 2z = 9 2y 7z = -17 3y -11z = -27

1

2

3

1

4

6

2

3

5

9

0

1

Add -2 times the first row

to the second to obtain

1

0

3

1

2

6

2

7

5

9

17

0

Add -3 times the first row

to the third to obtain

1

0

0

1

2

3

2

7

11

9

27

17

Multiply the second equation by ½ to obtain

x

y

3

 

y

7

2

z

y

11

2

z

9

17



z

2

27



Add -3 times the second

equation to the third to obtain

x

y

y

 

7

z

2

z

9



17

2 2

1 3

z 

2 2

Multiply the third equation by -2 to obtain

x

y

y

 

7

2

z

z 3

2

z

9

17



2

Multiply the second row by ½ to obtain

1

0

0

1

1

3

2

7

2

11

9

17

2

27

Add -3 times the second

row to the third to obtain

 

1

0

0

1

1

0


2 2

2

7

2

1

9

17

2

3

Multiply the third row by -2 to obtain

1

0

0

1

1

0

2

7

2

1

9

17

2

3

Add -1 times the second equation to the first to obtain

x

y

11

2

z

7

2

z

z 3

35

2



17

2

Add -11/2 times the third equation to

the first and 7/2 times the third equation to the second to obtain

x

y

z 3

1

2

Add -1 times the second

row to the first to obtain

0

0

1

0

1

0

11

2

7

2

1

35

2

17

2

3

Add -11/2 times the third row to the first and 7/2 times the third row to the second to obtain

  

1

0

0

0

1

0

0

0

1

1

2

3

The solution : x = 1,

y = 2,

z = 3

Halaman 11

0

2

2

0

4

4

2

10

5

0

6

6

7

12

5

12

28

1

Step 1. Locate the leftmost column that does not consist entirely of zeros.

0

2

2

0

4

4

2

10

5

0

6

6

7

12

5

12

28

1

  0 6 6 7 12  5 12      28

Leftmost nonzero column

Step 2. Interchange the top row with another row, if necessary, to bring a nonzero entry to the top of the column found in Step 1.

2

0

2

4

0

4

10

2

5

6

0

6

12

7

5

28

12

1

The first and second rows in the

preceding matrix were interchanged

Step 3

if the entry that is now at the top of the coloumn found in step 1 is

a, multiply the first row by 1/a in order to introduce a leading 1

step 4

step 5

1

2

-5

3

6

14

0

0

-2

0

7

12

2

4

-5

6

-5

-1

The first row of the preceding matrix was multiplied by ½

add suitable multiples of the top row to the rows below so that all

entries

below the leading 1 to zeros

1

2

-5

3

6

14

0

0

-2

0

7

12

0

0

5

0

-17 -29

-2 times the first row of the preceding matrix was added to the third row

Now cover the top row in the matrix and begin again with step 1 applied to the submatrix that remains. Continue in this way until the entire matrix is in row-echelon form

1 2 -5 3 6 14 0 0 -2 0 7 12 0 0 5
1
2
-5
3
6
14
0
0
-2
0
7
12
0
0
5
0
-17 -29
left most nonzero coloumn in the
submatrix

29

1

2

-5

0

0

1

0

0

5

1

2

-5

0

0

1

0

0

5

1

2

-5

0

0

1

0

0

0

1

2

-5

0

0

1

0

0

0

3

6

14

0

-3,5

-6

0

-17

29

3

6

14

0

-3,5

-6

0

-17

29

3

6

14

0

-3,5

-6

0

0.5

1

The first row in the submatrix was multiplied

by -1/2 to introduce a leading 1

-5 times the first row of the submatirx

was added to the second row of the submatrix

to introduce a zero below the leading 1

The top row in the submatrix was

covered, and we returned again to the step 1

leftmost non zero coloumn

in the new submatrix

to the step 1 leftmost non zero coloumn in the new submatrix 3 6 14 0

3

6

14

0

-3,5

-6

0

1

2

The first(and only) row in the submatrix

was multiplied by 2 to introduce a leading 1

The entire matrix is now in row- echelonform. To find the reduce row- echelon

form we need the following additional step

Step 6

Begining with the last nonzero row and working upward, add suitable

multiplies of each row to the rows above to introduce zeros above the leading 1’s

1

2

-5

3

6

14

0

0

1

0

0

1

0

0

0

0

1

2

1

2

-5

3

0

2

0

0

1

0

0

1

0

0

0

0

0

1

1

2

0

3

0

7

0

0

1

0

0

1

0

0

0

0

1

2

7/2 times the third row of the

preceding matrix was added to the second row

-6 times the third row was added to the first row

5 times the second row was added to the first row

The last matrix is in reduced row echelon form

Suatu SPL mempunyai 3 kemungkinan jawaban, yaitu :

1. Mempunyai jawaban tunggal

2. Mempunyai banyak jawaban

3. Tidak mempunyai jawaban

Contoh :

Tentukan nilai a agar SPL berikut:

x 2y + 3z = 1 2x 3y + 9z = 4 x 3y + (a 2 - 4)z = 1 + a

i. Mempunyai jawaban tunggal

ii. Mempunyai banyak jawaban

iii. Tidak mempunyai jawaban

Penyelesaian :

Matriks Eselon SPL di atas adalah :

1

0

0

2

1

0

3

3

 

4

2

a

2

1

2

a

i.

Mempunyai jawaban tunggal a 2 – 4 ≠ 0 a ≠ -2 dan a ≠ 2

ii.

Mempunyai banyak jawaban

a 2 4 = 0 dan a +2 = 0

a = -2

iii.

Tidak mempunyai jawaban a 2 – 4 = 0 dan a + 2 ≠ 0 a = 2

Sistem Persamaan Linier Homogen :

1. Sistem Persamaan Linier dikatakan homogen jika semua suku di kanan tanda =adalah 0.

2. Solusi Sistem Persamaan Linier Homogen:

Solusi Trivial ( semua x i = 0; i = 1

Solusi Non-trivial ( solusi trivial, plus solusi di mana ada x i 0 )

n ): pasti ada

Contoh: lihat contoh 6 halaman 18 dan verifikasi proses penyelesaiannya

2

2

-1

0

1

0

-1

-1

2

-3

1

0

1

1

-2

0

-1

0

0

0

1

1

1

0

Contoh: lihat contoh 6 halaman 18 dan verifikasi proses penyelesaiannya

2

2

-1

0

1

0

-1

-1

2

-3

1

0

1

1

-2

0

-1

0

0

0

1

1

1

0

1

1

-1/2

0

1/2

0

-1

-1

2

-3

1

0

1

1

-2

0

-1

0

0

0

1

1

1

0

1

1

-1/2

0

1/2

0

0

0

3/2

-3

3/2

0

0

0

-3/2

0

-3/2

0

0

0

1

1

1

0

Brs-1 (1/2)

Brs-2 + brs-1

Brs-3 brs-1

1

1

-1/2

0

1/2

0

0

0

3/2

-3

3/2

0

0

0

-3/2

0

-3/2

0

0

0

1

1

1

0

1

1

-1/2

0

1/2

0

0

0

1

-2

1

0

0

0

1

0

1

0

0

0

1

1

1

0

1

1

-1/2

0

1/2

0

0

0

1

-2

1

0

0

0

0

2

0

0

0

0

0

3

0

0

Brs-2 (2/3)

Brs-3 (2/3)

Brs-3 brs-2

Brs-4 brs-2

1

1

-1/2

0

1/2

0

0

0

1

-2

1

0

0

0

0

2

0

0

0

0

0

3

0

0

1

1

-1/2

0

1/2

0

0

0

1

-2

1

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

1

0

0

1

1

-1/2

0

1/2

0

0

0

1

-2

1

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

Brs-3 (1/2)

Brs-4 (1/3)

Brs-4 brs-3

37

1

1

-1/2

0

1/2

0

0

0

1

-2

1

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

-1/2

0

1/2

0

0

0

1

0

1

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

0

0

1

0

0

0

1

0

1

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

baris-1 + (1/2) baris-2

1

1

0

0

1

0

0

0

1

0

1

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

x 1 + x 2

+ x 5 + x 5

x 4

x 3 + x 5

= 0

= 0

= 0

= 0

 x 3 =

x 3 =

 x 3 =

x 5 x 2 x 5 s ) }

x 3

x 5

x

Ruang solusinya = { (-t-s,

=

s

x 1 + x 2 + x 5

= 0 x 1 =

t,

-s,

0,

2

=

t

Teorema:

Sistem Persamaan Linier Homogen dengan variabel

lebih banyak d/p. persamaan mempunyai tak

berhingga banyak pemecahan.

Ditinjau dari matriksnya:

Sistem Persamaan Linier Homogen dengan kolom lebih banyak d/p. baris mempunyai tak berhingga banyak pemecahan.

Contoh menggunakan Matlab

Soal

x +

y + 2z

=

9

2x + 4y 3z

=

1

3x + 6y 5z

=

0

Buat matrix pada Matlab

 Matlab Soal x + y + 2z = 9 2x + 4y – 3z =

41

Matlab

Mengenol-kan baris ke-2, kolom 1

Baris 2 = Baris 1 * -2 + baris 2

Matlab Mengenol-kan baris ke-2, kolom 1  Baris 2 = Baris 1 * -2 + baris

42

Matlab

Mengenol-kan baris ke-3, kolom 1

Baris 3 = Baris 1 * -3 + baris 3

Matlab Mengenol-kan baris ke-3, kolom 1  Baris 3 = Baris 1 * -3 + baris

43

Matlab

Membuat nilai 1 pada kolom 2 dan baris 2

Baris 2 = Baris 2 * 1/2

Matlab Membuat nilai 1 pada kolom 2 dan baris 2  Baris 2 = Baris 2

44

PR

Contoh pada slide 3, coba tukar antara

baris pertama dengan baris 3, apakah hasilnya tetap sama ? Jawab dengan

menggunakan Gauss-Jordan (dgn tangan)

x +

y

+ 2z

=

9

2x +

4y

3z

1

=

x + y + 2z = 9 2x + 4y – 3z 1 = 3x +

3x +

6y

5z

=

0

2x +

4y

3z

=

45

PR

Contoh pada slide 8, coba kerjakan 2 SPL

yang seharusnya jawabannya sama, tapi kenapa berbeda? Jawab dengan

menggunakan Gauss-Jordan (dengan

tangan)

x1 + 1/2x2 + 1/3x3 = 1 1/2x1 + 1/3x2 + 1/4x3 = 0 1/3x1 + 1/4x2 + 1/5x3 = 0