Anda di halaman 1dari 15

RICKETTSIAE

TITIEK DJANNATUN
BAGIAN MIKROBIOLOGI FKUY

PENDAHULUAN
PARASIT OBLIGAT INTRASELULER (KEC QQ-FEVER)
BERBENTUK BATANG PENDEK (KOKOBASIL),
PLEOMORFIK, UKURAN 0,5 1,5 m
DAPAT MELALUI SARINGAN BAKTERI
VEKTOR DAN HOSPES RESERVOIR ARTHROPODA
DALAM ARTHROPODA TRANS OVARIAL
PEW GIEMZA BAKTERI BERWARNA BIRU
PEW MACHIAVELLO BAKTERI BERWARNA MERAH
PEW GRAM TIDAK BAIK
DAPAT DILIHAT DENGAN MIKROSKOP CAHAYA

PENYAKIT RICKETSIA PADA MANUSIA


MO

DISEASE

VEKT
ARTHROP

VETB
RESERVOIR

DRJAT
PENY

DISTRIBUSI
GEOGRAFI

SPOTTED
FEVER
R.rickettsii

ROCKY MONTAIN
SPOTTED FEVER

TICK*

DOGS, RODENTS

ROCKY MOUNTAIN
STATES, EASTERN
USA

R. akari

RICKETTSIAL
POX

MITE*

MICE

ASIA, FAR EAST,


AFRIKA, USA

R. conorii

Mediteranian
spotted fever

TICK

DOGS

MEDITERANIAN

R. prowazekii

EPIDEMIC
TYPHUS

LOUSE

HUMAN**

++

AFRICA, SOUTH
AMERICA

R.typhi

ENDEMIC
TYPHUS

FLEA

RODENTS

Orientia
tsutsugamushi

SCRUB TYPHUS

MITE*

RODENTS

++

FAR EAST

Coxiella burneii

Q-FEVER

NONE

SHEEP, GOATS,
CATTLE

WORLWIDE

Bartonela
quintana

TRENCH FEVER

LOUSE

HUMAN

ASIA, AFRICA,
CENTRAL N SOUTH
AMERICA

Ehrlichia
chaffensis

FEVER
(EHRLICHIOSIS)

TICK

USA, JAPAN

TYPHUS

WORLWIDE

LAIN--LAIN
LAIN

+ VERTICALLY TRANSMITTED, ** JG PD SELAIN MAN, *** RICKETTSIA LAIN,

PENDAHULUAN
Dapat ditanggulangi dengan antianti-mikroba (Tetracyclin,
Chloramphenicol
Tidak tahan lama diluar tubuh vektor
Infeksi pd manusia melalui bin.perantara (vector)
Arthropoda, kec genus Coxiella (inhalasi dari
lingkungan jadi infeksi dari manusia kemanusia tidak
pernah terjadi
Sifat pertumbuhan pada sel terinfeksi:
Typhus group (R.prowazekii,
(R.prowazekii, R.typhi,
O.tsutsugamuhi) cytoplasma
Spotted fever group: (R.rickettsii,
(R.rickettsii, R.akari, R.australis,
Coxiella.burnettii ( peny, Q fever) nucleus
Genus Coxiella cytoplasma dari vacuole

DAYA TAHAN TERHADAP


LINGKUNGAN
Diluar tubuh vektor mudah mati
Tidak tahan panas
peka terhadap zat kimia yang bersifat
bakterisid..
bakterisid
Pada tinja kering vektor yg terinfeksi
R.prowazekii suhu kamar dpt hidup berbulan
tidak tahan
penyebab Q fever dpt hidup pada Pasteurisasi
(60C selama 30 menit)
(60

DIAGNOSA LABORATORIUM

Complement Fixation Test bersifat spesifik untuk


rickettsia
Indirect Fluorescent Antibody test (jaringan terinfeksi)
Serologik dengan melihat kenaikan titer antibodi (serum
akut dan serum konvalescent) sebanyak 4 X
Reaksi agglutinasi WeilWeil-Felix walaupun kurang
bermakna, akan tetapi dapat dipakai sebagai
reaksi untuk skrining. Antibodi dari reikettsiiae
mengadakan reaksi silang dengan antigen O
(polysaccharide) dari beberapa strain dari Proteus
vulgaris
Isolasi Rickettisiae sukar dilakukan

PATOLOGI

RICKETTSIA BERBIAK DALAM ENDOTEL PEMB. DARAH


KECIL VASKULITIS SEL
SEL--SEL BENGKAK DAN
NEKROSIS
TROMBOSIS PEMBULUH DARAH PECAH DAN
NEKROSIS
LESI--LESI VASKULER PADA KULIT
LESI
VASKULITIS PADA BANYAK ORGAN HEMOSTATIK
DIC PEMBEKUAN DLM PEMBULUH DARAH YANG
MENYEBAR HAMBATAN PEMBULUH DARAH
OTAK AGREGASI LIMFOSIT, PMN DAN MAKROFAG
PD PEMB DARAH SUBTANSI GRISEA TYPHUS NODUL
JANTUNG DAN ORGANORGAN-ORGAN LAIN LESI MIRIP

IMUNITAS DAN TERAPI

RICKETTSIA BERBIAK DI DALAM MAKROFAG


IMUNITAS TERJADI DIIKUTI OLEH IMUNITAS SEBAGIAN THDP
REINFEKSI, TETAPI DPT KAMBUH (PENY BRILL ZINSSER)
TETRASIKLIN DAN KLORAMFENIKOL EFEKTIF DIBERIKAN
DINI SETIAP HARI PER ORAL, DILANJUTKAN 33-4 HARI
SETELAH SUHU NORMAL. PADA KASUS BERAT DIBERIKAN IV
FLUOROKUINOLON EFEKTIF UNTUK DEMAM BEBERCAK
KONTRA INDIKASI SULFONAMIDE
ANTIBIOTIK TIDAK MEMBEBASKAN TUBUH DARI
RICKETTSIA TP DAPAT MENEKAN PERTUMBUHAN
PENYEMBUHAN BERGANTUNG PADA MEKANISME
KEKEBALAN
VAKSIN PADA YANG PEKERJAANYA KONTAK DG VEKTOR

EPIDEMIC TYPHUS

Etiologinya : R.prowazekii
Vektor Pediculus corporis
Kuman berkembang biak pada epithel dari saluran cerna
vektor, dikeluarkan melalui tinja pada waktu vekror
menggigit manusia
pada kasus yang tidak diobati mortality ratenya 60%
Inf sistemik kelelahan dan demam selama 2 minggu,
lbh parah dan sering fatal pada penderita usia di atas 40
tahun
Dari tempat infeksi, Rickettsia menyebar ke darah
endotel kulit hati CNS

ENDEMIC TYPHUS
Etiologinya : Rickettsia typhi
Vektornya : kutu tikus
Penyakitnya sama dengan
epidemic typhus, akan tetapi
derajat kesakitannya kurang
dan jarang fatal kecuali pada
penderita berusia lanjut

SCRUB TYPHUS

Etiologinya: Orentia tsutsugamusi


Vektornya kutu hewan penggerat
terjadi banyak di Asia, Pasifik selatan
dan Australia
Rickettsia menyebar melalui trans ovarial
pada waktu kutu mengigit manusia atau
ternak Pada tempat gigitan terjadi
eschar dan macular rash yang timbul
setelah 5 hari sakit

SIKLUS PERKEMBANGAN RICKETTSIA

Antar sesama anthropod melalui telur


Infeksi terjadi pada waktu pengisapan
darah (blood feed) (manusia atau
binatang)
Pada manusia eschar (pada daerah
gigitan ) vascular endothelium :
- neurologic disease ( CNS)
- liver disease (hepatitis)
- skin disease (rash)

DEMAM BERBERCAK

MIRIP TYPHUS
RUAM KULIT PERTAMA KALI TIMBUL PADA TUNGKAI
MENYEBAR SENTRIPENTAL TELAPAK TANGAN DAN
KAKI
ROCKY MOUNTAIN SPOTTED FEVER ANGKA
KEMATIAN LEBIH BESAR PADA KELOMPOK USIA
LANJUT (50%)
RICKETTSIALPOX PENYAKIT RINGAN, RUAM MIRIP
VARICELLA
PAPULA PD TEMPAT GIGITAN TUNGAU 7 HR KMDN
TIMBUL DEMAM MENJADI VESIKEL BERAKAR DALAM
ESCHAR HITAM

Q - FEVER

MIRIP INFLUENZAE, PNEUMONIA NON BAKTERIAL,


HEPATITIS, ENSEFALOPATI
TIDAK TERDAPAT RUAM PADA LESI LOKAL
REAKSI WEIL FELIX NEG, TP TERDAPAT KENAIKAN
TITER Ab TERHADAP C.burnetii
FASE KEKE-2 PENYEBARAN TERJADI AKIBAT MENGHIRUP
DEBU YANG MENGANDUNG RICKETTSIA DARI TINJA
KERING, AIR KEMIH, SUSU, AEROSOL RPH
ENDOKARDITIS INFEKTIF JARANG ---.. DAPAT
SEMBUH DENGAN PERAWATAN DAN PEMBERIAN
TETRASIKLIN SAMPAI DISERTAI PENGGANTIAN KATUP

DEMAM BERBERCAK