Anda di halaman 1dari 4

Pengembangan Paragraf

Menulis paragraf berarti


mengembangkan paragraf. Sebuah
paragraf merupakan hasil
pengembangan sebuah pernyataan
menjadi sekelompok pernyataan yang
berkaitan. Pernyataan yang
dikembangkan itu merupakan ide atau
gagasan sedangkan pernyataanpernyataan lain merupakan ide atau
gagasan sedangkan pernyataan-

Kelengkapan paragraf behubungan


ddengan cara mengembangkan
paragraf. Paragraf dapat
dikembangkan dengan cara
pertentangan, perbandinngan, analogi,
contoh, sebab akibat, definisi, dan
klasifikasi.
1. Cara Pertentangan
2. Cara Perbandingan
3. Cara Analogi
4. Cara Contoh-contoh
5. Cara Sebab akibat
6. Cara Definisi

MACAM-MACAM POLA
PENGEMBANGAN
PARAGRAF
1. PENGEMBANGAN UMUM-KHUSUS
Paragraf yang dimulai dengan pikiran pokok kemudian diikuti oleh pikiran-pikiran
penjelas,
Misalnya:
Pada waktu menulis surat kita harus tenang. Kalau sedang sedih, bingung,
kesal, atau marah kita jangan menulis surat. Kesedihan, kebingungan, kekesalan, dan
kemarahan itu akan tergambar dalam surat kita. Mungkin akan tertulis kata-kata yang
kurang terpikir, terburu nafsu, dan dapat merusak suasana.
2. PENGEMBANGAN KHUSUS-UMUM
Paragraf yang dimulai dengan pikiran-pikiran penjelas kemudian diikuti oleh pikiran
pokok atau kesimpulan, Misalnya:
Dengan bahasa, manusia dapat menyampaikan bermacam-macam pikiran dan
perasaan kepada sesama manusia. Dengan bahasa pula, manusia dapat mewarisi dan
mewariskan semua pengalaman dan pengetahuannya. Seandainya manusia tidak
berbahasa, alangkah sunyinya dunia ini. Memang bahasa memegang peranan penting
dalam kehidupan manusia.

SYARAT-SYARAT DALAM
PENGEMBANGAN PARAGRAF
1. Kepaduan Koheresi
Setiap paragraf haruslah merupakan kumpulan kalimat yang
saling berhubungan secara padu, tidak berdiri sendiri atau
terlepas satu sama lain. Setiap kalimatnya mempunyai
hubungan timbal balik serta secara bersama-sama membahas
satu gagasan utama.
2. Kesatuan Pikiran
Selain kepaduan, persyaratan yang baik adalah kesatuan.
Kesatuan adalah tiap paragraf hanya mengandung satu pokok
pikiran yang diwujudkan dalam kalimat utama. Kalimat utama
yang di awal paragraf (deduktif), kalimat utama yang di akhir
paragraf (induktif). Ciri-cirinya yaitu kalimat utama dapat dibuat
lengkap dan berdiri sendiri tanpa memerlukan kata penghubung,
baik kata penghubung antarkalimat maupun intrakalimat.
3. Kelengkapan Paragraf
Sebuah paragraf dapat dikatakan lengkap apabila di dalamnya
terdapat kalimat-kalimat penjelas secara lengkap untuk
menunjuk pokok pikiran atau kalimat utama. Ciri-ciri kalimat
penjelas yaitu berisi penjelasan berupa rincian, keterangan ,
contoh, dan lain-lain. Kelengkapan paragraf berhubungan
dengan cara mengembangkan paragraf. Paragraf dapat
dikembangkan dengan cara, pertentangan, perbandingan,
analogi, contoh, sebab akibat, definisi, dan klasifikasi.