Anda di halaman 1dari 2

10.

Mengurangi pencemaran lingkungan

PUPUK KOMPOS

YOGYAKARTA
2015
PENDAHULUAN
A. Kompos
Kompos merupakan pupuk organik
yang berasal dari sisa tanaman dan
kotoran hewan yang telah mengalami
proses dekomposisi atau pelapukan.
Bahan-bahan yang digunakan dalam
pembuatan kompos meliputi feses sapi
yang sudah kering, jerami padi, kapur, abu,
EM4, molases, dan air.
Ciri-ciri kompos siap panen yaitu
warna cokelat kehitaman, bau seperti
tanah, tekstur remah, suhu mendekati suhu
tahap
pembuatan,
dan
mengalami
penyusutan bobot.

PUPUK KOMPOS

KKN-PPM BTL-07
UNIVERSITAS GADJAH
MADA

Manfaat Pembuatan Kompos


1.Meningkatkan kesuburan tanah
2. Memperbaiki struktur dan karakteristik
tanah
3. Meningkatkan kapasitas jerap air tanah
4. Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
5. Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa,
nilai gizi, dan jumlah panen)
6. Menyediakan hormon dan vitamin bagi
tanaman
7.Menekan
pertumbuhan/serangan
epnyakit tanaman
8. Meningkatkan retensi/ketersediaan hara
di dalam tanah
9. Meningkatkan nilai jual

Cara Pembuatan Kompos


Alat :
Terpal atau trash bag, cangkul, sabit,
gerobak dorong, timbangan, ember.
Bahan :
1. Kotoran sapi setelah ditiriskan
2. Jerami padi (10% dari bobot kotoran
sapi)
3. Abu sekam/ abu dapur (10% dari bobot
kotoran sapi)
4. Dedak padi/ kapur (5% dari bobot
kotoran sapi)
5. Larutan EM-4 + tetes tebu (molasses) +
Air ( 2 : 2 : 1000) atau 1 liter air + 2 cc
EM-4 + 2cc mollases atau 1 liter air + 2 cc
EM-4 + 6 sendok makan gula merah.
Cara membuat :
1. Campur kotoran sapi + jerami padi
dipotong-potong+ abu sekam + dedak
padi / kapur sesuai takaran, kemudian
diaduk hingga merata.
2. Tuang campuran larutan EM-4 +
molasses/gula + air ke dalam campuran
No. 1. dan diaduk hingga merata sampai
membentuk adonan dengan kadar air
40%.
3. Ditutup dengan terpal atau trash bag
(plastic penutup). Dalam kondisi aerob.
Fermentasi akan berlangsung cepat
sehingga suhu kompos meningkat 3540oC. Bila suhu mencapai 50%, maka

kompos dibolak-balik agar udara masuk


dan suhu turun. . Aerasi dilakukan dengan
membalik gundukan kompos dengan
cangkul dan sekop setiap minggu. Tempat
pengomposan pada bangunan beratap
agar terlindung dari sinar matahari dan
hujan. Lama fermentasi antara 30 hari dan
kompos dianggap jadi apabila berbau khas
fermentasi, kering, dingin dan ditumbuhi
jamur berwarna putih. Kompos matang
diayak agar ukurannya seragan dan siap
dikemas.

Pemberian Kompos pada Tanaman


Cara pemberiannya ditebarkan
merata di permukaan tanah dengan dosis
sesua jenis tanaman; untuk pemupukan
individu seperti tanaman dalam pot (jeruk,
mangga, bunga, dsb), kompos disebarkan
dibawah kanopi terluar dari daun; untuk
hamparan tanaman padi dan tanaman
polowijo diberikan 10 ton/ha setiap 6 bulan;
untuk tanaman bawang merah 20.000
kg/ha; untuk tanaman semangka 2
kg/bedengan. Pemakaian pupuk kompos
organic berdasarkan umur tanaman adalah
500 g/tanaman pada umur 1 3 bulan,
1000 g/tanaman pada umur tanaman 4 - 9
bulan. Berdasarkan hasil pengkajian BPTP
menunjukkan bahwa tanaman tomat
varietas sakura yang dipupuk kompos
kotoran sapi mampu berproduksi 3,15
kg/tanaman. Sedangkan untuk tanaman
bawang daun dan seledri dengan
pemakaian kompos organik kotoran
sapi dapat meningkat produksinya masingmasing 57,1% dan 47,6%.