Anda di halaman 1dari 12

HOW TO LIFE HEALTHY BY CONTROLLING THE LIPID

Fitria Istikomah Dewi dan Sandra Amalia Asari


Program studi S1 Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya
Jalan Ketintang Gedung C3 lt. 2 Surabaya 60321

Understanding Blood Cholesterol


Lipid merupakan salah satu molekul penting yang terdapat di dalam tubuh manusia.
Salah satu jenis lipid adalah lipoprotein yaitu merupakan gabungan molekul lipida dan
protein yang disintesis di dalam hati. Lipoprotein berfungsi untuk mengangkut lipida di
dalam plasma ke jaringan-jaringan yang membutuhkannya sebagai sumber energi, sebagai
komponen membran sel atau sebagai komponen metabolit.
Tubuh manusia membentuk empat jenis lipoprotein, antara lain kilomikron, Very Low
Dencity Lipoprotein (VLDL), Low Density Lipoprotein (LDL), dan High Dencity Lipoprotein
(HDL). Tiap jenis lipoprotein berbeda dalam hal ukuran dan densitas serta mengengkut
beberapa jenis lipida dalam jumlah yang berbeda pula. Dua jenis lipoprotein yang memiliki
sifat yang saling bertentangan adalah Low Density Lipoprotein (LDL), dan High Dencity
Lipoprotein (HDL).
Low Density Lipoprotein (LDL)merupakan lipoprotein yang memiliki densitas rendah
yaitu 1.019 mg/dL-1.063 mg/dL. LDL berfungsi untuk mengangkut kolesterol melalui
pembuluh darah (Ngili. 2009) . Selain itu, LDL juga membawa kolesterol ke jaringan tepi dan
membantu regulasi level kolesterol di dalam jaringan tersebut (Denniston, 2008). LDL
disebut juga sebagai kolesterol jahat karena kolesterol LDL yang beredar melalui aliran
darah cenderung menumpuk pada dinding arteri. Proses ini dimulai sejak masa kanak-kanak
atau remaja. Sel darah putih mencoba untuk mencerna LDL untuk melindungi pembuluh
darah dengan cara mengkonversi LDL menjadi bentuk beracun atau teroksidasi sehingga
molekul LDL tidak dapat masuk kembali ke aliran darah (menetap). Sehingga kolesterol akan
menumpuk di dinding pembuluh darah. Apabila hal ini berlangsung terus menerus, maka
kolesterol akan menumpuk dan membentuk plak. Plak ini akan bercampur dengan protein
dan ditimbun oleh kalsium sehingga menyebabkan penyempitan pembuluh darah atau
aterosklerosis (Jhonson,dkk, 2008).
High Dencity Lipoprotein (HDL) merupakan lipoprotein dengan densitas tinggi yang
mengangkut kolesterol dan fosfolipid yang ada di aliran darah. Densitasnya yaitu 1.063-1.210
1

mg/dL (Denniston, 2008). HDL berfungsi untuk menyerahkan kolesterol ke lipoprotein lain
untuk diangkut ke hati untuk diedarkan kembali atau dikeluarkan dari tubuh. HDL disebut
juga kolesterol baik karena cara kerjanya yang berlawanan dengan LDL. HDL akan
mengangkut kolesterol yang ada di dalam aliran darah. Sehingga mencegah terjadinya
penimbunan kolesterol atau pembentukan plak di dinding pembuluh darah. Oleh sebab itu,
HDL sangat baik untuk kesehatan jantung sehingga jumlahnya harus selalu ditingkatkan.
Mekanisme oksidasi LDL
LDL dapat teroksidasi oleh ion logam, lipoxygenases, mycloperoxidase, dan spesies
nitrogen reaktif.
Oksidasi in vitro LDL oleh logam (misalnya Cu2+) terjadi pada 3 tahapan: fase lag
inisial (konsumsi antioksida), fase propagasi (oksidasi dengan cepat pada asam lemak tak
jenuh menjadi lipid hydroperoxida), dan fase dekomposisi (hidroperoksida dikonversikan ke
aldehid reaktif, misalnya malondialdehid, 4-hydroksinoneal). Interaksi aldehid ini secara
positif mengubah kelompok E-amino dari residu lisin sehingga LDL menjadi lebih negatif,
hasilnya menurunnya kemampuan tarik-menarik LDL reseptor dan meningkatnya reseptor
pengengkut bahan sisa (Mertens dan Holvoet, 2001). Oleh sebab itu, sulit dipercaya bila
logam bertanggungjawab untuk oksidasi LDL secara in vivo. Namun, tidak ada bukti yang
meyakinkan bahwa logam ada di dalam plasma atau dinding arteri. Selain itu, juga tidak ada
akumulasi secara signifikan dari tirosin dan mtyrosin, tipe produk oksidasi dari logam, di
lapisan lemak, atau luka atherosclerosis intermediet.
Oksidasi selanjutnya adalah oleh lipoxygenases. Lipoxygenases diproduksi oleh sel
endotelium dan macrofag/monosit, yang mengubah asam lemak tak jenuh ganda menjadi
lemak hydroperoxida sehingga terjadi oksidasi LDL. Inhibitor Lipoxigenase memblok
oksidasi LDL secara in vitro oleh sel-sel ini. Ekspresi 15-lipoxygenase yang berlebihan di
endotelium vaskular mempercepat terjadinya atherosklerosis di reseptor LDL. Gangguan
pada 12/15-lipoxygenes mengurangi atherosklerosis di apoE

pada perubahan level

kolesterol, triglycerida, dan lipoprotein. Hiperglikemi menyebabkan meningkatnya regulasi


12-lipoxygenase. Sehingga meningkatnya produksi asam 12-hydroxyeicosatetraenoic,
metabolisme lipoxygenase asam arakhodonat, hasilnya meningkatkan adhesi monosit ke
endotelium, yaitu merupakan kunci awal terjadinya atherogenesis.

Pengaktivan sekresi fagositosis myeloperoxidase yang menghasilkan spesies reaktif


termasuk asam hipoklorus (HOCl), chloramines, tyrosyl radicals, dan nitrogendioksida
(NO2). Spesies reaktif ini mengoksidasi antioksidan, lipid, dan protein LDL. Spesies nitrogen
reaktif dihasilkan oleh sistem myeloperoxidase H2O2NO3 monosit mengubah LDL ke dalam
bentuk atherogenic yang lebih sering didegradasi oleh makrofag, sehingga memicu
terbentuknya sel. Granulosit makrofag meupakan faktor sebagai regulator endogenus ekspresi
myeloperoxidase pda atherosklerosis manusia. Selanjutnya, meningkatnya jumlah ekpresi
myeloperoxidase makrofag didemonstrasikan dapat mengikis plak dan yang menyebabkan
jantung koroner akut.
Nitrit oksida (NO) merupakan radikal bebas yang di hasilkan oleh sel vaskular yang
bermacam-macam. Keberadaanya menghalangi oksidasi tembaga seperti halnya yang terjadi
pada LDL. NO diubah dalam kondisi aerob menjadi nitrit dan konsentrasi rendah nitrit
(12M dibandingkan dengan konsentrasi fisiologis yaitu di atas 200 M) menghambat
oksidasi myeloperoxidase LDL. NO juga berperan sebagai antioksidan dengan menangkap
alkoxyl dan radikal peroxyl.
Interaksi radikal NO dengan superoksida anion untuk membentuk anion peroxynitrit
(ONOO-) yang membusuk menjadi hidroksil radikal OH-, yang mengoksidasi LDL.
Peroksinitrit juga mengoksidasi tetrahidrobiopterin, sebuah kritikal kofaktor untuk NO
sintase (NOS), dan juga mengurangi produksi NO. Ekspresi NOS, berhubungan dengan
meningkatnya produksi peroxynitrit, yang menghasilkan meningkatnya kematian sel
apoptotik di atheromatous plak pada arteri jantung manusia (Gotto, 1986).
Cara Tes Darah untuk mengetahui Profil Lipid
Profil Lipid dapat diketahui dengan mengecek total cholesterol, HDL, LDL, dan
Trigliserida.
Total Cholesterol (TC) secara langsung berkaitan dengan gangguan jantung dan
pembuluh darah angka normalnya yaitu 75-169 mg/dL untuk usia 20 th dan 100-199 mg/dL
untuk usia 21 th. High Density Lipoprotein (HDL) Good cholesterol yang tinggi
menendakan bahwa resiko terkena gangguan pada jantung dan pembuluh darah berkurang.
Skala normal minimalnya yaitu 40 mg/dL. Prosedurnya sama dengan untuk menguji total
cholesterol (TC). Low Density Lipoprotein (LDL) Bad Cholesterol yang tinggi
menunjukkan bahwa resiko terkena gangguan terhadap jantung dan pembuluh darah semakin
3

tinggi, termasuk artery coronaria, serangan jantung, dan kematian. Untuk mengurangi level
LDL, maka harus mengurangi jumlah asupan gizi yang mengandung kolesterol. Skala
normalnya yaitu (a) Kurang dari 70 mg/dL untuk yang mengalami gangguan jantung dan
pembuluh darah dan pasien yang beresiko tinggi mengalami gangguan jantung (karena
metabolic syndrome). (b) Kurang dari 100 mg/dL untuk pasien yang beresiko (contohnya
beberapa pasien yang memiliki faktor resiko gangguan jantung ganda). (c) Kurang dari 130
mg/dL untuk individu yang memiliki resiko gangguan jantung yang rendah. Triglyserida
(TG) yang meningkat pada penderita obesitas dan diabetes. Levelnya akan meningkat setelah
memakan makanan yang mengandung gula atau meminum alkohol. Hasilnya juga
berhubungan denga resiko gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Skala normalnya
yaitu kurang dari 150 mg/dL
Prosedurnya yaitu tes dapat dilakukan kapan saja tanpa puasa terlebih dahulu. Akan
tetapi lebih baik bila puasa (tanpa makan dan minum, kecuali air putih) terlebih dahulu 12
jam sebelum dilakukan tes (Cleveland, 2014). Kemudian darah akan diambil dari salah satu
ujung jari sebanyak 2 tetes. Lalu diletakkan pada suatu alat salah satunya adalah easy touch
GCU. Kemudian ditunggu beberapa menit hingga muncul hasil profil lipid.
Menurut data dari (National Institute of Health, 2015) dengan melakukan tes darah
untuk mengetahui profil lipoprotein, maka seseorang akan megetahui kolesterol total dan
kolesterol HDL dapat memberikan informasi pengetahuan secara umum tentang level
kolesterol seseorang. Berikut perbandingan angka yang dapat dijadikan pedoman :
Total Cholesterol Level
Kurang dari 200 mg/dL
200-239 mg/dL
240 mg/dL atau lebih
LDL Cholesterol Level
Kurang dari 100 mg/dL
100-129 mg/dL
130-159 mg/dL
160-189 mg/dL
190 mg/dL atau lebiih

Kategori
Diperlukan sekali
Cukup tinggi
Tinggi
LDL cholesterol kategori
Optimal
Mendekati optimal/di atas optimal
Hampir tinggi
Tinggi
Sangat tinggi

Balancing Your Diet


Dalam mengatur pola makan, seseorang perlu memperhatikan kadar lemak dalam
makanannya. Berikut rekomendasi lemak total yang dapat dikonsumsi oleh tubuh :
4

Jenis Lemak
Lemak total

Monounsaturated fat

Polyunsaturated fat

Rekomendasi
Termasuk semua jenis lemak makanan. Batasi asupan lemak total
20-35% dari kalori harian. Berdasarkan diet 2.000 kalori perhari,
jumlah inisekitar 44-78 gram dari total lemak.
Tidak ada jumlah yang direkomendasikana, garis besar
panduannnya adalah makan makanan yang yang mengandung
lemak baik yang sesuai dengan total lemak yang dapat diterima
Tidak ada jumlah yang direkomendasikana, garis besar
panduannnya adalah makan makanan yang yang mengandung
lemak baik yang sesuai dengan total lemak yang dapat diterima

Asam lemak Omega- Tidak ada jumlah yang direkomendasikana, garis besar
3
panduannnya adalah makan makanan yang yang mengandung
lemak baik yang sesuai dengan total lemak yang dapat diterima
Lemak jenuh
Batas lemak jenuh tidak lebih dari 10% dari total kalori. Apabila
mendekati 7% dapat mengurangi resiko penyakit jantung.
Berdasarkan 2.000 kalori/hari, 10% artinya sekitar 22 gram perhari,
d\sedangkan 8% sekitar 15 gram perhari.
Trans
Tidak ada jumlah yang disarankan untuk kondisi yang lebih baik.
Kolesterol
Kurang dari 300 mg/hari. Kurang dari 200 mg/hari apabila memiliki
resiko mengalami gangguan pada saluran tikus.

Tipe Lemak
Monounsaturated

Sumber Makanan
Olive oil, peanut oil, canola oil, alpukat, kacang-kacangan, and biji-

Polyunsaturated

bijian
Minyak sayur (seperti minyak jagung, minyak bunga matahari,
minyak kedelai, minyak biiji kapas), kacang-kacangan,

and biji-

Omega-3 fatty

bijian
Fatty,cold-water fish (such as salmon, mackerel and herring),

acids
Saturated fat

flaxseeds, flax oil and walnuts


Produk hewani (seperti daging, unggas, seafood, telur, hasil olahan

Trans fat

susu, lemak babi and margarin), and minyak kelapa, dll.


Minyak sayur terhidrogenasi, produk makanan yang dipanggang
(seperti biskuit dan kue), makanan yang digoreng (seperti donat dan

Dietary cholesterol

kentang goreng), asam lemak rantai pendek dan margarin


Produk hewani (seperti daging, unggas, seafood, telur, produk olahan
susu, lemak babi dan mentega)

Asam lemak esensial sangat bermanfaat bagi tubuh namun tidak dapat diproduksi
oleh tubuh sendiri sehingga harus didapatkan dari luar. Asam lemak esensial yang penting

yaitu linoleat, linolenat, dan arakhidonat. Asam lemak linolenat merupakan kelompok asam
lemak omega-3 sedangkan Asam lemak linoleat dan arakhidonat merupakan kelompok asam
lemak omega-6. Asam lemak omega-3 yang sangat berperan dalam proses pengaturan
kekebalan tubuh (imunomodulasi), mencegah adanya perdangan, melindungi jantung dan
berperan dalam pembentukan prostasiklin serta untuk mencegah adanya kanker. Sedangkan
asam lemak omega-6 berperan dalam mencegah adanya pendarahan pada tubuh dan
menurunkan kadar kolestrol dengan meningkatkan kadar kolestrol baik HDL dan mengontrol
kadar gula darah di dalam tubuh (Hartono, 2004).
Fungsi asam lemak esensial yang paling penting yaitu berpengaruh ada fungsi otak
dikarenakan asam lemak esensial merupakan bahan utama untuk membentuk dua lapis
fosfolipid pada selaput sel. Dalam hal ini, selaput sel dangat penting untuk bekerjanya otak
manusia. Fungsi lain yaitu asam lemak esesnsial mempengaruhi faktor turunan dalam inti sel
untuk mengatur metabolisme asam lemak (Perricone, 2002) dan untuk menghasilkan
prostagladin yang merupakan suatu zat kimia mirip hormon yang membantu dalam
mengaktivasi sistem imun dan sebagai anti radang (Suhardjo dan Kusharto, 1992 dan
Vitahealt, 2006).
Omega-3 dan omega-6 sangat diperlukan oleh tubuh, sehingga tubuh harus
memperoleh keduanya secara lengkap. Sumber omega-3 dan omega-6 biasanya terletak pada
satu jenis makanan, namun kadar omega-6 biasanya lebih tinggi dibanding kadar omega-3
pada makanan (Lingga, 2012). Kedua asam lemak tersebut berkompetisi untuk enzim-enzim
pembentuk yang sama. Menjaga keseimbangan omega-3 dan omega-6 dapat membantu
meningkatkan kerja imunitas dalam tubuh, menurunkan stimulus inflamasi di hati sehingga
inflamasi yang mungkin terjadi akan menghambat benda asing masuk yang dapat membuat
penuaan dini (Roizen & C. Mehmet, 2007)
Keseimbangan omega-3 dan omega-6 juga mempengaruhi aspek metabolisme asam
lemak pada tingkat sel untuk mengaktifkan faktor yang membedakan ekspresi gen. Dalm hal
ini, keseimbangan asam lemak sangat dibutuhkan dikarenakan berfungsi sebagai obat yang
dapat mempengaruhi kinerja semua sel (Perricone, 2012).
Untuk meningkatkan kesehatan, rasio keseimbangan yaitu 6:1. Para ahli meyarankan
untuk memperbaiki kesehatan dan menjalankan pola hidup sehat maka dapat dilakukan
dengan mengkonsumsi lebih banyak kacang-kacangan dan ikan yang mengandung minyak.

Konsumsi kacang-kacangan yang lebih pada makanan dapat mengurangi resiko penyakit
jantung dibandingkan dengan tidak mengkonsumsinya (Marshall, 2004).

Lipids and Diet


Asam lemak jenuh merupakan asam lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap pada
atom karbon. Oleh karena itu, asam lemak ini tidak peka dengan adanya oksidasi dan
pembentukan radikal bebas seperti asam lemak tak jenuh. efek yang paling terlihat dari asam
lemak jenuh yaitu peningkatan kadar kolestrol total dan K-LDL. Konsumsi tinggi lemak
jenuh akan mengakibatkan hati memproduksi K-LDL dalm jumlah besar yang berhubungan
dengan penyakit jantung dan meningkatkan kolestrol dalam darah yang mengakibatkan
trombosit. Namun, hal tersebut Namun, hal tersebut tergantung pada jenis bahan makanan.
Minyak kelapa dan kelapa sawit banyak mengandung asam lemak jenuh (palmitat), tetapi
jenis minyak ini tidak menyebabkan peningkatan kadar kolesterol darah. Hasil penelitian
menyebutkan bahwa asupan asam lemak jenuh rantai panjang (LCFA) menyebabkan
peningkatan kadar kolesterol darah yang berbeda daripada asam lemak jenuh rantai medium
(MCFA). Perbedaan tersebut meliputi proses pencernaan dan metabolisme di dalam tubuh
serta menghasilkan produkproduk komponen zat bioaktif yang berbeda pula. Dengan kata
lain, setiap jenis golongan asam lemak mempunyai dampak fisiologis dan biologis yang
berbeda terhadap kesehatan
Asam lemak trans merupakan struktur kimia dengan posisi trans (bersebrangan),
diperoleh dari perlakuan hidrogenasi (pemberian asam hidrogen) pada asam lemak tidak
jenuh (linoleat, linolenat, arakhidonat, dan oleat). Konsumsi asam lemak trans dapat
meningkatkan kadar K-LDL yang bersifat negatif.

Namun, asam lemak jenuh tidak

mempengaruhi K-HDL, oleh karena itu kadar rasio yang ditimbulkan oleh lemak trans
terhadap K-LDL/K-HDL mendekati 2 kali lebih tinggi daripada asam lemak jenuh. Seperti
halnya asam lemak jenuh, asam lemak trans juga bersifat aterogenik (memicu penyempitan,
penebalan, dan pengerasan dinding pembuluh darah) serta menginhibisi aktifitas enzim pada
metabolisme lipid (fatty acid desaturase elongase dan Lecithin Choleslerol Acyl
Transferase/LCAT). Enzim ini terlibat dalam metabolisme K-HDL khususnya pada
pengangkutan balik kolesterol dari jaringan ke hati. Fungsi kolesterol HDL adalah
mengangkut kembali kelebihan kolesterol yang terdapat di jaringan untuk dibawa ke hati dan
diubah kembali menjadi VLDL. Sistem LCAT berperan dalam proses pengeluaran kolesterol
tidak teresterifikasi yang berlebihan dari lipoprotein dan jaringan menuju hati. Asam lemak
7

trans dalam jumlah tinggi dapat menghambat kerja enzim LCAT dalam proses pengeluaran
kolesterol dari jaringan dan lipoprotein, sehingga pembentukan HDL2 terhambat dan
kolesterol berlebih tidak dapat diangkut kembali menuju ke hati. Konsentrasi HDL2 ini
berhubungan secara terbalik dengan insiden aterosklerosis koroner.
Berbagai penyakit dapat disebabkan karena tidak sehatnya penggunaan lemak di
dalam tubuh. Beberapa penyakit yang timbul akibat lemak yaitu :

Kolesterol . Konsumsi lemak jenuh yang tidak terkontrol menyebabkan kadar LDL

dalam darah meningkat sehingga dapat menyumbat pembuluh darah.


Jantung koroner. Penyumbatan pembuluh darah yang disebabkan oleh kadar LDL
meningkat dapat terjadi pada pembuluh darah yang dekat dengan jantung, sehingga

dapat menyebabkan penyakit jantung koroner.


Ketidakseimbangan hormon. Kerja hormon dan sintesis dipengaruhi oleh asupan
makanan yang masuk ke dalam tubuh. Konsumsi makanan yang memiliki lemak
tinggi khususnya pada sumber hewani dapat menyebabkan sintesis dan kerja hormon

tidak stabil
Obesitas. Penyakit ini merupakan akumulasi kelebihan lemak di seluruh tubuh.
Penyakit ini dapat meningkatkan resiko diabetes dan penyakit jantung serta dapat

menyebabkan kematian.
Steatosis hepatika. Penyakit ini bermula dari akumulasi lemak yang berlebih lalu
berdampak pada peradangan. Penyakit ini merupakan dampak dari obesitas, konsumsi
makanan dengan kadar lemak tinggi, resistansi insulin, diabetes melitus, dan

konsumsi alkohol.
Stroke. Penyumbatan pembuluh darah yang ada di otak dapat mengakibatkan sistem

saraf di seluruh bagian tubuh menjadi tidak terkontrol atau rusak


Aterosklerosis. Penyakit ini dikarenakan adanya penyempitan pada pembuluh darah
yang mengakibatkan gangguann jantung. Hal ini dikarenakan adanya penggumpalan
darah yang karena kadar kolestrol dan trigliserida darah naik. (Santoso, 2010).
Lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda disebut lemak baik karena

banyak manfaatnya bagi kesehatan. Lemak ini dapat mengurangi kolesterol jahat (K- LDL),
serta meningkatkan kolesterol lipoprotein high-density (HDL), yang juga dikenal dengan
kolesterol baik. Efek ini akan meningkatkan sirkulasi darah yang sehat, yaitu penting untuk
meningkatkan proses metabolisme dalam tubuh kita. Metabolisme yang sehat dan aktif akan

mempromosikan penurunan berat badan yang efektif secara keseluruhan, yang akhirnya dapat
membantu untuk mencegah obesitas (Nadesul, 2006).
Konsumsi lemak tidak jenuh seperti pada omega-3 (minyak ikan laut dalam) dan
konsumsi dari lemak nabati (buah alpokat) dapat dikonsumsi berlebih, termasuk pada asam
lemak rantai sedanh asam laurat yang terdapat pada kelapa. Makanan yang kaya dengan
lemak tak jenuh tunggal yaitu buah zaitun, grapeseed, hazelnut, almond, sebagian besar jenis
kacang, dan wijen (Lau, 2009). Macam-macam lemak sehat yang dapat dikonsumsi yaitu :
1. Kacang-kacangan. Lemak dalam kacang-kacangan adalah lemak tak jenuh yang baik
untuk meningkatkan kadar kolesterol baik (K-HDL) dalam darah. Sejauh ini, tidak
ada kacang-kacangan yang tidak baik untuk kesehatan, selama tidak digoreng atau
digarami berlebihan
2. Ikan laut. Anda mungkin bosan mendengar ini, namun ikan laut seperti sarden atau
salmon kaya akan asam lemak omega-3. Tak hanya baik untuk kesehatan jantung,
asam lemak jenis ini pun dapat memperbaiki mood. Bagaimana dengan ikan air
tawar? Sayangnya, ikan-ikan seperti lele atau ikan mas tidak mengandung asam lemak
omega-3 sebanyak ikan air laut. Namun itu bukan alasan untuk dihindari, karena ikan
air tawar pun memiliki nutrisi lengkap.
3. Minyak zaitun. Minyak yang satu ini sangat identik dengan minyak sehat. Tak
hanya mengandung lemak tak jenuh tunggal, minyak zaitun juga mengandung vitamin
E dan polifenol. Satu sumber bahkan menyebutkan, minyak zaitun mengandung 30-40
macam antioksidan yang baik untuk menjaga kesehatan jantung.
4. Alpukat. Buah yang satu ini memang terkenal tinggi lemak, namun lemak dalam
alpukat ternyata bermanfaat. Guess what, alpukat ternyata juga mengandung asam
lemak jenuh yang sehat. Selain itu, alpukat juga kaya vitamin C dan E untuk menjaga
tubuh Anda tetap bugar.
5. Minyak Canola. Minyak yang berasal dari biji canola ini tak kalah sehat dengan
minyak zaitun. Kandungan omega-3 dalam minyak ini dapat membantu mengurangi
risiko terkena penyakit jantung dan stroke.
Pola hidup yang sehat dipengaruhi oleh pola makan yang sehat. Makanan yang
dikonsumsi selama ini tidak memperhatikan banyaknya kalori yang masuk atau bahkan
nutrisi yang ada di dalam makanan tersebut tidak seimbang. Makanan yang selama ini
dikonsumsi merupakan makanan yang banyak mengandung lemak jenuh yang dapat
mengakibatkan berbagai penyakit masuk serta meningkatkan kadar LDL dalam darah (Lau,

2009). Makanan yang mengandung lemak jenuh sebaiknya diganti dengan memperbanyak
asupan lemak tak jenuh sehingga dapat meningkatkan kolesterol baik baik tubuh.
Asupan makanan dengan komposisi yang lengkap dapat meningkatkan metabolisme
bagi tubuh sehingga dapat memperlancar pengeluaran kalori dalam tubuh. Poin penting
dalam diet yaitu kalori yang keluar harus lebih banyak dari kalori yang masuk sehingga juga
diperlukannya olahraga rutin (Santoso, 2010). Olahraga rutin dapat dilakukan hanya setengah
jam perhari namun dilakukan secara kontinu. Selain itu, dengan olahraga dapat meningkatkan
kalori yang keluar sehingga dapat mempercepat penurunan berat badan dan diimbangi
dengan pengaturan pernafasan yang akan memperlancar sirkulasi oksigen dalam tubuh
sehingga tubuh lebih segar dan sehat.

10

Daftar Pustaka
Cleveland. 2014. (http://my.clevelandclinic.org/services/heart/diagnostics-testing/laboratorytests/blood-tests-to-determine-risk-of-coronary-artery-disease, diakses 16 Oktober
2015).
Denniston, Katherine, dkk. 2008. General, organic, and biochemistry. New York: MC Graw
Hill Education.
Gotto, A. M., Jr., Pownall, H. J., and Havel, R. J. (1986) Introduction to the plasma
lipoproteins. Methods Enzymol. 128, 341
Hartono, Andry. 2004. Terapi Gizi Dan Diet Rumah Sakit. Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran EGC
Johnson, Michael D. 2008. Human Biology fourth edition. New York : Pearson Benjamin
Cummings
Lau, Edwin. 2009. Healthy Express Super Sehat Dalam 2 Minggu. Jakarta:
Gramedia
Lingga, Lanny. 2012. Bebas Hipertensi Tanpa Obat. Jakarta: Agro Media
Pustaka
Marshall, Janette. 2004. Power Food. London: Hamlyn
Martens, Ann and Paul Holvet. 2001. Oxidized LDL and HDL : antaginists in
atherothrombosis. The FASEB Journal. Vol. 15 0892-6638/01/0015-2073
Nadesul, Hendrawan. 2006. Sehat Itu Murah. Jakarta: Kompas
National of Health. 2015. National Heart, Lung, and Blood Institute, National Institutes of
Health. High Blood Cholesterol: What You Need to Know.NIH Publication No. 053290. (Revised June 2005). Section 2.01. diunduh 18 Oktober 2015).
Ngili, Yohanis. 2009. Biokimia : Metabolisme Bioenergitika. Bandung : Graha ilmu.
Perricone, Nicholas. The Perricone Prescription. New York : HarperCollins
Publisher
Roizen, Michael F., dan C. Mehmet. 2007. You Staying Young: The Owners
Manual Extending Your Warranty. USA : Free Press Publisher by
Simon & Schuster
Santoso, L., Denny. 2010. Rahasia Diet 2. Jakarta: Libri
Sartika, Ratu. 2008. Pengaruh Asam Lemak Jenuh, Tidak Jenuh dan Asam Lemak
Trans terhadap Kesehatan KESMAS, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 2,
No. 4.

11

Suhardjo dan Kusharto, Clara


Yogyakarta: Kanisius

M.

1992.

Prinsip-Prinsip

Ilmu

Gizi.

Vitahealth. 2006. Seluk Beluk Food Supplement. Jakarta: Gramedia


Pustaka

12