Anda di halaman 1dari 28

Candida Albicans

Morfologi :
- Berbentuk oval
- Sel ragi (yeast) tunas
- Membentuk pseudohifa ketika tunas terus tumbuh
- Menghasilkan hifa sejati
Virulensi :
Candida menginfeksi dalam 2 bentuk :
1. Blastopora Bertanggung jawab untuk transmisi penyakit dan kolonisasi
2. Mycelia dihasilkan blastopora, memperbesar kolonisasi dan menginvasi mukosa
vagina
Patogenesis
Sistem imun
Pertumbuhan candida
Candida berubah bentuk dari blastospora
Pseudohifa
Mengeluarkan protein ALS (Adhesion Like Sequence), X-Agglutinin, HWP-1

Mengeluarkan adhesi & membentuk kolonisasi

Phospolipid pada membran fungal cell membelah

Phospolipid memfasilitasi invasi pada jaringan

Menyebar secara hematogen

Serological test

Abses jaringan

Menggunakan latex agglutinasi tes atau enzyme immunoassay lebih


spesifik, tapi kurang sensitif karena antigen terdeteksi setelah fase akhir
dari penyakit ini

TRICHOMONAS VAGINALIS
PENGERTIAN
Trichomonas vaginalis adalah salah satu jenis protozoa parasit yang menyebabkan
penyakit menular seksual, yang biasanya menyerang saluran genitourinari.
T. vaginalis merupakan organisme sel tunggal dengan 4 flagella, dengan membran
yang bergelombang sehingga memberikan karakteristik jerky movement. Ditularkan
melalui sexual activity, dan spekulum yang terkontaminasi
Morfologi dan Daur Hidup Trikomoniasis vaginalis
Habitat T.vaginalisa dalah pada vagina wanita, prostat dan vesikel seminal lakilaki serta urethra wanita dan laki-laki. Ia hanya hidup pada fase trofozoit yaitu bentuk
infektifnya. Trofozoit T.vaginalis berbentuk oval dengan panjang 7 m hingga 23 dan
memiliki 5 flagella dan undulating membrane. Intinya berbentuk oval dan terletak di
bagian atas tubuhnya, dan di bagian belakang ada blepharoblast sebagai tempat keluarnya
empat buah flagella yang berjuntai bebas dan melengkung di ujungnya sebagai alat geraknya
yang maju-mundur. Flagella kelimanya melekat ke undulating membrane dan menjuntai
ke belakang. Bawah membrannya terdapat costayaitu suatu cord yang mantap, berfilamen
dan berfungsi untuk menjaga undulating membrane. Juga mempunyai axostyle yang terdapat
pada sitoplasmanya yang berfungsi sebagai tulang
T.vaginalis adalah organisme anaerobik maka energi diproduksi melalui fermentasi
gula dalam strukturnya yang dikenal sebagai hydrogenosome. T.vaginalis memperoleh
makanan melalui osmosis dan fagositosis. Perkembangbiakannya adalah melalui
pembelahan diri (binary fision) dan intinya membelah secara mitosis yang dilakukan dalam
8 hingga 12 jam pada kondisi yang optimum. Trichomanas ini cepat mati pada suhu 50
derajat C dan jika pada 0 derajat C, ia boleh bertahan sampai 5 hari. Masa inkubasi 4 28
hari serta pertumbuhannya baik pada pH 4,9 7,5. Siklus hidup T.vaginalis adalah single
host yaitu manusia wanita atau laki-laki. Transmisi infeksi yang sering adalah melalui
hubungan seksual di mana wanita menjadi reservoirinfeksi dari laki-laki. Pada wanita,
parasit tersebut akan mendapat nutrisinya dari permukaan mukosa vagina, serta dari
bakteri dan eritrosit yang diingesti. Setelah itu ia berkembang biak melalui longitudinal
binary fissiondi mana dimulai dengan pembahagian nukleus diikuti apparatus neuromotor dan
terakhir adalah pemisahan sitoplasma kepada dua anak trofozoit. Trofozoit merupakan fase

infektif parasit ini. Dan semasa kontak seksual, trofozoit ini akan ditransmisikan kepada lakilaki dan terlokasir
pada urethra atau kelenjar prostat dan mengalami replikasi yang sama seperti di vagina
HOSPES
Manusia adalah hospes parasit ini. Parasit ini menyebabkan trikomoniasis vagina dan
pada pria prostatitis.
Patogenesis, patologi dan manifestasi klinik
-

Trichomonas hominis dan trichomonas tenax tidar bersifat pathogen

Trichomonas vaginalis menyebabkan inflamasi ringan. pH dan


keadaan fisiologi permukaan vagina dan saluran kandung kemih berubah.

Organisme ini tidak dapat hidup pada pH 3,8-4,4

Permukaan mukosa terasa nyeri saat ditekan

Terjadi

peradangan

erosi,

yang

tertutup

oleh

sekret

putih

kekuningan / kuning berbusa.

GEJALA
Trichomonas vaginalis yang ditularkan dalam jumlah cukup kedalam vagina dapat
berkembang biak, jika flora bakteri, pH, dan keadaan fisiologis vagina sesuai. Setelah
berkembang biak cukup banyak, parasit menyebabkan degenerasi dan deskuamasi sel epitel
vagina. Keadaan ini di susul oleh serangan leukosit sehingga disekitar vagina terdapat
banyak leukosit serta parasit bercampur dengan sel-sel epitel. Sekret vagina mengalir
keluar dari vagina dan menimbulkan gejala flour albus atau keputihan. setelah melewati
stadium akut gejala berkurang dan dapat reda sendiri.
Pada pemeriksaan in speculo, tampak kelainan berupa vaginitis, dinding vagina dan
forsio tampak meradang dan pada infeksi berat tampak pula perdarahan kecil. fluor
tampak berkumpul dibelakang forsio, encer atau sedikit kental. Pada infeksi campur,
berwarna putih kekuningan atau putih kelabu berbusa banyak. Fluor yang berbentuk
bergantung pda beratnya infeksi dan stadium penyakit. Selain gejala fluor albus yang
merupakan keluhan utama penderita, pruritus vagina atau vulva dan disuria ( merasa
pedih ketika berkemih ) merupakan keluhan tambahan. Infeksi dapat menjalar dan
menyebabkan uretritis. Kadang-kadang infeksi terjadi tanpa gejala. Pada pria, infeksi
biasanya terjadi tanpa gejala, atau dapat pula menyebabkan uretritis, prostatitis, dan
prostatovisikulitis.

PEMERIKSAAN
LABORATORIUM
Pemeriksaan mikroskop secara langsung
Dengan sediaan basah dapat ditemukan protozoa dengan 4-5 flagel dan ukuran 10-20m
yang motil Pada wanita metode ini mempunyai sensitifitas 50-70% dan spesimen harus
diambil dari vagina karena agen penyebab hanya menyerang epitel skuamosa
Pada pria
cara penemuan Trichomonas vaginalis tidak selalu berhasil dan Trichomonas vaginalis dapat
dideteksi dengan menggunakan sedimen urin Cara lain menggunakan pewarnaan Gram,
Giemsa, Papanicolaou, Periodic acid schiff, Acridine orange, Fluorescein,Neutral
red dan Imunoperoxidase
Kultur
Teknik kultur menggunakan berbagai cairan dan media semi solid yang merupakan baku
emas untuk diagnosis. Biasanya dengan menggunakan medium Feinberg-Whittington
memberikan hasil yang dapat dipercaya. Teknik kultur ini mempunyai sensitifitas kira-kira
97%
Metode serologi
Beberapa studi mengatakan bahwa uji serologis kurang sensitif daripada kultur atau
pemeriksaan sediaan basah. Pada metode serologi ini dapat digunakan teknik ELISA,
tes latex

agglutination yang

menggunakan

antibodi

poliklonal.

Antigen

detection

immunoassay yang mengunakan antibodi monoklonal dan nucleic acid base test
PENGOBATAN
Dasar pengobatan infeksi ini ialah memperbaiki keadaan vagina dengan
membersihkan mukosa vagina dan menggunakan obat-obat per oral dan lokal. Pada saat ini
metronidazol merupakan obat yang efektif untuk pengobatan trichomoniasis, baik untuk pria
maupun wanita. Dosis obat per oral 2x250 mg sehari selama 5-7 hari untuk suami atau
istri. Dosis lokal untuk wanita adalah 500 mg metronidazol dalam bentuk tablet vagina sehari
selama 5-7 hari.

PENCEGAHAN
Trikomonosia vagina ditemukan dimana-mana. Penelitian menunjukkan bahwa parasit
ini ditemukan pada semua bangsa / ras dan pada semua musim. Penentuan frekuensi penyakit
ini disuatu daearah atau negara sulit dilakukan karena kebanyakan penelitian dilakukan pada
golongan tertentu saja, seperti golongan wanita hamil ( 18 25% di Amerika Serikat ) dan
dari klinik ginekologi ( 30 40% di Eropa Timur ). Di indonesia berdasarkan hasil penelitian
di RSCM- Jakarta terdapat 16% kasus dari klinik kebidanan dan 25% wanita dari klinik
ginekologi ( sampel sebanyak 1146 orang ). Cara pemeriksaan yang berbeda dapat
memberikan hasil yang berbeda. Pada pria umumnya angka-angka yang ditemukan lebih
kecil, mungkin karena parasit lebih sukar ditemukan dan karena infeksi sering berlangsung
tanpa gejala. Pada wanita, parasit lebih sering ditemukan pada kelompok usia 20-49 tahun,
berkurang pada usia muda atau usia lanjut dan jarang pada anak gadis. Sebagai pencegahan,
kasus-kasus tanpa gejala pada pria perlu mendapat pengobatan yang tuntas. Demikian pula
suami dari wanita yang menderita trikomoniasis perlu diberi pengobatan yang sama
seperti istrinya samapai parasit tidak ditemukan lagi

GONORHEA
MIKRO
1. Morfologi:
a. Ciri khas :
-

Diplokokus gram negative


Tak bergerak
Diameter 0,8 nanometer
Jika sendiri berbentuk seperti ginjal, jika berpasangan
bagian yang rata atau cekung saling berdekatan
b. Biakan : - Memakai biakan Thayer-Martin
- Dalam 48 jam akan membentuk kolonii mukoid cembung,
mengkilat dan menonjol dengan diameter 1-5 mm
- Koloni transparan/opak, tidak berpigmen
c. SIfat pertumbuhan : - Tumbuh pada lingkungan anaerob
- Menggunakan karbohidrat, membentuk asam tapi tidak
menghasilkan gas
- Menghasilkan oksidase
- Pertumbuhannya dihambat oleh asam lemak atau garam
2. Faktor virulensi
a. Pili : adalah alat mirip rambut yang menjulur ke luar beberapa mm dari
permukaan gonokokus dan membantu perlekatan ke inang dan
resistensi terhadap fagositosis. BM=17000-21000
b. Por Protein (Protein1) : Por menjulur dari selaput sel. Terdapat didalam
bentuk trimer untuk membentuk pori-pori di permukaan untuk tempat
masuknya nutrisi ke dalam sel. BM=34000-37000
c. Opa(Protein2) : Protein ini berfungsi dalam perlekatan gonokokus
dalam koloninya dan pada sel inang. BM=24000-32000. Satu strain
bisa memiliki 0,1,2,3 opa protein
d. Reduction-modifiable protein (RMP)(Protein 3) : merupakan suatu
protein yang dapat dimodifikasi dan mengalami perubahan berat
molekul dalam keadaan tereduksi. Bekerja sama dengan por protein
untuk membentuk pori-pori. BM 33000
e. Lipooligosakarida (LOS) : LOS mempunyai struktur yang sama dengan
glikosfingolipid manusia. Membantu gonokokus menghindari
pengenalan oleh system imun manusia karena struktur permukaan
yang sama dengan manusia.
f. Protease IgA1 : adalah enzim yang digunakan untuk menghancurkan
IgA pada membrane mukosa
3. Serological Test
Pada serum dan cairan genitalia akan ditemukan mengandung IgG dan IgA
yang aktif terhadap pili, protein membrane dan LOS. Selain itu dilakukan

pemeriksaan immunoblottina, radioummuno assay, dan ELIS (Enzymelinked immunosorbent assay)

Patgen
Intercouse

Masuk melalui saluran


urogenital
Keluarnya faktor-faktor virulensi

Pili, Opa protein dan LOS

Protease
IgA1

Microvilli akan mengelilingi bakteri


(Parasite-directed endocytosis)

Memecah IgA membrane mukosa

Bakteri keluar melalui basal membrane

Submucosa

Bakteri harus bertahan hidup

Reseptor permukaan
mengambil besi

Keluarnya LOS
sialyation

Pengambilan Transferin
dan Laktoferin

Asam sialit masuk


kedalam LOS

Pertumbuhan
bakteri meningkat

Terbentuk kapsul
Infeksi lokal

Pili dan Opa Protein

Mengganggu
fagositosis efektif

Gardnerela Vaginalis
-MIKRO
Merupakan suatu bakteri flora normal di genitourinary tract wanita yang dapat
menyebabkan vagnitis
Karakteristik
-

Gram negatif
Bacilus/ cocobacils
Non motile
Tiak memiliki flagel
Noncapsulated
Dapat hidup pada pH 5-6

Masa Inkubasi
Beberapa hari sampai dengan 4 minggu
Faktor Virulensi

Untuk pertumbuhannya dibutuhkan tiamin, riboflavin, niasin, asam folat,


biotin, purin dan pirimidin.
Tes Serology
-

Gram Stain

Ditemukan bakteri bakteri yang menunjang terjadinya bakteria vaginosis


, dilihat pada microskop cahaya dengan perbesaran 1000x. Dan
menunjukan hasil
Grade 1 : Lactobacilli (norlmal)
Grade 2: Lactobacilli dan sedikit Gardnerella dan mobiluncus (intermediet)
Grade 3: Banyak terdapat Gardnerela dan mobiluncus (positif BV)
-

Saline Smear

Dengan menggunakan NaCl pada vaginal discharge yang di simpan di preparat


akan terlihat adanya clue cells

Siklus Hidup
Di vagina bakteri ini akan menekan hidrogen peroksida sehingga menyebabkan
penurunan jumlah dari laktobacilus , penurunan ini memicu terjadinya kenaikan
pH, karena laktobacilus tidak lagi menghasilkan asam laktat dari proses
metabolismenya, penurunan pH ini menyebabkan bakteri ini akan tumbuh
semakin cepat. Selanjutnya bakteri yg baru akan melakukan hal yang sama
seperti di atas.

INDO RAYA
(vulvovaginal)Candidosis
Vulvovaginal candidiasis adalah penyakit jamur yang bersifat akut atau subakut pada vagina
dan atau vulva disebabkan oleh golongan Candida. Biasanya oleh Candida albicans.

Etiologi
80 90 % merupakan candida albicans dan sisanya merupakan jenis lain yang
jarang ditemukan seperti C. Glabrata, C. Tropicalis dan species lainnya.

Transmisi
Candida spp. Biasanya berhabitat di sekitar mulut dan GI tractus dari populasi
normal dan kemungkinan organisme ini merupakan flora normal. Candida spp
dapat memungkinkan untuk masuk ke dalam vagina dengan cara sexual
intercourse melalui perianal area.
Klasifikasi :
Uncomplicated
Symptom infrequent
Gejala ringan sampai sedang
Mungkin lebih disebabkan oleh C. albicans

Complicated
Symptom berulang
Gejala berat
Disebabkan oleh non C.albican

Terjadi pada immunocompetent woman

( Candida glabrata, Candida tropicalis)


Terjadi pada immunocompremised woman
Contoh : Diabetes

Faktor dan resiko

Uncontrolled diabetes mellitus

Pregnancy

HIV infection

Depressed sel T function

Vaginal deodorant, soap and bubble bath

Poor hygiene

Manifestasi klinis
Pertumbuhan yeast yang diakibatkan oleh candida dalam menyebabkan iritasi
pada vulva dan menyebabkan vaginal discharge. Symptom lainnya sepert
dysuria, dypareunia, yeast smell like. Pada speculum examination akan terasa
sakit dan pada mucosa vagina akan ditemukan cheesy-white plaques dan cervix
akan terlihat memerah.

-PATOGENESIS
Pathogenesis
Infeksi candida dapat terjadi jika terdapat faktor predisposisi baik endogen maupun
eksogen.
Faktor endogen yaitu :
Perubahan fisiologi, seperti kehamilan, kegemukan, debilitas, endokrinopati,
dan penyakit kronik
Umur, misalnya orang tua dan bayi lebih mudah terkena
Immunologik atau penyakit genetik
Faktor eksogen yaitu :
Iklim, panas dan kelembaban menyebabkan perspirasi meningkat
Kebersihan kulit
Kontak dengan pasien
Iatrogenik, missal dengan penggunaan antibiotik jangka panjang

Pathogenesis
Regular ada dipermukaan
mukosa(dlm bntuk yeast)
PH,suhu,nutrisi
Trjadi perubahan host/organisme

Yeast

hyfa

Mediator mengikat HWP 1

Candida membentuk attachment


kuat dgn sel epitel
Manoprotein memediasi ikatan ECM
fibronektin,kolagen,dan laminin

Hyfa mensekresi
proteinase&phospolipase
Mencerna sel sel epitel
Hyfa menginduksi fagositosis
sendiri sel endothel

INVASI

PATFIS

Merangsang
histamin

Keluar cheesy
white

Terjadi inflamasi

gatal
Menekan syaraf
Cervix terlihat memerah

Sakit pada vagina

dysuria

Diagnosis

Biasanya test yang akan dilakukan akan bersamaan dengan test pada
mikroorganisme

lainnya.

Pengambilan

sample

dilakukan

dengan

memanfaatkan urine untuk menentukan fermentasi pada gula. Hasil


diagnosis

microscopy

pada

wet

mount

vagina

akan

terlihat

pseudohyphae. Pada gram-stained smear akan terlihat gram ( + )


pesudohypae dan yeast yang besar.

Mikroskopis:specimen yang ditetesi KOH 10%

SEROLOGY
Mengggunakan latex aglutinasi tes/enzyme immunoassay lebih spesifik,tapi
kurang sensitive karna antigen terdeteksi setelah akhir dari penyakit ini

Treatment

Biasanya dilakukan pengobatan secara regimen diantaranya

Miconazole atau clotrimazole, 200 mg intravaginal selama 3 hari

Cotrimazole, 500 mg intravaginal, single dose

Fluconazole, 150 mg oral, single dose

Nysatin, 100 000 IU intravaginal selama 14 hari

KOMPLIKASI
Candidemia dapat mengakibatkan metastasis dan infeksi ke mata,vertebral
column,liver,spleen,dan CNS,kidney
PROGNOSIS
Dipengaruhi oleh bbrapa factor seperti efek dari infeksinya,derajat dan type dari
imunosupresant dan kecepatan dari diagnosis dan treatmentnya

TRICHOMONIASIS
**Definisi

Trichomoniasis merupakan infeksi saluran urogenital pada wanita ataupun pria yang
penularannya biasanya melalui hubungan sexual.
**Epidemiology

Insidensi nya pada ras kulit hitam lebih tinggi daripada ras kulit putih.
Ditemukan pada orang dengan aktivitas seksual yang tinggi.
Penderita pada wanita lebih banyak daripada laki-laki, dimana pada laki-laki biasanya
asymptomatic.
Juga ditemukan pada bayi dan penderita setelah menopause.

**Faktor resiko

Multiple sex partner


pH vagina yang tinggi
aktivitas seksual yang tinggi
riwayat penyakit menular seksual
sanitasi yang buruk

**Etiology
Disebabkan oleh Trichomonas Vaginalis

**Patogenesis dan Patofisiology


Faktor resiko

T. vaginalis masuk ke urogenital tract

Melakukan adhesi pada sel epitel squamous


menggunakan undulating membrane

Menggunakan axostyle akan menginvasi sel epitel


T. vaginalis mensekresi cistein proteinase

Hemolysis dan degradasi IgA dan IgG

Dapat bereplikasi secara aktif

Menimbulkan reaksi inflamasi

Berinteraksi dengan flora normal vagina


(lactobacillus acidophillus)

Vaginal
discharge

Memakan dan membunuh


lactobacillus

Erythema dinding
vagina dan cervix

Glikogen tidak dirubah


menjadi asam laktat

pH vagina ( > 5,0)

Tekanan ujung saraf local

dyspareunia
**Manifestasi klinis

Leukocyte

Sekresi histamin
oleh mast cell

Rasa gatal di vulva

Pada 50% kasus kebanyakan asymptomatic pada saat mendiagnosis, tetapi kebanyakan
manifestasi klinis timbul dalam 6 bulan :

Vaginal discharge, sering kali jumlahnya banyak.


Didaerah vulva-vaginal terasa gatal atau panas.
Erythema pada dinding vagina dan mucosa endocervix. Pada kasus berat disertai
adanya petechial hemorrhage dan erosions yang meluas.
Ditandai adanya granular merah-rapuh pada endocervix atau colpitis macularis
(disebut juga strawberry cervix).
Dyspareunia dan dysuria

Biasanya manifestasi akan memburuk selama menstruasi dan pregnancy.


**Diagnosis
Anamnesis :

Pasien mengeluhkan vaginal discharge yang banyak, terasa gatal didaerah vulva, dan
disertai dyspareunia (nyeri ketika bersenggama).

Speculum examination :

Vagina : terlihat discharge berlebih seperti genangan di posterior vaginal fornix,


discharge berwarna kuning atau coklat, erythema pada dindingnya.
Portio : erythema pada mukosa cervix, colpitis macularis (strawberry cervix).

Laboratory examination :

Vaginal pH > 5,0


Sniff test atau whiff test atau amine test (odor fishy) : bisa jadi (+)
Saline wet mount preparation : motile trichomonas (+), peningkatan jumlah
leukocytes, dan clue cells bisa jadi (+) karena trichomonas biasanya berhubungan
dengan bacterial vaginosis.

**Management

Metronidazole adalah obat pilihan untuk treatment vaginal trichomoniasis : single


dose (2 g pre-oral) dan multidose (500 mg 2 kali sehari selama 7 hari) merupakan
aturan paling efektif dan dapat menyembuhkan sekitar 95%.
Sexual partner juga diobati dengan aturan yang sama.
Wanita yang tidak responsif untuk pengobatan awal, maka pengobatan diulangi
kembali dengan metronidazole (500 mg, 2 kali sehari selama 7 hari). Jika
pengulangan treatment tidak efektif, pasien diobati dengan metronidazole single dose
(2 g, sehari sekali selama 5 hari) atau dengan tinidazole single dose (2 g, selama 5
hari)
Prevention (pencegahan) : membatasi jumlah pasangan sexual untuk menurunkan
resiko trichomoniasis, penggunaan kondoms pada pria dapat melindungi perlawanan

dari penyebaran trichomoniasis, penggunaan kondoms pada wanita tidak menentukan


tetapi bisa juga dapat melindungi penyebaran
**Komplikasi

Wanita hamil dengan trichomoniasis dapat meningkatkan resiko untuk premature


rupture membrane (ketuban pecah dini) dan persalinan preterm.

Infeksi T. Vaginalis dapat meningkatkan resiko penyebaran HIV

Vaginitis

Infeksi adnexa, endometrium (metritis), bartholinitis.

Pelvic inflammatory disease dan tubo-ovarian abscess.

**Prognosis
Prognosis baik (ad bonam) jika diberikan pengobatan secara efektif dan jika pasangan
seksualnya diobati bersama-sama, angka kesembuhan mencapai > 95%.

Gonorrhea
Definisi
Merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh neisseria
gonoorhoeae.
Epidemiology

Tersebar di seluruh dunia ,Insiden sekitar 200 juta .


AS 1,56 juta
Eropa 1,11 juta
Asia 27,2 juta
Amerika latin caribbean 7,27 juta

Di AS (1995 -19970)insiden mencapai 400-500 dari.100.000 populasi

Insiden infeksi gonokokus sering terjadi pada usia 15 24 tahun


Pada perempuan di usia 15-19 tahun
Pada laki-laki di usia 20-24 tahun
Rasio terinfeksi laki dan wanita 1:1,2

Faktor risiko
Hubungan seksual tanpa menggunakan kondom atau kondom failure
Multiple sex partner
Male homosexual
Rendahnya status sosioekonomi
Riwayat STD (sexual transmited disease
Penggunaan kokain
Aktifitas seksual yang dini
PID (pelvic imflamatory disease)
Cara transmisi
Hubungan seksual (genito- genital , ana-genital dan orogenital)
Transmisi selama childbirth
Secara manual (alat-Lt , pakaian , handuk )
Etiologi
Neisseria gonorrhoeae

Pathogenesis
1.attachment
Hubungan seksual dengan individu terinfeksi bakteri berkontak dengan
permukaan mukosa perlekatan ligand (pili,opa protein , LOS )dengan reseptor (
CD 46 ,CD 66)yang ada di sel epitel non ciliated
2.Invasi
Gonococci menginvasi sel epitel dibantu dengan mikrovili , gonococci
OMPs:protein Iadan beberapa protein opa bakteri transitosis masuk ke
submukosa
3.survival in mucosa
bakteri harus bertahan hidup dan melawan innate host /sistem pertahanan tubuh
yang didapat dari infeksi sebelum nya .
Dengan cara :
Reseptor dipermukaan gonococcus mampu mengikat besi untuk
pertumbuhan
Adanya mekanisme blocking C3b deposition oleh LOS syaliation
gonococci encapsulated bacteria .
Membuat kapsul sendiri yang menggabungkan asam sialat host ke LOS
Pengikatan antobody kekelas OMPs utuk mekanisme pertahanan
Adanya faktor permukaan seperti pili dan opa protein akan mengganggu
efektifitas fagositosis
Mampu melakukan up regulation product katalase sehingga mampu
bertahan terhadap oxidative killing didalam fagosit
Patofisiologi
Manifestasi klinis

Pada laki-laki gejala dan tanda muncul pada hari ke 2 setelah terjadinya
infeksi yang dimulai dengan :
Uretritis
Sekret purulent yang berwarna kuning ke hijauan diuretra
Dysuria
Sering berkemih
Malaise
Karena gejala diatas cepat diketahui dan cepat diobati jarang terjadi :

Prostatis
Epididimitis
Bakterimia

Pada wanita gejala dan tanda timbul pada hari ke 21 , yaitu :


Sekret vagina yang berarna kuning ke hijauan yang keluar dari os
servik
Servik edematosa
Mukopurulent

Infeksi ekstra genital :


Faring biasanya asimptomatik, tetapi juga bisa menimbulkan :
o

Faringitis dngan eksudat mukopurulent

Demam

Limfadenofati leher

Anus dan rektum asimptomatik tetapi bisa timbul gejala :


o

Rasa tidak nyaman

Gatal ringan

Ekskloriasi

Nyeri perianus

Mucopurulent yang melapisi tinja dan dinding


rektum

Diagnosis
1.Anamnesis ( menanyakan faktor risiko )
2.pemeriksaan fisik
3.pemeriksaan penunjang
A.sediaan apus
Sediaan apus eksudat uretra atau endoservik yang diwarnai pewarnaan gram ,
dengan emnunjukkan adanya banayak diplokokus dalam apusan .
o

Pada laki laki sensitivitas 90% ,spesivisitas 99%

Pada perempuan sensitivitas 50%,spesivisitas 95 %

Jika hasil (+) laki laki tidak di kultur sedangkan pada wanita harus dilakukan
kultur
B.Kultur

pus dan sekret bisa diambil dari uretra ,servik, rektum , konjungtiva, atau cairan
sinovial
o

Yang kemudian diletakkan ke atas medium selektif yang subur (medium


thayer martin yang dimodifikasi )

Kemudian diinkubasi pada lingkungan dengan suhu 37 C dan dalam


kondisi CO2 5%
Note :untuk menghindari pertumbuhan terjadinya kontaminasi yang
berlebihan diberikan anti mikroba pada medium selektif tersebut dengan:
Vankomisin 3 mikrogram/ml
Kolistin 7,5 mikrogram/ml
Amfoterisin B 1 mikrogram /ml
Trimetropin 3 mikrogram/ml

Setelah 48 jam organisme bisa diidentifikasi

C.Tes definitive
a) Tes oksidasi
Reagen oksidasi yang mengandung larutan tetrametil-p-fenilendiamin
hidroklorida 1% ditambahkan pada koloni gonokokus .hasil (+) warna
berubah kuning merah muda
b) Tes fermentasi
Menggunakan glukosa , maltosa dan sukrosa .organisme gonokokus
hanya bisa memfermentasi glukosa .
D.Serology
o

Cairan serum dan genital mengandung antobody igG dan igAyang


melawan pili gonokokus , protein membran luar dan LPS.

Jika terinfeksi antibodi akan terdeteksi dengan menggunakan


immunoblasting, radio immunoassay dan uji ELISA (enzyme linked
immuno sorbent assay )

Treatment
Biasanya digunakan single dose untuk treatment N.gonorrhoeae

Cefixime, 400 mg oral

Cefriaxone, 125 mg intramuscular

Ciprofloaxine, 300 mg oral

Ofloaxin, 400 mg oral

Prognosis
Dengan pengobatan yang adekuat dan secara tuntas disertai pencegahan
melalui edukasi dan perilaku dapat memberikan prognosis yang baik .

Bacterial Vaginosis
Definisi
Merupakan vaginitis non spesifik yang di sebabkan oleh bakteri yang di
sebabkan oleh gardnerella vaginalis.
Epidemiology
Di amerika terjadi pada satu dari tiga wanita atau sekitar 33%.

Faktor risiko
-

Penggunaan antibiotik berulang


Berkurangnya produksi estrogen pada sel host
Pengguna IUD
Aktif melakukan hubungan seksual

Etiology
Gardnerella vafinalis tetapi selain itu ada penyebab lain seperti bakteri ,
Prevotella, Lactobacillus dan bakteri anaerob seperti Mobiluncus, Bacteroides
Patogenesis
Terinfeksi oleh Gardnerella vaginalais
Menurunkan konsentrasi hidrogen peroksida
Penurunan jumlah bakteri lactobacilli
pH meningkat
peningkatan jumlah Gardnerella vaginalis
peningkatan enzim proteolitik karboksilase
Penghancuran protein matrix di vagina
Squamous exfoliatoin
Vaginitis
Pathophysiology
Respon Iflamasi
Carboxylase

Proteolitic Enzyme

Leaoukosit Exstravasasi
Infiltrasi PMN
mudah menguap

Gugus Peptide terurai


Bermacam macam gugus amine yg

Vaginal Discharge

Fishy Odor

Manifestasi Klinis
-

Vaginal ordor/ fishy odor


Mildly or moderately vaginal discharge
Iritasi vulva
Dysuria -> kadang terjadi

Diagnosis
-

Adanya vaginal discharge yang baunya sepeti ikan busuk


Sekret vagina berwaarna abu-abu dan mengelilingi dinding vagina

Pada pemeriksaan dengan saline smear di temukan adanya clue cell


Pada penambahan KOH pada sekret vagina menunjukan whiff test positif
pH vagina lebih besar dari 4,5 (normal 3,8-4,4)

Management Treatment
-

metronidazole per oral dengan dosis 500mg dua kali sehari selama 7 hari
metronidazole gel 0,75% intravaginal 1-2 kali sehari selama 5 hari
Clindamycin per oral dosis 300mg dua kali sehari selama 7 hari
Clindamycin creaam 2% intravaginal di gunakan saat waktu tidur selama 7
hari
Clindamycin ovules 100mg intravaginal di gunakan sewaktu tidur selama
3 hari
Clindamycin bioadhesive cream 2% ,100mg single dose

Banyak klinisi lebih menganjurkan intravaginal untuk mengurangi efek samping


sistemik.
Komplikasi
-

Pelvic Inflametory Disease


Preterm Birth
Amnionitis
Endometritis

Prognosis
Baik, karena dengan pengobatan yang benar penyakit akan sembuh total
walaupun sewaktu-waktu dapat kembali.

PHARMACOLOGICAL
PROPERTIES
NAMA
OBAT

KELAS

MOA

PK

INDIKAS
I

KONTRA
INDIKASI

SIDE
EFFECT

CIPROFL
OXACIN

Fluoroqui
nolne

Inhibisi
DNA
gyrase dan inhibs
enzim

Bioavabilitas oral =
6012 %
Excresi urine =

Gonorrheae
, chlamidya
infection

Enterocolitis
CNS
disorder

CNS
toxicity
GI

DOSAGE
FORM
Oral : 250,
500, 750 mg
tablet,
50-

nitroimida
zole
antiprotoz
oal

topoisomrase

505%
Bind to protein =
40%
Half-life = 4,1 jam
Metabolisme
=
Liver

membunuh

secara oral, cepat

organisme dengan

diabsorbsi

dan

bereaksi

menembus

makromolekul
intraselular.

terhadap

Metronida
zole

Penyakit hati
Penyakit
ginjal

irritation

Digunakan

wanita hamil

untuk

terutama

semua

pengobatan

trimester

jaringan

tubuh

trichomonia

pertama,

dengan

difusi

sis

wanita

mual, sakit
kepala,
mulut
menjadi
kering, urin
menjadi
gelap,
muntah,
diare, susah
tidur, dan
lain-lain

dan

sederhana termasuk

alternative

menyusui

CSF,

pada

dan

pengobatan

muda.

ASI

alveolar tulang.

dan

3x250

mg/oral/hari
selama 7 hari.
Single dose 2
gr atau 2x1 gr.
Giardiasis :
dosis dewasa
oral

Giardia

3x250

mg/hari
Gardnerella

lamblia,
Balantidium
coli,

anak

100mg
suspensi
Parenteral
2,10 mg/mL
IV
Ophtalmic
(ciloxan)
=
3mg/mL
solution
Trichomoniasi

dan

lain-lain.

vaginalis
oral,

2x250

mg/hari
selama 5 hari

DOXYCYCLIN

Kelas tetracycline (bakteriostatik, spectrum luas)

MECHANISM OF ACTION (MOA)


Menghambat pengikatan aminoasil t-RNA ke tempat akseptor pada kompleks m-RNA
ribosom sehingga asam amino baru tidak ditambahkan ke rantai peptide yang tumbuh,
akibatnya menghambat sintesis protein.

FARMAKOKINETIK
Waktu paruh 16 18 jam jika diberikan per oral, penyerapan agak tidak teratur.
Absorpsi 90 100% terutama di usus halus bagian atas dan absorpsi baik ketika tidak
ada makanan, diganggu dengan perlekatan kation bervalensi 2 (Kalsium, Magnesium,
Iron). Kadar dosis per oral yang sampai pada site of action hampir sama dengan dosis
parenteral. Distribusi luas kecuali cairan serebrospinalis. Diabsorpsi dan diekskresi
melalui empedu dan urin. Maka dari itu, kadar obat dalam empedu 10 kali lipat
daripada kadar dalam serum. 10 40% diekskresikan ke dalam tinja.

INDIKASI
Chamydia trachomatis, Mycoplasma urethritis, Treponematoses, Ricketsioses,
Cholera, Brucelasis.

KONTRAINDIKASI
Wanita hamil, penderita essophagealdysmotility.

EFEK SAMPING

a. Pencernaan (mual, muntah, diare, mengubah flora normal, gangguan fungsi usus,
pruritus anal)
b. Tulang dan gigi (fluorensi, pewarnaan permanent, dysplasia email, deformitas
atau penghambatan pertumbuhan)
c. Toksisitas hati (mengganggu fungsi hati, nekrosis hati)
d. Toksisitas ginjal (asidosis tubulus ginjal, retensi nitrogen)
e. Toksisitas jaringan setempat (trombosis vena, iritasi local yang nyeri)
f. Fotosensitisasi (sensitive terhadap matahari dan sinar ultraviolet)
g. Reaksi vestibular (pusing, vertigo, mual, muntah)

DOSIS
100 mg 2x1 selama 7 hari (untuk infeksi Chlamydiae)

POSOLOGY

Doxycyclin (generic, vibramycin, dll)


Oral : tab, cap, 50, 100 mg, bubuk untuk suspensi 25, 50 mg/ml, syrup 50 mg/ml.
Parenteral : bubuk untuk suntikan 100, 200 mg.
Cefixime
- Golongan
: antimikroba
-

Mekanisme aksi
: mekanisme sama dengan penisilin, dimana akan mengganggu
rantai peptidoglikan bakteri sehingga sintesis dinding sel terhambat dan pengaktifan
enzim proteolitik pada dinding sel.
Efek
: terhambatnya sintesis dinding sel mikroba
Indikasi
: infeksi saluran kemih oleh bakteri yang sensitive, gonorrhea,
terapi otitis, bronchitis akut
Efek samping : ringan, dimana biasanya keluhan saluran cerna
Kontraindikasi
: gangguan saluran cerna, gangguan fungsi ginjal berat
Farmakokinetik
: absorbsi melalui oral berjalan lambat dan tidak lengkap.
Dalam bentuk suspensi diserap lebih baik
Posologi
: tersedia dalam bentuk tablet 200-400 mg, suspensi oral 100
mg/5 ml. Oral dewasa/anak BB > 50 kgdiberi 200-400 mg per hari diberikan dalam 12 dosis, < 50 kg suspensi 8 mg/kg per hari

Fluconazole

Merupakan grup dari antijamur azole (triazole).

Farmakokinetik : larut dalam air dan mudah untuk diabsorbsi di saluran cerna yang
kemudian didistribusikan secara luas di jaringan dan cairan tubuh.

Mechanism of action : bekerja dengan mempengaruhi permeabilitas membrane sel


pada sel jamur, melalui perubahan biosintesis lipid.

Indikasi : candidiasis.

Penggunaan klinik :
-

Untuk menekan candidiasis : oral, 100-200 mg.

Untuk menekan meningitis karena kriptokokus pada pasien AIDS : oral, 400
mg/hari.

Efek samping : muntah, diare, dan kadang kadang gangguan fungsi hati.

Kontra indikasi : gangguan fungsi hati.