Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Rokok adalah salah satu zat adiktif yang bila digunakan mengakibatkan bahaya
bagi kesehatan individu dan masyarakat. Rokok pertama kali diperkenalkan bangsa Indian.
Colombus dalam perjalanannya menemukan Benua Amerika (1492) melihat bangsa Indian
mempergunakan daun tembakau kering dengan berbagai cara, satu diantaranya dengan
membakarnya sebagai rokok. Daun tembakau dipopulerkan di Eropa pada abad ke-16.
Bangsa Spanyol membawa dan memperkenalkannya ke dalam dunia Barat. Pada abad ke17 tembakau digunakan dengan cara dihisap didalam pipa dan dikunyah dengan tujuan
untuk pengobatan.pada akhir abad ke-17 cigarette atau rokok pertama kali dibuat di
inggris yang kemudian menjadi lebih popular didaratan Eropa. Sejak abad ke-19 ini yang
semula bertujuan untuk pengobatan perlahan-lahan beralih menjadi suatu kebiasaan.
Kebiasaan ini mula-mula dimiliki kaum pria, tetapi sejak tahun 1920 kaum wanita turut
menghisapnya.

Merokok yang semula bertujuan untuk pengobatan akhirnya menjadi

penyebab banyak kelainan dan penyakit. Salah satunya berhubungan dengan sistem
kardiovaskuler, merokok juga berhubungan dengan jaringan lunak dan keras di ronggal
mulut karena merupakan awal terjadinya penyerapan zat hasil pembakaran rokok, maka
mukosa mulut juga mempunyai dampak akibat dari merokok.
Rokok sendiri terdapat kandungan-kandungan zat yang berbahaya yaitu nikotin,
benzene, arsenik, tar, formaldehida, aseton, karbon monoksida, amonia, kadmium,
nitrogen oksida, kromium, naftalena, hidrogen sianida, dan timbal. Adapun faktor-faktor
yang mempengaruhi seseorang untuk merokok adalah faktor lingkungan, antara lain
pengaruh orang lain, tekanan kelompok sebaya, keinginan untuk menyesuaikan diri,
kedewasaan, dan keinginan untuk mencoba. Padahal merokok menyebabkan banyak
dampak negatif baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif, dimana dampak negatif
yang umumnya muncul adalah gangguan sistem kardiovaskuler. Oleh karena itu
diperlukan upaya pencegahan yang dilakukan bukan hanya oleh pemerintah melainkan
juga dari diri kita sendiri.
Merokok merupakan salah satu kekhawatiran terbesar yang dihadapi dunia kesehatan
karena menyebabkan hampir 6 juta orang meninggal dalam setahun. Lebih dari 5 juta
orang meninggal karena menghisap langsung rokok, sedangkan 600 ribu orang lebih

meninggal karena terpapar asap rokok (WHO, 2013). Indonesia merupakan salah satu
negara dengan prevalensi perokok yang terbesar di dunia. Menurut data World Health
Organization (WHO), pada tahun 2012 persentase prevalensi perokok pria yaitu 67% jauh
lebih besar daripada perokok wanita yaitu 2,7%. Diantara para perokok tersebut terdapat
56,7% pria dan 1,8% wanita merokok setiap hari. Terdapat gap yang besar antara jumlah
perokok dewasa pria dan perokok wanita yang merokok setiap hari (OECD, 2013).
Diperkirakan sebanyak seperempat perokok aktif akan meninggal pada usia 25-69 tahun
dan mereka kehilangan angka harapan hidup sekitar 20 tahun (Gajalakshmi dkk., 2003).
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka dapat disusun rumusan
masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana gambaran variabel sosiodemografi (klaster, kebiasaan olahraga dan riwayat
merokok orang tua), status merokok, perilaku merokok dan kualitas hidup pada domain
fisik, domain psikologi, domain sosial dan domain lingkungan.
2. Bagaimana hubungan variabel sosiodemografi (klaster, kebiasaan olahraga dan riwayat
merokok orang tua) dengan status merokok.
3. Bagaimana hubungan variabel sosiodemografi (klaster dan kebiasaan olahraga) dengan
kualitas hidup.
4. Bagaimana hubungan status merokokdengan kualitas hidup mahasiswa.
5. Bagaimana hubungan perilaku merokokdengan kualitas hidup mahasiswa.
A. Tujuan Penulisan Makalah
Penulisan makalah ini dilakukan dengan tujuan memenuhi nilai remedial tutorial blok 11.
D. Manfaat Penulisan Makalah
Bagi Pembaca :
Sebagai sumber informasi dan bahan belajar berkenaan dengan masalah difteri, sehingga
pembaca bisa mengetahui bahaya dan dampak difteri bagi kesehatan anak.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi
Rokok adalah salah satu zat adiktif yang bila digunakan mengakibatkan bahaya bagi
kesehatan individu dan masyarakat. Kemudian ada juga yang menyebutkan bahwa rokok
adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau bahan lainya yang
dihasilkan dari tanamam Nicotiana Tabacum, Nicotiana Rustica dan spesies lainnya atau
sintesisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan. (Hans
Tendra, 2003).
Rokok (tembakau) termasuk bahan atau zat adiktif sifatnya yaitu menimbulkan
ketagihan dan kecanduan (Hawari, 2004). Perilaku merokok adalah aktivitas seseorang
yang merupakan respons orang tersebut terhadap rangsangan dari luar yaitu faktor-faktor
yang mempengaruhi seseorang untuk merokok dan dapat diamati secara langsung.
B. Sejarah Rokok
Tembakau atau tobacco merukan bahan dasar dari rokok yang pertama kali
diperkenalkan bangsa Indian. Colombus dalam perjalanannya menemukan Benua Amerika
(1492) melihat bangsa Indian mempergunakan daun tembakau kering dengan berbagai
cara, satu diantaranya dengan membakarnya sebagai rokok.
Daun tembakau dipopulerkan di Eropa pada abad ke-16. Bangsa Spanyol membawa
dan memperkenalkannya ke dalam dunia Barat. Jean Nicot, seorang duta Perancis di
Lissabon menyatakan bahwa tembakau mengandung zat yang berkhasiatuntuk
penyembuhan dan beliau yang pertama mengirimkan bibit tembakau untuk ditanam
ditanah airnya. Dari nama beliau inilah kata Nikotin dibakukan untuk nama generik dari
tembakau. Pada abad ke-17 tembakau digunakan dengan cara dihisap didalam pipa dan
dikunyah dengan tujuan untuk pengobatan.pada akhir abad ke-17 cigarette atau rokok
pertama kali dibuat di inggris yang kemudian menjadi lebih popular didaratan Eropa.
Sejak abad ke-19 ini yang semula bertujuan untuk pengobatan perlahan-lahan beralih
menjadi suatu kebiasaan. Kebiasaan ini mula-mula dimiliki kaum pria, tetapi sejak tahun
1920 kaum wanita turut menghisapnya. Mula-mula hanya terbatas pada kalangan orang
kaya, akan tetapi sesuai dengan perkembangan zaman kebiasaan ini merata pada semua
3

lapisan masyarakat. Begitu pula dengan halnya rokok itu sendiri, tembakau yang akan
digunakan mengalami pengolahan dan kedalamnya ditambahkan bumbu-bumbu sebelum
dijadikan rokok.
Di India dan beberapa negara Amerika Selatan, masyarakatnya mempunyai kebiasaan
yang disebut dengan merokok terbalik, yang mana ujung sigaret yang menyala berada di
rongga mulut. Resiko terjadinya kanker mulut pada masyarakat ini sangat tinggi sebab
intensitas panas dari asap tembakau di daerah palatum dan lingual sangat tinggi.
Merokok yang semula bertujuan utnuk pengobatan akhirnya menjadi penyebab
banyak kelainan dan penyakit. Salah satunya berhubungan dengan sistem kardiovaskuler,
merokok juga berhubungan dengan jaringan lunak dan keras di ronggal mulut karena
merupakan awal terjadinya penyerapan zat hasil pembakaran rokok, maka mukosa mulut
juga mempunyai dampak akibat dari merokok.
C. Kandungan Rokok
1. Nikotin
Rokok mengandung nikotin yang sangat tinggi. Zat nikotin dalam rokok berasal
dari tembakau. Nikotin dapat mengakibatkan kanker serta merusak struktur DNA.
Nikotin yang terbawa melalui peredaran darah hanya membutuhkan waktu 7 detik
untuk sampai ke organ jantung. Bahaya nikotin dapat meningkatkan resiko serangan
jantung. Zat racun ini mampu membuat pembuluh arteri mengeras, serta
menimbulkan penumpukan lemak di saluran arteri pada jantung, akibatnya darah tidak
terpompa secara baik melalui jantung. Gangguan ini memicu terjadinya serangan
jantung pada perokok. Ditambah lagi zat ini secara cepat akan meningkatkan denyut
jantung segera setelah ia masuk ke dalam tubuh, maka terjadilah gangguan pada organ
ini, antara lain aritmia atau gangguan irama jantung. Sementara pada paru-paru,
nikotin berpotensi besar menimbulkan gangguan bahkan kerusakan sel yang memicu
terjadinya kanker paru.
2. Benzene
Benzena adalah salah satu komponen dalam minyak bumi, dan merupakan salah
satu bahan petrokimia yang paling dasar serta pelarut yang penting dalam dunia
industri.Benzena juga bahan dasar dalam produksi obat-obatan, plastik, bensin, karet
buatan, dan pewarna. Bahkan kandungan benzene adalah karsinogen yang dapat
mengakibatkan kanker darah.

3. Arsenik
Arsenik adalah logam yang bisa meracuni darah, Ini adalah bahan metaloid yang
terkenal beracun. Arsenik dan senyawa arsenik digunakan sebagai pestisida, herbisida,
insektisida.. Kemampuan sel untuk memperbarui diri dapat tergganggu karena
akumulasi arsenik. Akumulasi : pengupulan atau penimbunan
4. Tar
Tar yang sifatnya karsinogenik timbul ketika rokok dibakar. Tar bisa menyebabkan
beraneka ragam penyakit seperti kanker, impotensi, penyakit jantung, penyakit darah,
bronkitis kronik, enfisema serta gangguan kehamilan dan janin. Dalam bentuk padat,
tar berwarna cokelat, lengket dan mudah menempel. Penyebab gigi seorang perokok
menjadi cokelat. Bayangkan noda lengket itu menetap ke jaringan merah halus dari
paru-paru. Tar dapat hadir dalam semua rokok karena rokok dibakar, dan hisapan
terakhir mengandung tar sebanyak dua kali lipat dibandingkan hisapan rokok pertama
kali dibakar. Tar dalam asap rokok melumpuhkan silia di paru-paru, dan berkontribusi
terhadap penyakit paru-paru seperti emfisema, kronis bronkitis, dan kanker paru-paru
5. Formaldehida
Formaldehida merupakan bahan kimia yang berfungsi untuk mengawetkan mayat.
Nah, zat berbahaya ini bahkan terdapat pada rokok.
6. Aseton
Aseton merupakan bahan kimia yang terdapat pada penghilang cat kuku. Rokok juga
memiliki kandungan aseton. Berbahaya jika zat aseton masuk melewati saluran udara
serta bersemayam di paru-paru.
7. Karbon Monoksida
5% dari asap rokok merupakan karbon monoksida. Karbon monoksida adalah gas
beracun yang bisa menempel pada sel darah merah serta mengganggu pengangkutan
oksigen dalam darah sehingga menimbulkan kerusakan pada paru-paru serta
berpotensi menyebabkan penyakit koroner.
8. Amonia
Aroma amonia bisanya tercium pada pembersih toilet. Bahan kimia ini dapat
mengakibatkan rasa pusing tatapi menyebabkan kebiasaan merokok menjadi sangat
candu.

9. Kadmium
Kadmium merupakan satu diantara logam-logam bahan untuk membuat baterai. Bagi
orang yang merokok, zat kadmiun yang terhirup akan tersimpan di lapisan ginjal
sehingga dapat mengakibatkan kerusakan ginjal.
10. Nitrogen Oksida
Pabrik dan mobil menghasilkan polutan udara berupa nitrogen oksida. Zat ini juga
terkandung dalam asap rokok. Gas beracun ini bisa mengakibatkan radang paru-paru.
11. Kromium
Kromium adalah logam yang terbukti mengakibatkan kanker. Kromium menempel
pada DNA serta merusaknya, sehingga membuat zat kromium lebih berbahaya untuk
kesehatan.
12. Naftalena
Naftalena adalah bahan kapur barus yang berfungsi untuk mengusir serangga ataupun
tikus dari pakaian. Bahkan rokok juga mengandung bahan berbahaya ini. Betapa
berbahayanya menghisap bahan kapur barus dari mulut.
13. Hidrogen Sianida
Masyarakat umum telah mengetahui kalau sianida merupakan racun paling cepat di
dunia. Jika dikombinasikan dengan hidrogen, zat kimia ini mampu membuat rusak
silia di saluran bronkial serta paru-paru. Sebenarnya manfaat rambut halus seperti silia
mampu mengeluarkan racun dalam udara yang dihirup.
14. Timbal
Timbal juga merupakan karsinogen. Kenaikan kadar timbal pada darah bisa
mengakibatkan keracunan, terlebih lagi bisa mengakibatkan kematian.
3 Faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang untuk merokok
1. Pengaruh orang lain, terutama orang tua dan orang lain yang dikagumi seperti orang
yang berada di iklan rokok. Meskipun anak-anak menyadari bahaya merokok,
pengaruh orang tua perokok sangat kuat.
2. Tekanan kelompok sebaya, supaya diterima di dalam kelompok, anak-anak belasan
tahun sering merokok karena teman-temannya juga merokok.
3. Keinginan untuk menyesuaikan diri, kebanyakan orang tidak suka berbeda dari orang
lain, terutama pada orang muda.

4. Kedewasaan, merokok dianggap sebagai kebiasaan orang dewasa, jadi anak-anak


belasan tahun mencoba membuktikan kedewasaan dan kebebasan mereka dengan
merokok.
5. Keinginan untuk mencoba, orang muda belasan tahun ingin mencoba sendiri, ingin
bergembira dan melakukan sesuatu yang lain ( Hardinge dan Shryock, 2001).
D. Epidemiologi
Konsumsi Rokok Hampir 1 juta milyar laki-laki di dunia merokok, sekitar 35% dari
mereka berada di negara maju dan 50% berada di negara berkembang. Sekitar 250 juta
perempuan di dunia merupakan perokok. Sekitar 22% dari perempuan tersebut berada di
negara maju dan 9% berada di negara berkembang. Rendahnya tingkat konsumsi
tembakau pada perempuan di seluruh dunia tidak mencerminkan kesadaran akan
kesehatan, namun lebih kepada tradisi sosial dan rendahnya sumber ekonomi pada
perempuan. Jumlah perokok di dunia akan terus bertambah terutama karena terjadi
pertambahan jumlah populasi. Pada tahun 2030 akan ada sekitar 2 milyar orang di dunia.
Meskipun angka prevalensi ini salah, jumlah perokok akan tetap meningkat. Konsumsi
tembakau telah mencapai proporsi epidemik global (Mackay & Eriksen, 2002). Indonesia
adalah salah satu negara konsumen tembakau terbesar di dunia. Secara nasional, konsumsi
rokok di Indonesia pada tahun 2002 berjumlah 182 milyar batang yang merupakan urutan
ke-5 diantara 10 negara di dunia dengan konsumsi tertinggi pada tahun yang sama
(Depkes RI, 2004). Konsumsi rokok di Indonesia meningkat 7 kali lipat selama periode
1970-2000 dari 33 milyar batang pada tahun 1970 menjadi 217 milyar batang pada tahun
2000. Antara tahun 1970 dan 1980 konsumsi meningkat sebesar 159%, yaitu dari 33
milyar batang menjadi 84 milyar batang. Antara tahun 1990 dan 2000 peningkatan lebih
jauh sebesar 54% terjadi dalam konsumsi tembakau walaupun terjadi krisis ekonomi.
Prevalensi merokok di kalangan dewasa meningkat menjadi 31,5% pada tahun 2001 dari
26,9% pada tahun 1995 (Depkes RI, 2003).
Hampir 1 juta laki-laki didunia merokok,sekitar 35% dari mereka berada dinegara
maju dan 50% berada dinegara berkembang. Sekitar 250 juta perempuan didunia perokok.
Sekitar 25% perempuan tersebut berada di negara maju dan 9% berada di negara
berkembang. Rendahnya tingkat konsumsi tembakau pada perempuan di seluruh dunia
tidak mencerminkan kesadaran akan kesehatan, namun lebih kepada tradisi sosial dan
rendahnya sumber ekonomi pada perempuan. Jumlah perokok didunia akan terus
bertambah terutama karena bertambahnya populasi. Pada tahun 2030 akan ada 2milyar
7

didunia. Meskipun angka prevalensi ini salah,jumlah perokook akan terus meningkat,
konsumsi tembakau telah mencapai proporsi epidemik global. (Mackey&Eriksen,2002)
E. Faktor Resiko Seseorang Merokok
1. Faktor Lingkungan
Situasi dan kondisi yang dialami oleh seseorang sejak lahir, masa kanak-kanak hingga
masa dewasa baik dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan sekitarnya akan
memberikan pengaruh yang berbeda pada perkembangan masing-masing.

Internal

Rasa Ingin tahu


seseorang merokok karena rasa ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa
sakit fisik atau jiwa untuk membebaskan diri dari kebosanan. Karena
seseorang tersebut mendapatkan gambaran mengenai merokok dengan cara
mendengar, melihat, atau dari hasil bacaan. Hal ini dapat menimbulkan minat
untuk merokok sehingga ia meneruskan untuk mencoba-coba merokok.

Perilaku merokok yang dipengaruhi oleh perasaan negatif


Banyak orang yang menggunakan rokok untuk mengurangi perasaan negatif.
Misalnya bila ia marah, cemas, gelisah, rokok dianggap sebagai penyelamat.
Mereka menggunakan rokok bila perasaan tidak enak terjadi sehingga
terhindar dari perasaan yang lebih tidak enak.

Anticipatory beliefs, yaitu anggapan bahwa jika memakai narkoba, orang akan
menilai dirinya hebat, dewasa, mengikuti mode, dsb.

Reliefing beliefs, untuk menghilangkan kekecewaan.

Eksternal

Pengaruh orang tua


Salah satu temuan seseorang merokok adalah mungkin karena berasal dari
rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu
memperhatikan anak-anaknya sehingga lebih mudah untuk meerokok
dibanding anak2 yang berasal dari lingkungan keluarga yang bahagia.

Pengaruh Teman
Disini dapat kita lihat, biasanya semakin banyak orang merokok maka semakin
banyak kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan demikian

sebaliknya. Dorongan dari teman yang mendesak remaja untuk merokok atau
kalau tidak merokok dianggap tidak solider dengan lingkungan sosialnya.
F. Dampak merokok
Merokok bukanlah penyebab suatu penyakit, tetapi dapat memicu suatu jenis
penyakit sehingga boleh dikatakan merokok tidak menyebabkan kematian secara
langsung, tetapi dapat mendorong munculnya jenis penyakit yang dapat mengakibatkan
kematian. Berbagai jenis penyakit dapat dipicu karena merokok mulai dari penyakit di
kepala sampai dengan penyakit di kaki. Penyakit yang umumnya disebabkan oleh
merokok adalah penyakit pada sistem kardiovaskuler. Adapun dampak merokok dibagi
menjadi 2 yaitu:
a. Perokok aktif
1. Rambut menjadi bau dan kotor
2. Efek terhadap otak dan kejiwaan, stroke, ketagihan dan kecemasan
3. Mata berair, kebutaan dan katarak
Pada orang merokok, maka potensi menderita katarak 50 persen lebih besar
dibandingkan dengan orang lainnya.
4. Penuruan indera penciuman dan mudah flu
5. Merusak dan mengrogoti gigi, kanker mulut, tenggorokan, laring, dan bau mulut
6. Kulit keriput dan cepat rusak
7. Radang usus, kanker usus, dan pankreas
8. Sakit menstruasi, menopause dini
9. Infertilitas dan impotensi pada laki-laki
10. Kanker kandung kemih
Kanker ini dapat terjadi pada 40 persen perokok aktif. Kanker ini dipicu dengan
adanya senyawa 2napythylamine dalam rokok.
11. Kanker kerongkongan atau esofagus
Ternyata dapat merusak DNA dari sel kerongkongan atau esofagus yang dapat
mengakibatkan kanker kerongkongan. Pada 100 persen kasus kanker esofagus yang
telah ditemukan, diketahui bahwa 80 persen penderitanya adalah perokok
12. Gangguan kehamilan dan janin
merokok atau menghisap rokok pada saat hamil akan menyebabkan pertumbuhan
janin lambat dan meningkatkan resiko bayi lahir dengan kondisi Berat Badan Lahir
Renda, selain itu, rokok juga meningkatkan potensi keguguran pada wanita hamil.
9

b. Perokok Pasif
Perokok pasif lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif. Bahkan bahaya
perokok pasif 3 kali lipat dari perokok aktif. Dokter budhi antariksa, spesialis paru dari
rmah sakit royal taruma mengatakan, sebanyak 25% zat berbahaya yg terkandung dlm
rokok masuk ke tubuh perokok sedangkan 75%persennya beredar diudara bebas yg
berisiko masuk ke tubuh org disekitarnya.
Konsentrasi zat berbahaya didalam tubuh perokok pasif lebih besar karna racun yg
terhisap melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam
tubuh perokok aktif telfilter melalui ujung rokok yg dihisap. Namun konsentrasi racun
perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali menghirup asap rokok yg dia
hembuskan.
Pada dewasa :
a. Efek terhadap otak dan kejiwaan, stroke
b. Rambut berbau tidak sedap
c. Mata berair, kebutaan
d. Iritasi hidung
e. Kanker paru
Perokok pasif memiliki resiko untuk terkena kanker paru-paru. Penelitian telah
menunjukan bahwa bukan perokok yang tinggal dengan perokok memiliki
peningkatan 20% sampai 30% resiko untuk terkena kanker paru-paru bila
dibandingkan dengan bukan perokok yang tinggal dengan perokok. Sebuah
perkiraan menyebutkan 3.400 kematiaan akibat kanker paru-paru yang terjadi
setiap tahun di Amerika Serikat disebabkan merokok pasif.
Pada anak-anak:
a. rambut berbau tidak sedap
b. berhubungan dengan tumor otak, yang berefek jangka panjang dan berpengaruh
terhadap kejiwaan
c. pneunomia,asthma, gejalan saluran pernafan kronik, dan penurunan fungsi paru
d. menurunnya penyerapan oksigen
e. meningkatnya penyerapan nikotin
f. berhubungan dengan limfoma (kanker kerlenjar getah bening)

10

G. Upaya Pencegahan
1. Pemerintah
PP no 109 Tahun 2012 akan diberlakukan mulai tahun 2014
Mencakup: Kewajiban produsen rokok mencantumkan graphic warnings dengan
40% dari luas permukaan kemasan
Pelarangan iklan rokok di semua media
Larangan khusus iklan rokok di media cetak
Pembatasan iklan rokok dalam bentuk baliho, dengan melarang iklan di jalan
protokol, kawasan tanpa rokok, dan ukuran baliho maksimal 72 meter persegi
Dalam hal pencegahan, upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menjauhkan
anak dari akses rokok, perlindungan dari sasaran pemasaran industri rokok (dengan
pelarangan iklan, promosi dan sponsor rokok), pemberian informasi yang benar
tentang bahaya rokok (edukasi, peringatan kesehatan bergambar) dan perlindungan
dari paparan asap rokok. Lebih lanjut, Prof. Tjandra menerangkan bahwa Pemerintah
telah menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengamanan Produk
Tembakau sebagai zat adiktif bagi Kesehatan. Selanjutnya, hal-hal yang diatur dalam
RPP tentang Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif bagi Kesehatan,
yaitu: Pencantuman peringatan bahaya kesehatan berupa gambar dan tulisan sebesar
40% pada masing-masing sisi depan dan belakang pada bungkus rokok; Larangan
pencantuman informasi yang menyesatkan, termasuk kata light, ultralight, mild, extra
mild, low tar, slim, full flavor dan sejenisnya; Penerapan Kawasan Tanpa Rokok
(KTR), termasuk ketentuan bahwa tempat khusus untuk merokok di tempat kerja dan
tempat umum, harus merupakan terbuka dan berhubungan langsung dengan udara
luar; Larangan iklan, promosi dan sponsorship; serta pengendalian iklan produk
tembakau dan iklan di media penyiaran, karena berbagai studi yang menunjukkan
sasaran iklan adalah anak-anak dan remaja. (Prof. Tjandra,2012)
Hingga saat ini sekitar 76 Kabupaten/Kota yang telah diadvokasi. beberapa
diantara Kabupaten/Kota

tersebut telah

menyampaikan

keinginannya

untuk

mengembangkan kebijakan terkait pengembangan KTR. Saat ini tercatat sudah sekitar
32 Kabupaten/Kota memiliki kebijakan KTR, serta 3 Provinsi DKI Jakarta, Bali, dan
Sumatera Barat. (Prof. Tjandra,2012)

11

2. Diri sendiri
Apabila kita sudah kecanduan terhadap rokok, temukan teman yang dapat mendukung
keputusan anda untuk berhenti merokok. Selain itu mengganti kebiasaan merokok
dengan kebiasaan lain, misalnya mengunyah permen karet dan meminum banyak air
setiap harinya.

12

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Rokok sangat berbahaya bagi tubuh manusia karena di dalam rokok terdapat kandungan
zat zat yang berbahaya seperti nikotin, karbon monoksida, dan tar.
A. Saran
Disarankan kepada seluruh masyarakat agar menjauhi rokok, karena rokok mengandung
zat berbahaya bukan hanya bagi tubuh kita sendiri melainkan juga untuk orang-orang
disekitar kita.

13