Anda di halaman 1dari 13

T6

Etika Bisnis dan Profesi


Seksi C (Kelompok 3)
Tanggal 24 Oktober 2015

TENTANG

Kelompok:

Cynthia Xaveria E. 2013-012-390


Thelesia Triutomo 2013-012-041
Agatha Gita Putuhena 2012-012-519
Jessica Tjandra 2013-012-333
Kelvin Haryantio 2013-012-370
Elizabeth Rezka 2013-012-331

INDONESIA

Sejak didirikan pada 5 Desember 1933, Unilever Indonesia telah tumbuh menjadi
salah satu perusahaan terdepan untuk produk Home and Personal Care serta Foods &
Ice Cream di Indonesia.
Rangkaian Produk Unilever Indonesia mencangkup brand-brand ternama yang disukai
di dunia seperti Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline,
Rinso, Molto, Sunlight, Walls, Blue Band, Royco, Bango, dan lain-lain.
Saham
pertamakali

perseroan
ditawarkan

kepada masyarakat pada


tahun 1981 dan tercatat di
Bursa Efek Indonesia seja
11 Januari 1982. Pada
akhir tahun 2011, saham
perseroan

menempati

peringkat keenam kapitalisasi


pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia.
Unilever memiliki dua anak perusahaan, yaitu: PT Anugrah Lever (dalam likuidasi),
kepemilikan Perseroan sebesar 100% (sebelumnya adalah perusahaan patungan untuk
pemasaran kecap) yang telah konsolidasi dan PT Technopia Lever, kepemilikan
Perseroan sebesar 51%, bergerak di bidang distribusi ekspor, dan impor produk
dengan merek Domestos Nomos.
Perseroan mengelola dan mengembangkan bisnis perseroan secara bertanggung jawab
dan berkesinambungan. Nilai-nilai dan standar yang Perseroan terapkan terangkum
dalam Prinsip Bisnis Unilever. Perseroan juga membagi standar dan nilai-nilai
tersebut dengan mitra usaha termasuk para pemasok dan distributor Unilever.

Perseroan memiliki enam pabrik di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi, dan
dua pabrik di Kawasan Industri Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, dengan kantor pusat
di Jakarta. Produk-produk Perseroan berjumlah sekitar 43 brand utama dan 1,000
SKU, dipasarkan melalui jaringan yang melibatkan sekitar 500 distributor independen
yang menjangkau ratusan ribu toko yang tersebar di seluruh Indoneisa. Produkproduk tersebut didistribusikan melalui pusat distribusi milik sendiri, gudang
tambahan, depot dan fasilitas distribusi lainnya.
Sebagai perusahaan yang mempunyai tanggung jawab sosial, Unilever Indonesia
menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang luas. Keempat
pilar program Unilever adalah Lingkungan, Nutrisi, Higiene dan Pertanian
Berkelanjutan. Program CSR tersebut terdiri dari 4 program utama, yaitu: Cuci
Tangan dnegan Sabun (Lifebuoy), program Edukasi kesehatan Gigi dan Mulut
(Pepsodent), program Pelestarian Makanan Tradisional (Bango) serta program
Memerangi Kelaparan untuk membantu anak Indonesia yang kekurangan gizi (Blue
Band).
1. Kampanye Cuci Tangan pakai Sabun (Lifebuoy)
SEJARAH
Tujuan Lifebuoy melakukan kampanye Cuci Tangan pakai Sabun adalah
memberikan solusi kebersihan dan kesehatan yang terjangkau dan mudah
diperoleh sehingga orang dapat menjalani hidup tanpa rasa khawatir dengan
kebersihan dan akibatnya terhadap kesehatan. Kampanye yang dimulai pada
tahun 1930-an di AS diberi judul Mencuci Tangan Membantu Menjaga
Kesehatan,

mendorong penggunaan sabun Lifebuoy untuk


membunuh kuman di tangan yang dapat
menyebabkan

timbulnya

masalah

kesehatan. Kampanye yang sama terus


berlanjut hingga saat ini, dengan program pendidikan kebersihan Lifebuoy
yang terus berlangsung di negara-negara termasuk India, Bangladesh,
Pakistan, Sri Lanka, Indonesia dan Vietnam.
CSR DI LUAR INDONESIA
Lifebuoy selalu memainkan peran di masa-masa krisis, membantu mencegah
penyebaran kuman dan penyakit, seperti:
Selama Serangan kilat ke London pada tahun 1940, sabun Lifebuoy
memberikan fasilitas mencuci darurat gratis bagi penduduk kota

London. Mobil gerbong Lifebuoy dilengkapi dengan alat pancuran air

hangat, sabun dan handuk.


Setelah terjadinya tsunami di Asia pada tahun 2004, sabun batangan
Lifebuoy merupakan elemen kunci dalam paket lepas yang dibagibagikan di wilayah India Selatan, Sri Lanka dan Indonesia untuk
membantu mencegah penyebaran penyakit infeksi yang mewabah

setelah terjadinya bencana tersebut.


Pada tahun 2005 lebih dari 200.000 sabun batangan Lifebuoy
disumbangkan

kepada

UNICEF

dan

Komite

Palang

Merah

Internasional untuk membantu operasi penanggulangan akibat gempa.


Hingga saat ini, 70 juta orang di daerah pedalaman India sudah
mengikuti program Pendidikan Kesehatan Lifebuoy suatu program

pendidikan kesehatan pribadi terbesar yang pernah ada di dunia.


Pada tahun 2005, Lifebuoy dianugerahi Citizen Brand Indonesia sebagai
pengakuan atas upaya yang telah dilakukan dalam hal pendidikan pencucian
tangan.
CSR DI INDONESIA

Lifebuoy meluncurkan sebuah program global pada tahun 2011 yang targetnya
untuk

mengubah

perilaku

kebersihan dari 1 miliar konsumen


di

seluruh

dunia,

yang

mempromosikan

manfaat

cuci

tangan

sabun,

dengan

membantu

mengurangi

sehingga
infeksi

pernafasan dan diare yang adalah


dua

penyakit

utama

penyebab

kematian pada anak-anak. Di Indonesia, perjalanan misi Lifebuoy telah


diawali di tahun 2004 dengan kampanye Lifebuoy Berbagi Sehat.
Kampanye ini memfasilitasi pengumpulan dana dan berhasil membangun
1000 toilet higenis di Jawa Tengah. Di tahun 2013 dan 2014, terdapat berbagai
inisiatif yang diluncurkan diantaranya: Medical Community; dan program
Adopt A Village yang bertujuan untuk meningkatkan akses air bersih dan
sanitasi yang layak di NTT. Lifebuoy turut berperan aktif dalam berbagai
program Yayasan Unilever Indonesia, antara lain program: Pasar Sehat, Desa
Sehat, dan Program Nutrisi. Di akhir periode program, misi sosial Lifebuoy
untuk mempromosikan manfaat cuci tangan dengan sabun berhasil mencapai
lebih dari 1,9 juta orang di 2013 dan 6,5 juta orang di 2014 di seluruh
Indonesia.
2. Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut (Pepsodent)
Pasta gigi dan sikat gigi Pepsodent berkolaborasi bersama beberapa mitra telah
meningkatkan kesadaran

dan mendorong

konsumen

dalam menjaga

kebersihan mulut dan kesejahteraan hidup mereka. Kebersihan mulut yang


baik akan memungkinkan mereka tampil dan merasa lebih baik.

Pepsodent senantiasa melakukan Edukasi kesehatan Gigi dan Mulut ke


sekolah-sekolah.
Program

ini

telah

mengedukasi jutaan
anak
betapa
menjaga

mengenai
pentingnya
kesehatan

gigi kita. Komunitas yang dituju


tidak hanya merupakan anak-anak saja, melainkan juga para orangtuanya
dengan memberikan pesan tentang kesehatan secara terus-menerus sehingga
mereka dapat menyampaikan pesan kesehatan ini kepada anak-anaknya.
Orangtua juga berperan dalam membantu membangun kebiasaan anak dan
dirinya untuk menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluoride
minimal dua kali sehari yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.
Selain memberikan Edukasi kesehatan Gigi dan Mulut ke sekolah-sekolah,
Pepsodent juga membuat program periksa gigi gratis selama satu setengah
bulan ke setiap kota. Puluhan ribu pengunjung yang telah ikut berpartisipasi
dalam program ini membuktikan bahwa program ini dapat dinyatakan sukses
dan bermanfaat. Mobil periksa gigi Pepsodent juga telah mengjangkau daerahdaerah yang terpencil sehingga komunitas masyarakat yang tinggal di daerah
tersebut juga dapat menikmati layanan yang diberikan. Dalam program
pemeriksaan gigi ini, Pepsodent telah bekerjasama dengan lembaga paling
berpengaruh di dunia kedokteran gigi yaitu FDI World Dental Federation dan
Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) untuk meningkatkan kualitas
kesehatan gigi dan mulut penduduk sedunia melalui program-program yang
bermanfaat, terukur, dan berkelanjutan.
Beberapa program kesehatan mulut lainnya yang telah dilaksanakan selama
tahun 2013 dan 2014 adalah: Program Pelatihan untuk Pelatih, berkolaborasi
dengan Spektra dan Poltekkes; perayaan Hari Kesehatan Gigi Dunia di 117
kota di seluruh Indonesia; Live-Learn-Laugh, program pelatihan yang
ditujukan bagi para guru di sekolah yang dikembangkan oleh FDI dan NDA
untuk meningkatkan kesadaran terhadap masalah perawatan gigi dan
memampukan mereka untuk mengajarkan pentingnya kesehatan gigi kepada
anak-anak; Bulan Kesehatan Gigi Nasional, dengan menyediakan perawatan
gigi gratis bagi 40.000 pasien di 18 fakultas Kedokteran Gigi dan 20 cabang
lokal Persatuan Dokter Gigi Indonesia; dan detailing ke Dokter Gigi di 9 kota

di Indonesia. Pada tahun 2014, keseluruhan kader kesehatan gigi Unilever


terdiri dari lebih dari 1 juta orang melalui interaksi langsung.
3. Program Pelestarian Makanan Tradisional (Bango)
LATAR BELAKANG
Melalui Festival Jajanan Bango (FJB), pihak Unilever ingin mengajak
masyarakat luas untuk melestarikan aneka masakan tradisional yang sudah
dikenal luas dan dinikmati secara turun temurun di mana keberadaannya saat
ini kalah populer dengan makanan siap saji dari mancanegara. Dalam festival
kuliner inilah kita bisa memperkenalkan salah satu kekayaan budaya
Nusantara, terutama keanekaragaman makanannya. Dengan adanya kegiatan
semacam FJB, diharapkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap warisan
kuliner Nusantara kian tumbuh dan berkembang secara meluas.
FESTIVAL JAJANAN BANGO 2015
Dalam

rangka

menjalani misi sosial


pelestarian
kuliner

warisan
Nusantara,

kecap Bango produksi PT


Unilever Indonesia Tbk
kembali

menggelar

festival kuliner akbar


tahunan, Festival Jajanan Bango (FJB). Setelah sukses memanjakan lebih dari
75.000 lidah pecinta kuliner di Yogyakarta dan Surabaya melalui ragam
hidangan dari Barat hingga Timur Nusantara akhirnya kemeriahan rangkaian
FJB di tahun pelaksanaan yang ke-10 tersebut berakhir di Jakarta.
"Tahun ini Bango memiliki misi besar untuk mendorong kecintaan dan
kebanggaan masyarakat luas terhadap ragam kekayaan warisan kuliner
Nusantara. Sebagai bagian penting dari misi tersebut, Bango menghadirkan
FJB dengan tema 'Persembahan Kuliner dari Barat ke Timur Nusantara' untuk
mengangkat kembali kebanggaan masyarakat Indonesia akan kekayaan ragam
kuliner Nusantara, suatu identitas bangsa yang kalau kita abaikan bisa hilang,
papar Nuning Wahyuningsih, Senior Brand Manager Bango PT Unilever
Indonesia Tbk, saat ditemui di bilangan Senayan, Jakarta, Minggu
(14/6/2015).

Tahun 2015, FJB hadir dengan 80 pilihan macam kuliner Indonesia mulai dari
Area Indonesia Bagian
Barat,

Area

Indonesia
Bagian
Tengah,
hingga Area
Indonesia
Bagian Timur. Tak hanya itu, FJB juga menyediakan sebuah galeri berisikan
miniatur berbagai jenis kuliner Nusantara yang jumlahnya mencapai 88 jenis
yang dapat dilihat dan diabadikan oleh setiap pengunjung yang datang.
"Di antara puluhan kuliner pilihan yang Bango hadirkan bagi masyarakat
Surabaya, ada 3 legenda kuliner yang bulan April lalu telah mengharumkan
nama Indonesia di pentas kuliner dunia melalui ajang World Street Food
Congress 2015 (WSFC 2015) di Singapura. Mereka adalah Gudeg Yu Nap,
Kupat Tahu Gempol, dan Ayam Taliwang bersaudara. Di pesta kuliner
internasional yang diikuti 12 negara itu, para legenda kuliner Indonesia
mendapatkan sambutan luar biasa, karenanya kami turut menghadirkan
mereka dalam FJB tahun ini," ujar Nuning.
4. Program memerangi kelaparan untuk membantu anak Indonesia yang
kekurangan gizi (Blue Band)
Blue Band salah satu merek margarine produksi PT Unilever Indonesia Tbk
kembali berpartisipasi dalam acara End Hunger: Walk The World tahun
ini, yang diadakan di Plaza Barat Senayan, pada hari Minggu, 6 Juni 2010.
Dukungan Blue Band terhadap acara Walk The World ini telah memasuki
tahun ke empat, yang artinya semakin menguatkan misi sosial Blue Band
dalam

memberantas

kelaparan

dan

meningkatkan

mutu

gizi

demi

mengoptimalkan tumbuh kembang anak Indonesia.


End Hunger: Walk the World adalah kegiatan global yang serempak diikuti
oleh 70 negara yang bertujuan menggalang dana yang akan dipergunakan oleh
United Nations-World Food Programme (WFP) untuk menyediakan bantuan
pangan sekolah bagi sekitar 59 juta anak di seluruh dunia, termasuk Indonesia,
yang pergi ke sekolah dalam keadaan lapar sebuah program yang bertujuan
sebagai jaring penyelamat bagi para keluarga miskin yang sangat
membutuhkan bantuan pada masa krisis seperti sekarang ini. Di Indonesia
sendiri, tahun lalu (2009) acara ini berhasil mengumpulkan lebih dari Rp 700

juta telah WFP salurkan untuk membantu lebih dari 3.500 anak usia sekolah
dasar selama satu tahun.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di dalam keikutsertaannya tahun ini
Blue Band mengusung sebuah misi istimewa, dimana Blue Band merangkul
lima puluh orang anak jalanan yang berada di bawah naungan Yayasan Nanda
Dian Nusantara (YNDN) untuk aktif berpartisipasi. Hal ini ditujukan untuk
menumbuhkan semangat kemanusiaan mereka dalam membantu teman
sebayanya

yang

menderita

kelaparan di berbagai belahan


dunia. Bersama dengan ratusan
karyawan PT Unilever Indonesia
Tbk.

dan

ribuan

masyarakat

lainnya, dengan semangat mereka


mengikuti jalan santai bersama di
area Senayan.
Marketing Manager Spread Cooking Category & Savoury PT Unilever
Indonesia Tbk, Adeline Ausy S. Suwandi turut hadir dalam media gathering
yang dilaksanakan di sela-sela acara hari ini. Beliau menjelaskan nilai di balik
misi tersebut, Walaupun anak-anak jalanan ini berada dalam kondisi yang
kurang menguntungkan, kami percaya bahwa hal tersebut tidak boleh
mematahkan semangat mereka untuk berbuat baik terhadap sesama.
Diharapkan kegiatan ini akan menumbuhkan jiwa sosial dalam diri mereka
untuk terus berupaya membantu sesama sesuai dengan kemampuan mereka.
Terbukti bahwa anak-anak tersebut telah secara langsung membantu sesuai
dengan kemampuannya, karena Blue Band menyumbangkan Rp 50.000,- per
satu orang anak jalanan yang mengikuti acara jalan bersama ini kepada pihak
WFP.
Unilever sendiri secara global telah melakukan kerjasama dengan UN WFP
sejak tahun 2007. Kemitraan ini dilakukan dalam suatu program yang bertajuk
Together for Child Vitality, yang bertujuan untuk memerangi kelaparan dan
meningkatkan vitalitas dalam kehidupan anak di seluruh dunia, melalui
pemberian nutrisi dan meningkatkan kesehatan anak usia sekolah dengan
memberikan makanan tambahan kepada anak sekolah oleh WFP. Hal ini
selaras dengan misi Unilever yaitu menambah vitalitas dalam kehidupan
konsumen, pelanggan dan masyarakat. Kami ingin membantu anak-anak
Indonesia agar gizi mereka tercukupi dengan baik. Sehingga mereka pun dapat
meraih masa depan yang lebih baik. Kami berharap langkah kecil yang kami

lakukan dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan anak-anak


Indonesia, demikian pesan yang disampaikan Sinta Kaniawati, General
Manager Yayasan Unilever Indonesia.
Selain keempat program utama yang telah dijabarkan diatas, Unilever juga memiliki
beberapa program CSR lainnya, seperti:
a. Aksi Anti Kuman (Wipol)
Wipol berkomitmen untuk menjadikan lingkungan rumah yang bersih, higienis
sehingga mencegah penyebaran bakteri dan virus yang menyebabkan
penyakit, terutama di negara beriklim
tropis seperti Indonesia dengan
curah

hujan

memungkinkan

yang

tinggi

terbentuknya

sarang kuman dan bakteri. Wipol


percaya bahwa lingkungan yang
sehat dapat dicapai dengan edukasi
atau penyuluhan. Kebersihan dan kesehatan di rumah harus lebih ditingkatkan
pada musim hujan. Komitmen ini dapat terlaksana melalui kegiatan kampanye
yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan mempersiapkan masyarakat
untuk mengantisipasi bahaya penyakit yang disebabkan oleh kuman.
Berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan masyarakat
lingkungan Bersih Nyok!, Wipol melakukan gerakan Wipol Aksi Anti Kuman
AAK dan Saya Duta AAK yang bertujuan mendidik keluarga agar
menjaga rumah mereka tetap bersih, higienis, dan bebas kuman. Pada tahun
2014, program Wipol AAK berhasil melibatkan 1.500 anggota keluarga di
Jakarta.
b. Gerakan Kebersihan Toilet (Domestos)
Domestos telah bekerja sama dengan UNICEF dan Yayasan Unilever untuk
mempromosikan program Sanitasi Toilet, dengan judul Gerakan Kebersihan
Toilet sejak tahun 2011. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan
akses membersihkan toilet dan mendidik masyarakat tentang pentingnya toilet
yang bersih dan higienis. Domestos terlibat dan bekerja sama dengan sekolahsekolah dan para orang tua murid, terutama kaum ibu, dalam memastikan
bahwa toilet di rumah mereka dan sekolah tetap bersih dan higienis. Kegiatan
ini juga bertujuan menanamkan pentingnya kebiasaan mencuci tangan bagi
anak-anak. Hingga akhir 2014, Domestos berhasil memberikan penyuluhan

pada lebih dari 1.900 sekolah, dengan 320.000 siswa yang mendapatkan
intervensi perubahan perilaku hidup bersih.
c. Peduli Kesehatan Remaja (Rexona)
Misi Rexona adalah menginspirasi kepercayaan diri remaja dengan membantu
membuat tubuh mereka lebih harum dan tampil lebih baik, sehingga mereka
siap untuk menjalani hari-hari
mereka

yang

secara

fisik

kadang tidak menentu, baik


secara mental maupun sosial.
Oleh karena itu, Rexona, di
bawah

naungan

Yayasan

Unilever Indonesia dan mitra


LSM-nya, mendukung 250.000 remaja di Jawa dan Sumatera untuk hidup
bersih dan sehat. Rexona mengajarkan mereka tentang cara menjaga
kebersihan, keringat, bau badan dan pentingnya menggunakan deodoran setiap
hari agar menjadi generasi muda Indonesia yang lebih berkembang dan
percaya diri.
d. Be A Frutarian (Buavita)

Buavita mendorong konsumsi buah-buahan secara teratur sebagai kebiasaan


untuk menjadikan hidup lebih sehat dan bahagia. Buavita meyakini bahwa jus
buah Buavita dapat memberikan asupan buah yang sehat dan dengan angka
kecukupan nutrisi sehari-hari, Buavita akan bermanfaat bagi konsumen dalam
jangka panjang. Kampanye
Frutarian Buavita digagas
untuk membantu masyarakat
Indonesia hidup lebih sehat
dengan terbiasa melakukan
kebiasaan kecil yang sehat,
seperti meningkatkan asupan
buah setiap hari. Buavita
terus memperkenalkan dan merekrut lebih banyak orang untuk menjadi bagian
dari keluarga Frutarian, suatu komunitas yang berkomitmen untuk menjaga
kebugaran dan meningkatkan konsumsi buah atau jus buah setiap harinya.
Selain itu, Buavita juga mendorong gaya hidup sehat melalui berbagai
kegiatan yang berfokus pada tiga pilar: Pikiran yang Sehat, Tubuh yang Sehat,
dan Pola Makan yang Sehat. Ketiga pilar ini kemudian diterapkan dalam
berbagai kegiatan di lapangan, seperti kelas yoga, lomba lari, talk show
kudapan sehat, resep memasak masakan rumahan yang sehat, kiat-kiat
berbelanja bahan makanan sehat, motivasi diri untuk berolahraga, dan lainlain.

TANGGAPAN KELOMPOK ATAS PELAKSANAAN CSR PT. UNILEVER


Berdasarkan pemaparan mengenai program CSR beserta realisasi program CSR dari
Unilever yang telah dijelaskan di bagian sebelumnya, kami kemudian menarik
kesimpulan bahwa CSR yang dilakukan Unilever melalui brand-brand (merekmerek)-nya telah dapat terimplementasi dengan baik. Kami sangat setuju dengan
berbagai program CSR Unilever yang terdiri dari empat kegiatan CSR utama beserta
kegiatan-kegiatan CSR lainnya. Dengan adanya berbagai program dan kegiatan
tersebut, tentu membawa dampak positif, bukan hanya bagi sekitar 5 juta masyarakat
Indonesia yang menjadi target utama, melainkan juga bagi Perusahaan Unilever
sendiri. Manfaat tersebut kami rangkum menjadi:
a. Manfaat bagi masyarakat Indonesia:

1. Meningkatkan

kesehatan

serta

meningkatkan

kepedulian

masyarakat terhadap pentingnya kesehatan bagi terciptanya


kehidupan yang berkualitas.
2. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kesadaran akan
kebersihan sebagai bagian penting dalam menjaga kesehatan.
3. Melestarikan budaya Indonesia, terutama makanan tradisional
Indonesia sebagai warisan berharga yang harus senantiasa dijaga.
4. Pemberantasan kelaparan dan meningkatkan kualitas gizi anak
Indonesia
5. Meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap masalah-masalah
sosial yang terjadi di Indonesia, misal melalui penggalangan dana,
edukasi, dsb.
6. Peningkatan pembangunan dan pemeliharaan fasilitas umum
(terutama toilet umum) di Indonesia.
b. Manfaat bagi PT. Unilever:
1. Meningkatkan citra perusahaan
Dengan melakukan kegiatan CSR, konsumen dapat lebih mengenal
PT. Unilever sebagai perusahaan yang selalu melakukan kegiatan
yang baik bagi masyarakat.
2. Memperkuat brand (merek) perusahaan
Melalui program-program CSR tersebut, berbagai brand yang
mensponsori akan menjadi lebih kuat di mata masyarakat dan lebih
dikenal baik.
3. Mengembangkan Kerja Sama dengan Para Pemangku Kepentingan
Dalam melaksanakan kegiatan CSR, PT. Unilever dibantu dengan
berbagai pihak (LSM, pemerintah, universitas, dsb) yang dapat
membuka relasi yang baik.
4. Membedakan Perusahaan dengan Pesaingnya
Melalui CSR tersebut, PT. Unilever mempunyai kesempatan
menonjolkan

keunggulan

komparatifnya

sehingga

dapat

membedakannya dengan pesaing yang menawarkan produk yang


sama.
5. Menghasilkan Inovasi dan Pembelajaran untuk Meningkatkan
Pengaruh Perusahaan
CSR pada PT. Unilever dapat memicu inovasi dalam perusahaan
yang pada akhirnya dapat meningkatkan peran dan posisi
perusahaan dalam bisnis global.
6. Membuka Akses untuk Investasi dan Pembiayaan bagi Perusahaan
Para investor saat ini sudah mempunyai kesadaran akan pentingnya
berinvestasi pada perusahaan yang telah melakukan CSR.
Demikian

juga

penyedia

dana,

seperti

perbankan,

lebih

memprioritaskan pemberian bantuan dana pada perusahaan yang


melakukan CSR.
7. Meningkatkan Harga Saham
Pada akhirnya, PT. Unilever yang melakukan CSR konsisten dan
rutin, masyarakat bisnis (investor dan kreditur), pemerintah,
akademisi, maupun konsumen akan semakin mengenal perusahaan
sebagai perusahaan yang baik. Maka permintaan terhadap saham
perusahaan akan naik dan otomatis harga saham perusahaan juga
akan meningkat.
Saran: Oleh karena berbagai manfaat yang diterima baik oleh masyarakat luas dan PT.
Unilever itu sendiri, sebaiknya PT. Unilever senantiasa melanjutkan berbagai program
CSR yang telah ada dan terus meningkatkannya melalui inovasi-inovasi program CSR
yang lain.