Anda di halaman 1dari 20

PELAYANAN KESEHATAN

TINGKAT PERTAMA
OLEH :
dr. WIDI RAHARJO, M.kes

FASKES TINGKAT PERTAMA


PERMENKES nomor 71 tahun 2013
tentang Pelayanan Kesehatan pada JKN

1. Puskesmas beserta jejaringnya;


2. Praktik dokter dengan jejaringnya (apotek,
laboratorium, bidan, perawat);
3. Praktik dokter gigi beserta jejaringnya;
4. Klinik pratama beserta jejaringnya; dan
5. Fasilitas kesehatan milik TNI/POLRI beserta
jejaringnya
6. Rumah Sakit Kelas D Pratama atau yang
setara

Faskes Jejaring
Perpres no 12 tahun 2013
Pasal 30

Cakupan Pelayanan
Pasal 16

PERMENKES No. 71 tahun 2013


tentang Pelayanan Kesehatan pada JKN

Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama merupakan


pelayanan kesehatan non spesialistik yang meliputi:
a.administrasi pelayanan;
b.pelayanan promotif dan preventif;
c.pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis;
d.tindakan medis non spesialistik, baik operatif
maupun non operatif;
e.pelayanan obat dan bahan medis habis pakai;
f.transfusi darah sesuai dengan kebutuhan
medis;
g.pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium
tingkat pratama;
PT. Askes (Persero)
h.Rawat Inap Tingkat Pertama
sesuai dengan indikasi

Cakupan Pelayanan
Pasal 17

PERMENKES No. 71 tahun 2013


tentang Pelayanan Kesehatan pada JKN

(1) Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama sebagaimana dimaksud dalam


Pasal 16 untuk pelayanan medis mencakup:
a. kasus medis yang dapat diselesaikan secara tuntas di Pelayanan
Kesehatan Tingkat Pertama;
b. kasus medis yang membutuhkan penanganan awal sebelum
dilakukan rujukan;
c. kasus medis rujuk balik;
d. pemeriksaan, pengobatan, dan tindakan pelayanan kesehatan gigi
tingkat pertama;
e. pemeriksaan ibu hamil, nifas, ibu menyusui, bayi dan anak balita
oleh bidan atau dokter; dan
f. rehabilitasi medik dasar.
(2)Pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan
sesuai dengan panduan klinis.
(3)Panduan klinis pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) ditetapkan oleh Menteri.

Peraturan BPJS
Pasal 66

Tentang Panduan Klinis

1)Pelayanan kesehatan oleh Fasilitas Kesehatan


kepada Peserta harus dilakukan sesuai
dengan panduan klinis.
2)Panduan klinis sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) ditetapkan oleh menteri kesehatan.
3)BPJS Kesehatan dapat menolak klaim
pembayaran atas pelayanan kesehatan oleh
fasilitas kesehatan yang tidak sesuai panduan
klinis sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dan (2).
PT. Askes (Persero)

PEDOMAN
Administrasi Pelayanan BPJS Kesehatan

Cakupan pelayanan Non


Dokter Gigi

1. Administrasi pelayanan, meliputi biaya


administrasi pendaftaran peserta untuk berobat,
penyediaan dan pemberian surat rujukan ke
faskes lanjutan untuk penyakit yang tidak dapat
ditangani di faskes tingkat pertama;
2. Pelayanan promotif preventif, meliputi kegiatan
penyuluhan kesehatan perorangan, imunisasi
dasar, keluarga berencana, skrining kesehatan
3. Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis;
4. Pemeriksaan ibu hamil, nifas, ibu menyusui dan
bayi
5. Upaya penyembuhan terhadap efek samping

Lanjutan..
6. Tindakan medis non spesialistik, baik operatif
maupun non operatif;
7. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai;
dan
8. Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium
tingkat pertama:
pemeriksaan darah sederhana (Hemoglobin,
apusan darah tepi, trombosit, leukosit,
hematokrit, eosinofil, eritrosit, golongan
darah, laju endap darah, malaria),
urin sederhana (warna, berat jenis, kejernihan,
pH, leukosit, eritrosit),
feses sederhana (benzidin test, mikroskopik
cacing),

Lanjutan..
9. Pemeriksaan penunjang sederhana lain yang dapat
dilakukan di faskes tingkat pertama
10.Pelayanan rujuk balik dari faskes lanjutan
11.Pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis
(Prolanis)
12.Menjalankan 4 Fungsi Pelayanan Primer:
a. First Contact (kontak pertama)
Dokter dapat diakses di luar jam praktek formal
(konsultasi melalui telepon, SMS, e-mail,dll)
Home visit
Konsultasi non akut, yaitu dokter melakukan
kontak kepada Peserta yang tidak dalam kondisi
sakit. Bentuk komunikasi dapat berupa promosi
kesehatan, melalui kontak secara langsung,
media elektronik maupun sarana yang lain

Lanjutan..
b. Continuity (kontinuitas pelayanan)
Dalam mendukung kontinuitas pelayanan kepada
peserta, faskes primer harus menyediakan Family
Folder bagi peserta yang terdaftar padanya
c. Comprehensiveness (komprehensif)
Faskes tingkst pertama harus mempunyai jejaring
dalam memberikan pelayanan secara
komprehensif
Pelayanan sesuai Standar Kompetensi Dokter
Indonesia yang berlaku
d.Coordination (dokter sebagai Care Manager)
Dokter melakukan koordinasi dengan jejaringnya,
antar Faskes tingkat pertama, dengan Faskes
rujukan dan dengan petugas BPJS Kesehatan
Faskes menggunakan aplikasi SIM yang
terintegrasi dengan pelayanan rujukan

BUKU PEDOMAN PELAYANAN


DOKTER DI LAYANAN PRIMER

Panduan Praktik Klinis


Dokter di fasilitas
pelayanan primer

Panduan Penataan klinis


berdasarkan simpton pd
layanan primer

Panduan ketrampilan
klinis Dokter Payanan
Primer

Pedoman Pelayanan
Dokter di Layanan
Primer
Sumber: Materi BUK Dasar

PELAYANAN DI FASKES TINGKAT PERTAMA

Butuh dukungan IT

APLIKASI PCARE

Bagaimana
cara
penjaminan

PELAYANAN DI FASKES TINGKAT PERTAMA

P-CARE
1). Pemeriksaan eligibilitas
peserta

P-CARE
2). Peserta Terdaftar

PPK
Peserta

P-CARE
3). Peserta Terdaftar

P-CARE
4. Penerbitan Surat Rujukan

Regionalisasi
rujukan
berjenjang

P-CARE
5). Penerbitan Surat Rujukan

TERIMA KASIH

PELAYANAN PRIMER dan


PEMBIAYAAN
Perlu untuk mengetahui standard pelayanan
yang di tentukan oleh badan penyelenggara
Hitung biaya investasi ( biaya perijinan,
sewa ruangan/gedung, kendaraan, IT,gaji
karyawan , penyusutan alat,dll)
Hitung biaya operasional( biaya obat, alat/
BHP,ATK,transportasi, listrik,
air,pemeliharaangedung/alat,dll)