Anda di halaman 1dari 102

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Organisasi adalah

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Organisasi adalah sebagai suatu kesatuan sosial dari sekelompok manusia, yang berinteraksi menurut suatu pola tertentu sehingga setiapanggota organisasi memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing, yang sebagai kesatuan mempunyai tujuan tertentu dan mempunyai batas-batas yang jelas, sehingga bisa dipisahkan secara tegas dari lingkunganya. Dalam dunia industri, persaingan antar perusahaan sangatlah ketat. Apabila sebuah perusahaan tidak dapat mengikuti perkembangan, perusahaan tersebut akan kalah bersaing dengan perusahaan lainya dan menyebabkan perusahaan tersebut bangkrut. Oleh karena itu, agar perusahaan tersebut harus memiliki daya saing terhadap perusahaan pada bidang yang samadengan cara, membuat strategi-strategi yang baik dan cocok untuk perusahaan tersebut. PT Kanishta Garjita Indonesia adalah sebuah perusahaan yang baru berdiri di Indonesia. PT Kanishta Garjita Indonesia merupakan anak perusahaan Masaki Corpration yang berpusat di Guangdong, China. Khusus untuk PT Kanishta Garjita Indonesia berfokus pada produksi Tamiya 4WD. Sebagai Perusahaan yang baru, PT Kanishta Garjita Indonesia harus mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainya di Indonesia yang telah berpengalaman pada bidang yang sama. Karena perusahaan baru, PT Kanishta Garjita Indonesia membutuhkan adanya perancangan proses organisasi untuk merancang blueprint perusahaan yang berisi visi, misi, tujuan, dan sasaran perusahaan , proses bisnis, analisis strategi perusahaan , dll untuk membuat strategi yang baik sehingga dapat bersaing. Perusahaan Masaki Corporation sebagai induk perusahaan dari PT Kanishta Garjita Indonesia tentu sudah memiliki langkah-langkah yang jitu agar anak perusahaanya yang baru di Indonesia dapat bersaing di negara tersebut. Karena Perusahaan Masaki Corporation mengatahui pentingnya perancangan organisasi dan bisnis untuk memulai suatu perusahaan, maka perusahaan tersebut menyewa tim

memulai suatu perusahaan, maka perusahaan tersebut menyewa tim Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 1
memulai suatu perusahaan, maka perusahaan tersebut menyewa tim Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 1

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

1

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 konsultan ahli untuk merancang organisasi dan bisnis pada

konsultan ahli untuk merancang organisasi dan bisnis pada PT Kanishta Garjita Indonesia sehingga perusahaan tersebut dapat beraing di Indonesia.

1.2 Perumusan Masalah

Pada perancangan organisasi dan bisnis, masalah akan diselesaikan pada PT Kanishta Garjita Indonesia dengan output berupa kebijakan perusahaan, arah organisasi, proses bisnis, strategi perusahaan, struktur organisasi dan analisis jabatan, jumlah karyawan, serta gaji dan tunjangan karyawan.

1.3 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan laporan modul 1 Perancangan Organisasi Bisnis adalah :

1. Mampu memahami pentingnya blueprint sebagai rancangan awal dan landasan pembuatan dan perancangan suatu organisasi

2. Mampu memahami pentingnya arah organisasi dalam perancangan organisasi

3. Mampu menganalisia strategi perusahaan dengan menggunakan matriks IFAS

EFAS.

4. Mampu memahami keterkaitan antara proses bisnis dengan pembuatan struktur organisasi dan analisis jabatan.

5.Mampu

merancang sebuah organisasi perusahaan berdasarkan kompleksitas,

sentralisasi, dan formalisasi perusahaan.

6. Mampu menganalisis jabatan dan aliran informasi dalam perusahaan.

7. Mampu memahami macam-macam desain organisasi

8. Mampu menentukan alur rekruitmen karyawan.

9. Mampu menentukan besarnya gaji dan tunjangan karyawan.

10. Mampu menentukan kebjakan perusahaan.

1.4 Pembatasan Masalah

Perusahaan Masaki Corporation berencana membuka cabang perusahaan di Indonesia dengan nama PT Kanishta Garjita Indonesia dengan menggunakan supplier lokal. PT Kanishta Garjita Indonesia berfokus pada produksi tamiya dengan 3 jenis produk yaitu

Indonesia berfokus pada produksi tamiya dengan 3 jenis produk yaitu Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro
Indonesia berfokus pada produksi tamiya dengan 3 jenis produk yaitu Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

2

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 Almondo, Bernardo, dan Cartaya. Maka dari itu, manajemen

Almondo, Bernardo, dan Cartaya. Maka dari itu, manajemen Masaki Corporation menyewa tim konsultan yang ahli pada bidangnya untuk melakukan perancangan proses bisnis dan struktur organisasi untuk PT Kanishta Garjita Indonesia. Input untuk pembatasan berupa data riset pasar, data perusahaan, dan data kapasitas produksi.

1.5 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan yang disusun dalam praktikum modul 1 perancangan organisasi dan bisnis ini adalah:

BAB I PENDAHULUAN Berisi latar belakang, perumusan masalah, tujuan penulisan, pembatasan masalah, serta sistematika penulisan. BAB II DASAR TEORI Berisi teori yang berhubungan dengan praktikum modul 1 perancangan organisasi dan bisnis. BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM Berisi flowchart prosedur praktikum. BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Berisi mengenai kondisi perusahaan, matriks IFAS-EFAS, Analisis SWOT, Perhitungan bobot dan rating, dan penentuan posisi perusahaan. BAB V PEMBAHASAN Berisi mengenai analisis situasi dan kondisi pasar, latar belakang perusahaan, logo dan slogan perusahaan, blueprint perusahaan, Perumusan strategi perusahaan berdasarkan analisi SWOT, proses bisnis, perancangan struktur organisasi, kompleksitas, sentralisasi, formalisasi, Human resources, kebijakan perusahaan, dan analisis keterkaitan antar modul. BAB VI PENUTUP Berisi kesimpulan dan saran.

antar modul. BAB VI PENUTUP Berisi kesimpulan dan saran. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 3
antar modul. BAB VI PENUTUP Berisi kesimpulan dan saran. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 3

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

3

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 2.1 Perusahaan BAB II DASAR TEORI Perusahaan didehinisikan

2.1 Perusahaan

BAB II DASAR TEORI

Perusahaan didehinisikan sebagai :

Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi” (Muhammad K. Abdul, Pengantar Hukum Perusahaan di Indonesia) “Keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus-menerus, bertindak keluar untuk mendapatkan penghasilan dengan cara memperniagakan barang-barang, menyerahkan barang-barang, atau mengadakan perjanjian-perjanjian persediaan” (Prof. Mr. W.L.P.A. Molengraff, 1917) Setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang tetap dan terus- menerus dan yang didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan dan/atau laba”(UU No.3 ,

1982)

Perusahaan itu sendiri merupakan sebuah sistem yang terstruktur, maka tidak pelak bahwa perusahaan merupakan sebuah organisasi dengan orientasi profit. Dimana terdapat pola tertentu sehingga setiap anggota perusahaan mempunyai fungsi dan tugasnya masing-masing sebagai satu kesatuan dengan tujuan tertentu dan batasan yang jelas.

2.2 Blueprint Perusahaan

Blueprint atau cetak biru didefinisikan sebagai suatu tulisan yang menjelaskan tentang perkembangan teknis yang produktif dalam keberlangsungan sesuatu, atau dapat dikatakan sebagai sebuah rancangan yang dirumuskan dengan tujuan memberikan arahan terhadap suatu kegiatan. Merujuk pada definisi blueprint diatas, maka dapat disimpulkan bahwa blueprint perusahaan merupakan suatu rancangan bisnis perusahaan secara berkesinambungan sehingga setiap kegiatan memiliki kebersesuaian dengan tuntutan, tantangan, dan kebutuhan lingkungan sekitar sehingga memiliki kerangka yang terperinci sebagai landasan dalam pembuatan kebijakan. Berikut beberapa hal yang terdapat dalam

blueprint:

kebijakan. Berikut beberapa hal yang terdapat dalam blueprint: Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 4
kebijakan. Berikut beberapa hal yang terdapat dalam blueprint: Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 4

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

4

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 * Penetapan Visi dan Misi * Penetapan tujuan

* Penetapan Visi dan Misi

* Penetapan tujuan dan sasaran

* Penyusunan Strategi

* Pelaksanaan program dan fokus kegiatan

* Penetapan budaya perusahaan. Landasan dari adanya penyusunan blueprint didalam suatu perusahaan adalah sebagai berikut:

1. Sebagai landasan hukum untuk pendayagunaan, pemanfaatan dan pengalokasian

sumberdaya perusahaan secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan

2. Memberikan bingkai atau koridor dalam proses sinkronisasi dan penjabaran kebihakan

dan program didalam sebuah perusahaan.

3. Memberikan gambaran yang jelas bagi kepengurusan perusahaan dalam jangka waktu

kepengurusan.

2.3 Logo dan Slogan Perusahaan Logo didefinisikan sebagai:

“Logo diibaratkan sebuah wajah dari seseorang sedangkan keseluruhan badannya merupakan identitas” (Rustan, 2009) Istilah logo merujuk pada bahasa Yunani yaitu logos yang berarti kata, pikiran,

pembicaraan, dan akal budi. Maka fungsi dari logo tersebut antara lain sebagai identitas diri, tanda kepemilikan, tanda jaminan, kualitas, dan mencegah adanya peniruan atau pembajakan. Berikut merupakan klasifikasi logo:

1. Alphabet (berbentuk huruf)

2. Symbols and Numbers (lambang-lambang dan angka-angka)

3. Concrete Form (bentuk yang serupa dengan bentuk aslinya)

4. Abstract Form (bentuk abstrak)

Slogan didefinisikan sebagai:

“Susunan kata yang diringkas (biasanya tidak lebih dari 7 kata dan diletakkan mendampingi logo dan mengandung pesan brand yang kuat) yang ditujukan kepada

logo dan mengandung pesan brand yang kuat) yang ditujukan kepada Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro
logo dan mengandung pesan brand yang kuat) yang ditujukan kepada Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

5

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 target tertentu. Oleh karena itu penciptaan sebuah slogan

target tertentu. Oleh karena itu penciptaan sebuah slogan perlu disesuaikan dengan citra yang hendak dibangun” (Eric Swratz, 2005)

2.4 Visi dan Misi Perusahaan Visi didefinisikan sebagai:

“Pandangan jauh kedepan mengenai perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan atau organisasi dan apa yang harus dilakukan oleh perusahaan atau organisasi untuk mencapai tujuannya” (Saujana, 2012) “Merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan” (Wibisono, 2006)

Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa visi merupakan impian suatu perusahaan yang ingin dicapai dengan jangka waktu yang tak terbatas dan bersifat abstrak dalam penyampaiannya. Visi mempunyai karakteristik sebagai berikut:

Desireble (menarik).

Imagible (dapat dibayangkan).

Feasible (realistis dan dapat dicapai)

Communicable (mudah dipahami)

Flexible (responsif terhadap lingkungan)

Focused (Jelas) Sedangkan misi didefinisikan sebagai:

“Merupakan faktor-faktor dan alasan yang menjadi landasan terhadap berdirinya suatu organisasi atau perusahaan dan untuk mencapai tujuan dari perusahaan maupun organisasi tersebut”(Drucker, 1974) “Untaian kalimat yang berisi tujuan dan alasan keberadaan suatu organisasi yang memuat apa yang disediakan oleh perusahaan kepada masyarakat, berupa produk atau jasa. Misi dapat digunakan sebagai petunjuk arah dalam dunia bisnis” (Wheelen,

2006)

sebagai petunjuk arah dalam dunia bisnis” ( Wheelen , 2006) Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro
sebagai petunjuk arah dalam dunia bisnis” ( Wheelen , 2006) Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

6

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 Penyusunan misi yang baik harus memenuhi kriteria sebagai

Penyusunan misi yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

Fokus pada kompetensi yang dimiliki perusahaan

Menghindari kata-kata yang tidak bermakna

Dapat diterpkan selama beberapa tahun sejak ditetapkan dalam cakupan yang luas.

2.5

Tujuan dan Sasaran Perusahaan

Tujuan didefinisikan sebagai:

“Tujuan merupakan sesuatu yang mungkin dicapai, bukan sesuatu yang utopis” (Jemsly H & Martani H, Contemporary Strategic Management) Tujuan merupakan realisasi dari misi yang spesifik dan dapat dilakukan dalam jangka pendek” (Tommy Suprapto , 2006) Sehingga tujuan perusahaan merupakan suatu keadaan yang ingin dicapai oleh perusahaan dengan karakteristik terukur, realistik, menantang, berbatas waktu, dan khusus.Sasaran Didefinisikan sebagai:“Penjabaran dari tujuan organisasi, dalam bentuk terakhir dan akan dapat dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu tahunan, semesteran, atau bulanan” (Yulistiawati, 1999) Sehingga sasaran perusahaan merupakan tindakan-tindakan yang akan dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuan, sasaran diharapkan memberikan fokus pada penyusunan program dan kegiatan yang bersifat spesifik, terinci, dapat diukur, dan dapat tercapai.

2.6 Value & Belief Perusahaan

Value didefinisikan sebagai:

“Value merupakan suatu perasaan yang spesifik mengenaik yang baik dan buruk, bagus dan jelek, normal dan abnormal, rasional dan irasional. Value tidak dapat diamati secara langsung tapi diketahui karena merupakan manifestasi dari perilaku seseorang”(Hofstede, 1985) “Tujuan transsituasional yang diinginkan, bervariasi tingkat kepentingannya, merupakan pannduan hidup seseorang atau kelompok sosial lainnya” (Schwartz, 1994)

hidup seseorang atau kelompok sosial lainnya” ( Schwartz, 1994) Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 7
hidup seseorang atau kelompok sosial lainnya” ( Schwartz, 1994) Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 7

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

7

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 Maka dapat disimpulkan bahwa value dalam perusahaan

Maka dapat disimpulkan bahwa value dalam perusahaan merupakan manifestasi dari perilaku seluruh anggota perusahaan yang menjadikannya sebagai cerminan perusahaan itu sendiri, sehingga nilai-nilai ini merupakan ciri khas dari perusahaan itu sendiri.

Belief didefinisikan sebagai:

“Perasaan terhadap benar tidaknya suatu organisasi dan seluruh anggotanya dalam mencapai tujuan perusahaan” (Robbins, 2013)

merupakan sebuah cerminan dan ciri khas perusahaan dalam

membangun image perusahaan tersebut.

Value dan Belief

2.7 Strategi Manajemen

Menurut Pearch dan Robinson (1997) Strategi manajemen adalah kumpulan dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan (implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi. Atau dengan kata lain strategi manajemen merupakan perencanaan berskala besar yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (tujuan strategis) dan berbagai sasaran (tujuan operasional) organsasi.

2.7.1 Analisis SWOT

Analisis SWOT merupakan suatu alat analisis untuk mengetahui factor internal dan eksternal dalam orgaisasi yang akan digunakan sebagai dasar strategi perusahaan atau

organisasi dimana analisis factor internal terdiri dari strength dan weakness sementara factor eksternal terdiri dari opportunity dan threat . Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada,

keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 8
keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 8

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

8

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi

selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.

Terdapat dua macam pendekatan dalam analisis SWOT, yaitu :

a.

Pendekatan Kualitatif Matriks SWOT Pendekatan kualitatif matriks SWOT merupakan pendekatan yang menampilkan 8 kotak analisis SWOT dimana dua kotak paling atas adalah kotak factor eksternal (Peluang dan Tantangan) sedangkan dua kotak sebelah kiri adalah factor internal (Kekuatan dan Kelemahan). Empat kotak lainnya merupakan kotak isu-isu strategis yang timbul sebagai titik pertemuan antara faktor internal dan eksternal.

b.

Pendekatan Kuantitatif Analisis SWOT Pendekatan kuantitatif analisis SWOT merupakan pendekatan dengan melakukan perhitungan skor dan bobot poin faktor pada setiap factor-faktor SWOT. Setelah itu melakukan pengurangan antara jumlah total faktor S dengan W dan faktor O dengan T. Selanjutnya, mencari posisi organisasi yang ditunjukkan oleh titik (x,y) pada kuadran SWOT. (Widhiyanti, Lusi 2012)

2.7.2

Matriks IFAS-EFAS

Analisis faktor strategis internal internal (Internal Strategic factors analysis summary/IFAS) adalah analisis yang menilai prestasi atau kinerja yang merupakan faktor kekuatan dan kelemahan yang ada unutk mencapai tujuan organisasi. Sedangkan analisis faktor strategis eksternal (Eksternal strategic factors analysis summary/EFAS).adalah analisis yang menilai kondisi luar perusahaan yakni peluang dan ancaman. Analisis

tersebut dapat dilakukan dengan menyusun tabel faktor faktor strategis internal dan strategis eksternal serta dilakukan pembobotan untuk menentukan posisi strategis. Cara pembobotan untuk menentukan posisi strategis adalah dengan memberi bobot dengan jumlah total bobot adalah 1 pada tiap masing-masing faktor. Bobot yang diberikan menunjukkan seberapa penting faktor tersebut akan menunjang keberhasilan suatu perusahaan. Selanjutnya masing-masing faktor akan diberi rating yang menunjukkan respon terhadap faktor-faktor tersebut. Setiap bobot dan rating akan

terhadap faktor-faktor tersebut. Setiap bobot dan rating akan Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 9
terhadap faktor-faktor tersebut. Setiap bobot dan rating akan Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 9

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

9

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 dikalikan untuk menentukan nilai bobot faktor. Kemudian

dikalikan untuk menentukan nilai bobot faktor. Kemudian menjumlahlkan nilai bobot setiap faktor untuk menentukan nilai bobot bagi perusahaan.

Contoh matriks IFAS-EFAS :

Tabel 1.1 Contoh Matriks IFAS-EFAS

IFAS EFAS STRENGTH(S) Faktor kekuatan internal WEAKNESSES(W) Faktor kelemahan internal OPPORTUNITIES (O) Peluang
IFAS
EFAS
STRENGTH(S)
Faktor kekuatan
internal
WEAKNESSES(W)
Faktor kelemahan
internal
OPPORTUNITIES (O)
Peluang eksternal
STRATEGI SO
Membuat strategi / cara
agar kekuatan
dimanfaatkan menjadi
sebuah peluang
STRATEGI WO
Membuat strategi agar
dapat meminimalkan
kelemahan dan
dimannfaatkan menjadi
peluang
THREATS (T)
Ancaman
eksternal
STRATEGI ST
Membuat strategi dengan
menggunakan kekuatan
yang ada untuk mengatasi
kemungkinan ancaman
yang ada
STRATEGI WT
Membuat strategi dengan
meminimalkan kelemahan
untuk menghindari
ancaman

Tujuan dilakukannya analisis matriks IFAS EFAS adalah untuk mengetahui strategi bisnis terbaik yang akan digunakan pada tingkat korporat yang lebih detail. Dengan membuat matriks IFAS EFAS juga dapat mengidentifikasi 9 sel strategi perusahaan. Berikut penjelasan 9 sel strategi perusahaan :

perusahaan. Berikut penjelasan 9 sel strategi perusahaan : Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 10
perusahaan. Berikut penjelasan 9 sel strategi perusahaan : Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 10

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

10

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 Tabel 1.2 9 Sel Strategi Perusahaan   Kuat

Tabel 1.2 9 Sel Strategi Perusahaan

 

Kuat

Biasa

Lemah

Tinggi

1. Pertumbuhan

2.Pertumbuhan

3.Pengurangan

-Konsentrasi

via

-Konsentrasi

via

-Turnaround

integrase vertikal

integrase horisontal

Sedang

4.Stabilitas

5.Tumbuh

6.Pengurangan

-Istirahat

Konsentrasi

via

-Captive

-Hati-hati

integrase horizontal

-Company

-Selling out

Stabilitas

-Tidak berubah

-Profit

Rendah

7.Pertumbuhan

8.Pertumbuhan

9.Pengurangan

Diversifikasi

Diversifikasi

-Bankrupty

Konsentrasi

konglomerasi

-Liquidation

Penjelasan mengenai 9 sel adalah sebagai berikut :

Sel I : Strategi Konsentrasi Melaui Integrasi Vertikal Strategi pertumbuhan ini dapat dicapai dengan mengadakan kerjasama maupun menambah jaringan ke pihak supplier dan pihak distribusi. Strategi ini umumnya digunakan oleh organisasi/perusahaan yang mempunyai pasar yang kuat serta berdaya tarik tinggi. Sel II : Strategi Konsentrasi Melalui Integrasi Horizontal Strategi ini berguna untuk memperluas daerah perusahaan dengan membuka cabang di daerah lain dengan jumlah produk/jasa yang meningkat. Tujuan strategi ini untuk meningkatkan penjualan yang membuahkan profit. Sel III : Strategi Penciutan (Turnaround) Strategi turnaround merupakan strategi untuk mengurangi maupun memperkecil usaha yang dilakukan perusahaan.

mengurangi maupun memperkecil usaha yang dilakukan perusahaan. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 11
mengurangi maupun memperkecil usaha yang dilakukan perusahaan. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 11

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

11

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 Sel IV : Strategi Stabilitas Strategi stabilitas merupakan

Sel IV : Strategi Stabilitas Strategi stabilitas merupakan suatu strategi yang diterapkan dalam perusahaan tanpa mengubah arah strategi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sel V

Strategi pertumbuhan melalui integrasi horizontal merupakan strategi dalam memperluas perusahaan dengan membuka cabang di daerah lain dan menambah jumlah jenis produk/jasa dengan serta memperuas daerah pemasaran. Strategi ini berguna untuk mencegah pengurangan profit. Sel VI : Strategi Divestasi Strategi divestasi ini diterapkan apabila top manajemen tidak bisa memperbaiki kinerja perusahaan serta gagal memutar arah perusahaan menuju perusahaan yang siap berkembang kembali. Sel VII: Strategi Diversifikasi Konsentrik Strategi ini diterapkan bila perusahaan akan mengekspansi/memperluas usahanya dengan cara menambah usaha baru, baik dengan cara pertumbuhan internal maupun akuisisi,. Sel VIII : Strategi Diversifikasi Konglomerasi Strategi ini diterapkan apabila perusahaan ingin melakukan usahanya ke dalam perusahaan lain melalui kegiatan bisnis yang tidak saling berhubungan atau jika perusahaan menghadapi posisi yang tidak begitu kuat dan nilai daya tarik industrinya sangat rendah. Sel IX : Strategi Likuidasi Strategi ini diterapkan dengan menjual harta perusahaan. Biasanya strategi ini diterapkan apabila posisi perusahaan tidak dalam kondisi yang baik. (Freddy Rangkuti,

: Strategi Konsentrasi Tumbuh Melalui Integrasi Horizontal atau Stabilitas

2001)

Tumbuh Melalui Integrasi Horizontal atau Stabilitas 2001) Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 12
Tumbuh Melalui Integrasi Horizontal atau Stabilitas 2001) Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 12

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

12

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 2.8 Proses Bisnis Proses bisnis adalah suatu unit-unit

2.8 Proses Bisnis

Proses bisnis adalah suatu unit-unit kerja yang terintegrasi untuk menjalankan dan menyelesaikan masalah tertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan. Analisis proses bisnis biasanya digambarkan dengan pemetaan proses dan subproses sampai tingkatan aktivitas di dalamnya. Beberapa karakteristik umum dalam proses bisnis :

1. Definitif: Batasan, masukan, serta keluaran yang jelas dalam proses bisnis.

2. Urutan: Aktivitas yang berurutan berdasar ruang dan waktu dalam proses bisnis.

3. Pelanggan: Seseorang atau kelompok yang merima hasil dari proses bisnis.

4. Nilai tambah: Nilai tambah yang didapat dari proses transformasi mulai dari bahan mentah menjadi barang jadi.

5. Keterkaitan: Proses bisnis saling berkaitan, tidak dapat berdiri sendiri dan terintegrasi dengan suatu struktur organisasi.

6. Fungsi silang: Proses pada umumnya memeliki beberapa fungsi. (Henry Tanjung, 2003)

2.9

STO

2.9.1

Pengertian

Beberapa definisi dan pengertian organisasi menurut para ahli adalah sebagai berikut.

Organisasi merupakan suatu pola hubungan-hubungan orang di bawah pengarahan manajer untuk mengejar tujuan bersama (Stoner, 1994).

Organisasi merupakan sebagai struktur yang terdiri pekerjaan dari beberapa orang untuk mewujudkan suatu tujuan bersama (John D. Millet).

Organisasi merupakan sebuah sistem tentang aktivitas kerjasama dua orang atau lebih dari sesuatu yang tidak berwujud dan tidak pandang bulu. (L. Barnard).

sesuatu yang tidak berwujud dan tidak pandang bulu. (L. Barnard). Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro
sesuatu yang tidak berwujud dan tidak pandang bulu. (L. Barnard). Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

13

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 2.9.2 Elemen Dasar Organisasi Berikut adalah elemen-elemen

2.9.2 Elemen Dasar Organisasi

Berikut adalah elemen-elemen dasar organisasi :

the operating core : para pegawai yang melaksanakan pekerjaan dasar yang berhubungan degan produksi dari produk dan jasa.

the strategic apex: manajer tingkat puncak, yang diberi tanggungjawab organisasi keseluruhan, dan RUPS (Rapat umum pemegang saham)

the middle line: para manajer yang menjadi penghubung antara the operating core dengan the strategic apex

the technostructure: Para analis yang mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan bentuk standarisasi tertentu dalam organisasi

the support staff: orang-orang yang mengisi unit staf, yang memberi jasa pendukung tidak langsung kepada organisasi. (Robbins, 2003)

2.9.3 Elemen Struktur Organisasi Berikut adalah elemen-elemen struktur organisasi menurut Robbins (2003) :

1. Kompleksitas Kompleksitas merujuk pada tingkatan jumlah aktivitas maupun subsistem yang ada di dalam sebuah organisasi. Kompleksitas dapat diukur dengan tiga bentuk diferensiasi yaitu :

Diferensiasi Horisontal, Merujuk pada tingkat diferensiasi antara unit-unit jenis pekerjaan dalam satu departemen berdasarkan orientasi para anggotanya. Semakin banyak jenis pekerjaan yang ada dalam organisasi yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang ahli, maka semakin kompleks pula organisasi tersebut.

Diferensiasi Vertikal Makin banyak tingkatan yang terdapat diantara top management dan tingkat hirarki yang paling rendah,maka semakin besar pula terjadinya distorsi dalam komunikasi dan makin sulit mengkoordinasi pengambilan keputusan dari pegawai manajerial, serta makin sukar bagi top manajer untuk mengawasi kegiatan bawahannya.

makin sukar bagi top manajer untuk mengawasi kegiatan bawahannya. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 14
makin sukar bagi top manajer untuk mengawasi kegiatan bawahannya. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 14

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

14

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 • Diferensiasi Spasial Merujuk pada tingkat sejauh mana

Diferensiasi Spasial Merujuk pada tingkat sejauh mana lokasi kantor, pabrik dan personalia sebuah

organisasi tersebar secara geografis atau mengenai jumlah daerah dari keberadaan organisasi secara fisik.

2. Formalisasi Formalisasi merujuk pada tingkat sejauh mana pekejaan dalam organisasi itu

distandarisasikan dan dibakukan. Jika sebuah pekerjaan sangat diformalisasikan maka pemegang pekerjaan itu hanya mempunyai sedikit kebebasan mengenai apa yang harus dikerjakan, bilamana mengerjakannya dan bagaimana harus melakukannya.

3. Sentralisasi

Sentralisasi, merujuk kepada tingkat dimana pengambilan keputusan dikonsentrasikan pada suatu titik tunggal di dalam organisasi. Konsentrasi yang tinggi menyatakan adanya sentralisasi yang tinggi, sedangkan konsentrasi yang rendah menunjukkan sentralisasi yang rendah atau yang disebut Desentralisasi.

2.10 Analisis Jabatan Adapun definisi atau pengertian menurut para ahli mengenai Analisis pekerjaan, menurut Bedjo Siswanto (2003:37) adalah “Suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai unsur-unsur dan tugas - tugas yang terkandung dalam jabatan. Suatu analisis jabatan dilakukan dengan tujuan antara lain :

1.

Untuk memberi pengertian tentang tugas yang terkandung dalam suatu jabatan dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap orang yang menduduki jabatan tersebut.

2.

Dengan menggunakan hasil suatu analisa jabatan, kita akan memiliki dasar untuk

melaksanakan kegiatan-kegiatan MSDM lainnya, mulai dari prencanaan kebutuhan tenaga kerja sampai dengan pelaksanaan kegiatan pemeliharaannya.

3.

Untuk menciptakan SDM yang handal dalam meghadapi tantangan teknologi modern, merasakan kenyamanan dalam bekerja, bermartabat dan berkeadilan di dalam suatu perusahaan. (Pujongkoro, Sugih. 2004)

berkeadilan di dalam suatu perusahaan. (Pujongkoro, Sugih. 2004) Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 15
berkeadilan di dalam suatu perusahaan. (Pujongkoro, Sugih. 2004) Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 15

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

15

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 Langkah – langkah yang dilakukan pada analisis jabatan

Langkah langkah yang dilakukan pada analisis jabatan :

Langkah – langkah yang dilakukan pada analisis jabatan : Gambar 2.1 Bagan Langkah – Langkah Analisis

Gambar 2.1 Bagan Langkah Langkah Analisis Jabatan

2.10.1 Job Description Job Description (uraian jabatan) menurut Siswanto (2002:128) adalah “rincian pekerjaan yang berisi infoermasi menyeluruh tentang tugas/kewajiban, tanggung jawab, dan kondisi-kondisi yang diperlukan apabila pekerjaan tersebut dikerjakan”. Tujuan dari job description ini adalah untuk memberikan ketegasan dan standar tugas yang harus dicapai oleh pemegang jabatan. Uraian pekerjaan ini menjadi dasar untuk menetapkan spesifikasi pekerjaan dan evaluasi pekerjaan bagi pemegang jabatan. Uraian pekerjaan yang kurang jelas akan mengakibatkan seorang pejabat kurang mengetahui tugas dan tanggung jawabnya. (Permatasari, dkk. 2012)

mengetahui tugas dan tanggung jawabnya. (Permatasari, dkk. 2012) Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 16
mengetahui tugas dan tanggung jawabnya. (Permatasari, dkk. 2012) Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 16

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

16

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 Berikut merupakan contoh Job Description : Gambar 2.2

Berikut merupakan contoh Job Description :

Kelompok 22 Berikut merupakan contoh Job Description : Gambar 2.2 Contoh Lembar Job Description Program Studi
Kelompok 22 Berikut merupakan contoh Job Description : Gambar 2.2 Contoh Lembar Job Description Program Studi

Gambar 2.2 Contoh Lembar Job Description

contoh Job Description : Gambar 2.2 Contoh Lembar Job Description Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro
contoh Job Description : Gambar 2.2 Contoh Lembar Job Description Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

17

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 2.10.2 Job Specification Menurut Hasibuan (2010)

2.10.2 Job Specification Menurut Hasibuan (2010) spesifikasi pekerjaan (job spesification) merupakan uraian persyaratan kualitas minimum orang yang bisa diterima agar dapat menjalankan satu jabatan dengan baik dan kompeten. Secara mudahnya spesifikasi pekerjaan ini merupakan rincian karakteristik atau kualifikasi yang diperlukan bagi tenaga kerja yang dipersyaratkan. Spesifikasi pekerjaan dinamakan pula kualifikasi personal (personal qualification). Kualifikasi personal ini secara garis besar dapat dibagi dua. Pertama, kualifikasi umum (general qualification), yaitu kualifikasi minimal yang biasanya diperlukan untuk menempati suatu pos tertentu dalam suatu jabatan tertentu dalam organisasi. Adapun kualifikasi yang kedua adalah kualifikasi spesifik (spesific qualification), yaitu kualifikasi tambahan yang secara spesifik akan sangat dibutuhkan bagi pengisian jabatan tertentu. (Permatasari, dkk. 2012) Secara umum, job spesifikasi memuat hal-hal sebagai berikut :

a) Tingkat pendidikan pekerja.

b) Jenis kelamin pekerja.Keadaan fisik pekerja.

c) Pengetahuan dan kecakapan pekerja.

d) Batas umur pekerja.

e) Nikah atau belum.

f) Minat pekerja.

g) Emosi dan temperamen pekerja.

h) Pengalaman pekerja.

2.11 Desain Organisasi Menurut Wisnu dan Nurhasanah (2005 : 11) Desain organisasi adalah sebuah proses memilih dan mengelola aspek - aspek struktural dan kultural yang dilakukan oleh para manajer sehingga organisasi mampu mengendalikan kegiatan apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan bersama. Menurut Mulyadi (2001) secara garis besar terdapat 5 macam desain organisasi, yaitu sebagai berikut :

besar terdapat 5 macam desain organisasi, yaitu sebagai berikut : Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro
besar terdapat 5 macam desain organisasi, yaitu sebagai berikut : Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

18

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 1. Desain Organisasi Struktur Sederhana Gambar 2.3. Desain

1. Desain Organisasi Struktur Sederhana

Kelompok 22 1. Desain Organisasi Struktur Sederhana Gambar 2.3. Desain Organisasi Struktur Sederhana 

Gambar 2.3. Desain Organisasi Struktur Sederhana

Karakteristik :

- Struktur sederhana tidak rumit.

- Kompleksitasnya rendah,

- Mempunyai sedikit formalisasi,

- Wewenang yang disentralisasi pada seseorang.

Kelebihan :

- Kekuatan struktur sederhana terletak pada kesederhanaannya.

- Struktur ini cepat, fleksibel dan membutuhkan sedikit biaya untuk pemeliharaannya.

- Tidak terdapat lapisan dari struktur yang rumit.

- Pertanggungjawabannya jelas.

- Ketidakpastian tujuan minimum karena para anggota dengan mudah dapat mengidentifikasikan diri dengan cepat dengan misi organisasi, dan cukup mudah untuk melihat bagaimana tindakan seseorang memberi sumbangan terhadap tujuan organisasi.

Kelemahan :

- Kelemahan yang paling dominan dari struktur sederhana adalah penggunaannya yang terbatas.

dari struktur sederhana adalah penggunaannya yang terbatas. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 19
dari struktur sederhana adalah penggunaannya yang terbatas. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 19

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

19

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 - Struktur sederhana mengkonsentrasikan kekuasaan di tangan

- Struktur sederhana mengkonsentrasikan kekuasaan di tangan satu orang sehingga berisiko terhadap penyalahgunaan kekuasaan oleh orang yang berkuasa.

- Konsentrasi dari kekuasaan tersebut, dapat membuat inefisiensi dan mengancam kelangsungan hidup organisasi.

- Struktur sederhana sebenarnya dapat diibaratkan, sebagai “struktur yang paling berisiko karena bergantung pada kesehatan dan tingkah dari seorang individu". Satu serangan jantung dalam arti sebenarnya dapat menghancurkan pusat pengambilan keputusan organisasi.

Penggunaan :

- Jika organisasi itu kecil atau berada pada tahap permulaan pengembangannya,

- Jika lingkungan organisasi sederhana dan sekaligus dinamik,

- Jika organisasi sedang menghadapi serangan atau sebuah krisis,

- Jika manajer senior adalah juga pemiliknya,

- Jika eksekutif senior mempunyai kekuasaan yang dilimpahkan kepadanya oleh para bawahan.

- Contoh : Organisasi pada koperasi

2. Desain Organisasi Birokrasi Mesin

pada koperasi 2. Desain Organisasi Birokrasi Mesin Gambar 2.4 Desain Organisasi Birokrasi Mesin Program Studi

Gambar 2.4 Desain Organisasi Birokrasi Mesin

Birokrasi Mesin Gambar 2.4 Desain Organisasi Birokrasi Mesin Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 20
Birokrasi Mesin Gambar 2.4 Desain Organisasi Birokrasi Mesin Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 20

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

20

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22  Karakteristik : - Proses kerja terstandarisasi untuk

Karakteristik :

- Proses kerja terstandarisasi untuk koordinasi dan kontrol.

- Birokrasi mesin mempunyai tugas operasi rutin yang sangat tinggi,

- Peraturan yang sangat diformalisasi,

- Tugas yang dikelompokkan ke dalam departemen-departemen fungsional,

- Wewenang yang disentralisasi,

- Pengambilan keputusan yang mengikuti rantai komando

- Pebuah struktur administrasi yang rumit dengan perbedaan tajam antara aktivitas lini dan staf.

Kelebihan :

- Kekuatan utama dari birokrasi mesin terletak pada kemampuannya untuk melakukan aktivitas yang distandarisasi dengan cara sangat efisien. Mengumpulkan para spesialis bersama-sama akan menghasilkan :

o

economies of scale,

o

meminimalkan duplikasi dari personalia dan peralatan,

o

pegawai yang puas dan senang mempunyai "bahasa yang sama" di antara para kawan sejawat mereka.

- Dengan standarisasi, birokrasi mesin dapat dijalankan dengan baik dengan manajer tingkat menengah dan rendah yang kurang berbakat, sehingga dengan demikian, lebih murah.

Kelemahan :

- Adanya spesialisasi menciptakan konflik pada sub-sub unit.

- Tujuan fungsional unit-unit dapat mengalahkan tujuan keseluruhan organisasi tersebut.

- Jika timbul masalah yang tidak secara tepat sesuai dengan peraturan, tidak ada tempat untuk melakukan modifikasi.

dengan peraturan, tidak ada tempat untuk melakukan modifikasi. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 21
dengan peraturan, tidak ada tempat untuk melakukan modifikasi. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 21

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

21

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 - Birokrasi mesin hanya akan efisien selama para

- Birokrasi mesin hanya akan efisien selama para pegawai menghadapi masalah yang pernah mereka jumpai sebelumnya dan keputusan yang terprogram telah ditentukan.

- Tidak mendukung untuk membuat perubahan secara cepat dan efisien

Penggunaan :

-

Pada perusahaan produksi massal, seperti yang terdapat pada industri mobil dan baja

-

organisasi jasa dengan aktivitas yang sederhana dan yang diulang-ulang seperti misalnya perusahaan telepon dan asuransi

-

lembaga pemerintah dengan pekerjaan yang rutin, seperti kantor dinas, kantor pos dan kantor pajak

-

organisasi yang memerlukan keselamatan khusus, seperti perusahaan penerbangan dan pemadam kebakaran.

-

3. Desain Organisasi Birokrasi Profesional

kebakaran. - 3. Desain Organisasi Birokrasi Profesional Gambar 2.5. Desain Organisasi Birokrasi Profesional 

Gambar 2.5. Desain Organisasi Birokrasi Profesional

Karakteristik :

- Birokrasi profesional berkembang pada organisasi yang mempekerjakan spesialis yang sangat terlatih bagi operating core-nya, sambil tetap memperoleh efisiensi dari standarisasi. Konfigurasi ini menggabungkan standarisasi dengan desentralisasi.

Konfigurasi ini menggabungkan standarisasi dengan desentralisasi. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 22
Konfigurasi ini menggabungkan standarisasi dengan desentralisasi. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 22

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

22

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22  Kelebihan : - Struktur ini mempekerjakan orang

Kelebihan :

- Struktur ini mempekerjakan orang yang dapat mengerjakan tugas yang terspesialisasi, yang membutuhkan keterampilan profesional yang sangat terlatih, tetapi dengan efisiensi yang relatif sama seperti yang dapat dilakukan oleh birokrasi mesin.

Kelemahan :

- Ada kecenderungan berkembangnya konflik yang tidak diharapkan antara sub-unit.

- bersifat kompulsif dalam tekadnya untuk mengikuti peraturan.

Penggunaan :

Birokrasi profesional paling baik untuk organisasi dengan :

- Ukuran besar, operating core organisasi tersebut didominasi oleh profesional terampil.

- Lingkungan yang stabil dan kompleks. Contoh : Organisasi pada rumah sakit, organisasi perpustakaan

4. Desain Organisasi Divisional

organisasi perpustakaan 4. Desain Organisasi Divisional Gambar 2.6 Desain Organisasi Divisional  Karakteristik :

Gambar 2.6 Desain Organisasi Divisional

Karakteristik :

-

Kekuasaan

dalam

struktur

divisional

terletakpada

manajemen

menengah.

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

 

23

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 - Struktur bagianonal adalah sejumlah unit yang otonom,

- Struktur bagianonal adalah sejumlah unit yang otonom,

- Masing-masing secara khas adalah birokrasi mesin, yang dikoordinasi secara terpusat oleh sebuah kantor pusat.

- Karena bagian-bagian tersebut berdiri sendiri, ia memberi kepada manajemen menengah (para manajer bagian) kontrol yang cukup besar.

Kelebihan :

- Memberi lebih banyak pertanggungjawaban dan memfokuskan diri pada hasil ketimbang hanya pada birokrasi mesin.

- Membebaskan staf kantor pusat dari hal-hal rutin, sehingga dapat lebih memberi perhatian pada masalah jangka panjang.

Kelemahan :

- Adanya duplikasi kegiatan dan sumber daya.

- Desain struktural bagianonal hanya memberi sedikit ruang bagi terbentuknya kerja sama di antara bagian.

- Konflik selanjutnya diciptakan pada saat bagian dan kantor pusat berargumentasi tentang di mana jasa pendukung harus ditempatkan.

Penggunaan :

- Organisasi yang melaksanakan diversifikasi produk dan jasa secara penuh dan beraneka ragam.

- Lingkungan organisasi simple dan stabil. Contoh : Organisasi pada brand otomotif (Saturn, Chevron, Hummer, dsb.) dan juga GMAX, divisi pelayanan finansial.

Chevron, Hummer, dsb.) dan juga GMAX, divisi pelayanan finansial. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 24
Chevron, Hummer, dsb.) dan juga GMAX, divisi pelayanan finansial. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 24

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

24

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 5. Desain Organisasi Adhocracy Gambar 2. 7 Desain

5. Desain Organisasi Adhocracy

dan Bisnis” Kelompok 22 5. Desain Organisasi Adhocracy Gambar 2. 7 Desain Organisasi Adhocracy  Karakteristik

Gambar 2. 7 Desain Organisasi Adhocracy

Karakteristik :

- diferensiasi horisontal yang tinggi

- diferensiasi vertikal yang rendah

- formalisasi yang rendah

- desentralisasi

- fleksibilitas dan daya tanggap yang tinggi.

Kelebihan :

- Adhocracy pada umumnya diisi oleh profesional dengan tingkat keahlian yang tinggi.

- Mendukung terjadinya inovasi, pemecahan masalah yang unik, dan melaksanakan aktivitas yang fleksibel.

Kelemahan :

- tingkatan administrasi yang banyak akan membatasi kemampuan organisasi untuk melakukan penyesuaian.

- Karena manajer tingkat menengah, staf pendukung, serta operatives secara khas semuanya adalah profesional, perbedaan tradisional antara supervisor dan pegawai serta garis dan staf menjadi tidak jelas.

Penggunaan :

serta garis dan staf menjadi tidak jelas.  Penggunaan : Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro
serta garis dan staf menjadi tidak jelas.  Penggunaan : Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

25

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 - Organisasi yang lingkungannya sering berubah dan memiliki

- Organisasi yang lingkungannya sering berubah dan memiliki resiko tinggi.

- Organisasi dengan berdasar terhadap keahlian yang dimiliki.

- Contoh : Organisasi pembuatan film, Lembaga penelitian luar angkasa

2.12 Alur Perekrutan Karyawan Menurut Faustino Cardoso Gomes (1995:105) Rekrutmen merupakan proses mencari, menemukan, dan menarik para pelamar untuk dipekerjakan dalam dan oleh suatu

organisasi. Menurut Henry Simamora (1997:214) proses rekrutmen memiliki beberapa tujuan, antara lain:

1. Untuk memikat sekumpulan besar pelamar kerja sehingga organisasi akan

mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk melakukan pemilihan terhadap calon-

calon pekerja yang dianggap memenuhi standar kualifikasi organisasi.

2. Tujuan pasca pengangkatan (post-hiring goals) adalah penghasilan karyawan-

karyawan yang merupakan pelaksana-pelaksana yang baik dan akan tetap bersama dengan perusahaan sampai jangka waktu yang masuk akal. 3. Upaya-upaya perekrutan hendaknya mempunyai efek luberan (spillover effects) yakni citra umum organisasi haruslah menanjak, dan bahkan pelamar-pelamar yang gagal haruslah mempunyai kesan-kesan positif terhadap perusahaan.

Alur perekrutan karyawan tersebut meliputi :

1. Melakukan analisis jabatan yang ada pada setiap departemen

2. Membuka lowongan rekruitmen karyawan.

3. Melakukan seleksi berkas/ administrasi tahap awal

4. Melakukan penyeleksian tertulis (tes psikotest dan test TPA)

5. Melakukan wawancara dengan calon karyawan yang lulus seleksi tertulis.

6. Mengumumkan kandidat terpilih yang telah lulus seleksi.

7. Membuat penawaran kerja dengan menjelaskan tugas dan kondisi lingkungan kerja.

8. Memberikan training selama periode tertentu.

9. Memulai bekerja.

Memberikan training selama periode tertentu. 9. Memulai bekerja. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 26
Memberikan training selama periode tertentu. 9. Memulai bekerja. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 26

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

26

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 Berikut merupakan contoh alur perekrutan karyawan PT. Bina

Berikut merupakan contoh alur perekrutan karyawan PT. Bina Swarna :

START PIMPINAN DEPT. MENGAJUKAN FORM PERMINTAAN KARYAWAN DISETUJUI TIDAK ? YA STAFF HRD MENCARI CALON
START
PIMPINAN DEPT.
MENGAJUKAN FORM
PERMINTAAN
KARYAWAN
DISETUJUI
TIDAK
?
YA
STAFF HRD
MENCARI CALON
KARYAWAN
KUALIFIKASI
TDK
DATA
KARYAWAN
OK
TDK
STAFF HRD
MENGADAKAN
SELEKSI
LULUS
?
YA
STAFF HRD &
KARYAWAN
KONTRAK KERJA
STAFF HRD
MEMBERIKAN
BASIC TRAINING
STAFF HRD
MENEMPATKAN
KARYAWAN
DEPT TERKAIT
MEMBERIKAN “ON
THE JOB
TRAINING”
HRD
BUAT RIWAYAT
PELATIHAN & UPDATE
DAFTAR KARYAWAN
END
Gambar 2.8 Alur Rekruitmen
& UPDATE DAFTAR KARYAWAN END Gambar 2.8 Alur Rekruitmen Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 27
& UPDATE DAFTAR KARYAWAN END Gambar 2.8 Alur Rekruitmen Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 27

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

27

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 Keterangan : 1. Department Head bisa mengajukan form

Keterangan :

1. Department Head bisa mengajukan form permintaan karyawan sesuai dengan kebutuhan mereka.

2. Form permintaan karyawan harus disetujui oleh Direktur SDM.

3. Berdasarkan form permintaan karyawan dari departmental, HRD melakukan pencarian karyawan dengan cara antara lain :

a. Pasang iklan di surat kabar

b. lewat pihak ke tiga (penyalur)

c. lewat internet

d. dll.

4. HRD akan melakukan kualifikasi terhadap data calon karyawan yang

masuk/mendaftar.

5. Untuk level operator, proses kualifikasi bisa dilakukan oleh HRD sendiri.

6. Untuk level leader atau staff keatas dilakukan oleh HRD dan pimpinan department yang memerlukan.

7. Jika seleksi data karyawan telah selesai, maka HRD akan mengundang calon karyawan yang bersangkutan untuk mengikuti seleksi.

8. Proses seleksi dilakukan dengan Test tertulis dan interview.

9. Jika calon karyawan dinyatakan lulus proses seleksi, maka selanjutnya calon karyawan

tersebut wajib menandatangani kontrak kesepakatan kerja. 10. Semua karyawan wajib mengikuti on the job training sebelum melakukan pekerjaan. 11. Berdasarkan training yang telah diberikan, HRD membuat Riwayat Pelatihan

Karyawan.

yang telah diberikan, HRD membuat Riwayat Pelatihan Karyawan. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 28
yang telah diberikan, HRD membuat Riwayat Pelatihan Karyawan. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 28

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

28

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM Mulai Pemahaman Tujuan

BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM

Mulai Pemahaman Tujuan Praktikum Pengamatan Skenario Visi dan Misi Tujuan dan Sasaran Arah Organisasi Perusahaan
Mulai
Pemahaman Tujuan
Praktikum
Pengamatan
Skenario
Visi dan Misi
Tujuan dan Sasaran
Arah Organisasi
Perusahaan
Penulisan
Melakukan Analisis
Pasar
Melakukan Analisis
SWOT dan IFAS-
EFAS
Menentukan
Strategi Utama
Perusahaan
Identifikasi Proses
Bisnis
Pembentukan Struktur
Organisasi serta
Peranccangan
Penentuan Alur
Organisasi dan
Rekruitmen, Jumlah, dan
Bisnis
Kesejahteraan Karyawan
Apakah sesuai
Kebijakan
Perusahaan
Selesai

Gambar 3.1 Metodologi Praktikum

Kebijakan Perusahaan Selesai Gambar 3.1 Metodologi Praktikum Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 29
Kebijakan Perusahaan Selesai Gambar 3.1 Metodologi Praktikum Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 29

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

29

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 Penjelasan dari skema metodologi praktikum di atas yaitu

Penjelasan dari skema metodologi praktikum di atas yaitu sebagai berikut :

Pengamatan Skenario Pengamatan skenario merupakan tahap pertama yang dilakukan pada modul perancangan organisasi dan bisnis yaitu dengan mengamati skenario akan mengetahui masalah-masalah yang ada pada perusahaan.

Pemahaman Tujuan Praktikum Memahami tujuan-tujuan yang akan dicapai selama praktikum modul 1 mengenai perancangan organisasi dan bisnis pada suatu perusahaan.

Arah Organisasi Tahap yang memberikan gambaran proses dimana perusahaan menentukan arah organisasi untuk merancang organisasi perusahaan.

Visi dan Misi Perusahaan Tahap ini perusahaan menentukan cita-cita, harapan atau tujuan yang ingin dicapai dimasa yang akan datang dan menentukan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan bersama.

Tujuan dan Sasaran Perusahaan Tahap ini perusahaan mulai menentukan tujuan perusahaan dan kemudian menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut.

Melakukan Analisis Pasar Tahap ini perusahaan mulai menentukan siapa yang akan menjadi konsumen bagi produk yang diproduksi perusahaan, melakukan market research, analisis desain produk, proses produksi dan sampai kepada memasarkan produk kepada konsumen.

Melakukan Analisis SWOT dan IFAS-EFAS Tahap ini perusahaan menganalisa dan mengevaluasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perusahaan yang berupa faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki oleh perusahaan.

kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki oleh perusahaan. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 30
kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki oleh perusahaan. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 30

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

30

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22  Menentukan Strategi Utama Perusahaan Pada tahap ini

Menentukan Strategi Utama Perusahaan Pada tahap ini perusahaan menentukan strategi utama yang nantinya strategi ini akan membantu perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis perusahaan.

Identifikasi Proses Bisnis Pada tahap ini perusahaan mulai mengetahui rancangan dan proses-proses kerja yang ada dalam perusahaan.

Perancangan Organisasi Bisnis

Pada tahap ini perancangan organisasi dilakukan mulai dari arah organisasi, visi dan misi perusahaan, tujuan dan sasaran perusahaan, strategi perusahaan dan jika masih ditemukan suatu hal yang dirasa kurang sesuai maka perlu ditinjau ulang pada proses bisnis yang ada pada perusahaan. Jika sudah terjadi kesesuaian antar komponen- komponen tersebut maka perusahaan dapat menentukan kebijakan perusahaan yang tepat.

maka perusahaan dapat menentukan kebijakan perusahaan yang tepat. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 31
maka perusahaan dapat menentukan kebijakan perusahaan yang tepat. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 31

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

31

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Kondisi

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

4.1 Kondisi Perusahaan

Perusahan Masaki Corporation merupakan perusahaan multinasional yang bergerak di bidang manufaktur yakni produksi mobil mainan. Perusahaan yang berpusat di Guangdong, China ini memiliki struktur organisasi produk, dengan ketiga produknya, yaitu mobil remote control, Tamiya 4WD dan hot wheels. Perusahaan ini memiliki beberapa anak cabang di beberapa Negara Asia yakni Korea Selatan, Singapura, dan India. Dalam perjalanan perusahaan selama kurun waktu 10 tahun terakhir, permintaan konsumen terhadap produk mengalami peningkatan. Pada tahun 2005-2014 demand meningkat dari tahun ke tahun. Untuk lebih menguasai pasar Asia, Masaki Corporation mencoba melakukan pemasaran produk ke negara berkembang seperti Thailand, Filipina, Turki, dan Indonesia. Setelah 1 tahun pemasaran berlangsung di Indonesia, respon masyarakat Indonesia terhadap produk Masaki Corporation sangat besar, sehingga Masaki Corporation berencana membuka cabang di Indonesia yang bernama PT. Kanishta Garjita Indonesia, dengan menggunakan supplier lokal. Aktivitas utama produksi PT Kanishta Garjita Indonesia direncanakan pada system perakitan/assembly dengan 3 jenis produk yakni Amoldo, Bernardo, dan Cartaya. Dengan pangsa pasar yang luas, produksi tamiya 4WD ini ditargetkan untuk memenuhi demand lokal dan nasional. Melihat peluang ini, Masaki Corporation mencari investor untuk menambah modal kerja mendirikan pabrik perakitan. Modal berasal dari perusahaan induk (Masaki Corporation) sebesar 70% dan sisanya akan diperoleh dari dana investor. Posisi manajemen puncak PT. Kanishta Garjita Indonesia akan diisi oleh sumberdaya yang didatangkan dari perusahaan induk dan untuk karyawan perusahaan diperoleh dari proses rekruitmen. Maka dari itu, manajemen Masaki Corporation menyewa tim konsultan yang ahli pada bidangnya untuk melakukan perancangan proses bisnis dan struktur organisasi. Semua aktivitas konsultan tersebut akan diawasi penuh oleh manajemen puncak Masaki Corporation.

akan diawasi penuh oleh manajemen puncak Masaki Corporation. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 32
akan diawasi penuh oleh manajemen puncak Masaki Corporation. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 32

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

32

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 Sumber Daya Manusia dan Proses Bisnis merupakan 2

Sumber Daya Manusia dan Proses Bisnis merupakan 2 komponen penting yang akan mengiringi keberhasilan PT Kanishta Garjita Indonesia. Untuk itu, Masaki Corporation berpedoman bahwa memahami visi, misi, serta nilai-nilai yang dianut oleh perusahaan sehingga visi dan strategi perusahaan tercapai dengan baik. Perancangan proses bisnis merupakan hal yang mutlak sebagai dasar pelaksanaan bisnis yang dijalankan masing-masing fungsi bisnis perusahaan. PT Kanishta Garjita Indonesia harus melakukan pemetaan terhadap proses bisnis secara terperinci dengan kali pertama berpedoman pada proses bisnis perusahaan induknya. Proses bisnis Masaki Corporation secara umum dijelaskan pada point berikut:

Mengadakan rapat penentuan visi misi, kebijakan-kebijakan, strategi, tatat ertib, SOP, menyusun anggaran perusahaan, bersama seluruh komite eksekutif dan pemegang saham.

Merancang Struktur Organisai Perusahaan

Merancang Proses Bisnis Perusahaan

Melakukan perekrutan karyawan dengan penempatan posisi sesuai dengan kemampuan calon karyawan

Memberikan pengembangan ketrampilan, motivasi dan training kepada karyawan secara berkala guna membentuk team work yang efektif

Memberikan reward dan punishment terhadap kinerja karyawan

Mencari supplier untuk pembelian material dan pengadaan peralatan guna inventaris perusahaan

Melakukan pengadaan inventaris perusahaan melalui proses pengadaan yang telah diatur dalam SOP perusahaan

Melakukan perawatan secara berkaladan memperbaiki apabila ada inventaris yang rusak

Melakukan riset pasar berupa kuisioner, discuss group dan wawancara untuk mengetahui kebutuhan pasar

Mendesain tamiya sesuai dengan data kebutuhan pasar

Melakukan peramalan terhadap permintaan pasar (forecasting)

Melakukan perencanaan agregat

permintaan pasar ( forecasting)  Melakukan perencanaan agregat Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 33
permintaan pasar ( forecasting)  Melakukan perencanaan agregat Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 33

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

33

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22  Menghitung kebutuhan bersih ( Netting ), ukuran

Menghitung kebutuhan bersih (Netting), ukuran lot (lotting), waktu pemesanan (offsetting) dan kebutuhan kotor (exploding)

Menentukan supplier pembelian part

Melakukan pemesanan dan pembelian part

Melakukan perakitan tamiya 4WD

Melakukan proses inspeksi raw material, in process, dan finish product

Mendistribusikan packaged tamiya 4WD kepada distributor

Melakukan penjualan langsung kepada konsumen melalui sales dan web

Membuat laporan penjualan produk

Mencatat administrasi pengeluaran dan pemasukan tiap departemen

Membuat laporan laba rugi

Membuat neraca

Mengurus gaji karyawan

Membuat database data penjualan, data pembelian, data supplier, data inventori, data distributor, dan data-data penting lainnya yang dibutuhkan perusahaan

Membangun sistem informasi internal perusahaan

Membangun sistem informasi eksternal perusahaan

Melakukan maintenance terhadap media sistem informasi eksternal dan

internal perusahaan Kebijakan Masaki Corporation untuk mendirikan perusahaan cabang yakni posisi manajemen puncak diisi oleh 5 orang dari Masaki Corporation. Untuk penentuan jumlah karyawan menggunakan metode ratio analysis dengan ketentuan yaitu jumlah karyawan

di bagian support sebanyak 15% dari total keseluruhan karyawan. Tim konsultan diberikan tugas untuk merancang Struktur Organisasi sehingga sumber daya manusia dapat dimanfaatkan secara optimal dan proses bisnis dapat berjalan dengan lancar.

secara optimal dan proses bisnis dapat berjalan dengan lancar. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 34
secara optimal dan proses bisnis dapat berjalan dengan lancar. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 34

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

34

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 4.2 Matriks IFAS – EFAS 4.2.1 Analisis SWOT

4.2 Matriks IFAS EFAS 4.2.1 Analisis SWOT STRENGTH(S)

Perusahaan induk memiliki beberapa anak cabang dibeberapa negara ASIA

Demand selalu meningkat selama 10 tahun terakhir

Memiliki pangsa pasar yang luas

Mendapat modal dari perusahaan induk sebesar 70%

Manajemen puncak diisioleh SDM yang profesional dari perusahaan induk

WEAKNESSES(W)

Perusahaan Kanishta Garjita tergolong baru di Indonesia sehingga belum cukup dikenal oleh masyarakat

Karena tergolong baru, masih sedikit investor yang menamkan modalnya

Perancangan proses bisnis dan struktur organisasi belum tersusun dengan baik

Letak perusahaan induk yang jauh sehingga menyulitkan koordinasi

Perbedaan budaya dan bahasa yang digunakan antara manajemen puncak dengan karyawan sehingga membutuhkan adaptasi dalam berkoordinasi

OPPORTUNITIES (O)

Tingginya minat konsumen di negara-negara berkembang

Respon masyarakat terhadap produk mobil mainan semakin meningkat

Mempunyai target dapat memenuhi demand lokal dan nasional sehingga berpeluang menguasai pasar

Mempunyai jaringan dengan perusahaan induk yang terkenal memungkinkan menarik banyak investor

Perkembangan teknologi dan informasi membuka peluang

investor  Perkembangan teknologi dan informasi membuka peluang Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 35
investor  Perkembangan teknologi dan informasi membuka peluang Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 35

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

35

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 THREATS (T)  Memungkinkan terdapat kesenjangan/gap

THREATS (T)

Memungkinkan terdapat kesenjangan/gap antara manajemen puncak dan karyawan

Terdapat banyak kompetitor pada bidang yang sama

Harga material yang didapat dari supplier lokal belum stabil

Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar dapat meningkatkan biaya operasional

Harga BBM di Indonesia yang semakin tinggi, sehingga menaikkan ongkos distribusi produk

4.2.2 Perhitungan Bobot dan Rating Analisis SWOT yang telah dibuat terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi Strength (Kekuatan) dan Weakness (Kelemahan) perusahaan. Dalam penilaian, faktor-faktor tersebut dimasukan kedalam tabel IFAS (Internal Factor Analysis Summary). Perincian bobot dilakukan dengan membandingkan satu faktor dengan faktor lainnya dengan rincian nilai sebagai berikut : 0,0 (tidak penting) sampai 1,0 (sangat penting). Bobot pada strength dan weakness apabila dijumlahkan sama dengan 1. Sedangkan pemberian nilai rating berdasarkan penilaian berikut :

4

= Kekuatan utama

3

= Kekuatan kecil

2

= Kelemahan kecil

1

= Kelemahan utama

Penjumlahan skor di masing masing faktor kemudiang dijumlahkan untuk menentutak total pada masing masing faktor. Selisih antara total kekuatan dan total kelemahan merupakan nilai IFAS yang didapatkan. Nilai IFAS akan menjadi nilai pada sumbu x pada matriks IFAS - EFAS.

IFAS akan menjadi nilai pada sumbu x pada matriks IFAS - EFAS. Program Studi Teknik Industri
IFAS akan menjadi nilai pada sumbu x pada matriks IFAS - EFAS. Program Studi Teknik Industri

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

36

Laporann Perancangan Teknik Industri

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis”

Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 Tabel 4.1 Penialaian IFAS No Strength Bobot Rating

Tabel 4.1 Penialaian IFAS

No

Strength

Bobot

Rating

Skor

 

Perusahaan induk memiliki beberapa anak cabang di

0,12

3

0,36

1

beberapa negara ASIA

2

Demand selalu meningkat selama 10 tahun terakhir

0,15

4

0,6

3

Memiliki pangsa pasar yang luas

0,18

3

0,54

4

Mendapat modal dari perusahaan induk sebesar 70%

0,24

4

0,96

 

Manajemen puncak diisioleh SDM yang profesional dari

0,11

3

0,33

5

perusahaan induk

 

Total Kekuatan

   

2,79

No

Weakness

Bobot

Rating

Skor

 

Perusahaan Kanishta Garjita tergolong baru di

0,03

 

2 0,06

1

Indonesia sehingga belum cukup dikenal oleh masyarakat

 

Karena tergolong baru, masih sedikit investor yang

0,02

 

1 0,02

2

menamkan modalnya

 

Perancangan proses bisnis dan struktur organisasi

0,07

 

2 0,14

3

belum tersusun dengan baik

 

Letak perusahaan induk yang jauh sehingga

0,02

 

1 0,02

4

menyulitkan koordinasi

 

Perbedaan budaya dan bahasa yang digunakan antara manajemen puncak dengan karyawan sehingga

0,06

 

2 0,12

5

membutuhkan adaptasi dalam berkoordinasi

 

Total Kelemahan

   

0,36

 

Selisih total kekuatan total kelemahan = S-W = x

   

2,43

Selain analisis faktor internal terdapat juga faktor eksternal yang terdiri dari

Opportunity (Peluang) dan Threat (Ancaman) yang dimiliki dan dihadapi perusahaan.

Faktor tersebut diklsifikasikan dalam tabel EFAS (External Factor Analysis Summary.

Perincian bobot dilakukan dengan membandingkan satu faktor dengan faktor lainnya

dengan rincian nilai sebagai berikut : 0,0 (tidak penting) sampai 1,0 (sangat penting). Bobot

pada oppurtinity dan threat apabila dijumlahkan sama dengan 1. Sedangkan pemberian

nilai rating berdasarkan penilaian berikut :

4

= Superior

3

= Diatas rata-rata

2

= Rata rata

1

= Dibawah rata-rata

2 = Rata – rata 1 = Dibawah rata-rata Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 37
2 = Rata – rata 1 = Dibawah rata-rata Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 37

Program Studi Teknik Industri

Laporann Perancangan Teknik Industri

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis”

Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 Penjumlahan skor di masing – masing faktor kemudian

Penjumlahan skor di masing masing faktor kemudian dijumlahkan untuk

menentutan total pada masing masing faktor. Selisih antara total peluang dan total ancaman

merupakan nilai EFAS yang didapatkan. Nilai EFAS akan menjadi nilai pada sumbu y pada

matriks IFAS - EFAS.

Tabel 4.2 Penilaian EFAS

No

Opportunity

Bobot

Rating

Skor

1

Tingginya minat konsumen di negara-negara berkembang

0,16

4

0,64

2

Respon masyarakat terhadap produk mobil mainan semakin meningkat

0,18

3

0,54

 

Mempunyai target dapat memenuhi

     

3

demand lokal dan nasional sehingga berpeluang menguasai pasar

0,1

3

0,3

 

Mempunyai jaringan dengan perusahaan

     

4

induk yang terkenal memungkinkan menarik banyak investor

0,15

3

0,45

5

Perkembangan teknologi dan informasi membuka peluang

0,18

4

0,72

 

Total Peluang

   

2,65

No

Threat

Bobot

Rating

Skor

1

Memungkinkan terdapat kesenjangan/gap antara manajemen puncak dan karyawan

0,06

2

0,12

2

Terdapat banyak kompetitor pada bidang yang sama

0,03

1

0,03

3

Harga material yang didapat dari supplier lokal belum stabil

0,04

1

0,04

4

Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar dapat meningkatkan biaya operasional

0,08

3

0,24

5

Harga BBM di Indonesia yang semakin tinggi, sehingga menaikkan ongkos distribusi produk

0,02

1

0,02

 

Total Ancaman

   

0,45

 

Selisih total Peluang total tantangan = O-T = y

   

2,20

Peluang – total tantangan = O-T = y     2,20 Program Studi Teknik Industri Universitas
Peluang – total tantangan = O-T = y     2,20 Program Studi Teknik Industri Universitas

Program Studi Teknik Industri

Laporann Perancangan Teknik Industri

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis”

Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 4.2.3 Penentuan Posisi Perusahaan Strategi Eksternal Kuat

4.2.3 Penentuan Posisi Perusahaan

Strategi Eksternal

Kuat

Rata-rata

Lemah

1,00 4,00 3,00 2,00 (I) (II) (III) Pertumbuhan Pertumbuhan Pengurangan Tinggi - konsentrasi - konsentrasi
1,00
4,00
3,00
2,00
(I)
(II)
(III)
Pertumbuhan
Pertumbuhan
Pengurangan
Tinggi
- konsentrasi
-
konsentrasi
-Turnaround
via integrasi
via integrasi
vertical
horizontal
3,00
(V)
(VI)
Tumbuh
Pengurangan
(IV)
-konsentrasi
-Captive
Stabilitas
- istirahat
- hati - hati
via integrasi
company
Menengah
horizontal
-Selling out
Stabilitas
-tidak berubah
2,2
2,00
- profit
(VII)
(IX)
(VIII)
Pertumbuhan
Pengurangan
Rendah
Pertumbuhan
-Diversifikasi
-Bankrupt
-Diversifikasi
konsentrasi
-Liquidation
Konglomerasi
1,00
2,43
Strategi Internal

Gambar 4.1 Matriks IFAS-EFAS

Berdasarkan penghitungan, diperoleh nilai IFAS sebesar 2,43 dan nilai EFAS

sebesar 2,2. Hal ini membuktikan bahwa perusahaan tersebut berada pada tingkat rata

rata atau dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut kurang mampu merespons dengan

baik faktor faktor internal maupun eksternal perusahaan. Kemudian berdasarkan output

skor matriks IFAS dan EFAS dapat diketahui bahwa posisi perusahaan berada pada sel

V. Sel ke V menunjukkan bahwa perusahaan PT Kanishta Garjita berada pada posisi

bahwa perusahaan PT Kanishta Garjita berada pada posisi Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 39
bahwa perusahaan PT Kanishta Garjita berada pada posisi Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 39

Program Studi Teknik Industri

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 pertumbuhan. Sesuai dengan ketentuan SWOT, bahwa suatu

pertumbuhan. Sesuai dengan ketentuan SWOT, bahwa suatu kegiatan pengembangan perusahaan dapat dilanjutkan bila minimal berasal dari kondisi pertumbuhan (total skor dimensional internal > 2 dan total skor dimensional eksternal > 1). Oleh karena itu, perusahaan tersebut sedang membutuhkan strategi dengan konsentrasi secara horizontal. Tingginya skor kekuatan dan peluang menunjukkan bahwa strategi yang pantas digunakan untuk perusahaan tersebut adalah melalui strategi S-O.

digunakan untuk perusahaan tersebut adalah melalui strategi S-O. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 40
digunakan untuk perusahaan tersebut adalah melalui strategi S-O. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 40

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

40

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 BAB V PEMBAHASAN 5.1 Analisis Situasi dan Kondisi

BAB V PEMBAHASAN

5.1 Analisis Situasi dan Kondisi Pasar

→ Situasi Penduduk Indonesia. Dalam menentukan wilayah yang dijadikan tujuan distribusi produk dari PT

KanishtaGarjita Indonesia, situasi dan kondisi pasar pada suatu daerah menjadi latar belakangnya. Pemilihan didasarkan pada 3 situasi, yaitu :

- Situasi Geografi: Situasi tentang letak suatu wilayah bumi

- Situasi Demografi : Situasi yang berhubungan dengan keendudukan pada suatu daerah.

- Situasi Psikografi : Situasi tentang gaya hidup pada suatu daerah

Berdasarkan ketiga dasar situasi diatas maka, kota yang dipilih untuk tujuan distribusi adalah kota Semarang,Pekalongan, dan Surabaya. Berikut analisis situasi dan kondisi pasarnya :

1. Kota Semarang - Situasi Geografis Secara geografis Semarang terletak antara 6 derajat 50’ – 7 derajat 10’ lintang selatan dan garis 109 derajat 35’ – 110 derajat 50’ Bujur Timur. Kota Semarang memiliki luas 373,70 km atau 37.366.836 Ha terdiri dari 16 Kecamatan dan 177 Kelurahan. Dilihat dari kondisi geografisnya, kota Semarang memiliki daerah yang strategis berada di tengah pulau Jawa dan dilalui oleh jalur Pantura. -Situasi Demografi Berdasarkan data statistik, jumlah penduduk kota Semarang semakin meningkat. Pada tahun 2005 jumlah penduduk sebesar 1.419.478 jiwa, sedangkan pada tahun 2009 sebesar 1.506.924 jiwa, yang terdiri dari 748.515 penduduk laki - laki, dan 758.409 penduduk perempuan.

dari 748.515 penduduk laki - laki, dan 758.409 penduduk perempuan. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro
dari 748.515 penduduk laki - laki, dan 758.409 penduduk perempuan. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

41

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 Tabel 5.1 Data penduduk kota Semarang Karena Jumlah

Tabel 5.1 Data penduduk kota Semarang

Bisnis” Kelompok 22 Tabel 5.1 Data penduduk kota Semarang Karena Jumlah penduduk yang semakin meningkat, kota

Karena Jumlah penduduk yang semakin meningkat, kota Semarang akan memiliki jumlah penduduk yang padat, sehingga cocok dijadikan sebagai kota tujuan distribusi produk PT Kanishta Garjita Indonesia. Target sasaran penjualan produk PT Kanishta Garjita Indonesia berada pada usia 7-15 tahun (entry level) dan usia 15-30 tahun (enthusiast) -Situasi Psikografi Kota Semarang memiliki perkembangan kesejahteraan yang baik. Menurut data BPS selama 3 tahun berturut-turut tingkat kesejahteraan di Semarang meningkat. Oleh sebab itu PT Kanishta Garjita memilih kota semarang karena tingkat kesejahteraan yang baik, sifat konsumtif masyarakat bertambah.

2. Kota Pekalongan - Kondisi Geografi Kota Pekalongan membentang antara 6º50’42”–6º55’44” LS dan 109º37’55”– 109º42’19” BT. Berdasarkan koordinat fiktifnya, Kota Pekalongan membentang antara 510,00 – 518,00 Km membujur dan 517,75 – 526,75 Km melintang. Jarak terjauh dari Utara ke Selatan mencapai ± 9 Km, sedangkan dari Barat ke Timur mencapai ± 7 Km. Kota Pekalongan juga dilalui jalur pantura, sehingga cocok untuk menjadi tujuan distribusi produk karena jalur pantura merupakan jalur yang penting dalam pendistribusian barang di pulau Jawa. -Kondisi Demografi Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Kota Pekalongan memiliki jumlah penduduk di usia produktif yang cukup banyak. Pada tahun 2010 hingga 2012 jumlah

produktif yang cukup banyak. Pada tahun 2010 hingga 2012 jumlah Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro
produktif yang cukup banyak. Pada tahun 2010 hingga 2012 jumlah Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

42

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 penduduk pada usia produktif terus meningkat. Kondisi

penduduk pada usia produktif terus meningkat. Kondisi demografi kota Pekalongan sesuai dengan target sasaran penjualan produk PT Kanishta Garjita Indonesia yang berada pada usia 15-30 tahun (enthusiast). Oleh karena itu PT Kanishta Garjita Indonesia memilih lokasi tersebut.

Tabel 5.2 Jumlah usia produktif kota Pekalongan

tersebut. Tabel 5.2 Jumlah usia produktif kota Pekalongan -Kondisi Psikografi Pada periode tahun 2012-2013, persentase

-Kondisi Psikografi Pada periode tahun 2012-2013, persentase kemiskinan di kota Pekalongan semakin kecil. Ini memungkinkan gaya hidup masyarakat kota Pekalongan yang meningkat, sehingga PT Kanishta Garjita Indonesia memilih lokasi ini.

Tabel 5.3 persentase penduduk miskin kota Pekalongan

ini. Tabel 5.3 persentase penduduk miskin kota Pekalongan 3. Kota Surabaya -Situasi Geografi Surabaya secara

3. Kota Surabaya -Situasi Geografi Surabaya secara geografis berada pada 07˚09`00“ – 07˚21`00“ Lintang Selatan dan 112˚36`- 112˚54` Bujur Timur. Luas wilayah Surabaya meliputi daratan dengan luas

Bujur Timur. Luas wilayah Surabaya meliputi daratan dengan luas Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 43
Bujur Timur. Luas wilayah Surabaya meliputi daratan dengan luas Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 43

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

43

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 333,063 km² dan lautan seluas 190,39 km². Letak

333,063 km² dan lautan seluas 190,39 km². Letak geografis kota Surabaya sangatlah strategis. Kota surabaya merupakan jalur yang dilalui untuk menuju pulau Bali dari Jawa dan sebaliknya. -Situasi Demografi Menurut sensus penduduk tahun 2010, Kota Surabaya memiliki jumlah penduduk sebanyak 2.765.908 jiwa. Dengan wilayah seluas 333,063 km², maka kepadatan penduduk Kota Surabaya adalah sebesar 8.304 jiwa per km². Berdasarkan hasil sensus tersebut, PT Kanishta Garjita Indonesia memilih kota Surabaya sebagai tujuan distribusi produknya karena banyaknya penduduk di kota Surabaya. Sararan penjualan produk PT Kanishta Garjita Indonesia barada pada usia 7-15 tahun (entry level) dan usia 15-30 tahun (enthusiast). -Situasi Psikografi Selama 10 tahun dari tahun 2003 hingga 2013 persentase kemiskinan di kota Surabaya semakin kecil. Ini memungkinkan adanya peningkatan gaya hidup di kota Surabaya, sehingga PT Kanishta Garjita Indonesia memilih kota tersebut.

Tabel 5.4 Persentase penduduk miskin kota Surabaya

kota tersebut. Tabel 5.4 Persentase penduduk miskin kota Surabaya Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 44
kota tersebut. Tabel 5.4 Persentase penduduk miskin kota Surabaya Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 44
kota tersebut. Tabel 5.4 Persentase penduduk miskin kota Surabaya Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 44

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

44

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 → Analisis Situasi dan Pasar A. Analisis Situasi.

→ Analisis Situasi dan Pasar A. Analisis Situasi. * Situasi Eksternal Merujuk pada ketiga poin diatas, maka situasi yang dihadapi perusahaan PT Kanishta Garjita Indonesia termasuk dalam posisi yang menguntungkan. Hal ini dikarenakan oleh konsentrasi kependudukan yang terpusat di pulau Jawa dan pulau Sumatra sehingga kegiatan distribusi produk dapat dipusatkan secara terfokus pada kedua daerah tersebut.

Tabel 5.5 Konsumsi Penduduk non Makanan di Indonesia

tersebut. Tabel 5.5 Konsumsi Penduduk non Makanan di Indonesia Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 45
tersebut. Tabel 5.5 Konsumsi Penduduk non Makanan di Indonesia Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 45
tersebut. Tabel 5.5 Konsumsi Penduduk non Makanan di Indonesia Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 45

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

45

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 Merujuk pada tabel 5.5 mengenai konsumsi penduduk non

Merujuk pada tabel 5.5 mengenai konsumsi penduduk non makanan di Indonesia, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa daerah dengan tingkat konsumsi tinggi dan

perkembangan daya beli yang stabil tiap tahun diprakarsai oleh 4 pulau utama yaitu:

1. Jawa

2. Sumatra

3. Kalimantan

4.Bali

Maka perusahaan harus dapat menyuplai keempat daerah tersebut secara kontinu dan cepat. * Situasi Internal Situasi Internal disini bukanlah situasi atau kapabilitas dari perusahaan PT Kanishta Garjita Indonesia, melainkan situasi yang mempengaruhi produksi dari produk PT Kanishta Garjita Indonesia. Dengan situasi eksternal yang memberikan dukungan, selanjutnya ialah kondisi internal harus dievaluasi menurut suplai material dan dukungan jasa ataupun teknologi manufaktur yang mumpuni serta harga tanah dan bangunan yang murah untuk memenuhi kebutuhan kedua area utama tersebut. → Analisis Pasar Pasar memiliki pengertian yang luas dengan seluruh segmen-segmennya yang memiliki perilaku dan karakteristik yang berbeda-beda pula. Demi mendapatkan proporsi yang baik, perusahaan sebaiknya melakukan segmentasi pasar agar produk-produk memiliki fungsi dan karakteristik yang dapat memuaskan segmen pasar tersebut karena menjadi sesuatu yang mustahil jika perusahaan membidik seluruh pasar dengan merangkul segala karakteristik dan perilaku konsumen yang berbeda bahkan kontras. Variabel-variabel diatas (geografi, demografi, dan psikografi) merupakan acuan atas pembidikan pasar. Hal ini dinilai praktis, mengingat kapabilitas perusahaan yang terbatas hanya dapat memenuhi kebutuhan yang terbatas pula.

yang terbatas hanya dapat memenuhi kebutuhan yang terbatas pula. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 46
yang terbatas hanya dapat memenuhi kebutuhan yang terbatas pula. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 46

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

46

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 Tabel 5.6 Psikografi Penduduk Indonesia Berdasarkan tabel

Tabel 5.6 Psikografi Penduduk Indonesia

Kelompok 22 Tabel 5.6 Psikografi Penduduk Indonesia Berdasarkan tabel diatas PT Kanishta Garjita Indonesia

Berdasarkan tabel diatas PT Kanishta Garjita Indonesia memiliki target pasar segmentasi pasar menjadi jelas yaitu:

1. Anak-anak dengan rentang umur 7-15 tahun (entry level)

2. Remaja dan dewasa dengan rentang umur 15-30 tahun (enthusiast )

Pada segmen enthusiast, terdapat perbedaan yang signifikan terhadap segmen entry dimana para enthusiast yang umumnya dewasa telah memiliki perilaku konsumsi berdasarkan psikografi konsumsi masyarakat Indonesia. Motif utama para penggemar

umumnya adalah:

1. Achiever (14%).

2. Pleasure Seeker (20%).

Yang merupakan konsumen entry pada awal-mulanya, sehingga dapat disimpulkan

bahwa 34% entry consumer dapat dikembangkan menjadi enthusiast dengan pemberdayaan konsumen (Costumer Development)

Sedangkan menurut geografi, tujuan pasar utama adalah daerah yang memiliki konsumsi non makanan terbesar sesuai dengan proporsi jumlah penduduknya (demografinya) dengan prioritas sebagai berikut:

1. Pulau Jawa

2. Pulau Sumatera

3. Kalimantan

4. Pulau Bali Melihat bahwa pasar terbesar adalah pulau Jawa, makan sistem manufaktur harus

berada di pulai Jawa dengan pilihan kota-kota industri sebagai berikut:

di pulai Jawa dengan pilihan kota-kota industri sebagai berikut: Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 47
di pulai Jawa dengan pilihan kota-kota industri sebagai berikut: Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 47

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

47

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 1. Pekalongan 2. Semarang 3. Surabaya Pertimbangan lokasi

1. Pekalongan

2. Semarang

3. Surabaya

Pertimbangan lokasi produksi ditentukan oleh ketersediaan material, harga tanah atau

lahan, upah minimum regional, dan transportasi yang memadai untuk mendistribusikan barang hasil produksi. Dalam pertimbangan pertama, maka tak pelak kota Semarang dan

Surabaya merupakan kota yang memiliki pasokan material terdekat dan terlengkap, sehingga pemilihan kota Pekalongan dapat dieliminasi. Maka tersisa dua pilihan yaitu:

1. Semarang

2. Surabaya

Selanjutnya adalah membandingkan harga tanah atau lahan dari kedua lokasi beserta upah minimum regional dan transportasi yang memadai. Dalam segi transportasi, kedua kota memiliki akses yang bagus dalam pendistribusian barang seperti tersedianya kapal laut, kereta, dan jalur ekspedisi darat yang luas. Namun ditimbang dari pendapatan regional kedua kota tersebut dan rata-rata harga tanah kedua kota tersebut, maka diputuskan bahwa Semarang yang akan menjadi tempat produksi PT Kanishta Garjita Indonesia, berikut perbandingan harga tanah dan upah minimum kedua kota tersebut :

Tabel 5.7 Perbandingan Harga Tanah dan UMK Surabaya dengan Semarang

Kota

UMK 2015

Rata-Rata Harga Tanah

Semarang

Rp 1.685.000

Rp 2.250.000/m² daerah kawasan industri Candi

Surabaya

Rp 2.707.500

Rp 2.500.000/m² daerah kawasan industri Gresik

Melihat data diatas, maka diputuskan bahwa pendirian lokasi pabrik terletak pada kawasan industri Candi Semarang.

lokasi pabrik terletak pada kawasan industri Candi Semarang. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 48
lokasi pabrik terletak pada kawasan industri Candi Semarang. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 48

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

48

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 5.2 Latar Belakang Perusahaan 5.2.1 Profil Perusahaan Nama

5.2 Latar Belakang Perusahaan

5.2.1 Profil Perusahaan Nama Perusahaan Alamat

No.Telepon/Fax

Email

Bidang

Web

:PT.Kanishta Garjita : Jl. Jend Gatot Subroto, Kawasan Industri Candi B1 F2/9 Semarang :024-23222322/ 024 -8449459 :kanishtagarjita@gmail.com : Produksi Tamiya : www.kanishtagarjitasuksesya.com

Semarang :024-23222322/ 024 -8449459 : kanishtagarjita@gmail.com : Produksi Tamiya : www.kanishtagarjitasuksesya.com
Semarang :024-23222322/ 024 -8449459 : kanishtagarjita@gmail.com : Produksi Tamiya : www.kanishtagarjitasuksesya.com
Semarang :024-23222322/ 024 -8449459 : kanishtagarjita@gmail.com : Produksi Tamiya : www.kanishtagarjitasuksesya.com
Semarang :024-23222322/ 024 -8449459 : kanishtagarjita@gmail.com : Produksi Tamiya : www.kanishtagarjitasuksesya.com

5.2.2 Deskripsi Perusahaan

Perusahaan PT.Kanishta Garjita Indonesia dalam menentukan lokasi perusahaan memerlukan banyak pertimbangan agar lokasi yang dipilih adalah lokasi yang paling tepat dan memberikan benefit yang paling besar. PT.Kanishta Garjita membangun lokasi di Pulau Jawa. Dari berbagai survey dan penelitian yang dilakukan, akhirnya PT.Kanishta Garjita memilih lokasi dikota Semarang. Kota Semarang memiliki UMR untuk pekerja tidak terlalu besar. UMR di kota Semarang berkisar sebesar Rp 1.650.000,00 . Dengan akses transportasi yang berupa pelabuhan, bandara , stasiun dan terminal sangat mendukung bahwa PT.Kanishta Garjita memilih kota Semarang karena dapat mudah

mensuplai barang yang dibutuhkan. Dan pertimbangan terakhir adalah kota Semarang biaya hidupnya juga sangat terjangkau. Dengan ketiga pertimbangan tersebut maka PT.Kanishta Garjita memilih untuk berlokasi di Semarang. PT.Kanishta Garjita merupakan perusahaan yang bergerak di bidang proses produksi Tamiya. Perusahaan ini hanya memproduksi 3 jenis produk yaitu Amoldo, Bernardo, dan Cartaya. Dimana diharapkan perusahaan ini menguasai pasar lokal dan nasional di produksi Tamiya 4WD.

ini menguasai pasar lokal dan nasional di produksi Tamiya 4WD. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro
ini menguasai pasar lokal dan nasional di produksi Tamiya 4WD. Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

49

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 5.3 Logo dan Slogan Perusahaan 5.3.1 Logo Perusahaan

5.3 Logo dan Slogan Perusahaan 5.3.1 Logo Perusahaan

22 5.3 Logo dan Slogan Perusahaan 5.3.1 Logo Perusahaan Gambar 5.1 Logo Perusahaan  Logo dengan

Gambar 5.1 Logo Perusahaan

Logo dengan gambar mobil tamiya dari PT. Kanishta Garjita ini melambangkan bahwa perusahaan ini akan menguasai pasar tamiya di pasar lokal maupun nasional.

Lambang berwarna merah dengan arti bahwa perusahaan akan selalalu menjadi perusahaan yang berani berinovasi dan selalu berinovasi dengan menghasilkan kualitas produk tamiya yang unggul.

Logo berwarna biru dengan arti bahwa di dalam perusahaan ini terdapat sumber daya manusia yang unggul yang bekerja di perusahaan dengan saling menghargai,

yang unggul yang bekerja di perusahaan dengan saling menghargai, Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 50
yang unggul yang bekerja di perusahaan dengan saling menghargai, Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 50

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

50

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 saling menjalin tali persaudaraan sehingga dalam bekerjapun

saling menjalin tali persaudaraan sehingga dalam bekerjapun akan tumbuh semangat sehingga menghasilkan produktivitas yang tinggi.

5.3.2 Slogan Perusahaan

Slogan yang dibawa oleh perusahaan adalah “ Selalu menjadi yang pertama, berinovasi dan memproduksi produk berkualitas “ . Dengan slogan tersebut memberi arti

bahwa PT.Kanashita Garjita selalu mengedepankan konsumen agar puas terhadap produk yang ditawarkan kepada konsumen dan tidak akan pernah untuk putus asa dalam membuat produk berkualitas unggul. Dengan hal itu maka PT.Kanashita Garjita akan menjadi perusahaan tamiya no 1 yang unggul di pasar lokal maupun nasional.

5.4 Blueprint Perusahaan

5.4.1 Rancangan Awal

Nama Perusahaan : PT Kanishta Garjita Indonesia Jenis Produksi : Assembly/Mass Production. Lokasi : Jl. Jend Gatot Subroto, Kawasan Industri Candi B1 F2/9 Semarang Kapasitas Produksi : 150.000 Unit/tahun Luas Perusahaan : 1.300 m 3 Sistem Manufaktur :Make to stock Jenis Produk : Tamiya jenis Amoldo, Bernardo, dan Cartaya

5.4.2 Visi Perusahaan “ Menjadi produsen mainan tamiya terkemuka di Indonesia pada tahun 2020

melalui upaya inovasi produk dan pengembangan konsumen.”

5.4.3 Misi Perusahaan “Kanishta Garjita Indonesia mempunyai misi untuk memberikan tamiya terbaik

melalui produk inovatif yang memiliki harga kompetitif.”

terbaik melalui produk inovatif yang memiliki harga kompetitif.” Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 51
terbaik melalui produk inovatif yang memiliki harga kompetitif.” Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 51

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

51

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 “Kani shta Garjita Indonesia akan mengelola keinginan

“Kanishta Garjita Indonesia akan mengelola keinginan konsumen dengan menerima saran, keluhan, dan pengembangan produk berdasarkan keinginan konsumen.” “Kanishta Garjita Indonesia berinisiatif untuk terus memperbaiki ke-efisienan, ke-efektifan organisasi perusahaan dan pelayanan terhadap konsumen”

5.4.4 Value Perusahaan

→ Memiliki kesetian kepada konsumen dan perusahaan.

→ Mampu memberikan kemampuan terbaik dalam melaksanakan tanggung jawab.

→ Berani menyatakan ide baru dan mau serta mampu untuk turut mengembangkannya.

→ Mempunyai konsistensi terhadap kualitas, pelayanan, dan integritas.

→ Selalu bekerjasama dan memiliki jiwa bersaing yang tinggi.

→ Berpikiran terbuka dan mampu menerima pendapat.

5.4.5 Belief Perusahaan

Kami percaya dengan memiliki kesetiaan dan integritas yang tinggi akan mampu membawa perusahaan Kanishta Garjita Indonesia menjadi perusahaan terkemuka

Kami percaya dengan memiliki pikiran yang terbuka dan selalu bekerjasama akan mampu membawa perusahaan Kanishta Garjita Indonesia memberikan produk dengan kualitas terbaik dan memberikan pelayanan konsumen yang terbaik.

5.4.6 Tujuan Perusahaan

Menjadi pemimpin pasar dalam bisnis mainan Tamiya di Indonesia

Melakukan inovasi nilai produk dengan orientasi kepada konsumen demi menjaga pasar dan mengembangkan pasar. Menjadi penyedia layanan interaksi sesame konsumen Tamiya sehingga pemberdayaan konsumen terus-menerus berlangsung. Mengembangkan sistem manajemen dan produksi yang efektif serta efisien

sistem manajemen dan produksi yang efektif serta efisien Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 52
sistem manajemen dan produksi yang efektif serta efisien Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 52

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

52

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 5.4.7 Sasaran Perusahaan →Membangun komunitas sebagai

5.4.7 Sasaran Perusahaan →Membangun komunitas sebagai tempat berinteraksi dan pengembangan konsumen dalam waktu 2 tahun. →Memberikan akses umpan balik yang selalu tersedia dan mudah dijangkau dalam waktu 1 tahun. →Mendapatkan persentase pasar sebesar 65% dalam waktu 3 tahun. →Mengeluarkan produk berbasis inovasi nilai yang diberikan oleh umpan balik konsumen dalam waktu 2 tahun.

5.5 Perumusan Strategi Perusahaan Berdasarkan Analisis SWOT 5.5.1 Analisis SWOT

STRENGTH(S)

Perusahaan induk memiliki beberapa anak cabang dibeberapa negara ASIA

Demand selalu meningkat selama 10 tahun terakhir

Memiliki pangsa pasar yang luas

Mendapat modal dari perusahaan induk sebesar 70%

Manajemen puncak diisioleh SDM yang profesional dari perusahaan induk

WEAKNESSES(W)

Perusahaan Kanishta Garjita tergolong baru di Indonesia sehingga belum cukup dikenal oleh masyarakat

Karena tergolong baru, masih sedikit investor yang menamkan modalnya

Perancangan proses bisnis dan struktur organisasi belum tersusun dengan baik

Letak perusahaan induk yang jauh sehingga menyulitkan koordinasi

Perbedaan budaya dan bahasa yang digunakan antara manajemen puncak dengan karyawan sehingga membutuhkan adaptasi dalam berkoordinasi

dengan karyawan sehingga membutuhkan adaptasi dalam berkoordinasi Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 53
dengan karyawan sehingga membutuhkan adaptasi dalam berkoordinasi Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 53

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

53

Laporann Perancangan Teknik Industri

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis”

Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 OPPORTUNITIES (O)  Tingginya minat konsumen di

OPPORTUNITIES (O)

Tingginya minat konsumen di negara-negara berkembang

Respon masyarakat terhadap produk mobil mainan semakin meningkat

Mempunyai target dapat memenuhi demand lokal dan nasional sehingga

berpeluang menguasai pasar

Mempunyai jaringan dengan perusahaan induk yang terkenal memungkinkan

menarik banyak investor

Perkembangan teknologi dan informasi membuka peluang

THREATS (T)

Memungkinkan terdapat kesenjangan/gap antara manajemen puncak dan

karyawan

Terdapat banyak kompetitor pada bidang yang sama

Harga material yang didapat dari supplier lokal belum stabil

Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar dapat meningkatkan biaya operasional

Harga BBM di Indonesia yang semakin tinggi, sehingga menaikkan ongkos

distribusi produk

Tabel 5.8 Analisis SWOT EFAS OPPORTUNITIES (O) THREATS (T)  Tingginya minat  Memungkinkan konsumen
Tabel 5.8 Analisis SWOT
EFAS
OPPORTUNITIES (O)
THREATS (T)
 Tingginya minat
 Memungkinkan
konsumen di negara-
terdapat
IFAS
negara berkembang
kesenjangan/gap
 Respon masyarakat
antara manajemen
terhadap produk mobil
puncak dan
mainan semakin
karyawan
meningkat
 Terdapat banyak
 Mempunyai target
kompetitor pada
dapat memenuhi
bidang yang sama
demand lokal dan
pada dapat memenuhi bidang yang sama demand lokal dan Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 54
pada dapat memenuhi bidang yang sama demand lokal dan Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 54

Program Studi Teknik Industri

Laporann Perancangan Teknik Industri

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis”

Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22   nasional sehingga  Harga material
 

nasional sehingga

Harga material

berpeluang menguasai

yang didapat dari

pasar

supplier lokal

Mempunyai jaringan

belum stabil

dengan perusahaan

Melemahnya nilai

induk yang terkenal

rupiah terhadap

memungkinkan

dolar dapat

menarik banyak

meningkatkan

investor

biaya operasional

Perkembangan

Gaji top

teknologi dan informasi

manajemen yang

membuka peluang

tinggi karena diisi

 

oleh tenaga

profesional dari

perusahaan induk

STRENGTH(S)

STRATEGI SO

STRATEGI ST Membuat strategi agar dapat meminimalkan kelemahan dan

Perusahaan induk

Membuat strategi / cara agar kekuatan dimanfaatkan menjadi sebuah peluang

memiliki beberapa

anak cabang

Memanfaatkan

dimannfaatkan menjadi peluang

Mengoptimalkan

dibeberapa negara

teknologi untuk proses

ASIA

pemasaran produk

fungsi anak cabang

Demand selalu

Membuka 30%

di beberapa Negara

meningkat selama

sahamnya untuk

Asia

guna

10 tahun terakhir

menarik minat para

mencegah

Memiliki pangsa

investor

pertumbuhan

pasar yang luas

Memanfaatkan

kompetitor

Mendapat modal

banyaknya cabang di

Memanfaatkan

dari perusahaan

Negara ASIA untuk

demand yang selalu

induk sebesar 70%

menarik minat di

meningkat

agar

induk sebesar 70% menarik minat di meningkat agar Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 55
induk sebesar 70% menarik minat di meningkat agar Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 55

Program Studi Teknik Industri

Laporann Perancangan Teknik Industri

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis”

Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22  Manajemen puncak negara-negara   dapat

Manajemen puncak

negara-negara

 

dapat

menutupi

diisioleh SDM

berkembang

biaya operasional

yang profesional

Memanfaatkan SDM

SDM yang

dari perusahaan

yang professional untuk

professional dapat

induk

membuat produk sesuai

berkoodinasi

 

dengan demand yang

dengan karyawan

diinginkan baik dalam

agar tidak terjadi

lokal maupun Nasional

kesenjangan/gap.

Memanfaatkan pasar

Mencari investor

yang luas untuk

untuk memenuhi

meningkatkan respon

material dari

masyarakat terhadap

supplier

produk mobil mainan

WEAKNESSES(W)

STRATEGI WO

STRATEGI WT Membuat strategi dengan meminimalkan kelemahan untuk menghindari ancaman

Perusahaan Kanishta

Membuat strategi dengan menggunakan kekuatan yang ada untuk mengatasi kemungkinan ancaman yang ada

 

Garjita tergolong baru

di Indonesia sehingga

belum cukup dikenal

Memperkuat

oleh masyarakat

Karena tergolong

baru, masih sedikit

investor yang

menamkan modalnya

Perancangan proses

bisnis dan struktur

organisasi belum

tersusun dengan baik

Memperkenalkan

produk ke masyarakat

luas agar produk lebih

dikenal dan menambah

pasar

Melakukan kerjasama

dengan para investor

untuk menambah modal

Menangguhkan proses

bisnis dan struktur

struktur organisasi

dan proses bisnis

agar dapat bersaing

dengan kompetitor

Mencari investor

yang potensial

guna mendapatkan

modal untuk biaya

operasional yang

semakin meningkat

organisasi agar proses

operasional yang semakin meningkat organisasi agar proses Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 56
operasional yang semakin meningkat organisasi agar proses Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 56

Program Studi Teknik Industri

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22  Letak perusahaan induk yang jauh sehingga menyulitkan

Letak perusahaan induk yang jauh sehingga menyulitkan koordinasi

bisnis

dapat

berjalan

Menciptakan budaya organisasi yang menyatukan antara top manajemen dan karyawan

mencapai tujuan

Memanfaatkan

perkembangan

Perbedaan budaya dan bahasa yang digunakan antara manajemen puncak dengan karyawan sehingga membutuhkan adaptasi dalam berkoordinasi

teknologi

untuk

berkomunikasi

dan

berkoordinasi

dengan

perusahaan induk

Melakukan

training

bagi

pekerja

baru

perusahaan

untuk

membentuk

koordinasi

antar anggota

5.5.2 Strategi Perusahaan Berdasarkan hasil analisis pada matriks IFAS EFAS, maka dapat dilihat bahwa posisi perusahaan berada di sel V, yaitu di sel pertumbuhan menuju kestabilan. Sehingga menunjukkan bahwa perusahaan tersebut merupakan perusahaan baru yang sedang berposes menuju tahap perkembangan usahanya. Pada perhitungan matriks IFAS EFAS tersebut juga dapat dilihat bahwa total nilai kekuatan (strength) lebih besar daripada total nilai kelemahan (weakness). Selain itu juga total nilai peluang (opportunity) lebih besar daripada total nilai ancaman (threat). Sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi yang tepat untuk diterapkan di perusahaan ini adalah strategi S-O. Berikut merupakan strategi S-O kami :

Memanfaatkan teknologi untuk proses pemasaran produk

Membuka 30% sahamnya untuk menarik minat para investor

Memanfaatkan banyaknya cabang di Negara ASIA untuk menarik minat di negara-negara berkembang

di Negara ASIA untuk menarik minat di negara-negara berkembang Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 57
di Negara ASIA untuk menarik minat di negara-negara berkembang Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 57

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

57

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22  Memanfaatkan SDM yang professional untuk membuat produk

Memanfaatkan SDM yang professional untuk membuat produk sesuai dengan demand yang diinginkan baik dalam lokal maupun Nasional

Memanfaatkan pasar yang luas untuk meningkatkan respon masyarakat terhadap produk mobil mainan

1. Mengembangkan dan berinovasi pada produk Tamiya 4WD dengan mengedepankan kualitas terbaik dan harga yang minimum untuk menarik perhatian konsumen.

2. Selalu mengedepankan keingininan konsumen dengan cara menerima saran dan keluhan dari konsumen, sehngga dapat mengembangkan produk sesuai dengan keinginan konsumen.

3. Berfokus untuk menguasai pasar di 4 pulau yaitu pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera dan Bali dengan pertimbangan 4 pulau tersebut adalah penduduk dengan konsumsi barang tertinggi dan perkembangan daya beli yang stabil.

5.6 Proses Bisnis Proses bisnis Masaki Corporation secara umum dijelaskan pada point berikut :

Mengadakan rapat penentuan visi misi, kebijakan-kebijakan, strategi, tatat ertib, SOP, menyusun anggaran perusahaan, bersama seluruh komite eksekutif dan pemegang saham.

Merancang Struktur Organisai Perusahaan

Merancang Proses Bisnis Perusahaan

Melakukan perekrutan karyawan dengan penempatan posisi sesuai dengan kemampuan calon karyawan

Memberikan pengembangan ketrampilan, motivasi dan training kepada karyawan secara berkala guna membentuk team work yang efektif

Memberikan reward dan punishment terhadap kinerja karyawan

Mencari supplier untuk pembelian material dan pengadaan peralatan guna inventaris perusahaan

Melakukan pengadaan inventaris perusahaan melalui proses pengadaan yang

telah diatur dalam SOP perusahaan

melalui proses pengadaan yang telah diatur dalam SOP perusahaan Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 58
melalui proses pengadaan yang telah diatur dalam SOP perusahaan Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 58

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

58

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22  Melakukan perawatan secara berkaladan memperbaiki

Melakukan perawatan secara berkaladan memperbaiki apabila ada inventaris yang rusak

Melakukan riset pasar berupa kuisioner, discuss group dan wawancara untuk mengetahui kebutuhan pasar

Mendesain tamiya sesuai dengan data kebutuhan pasar

Melakukan peramalan terhadap permintaan pasar (forecasting)

Melakukan perencanaan agregat

Menghitung kebutuhan bersih (Netting), ukuran lot (lotting), waktu pemesanan (offsetting) dan kebutuhan kotor (exploding)

Menentukan supplier pembelian part

Melakukan pemesanan dan pembelian part

Melakukan perakitan tamiya 4WD

Melakukan proses inspeksi raw material, in process, dan finish product

Mendistribusikan packaged tamiya 4WD kepada distributor

Melakukan penjualan langsung kepada konsumen melalui sales dan web

Membuat laporan penjualan produk

Mencatat administrasi pengeluaran dan pemasukan tiap departemen

Membuat laporan laba rugi

Membuat neraca

Mengurus gaji karyawan

Membuat database data penjualan, data pembelian, data supplier, data inventori, data distributor, dan data-data penting lainnya yang dibutuhkan perusahaan

Membangun sistem informasi internal perusahaan

Membangun sistem informasi eksternal perusahaan

Melakukan maintenance terhadap media sistem informasi eksternal dan internal perusahaan

terhadap media sistem informasi eksternal dan internal perusahaan Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 59
terhadap media sistem informasi eksternal dan internal perusahaan Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 59

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

59

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 5.7 Perancangan Struktur Organisasi 5.7.1 Kompleksitas

5.7 Perancangan Struktur Organisasi 5.7.1 Kompleksitas

5.7.1.1 Pengelompokan Proses Bisnis Merujuk pada aktivitas maupun subsistem pada perusahaan. Berikut adalah aktivitas yang diintegrasikan dalam perusahaan:

a. Perancangan Organisasi

Mengadakan rapat penentuan visi misi, kebijakan-kebijakan, strategi, tata tertib, SOP, menyusun anggaran perusahaan, bersama seluruh komite eksklusif dan pemegang saham

Merancang struktur organisasi perusahaan

Merancang proses bisnis perusahaan

b. Manajemen Sumber Daya Manusia

Melakukan perekrutan karyawan dengan penempatan posisi sesuai dengan kemampuan calon karyawan

Memberikan pengembangan keterampilan, motivasi, dan training kepada karyawan secara berkala guna membentuk team work yang efektif

Memberikan reward dan punishment terhadap kinerja karyawan

c. Logistik

Mencari supplier untuk pembelian material dan pengadaan peralatan guna inventaris perusahaan

Melakukan pengadaan inventaris perusahaan melalui proses pengadaan yang telah diatur dalam SOP perusahaan

Melakukan perawatan secara berkaladan memperbaiki apabila ada inventaris yang rusak

secara berkaladan memperbaiki apabila ada inventaris yang rusak Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 60
secara berkaladan memperbaiki apabila ada inventaris yang rusak Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 60

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

60

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22 d. Riset Pasar  Melakukan riset pasar berupa

d. Riset Pasar

Melakukan riset pasar berupa kuisioner, discuss group dan wawancara untuk mengetahui kebutuhan pasar

Mendesain tamiya sesuai dengan data kebutuhan pasar

e. Perencanaan dan Sistem Produksi

Melakukan peramalan terhadap permintaan pasar (forecasting)

Melakukan perencanaan agregat

Menghitung kebutuhan bersih (Netting), ukuran lot (lotting), waktu pemesanan (offsetting) dan kebutuhan kotor (exploding)

Menentukan supplier pembelian part

Melakukan pemesanan dan pembelian part

Melakukan perakitan tamiya 4WD

Melakukan proses inspeksi raw material, in process, dan finish product

f. Pelaksanaan Pemasaran dan Penjualan (Sells and Marketing)

Mendistribusikan packaged tamiya 4WD kepada distributor

Melakukan penjualan langsung kepada konsumen melalui sales dan web

g. Pelaksanaan Kegiatan Finansial

Membuat laporan penjualan produk

Mencatat administrasi pengeluaran dan pemasukan tiap departemen

Membuat laporan laba rugi

Membuat neraca

Mengurus gaji karyawan

h.

Pelaksanaan Sistem Informasi

Membuat database data penjualan, data pembelian, data supplier, data inventori, data distributor, dan data-data penting lainnya yang dibutuhkan perusahaan

dan data-data penting lainnya yang dibutuhkan perusahaan Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 61
dan data-data penting lainnya yang dibutuhkan perusahaan Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 61

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

61

Laporann Perancangan Teknik Industri Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22

Modul 1 “Perancangan Organisasi dan Bisnis” Kelompok 22  Membangun sistem informasi internal perusahaan 

Membangun sistem informasi internal perusahaan

Membangun sistem informasi eksternal perusahaan

Melakukan maintenance terhadap media sistem informasi eksternal dan internal perusahaan

5.7.1.2 Departementalisasi dan Rentang Kendali Berikut merupakan departemen yang dibutuhkan oleh PT Kanishta Garjita Indonesia untuk melakukan kegiatan produksi perusahaan:

Departemen Produksi Departemen Produksi bertanggung jawab atas pemroduksian produk yang akan dijual oleh perusahaan, yakni Tamiya 4WD. Produk Tamiya merupakan sebuah produk yang memiliki komponen-komponen pembentuknya yaitu: body Tamiya, chasing Tamiya, roller dan berbagai komponen kecil lainnya, maka dibutuhkan sebuah unit perakitan (assembly) yang bertangguna jawab atas pembentukan produk jadi. Dalam memproduksi Tamiya, maka dibutuhkan sebuah penjadwalan produksi dan kebutuhan-kebutuhan produksi lainnya, hal ini sebaiknya menjadi tanggung jawab unit sendiri. Maka pembentukan unit PPIC sangat dibutuhkan untuk membuat penjadwalan dan pengadaan kebutuhan produksi lainnya.Sebuah produk yang telah jadi tidak pelak dari sebuah kecacatan yang tampak langsung maupun tidak tampak (seperti struktur yang gradual). Maka dalam menjamin kualitas produk yang baik dibutuhkan sebuah unit pengontrolan kualitas dan inspeksi (Quality Control) yang bertugas mengontrol kualitas material mentah, barang setengah jadi hingga terdapat sebuah produk Tamiya yang dikemasi dan siap didistribusikan. Setiap unit Divisi diatas memiliki sebuah Kepala Divisi dan departemen untuk mengatur a