Anda di halaman 1dari 46

Laporan Kasus

Anestesi Umum
Limphadenopati KGB Leher

Valentina

Identitas Pasien

Nama Pasien : Nn. S.S


Umur : 14 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Siswi
Alamat : Jl. Taruna jaya II
No RM :46.33.XX
Masuk RS Tgl : 14-04-2011
Diagnosis saat Masuk : Limphadenopati KGB
Leher

Anamnesis
Keluhan Utama
Timbul benjolan di leher kanan
Riwayat Penyakit Sekarang
Os mengeluh timbul benjolan di leher
kanan sejak 1 bln SMRS. Benjolan tidak
nyeri, demam (-), batuk berdahak (+),
nafsu makan berkurang (-), keringat
malam hari (-),

Riwayat Penyakit Dahulu


Hipertensi
Dibetes melitus
disangkal
Asma
Riwayat alergi obat disangkal

Riwayat kebiasaan
Os mengatakan tidak suka merokok
dan mengkonsumsi minuman
beralkohol.

Riwayat pengobatan
Os mengatakan tidak pernah berobat
ataupun minum obat sebelumnya
Riwayat operasi sebelumnya
Os mengatakan belum pernah
menjalani operasi sebelumnya.

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Sakit sedang
Kesadaran : Compos Mentis
Tanda-tanda vital :
TD : 120/80 mmHg
N : 90 x/mnt
RR : 18 x/mnt
Suhu : 36C

TB : 160 cm
BB : 44 Kg

Kepala : Normochepal
Mata : Sklera ikterik -/Konjungtiva anemis -/ Hidung : deviasi septum (-)
edema mukosa (-)
Telinga : Otalgia (-)
Mulut : mukosa bibir kering (-), gigi goyang
(-), gigi palsu (-), faring hiperemis (-), tonsil
T1/T1
Leher : Pembesaran KGB kanan (+)

Paru
: dbn
Jantung : dbn
Abdomen : Nyeri tekan epigastrium
(-)
Ektremitas : dbn

Diagnosa Kerja
Limphadenopati KGB Leher

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium

Laboratorium
HB : 9,4
PT pasien : 11,1
L : 7520
kontrol : 12,0
Tr : 329 rb
APTT
HT : 29
pasien : 41,5
LED : 18
kontrol : 35,0

STATUS FISIK
American Society of Anesthesiologists (ASA)
:
1.Pasien
sehat organik, fisiologik, psikiatrik
& biokimia.
2. Pasien dgn peny. sistemik ringan atau sedang.
3.Pasien dgn peny. sistemik berat, aktivitas rutin
terbatas.
4. Pasien dgn peny. Sistemik berat, tdk dapat
melakukan aktivitas rutin & penyakitnya
merupakan ancaman kehidupan sehari-harinya.
5. Pasien sekarat yg diperkirakan dengan atau
tanpa pembedahan hidupnya tidak akan lebih dari
24 jam.

Keadaan Pra-Bedah
Keadaan Umum : sakit sedang
Kesadaran : Compos Mentis
TD : 110/80 mmHg
N : 88x/mnt
RR : 18x/mnt
Suhu : 36C

TB : 160 cm
BB : 44 Kg

Pre Medikasi
Valsanbe 10 mg
pemberian Oral
jam 12.30
Efek : cukup.

Dipastikan tidak ada benda asing


yang akan mengganggu proses
anestei dan operasi, seperti : gigi
palsu.

PERSIAPAN OPERASI

Puasa 8 jam
Pemasangan infus ringer asetat
Pasien dibawa ke ruang operasi
Pasien diposisikan terlentang di meja
operasi
Sebelum dilakukan induksi pasien
dipasang elektroda,manset TD, dan
saturasi.

Medikasi
Jam 13.50 : Induksi
Dengan Fresofol 120 mg sampai refleks
kornea (-), lalu diberikan analgetik
Fentanyl 0,1 mg dan diberikan relaksan
non depolarisasi (Tramus 30 mg)
Tercatat TD 85/40, Nadi 75x/mnt, SpO2
99%
Setelah reflek bulu mata (-),
dipasangkan
O2 : N2O = 1:2,
dipasangkan sevoflurane vol 3

Teknik Anestesi
Dipasang LM No.3
VK
VK SpO2 : 99%
Maintenance

tertutup Abs

O2 : N2O = 1 : 2
Sevoflurane : 3
selama Anestesi :
Observasi TD, Nadi, RR, dan saturasi

Medikasi lain-lain
Narfoz : 4 mg
Remopain : 30 mg
SA
: 1 mg
menit
Prostigmin : 2 mg
operasi

diberikan 5
sebelum
selesai

Pukul 13.55 operasi dimulai, TD


85/45, N 65x/mnt, SpO2 99%
Pukul 14. 10 diberikan narfoz 4 mg,
TD 112/70, N 59x/mnt, SpO2 99%
Pukul 14.25 operasi selesai,
diberikan remopain, SA, prostigmin,
TD 112/78, N 65x/mnt

Pukul 14.35 pasien dilakukan


ekstubasi, diberikan sungkup O2
6l/mt, TD 120/90, N 50x/mnt
Setelah napas spontan pasien
dipindahkan keruangan RR

Pukul 14.40 pasien tiba di RR,


dipasangkan O2 nasal 4l/mnt dengan
guedel.
Dipasang monitor, TD 142/100, N
60xmnt
Setelah pasien bisa membuka mata
dan merespons panggilan, guedel
dibuka.
Pukul 14.45 pasien dipindahkan ke
ruangan TD 140/90mmHg, N

PASCA ANESTESIA
Jumlah cairan
Ringer asetat

= 500 ml

Lama anestesia: 45 menit


Lama pembedahan : 30 menit

Analisa Kasus
Pada pasien ini dilakukan anestesi
unum dengan tujuan mengurangi
sakit selama tindakan operasi.

Pada saat pre medikasi diberikan


valsanbe (valium 10 mg) 1,5 jam
sebelum operasi, dengan tujuan
melancarkan induksi, rumatan,
meredakan kecemasan, menciptakan
amnesia dan meminimalkan jumlah
obat anestetik pada pasien tsb.

LMA
Sungkup laring (LMA) ialah alat jalan
napas berbentuk sendok yang
pinggirnya dapat dikembangkempiskan seperti balon pada pipa
trakea.
Dikenal 2 macam sungkup laring :
Sungkup laring standar dengan 1 pipa
napas
Sungkup laring dengan 2 pipa, yaitu 1
pipa napas standar, lainnya pipa
tambahan yang ujung distalnya

Fresofol (profopol)
Penggunaan : obat induksi, sedasi
sadar, pemeliharaan dari anestesi,
pengobatan mual dan muntah akibat
kemoterapi/ pasca bedah.
Merupakan suatu obat hipnotik iv
diisopropilfenol yang menimbulkan
induksi anestesia yg cepat dengan
aktivitas eksitasi minimal. Obat ini
mengalami distribusi yang luas &
eliminasi yg cepat.

Dosis
induksi : iv 2-2,5/kgbb (berikan scr
lambat slm 3o detik dalam 2-3 dosis
bagi)
Pemeliharaan : bolus iv 25-50mg

Eliminasi : hati, ekstrahepatik (paru)


Awitan aksi : dalam 40 detik
Efek puncak : 1 menit
Lama aksi : 5-10 menit
Efek samping : hipotensi, aritmia,
takikardi, bradikardi, hipertensi,
depresi pernapasan, sakit kepala,
kejang.

Fentanyl
Penggunaan : analgesia, anestesia
Merupakan agonis opioid poten. Sebagai suatu
analgesik, fentanyl 75-125x lebih poten
dibanding morfin.
Dosis induksi
Bolus iv : 5-40 g/kg
Eliminasi : hati
Awitan aksi : iv dalam 30 detik, im < 8 menit
Efek puncak : iv 5-15 menit
Lama aksi : iv 30-60 menit
Efek samping : hipotensi, bradikardi, depresi pernapasan,
apneu, pusing, kejang, mual, kekakuan otot

Tramus
(atracurium besylate 10 mg)
Penggunaan : relaksan otot non
depolarisasi
Merupakan relaksan otot skelet non
depolarisasi. Obat ini berkompetensi
untuk reseptor kolinergik pada
lempeng akhir motorik. Obat ini
mengalami metabolisme yang cepat
via eliminasi hofmann dan hidrolisis
ester enzimatik non spesifik.

Dosis intubasi : iv 0,3-0,5mg/kg


pemeliharaan : iv 0,1-0,2mg/kg
Eliminasi : plasma, hati, ginjal
Awitan aksi : < 3 menit
Efek puncak : 3-5 menit
Lama aksi : 20-30 menit
Efek samping : hipotensi, vasodilatasi,
hipoventilasi, bronkospasme, blok yang
tidak adekuat

15 menit sebelum operasi selesai,


pasien diberikan narfoz 4mg dengan
tujuan untuk mengurangi mual &
muntah setelah operasi.

Narfoz (odacentron)
Suatu antagonis reseptor serotonin 5 HT3 selektif
yang ditemukan secara perifer pada terminal
saraf vagal dan secara sentral dalam zona
pemicu kemoreseptor dari area postrema
Odansentron dpt mengantagonis efek emetik
serotonin pada salah satu atau kedua reseptor.
Penggunaan : pencegahan dan pengobatan mual
dan muntah pascabedah akibat kemoterapi
Dosis pasca bedah iv 4 mg diberikan dalam 1-5
menit.
Eliminasi : hati

Efek samping : hipotensi, bradikardi,


takikardi, sesak napas.

Remopain
(ketorolac trometamol)
Penggunaan : analgesia
Merupakan obat anti inflamasi non
steroid memperlihatkan aktivitas
analgesik, antiinflamasi, dan
antipiretik. Ketorolak menghambat
sintesis prostaglandin dan dapat
dianggap suatu analgesik yang
bekerja secara perifer

Dosis : im/iv lambat, 30-60mg (0,51mg/kg)


Eliminasi : hati, ginjal
Efek samping : vasodilatasi, pucat,
angina, dispneu, asma, mengantuk,
mual, muntah

Untuk reverse diberikan SA dan


prostigmin.

SA
(atropine sulfate)
Penggunaan : reversi dari blokade
neuromuskuler, pengobatan dari bradikardi
sinus
Atropi secara kompetisi mengantagonisir aksi
asetilkolin pada reseptor muskarinik.
Menurunkan sekresi saliva, bronkus, dan
lambung dan merelaksasi otot polos bronkus.
Tonus dan motalitas gastrointestinal
berkurang. Atropin merupakan suatu amin
tersier dan karena itu melintasi sawar darah
otak

Dosis reversi blokade neuromuskeler


Iv : 0,015mg/kg
Eliminasi : hati, ginjal
Awitan aksi : iv 45-60 detik
Efek puncak : iv 2 menit
Efek samping : takikardi, bradikardi,
palpitasi, depresi pernapasan, halusinasi,
refluks gastroesofagus

Prostigmin
(neostigmine methylsulphate)
Penggunaan : reversi dari relaksan
otot depolarisasi
Neostigmin menghambat hidrolisis
asetilkolin melalui kompetisi dengan
asetilkolin untuk perlekatan dengan
asetilkolinesterase pada tempat
asteratik. Penimbunan asetilkolin
mempermudah transmisi impuls
melintasi sambungan neuomuskuler.

Dosis : reversi iv lambat 0,05mg/kg


(dosis maksimum 5mg)
Eliminasi : hati, esterase plasma
Awitan aksi reversi : iv < 3 menit
Efek puncak : 3-14 menit
Lama aksi : 40-60 menit
Efek samping : bradikardi, takikardi,
hipotensi, peningkatan skresi oral,
faring, dan bronkus.

Sevoflurane
Penggunaan : anestesi inhalasi
Merupakan suatu eter isopropil
berfluonisasi yang tidak menyala.
Dosis : titrasi hingga mencapai efek untuk
anestesi induksi atau pemeliharaan
Eliminasi : paru, hati, ginjal
Efek samping : hipotensi, aritmia, depresi
pernapasan, apnue, pusing, peningkatan
TIK, mual, muntah, gangguan fungsi ginjal.

Terima Kasih..