Anda di halaman 1dari 36

FISIKA DASAR

Nurul Priyantari, S.Si., M.Si


Jurusan Fisika, FMIPA

BESARAN DAN SATUAN

PENGUKURAN BESARAN
Dilakukan

dengan membandingkan
dengan ukuran yang sudah baku
(standar)

Penulisan

hasil:
(Besaran) = (Nilai Angka) (Satuan)

Contoh:

v = 80 km/jam
V = 12 volt

SISTEM SATUAN
Sistem

Inggris
Sistem Metrik
Sistem International-SI
(MKS)
Sistem CGS

Satuan pada sistem metrik


Awalan

Singkatan

Nilai

tera

1012

giga

109

mega

106

kilo

103

hekto

102

deka

da

101

desi

10-1

senti

10-2

mili

10-3

mikro

10-6

nano

piko

10-12

femto

10-15

10-9

Waktu dinyatakan dalam


detik (s)
Waktu

Konversi

abad

1 abad = 100 tahun = 3,156 109s

Tahun

1 tahun = 365,25 hari = 3,156 107s

Hari

1 hari = 86.400 s

Jam

1 jam = 3.600 s

Menit

1 menit = 60 s

Milidetik

1 ms = 10-3s

mikrodetik

1 s = 10-6s

nanodetik

1 ns = 10-9s

pikodetik

1 ps = 10-12s

Massa dalam kilogram (kg)


Jagat Raya

1053 kg

Galaksi

4 1041 kg

Matahari

2,0 1030 kg

Bumi

6,0 1024 kg

Atom (besi)

9,5 10-26 kg

Proton

1,7 10-27 kg

Elektron

9,1 10-31 kg

BESARAN FISIKA
Besaran

dasar (beserta
satuan dasar)

Besaran

turunan (beserta
satuan turunan)

Tujuh Besaran dan Satuan Dasar


dalam SI
BESARAN

SATUAN

SINGKATAN
SATUAN

Panjang

meter

Waktu

detik (second)

Massa

kilogram

kg

Arus listrik

ampere

Temperatur

kelvin

Jumlah zat

mole

mol

Intensitas cahaya

kandela

cd

Besaran dan Satuan Turunan


BESARAN

SATUAN
TURUNAN

NAMA/SEBUTAN

SIMBUL

frekuensi

s-1

hertz

Hz

gaya

kgms-2

newton

tekanan

Nm-2

pascal

Pa

energi

Nm

joule

daya

Js

watt

muatan listrik

As

coulomb

potensial listrik JC

volt

kapasitas
listrik

CV-1

farad

hambatan
listrik

VA-1

ohm

konduktansi

AV-1

siemens

fluks magnetik

Vs

weber

Wb

medan magnet

Vsm-2

tesla

induktansi

VsA-1

henry

temperatur

derajad celcius

ANALISIS DIMENSI
Empat

besaran dasar yang paling


sering digunakan adalah:
panjang [L],
waktu [T],
massa [M] dan
kuat arus listrik [I].
Dapat digunakan untuk memeriksa
apakah suatu persamaan memiliki
hubungan yang benar.

CONTOH
Dengan

menggunakan analisis dimensi


mana persamaan berikut yang benar

k
T 2
m

atau

k = gaya/jarak

m
T 2
k

ANGKA PENTING
Semua

angka yang diperoleh


secara langsung dari proses
pengukuran, tidak termasuk
angka nol untuk desimal

PENGUKURAN :
TRUE VALUE , AKURASI DAN
PRESISI

TRUE VALUE : nilai sebenarnya dari besaran yang diukur


PRESISI: kebebasan dari kesalahan acak

AKURASI: kebebasan dari kesalahan sistematik (kedekatan terhadap true value)


(a)

(b)

Param
eteryangdiukur
"Truevalue"
Param
eteryangdiukur
"Truevalue"

(a) Hanya ada kesalahan acak dan


(b) Terjadi kesalahan acak dan kesalahan sistematik

CONTOH (lihat tabel)


Angka 5 (baris pertama) menunjukkan bahwa hasil pengukuran
berada pada interval 4,5 dan 5,5 dengan presisi kurang lebih 0,5/2
atau 25%
Nilai Pengukuran Banyaknya angka
penting

Catatan

Menunjukkan presisi 25%

5,0

Menunjukkan presisi 2,5 %

5,00

Menunjukkan presisi 0,25 %

0,125

Angka nol di depan koma desimal tidak ikut


dihitung sebagai angka penting

5,326

5,326 103

520

2 atau 3

5,20 x 102

5,2 x 102

Bermakna ganda, angka nol mungkin penting


atau mungkin ditulis untuk menunujukkan
tempat koma desimal

Notasi Teknik & Notasi Ilmiah


Nilai Besaran

Notasi ilmiah (V)

Notasi Teknik

0,000 000 025

2.5 10-8

25 nV

0,000 000 25

2.5 10-7

0,25 V atau 250 nV

0,000 002 5

2.5 10-6

2,5 V

0,000 025

2.5 10-5

25 V

0,000 25

2.5 10-4

0,25 mV atau 120 V

0,002 5

2.5 10-3

2,5 mV

0,025

2.5 10-2

25 mV

0,25

2.5 10-1

0,25 V atau 120 mV

2.5

2.5

2,5 V

25

2.5 101

25 V

250

2.5 102

0,25 kV atau 120 V

250.0

2.5 103

2,5 kV

250.00

2.5 104

25 kV

250.000

2.5 105

0,25 MV atau 120 kV

2.500.000

2.5 106

2,5 MV

Contoh kasus penulisan angka penting


No

Besaran

1.

Panjang

2.

Panjang

3.

Panjang

Penulisan Hasil
l 25,
4
0,50,5

l 25 0,5

Komentar
m

l 25,4 0,5

Salah, angka penting terakhir


pada hasil tidak sama dengan
tempat desimal pada bagian
kesalahannya
Salah, tanpa satuan
Penulisan yang benar

l 25,4 0,5

4.

Massa

m =229 kg 8%

5.

Massa

m = (229 18) Cukup bagus, hanya terlalu


banyak angka penting pada
kg
bagian kesalahan

6.

Massa

m = (229 20) Terlalu banyak angka penting


pada bagian jawaban
kg

7.

Massa

m = (230 20) Penulisan benar


kg

Jangan tuliskan % pada hasil


akhir

BESARAN
(Berdasarkan besar dan arah)

SKALAR:

VEKTOR:

hanya menyatakan
besarnya saja (mis.
massa, panjang,
waktu, temperatur
dan muatan listrik)

menyatakan besar
dan arah (mis.
kecepatan
perpindahan,
momentum, gaya dan
tekanan)

MENGGAMBAR VEKTOR
Notasi vektor
Garis kerja vektor

Titik
kerja
vektor

Arah
vektor

Panjang vektor menyatakan


besar vektor

Catatan:
Notasi vektor ditulis dengan tanda garis di atas simbol
besarannya atau simbol besarannya dicetak tebal.

PENJUMLAHAN & PENGURANGAN


VEKTOR

Vektor perpindahan A (dari P1 ke P2) diikuti vektor perpindahan B (dari P2 ke


P3) menghasilkan resultan vektor perpindahan C (dari P1 ke P3) atau ditulis
C=A+B

Contoh:
Suatu titik bergerak mengikuti vektor perpindahan A diikuti vektor
perpindahan B seperti pada gambar di bawah. Hitung besarnya
resultan perpindahan C.

Penyelesaian:
Besarnya vektor C dapat dihitung dengan hukum kosinus pada segitiga, yaitu
C2 = A2 + B2 2AB cos 65o atau
C = { (2890)2 + (1830)2 (2 2890 1830 cos 65o) }1/2 m = 2690 m

PENJUMLAHAN DUA VEKTOR SEBARANG


Vektor
A
dan
vektor
B
(gambar a) dapat
dijumlahkan menghasilkan resultan vektor C dengan
cara segitiga (gambar b) atau cara jajaran genjang
(gambar c).

Berlaku hukum komulatif : A + B = B + A

PENJUMLAHAN LEBIH DARI DUA VEKTOR


Vektor A, vektor B, dan vektor D dapat dijumlahkan
menghasilkan
resultan dengan cara segitiga
bertahap.

Vektor A dan vektor B


dijumlah dahulu

Vektor B dan vektor D


dijumlah dahulu

VEKTOR PARALEL DAN VEKTOR


NEGATIF

Vektor A dan vektor B


dengan resultan vektor C

Menggambarkan Vektor A
negatif

C=A+B

A + (- A) = 0

PENGURANGAN VEKTOR

Pengurangan Vektor A dan vektor B


merupakan jumlah A dan -B
A - B = A + (- B)

Pengurangan Vektor A dan vektor


merupakan diagonal lain dari
jajaran genjang

PERKALIAN VEKTOR DENGAN


ANGKA

Vektor A dikalikan 3

Vektor A dikalikan dengan -3

VEKTOR POSISI

Vektor posisi r dari titik P

vektor satuan x atau i,


y atau j , dan z atau k

KOMPONEN VEKTOR (1)


Vektor posisi r dari titik P
dapat dituliskan sebagai:

r xx yy zz
atau
r xi yj zk
vektor satuan x atau i,
y atau j , dan z atau k

x, y, dan z adalah komponen


vektor r

KOMPONEN VEKTOR (2)

Jika x 2 m, y 3 m, dan z 5 m, maka posisi


titik P dapat diberikan oleh vektor posisi :
r (2 m) i (3 m) j (5 m) k

KOMPONEN VEKTOR (3)

Sebarang vektor A dengan komponen


A x , A y , dan A z dapat dituliskan

A x A cos x

A y A sin x

A A x i A y j A z k

adalah A A 2x A 2y

Dengan teori Pythagoras besar A

PERKALIAN VEKTOR
Terdapat

dua cara perkalian dua


vektor, yaitu tergantung hasilnya
(product)
Dot Product : perkalian dua vektor
menghasilkan skalar
Cross Product: perkalian dua vektor
menghasilkan vektor

DOT PRODUCT atau SCALAR PRODUCT


atau INNER PRODUCT

Dot product vektor A dan B yang membentuk sudut dituliskan


sebagai A B
Hasilnya merupakan perkalian besarnya A dan B dengan kosinus sudut
antara kedua vektor, jadi
A B = AB cos
Hasil: positif jika <90o dan negatif jika >90o
Jika vektor A dan B saling tegak lurus maka A B = 0
Dot product vektor A dengan dirinya sendiri berarti A A = AA cos 0 = A2

DOT PRODUCT VEKTOR


SATUAN

Dot product vektor satuan dengan dirinya sendiri (kedua vektor


membentuk sudut 0o)

i i 1

j j 1

Dot product vektor satuan dengan lainnya (kedua vektor


membentuk sudut 90o)

i j j i 0

k k 1

i k k i 0

j k k j 0

Buktikan bahwa untuk :

A Ax i Ay j Az k
B Bx i B y j Bz k
A B Ax Bx Ay B y Az Bz

CROSS PRODUCT (VECTOR


PRODUCT)

Cross product vektor A


dan B yang
membentuk sudut
dituliskan sebagai A
B
Hasilnya merupakan
vektor (misalnya
vektor C), dituliskan
C=AB
Besarnya vektor C
adalah:
C = AB sin
Arah vektor C adalah
tegak lurus bidang
yang dibentuk A dan B

Penentuan arah vektor C dapat dibuat pedoman


aturan tangan kanan
Arahkan jari ke vektor A (gambar a), gerakkan jari
dari vektor A ke B dan ibu jari ke arah C (gambar b)

CROSS PRODUCT VEKTOR


SATUAN

Cross product vektor satuan dengan dirinya sendiri (kedua vektor


membentuk sudut 0o) adalah nol

i i 0

k k 0

Cross product vektor satuan dengan lainnya (kedua vektor


membentuk sudut 90o)

i j j i k

j j 0

z x x z j

j k k j x

Buktikan bahwa untuk :

A Ax i Ay j Az k
B Bx i B y j Bz k
A B ( Ax Bz Az B y )i ( Az Bx Ax Bz )j (A z B y - A y Bx )k