Anda di halaman 1dari 5

Laporan Modul 5 MTG 102

Tabling
Kelompok 6 / Minggu, 31-06-2015
Asisten: Deden Juvenof (12511015)

Abstrak Praktikum Modul V


Tyjuan dari percobaan kali ini adalah untukmemahami
dasar dasar pemisahan serta prinsip kerja alat yaitu
shaking table. Selain itu juga mempelajari pengaruh dari
factor factor dan variable yang mempengaruhi hasil dari
proses konsentrasi.

A. Tinjauan Pustaka
Salah satu metode Konsentrasi Gravitasi adalah Tabling.
Tabling merupakan pemisahan material dengan cara
mengalirkan air yang tipis pada suatu meja bergoyang,
denghan menggunakan media aliran tipis dari air (Flowing
Film Concentration). Alat yang digunakan disebut
Shaking Table
Prinsip Kerja Shaking Table adalah berdasarkan perbedaan
berat dan ukuran partikel terhadap gaya gesek akibat aliran
air tipis. Partikel dengan diameter yang sama akan
memiliki gaya dorong yang sama besar. Sedangkan apabila
ssspecific Gravitynya berbeda maka gaya gesek pada
partikel berat akan lebih besar daripada partikel ringan.
Karena pengaruh gaya dari aliran, maka partikel ringan
akan terdorong / terbawa lebih cepat dari partikel berat
searah
aliran.
Karena gerakan relative Horizontaldari motor maka
partikel berat akan bergerak lebih cepat daripada material
ringan dengan arah horizontal. Untuk itu perlu dipasang
riffle (penghalang) untuk membentuk turbulensi dalam
aliran sehingga partikel ringan diberi kesempatan berada
diatas
dan
partikel
berat
relative
dibawah.
Pada prinsipnya gaya gaya yang bekerja pada alat ini ada 3
macam gaya.yaitu gaya gravitasi,gaya dorong air dan gaya
gesek.
Berikut ini adalah bagian bagian dari alat yang di gunakan
untuk percobaan :

Keterangan gambar :
1. Head motion
2. Togle
3. Feed box

4.
5.
6.

Rifel
Discan water
Penyaluran tailing,middling dan consentrat

Tailing

Middling
Sluice Box
Sluice boxmerupakan
alat konsentrasi gravitasi
pendahuluan untuk endapan aluvial, seperti timah
(cassiterite). Alat ini berupa saluran miring dengan
penampang empat persegi panjang. Pada bagian dasarnya
dipasang riffle yang berfungsi sebagai kantong penahan
endapan dan membentuk arus Eddy. Sluice box beroperasi
tidak kontinu, terdiri dari dua tahap, yaitu tahap
pengumpanan dan tahap pembersihan.
Log Washer
Log washer merupakan alat pencucian material yang
dilakukan selanjutnya. Material yang baru diperoleh dari
lapangan dimasukkan dalam log washer. Prinsip yang
digunakan adalah prinsip gravitasi, sehingga mineral berat
akan turun ke bawah dengan cepat, sedangkan mineral
ringan akan berada di lapisan atas, dan selanjutnya menuju
tempat penampungan tailing. Alat ini biasanya digunakan
untuk pemisahan kasar, seperti lempung dari pasir dan
anglomerat.
Heavy Media Separator
Heavy Media Separator merupakan salah satu alat
yang
bekerja
berdasarkan
prinsip
konsentrasi
gravitasi.Prinsip pemisahan berdasarkan perbedaan berat
jenis suatu mineral.Umpan dimasukkan kedalam HMS
yang telah berisi fluida tertentu. Mineral yang mempunyai
berat jenis yang lebih besar akan tenggelam dan yang lebih
ringan akan mengapung. Pemilihan penggunaan HMS
harus memperhatikan parameter yang telah ditentukan,

seperti medianya harus keras, tidak ada kecenderungan


terjadinya slime, dan tidak ada kecenderungan untuk
terjadinya peningkatan luas permukaan medis sehingga
terjadi degradasi viskositas.

kadar SnO 2=

kadar SnO 2=95

B. Data Percobaan
1.

2.

3.

Kadar SiO2 pada konsentrat

269 2.65
(269 2.65 )+(2194 7)

kadar SnO 2=4.4


Kadar SnO2 pada middling

kadar SnO 2=

Konsentrat

II

III

IV

27

119

11

54

26

99

55

143

13

118

25

68

11

112

60

14

190

10

90

15

122

243

31

33

35

37

62

91

16

60

12

55

64

200

Kadar SiO2 pada middling

kadar SiO 2=
32

36

398 2.65
(398 2.65 )+ ( 1217 )

Kadar SiO2 = 54.98%


Kadar SnO2 pada tailing

kadar SnO 2=

Middling

II

III

IV

11

80

24

13

19

11

22

34

17

1217
( 121 7 ) + ( 398 2.65 )

Kadar SnO2 = 45%

5.

kadar SiO 2=

Data Berat Jenis


Berat jenis (gram/cm3)
Pbs
SiO2
7,5
2,5
Berat material
consentrat
tailing
0.6 feed
0.4 feed

4.

2194 7
( 2194 7 ) +(269 2.65)

V
P

22

16

12

13

12

23

14

12

22

22

209 7
( 209 7 ) + ( 658 2.65 )

Kadar SnO2 = 46.09%


Kadar SiO2 pada tailing

kadar SiO 2=

658 2.65
(658 2.65 ) + ( 209 7 )

Kadar SiO2 = 53.9%


Recovery

Tailing

II

III

IV

r ecovery=

10

12

17

12

23

23

13

10

123

13

14

15

15

25

177

14

12

23

12

60

25

11

22

12

18

22

27

12

C. Pengolahan Data
1. Rumus dasar

Recovery = 57%
Material balance

Ff =Cc+Tt

500. f =300 0.4+200 0.6


f =0.48

kadar material=

recovery=

300 0.95
100
500 1

h
( h ) +( p )

Cc
100
F. F

material balance =Ff =Cc+Tt


Kadar SnO2 pada konsentrat

D. Analisa Hasil Percobaan


Pada perhitungan dan pengolahan data hasil percobaan,
didapatkan recovery Sn. Recovery Sn yang terdapat di
konsentrat tidak diperoleh sebesar 100%.Seperti yang kita
ketahui, densitas Sn lebih besar daripada SiO2. Oleh
karena itu, SiO2 dengan densitas lebih rendah akan
terkonsentrasi pada riffle sedangkan Sn dengan densitas

lebih besar akan terdorong bersama air ke saluran khusus


konsentrat. Tetapi pada kenyataannya, proses ini tidak
berjalan sebagaimana mestinya. Ada sejumlah Sn yang
ikut terkonsentrasi dalam riffle, sehingga recovery Sn pada
konsentrat tidak mencapai 100% dan kadar Sn di dalam
tailing akan cenderung meningkat.
Derajat liberasi rata-rata kasiterit pada konsentrat jauh
lebih besar dibandingkan pada middling, hal ini
menunjukkan bahwa pada middling masih banyak kasiterit
yang belum terbebas sempurna dari pengotornya. Kasiterit
dan kuarsa yang diperoleh di middling dapat dimasukkan
kembali sebagai feed karena beratnya masih dalam jumlah
yang banyak dibandingkan konsentrat dan tailing.
Sedangkan tailing tidak dapat digunakan kembali sebagai
feed karena beratnya sangat kecil, meskipun pada tailing
diperoleh persentasi kasiterit yang cukup tinggi. Hal ini
terjadi karena masih ada beberapa kasiterit yang terbawa
oleh air ke dalam tailing.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pemisahan
menggunakan shaking table.
1) Specific Gravity dari mineral. Hal ini penting
karena kita memisahkan mineral berdasarkan
perbedaan specific gravity.
2) Laju aliran air. Jika laju alirnya terlalu besar maka
partikel dengan s.g besar akan ikut terbawa arus
dan masuk di tailing, sehingga laju aliran air perlu
diperhatikan. Lalu kemiringan juga berpengaruh
pada proses pemisahan karena kemiringan akan
memberikan gaya dorong kepada bijih karena
berkaitan dengan gaya grafitasi dan gaya gesek,
pada praktikum kali ini kemiringan yang optimum
adalah 5o.
3) Human error. Kesalahan yang dapat terjadi adalah
pada saat memasukkan feed ke dalam shaking table
pada awal praktikum sampel tidak ditimbang,
sehingga didapatkan berat material yang sudah
dikeringkan menjadi lebih besar dari berat feed
yang diketahui pada awalnya. Hal ini terjadi karena
masih ada material yang belum hilang dari
praktikum sebelumnya.

E. Jawaban Pertanyaan
Pertanyaan
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Apakah yang menjadi prinsip kerja shaking table


Berapa batas ukuran feed yang biasa di gunakan
untuk shaking table
Bagaimana hubungan antara slope dan size (sg
feed) .juga antara stroke dan size sg feed
Factor apa yang mempengaruhi kapasitas dari
shaking table
Dimana letak perbedaan antara Wifley table dan
Butchart table
Gaya yang bekerja pada partikel yang
menyebabkan terjadinya pemisahan mineral

7.
8.
9.
1.

2.
3.
4.

5.

6.
7.

8.

9.

Untuk apa di gunakan shaking table


Gambarkan head motion shaking table dan
jelaskan cara kerjanya
Jelaskan fungsi riffle yang ada di atas meja
Jawab:
Prinsipnya yaitu memisahkan material
berdasararkan berat jenis dari masing masing
material.dengan bantuan gaya dorong media
berupa air material akan bergesekan pada meja
dengan kemiringan tertentu.material yang
memiliki berat jenis yang ringan akan terus
tergeser dan terpisah oleh material yang memiliki
berat jenis yang lebih berat
Ukuran feed yang ideal adalah 100m-100mm

Factor factor yang mempengaruhi kapasitas dari


shaking table adalah
SG
Amplitude dan frekuensi getaran
Laju air
Ukuran feed
Perbedaanya yaitu pada buchart table Mekanisme
kerjanya yaitu material bergerak kekiri dan air
bergerak kekanan, sehingga material ringan akan
terbawa arus air sedang material berat akan
berjalan terus.
Gaya gaya yang bekerja adalah gaya gesek,gaya
grafitasi dan gaya dorong air
Untuk memisahkan material yang memiliki
perbedaan SG yang cukup jauh.dan meningkatkan
kadar dari material agar dapat memiliki nilai yang
ekonomis
Head motion merupakan komponen utama dari
alat shaking table.karena bagian ini berfungsi
untuk menggerakan table secarca horizontal .
Cara kerjanya yaitu pada saat mesin di oprasikan
pitman bergerak secara eksentrik sehingga toggle
dalam keadaan miring,sehingga meja bergerak ke
belakang.lalu pitman kembali turun dan
mengakibatkan meja menjadi bergerak ke
depan.gerakan seperti itulah yang terjadi selama
mesin di oprasikan
Suatu media sejenis tanggul yang berada di atas
meja yang memiliki pola tertentu dan berfungsi
untuk menahan material yang berat sehingga
tidak terbawa oleh aliran air.

Pertanyaan sluice box


1.
2.
3.
4.

5.

Apakah kebaikan dan kenurukan transverse riffle


di bandingkan dengan longitudinal riffle
Slice box baiknya di pergunakan untuk feed yang
bagaimana?
Apa yang di maksud dengan cleaning up?berikan
penjelasn!
Bagaimana di kehendaki penangkapan konsentrat
yang sebaik mungkin<apakah kita harus
memberikan feed secara uver load atau
underload
Apakah ada hubungan antar panjang dan lebar
slice box?

Jawab :

Keuntungan dan kerugian memakai tansverse


riffle dan longitudinal riffle adalah :
Transverse Riffle
Kebaikan : penghantaran mineral tidak ada hambatan
Keburukan : tailing lebih banyak dibandingkan konsentrat
Longitudinal Riffle
Kebaikan : stratifikasi partikel terjadi cukup baik.
Keburukan : waktu pemisahan relatif lama
2. Sluice box baiknya digunakan untuk umpan yang
berupa lumpur, dengan persen solid berkisar
antara 50-60 persen

1) Dimensi (panjang, lebar, dan tinggi) dan bentuk


dari log washer
2) Ukuran dari feed
3) Laju pengumpanan
4) Jumlah wash water
5) Kecepatan rotasi log washer
6) Persen padatan dari feed

1.

5.

Aksi-aksi apa saja yang terjadi pada log washer


Aksi gravitasi partikel
Aksi dorong atau rotasi oleh aliran air (wash
water)
Aksi gesekan partikel dengan alat

Pertanyaan HMS
1.

3.

Cleaning up adalah proses pembersihan sluice


box.Dalam hal ini, riffle disemprotkan air dari
atas, sehingga mineral yang tersisa di riffle ikut
turun bersama air kebawah.

4.

Untuk penangkapan konsentrat yang sebaik


mungkin, maka feed diberikan secara underload.
Apabila diberikan secara overlaod, recovery
yang diperoleh akan kecil karena banyak mineral
berharya yang masuk ke dalam tailing

2.
3.
4.

5.

Panjang dan lebar sluice box biasanya


mempunyai perbandingan tersendiri. Hal ini
dikarenakan, panjang dan lebar sluice box
sangat mempengaruhi hasil keluarannya.

1.

Pertanyaan log washer


1.
2.
3.
4.

5.
1.

2.

Untuk apa log washer di pergunakan


Dapatkah log washer di golongkan ked ala jenis
consentration ? berikan penjelasan
Berapakah kira kira perbandingan feed dengan air
yang di kerjakan
Factor factor apa saja yang mempengaruhi
kapsitas log washer?kapsitas apa saja yang di
maksud dengan log washer
Aksi aksi apa saja yang terjadi pada log washer
Jawab :
log washer digunakan untuk memisahkan mineral
secara kasar dengan bantuan air sebagai media
pemisah.
Dapat, karena log washer mampu meningkatkan
kadar feed setelah keluar dari log washer itu
sendiri.

3.

Perbandingn air dan feed yang dipakai adalah


berkisar antara 2:1.

4.

Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi


kapasitas log washer

2.

Salah satu media yang terpenting adalah


ferrosiliocon.bagaimanakah :
a. Komposisinya
b. Untung ruginya dalam
pemakaina
c. Ukuran yang biasa di pakai
d. Kesulitannyadalam waktu
grinding dan bagaimana cara
mengatasinya
Alat apa saja yang di perlukan bila kita
melaksanakan proses HMS,jelaskan kegunaanya
Sebutkan kebaikan hms bila di pakai untuk coal
cleaning
Bagaimana mengatasi terhadap pengaruh korosi
yang di timbuklan oleh media pemisah
Jawab:

Penggunaan ferrosilikon pada alat HMS :


a. Komposisi ferrosilikon adalah suatu alloy yang
mengandung 82% Fe dan 15% - 16% Si.
b. Untung rugi pemakaian ferrosilikon adalah jika
kadar Si dalam alloy kurang dari 15% maka akan
bersifat korosif. Dan jika kadar Si lebih besar dari
16% sifat kemagnetanya akan jauh berkurang.
Ferrosilikon memiliki sifat fisika yang stabil dan
bersifat inert dengan partikel umpan yang
dipisahkan dan mudah diambil dari partikel yang
dipisahkan, namun ferrosilicon tidak efisien untuk
umpan yang halus
c. Kadar Si yang dipakai biasanya 15% Si, dengan
density ferrosilikon 6,8.
d. Kesulitan terjadi pada waktu grinding, dimana
partikel akan menempel pada dinding grinder
karena bersifat magnetik. Cara mengatasinya
dengan menggunakan dinding yang bersifat
diamagnetik sehingga partikel tidak menempel.
Masalahlain yang timbul sewaktu grindingdapat
diatasi melalui atomisasi partikel ferrosilikon.
Analisa proses chare adalah chare harus dilakukan
untuk mengevaluasi partikel yang memiliki ukuran
halus dalam suatu selang waktu yang dibutuhkan
partikel untuk mengendap menjadi partikel yang tepat.
Sentrifugal sering dilakukan untuk partikel halus dalam
mereduksi waktu pengendapan, dan ini harus dilakukan
oleh chare, sehingga kecenderungan untuk mengapung
lebih kecil. Ketidakpuasan hasil sering dperoleh dari

3.

4.

5.

6.

7.

8.

material berpori seperti pada bijih magnesit yang


disebabkan penyisipan liquid pada pori sehingga
merubah densitas partikel.
Alat yang digunakan untuk proses HMS :

Dyna Whirpool sebagai alat


pemisah

Magnetic
separator
untuk
memperoleh ferrosilikon, magnetite dari partikel
halus non magnetik.

Densifier sebagai alat reklamasi


yaitu alat penyesuai densitas partikel.

Drain Screen sebagai alat


pemisah medium dengan mineral secara vibrasi.
Kebaikan HMS bila dipakai untuk Coal Cleaning:
Lebih murah dan hemat energi serta air, selain itu
batubara tidak akan rusak.
Untuk mengatasi pengaruh korosi yang ditimbulkan
media pemisah, maka media pemisah harus dibuat
dalam keadaan pasif (tidak mudah teroksidasi).
Pengaruh pH pada HMS adalah peluang terjadinya
reaksi oksidasi. Jika pH terlalu kecil maka dapat
menyebabkan korosi.
Faktor-faktor penting dalam pemilihan Heavy
Medium Solid adalah :

Mediumnya harus keras

Tidak ada kecenderungan untuk


menjadi slime

Tidak ada peningkatan luas


permukaan medium sehingga terjadi degradasi
viskositas.
Gravity Split dalam HMS memiliki ketelitian lebih
tinggi jika dibandingkan jig dan shaking table karena
dapat memisahkan partikel berharga dari partikel
yang sangat halus ataupun larutan yang sangat encer
melalui alat magnetic separator. Densitas HMS
mempunyai selang sekitar 0,1 sedangkan selang
densitas dari jig dan table adalah 0,5.

F. Kesimpulan

Proses tabling dengan menggunakan shaking table


sebagai metode yang digunakan untuk memisahkan
mineral cukup baik karena loss yang dihasilkan cukup
kecil. Untuk meningkatkan recovery dari mineral yang
ingin dihasilkan pun dapat dilakukan dengan mengatur
variabel alat. Gaya-gaya yang bekerja dalam proses ini
turut membantu dalam proses pemisahan antara lain gaya
gravitasi, gaya dorong oleh air, dan gaya gesek. Material
dengan ukuran butir atau densitas lebih besar akan
mengikuti aliran air sampai akhirnya sampai dan
tertampung pada saluran khusus. Sedangkan mineral
dengan ukuran butir atau densitas kecil cenderung akan
mudah terdorong oleh air, bergerak lebih cepat, dan
terjebak pada riffle-riffle yang terdapat pada meja getar
dan terakumulasi. Gaya gesek juga bekerja antara material
dengan meja getar. Material dengan densitas lebih besar
akan memiliki gaya gesek lebih besar daripada material
berdensitas kecil.
Beberapa faktor yang mempengaruhi hasil pemisahan
dengan shaking table antara lain:
Perbedaan densitas mineral
Pengaruh pengaturan variabel alat (frekuensi stroke dan
kemiringan dek)
Bentuk dan ukuran butir material
Laju pengumpanan
Aliran air pencuci
Kekasaran bidang gesek pada permukaan shaking
table.

G.Daftar Pustaka
Wills, B.A and Napier-Munn T.J., Wills Mineral
Processing Technology 7th edition. 2006. Elsevier
Science & Technology Books, page 227-230
http://www.sbmmine.com/diakses pada tanggal 6 Juni
2015 pukul 16.04 WIB
http://en.wikipedia.org/wiki/Mineral_processing diakses
tanggal 6 Juni 2015 pukul 16.25WIB