Anda di halaman 1dari 3

LIPSTICK

Terbuat dari Apakah Lipstik?


Hampir seribu tahun terakhir, teknik pembuatan lipstik meningkat 10 kali dibanding masa yang
lampau. Lipstik dibutuhkan karena dapat mempengaruhi penampilan seseorang hingga nampak
berbeda dan tentu saja melindungi bibir dari elemen berbahaya seperti matahari, angin dan udara
yang kering. Pada zaman dahulu, warna berry menjadi satu-satunya sumber pewarna alami pada
lipstik. Saat ini, industri modern memiliki produk yang telah terstandarisasi, baik produk jadi
maupun bahan bakunya. Satu merek lipstik tentu memiliki perbedaan komposisi dengan merk
lainnya, namun berikut ini adalah komposisi umum dari lipstik:

Wax.
Komposisi utama dari setiap lipstik adalah wax (lilin), yang memberikan basis (base = dasar)
pada lipstik yang mudah digunakan. Wax yang umum digunakan adalah tipe beeswax,
candelillaand dan carnauba. Carnauba merupakan wax yang lebih mahal dibandingkan dua wax
lainnya karena diekstrak dari daun Pohon wax Brazil.

Minyak
Lebih dari 60 % berat lipstik dipengaruhi oleh keberadaan minyak. Minyak yang umum
digunakan adalah minyak sayur, minyak castor, minyak lanolin, minyak mineral, dan butter
coklat.

Pewarna

Lipstik dibuat dengan berbagai macam warna, dan pewarna (pigmen) adalah senyawa yang dapat
memberikan warna pada lipstik sesuai dengan yang diharapkan. Sesuai dengan permintaan,
pembuat lipstik terus berusaha memenuhi permintaan warna lipstik tersebut seluas-luasnya.

Pengawet dan Antioksidan


Lipstik bukanlah produk yang dapat digunakan dalam waktu yang sangat panjang. Lipstik
memiliki kandungan yang dapat terdegradasi seiring berjalannya waktu. Pemberian pengawet
dan antioksidan memiliki peran penting untuk memperpanjang waktu tahan dari lipstik.

Alkohol
Dalam pembuatan lisptik, alkohol digunakan sebagai pelarut dari minyak dan wax (lilin)

Pewangi
Minyak, wax, pewarna dan komposisi lain yang ada pada lipstik pada suatu waktu akan
mengeluarkan baunya, karenanya kebanyakan produsen memberikan sedikit pewangi untuk
membuat bau lipstik yang lebih dapat diterima.
Bagaimana Lipstik Dibuat?
Selama 4000 tahun terakhir, meskipun tidak mudah, para scientist mencoba memperbaiki
formula lipstik dengan sejumlah komposisi dan resep yang baru. Beberapa hal penting yang
harus diperhatikan dalam pembuatan lipstik antara lain adalah warna, bentuk, bau dan
kelembapan lipstik.

Sebelum membuat lipstik, bahan-bahan penyusunnya harus sudah ditentukan. Prosedur


pembuatan lipstik secara umum terjadi dalam beberapa tahap berikut, antara lain:
1.

Penggilingan pewarna (pigmen), pilih pewarna yang diinginkan atau cari kombinasi
dari beberapa pewarna kemudian dicampur dengan hati-hati. Kemudian minyak dengan jumlah
dan tingkat kekentalan tertentu ditambahkan ke dalam pewarna.

2.

Setelah kombinasi pewarna dan basis lilin tercampur baik, tambahkan cairan-cairan
yang termasuk dalam komposisi lipstik. Pencampuran ini memerlukan agitator. Penentuan
ukuran partikel juga dilakukan untuk menghasilkan lipstick yang baik.

3.

Pembentukan lipstik dilakukan pada suhu yang spesifik dan telah ditentukan
sebelumnya. Lipstik cair dipanaskan sekitar 800C dan dituangkan kedalam cetakan yang bersuhu
350C. Untuk mencegah pembentukan gelembung udara pada pencetak, produsen lipstik
menggunakan pencetak yang miring atau menggunakan vacuum untuk menangkap gelembung.

4.

Lipstik yang sudah lebih dingin diambil dari cetakan dan persiapan untuk
tahap flaming (melewatkan lipstik dekat nyala api untuk menghasilkan lapisan leleh pada
permukaan yang halus disekitar lipstik). Prosedur ini akan memastikan lipstik memiliki tampilan
visual yang lebih baik dan menjaga dari udara luar serta pengaruh lain (lipstik akan mudah rusak
karena lembap, panas atau udara).

5.

Packaging dan labeling