Anda di halaman 1dari 2

NEURAL INNERVATION OF THE GI TRACT

OBJECTIVE

Describe the nerve supply of the GI tract.


Sistem pencernaan diatur oleh sistem saraf intrinsik yaitu sistem saraf
enterik (ENS) dan saraf ekstrinsik yang merupakan bagian dari sistem
saraf otonom.

Enteric Nervous System

Pertama-tama akan dijelaskan mengenai enteric nervous system


(ENS), yang merupakan otak dari saluran cerna. Terdiri dari sekitar 100
juta neuran yang membentang dari esofagus sampai anus.
Neuron-neuron pada ENS dibagi menjadi dua plexus, yaitu Myenteric
Plexus dan Submucosal Plexus.
Myenteric plexus (myo- _ otot), atau plexus of Auerbach, terletak
diantara lapisan longitudinal dan circular dari otot polos.
Submocosal plexus, atau plexus of Meissner terletak di submucosa.
Plexus-plexus pada ENS terdiri atas motor neurons, interneurons, and
sensory neurons.
(Figure 24.3).
Karena motor neuron dari myenteric plexus mensuplai lapisan otot polos
longitudinal dan circular pada muskularis, pleksus ini mengontrol sebagian
besar gerakan (motilitas) saluran pencernaan, terutama frekuensi dan
kekuatan kontraksi dari muskularis tersebut. Neuron motorik dari plexus
submucosal memasok sel-sel sekresi dari epitel mukosa, mengendalikan
sekresi organ saluran pencernaan. Interneuron pada ENS menghubungkan
neuron dari myenteric dan pleksus submukosa. Neuron sensorik dari ENS
memasok epitel mukosa. Beberapa dari neuron sensorik berfungsi sebagai
kemoreseptor, reseptor yang diaktifkan oleh adanya bahan kimia tertentu
dalam makanan yang terletak di lumen organ GI. Neuron sensorik lainnya
berfungsi sebagai reseptor peregangan, reseptor yang diaktifkan bila
makanan menegangkan dinding organ pencernaan.

Autonomic Nervous System

Walaupun neuron-neuron dari ENS dapat berfungsi secara independen,


neuron-neuron tersebut tetap diatur oleh neuron dari sistem saraf
otonom. Nervus Vagus (X) mensuplai serabut parasimpatis menuju
sebagian besar saluran pencernaan, dengan pengecualian pada separuh
bagian terakhir dari usus besar dimana mendapatkan pasokan serat
parasimpatis dari sumsum tulang belakang. Dimana merupakan saraf
parasimpatis yahng menyalurkan koneksi syaraf saluran pencernaan ke
ENS. Neuron preganglionik parasimpatis dari vagus atau pelvic splanchnic
nervus sinaps dengan neuron postganglionik parasimpatis terletak di
pleksus myenteric dan submukosa. Beberapa neuron postganglionik
parasimpatis pada gilirannya sinaps dengan neuron di ENS; lain langsung
menginervasi otot polos dan kelenjar dalam dinding saluran pencernaan.
Neuron preganglionik parasimpatis dari vagus atau pelvic splanchnic
nervus sinapsis dengan neuron postganglionik parasimpatis yang terletak
di pleksus myenteric dan submukosa. Beberapa neuron postganglionik
parasimpatis bergiliran sinapsis dengan neuron di ENS; sedangkan yang

lain langsung menginervasi otot polos dan kelenjar dalam dinding saluran
pencernaan. Secara umum, stimulasi nervus parasimpatis yang yang
menginervasi saluran pencernaan menyebabkan peningkatan sekresi GI
dan pergerakannya dengan meningkatkan aktivitas neuron ENS.
Saraf simpatis yang memasok saluran pencernaan muncul dari toraks dan
dan daerah lumbal atas dari sumsum tulang belakang. Seperti nervus
parasimpatis, saraf simpatis membentuk hubungan saraf dengan ENS.
Neuron postganglionik simpatik sinapsis dengan neuron yang terletak di
pleksus myenteric dan pleksus submukosa. Secara umum, saraf simpatik
yang memasok saluran pencernaan menyebabkan penurunan sekresi GI
dan motilitas dengan menghambat neuron dari ENS. Emosi seperti marah,
takut, dan kecemasan dapat memperlambat pencernaan karena mereka
merangsang saraf simpatis yang memasok saluran pencernaan.

Gastrointestinal Reflex Pathways


Banyak neuron dari ENS adalah komponen dari jalur relfeks GI (saluran
pencernaan) yang mengatur sekresi pencernaan dan motilitas dalam
menanggapi rangsangan yang muncul dalam lumen saluran pencernaan.
Komponen awal dari jalur refleks GI adalah reseptor sensorik (seperti
kemoreseptor dan stretch reseptor) yang berkaitan dengan neuron
sensorik dari ENS. Akson dari neuron sensorik ini dapat sinaps dengan
neuron lain yang terletak di ENS, CNS, atau ANS, menginformasikan
wilayah ini tentang sifat isi dan derajat distensi (peregangan) dari saluran
pencernaan. Neuron dari ENS, CNS, atau ANS kemudian mengaktifkan
atau menghambat kelenjar pencernaan dan otot polos, mengubah sekresi
pencernaan dan motilitas.