Anda di halaman 1dari 19

Wahyu Tri W

Arke Andana

Ruslan Abdul Gani


Yanico Hadi Prayogo

Kuis 2

Nomor 1

Faktor sterik : Keberadaan gugus yang meruah seperti fenil dan metil akan menurunkan
laju reaksi karena efek sterik yang ditimbulkan.
Faktor elektronik : Efek elektronik dipengaruhi oleh keberadaan gugus pendorong
elektron (fenil, metil) dan gugus penarik elektron. Gugus pendorong elektron
menurunkan sifat elektropositif dari C karbonil dan sebaliknya.
Senyawa 6 memiliki K terkecil karena efek sterik yang besar dan efek elektronik
yang besar. Senyawa 5 memiliki K terbesar karena efek sterik yang lebih kecil
dibandingkan senyawa tujuh ( memiliki 2 gugus samping metil). Selain itu,
senyawa 7 memiliki K yang lebih kecil dari 5 akibat efek elektronik yang lebih
besar yang menurunkan sifat elektropositif dari C karbonil.

Nomor 2

Gugus OMe merupakan gugus pendorong


elektron sehingga akan menurunkan sifat
elektropositif dari C karbonil. Gugus nitro
merupakan gugus penarik elektron sehingga
akan meningkat sifat elektropositif pada C
karbonil.

Nomor 3

12<14<11
Faktor yang berpengaruh adalah regangan
sterik dari gugus samping. Semakin besar
gugus samping, adisi Nukleofili terhadap C
karbonil terintangi sehingga laju hirasi
menurun

15>13>16
Faktor Elektronik : Semakin jauh gugus Cl terhadap
C karbonil, semakin menurun laju hidrasinya. Hal
tersebut disebabkan tarikan atom Cl yang semakin
melemah terhadap C karbonil. Pada molekul no 16
adanya gugus aromatik membuat C karbonil
terdelokalisasi sehingga laju hidrasi menurun.
Faktor Sterik : adanya benzena menghalangi reaksi
hidrasi terhadap C karbonil.

17>18
Molekul siklobutanon lebih reaktif dibanding
sikloheksanon
dikarenakan
sikobutanon
memilki sudut yang lebih kecil dibandingkan
sudut sikoheksanon sehingga interaksi
intramolekul pada siklobutanon lebih besar
dan menghasilkan laju reaksi yang lebih
cepat

Nomor 4
Reduksi
dengan
LiAlH4
merupakan
mekanisme adisi ion hidrida terhadap C
karbonil senyawa 19. Berdasarkan reksi
dihasilkan poduk trans yang lebih banyak.
Produk adisi trans (senyawa 20) lebih stabil
dibandingkan
senyawa
21
sehingga
dihasilkan lebih banyak. Hal tersebut
dipengaruhi oleh adanya interaksi 1,3diaksial pada produk cis sehingga menaikan
energi
pembentukan
dan
menurunkan
kestabilan dari senyawa 21.

Nomor 5

Nomor 6

Kendali kinetik akan menentukan dalam


reaksi ini. Serangan nukleofili secara
selektif akan lebih banyak terjadi dari sisi
yang paling tidak terhalangi dari atom Ckarbonil

Nomor 7

Nomor 8

Nomor 9
Mekanisme reaksi :

Produk :

Nomor 10
Mekanisme reaksi :

Penjelasan : Produk kedua terbentuk lebih


banyak dibandingkan produk yang lain. Hal
tersebut karena zat antara berupa karbokation
yang dihasilkan terletak pada pada atom C
sekunder sehingga lebih stabil dibandingkan
karbokation
senyawa
3
yang
berupa
karbokation C primer

Nomor 11
Mekanisme reaksi :

Penjelasan : nilai tetapan laju reaksi untuk HCl


(K=1.15) lebih besar dibandingkan DCl (K=1).
Efek
isotop
akan
berimplikasi
terhadap
frekuensi yang akan berhubungan langsung
dengan energi. Ikatan yang terbentuk pada DCl
lebih kuat dibandingkan pada HCl. Peningkatan
massa atom akan meningkatkan kekuatan
ikatan pada efek isotop ini sehingga pemutusan
DCl saat adisi akan berjalan lebih lambat
dibandingkan HCl.

Nomor 12

Alkena yang tersbubstitusi oleh alkil akan meningkatkan laju reaksi


adisi oleh Br2. peningkatan ini disebabkan terbentuknya karbokation
yang lebih stabil pada alkena yang tersubstitusi. Misal pada senyawa
54, karbokation yang terbentuk adalah karbokation tersier.
Kestabilan karbokation akan meningkat pada atom C yang lebih
tersubstitusi
Posisi cis dan trans juga mempengaruhi laju reaksi adisi. Pada
senyawa 51 memiliki laju yang lebih besar. Senyawa konformasi cis
memiliki tingkat energi yang lebih tinggi (tidak stabil) dibandingkan
konformasi trans akibat adanya gaya tolak menolak gugus yang
sejajar. Sehingga adisi akan berjalan lebih cepat.

Nomor 13
Mekanisme reaksi :