Anda di halaman 1dari 2

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 DEFINISI
Proses pengolahan data kesehatan menjadi informasi yang nantinya akan
digunakan untuk penyusunan program dan kegiatan.
Dalam upaya mengembangkan Sistem Informasi Kesehatan Provinsi, Dinas
Kesehatan Provinsi mengembangkan Sistem Informasi Kesehatan (SIK)
Puskesmas yang berbasis Teknologi Informasi. Prototipe SIK yang dikembangkan
mengacu kepada kebutuhan informasi untuk pengelolaan klien dan unit
pelayanan di tingkat puskesmas, SP2TP, Indikator SPM dan Indikator Indonesia
Sehat 2010.
Dengan dikembangkannya Sistem Informasi Kesehatan Puskesmas yang dapat
menyajikan informasi secara cepat, tepat dan dapat dipercaya sehingga
informasi yang disajikan puskesmas dapat dipakai untuk pengambilan keputusan
di berbagai tingkat sistem kesehatan dan berbagai jenis manajemen kesehatan
baik untuk manajemen pasien, unit dan sistem kesehatan sehingga dapat
meningkatkan mutu pelayanan Dinas Kesehatan kepada masyarakat. Dengan
demikian maka pelayanan kesehatan yang diberikan dapat lebih fokus dan
spesifik untuk suatu daerah. Hal ini akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi
dari kerja puskesmas. Untuk itu perlu ditingkatkan kevalidan data yang terdapat
pada masukan input dimana hasil yang diinginkan nantinya dapat terjamin
kevalidannya sehingga keputusan yang diambil oleh para pengambil keputusan
dapat tepat pada sasaran.

2.2 TUJUAN
Puskesmas adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui sistem
informasi yang terintegrasi di semua unit pelayanan Puskesmas sehingga dapat
meningkatkan kecepatan proses pada pelayanan, mempermudah akses data,
pelaporan dan akurasi data sehingga menjadi lebih baik.

2.3 MANFAAT
Puskesmas adalah dapat meningkatkan Pelayanan Kesehatan kepada Masyarakat
melalui penerapan Sistem informasi Kesehatan Puskesmas yang terintegrasi dari
semua unit pelayanan. Demikian pula dapat menyajikan informasi secara cepat,
tepat dan dapat dipercaya sehingga informasi yang disajikan puskesmas dapat
dipakai untuk pengambilan keputusan di berbagai tingkat sistem kesehatan dan
berbagai jenis manajemen kesehatan baik untuk manajemen pasien, unit dan
sistem kesehatan sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan Dinas
Kesehatan kepada masyarakat.

2.4 PROTOTIPE SIK PUSKESMAS

Sub Sistem Kependudukan, yang berfungsi untuk mengelola data


kependudukan terdiri dari family folder, pencatatan mutasi lahir, mutasi wafat
dan mutasi pindah.

Sub Sistem Ketenagaan, yang berfungsi untuk mengelola data


ketenagaan. Data yang diolah adalah data pribadi, anak, riwayat kepangkatan,
riwayat jabatan, riwayat pendidikan, riwayat penjenjangan, riwayat latihan
teknis/fungsional, data riwayat penghargaan serta data penugasan pegawai.

Sub Sistem Sarana dan Prasarana, yang berfungsi mengelola data


sarana dan prasarana, seperti peralatan medis, kendaraan, gedung, tanah dan
peralatan lainnya.

Sub Sistem keuangan, yang berfungsi untuk mengelola data keuangan


secara garis besar saja yaitu mencakup besar pembiayaan menurut kegiatan dan
sumber biaya.

Sub Sistem Pelayanan Kesehatan, yang berfungsi mengelola data


pelayanan kesehatan, terdiri dari pelayanan dalam gedung yaitu sub sistem
rawat jalan yang meliputi pelayanan dasar (BP,GIGI, KIA,Imunisasi, Laboratorium)
dan pelayanan puskesmas keliling, rawat inap, rekam medis dan manajemen
obat. Pelayanan luar gedung meliputi sub sistem KIA dan GIZI, Kesling dan TTU,
Pemberantasan Penyakit Menular, PKM, PSM, dan PERKESMAS.

Sub Sistem Pelaporan, yang berfungsi untuk menyediakan laporanlaporan, meliputi laporan SP2TP (LB1, LB2, LB3 dan LB4) dan laporan program.

Sub Sistem Penunjang, yang menyediakan layanan penunjang


sistem seperti: membuat backup dan restore data, data recovery, user list
and right assignment, user shortcut, short message over network.