Anda di halaman 1dari 6

SOOT BLOWER

1. Prinsip Kerja
Soot Blower adalah suatu alat yang berfungsi untuk membersihkan permukaan pipa-pipa
pemanas pada Boiler dari kotoran atau debu yang menempel pada permukaan pipa-pipa
pemanas tersebut.
2. Pipa-pipa pemanas pada boiler, meliputi :
Rise Tube
Super heater
Economizer
Air Heater
3. Tipe Soot Blower
Soot Blower tipe Long Flexible
Soot Blower tipe Fixed Rotary
4. Soot Blower tipe Fixed Rotary
a. Komponen Utama Sootblower Tipe Fixed Rotary
Motor

Elektrik

Berfungsi untuk menggerakkan gear yang terhubung dengan lance tube


pipe

sootblower agar lance tube berputar saat proses blowing.


Poppet

Valve

Poppet valve digunakan untuk menutup dan membuka aliran uap yang
akan
digunakan untuk proses blowing, dan pada valve ini mempunyai suatu
pengendali
kontrol tekanan yang dapat di setel pada panel yang teintegrasu dengan
sistem

(Programmable Logic Controller).


Limit

PLC
Switch

Limit Switch adalah alat yang berfungsi untuk menghubungkan atau


memutus
rangkaian poppet valve dan motor elektrik. Untuk membatasi durasi
putaran

sootblower pada saat proses blowing di daerah evaporator.


Power

Supply

Power supply untuk limit switch, dan motor listrik penggerak dari soot
blower

system

diperoleh dari tegangan 230/460 volt yang disupply dari kabel, dimana

kabel

tersebut

ditempatkan dibagian samping dari blower beam.


Feed

Tube

Feed tube adalah suatu bahan baja tahan karat yang digunakan untuk
mensupply

blowing kepada lance tube.


Gear

box

Gear box ini berfungsi sebagai transmisi daya putaran dari motor elektrik
ke

lance

tube. Didalam gear box terdapat gear, pinion, bearings, dan cover

gearbox.
Lance

Sebagai jalur aliran uap dan penempatan nozzle nozzle.


Nozzle

Tube

Fungsi dari nozzle ini juga sebagai penguat tekanan dan pengarah
pancaran

uap

yang

disemprotkan saat proses blowing.


Control

Panel

Control panel/panel pengendali merupakan alat yang terintegrasi dengan


sistem
untuk

PLC
mengendalikan

dan

mengawasi

beroperasi,

kinerja

sooblower

selama
seperti

untuk mengatur lama durasi proses blowing, sebagai emergency stop


sootblower
terjadi failure
b. Posisi Instalasi Soot Blower Fixed Rotaray

ketika

c. Flowchart proses kerja soot blower fixed rotary

d. Boiler Set up
Pada tahap awal proses kerja dari sootblower ini yaitu boiler aktif atau dalam
hal ini disebut dengan boiler set-up. Diawali dari proses pembakaran di
bagian
furnace, lalu air yang telah dipompa dari water tank ditampung ke steam
drum
yang sebelumnya air yang dipompa tadi terlebih dahulu melalui economizer
sebelum lanjut ke pemanasan air di steam drum, hingga menghasilkan uap
bertekanan. Dari uap yang dihasilkan dari steam drum lah yang akan menjadi
supply uap pada saat sootblower melakukan proses blowing.

e. Sumber Uap Sootblower Tipe Fixed Rotary


Proses selanjutnya, yaitu proses mengalirnya uap menuju sootblower, tapi
dengan
syarat tekanan uap pada steam drum harus terlebih dahulu mencapai
tekanan
sebesar 40 kg/cm2, hal ini perlu diperhatikan supaya saat proses blowing,
sootblower memiliki tekanan dan uap yang cukup selama proses blowing/
menyemprotkan uap dan semprotan lebih stabil. Pada tahap ini uap sudah
mengalir
ke sootblower, tapi sootblower belum mulai proses blowing karena poppet
valve
pada sootblower masih posisi close.

f.

Proses Blowing
Proses selanjutnya yaitu proses blowing/penyemprotan uap pada jelaga,
dimana sootblower aktif mengaktifkan power supply ke posisi ON (tombol
warna hijau) yang berfungsi untuk mengalirkan listrik ke motor elektrik
dan limit switch. Dengan diawali poppet valve pada sootblower terbuka
(setiap 4 jam sekali, selama 3menit) sehingga uap yang bersumber dari
steam drum dapat mengalir menuju sootblower, bersamaan dengan motor
listrik

aktif

memutarkan

secara
lance

mekanik
tube.

yang

Uap

terhubung

menyemprot

dengan
melalui

gearbox
nozzle

untuk
nozzle

sepanjang lance tube.

g. Hasil Soot Blowing


Setelah proses blowing selesai, poppet valve kembali close secara automatic,
bersamaan dengan motor listrik pun ikut berhenti sehingga lance tube
berhenti
berputar, dan proses blowing selesai. Dengan begitu ash/abu yang menempel
pada
pipa-pipa evaporator menjadi bersih. Dimana sisa abu yang tertiup oleh
sootblower
akan terbawa oleh aliran gas menuju stack dan sebagian menuju precipitator.

Bersih dari ash/abu sisa pembakaran


Komponen pipa boiler lebih awet dan tahan lama.
Meningkatkan efisiensi kinerja boiler.
Memaksimalkan heat transfer ketika boiler beroperasi.
Meminimalkan cost pembersihan boiler.

Anda mungkin juga menyukai