Anda di halaman 1dari 49

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melmpahkan rahmat serta karuniaNya sehingga penulis dapat menyelaisaikan pengerjaan dan penulisan laporan
karya tekhnologi dengan baik. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan karya
tekhnologi tidak dapat berjalan lancar tanpa bantuan dari pihak lain. Atas
bimbingan, pengarahan, dorongan yang diberikan langsung maupun tidak
langsung, maka penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada :
1. Drs. Paino, Mpd. Selaku kepala SMK Muhammadiyah Mungkid,
2. Bp. Bambang Subandrio, ST. Selaku kepala progam tekhnik pemanfaatan
tenaga listrik sekaligus pembimbing pembuatan karya tekhnologi,
3. Bp. Usman Yofri, ST. Selaku guru praktek produktif tekhnik pemanfaatan
tenaga listrik,
4. Orang tua yang telah memberikan dorongan, dukungan, material dan biaya
dalam pembuatan karya tekhnologi,
5. Teman-teman yang telah membantu dalam proses pembuatan karya
tekhnologi.
Dalam pembuatan karya tekhnologi, penulis menyadari bahwa masih ada
kekurangan baik dalam bentuk materi maupun isi. Penulis sangat mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun untuk perbaikan di masa yang akan
datang.
Atas segala bantuannya, penulis mengucapkan terimakasih. Semoga Allah akan
membalas segala bantuan dan kebaikan dengan balasan yang lebih baik. Akhirnya,
penulis berharap semoga laporan pembuatan karya teknologi ini bermanfaat bagi
pembaca.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Magelang,............... 2015
Penulis

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 1

INTISARI
Dalam inti sari ini keterangan laporan mulai dari awal sampai akhir akan
diringkas secara singkat. Agar para pembaca dapat langsung mengetahui inti dari
Jam Digital yang kami rakit.
Jam Digital merupakan jam yang menunjukan angka elektrik dari komponenkomponen listrik yang dirangkai sedemikian rupa, sehingga dapat berfungsi untuk
mempermudah manusia dalam membaca jam.

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 2

DAFTAR ISI
Halaman Judul........................................................................................................i
Kata Pengantar......................................................................................................ii
Intisari...................................................................................................................iii
Daftar isi.....iv
Daftar Gambar...v
Daftar Tabel..vi
BAB I
Pendahuluan......................................................................................................
1.1

Latar Belakang Masalah...............................................................................

1.2

Tujuan Pembahasan .....................................................................................

1.3

Manfaat...........................................................................................................

1.4

Batasan Masalah............................................................................................

1.5

Teori yang Dipakai..........................................................................................

1.6

Sistimatika Penulisan......................................................................................

1.7

Metode dan Teknik yang Digunakan............................................................

BAB II.......................................................................................................................
BAB III......................................................................................................................
BAB IV......................................................................................................................
BAB V........................................................................................................................
Penutup.....................................................................................................................
Kesimpulan...............................................................................................................
Daftar Pustaka..........................................................................................................
Lampiran..................................................................................................................

LAMPIRAN
(Data atau gambar yang mendukung)

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 3

Daftar Gambar
Gambar (1).Teori Jam Digital..................................................................................
Gambar (2).Teori Jam Digital..................................................................................
Gambar (3). IC 7493.................................................................................................
Gambar (4). Gambaran dalam IC 7493...................................................................
Gambar (5). IC 7447.................................................................................................
Gambar (6). Keluaran dan masukan pada IC 7447................................................
Gambar (7). IC 7408.................................................................................................
Gambar (8). IC 555...................................................................................................
Gambar (9). Susunan pin dan blok diagram IC 555...............................................
Gambar (10). Kapasitor Elco....................................................................................
Gambar (11). Macam macam Transistor.................................................................
Gambar (12). Transistor...........................................................................................
Gambar (13). Lampu LED.......................................................................................
Gambar (14). Seven Segmen....................................................................................
Gambar (15). Resistor...............................................................................................
Gambar (16). Warna dari Resistor...........................................................................
Gambar (17). Rangkaian Resistor Seri....................................................................
Gambar (18). Rangkaian Resistor
Pararel...............................................................
Gambar (19). Rumus penghitung nilai hambatan pada Resistor...........................
Gambar (20). Dioda..................................................................................................
Gambar (21). Soket IC.............................................................................................
Gambar (22).Transformator ....................................................................................
Gambar (23).Bagian Dalam Transformator ...........................................................

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 4

Daftar Tabel
Tabel (1) Tabel Masukan dan Keluaran IC 7493...
Tabel (2) Tabel Kebenaran dari IC 7493.
Tabel (3) Table kebenaran, dan spesifikasi lain dari IC 7447
Tabel (4) Tabel Layout dari IC 7408....
Tabel (5) Pin dan Fungsinya dari IC 555....
Tabel (6) Daftar Warna dari Resitor....
Tabel (7) Fungsi Komponen....................................................................................

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 5

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang

Jam adalah alat elektronika yang tidak asing , karena sebagai alat penghitung
waktu yang telah di gunakan pada abad ke 14 atau sekitar 700 tahun yang lalu.
Nama tersebut berasal dari bahasa latin yang namanya clocca. Cara orang dulu
untuk mengetahui waktu dengan menggunakan matahari dan mambagi dalam dua
waktu, yang pertama jika matahari tepat diatas kepala berarti tengah hari atau,
dan ketika matahari dekat dengan kaki langit berarti sudah waktunya dekat pagi
atau malam. Jam tertua bernama jam sundial atau biasanya disebut dengan jam
matahari, pertama kali digunakan sekitar 3.500 sebelum masehi, Ibnu Al-Shatir,
Ahli Astronomi (777H atau 1375M) menciptakan sebuah jam matahari untuk
Masjid Jamik Umayyah di Damsyik. Ia dianggap sebagai pencapaian tertinggi
bagi penciptaan jam matahari.
Pada tahun 5.000 hingga 6.000 tahun yang lalu orang mesir juga mengukur waktu
dan membuat kalender dengan menggunakan obelisk.Sejarah mencatat ada yang
menggunakan jam dari air sekitar tahun 1400 sebelum masehi (sekitar 3.400 tahun
yang lalu) jam air telah ditemukan di mesir yang dinamakan clepsydra(kleph-surdruh). Selain itu al-jaziri (1136-1206) telah membuat jam air yang berbentuk
gajahyang sudah mampu menghasilkan suara setiap jamnya.Pada tahun 1957,
Halmilton Watch Co dariLancester, Pennsylvania, memproduksi jam elektrik
pertama di dunia.
Hamilton menetapkan waktu dengan keseimbangan tradisional dengan mekanisme
roda yangtelah digunakan dalam bagian jam untuk ratusan tahun dan karenanya
tidak lebihakurat dari jam lain. Bagaimanapun, dari pada memberi kekuatan
mekanik dariJamelektrikpegas, sebuah batere digunakan memberi kekuatan pada
mekaniknya sehinggakebutuhan putaran tidak lagi diperlukan. Meskipun orangorang menyukai fakta bahwa, mereka tidak lagi menggunakan putaran pada jam,
itu berhenti ketika kontak elektrik menjadi berkarat yang mengakibatkan jam
mudah rusak. Bahkan dengan penambahan fitur yang lebih seperti pada
kemajuantahun 1970-an, lompatan selanjutnya hanya jalan ditempat.

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 6

1.2.

Tujuan
Tujuan dalam pembuatan laporan:

Mengetahui cara kerja IC 7493.

Mengetahui cara pengaplikasian IC 7493 pada pembuatan jam digital.

Mengetahui cara kerja IC 7447.

Mengetahui prinsip kerja dari seven segmen common anoda.

Memhami prinsip kerja jam digital,


Memahami fungsi bagian-bagian motor listrik dan jam digital,
Memahami cara perbaikan dan perawatandan jam digital ,
Dapat mengembangkan wawasan, kerangka berpikir logis dan kreatifitas,
Syarat mengikuti Ujian Nasional/Sekolah.

1.3.

Manfaat
Manfaat dalam pembuatan laporan:
Dapat menghasilkan biaya dengan merakit sendiri,
Dapat digunakn sebagai tambahan pengahsilan,
Efisiensi tenaga dan waktu,
Mengurangi resiko kecelakaan.

1.4.

Batasan Masalah
Pada penulisan karya tekhnologi dengan judul Perakitan Jam Digital
penulis membatasi pada masalah yakni hanya menjelaskan bagian
perawatan dan perbaikan.
Dalam merangkai jam digital kami hanya menggunakan IC 7493, IC
7447, dan IC NE555. Kami juga menggukan 7-segment sebagai display.
Masalah yang dibahas pada tugas akhir ini adalah bagaimana kami
memaparkan cara mengaplikasikan IC 7493, IC 7447, dan IC NE555.

1.5.

Teori yang Dipakai


Teori yang kami pakai terdiri dari pencacah yang merupakan komponen

terpenting dari jam digital. Pencacah dibagi menjadi 2 bagian yaitu pencacah naik
dan pencacah turun. Pencacah naik adalah pencacah yang menghitung dari angka
0 9, sedangkan pencacah turun merupakan kebalikan dari pencacah naik yaitu
menghitung dari 9 0.

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 7

1.6.

Sistimatika Penulisan
Dalam penyusunan Laporan Karya Tekhnologi, penulisan disusun
secara bertahap. Penyusunannya disusun dari bab dan sub bab. Hal ini
bertujuan untuk mempermudah pembaca dalam memahami permasalahan
yang kurag dipahami, dan telah dijelaskan dalam bab-bab yang telah
disusun oleh penulis. Data-data penulisan ini diperoleh dari :

1.7.

Internet,

Metode dan Teknik yang Digunakan


Metode dna teknik yang kami gunakan adalah eksperimen karena data data

yang kami peroleh berdasarkan praktikum yang sudah kami lakukan dalam
pembuatan jam digital dengan IC 7493.

BAB II
LANDASAN TEORI

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 8

Jam elektronika digital yang terdiri dari pencacah yang merupakan


komponen terpenting dari sistem jam digital. Gambar (1) merupakan diagram
blok sederhana suatu sistem jam digital. Kebanyakan jam menggunakan daya
frekuensi jala-jala 60 Hz sebagai masukannya. Frekuensi ini dibagi menjadi detik,
menit dan jam oleh bagian pembagi frekuensi dari jam tersebut. Kemudian pulsa
satu-per-detik, satu-per-menit, dan satu-per-jam dihitung dan disimpan dalam
akumulator pencacah jam tersebut. Selanjutnya isi akumulator pencacah (detik,
menit, jam) yang tersimpan didekode, dan waktu yang tepat ditayangkan pada
tayangan waktu keluaran. Jam digital mempunyai elemen sistem khusus.
Masukannya berupa arus bolak-balik 60 Hz. Pengolahan terjadi pada pembagi
frekuensi, akumulator pencacah, dan bagian pendekode.
MASUKAN

60Hz

Pembagi
frekuensi

KELUARAN
Counter

Dekoder

7-Segmen
display

Set waktu

Gambar (1).Teori Jam Digital

Dekoder

Dekoder

Dekoder

Counter
hit. 0-23

Counter
Hit. 0-59

Counter
hit. 0-59

Jam

menit

detik

KELUARAN

Dibagi
Dibagi
dengan
dengan
60
60
Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Dibagi
dengan
60

Page 9

1 pulsa/jam

1 pulsa/menit

1 pulsa/detik

MASUKAN
60 Hz

jam

menit

detik

Gambar (2).Teori Jam Digital


Penyimpanan terjadi pada akumulator. Bagian kendali barupa kendali setwaktu seperti pada gambar (2).
Telah disebutkan bahwa semua sistem terdiri atas gerbang logika, flip-flop,
dan subsistem. Diagram pada gambar (2) memperlihatkan bagaiman subsistem
diorganisasikan sampai menampilkan waktu dalam jam, menit, detik. Ini
merupakan diagram jam digital yang lebih terinci. Masukan berupa sinyal 60 Hz.
60 Hz dibagi 60 oleh pembagi frekuensi pertama. Keluaran rangkaian pembagi ini
berupa pulsa 1 per detik. Pulsa 1 per detik dimasukkan ke pencacah naik yang
mencacah naik dari 00 sampai 59 dan reset 00. Kemudian pencacah detik
didekode dan ditayangkan pada 7segmen.
Perhatikan rangkaian pembagi frekuensi tengah pada gambar (2). Masukan
pada rangkaian ini berupa pulsa1 per detik. Keluarannya berupa pulsa 1 per menit.
Keluaran pulsa 1 per menit dipindah ke pencacah menit 0 - 59. Pencacah naik ini
mengawasi jumlah menit dari 00 sampai 59 dan reset menjadi 00. Keluaran
akumulator pencacah menit didekode dan ditayangkan pada dua 7-segmen di
sebelah atas tengah gambar (2).

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 10

Memperhatikan rangkaian pembagi 60 di sebelah kanak gambar (2).


Masukan pada pembagi frekuensi ini adalah pulsa 1 per menit. Keluaran
rangkaian ii adalah pulsa 1 per jam. Keluaran pulsa 1 per jam dipindah ke
pencacah jam di sebelah kiri. Akumulator pencacah jam ini mengawasi jumlah
jam dari 0 sampai 23. keluaran akumulator jam didekode dan dipindahkan kedua
penayang 7-segmen pada kiri atas gambar (2). Kita telah perhatikan bahwa
rangkaian tersebut sudah berupa suatu jam digital 24-jam. Rangkaian tersebut
dapat diubah dengn mudah menjadi jam 12-jam dengan menukar akumulator
pencacah 0 sampai 23 menjadi pencacah 0 sampai 11.

BAB III

JAM DIGITAL
2.1.

Tinjauan Umum

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 11

Jam Digital merupakan alat elektronik yang terdiri dari


komponen-komponen listrik yang dirangkai sedemikian rupa,
sehingga dapat berfungsi untuk menunjukan waktu. Jam Digital
merupakan

kelompok

alat

penunjuk

waktu

listrik

dalam

penggolongan digital karena pada jam digital tenaga listrik


dikonversi menjadi angka elektronik (digital). Angka numerik
elekronik inilah yang dimanfaatkan untuk menunjukan waktu
detik,menit,dan jam. Jam Digital memiliki beberapa komponen
output yang sering di sebut 7-segmen dengan berbagai ukuran.

2.2Komponen komponen Jam Digital


2.2.1 Prinsip Kerja IC 7493

Gambar (3). IC 7493


IC ini adalah sebuah decade counter yang mencacah empat bit dari 0000 (desimal
0) sampai 1111 (desimal 15) digunakan pembagi 15 ( 3,5 dan 15). Rangkaian
dalamnya terdiri dari empat buah flip-flop berderet dan gerbang-gerbang khusus
yang digunakan untuk mereset flip-flop.Gambar rangkaian dalam, table
kebenaran, table fungsi reset / count.
IC 74LS93 merupakan IC TTL (Transistor Transistor Logic) yang berfungsi
sebagai pencacah sampai 16 yang mempunyai 4 output (4 bit). IC 74LS93 akan
berfungsi apabila mendapatkan supply sinyal square (kotak). Di sini kami
menggunakan ic NE555 sebagai pen-trigger sinyal square (kotak) tersebut.
Selain sebagai pen-trigger sinyal square, IC NE555 juga dapat berfungsi sebagai

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 12

timer yang outputnya bisa diatur. Kedua ic tersebut dapat bekerja apabila
mendapatkan supply tegangan sebesar 5 volt.

Secara sederhana, IC 74LS93 dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar (4). Gambaran dalam IC 7493


NO
Nama
1
RO 1,2
2
CLK A

Fungsi
Berfungsi untuk mereset keluaran
Di Hubungkan pada pulsa atau output pulsa IC

3
4

sebelumnya
Di hubungkan dengan QA
Keluaran

CLK B
Q (A,B,C,D)

Tabel (1): Tabel Masukan dan Keluaran IC 7493

Adapun tabel kebenaran dari IC 74LS93 adalah sebagai berikut:

COUNT

QA

QB

QC

QD

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 13

10

11

12

13

14

15

Tabel (2): Tabel Kebenaran dari IC 7493

2.2.2 Prinsip Kerja IC 7447

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 14

Gambar (5). IC 7447

Gambar (6). Keluaran dan masukan pada IC 7447


IC 7447 terdiri dari 16 kaki.IC 7447 cocok dengan seven segment yang bertipe
common anode.IC 7447 adalah pola konverter BCD 7-segmen.Langkah ini
merupakan bentuk lanjutan dari setup dimana kita memasuki pola manual untuk
menampilkan karakter yang dikehendaki. Di sini, dikasus ini, IC 7447 mengambil
kode Biner Desimal (BCD) sebagai input dan output kode 7 segmen yang relevan.
IC ini terdiri dari dua rangkap rangkaian JK flip-flop. Rangkaian dalam, table
kebenaran, dan spesifikasi lain dari IC 7447 dapat dilihat pada lampiran datasheet

Pin Description:
Pin

Function

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Name

Page 15

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

BCD Input 2
BCD Input 3
Display test; Active low
Ripple blanking output; Active low
Ripple blanking input; Active low
BCD Input 4
BCD Input 1
Ground (0V)

Segment outputs; Active low

Supply voltage; 5V (4.75V 5.25V)

A1
A2
LT
RBO
RBI
A3
A0
Ground
E
D
C
B
A
G
F
Vcc

Tabel (3): Table kebenaran, dan spesifikasi lain dari IC 7447


2.2.3. Prinsip Kerja IC 7408

Gambar (7). IC 7408

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 16

Pin Description

Dimension Drawing

Pin Number

Description

A Input Gate 1

B Input Gate 1

Y Output Gate 1

A Input Gate 2

B Input Gate 2

Y Output Gate 2

Ground

Y Output Gate 3

B Input Gate 3

10

A Input Gate 3

11

Y Output Gate 4

12

B Input Gate 4

13

A Input Gate 4

14

Positive Supply
Tabel (4): Tabel Layout dari IC 7408

IC 7408 ini adalah penggabungan dari 4 gerbang and.


Pada IC ini ada kaki no 14 (yg ada tulisannya VCC), kaki ini harus disambungkan
ke sumber dayanya, dan ada juga kaki no 7 (GND), yang nantinya akan
disambung ke bagian ground..
Gerbang-gerbang dasar sudah terkemas dalam sebuah IC (Integrated Circuit),
untuk gerbang AND digunakan IC tipe 7408. Karena dalam hal ini akan
digunakan masukan / input sebanyak 3 buah maka dengan menggabungkan 2
gerbang dapat diperoleh 3 input yang dimaksud (dengan cara menghubungkan
output kaki 3 ke input kaki 4 atau lima seperti terlihat pada gambar di bawah.
Gerbang dasar hanya mempunyai 2 harga yaitu 0 dan 1. Berharga 0 jika tegangan
bernilai 0 - 0,8 Volt dan berharga 1 jika tegangan bernilai 2 - 5 Volt. Operasi
gerbang : Jika semua input terhubung dengan ground atau semuanya terlepas
maka outputnya akan berharga 0, sehingga lampu indicator tidak menyala. Begitu

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 17

pula jika hanya salah satu terlepas dan input lainnya diberi tegangan input sebesar
Vcc, lampu tetap tidak akan menyala. Lampu akan menyala jika semua input
diberi tegangan sebesar Vcc, sehingga berharga 1. Dengan melihat table pada data
percobaan, akan didapat persamaan pada output, yaitu :Y = A B C
Y = (AB) C.
2.2.4. Prinsip Kerja IC 555

Gambar (8). IC 555

IC 555 ini digunakan sebagai Timer (Pewaktu) dengan operasi


rangkaian dan Pulse Generator (Pembangkit Pulsa). Susunan pin dan
blok diagram IC 555 berikut :

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 18

Gambar (9). Susunan pin dan blok diagram IC 555

PIN
1

KEGUNAAN
Ground (0V), adalah pin input dari sumber tegangan DC paling
negative
Trigger, input negative dari lower komparator (komparator B) yang

menjaga osilasi tegangan terendah kapasitor pada 1/3 Vcc dan

mengatur RS flip-flop
Output, pin keluaran dari IC 555.
Reset, adalah pin yang berfungsi untuk me reset latch didalam IC
yang akan berpengaruh untuk me-reset kerja IC. Pin ini tersambung

ke suatu gate (gerbang) transistor bertipe PNP, jadi transistor akan


aktif jika diberi logika low. Biasanya pin ini langsung dihubungkan
ke Vcc agar tidak terjadi reset
Control voltage, pin ini berfungsi untuk mengatur kestabilan
tegangan referensi input negative (komparator A). pin ini bisa

dibiarkan tergantung (diabaikan), tetapi untuk menjamin kestabilan


referensi komparator A, biasanya dihubungkan dengan kapasitor
berorde sekitar 10 nF ke pin ground
Threshold, pin ini terhubung ke input positif (komparator A) yang

akan me-reset RS flip-flop ketika tegangan pada pin ini mulai


melebihi 2/3 Vcc
Discharge, pin ini terhubung ke open collector transistor internal

(Tr) yang emitternya terhubung ke ground. Switching transistor ini


berfungsi untuk meng-clamp node yang sesuai ke ground pada
timing tertentu
Vcc, pin ini untuk menerima supply DC voltage. Biasanya akan

bekerja optimal jika diberi 5V s/d 15V. Supply arusnya dapat dilihat
di datasheet, yaitu sekitar 10mA s/d 15mA.
Tabel (5): Pin dan Fungsinya dari IC 555

2.2.5. Fungsi Elektrolit Condensator (Elco)

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 19

Gambar (10). Elco


Fungsi elco dalam suatu rangkaian elektronika yaitu di pakai untuk mengetahui
nilai kapasitas sebuah elco didalam satuan uf (mikro farad). Fungsi elco biasanya
sering di sebut sebagai kapasitor polar. Dalam kapasitor polar mempunyai dua
kutub yang berlainan pada setiap kakinya, sehingga didalam pemasangan
komponen ini tidak bisa terbalik maupun salah didalam pemasangan.
Elco atau kondensator/kapasitor elektrolit yaitu komponen yang mempunyai dua
kaki, yakni kaki ( ) dan kaki ( + ). Fungsi elco juga bisa di sebut sebagai
penyimpan arus listrik searah dc. Rangkaian elco biasanya di gunakan dalam
rangkaian apa saja, misalnya pada power supply regulator dan rangkaian lainnya.
Kapasitor elco di bagi jadi 2 type, yakni kapasitor polar dan kapasitor bipolar /
non polar. Pembagian ini didasarkan pada polaritas ( kutub positif dan negatif )
dari masing-masing kapasitor.
Komponen elco juga dapat mengalami kerusakan, seandainya kerusakan tidak di
ketahui maupun elco meletus maka untuk mengetesnya dapat kita gunakan
avometer. Cara pemakaian avometer yaitu dengan menghubungkan kabel avo ke
kaki elco, jika elco normal, jarum pada avometer akan menunjuk ke atas
kemudian perlahan lahan akan turun sampai nilai 0. Bila komponen elco rusak,
maka jarum pada avometer tidak dapat turun dan tetap naik ke atas.
Kapasitor elektrolit juga biasanya di sebut sebagai mempunyai fungsi elco,
dikarenakan kapasitor ini mempunyai dua buah kaki yang di tandai dengan kaki
panjang (positif) dan kaki pendek (negative). Nilai kapasitas dari kapasitor ini
adalah 47 uf ( mikro farad ) sampai beberapa ribu mikro farad dengan voltase
kerja dari beberapa volt sampai beberapa ribu volt.
Tak hanya kapasitor elektrolit yang memiliki polaritas pada kakinya, ada juga
kapasitor yang berpolaritas yakni kapasitor solid tantalum. Kerusakan umum yang
sering di temukan didalam.Fungsi Elcoterlebih pada kapasitor elektrolit yaitu

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 20

kering ( kapasitasnya berubah ), konsleting listrik dan meledak yang


dikarenakan salah didalam pemasangan tegangan positif dan negatifnya, bila batas
maksimum voltase di lampaui juga dapat mengakibatkan ledakan.Setiap elco
mempunyai tegangan kerja yang berbeda-beda, umumnya batas maksimal
tegangan yang diperbolehkan untuk suatu elco tertulis pada badannya. Tegangan
kerja pada elco bisa dinyatakan didalam satuan v.
2.2.6. Transistor

Gambar (11). Macam macam Transistor


Pengertian transistor adalah komponen elektronika yang terbuat dari bahan
semikonduktor dan mempunyai tiga elektroda (triode) yaitu dasar (basis),
pengumpul (kolektor) dan pemancar (emitor).Dengan ketiga elektroda (terminal)
tersebut, tegangan atau arus yang dipasang di satu terminalnya mengatur arus
yang lebih besar yang melalui 2 terminal lainnya.
Pengertian transistor berasal dari perpaduan dua kata, yakni transfer yang
artinya pemindahan dan resistor yang berarti penghambat.Dengan demikian
transistor dapat diartikan sebagai suatu pemindahan atau peralihan bahan setengah
penghantar menjadi penghantar pada suhu atau keadaan tertentu.

Gambar (12). Transistor

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 21

2.2.6.1.

Jenis-jenis Transistor dari Fungsi Transistor

Transistor ditemukan pertama kali oleh William Shockley, John Barden, dan W. H
Brattain pada tahun 1948.Mulai dipakai secara nyata dalam praktik mereka pada
tahun 1958. Transistor termasuk komponen semi konduktor yang bersifat
menghantar dan menahan arus listrik.Ada 2 jenis transistor yaitu transistor tipe P
N P dan transistor jenis N P N. Transistor NPN adalah transistor positif
dimana transistor dapat bekerja mengalirkan arus listrik apabila basis dialiri
tegangan arus positif. Sedangkan transistor PNP adalah transistor negatif,dapat
bekerja mengalirkan arus apabila basis dialiri tegangan negative.
Fungsi transistor sangatlah besar dan mempunyai peranan penting untuk
memperoleh kinerja yang baik bagi sebuah rangkaian elektronika. Dalam dunia
elektronika, fungsi transistor ini adalah sebagai berikut:

Sebagai sebuah penguat (amplifier).


Sirkuit pemutus dan penyambung (switching).

Stabilisasi tegangan (stabilisator).

Sebagai perata arus.


Menahan sebagian arus.
Menguatkan arus.
Membangkitkan frekuensi rendah maupun tinggi.
Modulasi sinyal dan berbagai fungsi lainnya.

Dalam
rangkaian
analog,
transistor
digunakan
dalam
amplifier
(penguat).Rangkaian analog ini meliputi pengeras suara, sumber listrik stabil, dan
penguat sinyal radio.Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan
sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa diantara transistor dapat juga
dirangkai sedemikian rupa sehingga fungsi transistor menjadi sebagai logic gate,
memori, dan komponen-komponen lainnya
2.2.7.

Lampu LED

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 22

Gambar (13). Lampu LED


Lampu LED atau kepanjangannya Light Emitting Diode adalah suatu lampu
indikator dalam perangkat elektronika yang biasanya memiliki fungsi untuk
menunjukkan

status

dari

perangkat

elektronika

tersebut.

Misalnya pada sebuah komputer, terdapat lampu LED power dan LED indikator
untuk processor, atau dalam monitor terdapat juga lampu LED power dan power
saving.
Lampu LED terbuat dari plastik dan dioda semikonduktor yang dapat menyala
apabila dialiri tegangan listrik rendah (sekitar 1.5 volt DC). Bermacam-macam
warna dan bentuk dari lampu LED, disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsinya.
2.2.7.1. LED Sebagai Dioda Semikonduktor
Light Emitting Diode (LED) merupakan jenis dioda semikonduktor yang dapat
mengeluarkan energi cahaya ketika diberikan tegangan.
Struktur Dasar LED (diambil dari marktechopto.com)
Semikonduktor merupakan material yang dapat menghantarkan arus listrik,
meskipun tidak sebaik konduktor listrik. Semikonduktor umumnya dibuat dari
konduktor lemah yang diberi pengotor berupa material lain. Dalam LED
digunakan konduktor dengan gabungan unsur logam aluminium-gallium-arsenit
(AlGaAs). Konduktor AlGaAs murni tidak memiliki pasangan elektron bebas
sehingga tidak dapat mengalirkan arus listrik. Oleh karena itu dilakukan proses

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 23

doping dengan menambahkan elektron bebas untuk mengganggu keseimbangan


konduktor tersebut, sehingga material yang ada menjadi semakin konduktif.
2.2.7.2.

Proses Pembangkitan Cahaya pada LEDCahaya pada dasarnya


terbentuk dari paket-paket partikel yang memiliki energi dan
momentum, tetapi tidak memiliki massa. Partikel ini disebut foton.
Foton dilepaskan sebagai hasil pergerakan elektron. Pada sebuah
atom, elektron bergerak pada suatu orbit yang mengelilingi sebuah inti
atom. Elektron pada orbital yang berbeda memiliki jumlah energi yang
berbeda. Elektron yang berpindah dari orbital dengan tingkat energi
lebih tinggi ke orbital dengan tingkat energi lebih rendah perlu
melepas energi yang dimilikinya. Energi yang dilepaskan ini
merupakan bentuk dari foton. Semakin besar energi yang dilepaskan,
semakin besar energi yang terkandung dalam foton.
Pembangkitan cahaya pada lampu pijar adalah dengan mengalirkan
arus pada filamen (kawat) yang letaknya ada ditengah-tengah bola
lampu dan menyebabkan filamen tersebut panas, setelah panas pada
suhu tertentu (tergantung pada jenis bahan filamen), filamen tersebut
akan memancarkan cahaya. Namun karena pada lampu pijar yang
memancarkan cahaya adalah filamen yang terbakar, tapi jika suhu
pada filamen melewati batas kemampuan filamen untuk menahan
panas, akan mengakibatkan filamen lampu pijar sedikit demi sedikit
meleleh dan selanjutnya putus sehingga lampu pijar tidak akan bisa
memancarkan cahaya lagi. Umur dari lampu pijar kurang lebih sekitar
2000 jam. Sedangkan pada lampu flurescence atau lampu TL, proses
pembangkitan cahaya hanya memanfaatkan ionisasi gas dalam tabung
lampu lalu diberikan beda potensial diantara kedua ujung tabung
lampu TL sehingga mengakibatkan loncatan-loncatan elektron dari
ujung yang satu ke ujung yang lain dan saat terjadi loncatan elektron
bersamaan dengan dipancarkannya cahaya dari loncatan tersebut.
Kekurangan dari lampu TL adalah jika gas yang ada dalam tabung
habis, maka cahayanya tidak bisa dipancarkan lagi. Umur dari lampu
TL relatif lebih lama daripada lampu pijar.
Ketika sebuah dioda sedang mengalirkan elektron, terjadi pelepasan
energi yang umumnya berbentuk emisi panas dan cahaya. Material
semikonduktor pada dioda sendiri menyerap cukup banyak energi
cahaya, sehingga tidak seluruhnya dilepaskan. LED merupakan dioda
yang dirancang untuk melepaskan sejumlah banyak foton, sehingga
dapat mengeluarkan cahaya yang tampak oleh mata. Umumnya LED
dibungkus oleh bohlam plastik yang dirancang sedemikian sehingga
cahaya yang dikeluarkan terfokus pada suatu arah tertentu.
Setiap material hanya dapat mengemisikan foton dalam rentang
frekuensi sangat sempit. LED yang menghasilkan warna berbeda

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 24

terbuat dari material semikonduktor yang berbeda pula, serta


membutuhkan tingkat energi berbeda untuk menghasilkan cahaya.
Misalnya AlGaAs - merah dan inframerah, AlGaP hijau, GaP merah, kuning dan hijau
2.2.8.

Seven Segmen

Gambar (14). Seven Segmen


Seven Segment adalah suatu segmen- segmen yang digunakan menampilkan angka.Seven
segmen ini tersusun atas 7 batang LED yang disusun membentuk angka 8dengan
menggunakan huruf a-f yang disebut DOT MATRIKS. Setiap segmen initerdiri
dari 1 atau 2 Light Emitting Diode ( LED ).
2.2.8.2.
Jenis- jenis Seven Segment.
2.2.8.2.1. COMMON ANODA
Disini, semua anoda dari diode disatukan secara parallel dan semua
itudihubungkan ke VCC dan kemudian LED dihubungkan melalui
tahanan pembatasarus keluar dari penggerak. Karena dihubungkan ke
VCC, maka COMMONANODA ini berada pada kondisi AKTIF
HIGH.
2.2.8.2.2. COMMON KATODA
Disini semua katoda disatukan secara parallel dan dihubungkan ke
GROUND.Karena seluruh katoda dihubungkan ke GROUND, maka
COMMON KATODAini berada pada kondisi AKTIF LOW.

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 25

2.2.8.3.

Prinsip Kerja

Prinsip kerja seven segmen ialah input biner pada switch dikonversikan masuk
kedalam decoder, baru kemudian decoder mengkonversi bilangan biner tersebut
menjadidecimal, yang nantinya akan ditampilkan pada seven segment.
2.2.8.4.

Penyusun dari COMMON.

2.2.8.4.1. Decoder
yaitu suatu alat yang berfungsi mengubah/ mengkoversi input
bilanganbiner menjadi decimal2.
2.2.8.4.2. Encoder
yaitu suatu alat yang berfungsi mengubah/ mengkoversi input
bilangandesimal menjadi biner3.
2.2.8.4.3. Multiplexer
adalah Suatu rangkaian kombinasi yang ouputnya mempunyai
logikasama dengan jalur input yang ditunjuk pada selector. Multiplexer
ini memilikibanyak input dan memiliki satu output. Prinsip kerjanya
sama dengan saklar pemilih dari 2buah input dipilih melalui buah jalur
pemilih ( DATA SELECT )
2.2.8.4.4. Demultiplexer
adalah suatu rangkain kombinasi yang bersifat berkebalikan
darimultiplexer. Rangkaian ini memiliki satu input dan memiliki
banyak keluaran (output ). Rangkaian ini akan menghasilkan output
high ( 1 ) pada jalur yang sesuaidengan yang ditunjuk oleh selector.7
Segment banyak digunakan sebahai penunjuk nilai atau status (dislpay)
dalam rangkaianinstrumentasi. Karena daya tahan yang cukup lama,
murah, dan mudah dalam pemakaian 7segment banyak dipilih dalam
rangkaian.7 Segment sebenarnya terdiri dari 7 LED .

2.2.9.

Resistor

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 26

Gambar (15). Resistor


Pada rangkaian listrik, kegunaan dasar dari resistor adalah membatasi arus pada
angka tertentu sehingga rangkaian listrik yang telah disusun dapat berfungsi
seperti yang diharapkan.Resistor merupakan elemen yang lazim ditemui pada
jaringan listrik, rangkaian listrik, dan perangkat elektronik.Resistor diukur dalam
satuan ohm yang dilambangkan dengan huruf Yunani omega ().
2.2.9.2.

Jenis-jenis Transistor

Transistor terbagi menjadi 2 jenis yaitu:


2.2.9.2.1. Fixed resistor.
Jenis ini merupakan resistor yang paling banyak digunakan. Fixed
resistor berfungsi untuk melindungi komponen dari kerusakan akibat
arus yang terlalu tinggi. Selain itu, fixed resistor juga
digunakan membagi tegangan dan mengatur time delay.
2.2.9.2.2. Variable resistor.
Terdapat dua jenis variable resistor yaitu yang berubah secara kontinu
ketika bekerja dan yang dapat disesuaikan untuk mencapai nilai
hambatan tertentu.
Selain kedua resistor tersebut, terdapat resistor khusus yang dirancang untuk fitur
tertentu.Misalnya seperti thermistor yang mampu mengubah nilai hambatan
mengikuti perubahan suhu, atau light-dependent resistor yang mengubah nilai
hambatan seiring dengan perubahan tingkat cahaya.
2.2.9.3.

Cara Kerja Resistor

Dengan menggunakan resistor pada rangkaian listrik, kita dapat mengurangi arus
listrik hingga ke besaran yang diharapkan.Karena fungsi yang terdapat di
dalamnya, resistor merupakan komponen utama yang digunakan pada alat
elektronik.

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 27

Meskipun bentuk resistor dari luar terlihat seragam, bagian dalam resistor
biasanya berbeda berdasarkan material yang digunakan. Pada bagian dalam, kita
akan menemukan batang keramik dipasang pada bagian inti dan diselubungi oleh
kawat tembaga di bagian luarnya.
Jumlah tembaga yang dipasang mempengaruhi besaran hambatan.Semakin
banyak kawat tembaga yang dililit dan semakin tipis tembaga, semakin besar
hambatan yang terdapat di dalamnya.Resistor dengan hambatan lebih rendah yang
dirancang untuk kebutuhan rangkaian listrik bertenaga rendah, biasanya tidak
menggunakan tembaga melainkan lilitan dari karbon.Resistor seperti ini harganya
lebih murah dan dikenal juga sebagai carbon-film.
2.2.9.4.

Arti dari Warna Resistor

Kode warna adalah salah satu cara untuk menyampaikan besaran hambatan dari
resistor. Terdapat sebelum warna berbeda yang melambangkan angka dari 0
sampai 9.Dua warna diawal merupakan dua digit pertama dari besaran hambatan,
dan warna yang ketika adalah angka pengali. Untuk mengetahui besar hambatan
dari resistor maka, kita harus mengalikan dua digit pertama dari resistor dengan
angka pengali kelipatan 10.Berikut ilustrasi warna dari resistor dan daftar warna
yang terdapat pada resistor.

Gambar (16). Warna dari Resistor

Kode Warna
Hitam
Cokelat
Merah
Oranye
Kuning
Hijau
Biru
Ungu
Abu-abu

Warna 1
0
1
2
3
4
5
6
7
8

Warna 2
0
1
2
3
4
5
6
7
8

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Warna 3
x1
x 10
x 100
x 1.000
x 10.000
x 100.000
x 1.000.000

Warna 4
1%
2%

0,5%
0,25%
0,1%

Page 28

Putih
Perak
Emas

9
10%
5%
Tabel (6): Daftar Warna dari Resitor

Pada contoh resistor diatas, warna kuning menandakan angka 4, warna ungu
menandakan angka 7, dan warna merah merupakan pengali 100.Resistor
diatas menandakan angka hambatan sebesar 4.200 dengan toleransi 5%, atau
berada pada besaran 3.990 atau 4.410 .
2.2.9.5.

Fungsi Resistor

Dalam rangkaian listrik, resistor memiliki peran penting untuk membatasi arus
dan berperan penting pada bagian aktif seperti transistor dan IC. Berikut beberapa
fungsi yang terdapat pada resistor:
2.2.9.5.1. Membatasi arus dan tegangan pada transistor.
Transistor pada dasarnya membutuhkan tegangan dasar yang rendah
untuk membuat tegangan tinggi mengalir melalui terminal. Namun
tegangan dasar cukup rentan terhadap arus tinggi, sehingga resistor
dibutuhkan untuk mmebatasi arus menyediakan tegangan dasar
pengaman.
2.2.9.5.2. Membatasi arus pada LED.
Seperti pada transistor, LED juga terlalu sensitif terhadap arus tinggi.
Resistor yang ditempatkan pada rangkaian dengan LED akan
membuat arus mengalir sesuai yang dibutuhkan.

2.2.9.5.3. Pengatur waktu dalam rangkaian.


Komponen pengatur waktu pada rangkaian timer dan oscillator selalu
menggunakan kombinasi resistor dan kapasitor. Waktu dibutuhkan
untuk mengisi atau membuang muatan listrik dan memicu rangkaian.
Resistor secara efektif digunakan untuk mengatur proses pengisian
dan pembuangan muatan tersebut dengan nilai yang bervariasi untuk
mendapatkan interval waktu yang berbeda.
2.2.9.5.4. Melindungi arus pendek.
Inisiasi pengaktifan power supply dapat menimbulkan tegangan
berbahaya bagi rangkaian listrik yang dapat berbahaya bagi komponen
penting. Resistor yang terhubung secara seri dengan terminal power
supply pada rangkaian dapat membatasi tegangan meningkat secara
mendadak dan menghindari bahaya yang dapat terjadi. Resistor

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 29

tersebut umumnya memiliki nilai yang rendah sehingga tidak akan


mempengaruhi kapasitas dari rangkaian secara keseluruhan.
Resistor juga berguna dalam berbagai perangkat elektronik sebagai komponen
pendukung dalam menjalankan fungsi tertentu.Saat kita ingin menurunkan
volume pada speaker, kita mesti memutar tombol volume dan mengatur suara
sesuai yang diinginkan.Hal tersebut terjadi karena tombol volume sebenarnya
merupakan bagian dari komponen listrik yang bernama variable resistor.
Ketika kita memutar tombol volume untuk menurunkan suara, kita
sebenarnya meningkatkan hambatan pada rangkaian listrik.Hal ini membuat arus
yang mengalir pada rangkaian menurun.Dengan arus yang semakin menurun,
semakin sedikit energi yang dibutuhkan pada speaker sehingga volume suara jadi
semakin rendah.
2.2.9.6.

Resistor Seri dan Paralel

Resistor biasanya disusun secara seri atau paralel pada rangkaian listrik. Ketika
resistor disusun secara seri atau paralel, sambungan ini akan menghasilkan
hambatan total yang dapat dihitung menggunakan persamaan matematika tertentu.
Nilai hambatan tersebut akan sangat berguna jika kita ingin mengatur nilai
hambatan tertentu.
2.2.9.6.1. Rangkaian Resistor Seri

Gambar (17). Rangkaian Resistor Seri

Nilai hambatan pada rangkaian resistor seri dapat dihitung dengan menjumlah
hambatan dari setiap resistor. Misalnya kita dapat menyusun secara seri 2 resistor
bermuatan 1 k dan 1 resistor 200 untuk memperoleh nilai hambatan total 2,2
k.
2.2.9.6.2. Rangkaian Resistor Paralel

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 30

Gambar (18).Rangkaian Resistor Paralel


Perhitungan nilai hambatan pada resistor paralel dapat dilakukan sesuai dengan
rumus berikut:

Gambar (19). Rumus penghitung nilai hambatan pada Resistor


Perhitungan pada rangkaian resistor paralel memang lebih rumit dibanding
rangkaian seri. Misalnya pada tiga resistor dengan nilai hambatan 3 k yang
dirangkai secara paralel akan menghasilkan nilai hambatan total 1 k.
2.2.10.

Saklar On/Off

adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan dan menghubungkan


aliran listrik. Jadi saklar pada dasarnya adalah suatu alat yang dapat atau
berfungsi menghubungkan atau pemutus aliran listrik (arus listrik) baik itu pada
jaringan arus listrik kuat maupun pada jaringan arus listrik lemah.
Secara sederhana, saklar terdiri dari dua bilah logam yang menempel pada suatu
rangkaian, dan bisa terhubung atau terpisah sesuai dengan keadaan sambung (on)
atau putus (off) dalam rangkaian itu. Material kontak sambungan umumnya
dipilih agar supaya tahan terhadap korosi. Kalau logam yang dipakai terbuat dari
bahan oksida biasa, maka saklar akan sering tidak bekerja. Untuk mengurangi
efek korosi ini, paling tidak logam kontaknya harus disepuh dengan logam anti
korosi dan anti karat. Berikut adalah macam macam saklar:

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 31

2.2.9.1.

Saklar Push Button

Saklar push button adalah tipe saklar yang menghubungkan aliran listrik sesaat
saja saat ditekan dan setelah dilepas maka kembali lagi pada posisi off. Saklar tipe
ini banyak digunakan pada rangkaian elektronika yang di kombinasikan dengan
rangkaian pengunci.
2.2.9.2.

Saklar Toggle

Saklar Toggle ini menghubungkan atau memutuskan arus dengan cara


menggerakkan toggle/tuas yang ada secara mekanis. Ukurannya relatif kecil, pada
umumnya digunakan pada rangkaian elektronika
2.2.9.3.

Selector Switch, disingkat (SS)

Saklar pemilih ini menyediakan beberapa posisi kondisi on dan kondisi off, ada
dua, tiga, empat bahkan lebih pilihan posisi, dengan berbagai tipe geser maupun
putar. Saklar pemilih biasanya dipasang pada panel kontrol untuk memilih jenis
operasi yang berbeda, dengan rangkaian yang berbeda pula. Saklar pemilih
memiliki beberapa kontak dan setiap kontak dihubungkan oleh kabel menuju
rangkaian yang berbeda, misal untuk rangkaian putaran motor cepat dan untuk
rangkaian putaran motor lambat. Atau pada rangkaian audio misalnya memilih
posisi radio, tape dan lainnya.
2.2.9.4.

Saklar Mekanik

Saklar mekanik umumnya digunakan untuk automatisasi dan juga proteksi


rangkaian. Saklar mekanik akan on atau off secara otomatis oleh sebuah proses
perubahan parameter, misalnya posisi, tekanan, atau temperatur. Saklar akan On
atau Off jika set titik proses yang ditentukan telah tercapai. Terdapat beberapa tipe
saklar mekanik, antara lain: Limit Switch, Flow Switch, Level Switch, Pressure
Switch dan Temperature Switch. Contoh pengunaannya seperti pada magic com
adalah saklar Temperature Switch
2.2.9.5.

Limit Switch (LS)

Limit switch termasuk saklar yang banyak digunakan di industri. Pada dasarnya
limit switch bekerja berdasarkan sirip saklar yang memutar tuas karena mendapat
tekanan plunger atau tripping sirip wobbler. Konfigurasi yang ada dipasaran
adalah: (a).Sirip roller yang bisa diatur, (b) plunger, (c) Sirip roller standar, (d)
sirip wobbler, (e) sirip rod yang bisa diatur. Pada saat tuas tertekan oleh gerakan

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 32

mekanis, maka kontak akan berubah posisinya. Contoh aplikasi saklar ini adalah
pada PMS (Disconecting Switch) untuk menghentikan putaran motor lengan
PMS.
2.2.9.6. Temperature Switch
Saklar temperatur disebut thermostat, bekerja berdasarkan perubahan temperatur.
Perubahan kontak elektrik di-trigger (dipicu) oleh pemuaian cairan yang ada pada
chamber yang tertutup (sealed chamber) chamber ini terdiri dari tabung kapiler
dan silinder yang terbuat dari stainless steel. Cairan di dalam chamber mempunyai
koefisiensi temperatur yang tinggi, sehingga jika silinder memanas, cairan akan
memuai, dan menimbulkan tekanan pada seluruh lapisan penutup chamber.
Tekanan ini menyebabkan kontak berubah status.Secara fisik saklar ini terdiri dari
dua komponen, yaitu bagian yang bergerak/bergeser (digerakkan oleh tekanan)
dan bagian kontak. Bagian yang bergerak dapat berupa diafragma atau piston.
Kontak elektrik biasanya terhubung pada bagian yang bergerak, sehingga jika
terjadi pergeseran akan menyebabkan perubahan kondisi (On ke Off atau
sebaliknya)
2.2.9.7.

Flow Switch (FL)

Saklar ini digunakan untuk mendeteksi perubahan aliran cairan atau gas di dalam
pipa, tersedia untuk berbagai viskositas. Pada saat cairan dalam pipa tidak ada
aliran, maka kontak tuas/piston tidak bergerak karena tekanan disebelah kanan
dan kiri tuas sama. Namun pada saat ada aliran, maka tuas/piston akan bergerak
dan kontak akan berubah sehingga dapat menyambung atau memutusklan
rangkaian.
2.2.9.8.

Float Switch (FS)

Saklar level atau float switch, merupakan saklar diskret yang digunakan untuk
mengontrol level permukaan cairan di dalam tangki. Posisi level cairan dalam
tangki digunakan untuk men-trigger perubahan kontak saklar. Posisi level switch
ada yang horizontal dan ada yang vertikal.

2.2.9.9.

Saklar Tekanan atau Pressure Switch

Pressure switch merupakan saklar yang kerjanya tergantung dari tekanan pada

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 33

perangkat saklar. Tekanan tersebut berasal dari air, udara atau cairan lainnya,
misalnya oli. Terdapat dua macam Pressure Switch: absolut (trigger (pemicu)
terjadi pada tekanan tertentu) dan konfigurasi diferensial (trigger terjadi karena
perbedaan tekanan).
2.2.11. Dioda
Fungsi Dioda sangat penting didalam rangkaian elektronika. Karena dioda
adalah komponen semikonduktor yang terdiri dari penyambung P-N. Dioda
merupakan gabungan dari dua kata elektroda, yaitu anoda dan katoda. Sifat lain
dari dioda adalah menghantarkan arus pada tegangan maju dan menghambat arus
pada aliran tegangan balik. Selain itu, masih banyak lagi fungsi dioda lainnya,
sebagai berikut :

Sebagai penyearah untuk komponen dioda bridge.


Sebagai penstabil tegangan pada komponen dioda zener.
Sebagai pengaman atau sekering.
Sebagai pemangkas atau pembuang level sinyal yang ada di atas atau
bawah tegangan tertentu pada rangkaian clipper.
Sebagai penambah komponen DC didalam sinyal AC pada rangkaian
clamper.
Sebagai pengganda tegangan.
Sebagai indikator untuk rangkaian LED (Light Emiting Diode).
Dapat digunakan sebagai sensor panas pada aplikasi rangkaian power
amplifier.
Sebagai sensor cahaya pada komponen dioda photo.
Sebagai rangkaian VCO (Voltage Controlled Oscilator) pada komponen
dioda varactor.

Secara keseluruhan dioda dapat kita contohkan sebagai katup, dimana katup
tersebut akan terbuka pada saat air mengalir dari belakang menuju ke depan.
Sedangkan katup akan menutup apabila ada dorongan aliran air dari depan katub.
Simbol dioda digambarkan dengan anak panah yang diujungnya terdapat garis
yang melintang. Cara kerja dioda dapat kita lihat dari simbolnya. Karena pada
pangkal anak panah disebut sebagai anoda (P) dan pada ujung anak panah dapat
disebut sebagai katoda (N).

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 34

Gambar (20). Dioda


Pada umumnya, dioda terbuat dari bahan silikon yang sudah dibekali tegangan
pemicu. Tegangan pemicu ini sangat diperlukan agar elektron bisa langsung
mengisi hole melalui area depletin layer. Didalam komponen dioda tidak akan
terjadi pemindahan elekrton hole dari P ke N maupun sebaliknya. Itu di sebabkan
hole dan elektron akan tertarik ke arah kutub yang berlawanan. Bahkan lapisan
depletion layer semakin besar dan menghalangi terjadinya arus.
Demikian penjelasan singkat mengenai fungsi dioda, semoga artikel kali ini dapat
berguna dan bermanfaat bagi anda semua. Baca juga artikel menarik lainnya,
seperti Transformator Step Up, Prinsip Kerja Transformator, Kapasitor Bank dan
Pengertian Transistor.
2.2.12. Tombol Push Button 6mm
adalah tombol tekan yang bersifat momentary(non-latched) berukuran kecil
dengan dimensi 6x6x4,3 mm. Arti dari kata tactile(designed to be perceived by
touch) adalah dapat dirasakan pada saat disentuh / dioperasikan, saat ditekan ada
respon balik berupa rasa dan bunyi 'klik' seperti saat Anda menekan tombol mouse
di komputer Anda.
Terdapat 4 kaki terminal dengan pasangan terminal yang berseberangansaling
terhubung, fungsi saklar pada pasangan kaki sejajar / pada sisi yang sama (jangan
tertukar). Anda juga dapat memasang tombol saklar ini pada breadboard.

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 35

2.2.13. Soket IC

Gambar (21). Soket IC


Soket adalah tempat dudukan prosesor pada motherboard. Dudukan ini berbentuk
segi empat dengan lubang-lubang kecil tempat tertancapnya kaki-kaki (pin-pin)
prosesor yang tersusun membentuk matriks 2 dimensi. Susunan, letak, dan jarak
antar lubang sama persis dengan susunan, letak, dan jarak antar pin-pin pada
prosesor.
Istilah soket (nama lengkapnya adalah soket CPU atau soket prosesor)
telah digunakan secara luas dalam dunia komputer untuk menggambarkan
konektor yang menghubungkan motherboard dengan prosesor, khususnya untuk
tipe komputer desktop dan server. Prosesor yang dimaksud di sini terutama
prosesor berarsitektur Intel x86.
Banyak sekali ditemukan soket-soket pada motherboard yang diproduksi
menggunakan arsitektur PGA (Pin Grid Array). Seperti telah disinggung di atas,
pada soket tersebut banyak lubang-lubang tempat tertancapnya (diselipkannya)
pin-pin atau kaki-kaki prosesor yang terletak di sisi bawah permukaan prosesor.
Contoh soket yang menggunakan arsitektur ini adalah soket 370 (untuk dudukan
prosesor Intel Pentium 3), socket 423 dan socket 478 (untuk dudukan prosesor
Intel Pentium 4).
Socket 370 berarti dudukan prosesor tersebut memiliki 370 lubang. Dengan
sendirinya socket tersebut untuk dudukan prosesor yang jumlah kaki atau pin-pinnya sebanyak 370 pin. Prosesor jenis ini biasanya prosesor Intel Pentium 3. Begitu
juga pengertian untuk socket 423 dan socket 478.

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 36

Selain tipe PGA terdapat pula tipe lainnya, misalnya LGA (Land Grid
Array). Pada tipe LGA, pin-pinnya tidak terdapat pada prosesor, tetapi terdapat
pada soket. Jika pada arsitektur PGA, pin-pinnya terletak pada prosesor, maka
pada LGA, pin-pinnya ada pada soket. Pin-pin ini yang kontak langsung dengan
sisi bawah/dasar prosesor tipe LGA.
Dudukan prosesor pada motherboard tidak selalu berbentuk soket, ada
pula yang berbentuk slot, atau dapat dikatakan dudukan berbasis slot (memang
bentuknya lebih mirip slot ekspansi dari pada soket). Prosesornya sendiri dikemas
menggunakan dudukan berbentuk slot yang disebut single edge connection.
Dudukan berarsitektur slot ini, banyak digunakan pada prosesor Pentium 2 dan
Pentium 3.
Selain jenis socket-socket tersebut, masih ada lagi jenis socket yang lain, yaitu
socket A (untuk prosesor AMD dengan jumlah pin 462), Socket AM2 (untuk
prosesor AMD dengan jumlah pin 940), dan masih banyak lagi yang tak akan
disebutkan di sini, karena pada dasarnya pengertiannya adalah sama (analogis).
2.2.14. Transformator Step Down
adalah sebuah alat yang mentransfer energi antara 2 sirkuit yang melalui induksi
elektromagnetik. Transformer di mungkinkan untuk di gunakan sebagai
perubahan tegangan dengan mengubah tegangan sebuah arus bolak balik dari satu
tingkat tegangan ke tingkat tegangan lainnya dari input ke input alat tertentu,
untuk menyediakan kebutuhan yang berbeda dari sebuah tingkatan arus sebagai
sumber arus cadangan, atau bisa juga di gunakan untuk mencocokkan impedansi
antara sirkuit elektrik yang tidak sinkron untuk memaksimalkan pertukaran antara
2 sirkuit. Hal ini memungkinkan terjadinya pertambahan daya arus listrik yang
terjadi dari sebuah benda yang memiliki arus tegangan listrik yang tidak stabil.

Gambar (22). Transformator

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 37

Pada pengertian transformator ini, biasanya alat ini terdiri dari 2 kabel yang
melilit di sekeliling inti yang sama untuk menciptakan efek arus listrik yang
sangat kuat dari ke 2 kabel tersebut. Inti tersebut biasanya di lapisi dengan besi.
Gulungan yang menerima aliran arus listrik merujuk pada untaian primer,
sedangkan gulungan hasil disebut dengan untaian kedua. Sebuah arus listrik di
salurkan melalui untaian primer transformer yang menghasilkan medan
elektromagnetik di sekelilingnya dan bemacam perubahan magnetik pada inti dari
transformer tersebut. Dengan induksi elektromagnetik, perubahan magnetik
tersebut menghasilkan bermacam daya elektromotif pada untaian kedua,
menghasilkan arus listrik sepanjang sambungan hasil. Jika ada banyak impedansi
yang tersambung sepanjang untaian kedua, aliran yang melewati untaian tersebut
menyerap tenaga dari untaian primer dan sumber tenaganya.
Sedikit penjelasan tentang cara pengaplikasiannya pada pengertian transformator
kali ini, fungsi transformer berdasarkan 2 prinsip hukum induksi elektromagnetik,
yaitu sebuah arus elektrik yang melewati konduktor, seperti kabel, dapat
menghasilkan sebuah medan elektrik yang mengelilingi kabel tersebut, dan
sebuah perubahan medan magnetik di sekitar kabel dapat memberikan tegangan
sepanjang ujung dari kabel tersebut.
2.2.14.1. Fungsi Transformator

Gambar (23). Isi Dalam Transformator


Untuk fungsi yang pertama yaitu menaikkan tegangan arus listrik, transformator
banyak memegang peranan dalam hal ini. Tidakah kalian menyadari bahwa lemari

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 38

es, televisi bahkan komputer yang kalian gunakan setiap hari memanfaatkan
fungsi transformator yang sebagai penaik tegangan arus listrik. Transformator
step up ini memiliki lilitar sekunder yang lebih banyak dibandingkan dengan
lilitan primer sehingga fungsinya sebagai penaik tegangan arus listrik sangatlah
jelas. Oleh karena itu, janganlah heran ketika anda menyalakan lemari es, televisi
ataupun komputer listrik pada rumah anda untuk sesaat akan terasa seperti
mengalami black out sepersekian detik. Hal ini adalah efek dari transformator step
up yang sedang bekerja.
Lalu, fungsi yang kedua dari transformator adalah menurunkan tegangan arus
listrik. Jumlah lilitannya berbalik dengan transformator step up, jika step up lilitan
yang terbanyak ada pada lilitan sekunder maka transformator step down ini lilitan
yang terbanyak adalah lilitan primernya dibanding dengan lilitan sekunder.
Contoh dari penggunaan transformator step down bisa dilihat ketika kita
mencharge handphone kita ataupun ketika kita sedang mencharge baterai kamera
kita. Memang ini sudah sesuai dengan fungsinya yang sebagai penurun tegangan
arus bolak balik (AC). Baik transformator step up maupun step down secara tidak
langsung memainkan peran yang sangat penting.
2.2.14.2.

Cara Kerja Transformator

Secara sederhana cara kerja transformator adalah seperti perputaran tegangan arus
bolak balik (AC). Lebih detailnya tentang cara kerja ini adalah ketika lilitan
primer dihubungkan dengan tegangan arus bolak balik maka menimbulkan
perubahan arus listrik pada lilitan primer yang mempengaruhi medan magnet.
Medan magnet yang telah berubah ini semakin diperkuat dengan adanya inti besi
dan inti besi tersebut menghantarkannya ke lilitan sekunder. Hal ini akan
mengakibatkan timbulnya ggl induksi pada masing-masing ujung lilitan sekunder.
Efek dari peristiwa ini dinamakan induktansi timbal balik (mutual inductance).
Prinsip kerja ini sama dengan induksi elektromagnetik dimana kesamaan ini
adalah terdapat penghubung magnetik diantara sisi primer dan sisi sekunder.
Seperti yang telah diungkapkan pada paragraf pertama bahwa terdapat dua prinsip
hukum dalam sebuah cara kerja transformator yaitu hukum induksi faraday dan
hukum Lorenz. Dalam hukum induksi faraday menjelaskan bahwa gaya listrik
melalui garis lengkung yang tertutup berbanding lurus dengan perubahan
persatuan waktu dimana arus induksi dilingkari oleh lengkungan itu. Sedangkan
hukum Lorentz menjelaskan bahwasanya arus bolak balik yang beredar
mengelilingi inti besi berakibat pada berubahnya inti besi tersebut menjadi
magnet. Kemudian apabila magnet tersebut dikelilingi oleh suatu lilitan, maka
lilitan tersebut akan mempunyai perbedaan tegangan pada kedua ujung lilitannya.
Dari kedua hukum ini dapat disimpulkan bahwa baik hukum induksi faraday
maupun hukum Lorenz diterapkan dalam bagaimana transformator bekerja.

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 39

BAB IV
PEMBAHASAN
3.1.

Rangkaian detik
Detik terdiri dari satuan 0-9 dan puluhan 0-5.Pada saat puluhan di posisi 5

dan satuan di posisi 9 yang berarti detik ke 59,maka rangkaian detik ini akan
mereset menjadi 0-0 dan akan menambah 1 pada satuan menit .Untuk
memperoleh tampilan 0-9 pada satuan detik, maka IC 1 (7493) diset sebagai
pembagi 10. Karena pada kondisi normal, IC 7493 adalah pembagi 16, maka
master reset dihubungkan dengan QB dan QD karena pada prinsipnya kita mereset
angka 10 supaya angka 10 tidak tampil pada layar display sementara itu angka 10
dalam biner adalah 1010 dimana digit sebelah kiri adalah MSB(digit dengan nilai
tertinggi),di dalam mereset kita tidak menggunakan urutan dari MSB ke
LSB(digit dengan nilai terendah) tetapi sebaliknya kita menggunakan urutan dari
LSB ke MSB jadi QA,QB,QC,QD untuk biner 10 berturut-turut adalah 0,1,0,1 QA
dan QC bernilai 0 sementara itu QB dan QD bernilai 1.Di dalam mereset kita
menghubungkan digit yang bernilai 1 yang terdapat pada nilai biner yang akan
direset dengan master reset(RO1 dan RO2) maka dalam mereset angka 10 kita
menghubungkan QB dengan RO1 dan QD dengan RO2 atau bisa
sebaliknya.CLKA dihubungkan lagsung dengan output dari rangkaian pembangkit
clock yang menggunakan IC NE 555 dan CLKB dihubungkan dengan QA karena
pada dasarnya IC counter terdiri dari beberapa buah flip-flop yang saling
berhubungan dan untuk IC 7493 output dari flip-flop A misalnya,merupakan input
dari flip-flop yang lain.Untuk mengeset nilai puluhan,kita mereset angka 6 supaya
angka 6 tidak ditampilkan pada display dan supaya tampilan pada display hanya
merupakan nilai antara 1-5,maka output yang terakhir dari IC 1(rangkaian detik
bagian satuan yang bernilai 1) dalam hal ini adalah QD dihubungkan ke CLKA
pada IC 2(rangkaian detik bagian puluhan) sementara itu CLKB dihubungkan
dengan QA pada IC 2 seperti yang telah dijelaskan di atas. RO1 dihubungkan ke
QB dan RO2 dihubungkan ke QC untuk mereset keluaran jika output sudah
bernilai 0110(merupakan biner dari 6). Lihat gambar

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 40

Gambar (24). Rangkaian Detik


3.2.

Rangkaian menit
Menit terdiri dari satuan 0-9 dan puluhan 0-5.Pada saat puluhan di posisi 5

dan satuan di posisi 9 yang berarti menit ke 59,maka rangkaian menit ini akan
mereset menjadi 0-0 dan akan menambah 1 pada satuan jam .Untuk memperoleh
tampilan 0-9 pada satuan menit, maka IC 1 (7493) diset sebagai pembagi 10.
Karena pada kondisi normal, IC 7493 adalah pembagi 16, maka master reset
dihubungkan dengan QB dan QD karena pada prinsipnya kita mereset angka 10

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 41

supaya angka 10 tidak tampil pada layar display sementara itu angka 10 dalam
biner adalah 1010 dimana digit sebelah kiri adalah MSB(digit dengan nilai
tertinggi),di dalam mereset kita tidak menggunakan urutan dari MSB ke
LSB(digit dengan nilai terendah) tetapi sebaliknya kita menggunakan urutan dari
LSB ke MSB jadi QA,QB,QC,QD untuk biner 10 berturut-turut adalah 0,1,0,1 QA
dan QC bernilai 0 sementara itu QB dan QD bernilai 1.Di dalam mereset kita
menghubungkan digit yang bernilai 1 yang terdapat pada nilai biner yang akan
direset dengan master reset(RO1 dan RO2) maka dalam mereset angka 10 kita
menghubungkan QB dengan RO1 dan QD dengan RO2 atau bisa
sebaliknya.CLKA dihubungkan dengan QD dari puluhan detik dan CLKB
dihubungkan dengan QA karena pada dasarnya IC counter terdiri dari beberapa
buah flip-flop yang saling berhubungan dan untuk IC 7493 output dari flip-flop A
misalnya,merupakan input dari flip-flop yang lain.Untuk mengeset nilai
puluhan,kita mereset angka 6 supaya angka 6 tidak ditampilkan pada display dan
supaya tampilan pada display hanya merupakan nilai antara 1-5,maka output yang
terakhir dari IC 1(rangkaian detik bagian satuan yang bernilai 1) dalam hal ini
adalah QD dihubungkan ke CLKA pada IC 2 (7493) (rangkaian menit bagian
puluhan) sementara itu CLKB dihubungkan dengan QA pada IC 2 seperti yang
telah dijelaskan di atas. RO1 dihubungkan ke QB dan RO2 dihubungkan ke QC
untuk mereset keluaran jika output sudah bernilai 0110(merupakan biner dari 6).
Lihat gambar (2)

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 42

Gambar (25). Rangkaian Menit


3.3.

Rangkaian jam
terdiri dari puluhan jam yang berkisar antara nilai 0-2 dan mereset angka 3
supaya angka 3 tidak ditampilkan pada layar,sementara itu untuk bagian
satuan pada jam nilainya berkisar antara angka 0-9.Pada rangkaian jam ini

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 43

dibutuhkan untuk mereset angka 10 dan 4 pada bagian puluhan jam oleh
karena itu kita menggunakan dua (2) gerbang and dan satu gerbang or.Tidak
beda dengan rangkaian menit dan detik clock A pada rangkaian jam ini juga
dihubungkan dengan QC dari rangkaian menit bagian puluhan

Gambar (26). Rangkaian Jam

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 44

No
1

Komponen
IC 7493

IC 7447

Fungsi
IC 74LS93 merupakan IC TTL (Transistor Transistor
Logic) yang berfungsi sebagai pencacah sampai 16
yang mempunyai 4 output (4 bit).
IC 7447 mengambil kode Biner Desimal (BCD)
sebagai input dan output kode 7 segmen yang
relevan.

3
4

IC 7408
IC 555

IC 555 ini digunakan sebagai Timer (Pewaktu)


dengan operasi rangkaian dan Pulse Generator

PCB

Lubang IC
Resitor

Transistor

Transforma
tor Step

Down
Seven

10

Segmen
Kapasitor

11

Saklar

12

ON/Of
Saklar Push

13

Botton
Lampu LED

14

Dioda

15

Soket IC

(Pembangkit Pulsa).
Meletakkan komponen-komponen jam digital
tersebut.

Resistor dibutuhkan untuk mmebatasi arus menyediakan


tegangan dasar pengaman.
Transistor berfungsi sebagai suatu pemindahan
atau peralihan bahan setengah penghantar
menjadi penghantar pada suhu atau keadaan
tertentu.
Untuk menurunkan teganggan arus listrik dari 220
v AC menjadi 9 v DC, Merubah teganggan AC ke
DC.
Seven Segment adalah suatu segmen- segmen
yang digunakan menampilkan angka.
untuk menunjukkan status dari perangkat
elektronika tersebut.
adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk
memutuskan dan menghubungkan aliran listrik.
Sakelar ini di gunakan untuk megatur/mensetting
jam.
untuk menunjukkan status dari perangkat
elektronika tersebut.
menghantarkan arus pada tegangan maju dan menghambat arus
pada aliran tegangan balik
Meletakan IC

Tabel (7). Fungsi Komponen

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 45

BAB V
PENUTUP
5.1

Kesimpulan
Rangkaian detik pada jam digital merupakan rangkaian pembagi 60.
Rangkaian menit pada jam digital merupakan rangkaian pembagi 3600.
Rangkaian jam pada jam digital merupakan rangkaian pembagi 86400.

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 46

DAFTAR PUSTAKA

Tokheim, L. Roger.1990.Elektronika Digital: 294-296. Jakarta


www.datasheet-archive.com
https://hantuhotspot.wordpress.com/2009/10/16/contoh-laporan-jamdigital-dengan-ic-7493/

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 47

LAMPIRAN

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 48

Dirancang Oleh: Muhamad Rofii

Page 49