Anda di halaman 1dari 10

1

LAPORAN KOMPUTASI PROSES


DIFERENSIASI NUMERIS

Diusulkan Oleh :
Nama
Nim
Kelas
Asisten

:
:
:
:

Usman Darmanto
13521005
C
1.
2.
3.
4.

Agus Kurniawan
Andry Septian
Heni Anggorowati
Khuriyati Amalina

LABORATORIUM KOMPUTASI PROSES


PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNOOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2015

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Tujuan
Agar mahasiswa dapat menyelesaikan bentuk persamaan differensial
sederhana dengan menggunakan penyelesaian numerik.
B. Dasar Teori
Diferensiasi atau biasa disebut turunan sering kita temui diberbagai persoalan
dibidang rekayasa. Misalnya bidang pengolahan citra (image processing), turunan
fungsi diterapkan untuk mendeteksi sisi objek pada suatu citra. Sementara dalam
perhitungan numerik sendiri, turunan fungsi dalam orde yang lebih tinggi,
f',f'',f''',,terkadang sangat diperlukan. Misalnya untuk menghitung batas-batas
galat interpolasi polinom atau menghitung galat integrasi numerik dengan aturan
trapesium dan sebagainya. Turunan fungsi persamaan diferensial didefinisikan
sebagai berikut:

f ' ( x) lim

h 0

f ( x h) f ( x )
h

Persoalan penurunan numerik adalah menentukan hampiran nilai turunan


fungsi f yang diberikan dalam bentuk tabel. Meskipun metode numerik untuk
menghitung turunan fungsi tersedia, tetapi sebisa mungkin prhitungan diferensiasi
dihindari. Alasannya, karena nilai turunan numerik umumnya kurang teliti
dibandingkan dengan nilai fungsinya. Diferensisi numerik termasuk kedalam
golongan metode numerik, bukan hanya untuk menyelesaikan persoalan yang
rumit, namun juga berlaku umum dimana dapat diterapkan untuk menyelesaikan
persoalan matematika sederhana (yang juga dapat diselesaikan dengan metode
analitik) maupun persoalan matenatika yang tergolong rumit (yang metode
analitikpun belum tentu dapat menyelasikannya).

Pada diferensiasi numeris yang sederhana, harga x0, didekati dengan


bilangan kecil sehingga didapat tiga pendekatan dalam menghitung diferensiasi
numerik yaitu:
1. Forward difference approximation

f ' ( x0 )

f ( x0 h) f ( x0 ) f1 f 0

h
h

2. Backward difference approximation

f ' ( x0 )

f ( x0 ) f ( x0 h) f 0 f1

h
h

3. Central difference approximation

f ' ( x0 )

f ( x0 h) f ( x0 h) f1 f 1

2h
2h

Terdapat cara hitung untuk mencari pendekatan-pendekatan diatas. Dalam hal


ini akan dijabarkan penurunan rumus differensial dengan deret taylor. Misalkan
diberikan titik-titik (xi, fi) , i = 0, 1, 2, ..., n, yang dalam hal ini

xi x0 ih dan xi f ( xi )
Kita ingin menghitung f ' ( x ) , yang dalam hal ini x x0 sh, sR
dengan ketiga pendekatan yang disebutkan di atas (forward, backward, center).
a. Hampiran selisih maju
Uraikan f ( xi 1 ) di sekitar xi :

yang dalam hal ini, O(h) = h/2 f(t), xi t xi 1


Untuk nilai-nilai f di xo dan xi persamaan rumusnya menjadi :

f0 '

f1 f 0
O ( h)
h

b. Hampiran selisih mundur


Uraikan f ( xi 1 ) di sekitar xi :

yang dalam hal ini, O(h) = - h/2 f(t), xi 1 t xi


Untuk nilai-nilai f di xo dan x1 persamaan rumusnya menjadi :

f0 '

f0 f 1
O ( h)
h

c. Hampiran selisih center


Kurangkan persamaan f ( xi 1 ) dengan f ( xi 1 ) maka akan didapat :

yang dalam hal ini, O(h) = - h 2 /6 f(t), xi 1 t xi 1

32

41

untuk nilai-nilai f di x-1 dan x1 persamaan rumusnya menjadi :

f0 '

f1 f 1
O( h 2 )
2h

Diferensiasi numerik perlu kita pelajari karena metode ini merupakan alat
bantu pemecahan masalah matematika yang sangat ampuh. Metode ini mampu
menangani sistem persamaan besar, kenirlanjaran, dan geometri yang rumit yang
seringkali tidak dapat dipecahkan secara analitik. Selain itu, diferensiasi numerik
dapat memeperkuat kembali pemahaman matematika. Karena, metode ini
ditemukan dengan menyederhanakan matematika yang lebih tinggi menjadi
operasi matematika yang mendasar.

BAB II
PERSOALAN DAN PENYELESAIAN

A. Latihan
Dalam pengerjaan soal-soal latihan menggunakan exel, maka telah didapat
hasil atau nilai-nilai dari suatu persamaan diferensial. Untuk lebih jelasnya, akan
diperlihatkan contoh soal persamaan diferensial yaitu sebagai berikut:

Gambar 2.1.1 Contoh soal 1

Jika ditelaah lebih jauh dari semua metode diatas,

metode yang hasil

diferensialnya lebih tepat adalah metode hampiran selisih center atau cara central.
Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan metode central merupakan metode
penengah dari cara backward dan forward dengan kata lain cara central adalah
rerata dari hasil cara backward dan forward. Atau dapat disimpulkan cara central
merupakan combine methode dari cara backward dan forward.
Kita sudah pelajari bagaimana cara menurunkan persamaan seperti diatas.
Jika kita turunkan persamaan diatas maka akan didapat persamaan dy/dx = 6x+2,
artinya jika kita masukkan nilai dari xo dalam hal ini xo = 4, maka diperoleh hasil
dy/dx = 26. Maka terbukti cara central merupakan cara yang hasil akhirnyanya
lebih tepat dari cara yang lain.
Berikut adalah contoh soal latihan yang lain yang telah dikerjakan dan
disesuaikan pada saat praktikum.

Gambar 2.1.2 Contoh soal nomor 2

25

Gambar 2.1.3 Contoh soal nomor 3

Gambar 2.1.4 Contoh soal nomor 4

62

B. Tugas
Diketahui persamaan diferensial untuk tugas sebagai berikut:
y (1 x) 3x1/ 2

1
2 log x
x4

Persamaan diatas dapat diselesaikan dengan cara sama seperti pada saat latihan,
bedanya persamaan diatas harus diubah terlebih dahulu bentuknya kedalam
fungsi(x) atau bahasa kasarnya adalah y = ..., agar persamaan diatas dapat
diselesaikan dengan metode-metode yang telah dipelajari. Maka dari dari
persamaan diatas, didapat penyelesaian dengan exel sebagai berikut:

Gambar 2.2.1 Soal Tugas

72

81

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dalam hal ini kesimpulan dibagi menjadi duasegi yaitu kesimpulan dari segi
kualitatif dan kesimpulan dari segi kuantitatif. Adapun kesumpulan secara
kualitatif yang didapat dari praktikum komputasi proses kali ini mengenai
diferensiasi numeris yaitu:
1. Tujuan dari pembelajaran diferensial numeris adalah agar mahasiswa
dapat menyelesaikan bentuk persamaan differensial sederhana dengan
menggunakan penyelesaian numerik.
2. Diferensial numeris termasuk kedalam salah satu metode analitik yang
sering kita jumpai. Sedangkan metode analitik sendiri didefinisikan
sebagai metode penyelesaian model matematika dengan rumus-rumus
aljabar yang sudah baku (lazim).
3. Pendekatan untuk mencari nilai diferensial numerik dibagi menjadi tiga
cara yaitu cara backward, cara forward, dan cara central. Dari tiga cara
diatas yang nilainya didapat paling tepat adalah cara central.
Kesimpulan secara kuantitatif didapat:
1. Pada soal latihan nomor 1, dengan persamaan

y 3x2 2x 4

didapat

nilai dari cara forward yaitu 26.0150, cara backward yaitu 25.9850 dan
cara central yaitu 26.

1 3
2. Pada soal latihan nomor 2, dengan persamaan y x 2 6 x 4 x didapat
nilai dari cara forward yaitu 4.1322, cara backward yaitu 4.1309 dan cara
central yaitu 4.1316. Hasil dari contoh soal yang lain dalam hal ini no 3
dan 4 dapat dilihat di bab 2.

1
2 log x
3. Pada soal tugas, dari persamaan
didapat
x4
nilai dari cara forward yaitu 2.6830, cara backward yaitu 2.6856 dan cara
y(1 x) (3x)1 / 2

central yaitu 2.6843.

19

B. Saran
Dalam pengerjaan soal diferensial numerik seperti di atas, harus dilakukan
secara teliti agar didapat hasil yang sebenarnya. Karena dalam praktikum
komputasi sendiri, media yang digunakan yaitu microsoft exel maka dalam
penulisan rumus harus lebih hati-hati terutama tanda kurung dan sebagainya.

Daftar Pustaka
Munir Rinaldi . Metode Numerik Bab 8 Solusi Persamaan Diferensial Biasa.
http://informatika.stei.itb.ac.id ( ednesday,

er , 0

, 8:45:26 PM).

Munir Rinaldi . Metode Numerik Bab 7 Turunan Numerik .


http://informatika.stei.itb.ac.id

ednesday,

er , 0

, 8:31:02 PM).

Munir Rinaldi . Metode Numerik Bab 1 Metode Numerik Secara Umum.


http://informatika.stei.itb.ac.id

ednesday,

er , 0

, 8:42:26 PM).