Anda di halaman 1dari 45

HASIL PENGKAJIAN KOMUNITAS

MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


STIKES NANI HASANUDDIN MAKASSAR
A Geografi
1

Letak Wilayah
Dusun Taborong Desa Bontoala Kecamatan Palangga Kab. Gowa, Sulawesi
Selatan

Batas-batas wilayah
a

Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Sombaopu

Sebelah Barat berbatasan Dusun Lambengi

Sebelah Selatan berbatasan dengan Dusun Manyampa

Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Mangalli

Iklim
Iklim daerah Kelurahan Dusun Taborong adalah iklim tropis dimana hanya
mengenal dua musim yaitu :
a

Musim hujan
Dimulai sekitar bulan 10 sampai dengan bulan 2

Musim kemarau
Dimulai sekitar bulan 3 sampai dengan bulan 9

B Demografi
1

Dari data yang didapatkan pada saat pendataan, tahun 2013, Jumlah penduduk
dusun Taborong Desa Bontoala sebanyak 1564 jiwa dengan perincian
menurut jenis kelamin sebagai berikut :
a

Laki-laki

Perempuan

: 811 jiwa
: 753 jiwa

Jumlah kepala keluarga : 411 kepala keluarga.

Jumlah penduduk : 1564 jiwa.

Pada saat pendataan, semua wilayah Dusun Taborongdilakukan pendataan, hasil


pendataan dapat diuraikan sebagai berikut :

Tabel 1
No

: Klasifikasi umur berdasarkan jenis kelamin penduduk Dusun


Taborong Tahun 2013
Umur
Lk
%
Pr
%
Total
%

.
1.

0 1 tahun

26

3,3

14

1,9

40

2,6

2.

> 1 3 tahun

46

5,7

23

3,1

69

4,4

3.

> 3 5 tahun

35

4,3

28

3,7

63

4,0

4.

> 5 12 tahun

151

18,6

105

13,9

256

16,5

5.

> 12 19

130

16,0

146

19,4

276

17,6

6.

tahun

400

49,3

413

54,8

813

52,0

7.

> 19 65

23

2,8

24

3,2

47

3,0

811

100,0

753

100,0

1564

100,0

tahun
> 65 tahun
Total

n : 1564 Jiwa
Sumber : Hasil Survey Mahasiswa Mahasiswa KKN Program Studi S1 Keperawatan
Tahun 2013

Keterangan :
Lk : Laki laki
Pr : Perempuan
Interpretasi :
Dari 1564 Jiwa penduduk, didapatkan :

Jumlah bayi sebanyak 40 orang ( 2,6%)

Jumlah balita sebanyak 132 orang ( 8,4 %)

Jumlah lansia sebanyak 47 orang (3,0%)

1.

Sosial Budaya
a.

Pendidikan
Tabel 2

: Tingkat pendidikan penduduk Dusun taborong Tahun 2013

SD

SMP

Pergurua
n Tinggi

SMA

Belu
m
Sekol
ah

Usia
Sekol
ah
Tidak
sekola
h

Tidak sekolah

TT

TT

TT

233
14,9

82
5,2

210
13,4

76
4,9

31
2,0

129
8,2

69
4,4

54
3,5

277
17,7

187
12,0

187
12,0

11
0,6

Buta
Hur
uf
15
1,0

%
n : 1564

Jiwa

Sumber : Hasil Survey Mahasiswa KKN Program Studi S1 Keperawatan Tahun 2013

Keterangan :
S : Sementara
TT : Tidak Tamat
T : Tamat
Interpretasi :
Dari 1564 Jiwa penduduk, didapatkan :

Jumlah penduduk yang tidak pernah sekolah sebanyak 11 orang (0,6 %).

Jumlah penduduk yang mengalami buta huruf sebanyak 3 orang (0,2%).

Tidak
Buta
Huruf
3
0,2
%

b.

Pekerjaan
Diagram 1
: Distribusi penduduk yang bekerja di Dusun Taborong
Desa Bontoala Tahun 2013

Bekerja; 39%
Bekerja

Tidak bekerja

Tidak bekerja; 61%

Dalam bentuk tabel dapat dilihat sebagai berikut :


Tabel 3
: Jenis Pekerjaan Penduduk Dusun taborong Tahun 2013
No. Jenis Pekerjaan
KK
%
AK
%
Jumla
%
h
1.
Buruh
69
16,8
33
2,9
102
34,8
2.
Wiraswasta
136
33,1
73
6,3
209
13,4
3.
Pensiunan
9
2,2
2
0,2
11
0,7
4.
Kary. Swasta
31
7,5
24
2,0
55
3,5
5.
Petani
4
1,0
4
0,3
6.
TNI
5
1,2
3
0,3
8
0,5
7.
PNS
54
13,1
40
3,5
94
6,0
8.
Polisi
1
0,2
3
0,3
4
1,0
9.
Honorer
6
1,5
12
1,0
18
1,2
10. Sopir
18
4,4
3
0,3
21
1,3
11. Pedagang
40
9,7
17
1,5
57
3,6
12. Pegawai
1
0,2
1
0,1
2
0,1
13. kontrak
4
1,0
4
0,2
14. Tukang becak
8
1,9
1
0,1
9
0,6
15. Wirausaha
25
6,1
941
81,6
966
61,8
Tidak bekerja
Total
411
100,0
1153 100,
1564
0
n : 1564 Jiwa
Sumber : Hasil Survey Mahasiswa KKN Program Studi S1 Keperawatan
Tahun 2013

Interpretasi :

Dari 1153 AK, 941 AK tidak bekerja (81,6%)

Jenis pekerjaan terbanyak penduduk adalah wiraswasta


sebanyak 209 orang (13,4%) dengan jumlah KK 136 orang ( 8,7%)
dan AK 73 orang (4,7%).

5600%
9%
39500%

66%
< 500.000

c.

500.000 - 1 Juta

15200%
25%

> 1 Juta

Penghasilan
Diagram 2

: Penghasilan Kepala keluarga perbulan Dusun taborong


Tahun 2013

n : 411 KK
Sumber : Hasil Survey Mahasiswa Mahasiswa KKN Program Studi S1
Keperawatan Tahun 2013
Interpretasi :
Dari 411 KK, didapat 38 KK berpenghasilan rendah (9,2%) sedangkan
yang berpenghasilan > 1 Juta sebanyak 250 KK (60,8%). Dan yang tidak
berpenghasilan 25 KK (6,1%)

B.

Data Kesehatan
1.

Keadaan Kesehatan
a. Jenis penyakit
Tabel 4

: Distribusi angka kesakitan menurut golongan penyakit


Penduduk Desa Bonto ala, dusun taborong tahun 2012
2013
Periode
No.
Jenis Penyakit
Jan april
Jan-Des 2012
%
%
2013
1.
Demam
19
20,2
60
22,2
2.
Rematik
5
5,2
50
18,5
3.
Flu
11
11,3
25
9,3
4.
Hipertensi
7
7,2
22
8,1
5.
Batuk
15
15,5
18
6,7
6.
Gastritis
5
5,2
14
5,2
7.
Dermatitis
12
4,5
8.
Asma
9
3,3
9.
Diare
6
6,2
9
3,3
10. Typoid
13
13,4
4
1,5
11. Katarak
1
1,2
8
3,0
12. Bronkhitis
1
1,2
6
2,2
13. Stroke
3
3,2
3
1,2
14. Alergi
2
2,2
4
1,5
15. Ginjal
2
2,2
3
1,2
16. DBD
2
2,2
1
0,2
17. Jantung
1
1,2
5
1,9
18. Cacar air
1
1,2
2
0,7
19. Amandel
3
1,2
20. Miskram
1
0,2
21. Kista
1
1,2
1
0,2
22. Ca Mammae
1
0,2
23. Hernia
2
0,7
24.
25.
Dst....
Jumlah
97
100,
270
100,0
0

Sumber : Hasil Survey Mahasiswa Mahasiswa KKN Program Studi S1


Keperawatan Tahun 2013

Interpretasi :

Dari 367

penduduk yang menderita penyakit pada tahun 2012-2013,

didapatkan 10 penyakit terbanyak yaitu :


1) Demam

Sebanyak 79 orang (21,5%)

2) Rematik

Sebanyak 55 orang (15,0%)

3) Flu

Sebanyak

35 orang

(9,5%)

4) Batuk

Sebanyak

33 orang

(8,9%)

5) Hipertensi

Sebanyak 29 orang

(8,0%)

6) Gastritis

Sebanyak 19 orang

7) Typoid

Sebanyak 17 orang

(4,6%)

8) Diare

Sebanyak 15 orang

(4,1%)

9) Dermatitis

Sebanyak 12 orang

(3,3%)

10) Asma

Sebanyak 9

orang

(5,2%)

(2,5%)

b. Pemanfaatan sarana kesehatan


Diagram 3

: Tempat berobat masyarakat Dusun taborong Tahun 2013

450
400

385

350
300
250
200
KK

150
100
50
2

12

12

n : 411 KK
Sumber : Hasil Survey Mahasiswa Mahasiswa KKN Program Studi S1
Keperawatan Tahun 2013

Interpretasi :
Dari 411 KK, 385 KK (93,7%) menggunakan sarana kesehatan,dan yang
kadang menggunakan sarana kesehatan terdiri dari :

Kadang berobat ke dukun dan sarana kesehatan 24 KK (5,8%)

c. Data kematian
Tabel 5

: Klasifikasi penyebab kematian berdasarkan jenis kelamin


Kelurahan Desa Lassang Barat tahun 2008 2012

No
.

Penyebab

Jenis Kelamin

1.

Jantung

L
1

2.

Malaria

3.

Kecelakaan

4.

P
2

Jumlah

Umur Meninggal

28 , 72 dan 60 thn

32 thn

20 & 25 thn

Komplikasi

61 dan 55 thn

5.

Ca Mammae

43 thn

6.

ISK

7 thn

7.

Hipertensi

65 dan 65 thn

8.

Asma

48,60 dan 60 thn

9.

Ketuaan

10.

Anemia

70, 70, 67,78 dan 75


thn
46 dan 60 thn

11.

Gondok

60 thn

12.

Stroke

50 thn

13.

Liver

78 thn

14.

Bayi

neonatus

Jumlah
15
9
24
n : 24 orang
Sumber : Hasil Survey Mahasiswa Mahasiswa KKN Program Studi S1
Keperawatan Tahun 2013.
Interpretasi :
Dari 24 penduduk yang meninggal, penyebab kematian tertinggi adalah
ketuaan sebanyak 5 orang (66.7%).

Pola/Kebiasaan Keluarga Sehari-hari


Tabel 6
No.
1.
2.

3.

4.

5.

6.

: Distribusi pola makan keluarga di Dusun taborong Tahun 2013


Pola Makan

Makanan pokok :
a. Nasi
b. Lain-lain
Frekuensi makan :
a. 3 kali
b. 2 kali
c. 1 kali
d. Tidak teratur
Penyajian menu makanan :
a. Nasi, sayur, lauk, buah dan susu
b. Nasi, sayur, lauk dan buah
c. Nasi, sayur, lauk
d. Nasi, sayur
Frekuensi keluarga makan protein hewani
a. 1 kali seminggu
b. 2 kali seminggu
c. 3 kali seminggu
d. Setiap hari
e. Jarang
Frekuensi keluarga makan protein nabati
a. 1 kali seminggu
b. 2 kali seminggu
c. 3 kali seminggu
d. Setiap hari
e. Jarang
Frekuensi keluarga makan sayuran :
a. 2 kali seminggu
b. 3 kali seminggu
c. Setiap hari
d. Jarang

Jumlah
KK

410
1

99,8
0,2

326
55
2
28

79,3
13,4
0,5
6,8

56
60
254
41

13,6
14,6
61,8
10,0

14
59
103
181
54

3,4
14,4
25,1
44,0
13,1

18
54
74
198
67

4,4
13,1
18,0
48,2
16,3

4
21
365
21

1,0
5,1
88,8
5,1

n : 411 KK
Sumber : Hasil Survey Mahasiswa Mahasiswa KKN Program Studi S1
Keperawatan Tahun 2013

Interpretasi :

Dari 411 KK, didapatkan 28 KK (6,8%) dengan pola makan


tidak teratur

Terdapat 54 KK (13,1%) yang jarang mengkonsumsi protein


hewani (ikan, telur, daging), sedangkan yang jarang mengkonsumsi
protein nabati (tahu, tempe dan kacang-kacangan) 67 KK ( 16,3%).

Frekuensi keluarga yang jarang makan sayuran ada 21 KK


(5,1%).

2.

Data kesehatan lingkungan


a. Data perumahan
Tabel 7 : Distribusi keadaan perumahan di Dusun taborong Tahun 2013
No
.
1.
2.

3.

4.

5.

6.

Uraian
Status kepemilikan rumah :
a.
Milik sendiri
b.
Sewa
c.
Dinas
d.
Numpang
Bentuk bangunan :
a. Permanen
b. Semi permanen
c. Kayu
d. Gedeg
Penerangan :
a. Listrik
b. Lampu minyak
Ventilasi rumah :
a. Memenuhi syarat
b. Tidak memenuhi syarat
Komposisi ruangan :
a. Memenuhi syarat
b. Tidak memenuhi syarat
Lantai rumah :
a. Tegel
b. Semen
c. Papan

Jumlah
KK/rumah

325
42

79,1
10,2

44

10,7

340
39
28
3

82,7
9,4
6,8
0,7

411

100,0

346
65

84,1
15,8

324
87

78,8
21,2

264
87
16
5
39

64,2
21,2
3,9
1,2
9,5

228

55,5

d. Tanah
e. Lain-lain
7.
Kebersihan rumah :
a. Baik
b. Cukup
c. Kurang
Pengaturan rumah :
a. Baik
b. Cukup
c. Kurang
n : 411 KK,
Sumber : Hasil Survey Mahasiswa Mahasiswa
Keperawatan Tahun 2013
Interpretasi :

142
41

34,5
10,0

244
122
45

59,4
29,7
10,9

KKN Program Studi S1

Dari 411 KK, terdapat 44 KK yang menumpang (10,7%) dan


42 KK yang sewa

Dari 411 rumah, terdapat 65 rumah (15,8%) memiliki ventilasi


tidak memenuhi syarat kesehatan

Terdapat 87 rumah (21,2%) memiliki komposisi ruangan tidak


memenuhi syarat kesehatan, dan 41 rumah (10,0%) dengan kebersihan
kurang.

Terdapat 5 rumah (1,2%) rumah dengan lantai tanah.

b. Sarana sanitasi lingkungan


1) Air minum
Tabel 8

: Keadaan air minum masyarakat Dusun taborong Tahun


2013
No.
Uraian
Jumlah KK
%
1.
Sumber air minum

2.

a.

Sumur gali

84

20,4%

b.

Sumur pompa

79

19,2%

c.

PDAM

38

9,2%

d.

Galon

210

5,1

Status kepemilikan
a.

Milik sendiri

307

75,0%

b.

Sumur umum

22

5,0%

c.
3.

Milik bersama

Keadaan

air

minum

82

20,0%

secara

makroskopik

4.

a.

Memenuhi syarat

398

96,8%

b.

Tidak memenuhi syarat

13

3,2%

Penggunaan air minum


a.

Dimasak

330

80,3%

b.

Kadang kadang

43

10,5%

c.
Tidak
38
9,2%
n : 411 KK
Sumber : Hasil Survey Mahasiswa Mahasiswa KKN Program Studi
S1 Keperawatan Tahun 2013
Interpretasi :

Dari 411 KK terdapat 13 KK ( 3,2 % ) keadaan air minum


tidak memenuhi syarat kesehatan

Didapatkan 43 KK ( 10,5% ) dengan air minum yang kadang


kadang dimasak, dan tidak dimasak 38 KK (9,2%)

2) Air Limbah
Grafik 2 : Pembuangan air limbah masyarakat Dusun taborong
Tahun 2013

350

313

300
250
200
150
100

KK

66

50
6
0

23

n : 411 KK
Sumber : Hasil Survey Mahasiswa Mahasiswa KKN Program Studi
S1 Keperawatan Tahun 2013
Interpretasi :

Dari 411 KK, didapatkan 66 KK yang membuang limbah di


Tanah ( 16,1 % )

Dari 411 KK, didapatkan 313 KK yang membuang limbah di


Selokan (76,2 %)

Dari 411 KK, 6 KK yang membuang limbah di Sawah


(1,4 %)

Dari 411 KK, 23 KK yang membuang limbah di Sembarang


Tempat (5,6 %)

Dari 411 KK, 2 KK yang membuang limbah di Cubluk (0,5 %)

Dari 411, 1 KK yang membuang limbah di Kolam (0,2 %)

3) Pembuangan kotoran manusia


Tabel 9

: Distribusi keadaan pembuangan kotoran manusia (bab


dan bak) di Dusun taborong Tahun 2013

No. Uraian

Jumlah
KK

Persentase

1.

Tempat pembuangan kotoran


a. Leher angsa
402
97,8%
b. Cemplung
3
0,7%
c. Selokan
2
0,5%
d. Sembarang tempat
4
1,0%
2.
Jarak kakus dengan sumber air
minum
154
37,49%
a. < 10 meter
253
61,6%
b. 10 meter
4
1,0%
c. Tidak ada kakus
3.
Status kepemilikan WC
358
87,1%
a. Milik sendiri
32
7,8%
b. Milik bersama
17
4,1%
c. Menumpang
4
1,0 %
4.
d. Tidak punya kakus
Kebersihan kakus
200
48,7%
a. Baik
174
42,3%
b. Cukup
33
8,0%
c. Kurang
4
1,0%
d. Tidak ada kakus
n : 411 KK
Sumber : Hasil Survey Mahasiswa Mahasiswa KKN Program Studi
S1 Keperawatan Tahun 2013
Interpretasi :

Dari 411 KK, ada 9 KK (2,2%) yang membuang kotoran tidak


memenuhi syarat kesehatan, diantaranya disembarang tempat 4
KK (1,0%) , 3 KK (0,7 %) yang membuang kotoran pada WC
cemplung, 2 KK (0,5 %) yang membuang kotoran pada
selokan.

Dari 411 KK yang menggunakan kakus untuk pembuangan


kotoran, 154 KK (37,0%) menggunakan kakus yang jarak dari
sumber air
< 10 meter.

Dari 411 KK didapatkan 4 KK (1,0 %) yang tidak punya


kakus

Dari 411 KK didapatkan 33 KK (8,0%) yang menggunakan


kakus dengan kebersihan kurang.

4) Pembuangan sampah
Grafik 3

: Tempat pembuangan sampah penduduk Dusun taborong


Tahun 2013

250
220
200

150

98

100

43

50
17
0

n : 411 KK

26
7

Sumber

: Hasil Survey Mahasiswa Mahasiswa KKN Program


Studi S1 Keperawatan Tahun 2013

Interpretasi :
Dari 411 KK, 50 KK (12,2%) membuang sampah tidak memenuhi
syarat kesehatan dengan 43 KK (10,5%) diantaranya membuang
sampah di sembarang tempat dan 7 KK (2,0%) membang sampah di
selokan
5) Pemeliharaan ternak
Tabel
No
.
1.

2.

3.

10 :
Distribusi keadaan pemeliharaan ternak
keluarga Dusun taborong Tahun 2013
Uraian
Jumlah KK Prosentase
Kepemilikan ternak
a. Memiliki ternak

94

22,9%

b. Tidak memiliki ternak

317

77,1%

a. Dalam rumah

16

17,0%

b. Kolong rumah

8,5%

c. Terpisah di belakang

47

50,0%

d. Menempel di dinding

22

23,4%

e. Tidak ada kandang

1,1%

a. Bersih

53

56,4%

b. Kotor

41

43,6%

Letak kandang

Keadaan kandang

n : 411KK
Sumber : Hasil Survey Mahasiswa Mahasiswa KKN Program
Studi S1 Keperawatan Tahun 2013
Interpretasi :

Dari 94 keluarga yang memiliki ternak, yang menempel di


dinding rumah 22 KK (23,4%), dalam rumah 16 KK (17,0 %), dan
yang tidak ada kandang 1 KK (1,1%).

3.

Data KIA/KB
a.

Data Balita
1) Imunisasi
Tabel 11 : Cakupan imunisasi balita Dusun taborong Tahun 2013

N
o

Tahun

Ju
mla
h

1.

01

2.
3.

40

Len
gka
p
11

%
27,5

>13

69

56

81,2

>3-5
jumla
h

63
172

49
116

100,
0

Belum
Lengk
ap
24

24

Imunisasi
%
Tidak
Lengk
ap
60,0
4

60,0

%
10,0

Tidak
Kont
ak
1

%
2,5

10,1

8,7

9
20

18,4
14,2

5
12

10,2
100,
0

n : 172 Balita
Sumber : Hasil Survey Mahasiswa Mahasiswa KKN Program Studi S1
Keperawatan Tahun 2013
Interpretasi :

Dari 172 balita (100,0%), terdapat 32 balita (18,6 %) imunisasi tidak


lengkap dan tidak kontak, dan terdapat 5 orang diantaranya umur imunisasi
(0-1 tahun).

24 bayi ( 60,0 %) umur imunisasi dengan status imunisasi belum lengkap.


2) Keadaan balita
Tabel 12

Jumlah
Balita
172

: Keadaan balita Dusun taborong Tahun 2013.

Penimbangan
Tidak
Tidak
Teratur
Perna
Teratur
h
130
34
8

KMS

Status Gizi

Ada

Tidak
ada

Baik

Sedang

Kurang

149

23

125

44

Penolong Persalinan
Tenaga
Duku LainKesehata
n
lain
n
157
14
1

100,0

75,6%

19,8%

4,7%

86,6

13,4

72,7

25,6

1,7

91,3%

n : 172 Balita
Sumber : Hasil Survey Mahasiswa Mahasiswa KKN Program Studi S1
Keperawatan Tahun 2013
Keterangan :
KMS
: Kartu Menuju Sehat
Interpretasi :

Dari 172(100,0%) balita, 34 balita (19,8%) ditimbang tidak teratur.


23 balita (13,4%) tidak memiliki KMS, 3 balita (1,7%) memiliki status gizi
kurang. Dan
Yang mendapatkan penolong persalinan di dukun dan dilahirkan sendiri 15
balita ( 8,7%)
b.

Ibu Hamil
Tabel 13 : Keadaan ibu hamil Dusun taborong Tahun 2013
No
1.

Uraian
Usia
a. < 15 tahun
b. 15 35 tahun
c. > 35 tahun
Pemeriksaan kehamilan
a. Memeriksakan diri
b. Tidak periksa
Tempat pemeriksaan
a. Dokter
b. Bidan
c. Perawat
d. Dukun terlatih
Jadwal pemeriksaan
a. Teratur
b. Tidak teratur
Imunisasi TT
a. TT 1
b. TT 2
c. Tidak sama sekali
Riwayat keguguran
a. Pernah
b. Tidak pernah

Jumlah Bumil

Prosentase

15
3

83,3%
16,7%

16
2

88,9%
11,1%

4
13

22,2%
72,2%

5,6%

16
2

88,9%
11,1%

10
7
1

55,6%
38,9%
5,6%

3
15

16,7%
83,3%

8,1%

0,6%

Riwayat penyulit kehamilan


a. Ada penyulit
3
16,7%
b. Tidak ada
15
83,3%
n : 18 Ibu hamil
Keterangan :
Bumil
: Ibu hamil
Sumber : Hasil Survey Mahasiswa Mahasiswa KKN Program Studi S1
Keperawatan Tahun 2013
Interpretasi :

Dari 18 bumil,16 telah memeriksakan diri dan 2 tidak


memrriksakan diri

Dari 18 ibu hamil 10 telah mendapat TT 1, 7 TT2 dan 1 tidak


sama sekali.

Dari 18 bumil, terdapat

bumil (14,3%) memeriksakan diri

tidak teratur.

Dari 7 bumil, terdapat 1 bumil (14,3%) dengan riwayat


keguguran dan 1 bumil (14,3%) dengan riwayat penyulit kehamilan.

c.

Ibu Nifas
Tabel 14
: Keadaan ibu nifas di Dusun taborong Tahun 2013.
No.
Uraian
Jumlah
Prosentase
1.
Pelaksana pemeriksaan
a. Perawat
b. Dukun
c. Bidan

100,0%

100,0%

d. Dokter
e. Lain-lain
Tempat pemeriksaan
a. Rumah sakit/rmh bersalin
b. Puskesmas
c. Dokter
d. Bidan
e. Dukun

Makanan pantangan selama nifas


a. Ada
b. Tidak ada

100,0%

100,0%

Penyulit selama nifas


a. Ada
b. Tidak ada

n : 3 orang
Keterangan :
Nifas
: Seseorang yang telah melahirkan sampai umur 40 hari.
Sumber
: Hasil Survey Mahasiswa Mahasiswa KKN Program
Studi S1 Keperawatan Tahun 2013
Interpretasi

: Didapatkan 3 ibu nifas dan melakukan pemeriksaan


dengan teratur

d.

Ibu menyusui
Tabel 15

: Distribusi keadaan ibu menyusui di Dusun taborong Tahun


2013
No.
Uraian
Jumlah Prosentase
1.
Menyusui
a. Ya
34
85,0%
b. Tidak
6
15,0%
Pengetahuan tentang cara meneteki yang
benar
29
85,3%
a. Tahu
5
14,7%
b. Tidak tahu
Frekuensi meneteki
13
38,2%
a. Bila bayi menangis
b. 6 kali sehari
c. 8 kali sehari
21
61,8%
d. Setiap anak mau
e. Tidak menyusui
Pengganti Asi
11
32,4%
a. Teh manis
3
8,8%
b. Susu kental manis
7
20,6%
c. Susu bubuk
1
3,0%
d. Air tajin
10
29,3%
e. Lain-lain
2
5,9%
f. Tanpa PASI
Makanan tambahan
3
8,8%
a. Sari buah
4
11,8%
b. Bubur susu
16
55,9%

c. Bubur biasa
d. Nasi tim
2
17,6%
e. Tidak diberi
9
20,6%
f. Nasi biasa
Lama meneteki
20,6%
a. 5 menit
7
61,8%
b. 10 menit
21
17,6%
c. 15 menit
6
d. Tidak meneteki
Cara meneteki
20,6%
a. Kiri saja
7
8,8%
b. Kanan saja
3
70,6%
c. Kiri dan kanan
24
d. Tidak meneteki
n : 40 ibu menyusui
Sumber : Hasil Survey Mahasiswa Mahasiswa KKN Program Studi S1
Keperawatan Tahun 2013
Interpretasi :
-

Dari 34 ibu menyusui terdapat 5 ibu tidak tahu cara meneteki.

e.

Data KB
Tabel 16

: Keadaan KB Dusun taborong Tahun 2013


KB

Pemeriksaa
n KB

Alat Kontrasepsi Yang Digunakan

13
7

Puskesm
as

Bidan

39

Dokter

110

Tempat Pelayanan

Tidak
Teratur

43,2

Teratur

120

Coitus
Interuptu

56,8

Kalender

158

Susuk

278

IUD

Pil

Tidak

Suntik

Kondom

Ya

MOW

Jumla
h
PUS

21

17

101

40

n : 278 PUS
Keterangan :
PUS
: Pasangan Usia Subur (Ibu yang memiliki suami dan belum mengalami menopause/henti haid)
MOW : Medis Operasi Wanita
Sumber
: Hasil Survey Mahasiswa Mahasiswa KKN Program Studi S1 Keperawatan Tahun 2013
Interpretasi :

Dari 278 PUS, didapatkan 120 PUS yang tidak ber KB (43,2%).

Dari 158 PUS yang ber KB, didapatkan 21 PUS (13,3%) yang memeriksakan diri tidak teratur.

4.

Data Narkoba
Tabel 17

: Pengetahuan masyarakat tentang Narkoba Dusun taborong


Tahun 2013
Pernah Dengar
Jumlah
Tidak Pernah
%
%
KK
Dengar
Media Orang lain
411
340
37
91,7
34
8,3
n : 411 KK
Keterangan :

Narkoba
: Narkotik dan obat berbahaya

Media : Surat kabar, TV dan radio

Orang lain
: Teman, petugas kesehatan dll.
Interpretasi :

Dari 411 KK didapatkan 34 KK (8,3 %) yang belum pernah


mendengar tentang Narkoba.

5.

JPKM (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat)


JPKM

Jum
lah
KK

Ada

Tidak
Ada

Askes

411
100,

266
64,7

145
35,3%

69
25,9%

0%

Kart
u
Sehat
-

Jamk
esda
17
6,4 %

Jamsostek
33
12,4 %

JENIS JPKM
Dana Asuran
Sehat
si
Perusa
haan
5
1,9 %

Jamkesmas

n : 411 KK
Interpretasi :

Dari 411 KK, didapatkan 266 KK (64,7%) yang memiliki JPKM dan 145
KK (35,3%) tidak memiliki JPKM.

Dari 266 KK yang memiliki JPKM, jenis JPKM yang paling banyak
digunakan adalah Jamkesmas sebanyak 142 KK (53,4%).

142
53,4%

6. Kebiasaan Hidup Sehat


Jumlah
KK
411
100,0%
n : 411 KK

KK dan Anggota Keluarga umur 10 tahun ke atas


Tidak
Aktifitas sedang
Aktifitas sedang
Merokok
merokok
<30 menit
30 menit
250
161
145
266
60,8 %
39,2 %
35,3 %
64,7 %

Interpretasi :

Dari 411 KK, terdapat 250 KK (60,8 %) memiliki keluarga umur 10 tahun
ke atas yang merokok dalam rumah

Dari 411 KK, terdapat 145 KK (35,3 %) memiliki keluarga umur 10


tahun ke atas yang beraktifitas sedang kurang dari 30 menit sehari.

KLASIFIKASI DATA
Data Subyektif :

Dari 1564 Jiwa penduduk, didapatkan :


-

Jumlah bayi sebanyak 40 orang ( 2,6%)

Jumlah balita sebanyak 132 orang ( 8,4 %)

Jumlah lansia sebanyak 47 orang (3,0%)

Dari 1153 AK, 941 AK tidak bekerja (81,6%)


- Jenis pekerjaan terbanyak penduduk adalah wiraswasta sebanyak 209
orang ( %) dengan jumlah KK 136 orang ( %) dan AK 73 orang
Dari 1564 Jiwa penduduk, didapatkan :
-

Jumlah penduduk yang tidak pernah sekolah sebanyak 11 orang (0,6 %).

Jumlah penduduk yang mengalami buta huruf sebanyak 3 orang (0,2%).

Dari 411 KK, didapat 38 KK berpenghasilan rendah (9,2%) sedangkan yang


berpenghasilan > 1 Juta sebanyak 250 KK (60,8%). Dan yang tidak

berpenghasilan 25 KK (6,1%)
Dari 367 penduduk yang menderita penyakit pada tahun 2012-2013,
didapatkan 10 penyakit terbanyak yaitu :
1. Demam

Sebanyak

79 orang (21,5%)

2. Asam urat

Sebanyak

55 orang (15,0%)

3. Flu

Sebanyak

35 orang

(9,5%)

4. Batuk

Sebanyak

33 orang

(8,9%)

5. Hipertensi

Sebanyak

29 orang

(8,0%)

6. Gastritis

Sebanyak

19 orang

(5,2%)

17 orang

(4,6%)

7. Typoid

Sebanyak

8. Diare

Sebanyak

15 orang

(4,1%)

9. Dermatitis

Sebanyak

12 orang

(3,3%)

(2,5%)

10. Asma

Sebanyak

orang

Dari 411 KK, 385 KK (93,7%) yang menggunakan sarana kesehatan,dan


yang kadang menggunakan sarana kesehatan terdiri dari :

Kadang berobat ke dukun dan sarana kesehatan 12 KK (2,9%)

Dari 411 KK, didapatkan 28 KK (6,8%) dengan pola makan


tidak teratur

Terdapat 54 KK (13,1%) yang jarang mengkonsumsi protein


hewani (ikan, telur, daging), sedangkan yang jarang mengkonsumsi protein
nabati (tahu, tempe dan kacang-kacangan) 67 KK ( 16,3%).

Frekuensi keluarga yang jarang makan sayuran ada 21 KK


(5,1%).

Didapatkan 43 KK ( 10,5% ) dengan air minum yang kadang


kadang dimasak, dan tidak dimasak 38 KK (9,2%)

Dari 94 keluarga yang memiliki ternak, yang menempel di


dinding rumah 22 KK (23,4%), dalam rumah 16 KK (17,0 %), dan yang tidak
ada kandang 1 KK (1,1%).

Data Obyektif :

Dari 367 penduduk yang menderita penyakit pada tahun 2012-2013 didapati
penyakit Asam urat dengan jumlah 55 orang (15,0%) dan hipertensi sebanyak
29 orang (8,0%).

Dari 367 penduduk yang menderita penyakit pada tahun 20122013 didapati penyakit tipes dengan jumlah 17 orang (4,6%).

Dari 172(100,0%) balita, 34 balita (19,8%) ditimbang tidak


teratur. 23 balita (13,4%) tidak memiliki KMS, 3 balita (1,7%) memiliki status
gizi kurang. Dan Yang mendapatkan penolong persalinan di dukun dan
dilahirkan sendiri 15

balita ( 8,7%)

Dari 411 KK, 50 KK (12,2%) membuang sampah tidak memenuhi syarat


kesehatan dengan 43 KK (10,5%) diantaranya membuang sampah di
sembarang tempat dan 7 KK (2,0%) membang sampah di selokan

Dari 411 KK, didapatkan 66 KK yang membuang limbah di


Tanah ( 16,1 % ) , 6 KK di Sawah (1,4 %) dan 23 KK yang membuang limbah di
Sembarang Tempat (5,6 %).

Dari 24 penduduk yang meninggal, penyebab kematian


tertinggi adalah ketuaan sebanyak 5 orang (66.7%).

Dari 411 rumah, terdapat 65 rumah (15,8%) memiliki ventilasi


tidak memenuhi syarat kesehatan

Terdapat 87 rumah (21,2%) memiliki komposisi ruangan tidak


memenuhi syarat kesehatan, dan 41 rumah (10,0%) dengan kebersihan kurang.

Dari 411 KK terdapat 13 KK ( 3,2 % ) keadaan air minum


tidak memenuhi syarat kesehatan

Dari 411 KK, didapatkan 66 KK yang membuang limbah di


Tanah ( 16,1 % )

Dari 411 KK, 6 KK yang membuang limbah di Sawah


(1,4 %)

Dari 411 KK, 23 KK yang membuang limbah di Sembarang


Tempat (5,6 %)

Dari 411 KK, 2 KK yang membuang limbah di Cubluk (0,5 %)

Dari 411, 1 KK yang membuang limbah di Kolam (0,2 %)

Dari 411 KK, ada 9 KK (2,2%) yang membuang kotoran tidak


memenuhi syarat kesehatan, diantaranya disembarang tempat 4 KK (1,0%) , 3
KK (0,7 %) yang membuang kotoran pada WC cemplung, 2 KK (0,5 %) yang
membuang kotoran pada selokan.

Dari 411 KK yang menggunakan kakus untuk pembuangan


kotoran, 154 KK (37,0%) menggunakan kakus yang jarak dari sumber air < 10
meter.
-

Dari 411 KK didapatkan 4 KK (1,0 %) yang tidak punya kakus


Dari 411 KK didapatkan 33 KK (8,0%) yang menggunakan kakus
dengan kebersihan kurang.

ANALISA DATA
N
o
1.

Data
DS:

Etiologi

KK, Kurang minat


dalam prilaku
terdapat 250 KK (60,8 %) memiliki sehat
dan
keluarga umur 10 tahun ke atas yang riwayat kurang
perilaku sehat
merokok dalam rumah

Dari

411

Dari

411

Masalah
Kesehatan
Ketidakefefekti
fan
pemeliharaan
kesehatan
Gaya hidup
kurang gerak

KK,

terdapat 145 KK (35,3 %) memiliki


keluarga umur 10 tahun ke atas yang
beraktifitas sedang < 30 menit sehari.

Dari 24 orang yang


meninggal

didapatkan

orang

meninggal karena penyakit jantung.


DO:

Dari 367

penduduk yang menderita

penyakit pada tahun 2012-2013 didapati


penyakit Asam urat dengan jumlah 55
orang (15,0%) dan hipertensi sebanyak
29 orang (8,0%).
Dari 367 penduduk yang menderita

penyakit pada tahun 2012-2013 didapati


penyakit tipes dengan jumlah 17 orang
2.

(4,6%)
DO

Defisit
akrivitas
Dari 172(100,0%) balita, 34 balita komunitas
untuk
(19,8%) ditimbang tidak teratur.
pencegahan
23 balita (13,4%) tidak memiliki KMS,
3 balita (1,7%) memiliki status gizi
kurang. Dan

Ketidakefektifa
n
komonitas
dalam
pelaksanaan
program
terapeutik

N
o

Data

Yang

Etiologi

mendapatkan

Masalah
Kesehatan

penolong

persalinan di dukun dan dilahirkan


sendiri 15
DS
Dari

411

balita ( 8,7%)
KK,

50

KK

(12,2%)

membuang sampah tidak memenuhi


syarat kesehatan dengan 43 KK (10,5%)
diantaranya

membuang

sampah

di

sembarang tempat dan 7 KK (2,0%)


membang sampah di selokan

Dari
didapatkan 66

411

KK,

KK yang membuang

limbah di Tanah ( 16,1 % ) , 6 KK di


Sawah (1,4 %) dan 23 KK yang
membuang

limbah

di

Sembarang

Tempat (5,6 %)

Dari

18

bumil,

terdapat bumil (14,3%) memeriksakan


diri tidak teratur.

Dari 7 bumil, terdapat


1 bumil (14,3%) dengan riwayat
keguguran dan 1 bumil (14,3%) dengan
riwayat penyulit kehamilan.

3.

DS.

Kelemahan
Ketidakefektifa
akibat usia dan n perlindungan
Dari 1564 Jiwa penduduk, didapatkan sanitasi
diri.
lingkungan
:Jumlah lansia sebanyak 47 orang
yang
tidak
(3,0%)
sehat
23 balita (13,4%) tidak memiliki KMS,

N
o

Data

Etiologi

Masalah
Kesehatan

3 balita (1,7%) memiliki status gizi


kurang. Dan
Yang mendapatkan penolong persalinan

di dukun dan dilahirkan sendiri 15


balita ( 8,7%)
DO
Dari

411

KK,

50

KK

(12,2%)

membuang sampah tidak memenuhi


syarat kesehatan dengan 43 KK (10,5%)
diantaranya

membuang

sampah

di

sembarang tempat dan 7 KK (2,0%)


membang sampah di selokan

Dari
didapatkan 66

411

KK,

KK yang membuang

limbah di Tanah ( 16,1 % ) , 6 KK di


Sawah (1,4 %) dan 23 KK yang
membuang
4.

limbah

di

Sembarang

Tempat (5,6 %).

Kurang
informasi
Sebagian masyarakat Dusun Taborong mengenai
Tanaman Obat
mengatakan tidak tahu tentang Keluarga

DS :

mamfaat tanaman obat keluarga


DO :

Pengetahuan

masyarakat

yang

kurang tentang mamfaat TOGA.

Tidak adanya TOGA di halaman


rumah

Kurang
Pengetahuan
mengenai
Tananam obat
Tradisional

N
o

Data

Etiologi

Masalah
Kesehatan

RENCANA KEPERAWATAN KOMUNITAS


DUSUN TABORONG, DESA BONTOALA KECAMATAN PALLANGGA
KABUPATEN GOWA TAHUN 2013
Masalah
Rencana Keperawatan
Data/Masalah Kesehatan
Keperawatan
Tujuan
Intervensi

No.
1.

DS:

411 Ketidakefefektifan
pemeliharaan
KK, terdapat 250 KK (60,8 %) kesehatan
memiliki keluarga umur 10 berhubungan
dengan
Kurang
tahun ke atas yang merokok minat
dalam
prilaku sehat dan
dalam rumah
riwayat
kurang
Dari
411 perilaku sehat
KK, terdapat 145 KK (35,3
Dari

%) memiliki keluarga umur 10


tahun ke atas yang beraktifitas
sedang kurang dari 30 menit
sehari.
DO:

Dari 367

penduduk yang

menderita penyakit pada tahun


2012-2013 didapati penyakit
Asam urat dengan jumlah 55
orang (15,0%) dan hipertensi
sebanyak 29 orang (8,0%).

Setelah dilakukan
tindakan
keperawatan,
masyarakat akan
sadar pentingnya
menjaga

kebugaran fisik
dan pengetahuan
masyarakat akan
penyakit menular
dan penyakit tidak
menular
akan
meningkat

Melaksanakan
jalan sehat

Jadwal

Minggu, 19 mei
2013

Sabtu, 12 mei 2013


Melaksaankan
penyuluhan
mengenai
asam
urat dan hipertensi
Melaksaanakan
penyuluhan
PHBS

Rabu, 8 mei 2013

Sasaran
(Penannggu
ng jawab)
Masyarakat
umum desa
Bontoala
(Abdul
Hakim)
Masyarakat
umum dusun
taborong
(Tirtawati)
Anak anak
di TPA dan
Panti asuhan
wahyu
mandiri
dusun
Taborong
(Nursyamsi)

No.

Masalah
Keperawatan

Data/Masalah Kesehatan

Dari 367

Tujuan

Rencana Keperawatan
Intervensi

Jadwal

penduduk yang

Sasaran
(Penannggu
ng jawab)

menderita penyakit pada tahun


2012-2013 didapati penyakit
tipes dengan jumlah 17 orang
(4,6%)
2.
DS

Ketidakefektifan
komonitas dalam
Dari 172(100,0%) balita, 34 pelaksanaan
balita (19,8%) ditimbang tidak program terapeutik
berhubungan
teratur.
dengan
Defisit
akrivitas
komunitas
23 balita (13,4%) tidak
untuk pencegahan
memiliki KMS, 3 balita
(1,7%) memiliki status gizi

Setelah dilakukan
tindakan
keperawatan
kapasitas komunitas
untuk
secara
kolektif
menyelesaikan
masalah
guna
mencapai
tujuan
komunitas.

Melaksanakan
pemberian
makanan
tambahan

Kamis, 16 Mei 2013


Melaksanakan
pemeriksaan
kesehatan
dan
pemeriksaan
golongan darah
ibu hamil

Rabu, 8 Mei 2013

kurang. Dan

Yang mendapatkan penolong


persalinan

di

dukun

dilahirkan sendiri 15

dan

balita (

8,7%)

Dari

18

bumil, terdapat bumil (14,3%)

Anak-anak
yang berada
di
TPA
dusun
taborong,
Posyandu
Taborong
dan
Panti
Wahyu
mandiri
(Uswatun
Hasana)
Ibu
hamil
Dusun
Taborong

No.

Masalah
Keperawatan

Data/Masalah Kesehatan
memeriksakan

diri

Tujuan

Rencana Keperawatan
Intervensi

Sasaran
(Penannggu
ng jawab)

Jadwal

tidak

teratur.

Dari 7 bumil,
terdapat

bumil

(14,3%)

dengan riwayat keguguran dan


1

bumil

(14,3%)

dengan

riwayat penyulit kehamilan.

3.
Ketidakefektifan
perlindungan diri
DO:
Dari 411 KK, 50 KK (12,2%) berhubungan
dengan kelemahan
membuang
sampah
tidak akibat usia dan
memenuhi syarat kesehatan sanitasi yang tidak
sehat.
dengan 43 KK (10,5%)

Setelah dilakukan
tindakan
keperewatan
komunitas
akan
menunjukan

perilaku yang dapat


menurunkan resiko
penyakit.

Melaksananan
posyandu lansia

Kamis, 16 Mei 2013

Lansia desa
bontoalla
(Ardiansah)

Melaksanakan
posyandu

Rabu, 14 mei 2013

Ibu dan
anak
di
dusun
taborong
(Sharlien)

diantaranya membuang sampah


di sembarang tempat dan 7 KK
(2,0%) membang sampah di
selokan

Dari

411

KK, didapatkan 66 KK yang

Minggu,
Melaksanakan
bakti sosial di 2013
lingkungan dusun
taborong.

12

Mei Masyarakat
Dusun
taborong
(Alwan)

No.

Masalah
Keperawatan

Data/Masalah Kesehatan

Tujuan

Rencana Keperawatan
Intervensi

Jadwal

membuang limbah di Tanah

Sasaran
(Penannggu
ng jawab)

( 16,1 % ) , 6 KK di Sawah
(1,4 %) dan 23 KK yang
membuang

limbah

di

Sembarang Tempat (5,6 %).

Dari

1564

Jiwa penduduk, didapatkan


Jumlah lansia sebanyak 47
orang (3,0%)
DS:

Dari

172

(100,0%) balita, 34 balita


(19,8%)

ditimbang

tidak

(13,4%)

tidak

teratur.

23

memiliki KMS,
Yang mendapatkan penolong

balita

persalinan

di

dukun

dilahirkan sendiri 15
4

( 8,7%.

dan
balita
Kurang
Setelah
dilakukan
pengetahuan
tindakan keperawatan
mengenai tanaman komunitas

Membuat
percontohan
TOGA

11-17 Mei 2013

Masyarakat
Dusun
Tabororng

No.

Masalah
Keperawatan
obat
tradisional
berhubunga dengan
kurang
DS :
pengetahuan
mengenai Tananam
Sebagian masyarakat Dusun
Obat Keluarga
Taborong mengatakan tidak
Data/Masalah Kesehatan

tahu tentang mamfaat tanaman


obat keluarga
DO :

Pengetahuan
yang

kurang

masyarakat
tentang

mamfaat TOGA.

Tidak adanya TOGA di


halaman rumah

Tujuan
masyarakat
dapat
mengerti mengenai
manfaat dari tananam
obat tradisional

Rencana Keperawatan
Intervensi

Jadwal

Sasaran
(Penannggu
ng jawab)

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN


NO

Diagnosa
Tanggal
Ketidakefefektifan
Minggu, 19 mei
pemeliharaan kesehatan 2013
berhubungan
dengan
Kurang minat dalam
prilaku
sehat
dan
riwayat kurang perilaku
sehat
Sabtu,12
2013

Tempat
Dusun
Taborong

Pelaksana
Mahasiswa

KKN stikes
nani
hasanudin
Makassar
(Posko X)

mei Rumah pa Mahasiswa

dusun
KKN stikes
Ahmad Dg nani
Rala
hasanudin
Makassar
(Posko X)

Rabu, 8 mei 2013

Panti
Asuhan
Wahyu
Mandiri dan
TPA Nurul
Iman

Mahasiswa

KKN stikes
nani
hasanudin
Makassar
(Posko X)

Implementasi
Melaksanakan jalan sehat

Evaluasi
Mashyarakat Dusun Taborong
antusias dalam mengikuti
kegiatan jalan sehat dan
diikuti oleh 250 0rang dan 50
diantaranya
diikuti
oleh
warga dari dusun lain.

20 orang hadir
untuk
Melaksaankan
penyuluhan mengikuti penyuluhan asam
mengenai asam urat dan hipertensi uran dan Hipertensi 4 orang
diantaranya aktif mengajukan
pertanyaan

Melaksaanakan penyuluhan
PHBS

Penyuluhan Dihadiri 35 anak


dan 5 diantaranya ikut
berpartisipasi memperagakan
cara mencuci tangan dengan
baik dan cara mengosok gigi
dengan benar.

NO

2.

Diagnosa

Tanggal

Ketidakefektifan
Rabu,
komonitas
dalam 2013
pelaksanaan program
terapeutik berhubungan
dengan Defisit akrivitas
komunitas
untuk
pencegahan

Tempat
Mei Panti
asuhan
Wahyu
Mandiri dan
TPA Nurul
Iman, Dan
Posyandu
Taborong

Kamis, 16 Mei
2013

3.

Ketidakefektifan
perlindungan
diri
Di rumah
berhubungan
dengan Kamis, 16 Mei Bpk Aswan
kelemahan akibat usia 2013
Dg Kunjung
dan sanitasi yang tidak
sehat.

Pelaksana
Mahasiswa
KKN
STIKES nani
hasanudin
Makassar
(Posko X)

Mahasiswa
KKN stikes
nani
hasanudin
Makassar
(Posko
X)
dan
tenaga
kesehatan
Puskesmas
Pallangga

Seluruh

mahasiswa
KKN Desa
Bontoala,
Puskesmas
Pallangga, dan

Implementasi

Melaksanakan
makanan tambahan

Evaluasi
Semua anak yang datang
makanan
pemberian mendapatkan
tambahan
berupa
bubur
kacang hijau.

Dari 18 ibu hamil yang ada di


Melaksanakan
pemeriksaan dusun taborong 8 diantaranya
kesehatan
dan
pemeriksaan ikut serta dalam pemeriksaan
kesehatan dan pemeriksaan
golongan darah ibu hamil
golongan darah dan

Melaksananan posyandu lansia

Jumlah lansia yang hadir


pada acara Posyandu Lansia
yaitu 110 orang dan lansia
antusias dalam mengikuti
kegiatan penyuluhan dan
Pengobatan Gratis

NO

Diagnosa

Tanggal

Rabu,
2013

14

Tempat

Rumah
mei Bapak
Ahmad Dg
Rala
(Kepala
Dususn
Taborong)

Pelaksana
Yayasan
Wahyu
Mandiri
Mahasiswa
STIKES Nani
Hasanuddin
Makasaar
(Posko X)
Bidan Desa

Implementasi

Jalaln Poros Masyarakat

Minggu, 12 Mei Dusun


Dusun
2013
Taborong
Taborong Dan
Mahasiswa
KKN STIKES
Nani
Hasanuddin
Makassar
4.

Kurang
pengetahuan
mengenai tanaman obat 11-17 Mei 2013
tradisional berhubunga
dengan
kurang
pengetahuan mengenai
Tananam
Obat
Keluarga

Dusun
Taborong
Di rumah
Daeng
Maring

Mahasiswa
KKN STIKES
Nani
Hasanuddin
(Posko X)

Melaksanakan posyandu

Melaksanakan Bakti sosial


lingkungan dusun taborong.

Membuat percontohan Toga

Evaluasi

35 orang ibu menghadiri


acara posyandu Balita di
taborong dan semua antusian
mengikuti kegiatan posyandu

Pelaksaaan kegiatan bakti


di sosial dikuti oleh masyarakan
Dusun Taborong dengan
jumlah 30 dengan ikut serta
dalam melaksanakan.

Masyarakat dapat melihat


percontohan toga yang telah
dibuta
dan
mendapat
pengetahuan
mengenai
Tananam Obat Kelurga.

NO

Diagnosa

Tanggal

Tempat

Pelaksana

Implementasi

Evaluasi