Anda di halaman 1dari 4

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS SRIWIJAYA


STUDENT CENTER LEARNING INQUIRY AND DISCOVERY
NAMA

: LULIANA

NIM

: 03071381419074

KELAS

: TEKNIK GEOLOGI 2014 KAMPUS PALEMBANG

Mata Kuliah/Kode

: Penulisan Esai Geologi

Jumlah Beban Studi : 3 SKS


Pertemuan ke-

: 12, 13, 14

Tanggal

: 25 November 2015

Pokok Bahasan

: Analisa Jurnal

Pengajar

: Dr. Budhi Kuswan Susilo, S.T., M.T.

MATERI KULIAH DAN PENDALAMAN PENGETAHUAN


Setelah didapatkan 2 jurnal yang sama-sama mengangkat tema mengenai pergerakan
masa tanah (longsor) berupa Jurnal 1 yang berjudul Identifikasi Pemetaan kondisi
tanah dan vegetasi sebagai upaya mengurangi terjadinya bencaba gerakan tanah di desa
Rahtawu kecamata Gebog kabupaten Kudus oleh Maerin Riani, Sri Prabandiyani dan
Munifatul Izzati, serta Jurnal 2 yang berjudul Buku mengenal tanah longsor sebagai
media pembelajaran bencana sejak dini oleh Yukni Arifianti didapatkan pembahasan
mengenai:
A. Analisa pola IMRD atau non-IMRD pada kedua jurnal
Analisa yang telah dilakukan terhadap kedua jurnal didapatkan adanya perbedaan
pola dari kedua jurnal tersebut. Pada jurnal pertama terlihat penulis mengikuti
pola IMRD karena terlihat pada jurnal adanya Introduction (pendahuluan),
Methode (metode penelitian), Result (hasil penelitian), dan Discussion
(pembahasan) sedangkan pada jurnal kedua terlihat jurnal berstruktur bebas
dengan kata lain pada jurnal kedua ini penulis menggunakan pola non-IMRD.
Dimana hanya terdapat pendahuluan dan kesimpulan yang termuat dalam jurnal
ini.

B. Analisa penyusunan isi/ide


Dalam penyusunan isi digunakan urut-urutan untuk mempermudah alurnya seperti
isi jurnal dituliskan berdasarkan urutan tema, urutan waktu, urutan geografis, dan
urutan masalah solusi. Pada jurnal pertama penulisan isi menggunakan urutan
geografis, karena pada awal isi penulis secara lebih dulu menuliskan mengenai
CBM di Indonesia, menyempit ke Cekungan Sumatera Selatan, menyempit ke
Formasi Muara Enim, dan menyempit lagi ke daerah Aman serta terfokus ke letah
geografis yang lebih sempit lagi yaitu di 5 sumur pada daerah lapangan Aman.
Pada jurnal kedua menggunakan urutan masalah solusi, karena terlihat awalnya
penulis menyampaikan masalah yang sedang dihadapi dalam mengeksplorasi
CBM menggunakan pemboran langsung yang terbilang cukup mahal hingga
penulis memberikan solusi melalui penelitian yang dilakukannya menggunakan
metode geofisika dalam eksplorasi CBM.
C. Analisa abstrak
Tahap-tahapan penulisan abstrak yaitu (1)menciptakan ruang penelitian,
(2)menguraikan prosedur penelitian, (3)merangkum hasil pokok penelitian, dan
(4)mengevaluasi hasil penelitian.

Pada jurnal pertama penulis menggunakan

tahapan 1, 2, dan 3 dalam penulisan abstrak. Jika dilihat pada paragraf pertama
penulis menciptakan ruang penelitian dengan menjelaskan lokasi penelitian yang
dilakukan yaitu daerah Aman pada cekungan Sumatera Selatan. Pada paragraf
kedua

peneliti

menjelaskan

mengenai

prosedur

penelitian

mulai

dari

mengidentifikasi litologi pada well log dan laporan sumur, kemudian


mengkorelasi sumur-sumur daerah penelitiann, mengkorelasi data well log dan
seismic, menghitung kandungangas dari data lapangan dan core, kemudian
menentukan luas area prospek dan menghitung sumberdaya CBM. Dalam
merangkum hasil pokok penelitian penulis menjelaskannya dalam paragraf tiga
hingga lima. Sedangkan pada jurnal kedua dalam penulisan abtrak penulis
menggunakan tahapan menciptakan ruang penelitian dan merangkum hasil
penelitian.

D. Penilaian

pendahuluan

menurut

tahapan

penulisan

pendahuluan

berdasarkan pola CARS


Dalam penulisan pendahuluan terdapat 3 tahapan yang bisa digunakan seperti
tahap 1 (menetapkan wilayah penelitian/bidang kajian), tahap 2 (menetapkan
daerah khusus/topic kajian), dan tahap 3 (menggambarkan kajian sendiri). Pada
jurnal pertama dalam penulisan pendahuluan menggunakan pola CARS tahapan 3.
Jika dilihat pada akhir paragraf pendahuluan Target studi dalam Gas Metana
Batubara ini termasuk dalam Formasi Muara Enim. Dalam upaya mengetahui
berapa besar potensi sumberdaya Gas Metana Batubara pada formasi ini maka
diperlukan studi untuk mengetahui seberapa besar potensi sumberdaya dan luas
prospektifnya., terlihat dalam kalimat di atas menyebutkan garis besar studinya.
Sedangkan pada jurnal kedua dalam penulisan pendahuluannya menggunakan
pola CARS tahapan 1. Terlihat penulis meyakinkan pentingnya dalam bidang
kajian dalam hal ini CBM yang didukung dengan sumber-sumber dari ESDM.
Selain itu penulis meninjau hasil studi sebelumnya terlihat metode-metode yang
digunakan dirujuk dari penulis terdahulu.
E. Kesesuaian metodelogi dengan topik yang dibahas
Setelah dianalisa dari kedua jurnal, metodelogi yang digunakan sesuai dengan
topic yang di bahas. Seperti pada jurnal pertama untuk mengetahui potensi Gas
Metana Batubara pada lapangan Aman, daerah cekungan Sumatera Selatan
digunakan metode seperti mengidentifikasi litologi pada well log dan laporan
sumur, kemudian mengkorelasi sumur-sumur daerah penelitiann, mengkorelasi
data well log dan seismic, menghitung kandungangas dari data lapangan dan core,
kemudian menentukan luas area prospek dan menghitung sumberdaya CBM. Pada
jurnal kedua untuk mengetahui peranan metode geofisika dalam eksplorasi Gas
Metana Batubara digunakan metode-metode geofisika seperti metode seismic
fisika batuan, metode resistivitas fisika batuan, metode well-logging fisika batuan,
metode

seismik

pantul,

metode

geolistrik

resistivitas,

elektromagnetik.

F. Pola yang digunakan dalam menuliskan hasil dan pembahasan

dan

metode

STUDENT CENTER LEARNING INQUIRY AND DISCOVERY

Pada jurnal pertama yang menggunakan pola IMRD dapat dianalisa bahwa jurnal
ini dalam menuliskan hasil dan pembahasannya menggunakan pola terpisah yang
dalam jurnal ini pembahasan dijelaskan dalam sub bab kesimpulan. Sedangkan
pada jurnal kedua yang menggunakan pola non-IMRD dalam menuliskan hasil
dan pembahasan menggunakan past tense, yang pada jurnal pembahasan
dijelaskan dalam penutup.
G. Analisa terhadap cara dalam mengembangkan dan menuliskan bagian
pembahasan
Pada jurnal pertama yang menggunakan pola IMRD penulis mengembangkan dan
menuliskan bagian pembahasan dengan menampilkan ringkasan hasil penelitian
dan dibahasakan ulang agar beda dengan yang telah disampaikan pada hasil
penelitian. Sedangkan pada jurnal kedua dengan menggunakan pola non-IMRD
penulis mengembangkan dan menuliskan bagian pembahasan menggunakan
deskriptif analistis yaitu penulis tidak menggunkan judul pembahasan melainkan
penutup dan menggunkan langkah seperti rekomendasi untuk kelanjutan
penelitian seperti terpenggal perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut.
H. Keterdapatan benang merah pada kedua jurnal
Dari kedua jurnal yang ada setelah dilakukan analisa memiliki benang merah yang
menunjukan hubungan antara metodelogi, hasil, dan diskusi. Hal ini dikarenakan
hubungan dari ketiga tersebut dapat mendukung judul yang penulis ambil yakni
mengenai Potensi Gas Metana Batubara Pada Lapangan Aman, Daerah
Cekungan Sumatera Selatan oleh Amanda Putriyani P., Edy Sunardi, Nurdrajat,
Bernard Sinaga, dan Murthala Hatta, serta Peranan Metode Geofisika dalam
Eksplorasi Gas Metana Batubara (Coal Bed Methane) oleh Eddy Ibrahim.