Anda di halaman 1dari 20

PEMERIKSAAN

URETROGRAFI
ALI ABDUL SHOMAD
0931009

Definisi
Pemeriksaan
Uretrografi
adalah pemeriksaan radiologi
untuk
uretra
dengan
menggunakan media kontras
positif yang diinjeksikan ke
uretra
proksimal
secara
retrograde, dengan tujuan
untuk melihat anatomi, fungsi

Indikasi

Striktur
Retensi urine
Kelainan kongenital
Fistule
Tumor
Batu uretra

Kontra indikasi

Infeksi akut
Radang uretritis akut
Radang prostat
Penderita terdapat riwayat
alergi kontras

Persiapan Pasien
Pada
dasarnya
tidak
ada
persiapan khusus hanya saja
pasien disuruh kencing sebelum
pemeriksaan, fungsinya agar
kontras tidak bercampur dengan
urine
yang
menyebabkan
densitas tinggi, kontras rendah
menyebabkan gambaran lusent
sehingga kandung kemih tidak

Persiapan Alat dan


Bahan
Alat dan bahan untuk pemeriksaan
uretrografi
retrograde
yang
harus
dipersiapkan antara lain : Pesawat sinar x,
kaset dan film, grid, marker, tensi meter,
tabung oksigen, baju pasien. Alat dan
bahan untuk memasukkan media kontras,
terdiri dari alat bantu steril dan non steril.
Alat steril yang diperlukan antara lain :
spuit 20 cc, kassa, kapas alkohol, anti
histamine, kateter, gliserin.

Sedangkan alat bantu non steril


antara lain : bengkok, plester dan
sarung tangan (Bontrager, 2001).
Media
kontras
yang
digunakan
adalah media kontras positif iodine
water
souluble.
Media
kontras
dicampur larutan fisiologis dengan
perbandingan 1 : 1.

Teknik Pemeriksaan
Uretrografi
Foto Pendahuluan (Polos)
Dilakukan sebelum media kontras
dimasukkan
dengan
tujuan
untuk
mengetahui
persiapan
pasien,
mengetahui struktur keseluruhan organ
sebelum dimasukkan media kontras,
mengetahui
ketepatan
posisi
dan
menentukan faktor eksposi selanjutnya.

Posisi Pasien : Tidur telentang


(supine) di atas meja pemeriksaan
dengan MSP diatur tepat diatas pada
garis tengah meja pemeriksaan, dua
kaki lurus dan kedua tangan
disamping tubuh. Posisi Objek batas
atas kaset krista iliaka dan batas
bawah kaset sympisis pubis.

Kaset : ukuran kaset 2430 cm Arah


sinar tegak lurus dengan kaset. Titik
bidik 5 cm diatas symphisis pubis.
Jarak fokus dengan film 100 cm.
Eksposi dilakukan pada saat ekspirasi
dan tahan nafas.
Kriteria : Terlihat seluruh bagian dari
kandung kemih, uretra dan gambaran
dari tulang pelvis.

Setelah dilakukan foto pendahuluan


(polos) , langkah selanjutnya yang
dilakukan adalah pemasukan media
kontras yaitu dengan cara media
kontras dimasukkan kandung kemih
dengan menggunakan kateter yang
telah
terpasang
melalui
uretra
kemudian media kontras dimasukkan
perlahan dengan spuit.

Pengambilan radiograf dilakukan


pada saat bersamaan media
kontras dimasukkan ke uretra.
Proyeksi yang digunakan adalah
AP (antero posterior), oblik kanan
dan kiri.

Posisi Pasien Proyeksi AP

Proyeksi AP
Tujuan: Untuk melihat kandung kemih
dan seluruh bagian uretra dari
pandangan anterior.
Posisi pasien : supine diatas meja
pemeriksaan, MSP diatur tetap diatas
garis tengah pemeriksaan. Posisi
objek batas atas kaset krista iliaka,
batas bawah kaset sympisis pubis.

Kaset : ukuran 24 x 30 cm, dengan


arah sinar tegak lurus kaset atau
film, titik pusat sinar 5 cm di atas
symphisis pubis. Jarak fokus dengan
film 100 cm. Eksposi dilakukan pada
saat ekspirasi dan tahan nafas.
Kriteria : Tampak tulang pelvis, ilium,
ischium, sacrum dan symphisis
pubis. Tampak rongga pelvis, tampak
kandung kemih dan uretra yang terisi

Hasil Radiograf Proyeksi AP

Proyeksi Oblik kanan dan


kiri
Tujuan: Untuk menilai bagian uretra dan kandung
kemih tidak superposisi dengan simpisis pubis.
Posisi Pasien : tidur terlentang (supine) di atas
meja pemeriksaan daerah panggul diatur miring
kira-kira 3540 derajat, kekanan/kekiri sesuai
dengan posisi oblik yang dimaksud. Salah satu
tangan berada di samping tubuh, lengan lainnya di
tempatkan menyilang sambil berpegangan pada
tepi meja pemeriksaan. Batas atas kaset pada
krista iliaka, batas bawah kaset 2 cm di bawah
simpisis pubis.

Kaset : ukuran 24 x 30 cm dengan arah


sinar vertikal tegak lurus kaset. Titik
bidik 2 cm arah lateral kanan-kiri dari
pertengahan
garis
yang
menghubungkan kedua SIAS dengan
MSP menuju tengah kaset atau sejajar
dengan border symphisis pubis. Jarak
fokus ke film 100 cm. Eksposi dilakukan
pada saat ekspirasi dan tahan nafas.

Posisi Pasien Proyeksi Oblik


Kanan

Hasil Radiograf Proyeksi Oblik Kanan