Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM FITOKIMIA

PERCOBAAN I
SKRINING FITOKIMIA

Disusun oleh :
Rini Saidah
NIM. J0B114234
Kelompok 4

Asisten :
Ranty Fatriana Puteri

LABORATORIUM FARMAKOGNOSI-FITOKIMIA
PROGRAM STUDI DIII ANALIS FARMASI DAN MAKANAN FMIPA
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2015

PERCOBAAN I
SKRINING FITOKIMIA

Disusun oleh :
Rini Saidah
NIM. J0B114234
Kelompok 4
Asisten,

Nilai Laporan Awal

Nilai Laporan Akhir

( Ranty Fatriana Puteri )

Tanggal :21-10-2015

Tanggal :27-10-2015

LABORATORIUM FARMAKOGNOSI-FITOKIMIA
PROGRAM STUDI DIII ANALIS FARMASI DAN MAKANAN FMIPA
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2015

PERCOBAAN I
SKRINING FITOKIMIA
I. PENDAHULUAN
I.1.

Tujuan Percobaan
Mengenal cara identifikasi senyawa fitokimia dari tumbuhan.

I.2. Dasar Teori


Fitokimia adalah ilmu yang mempelajari berbagai senyawa
organik yang dibentuk dan disimpan oleh tumbuhan, yaitu tentang
struktur kimia, biosintetis, perubahan dan metabolisme, penyebaran
secara alami dan fungsi biologis dari senyawa organik. Fitokimia atau
kadang disebut fitonutrien, dalam arti luas adalah segala jenis zat kimia
atau nutrien yang diturunkan dari sumber tumbuhan, termasuk sayuran
dan buah-buahan. Dalam penggunaan umum, fitokimia memiliki definisi
yang lebih sempit. Pendekatan skrining fitokimia meliputi analisis
kualiatif kandungan kimia dalam tumbuhan atau bagian tumbuhan (akar,
batang, daun, bunga, buah, biji),terutama kandungan metabolit sekunder
yang bioaktif, yaitu alkaloid, antrakinon, flavonoid, glikosida jantung,
kumarin, saponin (steroid dan triterpenoid), tannin (polifenolat), minyak
atsiri (terpenoid), iridoid, dan sebagainya.Adapun tujuan utama dari
pendekatan skrining fitokimia adalah untuk mensurvei tumbuhan untuk
mendapatkan kandungan bioaktif atau kandungan yang berguna untuk
pengobatan (Wagner dkk,1984).
Untuk penggunaan umum, fitokimia atau fitonutrien memiliki
definisi yang bermacam- macam. Fitokimia biasanya digunakan untuk
merujuk pada senyawa yang ditemukan pada tumbuhan yang tidak
dibutuhkan

untuk

fungsi

normal

tubuh,

tetapi

memiliki

efek

menguntungkan bagi kesehatan atau memiliki peran aktif bagi


pencegahan penyakit (Novi et al, 2008). Mengenai penelitian yang
dilakukan berkaitan dengan bahan alam hayati terutama dalam hal
penemuan senyawa yang memiliki bioaktivitas atau efek farmakologi,

dikenal dua pendekatan yaitu pendekatan fitofarmakologi dan pendekatan


skrining fitokimia. Untuk pendekatan fitofarmakologi yang meliputi uji
berbagai efek farmakologi terhadap hewan percobaan dengan ekstrak
tumbuhan atau bagian tumbuhan. Misalnya efek farmakologi terhadap
susunan syaraf pusat, terhadap organ tertentu dan sebagainya. Percobaan
dengan farmakologi dapat dilakukan baik secara in vivo atau in vitro
(Fransworth, 1966).
Skrining fitokimia adalah analisis kualitatif terhadap senyawasenyawa metabolit sekunder. Suatu ekstrak dari bahan alam yang terdiri
atas berbagai macam metabolit sekunder yang berperan dalam aktivitas
biologinya. Senyawa-senyawa tersebut dapat diidentifikasi dengan
pereaksi-pereaksi yang mampu memberikan ciri khas dari setiap golongan
dari metabolit sekunder (Harborne, 1987).
Metode yang digunakan untuk melakukan skrining fitokimia harus
memenuhi beberapa persyaratan antara lain sederhana, cepat, dirancang
untuk peralatan minimal, bersifat selektif untuk golongan senyawa yang
dipelajari, bersifat semikuantitatif sebegitu jauh dapat diketahui batas
terendah dari golongan senyawa yang dipelajari, dan dapat memberikan
keterangan tambahan ada atau tidaknya senyawa tertentu dari golongan
senyawa yang dipelajari (Fransworth, 1996).
Skrining fitokimia dilakukan dalam mengidentifikasi atau
memeriksa golongan senyawa yang ada pada bahan yang di uji, dengan
menggunakan metode salah satunya adalah metode kromatografi lapis
tipis (Dyatmiko et al, 2004). Pendekatan skrining fitokimia meliputi
analisis kualiatif kandungan kimia dalam tumbuhan atau bagian
tumbuhan (akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji) terutama kandungan
metabolit sekunder yang bioaktif, yaitu alkaloid, antrakinon, dan lainlain. Adapun tujuan utama dari pendekatan skrining fitokimia adalah
untuk

menganalisis

senyawa-senyawa

dalam

tumbuhan

untuk mendapatkan kandungan bioaktif atau kandungan yang berguna


untuk pengobatan (Fransworth, 1996).

Percobaan kali ini sampel yang ingin diuji adalah Sirih dan
Meniran. Klasifikasi dari sirih itu sendiri adalah sebagai berikut:
Divisi

: Spermatophyta

Subdivisi : Angiospemae
Kelas

: Monochlamydaea

Ordo

: Piperales

Famili

: Piperaceae

Genus

: Piper

Spesies

: Piper crocatum

Sedangkan klasifikasi dari meniran adalah sebagai berikut:


Divisi

: Spermatophyta

Subdivisi : Magnoliophyta
Kelas

: Magnoliopsida

Ordo

: Euphorbiales

Famili

: Euphorbiaceae

Genus

: Phyllanthus

Species

: Phyllanthus niruri Linn

Skrining fitokimia ini dilakukan dengan dua macam uji yaitu:


1.

Uji tabung
Digunakan sebagai uji pendahuluan untuk mengetahui macam
senyawa yang ada didalam serbuk tumbuhan.
2. Uji kromatografi
Digunakan sebagai penegas jenis senyawa dari uji tabung yang
digunakan sebelumnya (Wagner dkk., 1984).

A. Alkaloid
Kelompok senyawa yang mengandung nitrogen dalam bentuk
gugus fungsiamin. Pada umumnya, alkaloid mencakup senyawa
bersifat basahyang mengandung satu atau lebih atom nitrogen,
biasanya dalam gabungan sebagai bagian dari sistem siklik. Alkaloid
yang paling umum adalah asam amino, alkaloid merupakan suatu
golongan heterogen. Sebagai basa, alkaloid biasanya diekstrasi dari
tumbuhan dengan pelarut alkohol yang bersifat asam lemah (HCl/

H2SO4) kemudian diendapkan dengan amonia pekat. Suatu sampel


yang mengandung alkaloid setelah dreaksikan akan berwarna merah
(Wagner dkk,1984).
2. Flavonoid
Flavonoid merupakan senyawa yang larut air, dapat diekstraksi
dengan etanol 70% dan tetap ada dalam lapisan air, setelah ekstrak ini
dikocok dengan eter minyak bumi.Flavonoid berupa senyawa fenol,
oleh karena itu warnanya berubah bila ditambah basa atau amonia.
Flavonoid mengandung sistemaromatik yang terkonjugasi sehingga
akan menunjukkan pita serapan yang kuat pada sinar UV dan sinar
tampak (Harborne, 1987).Flavonoid dan derivat polifenol merupakan
senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan karena ketiga senyawa
tersebut adalah senyawa-senyawa fenol, yaitu senyawa dengan suatu
gugus OH yang terikat pada karbon cincin aromatik, produk radikal
bebas senyawa-senyawa ini terstabilkan secara resonansi dan karena
itu tak reaktif dibandingkan dengan kebanyakan radikal bebas lain
sehingga dapat berfungsi sebagai antioksidan yang efektif
(Cholisoh, 2008). Flavonoid merupakan salah satu golongan fenol
yang terdapat dalam semua tumbuhan berpembuluh. Menuru
strukturnya, flavonoid merupakan turunan senyawa induk flavon.
Flavonoid mengandung atom karbon dalam inti dasarnya yang
tersusun dalam konfigurasi C6-C3-C6, yaitu dua cincin aromatic yang
dihubungkan oleh satuan tiga karbon yang dapat atau tidak dapat
membentuk cincin ketiga. Seluruh varian flavonoid saling berkaitan
karena alur biosintesis yang berasal dari jalur sikimat dan alur asetat
malonat. Senyawa ini umumnya terikat sebagai glikosida, baik Oglikoksida maupun C-glikoksida (Tepy, 2009).
3.

Saponin
Saponin atau glikosida sapogenin adalah salah satu tipe glikosida yang
tersebar luas dalam tanaman.Tiap saponin terdiri dari sapogenin yang
terdiridari sapogenin yang merupakan molekul aglikon dan sebuah
gula.Saponin merupakan senyawa yang menimbulkan busa jika
dikocok dalam air dan pada konsentrasi yang rendah sering

menyebabkan hemolisis sel darah merah, sering digunakan sebagai


detergen. Saponin dapat digunakan untuk meningkatkan diuretika
serta merangsang kerja ginjal.Saponin dapat menyebabkan iritasi pada
selaput lendir, bersifat toksik pada binatang berdarah dingin seperti
ikan (Claus dkk, 1970).
II.

CARA PERCOBAAN
2.1 Alat dan Bahan
2.1.1 Alat
Alat-alat yang digunakan adalah :
1. Corong
2. Gelas piala
3. Gelas ukur
4. Mortar
5. Pemanas
6. Plat tetes
7. Pipet tetes
8. Tabung reaksi
2.1.2 Bahan
Bahanbahan yang digunakan adalah antara lain :
1. Akuades
2. Amil alkohol
3. Asam asetat anhidrat
4. Asam sulfat 2 N
5. Asam sulfat pekat
6. tanaman meniran dan sirih (akar, batang dan daun)
7. Etanol
8. HCl pekat
9. Kertas saring
10. Kloroform -amoniak 0,05 N
11. Logam Mg
12. Reagen Dragendorf
13. Reagen Mayer, dan
14. Reagen Wagner.
2.2 Cara Kerja
1) Identifikasi alkaloid dengan metode Culvenor-Fitzgerald
Tanaman sirih dan meniran (akar, batang dan daun)
-

dihaluskan kira-kira masing-masing 2


gram
Kloroform
- ditambahkan sebanyak 5 mL

Amoniak
- ditambahkan pada tiap tabung sebanyak
5 mL
- dipanaskan, dikocok, dan disaring
H2SO4 2 n
- ditambahkan masing- masing 5 tetes,
dikocok
Filtrat
- diambil bagian atas masing- masing
filtrat
Pereaksi Mayer, Wagner, dan Dragendorf
- diuji pada masing- masing pereaksi
Hasil
2) Identifikasi flavonoid
Tanaman sirih dan meniran (akar, batang dan daun)
-

dimasukkan masing- masing 1 gram

Etanol
- ditambahkan sebanyak 5 Ml
- dikocok, dipanaskan
- dikocok, lalu disaring
Mg 0,2 gr dan 3 tetes HCl
-

ditambahkan pada masing- masing filtrat

Hasil
3) Identifikasi saponin
Ampas daun, batang, dan akar
dan 1 mL akuades
- dimasukkan kedalam masing- masing
tabung reaksi
- dikocok, dan didiamkan selama 15 menit
- diamati terbentuk busa atau tidak
Hasil
4) Identifikasi steroid dan triterpenoid
Tanaman meniran dan sirih (daun,
kulit dan batang)
- dihaluskan sebanyak 1 gram

Kloroform
-

ditambahkan sebanyak 2 mL
dikocok dan disaring

Asetat anhidrat
- ditambahkan sebanyak 2 tetes
Asam sulfat pekat
-

ditambahkan sebanyak 2 tetes


diamati perubahan yang terjadi

Hasil

DAFTAR PUSTAKA
Cholisoh, Z.& W. Utami. 2008. Aktivitas Penangkap Radikal Ekstrak Ethanol 70%
Biji Jengkol (Archidendron Jiringa). Jurnal Pharmacon. Vol. 9, No. 1.
Claus, E.P., Tyler V. E. Tyler, & L. R. Brady.1970, Pharmacognosy, 4th Ed. Febiger,
Philadelphia.
Daryanti. 2012. Pemanfaatan Stevia Sebagai Pemanis Alami pada Sari Buah
Belimbing. Agrineca, Vol. 12, No. 2.
Dyatmiko W, Suprapto M, Idha K, & Anang T.E.S. 2004. Pengaruh Pemberian
Perasan Sechium eduli (Jacq.) Swartz Terhadap Kadar Kolesterol Total
Dan Trigliserida Sera Mencit Queckerbus. Fakultas Farmasi Universitas
Airlangga. Surabaya.
Fransworth, N.R. 1966. Biological and Fitochemical Skrining of Plants, Pharm.Sci.

Harborne, J.B. 1987. Metode Fitokimia, Penuntun Cara Modern Menganalisa Tumbuhan,
terjemahan K. Padmawinata. Edisi II. ITB Press. Bandung.
Novi K., S.A. Nanik, M. Tanjung, & B. Kurniadi. 2008. Fitokimia Buku Ajar.
Universitas Airlangga Pers. Surabaya.
Tepy U. Eni C. Wibowo M. 2009. Ekstraksi Dan Identifikasi Senyawa Antimikroba Herba
Meniran (Phyillanthus Niruri L). Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia.
Wagner, H., B. Sorowski, & Z.E. Michael. 1984. Plant Drug Analysis, A Thin
Layer Chromatography Atlas. translated by Th. A. Scott, Springer-Verlag, Berlin
Heidelberg. New York.