Anda di halaman 1dari 7

MUSIK

CAMPURSARI
Iswi Haniff ah C (13208241002) | Oktavian Aditya N. (13208241004) |
Pandulu Pramudita (13208241006) | Puhas Pinandita (13208241008) |
Setyo Pramono (08208244032)

Sejarah Campursari
Campursari adalah jenis lelagon Jawa yang memuat aspek seni
komplit, baik nada diatonis maupun pentatonis.
Tembang campursari tergolong jenis tembang Jawa yang
renyah, semangat, dan penuh kegembiraan karena ada
pemaduan unsur gamelan (pentatonis) dan musik modern
(diatonis) atau bisa disebut perpaduan format gendhing dan
format keroncong.
Pertama kali muncul sekitar tahun 1953 di Jawa Tengah dan
DIY, oleh Ki Nartosabdho, melalui pertunjukan wayangnya dan
masih menggunakan alat musik gamelan.

Sejarah Campursari
Setelah itu, muncul Manthous yang rekamannya diputar di RRI
Semarang sehingga campursari mulai dikenal luas.
Tahun 90-an, campursari mulai dipadukan dengan musik
dangdut bahkan hingga jaipongan sehingga warna musiknya
semakin beragam, di sinilah mulai dipadukan pula dengan
penggunaan alat-alat musik modern.

Alat musik pada


campursari
Alat yang umum digunakan
adalah:
Peking
Slenthem
Kendang
Gong
Bonang
Gender
Suling
Gitar

Alat tambahan pada


campursari 90an:
Keyboard
Drum set
Bass elektrik
Kendang jaipongan

Tangga Nada
Pada awal kemunculannya menggunakan tanda nada
pentatonis, karena alat musiknya masih menggunakan
gamelan
Pada perkembangannya menggunakan tangga nada diatonis,
dengan alat musik gamelan yang ditala sehingga harmonis
dengan tangga nada diatonis

Eksistensi Campursari
Kini campursari mulai kehilangan pamor sebab senimannya banyak
yang memilih berganti profesi.
Alasan pindah profesi ini adalah globalisasi yang menyebabkan
banyaknya aliran musik yang masuk dan menyaingi musik
campursari.
Hal ini menyebabkan oleh keengganan masyarakat untuk
menonton pertunjukan campursari yang terkadang berujung rusuh.
Kurangnya publikasi dari dari media maupun pemerintah mengenai
campursari sehingga tidak banyak yang mengenal.
Maraknya pembajakan terhadap karya-karya campursari juga
menyebabkan kerugian yang besar bagi senimannya.

SEKIAN...