Anda di halaman 1dari 43

Penentuan laju korosi

Oleh
Agustinus Ngatin

Korosi
Reaksi antara logam dengan lingkungan
(degradasi)
Manusia

lingkungan
korosi

Logam

Penggolongan Korosi
(suhu dan lingkungan)

Korosi basah/aqueous corrosion , terjadi


dalam media cair
Korosi atmosferik, terjadi di lingkung(air
sebagai gas dan lembab, berlangsung pada
suhu kamar
Korosi temperatur tinggi, terjadi pada suhu
tinggi, berlangsung di lingkungan gas,
garam cair, dan logam cair.

Korosi basah
Media hantaran ion lar cair
Media hantaran elektron logam
O2
M

M n+ OH elektrolit

Anoda

katoda

Korosi Kering
Media hantaran ion dan elektron lapisan
oksida
Metal + oksigen + energi oksida

M n+

MO

e
O 2-

O2

Logam dalam lar asam


Asam H+
Anoda :
Fe Fe 2+ + 2e
Katoda
2 H + + 2e H 2

H+
K
Fe
A Fe 2+

H2

Logam di atmosfer
Lingk : udara lembab
( O2 dan H2O)
Anoda :
Fe Fe 2+ + 2e
Katoda:
O2 + H2O +2e2OH -

O2 ,
H2O
K
Fe

OH A Fe 2+

Korosi Temperatur Tinggi

MO

M n+

MO
M

M n+

O2

O2
e

e
MM+ +e

M+ O2-=MO+2e
M+ +e+ O2=MO

O2 +2e =O2-

Penyebab Korosi temperatur Tinggi

Oksidasi
Karburasi
Metal dusting
Sulfidisasi
korosi logam cair
Korosi deposit abu dan garam
Nitridisasi

Penentuan laju korosi


Metode kehilangan berat
Laju korosi (v) = w/A.t
Atau
laju korosi (v) = w / A.t.
atau
Menurut ASTM , v = (534 w)/ (DAt)

Pengkorosian Logam
Pemotongan logam

2 Cm
7 Cm

Pembersihan Permukaan logam


Perlakuan mekanik
Pembersihan lemak (degreasing): lar basa (
detergent)
Pembersihan karat (Pickling) : larutan asam
(asam sulfat dan HCl)

Pengkorosian
Waktu :35 hari

Pembersihan Produk korosi


Larutan NaOH 10% pada suhu 70 0C
sampai diperoleh berat konstan Fe
W 1 = 15,2368 gram, W2 = 14,9825 gram
Waktu pengkorosian 35 hari. Tentukan laju
korosi

Metode polarisasi
Menurut hukum Faraday
w = (ArL. I.t) /nF jika laju korosi (v) = w/ A.t.
dan I/A = i ; a: luas permukaan logam, t; waktu
pengkorosian, = densitas
maka
v = (ArL.i.)/(nF) atau v = (ArL.i.)/(nF)
Laju korosin(v) ==== rapat arus (i)
Rapat arus korosi (i cor) naik laju korosi naik

Kasus
Suatu tangki baja dengan luas 5000 dm2 yang
diproteksi dengan coating menggunakan
arus proteksi 15 mA/dm2 . Tentukan laju
korosi dalam mpy jika baja 7,85
gram/cm3. Ar Fe = 55,85 g/mol

Polarisasi elekrokimia

Potensial logam dinaikkan di atas potensial kesetimbangan, maka hubungan


potensial dan arus dinyatakan dengan persamaan tafel
= a = b log (i)

Anodik

katodik
Log (i)

Polarisasi anodik
transpasif
pasif
E

aktif
Log (i)

Aktif (terkorosi)
Pasif
Transpasif
Lapisan pasif : lapisan
oksida dan hidroksida
yang terbentuk di
permukaan logam,shg
cenderung memproteksi
dan menyebabkan
pelarutan logam menurun.

Polarisasi aktivasi
Polarisasi anodik
Polarisasi
katodik
anodik
E
Katodik
Log (i)

a = a log ia/io
c = c log ic/io

Energi barier
Gf * = Gr*
= G
0
H+/H2 * = - nFE H+/H2
Hukum distribusi Maxwell
(rf) = kf exp ( - Gf * /RT)
(r b) = kb exp (-Gr*/RT)
Pada kondisi setimbang, ( rf) =
(rb) = (ArL io) /(nF) sehingga
Rapat arus (io) = kf exp (-Gf
* /RT) = kb exp (- Gr*/RT)

Lanjutan

Jika (c) diaplikasikan ke elektroda , laju reaksi pelepasan berkurang


dan ionisasi naik yang disertasi penurunan energi aktivasi selama
reaksi pertukaran sejumlah anF dan kenaikan reaksi ionisasi sejumlah
(1 )anF. Faktor dan (1-) :fraksi c yang menghasilkan reaksi
pelepasan dan ionisasi ( ke kanan dan sebaliknya).
Laju reaksi : ic = kfexp [Gf * - (1-) nF]/RT dan
: ia = kb exp [Gr* - (1-)nF]/RT.
Arus aplikasi : i apl, c = ic-ia = io exp[nF/RT) io exp[ -(1)nF/RT] dan i apl, a = ia-ic = io exp[nF/RT) io exp[ -(1)nF/RT] dengan adalah fraksi a , maka persamaan; i apl,c = ic-ia
= io exp[nFc/RT) dan untuk nilai c tinggi, maka persamaannya
menjadi : iapl,c = c log ic/io dgn c = 2,303 RT / nF dan pers :

apl,a = a log ia/io. Untuk nilai polarisasi anodik(a) tinggi,


maka = 0,5 , c atau a = 0,12 Volt dan lanjutnya nilai tetapan Tafel
= 0,1 Volt.

Pol. Konsentrasi
Konsentrasi H + di permukaan logam
dikendalikan oleh polarisasi konsentrasi
C
iL= (Dz nF CB)/d
Jarak

E H+/H2 = E0 H+/H2 2,303 RT/nF


log (a H+)/pH2
Potensial elektroda (E) turun
sebagai (H+) di permukaan
logam. (Conc) sebagai fungsi
rapat arus
Conc = 2.303 RT/nF log ( 1ia/iL)

Aluran C Vs (IL)

Rapat arus batas (IL)


iL = Dz.nFCB /
Dz ; difusivitas zat yang bereaksi dengan H+
: elektricl double layer

Pengaruh pengadukan Vs IL

Potensial Campuran
Fe dalam asam

E kor
ikor
Log (i)

Contoh E kor Zn
dalam larutan asam

Polarisasi Zn dengan Fe

Hasil eksperimen

Karbon steel dalam H2SO4

Pengendalian Korosi

Perancangan dan Pemilihan material


Coating
Pengubahan lingkungan (inhibitor)
Proteksi katodik
Proteksi Anodik

COATING
Organik : cat, plastik, lining
Metode : ulas, semprot (spray), vakum
Anorganik : semen (beton), enamel, logam
Metode coating logam: celup panas
(galvanisasi), deposisi kimiawi
(eelektroles), secara listrik (elektroplating),
sementasi, penguapan, dll

Proteksi katodik
Prinsip : menurunkan
potensial logam
sampai derah imum
Poteksi katodik ada 2
metode:
> Anoda korban
(sacrifial anode)
> Arus terpasang
(ICCP)

Inhibitor
Definisi: Suatu zat yang dalam jumlah kecil
ditambahkan ke lingkungan dapat
menurunkan laju korosi
Berdasarkan reaksi yg dihambat inhibitor
dibedakan: Inh. Anodik (fosfat, silikat,
benzoat), Inh katodik (arsen), Inh.
Campuran. Selain itu : inh. Presipitasi, iinh.
btk uap

Proteksi Anodik
Proteksi terhadap reaksi anodik, dengan
membentuk lapisan protektif atau lapisan
pasif.

Kasus
Pipa panjang 10 km dengan diameter luar 9 inch terkubur
dalam tanah dengan rapat arus korosi = 1.10-4 mA/dm2.
Tentukan laju korosi dalam mdd dan mpy
Tangki baja dengan luas 6000 m2 dicoating dengan rapat
arus korosi = 5 mA/cm 2. tentukan laju korosi dalam mpy
Suatu logam digunakan sebagai baja kapal.untuk
menentukan laju korosi di lingkungan air laut dilakukan
penelitian dengan sistem cupon suatu logam dengan luas
permukaan 100 m2 dicelupkan dalam air laut selama 5 hari,
ternyata terjadi pengurangan berat sebesar 0,2456 gram.
Tentukan laju korosi jika densitas logam = 7,85 g/Cm3

Tugas
Buatlah makalah tentang bentuk-bentuk korosi
dan korosi logam di lingkungan tertentu
Isi makalah : pengertian , contoh logam
/komponen (sertai gambar lebih dari 3 gambar),
lingkungan yang menyebabkan korosi,
mekanisme serangan korosi, reaksi korosi,
kemungkinan pengendaliannya dan Pustaka
Korosi galvanik, sumuran, celah, selektif,
intergranular, SCC, fatiq, HIC,