Anda di halaman 1dari 15

Zat Kimia Luar Tubuh

(Pestisida)

AWAS PEPTISIDA MEMBUNUHMU

Pengertian Zat Luar Tubuh dan Pestisida


1. Pengertian Zat Luar Tubuh
Zat kimia adalah semua materi dengan komposisi konstan (homogen) dan memiliki sifat konsisten
dengan seluruh bagiannya.
Zat kimia luar tubuh adalah materi dengan komposisi konstan dan memiliki sifat dan terhadap
diluar tubuh dan meyebabkan pencemaran llingkungan dan berbahaya bagi kesehatan.
2. Pengertian Pestisida
Pestisida (Inggris : pesticide) berasal dari kata pest yang berarti hama dan cide yang berarti
mematikan/racun. Jadi pestisida adalah racun hama. Secara umum pestisida dapat didefenisikan sebagai
bahan yang digunakan untuk mengendalikan populasi jasad yang dianggap sebagai pest (hama) yang
secara langsung maupun tidak langsung merugikan kepentingan manusia.

The United States Environmental Control Act mendefinisikan pestisida sebagai berikut :

1.
1.

2.
2.

Pestisida merupakan semua zat atau campuran zat yang khusus digunakan untuk mengendalikan,
mencegah atau menangkis gangguan serangga,binatang pengerat, nematoda, gulma, virus, bakteri,
serta jasad renik yang dianggap hama; kecuali virus, bakteri, atau jasad renik lain yang terdapat
pada hewan dan manusia.
Pestisida merupakan semua zat atau campuran zat yang digunakan untuk mengatur pertumbuhan
atau mengeringkan tanaman.

Manfaat pestisida

Pestisida adalah racun yang di gunakan untuk


membasmi atau mengendalikan serangga/
hama tanaman yang merugikan.
meningkatnya produksi pertanian
cepat menurunkan populasi jasad penganggu
tanaman dengan periode pengendalian yang
lebih pan jang, mudah dan praktis cara
penggunaannya, mudah diproduksi secara
besar-besaran serta mudah diangkut dan
disimpan.
Manfaat yang lain, secara ekonomi
penggunaan pestisida rela tif menguntungkan.

Jenis-Jenis Pestisida
t
a
u de
q
a
i
r
a
m
P
o
r
.
t
b
1 al
a
f
s
t
o
f
e no
M
2. Orga
3.

Walaupun pestisida ini mempunyai manfaat yang cukup besar pada masyarakat,
namun dapat pula memberikan dampak negatif pada manusia dan lingkungan.

Dampak Pestisida Terhadap Kesehatan Manusia


Ada 2 tipe keracunan yang ditimbulkan pestisida:
1. Keracunan akut
Keracunan akut terjadi bila efek-efek keracunan pestisida
dirasakan langsung pada saat itu. Beberapa efek kesehatan
akut adalah sakit kepala, pusing, mual, sakit dada, muntahmuntah, kudis, sakit otot, keringat berlebih, kram. Diare,
sulit bernafas, pandangan kabur, bahkan dapat
menyebabkan kematian.
2. Keracunan kronis
Keracunan kronis terjadi bila efek-efek keracunan pada
kesehatan membutuhkan waktu untuk muncul atau
berkembang. Efek-efek jangka panjang ini muncul setelah
berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah terkena
pestisida. Pestisida memberikan dampak kronis pada sistem
syaraf, hati, perut, system kekebalan tubuh, keseimbangan
hormon, kanker. Bayi juga dapat terkena pestisida ketika
diberi ASI, dapat terjadi jika ibunya terkena pestisida.

Menurut WHO, ada beberapa faktor yang dapat


mempengaruh keracunan:
1. Dosis
2. Toksisitas senyawa pestisida.
3. Jangka waktu atau lamanya terpapar
pestisida.
4. Jalan masuk pestisida dalam tubuh.

Cara Masuk Pestisida Pada Manusia


1. Penetrasi lewat kulit (dermal contamination)
Pestisida yang menempel di permukaan kulit dapat meresap ke dalam tubuh dan menimbulkan
keracunan
2. Terhisap lewat saluran pernafasan (inhalation)
Keracunan pestisida karena partikel pestisida terhisap lewat hidung merupakan terbanyak kedua
setelah kulit. Gas dan partikel semprotan yang sangat halus (kurang dari 10 mikron) dapat masuk ke
paru-paru, sedangkan partikel yang lebih besar (lebih dari 50 mikron) akan menempel di selaput
lendir atau kerongkongan.
3. Masuk ke dalam saluran pencernaan makanan lewat mulut (oral)
Pestisida keracunan lewat mulut sebenarnya tidak sering terjadi dibandingkan dengan kontaminasi
lewat kulit. Keracunan lewat mulut dapat terjadi karena :
a. Kasus bunuh diri.
b. Makan, minum, dan merokok ketika bekerja dengan pestisida.
c. Menyeka keringat di wajah dengan tangan, lengan baju, atau sarung tangan yang terkontaminasi
pestisida.
d. Driftpestisida terbawa angin masuk ke mulut.
e. Makanandan minuman terkontaminasi pestisida.

Berbagai Penyakit Kronis Akibat Keracunan Pestisida


1) Kerusakan paru-paru: Orang yang terpapar oleh pestisida bisa mengalami batuk yang tidak juga sembuh,
atau merasa sesak di dada. Ini semua merupakan gejala penyakit bronkitis, asma, atau penyakit paru-paru
lainnya. Kerusakan paru-paru yang sudah berlangsung lama dapat mengarah pada kanker paru-paru.
2) Kanker: Mereka yang terpapar pestisida mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mengidap kanker
dibanding orang lain. Karena ratusan racun yang terkandung dalam pestisida dan bahan-bahan lainnya
diketahui sebagai penyebab kanker; dan masih banyak lagi pestisida lain yang belum diteliti. Penyakit
kanker yang paling banyak terjadi akibat pestisida adalah kanker darah (leukemia), limfoma nonHodgkins, dan kanker otak.
3) Kerusakan fungsi hati: Hati membantu membersihkan darah dan membuang racun-racun. Mengingat
pestisida adalah racun yang sangat berat maka hati tidak mampu membuangnya. Beberapa kerusakan
fungsi hati dapat timbul setelah terjadi keracunan atau setelah beberapa bulan atau beberapa tahun bekerja
dengan pestisida.
4) Kerusakan sistem syaraf:Pestisida merusak otak dan syaraf. Paparan pestisida selama bertahun-tahun dapat
menyebabkan sering lupa, gelisah, emosi tidak stabil, dan kesulitan konsentrasi.
5) Pestisida dapat menyebabkan kemandulan: Salah satu jenis herbisida yang berhubungan dengan isu ini
adalah atrazine. Atrazine adalah herbisida yang banyak digunakan dalam mengendalikan gulma pada
pertanian tebu dan terdeteksi dalam air keran. Para ilmuwan dan dokter menyatakan bahwa pestisida jenis
ini meningkatkan resiko keguguran dan kemandulan akibat penurunan kualitas dan mobilitas sperma. Hal
ini diperkuat hasil review Environmental Protection Agency (EPA) pada tahun 2009 bahwa kelompok
herbisida ini menimbulkan efek buruk bagi kesehatan reproduksi manusia.

Dampak Pestisida Terhadap Lingkungan


Dibalik manfaatnya yang besar, pestisida memiliki dampak yang cukup merugikan pada
pemakaiannya. Pestisida dapat merusak ekosistem air yang berada di sekitar lahan pertanian.
Jika pestisida digunakan, akan menghasilkan sisa-sisa air yang mengandung pestisida. air yang
mengandung pestisida ini akan mengalir melalui sungai atau aliran irigasi (Dhavie, 2010).
Penggunaan pestisida oleh petani dapat tersebar di lingkungan sekitarnya; air permukaan, air
tanah, tanah dan tanaman. Sifat mobil yang dimiliki akan berpengaruh terhadap kehidupan
organisme non sasaran, kualitas air, kualitas tanah dan udara. Pestisida sebagai salah satu agen
pencemar ke dalam lingkungan baik melalui udara, air maupun tanah dapat berakibat langsung
terhadap komunitas hewan, tumbuhan terlebih manusia. Pestisida yang masuk ke dalam
lingkungan melalui beberapa proses baik pada tataran permukaan tanah maupun bawah
permukaan tanah. Penurunan kualitas air tanah serta kemungkinan terjangkitnya penyakit akibat
pencemaran air merupakan implikasi langsung dari masuknya pestisida ke dalam lingkungan.
Aliran permukaan seperti sungai, danau dan waduk yang tercemar pestisida akan mengalami
proses dekomposisi bahan pencemar. Dan pada tingkat tertentu, bahan pencemar tersebut
mampu terakumulasi. Pestisida di udara terjadi melalui proses penguapan oleh foto-dekomposisi
sinar matahari terhadap badan air dan tumbuhan. Selain pada itu masuknya pestisida diudara
disebabkan oleh driff yaitu proses penyebaran pestisida ke udara melalui penyemprotan oleh
petani yang terbawa angin. Akumulasi pestisida yang terlalu berat di udara pada akhirnya akan
menambah parah pencemaran udara.

Cara Menanggulangi Bahaya Dari Pestisida


Menurut Djojosumarto (2004) ada beberapa langkah-langkah untuk menjaminkeselamatan
dalam penggunaan pestisida adalah sebagai berikut:
1. Sebelum melakukan penyemprotan
a. Jangan melakukan pekerjaan penyemprotan pestisida bila merasa tidak sehat.
b. Jangan mengijinkan anak-anak berada di sekitar tempat pestisida yang akan digunakan atau
mengijinkan anak-anak melakukan pekerjaan penyemprotan pestisida.
c. Catat nama pestisida yang digunakan dan jika dapat catat juga nama bahan aktifnya. Catatan
ini penting bagi dokter bila terjadi sesuatu.
d. Pakaian dan peralatan perlindungan sudah harus dipakai sejak persiapan penyemprotan,
misalnya ketika menakar dan mencampur pestisida.
e. Jangan masukkan rokok, makanan, dan sebagainya ke dalam kantung pekerjaan.
f. Periksa alat-alat aplikasi sebelum digunakan. Jangan menggunakan alat semprot yang bocor.
Kencangkan sambungan-sambungan yang sering terjadi bocor.
g. Siapkan air bersih dan sabun di dekat tempat kerja untuk mencuci tangan dan keperluan lain.
h. Siapkan handuk kecil yang bersih dalam kantung plastik tertutup dan dibawa ke tempat kerja.

2. Ketika melakukan aplikasi


a. Perhatikan arah angin. Jangan melakukan penyemprotan
yang menentang arah angin keran drift pestisida dapat
membalik dan mengenai diri sendiri.
b. Jangan membawa makanan, minuman, dan rokok dalam
kantung pakaian kerja.
c. Jangan makan, minum, atau merokok selama menyemprot
ataumengaplikasikan pestisida.
d. Jangan menyeka keringat di wajah dengan tangan, sarung
tangan, atau lengan baju yang terkontaminasi petisida untuk
menghindari pestisida masuk ke mata atau mulut. Untuk
keperluan itu gunakan handuk bersih untuk menyeka keringat
atau kotoran diwajah.

3. Sesudah aplikasi
a. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih segera sesudah
pekerjaan selesai.
b. Segera mandi setelah sampai dirumah dan ganti
pakaian kerja dengan pakaian sehari-hari.
c. Jika tempat kerja jauh dari rumah dan harus mandi
dekat tempat kerja, sediakan pakaian bersih dalam
kantung plastik tertutup. Sesudah ganti pakaian,
bawalah pakaian kerja dalam kantung tersendiri.
d. Cuci pakaian kerja terpisah dari cucian lainnya.
e. Makan, minum, atau merokok hanya dilakukan sesudah
mandi atau sesudah mencuci tangan dengan sabun.

a. Bagi konsumen produk pangan utamanya buah dan sayur,


sangat disarankan untuk mencuci buah dan sayur yang
hendak di konsumsi.
b. Perlu diketahui menurut rilis daftar buah dan sayur yang
paling banyak terkontaminasi pestisida Sebelum mencuci
buah dan sayur pastikan kita telah mencuci tangan terlebih
dahulu. Setelahnya pastikan seluruh permukaan buah atau
sayur tercuci
c. Sebaiknya mencuci buah atau sayur dilakukan dengan
menggunakan air yang mengalir selama 1 menit.
d. Khusus untuk buah atau sayur yang kulitnya dimakan, cuci
dengan gerakan memijit lembut agar kotoran yang menempel
pada permukaan dapat hilang.
e. Sebagai tambahan buah atau sayuran dapat direndam dalam
larutan air dan cuka atau air jeruk dengan perbandingan air 3
bagian dan cuka/air jeruk 1 bagian. Rasa asam akan
membunuh kuman dan bakteri pada sayuran. Setelah tahapan
pencucian selesai, tiriskan buah dan sayur atau lap dengan lap
kering yang bersih. Kemudian kemas rapi di dalam wadah
bersih dan simpan dalam lemari es. Tapi ingat ini hanya akan
mengurangi residu pada permukaan luar buah dan sayur.
Untuk menghindari dampak lebih besar, ada baiknya kita
menanam sendiri makanan yang akan kita makan. (ms).