Anda di halaman 1dari 8

M.

Analisis SWOT
Dalam strategi pemasaran terdapat suatu metode yaitu analisis SWOT
(strengths, weaknesses, opportunities and threats) yang dirancang khusus untuk
membantu mengidentifikasi strategi pemasaran yang harus dijalankan
perusahaan. Analisis SWOT mencakup lingkungan internal dan eksternal
perusahaan. Secara internal, kerangka kerjanya menguraikan kekuatan dan
kelemahan pada dimensi kunci misalnya kinerja keuangan dan sumber daya,
yaitu : sumber daya manusia, fasilitas dan kapasitas produksi, pangsa pasar,
persepsi pelanggan terhadap kualitas produk, harga dan ketersediaan produk,
organisasi komunikasi . Penilaian terhadap lingkungan eksternal termasuk
informasi pasar (pelanggan dan persaingan), kondisi ekonomi, tren sosial,
teknologi dan peraturan pemerintah. Ketika semua dijalankan dengan benar,
analisis SWOT dapat mengarahkan proses pembuatan rencana strategis yang
baik. Analisis SWOT dapat bermanfaat dalam menemukan keunggulan
strategis yang dapat dieksploitasi dalam strategi pemasaran perusahaan.
Satu hal yang harus diingat baik-baik oleh para pengguna analisis
SWOT, bahwa analisis SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang
ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang
mungkin akan dihadapi oleh organisasi, dan bukan sebuah alat analisa ajaib
yang mampu memberikan jalan keluar yang cespleng bagi masalah-masalah
yang dihadapi oleh organisasi.

Komponen Analisis SWOT


Analisis SWOT terbagi atas empat komponen dasar yaitu :
1. Strengths (S), merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam
organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang
dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi,
proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
2. Weakness (W), merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam
organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada.Kelemahan yang
dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi,
proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
3. Opportunities (O), merupakan kondisi peluang berkembang di masa
datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar
organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. misalnya kompetitor,
kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.
4. Threats (T), merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman
ini dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.

Kombinasi Strategi Analisis SWOT


Kombinasi strategi dari Matrik SWOT adalah sebagai berikut :
1) Strategi SO

Yaitu strategi dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut


dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.
2) Strategi ST
Yaitu strategi dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk
mengatasi ancaman.
3) Strategi WO
Yaitu strategi yang memanfaatkan peluang yang ada dengan cara
meminimalkan kelemahan yang ada.
4) Strategi WT
Yaitu strategi yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan
kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.
N. Tujuan Penarapan SWOT di Perusahaaan
Penerapan swot pada suatu perusahaan bertujuan

untuk memberikan suatu

panduan agar perusahaan menjadi lebih fokus, sehingga dengan penempatan


analisa SWOT tersebut nantinya dapat dijadikan sebagai bandingan pikir dari
berbagai sudut pandang, baik dari segi kekuatan dan kelemahan serta peluang dan
ancaman yang mungkin bisa terjadi di masa-madsa yang akan datang.
Tujuan lain diperlukan analisis SWOT adalah dimana setiap produk
yang beredar di pasaran pasti akan mengalami pasang surut dalam penjualan
atau yang dikenal dengan istilah daur hidup produk (life cycle product).

Konsep daur hidup dirujuk berdasarkan keadaan realitas yang terjadi di pasar,
bahwa konsumen memiliki tingkat kejenuhan dalam memakai suatu produk.
Seperti pada gambar dibawah ini :

Gambar : Daur Hidup Produk


Gambar diatas merupakan tahapan yang paling berbahaya karena tingkat
prtumbuhan laba dan laju pertumbuhan penjualan yang mulai menurun sehingga
diharapkan wirausahawan melakukan peluncuran produk baru atau Repositioning
produk baru. Strategi yang dubutuhkan adalah pengembangan produk baru.
Berdasarkan daurhidup produk, maka diharapkan wirausahawan mulai berhatihati dalam memulai bisnisnya dan mengelola usahanya mengingat bisnis dan
produk juga mempunyai daur hidup. Tahapan yang paling riskan adalah tahapan
pengenalan (introduction) sebuah produk dan bisnis karena akan mempengaruhi
hidup dan matinyasebuah usaha hal ini dikarenakan tingkat kontribusi laba yang

belum cukup dan yang sering terjadi adalah seorang wirausahawan menanamkan
seluruh modalnya pada investasi awal dan lupa bahwa dalam tahap pengenalan
akan membutuhkan modal cadangan untuk menutup kekurangan dana yang
disebabkan karena laba tidak cukup menutupi biaya yang telah dikeluarkan.
O. Faktor Eksternal dan Internal dalam Perspektif SWOT
Untuk menganalisa lebih dalam tentang SWOT, maka perlu dilihat faktor
eksternal dan internal sebagai bagian penting dalam analisis SWOT, yaitu :
a. Faktor Eksternal
Faktor eksternal ini mempengaruhi terbentuknya opportunities and
threats (O and T). Dimana faktor ini menyangkut dengan kondisikondisi yang terjadi diluar perusahan yang mempengaruhi dalam
pembuatan keputusan perusahaan. Faktor ini mencakup lingkungan
industri (industry environment) dan lingkungan bisnis makro
(macro environment), ekonomi,

politik, hukum, teknologi,

kependudukan, dan sosial budaya.


b. Faktor Internal
Faktor internal ini mempengaruhi terbentuknya strengths and
weaknesses (S and W). Dimana faktor ini menyangkut dengan
kondisi yang terjadi dalam perusahaan, yang mana ini turut
mempengaruhi terbentuknya pembuatan keputusan (decision
making) perusahaan. Faktor internal ini meliputi semua macam
manajemen

fungsional

pemasaran,

keuangan,

operasi,

sumberdaya manusia, penelitian dan pengembangan, sistem


informasi manajemen, dan budaya perusahaan (corporate culture).

P. Model Analisis SWOT


Dalam rangka menciptakan suatu analisis SWOT yang baik dan tepat maka perlu
kiranya dibuat suatu model analisis SWOT yang representative. Penafsiran
representative disini adalah bagaimana suatu kasus yang akan dikaji dilihat
berdasarkan ruang lingkup dari aktivitas kegiatan, atau dengan kata lain kita
melakukan penyesuaian analisa berdasarkan kondisi yang ada. Misalnya untuk
perusahaan manufaktur dan perbankan, tentu ini dua bentuk analisa yang berbeda
dan mempengaruhi terjadinya perubahan bentuk model analisa yang akan
diterapkan.
Untuk menyusun suatu formula SWOT yang representative adalah dengan
menempatkan tahapan tahapan sebagai berikut :
a. Menyusun dan Menentukan Faktor-faktor Strategis Eksternal dan Internal
suatu Perusahaan.
Menyusun dan menghitung nilai bobot, rating, dan skor untuk tabel
eksternal dan internal dibuat dengan teknik skala sebagai berikut:
1. Bobot nilai
1,00 = sangat penting
0,75 = penting
0,50 = standar
0,25 = tidak penting
0,10 = sangat tidak penting
2. Rating nilai
5 = sangat baik
4 = baik
3 = netral (standar)
2 = tidak baik
1 = sangat tidak baik
3. Skor nilai
Untuk skor nilai dihitung dengan mempergunakan formula sebagai
berikut,

SN = BN X RN

Keterangan :
SN = Skor nilai
BN = Bobot Nilai
RN = Rating Nilai
b. Menganalisis dan Menentukan Keputusan Strategis dengan Pendekatan
Matrik SWOT
Pada tahap ini selanjutnya dilakukan analisis dan penentuan keputusan
dengan menempatkan pendekatan matrik SWOT. Dimana setiap hubungan
tersebut diberikan solusi strategi yang harus dilakukan. Untuk lebih
jelasnya dapat kita lihat pada gambar dibawah ini.
Tabel Format Menganalisis dan Menentukan Keputusan Strategis dengan
Pendekatan Matrik SWOT

Opportunities (O)
(Peluang)
Weaknesses (W)
(Ancaman)

Strengths (S)
(Kekuatan)
Strategi untuk
SO
Strategi untuk
ST

Threats (T)
(Kelemahan)
Strategi untuk
WO
Strategi untuk
WT

Dalam hal ini Iskandar Putong mengatakan bahwa, berdasarkan nilai peringkat
dan pembobotan yang kemudian dikalikan akan diperoleh hasil kombinasi antara
beberapa situasi sebagai berikut:

a. (Kekuatan, Kesempatan atau S,O) artinya perusahaan menentukan strategi


berdasarkan kombinasi kekuatan dan kesempatan yang bisa memanfaatkan
kekuatan untuk menggunakan peluang sebaik-baiknya.
b. (Kelemahan, Kesempatan atau W,O) artinya perusahaan harus membuat
strategi bagaimana meminimalkan kelemahan yang selalu muncul dalam
perusahan dengan memanfaatkan peluang yang menguntungkan.
c. (Kekuatan, Ancaman atau S,T) artinya perusahaan bisa memanfaatkan
kekuatan baik dalam hal management, sistem pemasaran maupun
kemampuan financial untuk mengatasi ancaman.
d. (Kelemahan, Ancaman atau W,T) artinya perusahaan harus meminimalkan
kelemahan dan menghindari ancaman.

VackbkfiabCBBCVbsIU