Anda di halaman 1dari 22

ASPEK PENALARAN

Apa itu Penalaran ?

Proses berpikir logis untuk mengkaji hubungan-hubungan fakta,


sampai menghasilkan suatu simpulan yang berupa pengetahuan
atau pengertian baru.

Kemudian hasil atau simpulan dalam suatu karangan itu


menghasilkan sebuah analisis induktif dan deduktif.

Penalaran dalam suatu karangan ilmiah mencakup 5 aspek

Aspek Keterkaitan
Aspek Urutan
Aspek Argumentasi
Aspek Teknik
Penyusunan
Aspek Bahasa

Aspek keterkaitan adalah hubungan antar bagian


yang satu dengan yang lain dalam suatu karangan.

Aspek urutan adalah pola urutan tentang suatu


yang harus didahulukan atau ditampilkan
kemudian (dari hal yang paling mendasar ke hal
yang bersifat pengembangan).

Bagaimana hubungan bagian yang menyatakan


fakta, analisis terhadap fakta, pembuktian suatu
pernyataan, dan kesimpulan dari hal yang telah
dibuktikan.

Bagaimana pola penyusunan yang dipakai,


apakah digunakan secara konsisten.

Bagaimana penggunaan bahasa dalam


karangan tersebut? baik dan benar? Baku?

Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk menarik
kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum
berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus, prosesnya
disebut induksi.

Penalaran induktif memiliki beberappa bentuk :


Generalisai
Analogi
Hubungan kausal

Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif dapat diartikan sebagai suatu proses berpikir di
mana orang memulai dari pernyataan yang umum menuju
pernyataan yang khusus (spesifik) dengan menggunakan aturanaturan logika yang dapat diterima.
Proses ini dilakukan melalui serangkaian pernyataan yang disebut
silogisme, yang berisi premis mayor, premis minor dan kesimpulan.
Contoh:
Semua manusia pasti mati (premis mayor)
Scorates adalah seorang manusia (premis minor)
Scorates pasti mati (kesimpulan)

Penarikan Kesimpulan
Langsung

Tidak Langsung

Bila ditarik dari


satu premis

Bila ditarik dari


dua premis

Konversi
universal afirmatif

universal negatif

Polanya adalah semua S


adalah P (premis) dan
sebagian P adalah S
(kesimpulan).

Polanya adalah tak


satupun S adalah P
(premis) dan tak satupun
P adalah S (kesimpulan).

Semua kursi untuk


tempat duduk. (premis)
Sebagian tempat duduk
adalah kursi.
(kesimpulan)

Tak satupun gajah adalah


serangga. (premis)
Tak satupun serangga
adalah gajah.
(kesimpulan)

khusus afirmatif
Polanya adalah sebagian
S adalah P (premis) dan
sebagian P adalah S
(kesimpulan)
Sebagian pegawai adalah
orang yang jujur. (premis)
Sebagian orang yang
jujur adalah pegawai.
(kesimpulan)

Oversi
universal afirmatif
Semua S adalah P
(premis) dan tidak
satupun S adalah tak P
(kesimpulan).
Semua rudal adalah
senjata berbahaya.
Tak satupun rudal yang
bukan senjata berbahaya

universal negatif
Polanya adalah tidak
satupun S adalah P
(premis) dan semua S
adalah tak P
(kesimpulan).
Tidak satupun mahasiswa
laki-laki lulus ujian.
Semua yang lulus bukan
mahasiswa laki-laki.

khusus afirmatif

khusus negatif

Polanya adalah sebagian


S tidaklah P (premis) dan
sebagian S tidaklah P
(kesimpulan).

Polanya adalah sebagian


S tidaklah P (premis) dan
sebagian S adalah P
(kesimpulan).

Beberapa peserta
demonstrasi adalah
mahasiswa.
Beberapa peserta
demonstrasi adalah
bukan mahasiswa.

Sebagian mobil adalah


bukan barang impor.
Sebagian mobil adalah
barang impor.

Kontraposisi
universal afirmatif

Polanya adalah semua S


adalah P (premis), tidak
satupun S adalah tak P
(kesimpulan) dan tidak
satupun tak P adalah S
(kesimpulan).

Semua gajah adalah


berbelalai.
Tidak satupun gajah adalah
tak berbelalai.
Tidak satupun (yang) tak
berbelalai adalah gajah.

universal negatif
Polanya adalah tidak satupun
S adalah P (premis), semua S
adalah tak P (kesimpulan) dan
sebagian tak P adalah S
(kesimpulan).

Tak seorangpun pejabat


miskin.
Semua pejabat tak
miskin.
Sebagian yang tak miskin
adalah pejabat.

khusus negatif
Polanya adalah sebagian S
tidaklah P (premis), sebagian
S adalah P (kesimpulan) dan
sebagian tak P adalah S
(kesimpulan).

Sebagian jembatan bukan


besi.
Sebagian jembatan tak
besi.
Sebagian yang tak besi
adalah jembatan.

Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial terdiri
atas dua proposisi sebagai
premis dan satu proposisi
sebagai kesimpulan. Premis
yang bersifat umum disebut
premis mayor, sedangkan
yang bersifat khusus disebut
premis minor. Adapun dalam
kesimpulan terdapat subjek
dan
predikat.
Subjek
kesimpulan
disebut
term
minor, sedangkan predikat
kesimpulan
disebut
term
mayor.

Semua binatang berjenis


jantan dan betina (premis
mayor)
Sapi adalah binatang
(premis minor)
Jadi, sapi berjenis jantan
dan betina (kesimpulan)

Silogisme Hipotesis
Silogisme
hipotesis
merupakan bentuk silogisme
yang terdiri atas premis
mayor
yang
berproposisi
kondisional hipotesis. Pada
silogisme hipotesis ini, bila
premis
mayornya
membenarkan
anteseden,
maka kesimpulannya akan
membenarkan
konsekuen.
Bila
premis
minornya
menolak anteseden, maka
kesimpulannya akan menolak
konsekuen.

Jika kertas dibakar,


kertas akan hangus.
Kertas dibakar.
Jadi, kertas hangus.
Jika kertas dibakar,
kertas akan hangus.
Kertas tidak dibakar.
Jadi, kertas tidak akan
hangus.

Silogisme Alternatif

Silogisme
alternatif
ditandai
dengan
premis
mayor
alternatif. Jika premis
minornya
membenarkan salah
satu
alternatif,
kesimpulannya akan
menolak
alternatif
yang lain.

Dia seorang guru atau


pengusaha.
Dia seorang guru.
Jadi, dia bukan seorang
pengusaha.
Dia seorang guru atau
pengusaha.
Dia bukan seorang guru.
Jadi, dia seorang
pengusaha.

Entimen
Biasanya,
silogisme
jarang ditemukan dalam
kehidupan
sehari-hari.
Biasanya,
dalam
penarikan
kesimpulan
tidak
mengeksplisitkan
premis mayor. Hal ini
dikarenakan oleh telah
diketahuinya sifat dalam
premis mayor tersebut.
Dengan demikian, yang
dikemukakan
hanya
premis
minor
dan
kesimpulan.

Semua peserta upacara


ikut berbaris.
Raehani adalah peserta
upacara.
Jadi, Raehani ikut
berbaris.

TERIMAKASIH