Anda di halaman 1dari 19

TUGAS INSTRUMENTASI

ALAT - ALAT LABORATORIUM

OLEH :
IkKadHewyrn
MN:IPO713402

JURSANLKEIHT
POLITEKNSHADR
TAHUNKDEMI20156/

I.

Pengertian Instrumentasi

Instrumentasi adalah alat-alat dan piranti (device) yang dipakai untuk pengukuran dan
pengendalian dalam suatu sistem yang lebih besar dan lebih kompleks. Instrumentasi bisa berarti
alat untuk menghasilkan efek suara, seperti pada instrumen musik misalnya, namun secara umum
instrumentasi mempunyai 3 fungsi utama:

sebagai alat pengukuran

sebagai alat analisis, dan

sebagai alat kendali.

Instrumentasi sebagai alat pengukuran meliputi instrumentasi survey/ statistik,


instrumentasi pengukuran suhu, dll. Contoh dari instrumentasi sebagai alat analisis banyak
dijumpai di bidang kimia dan kedokteran, misalnya, sementara contoh instrumentasi sebagai alat
kendali banyak ditemukan dalam bidang elektronika, industri dan pabrik-pabrik. Sistem
pengukuran, analisis dan kendali dalam instrumentasi ini bisa dilakukan secara manual (hasilnya
dibaca dan ditulis tangan), tetapi bisa juga dilakukan secara otomatis dengan menggunakan
komputer (sirkuit elektronik). Untuk jenis yang kedua ini, instrumentasi tidak bisa dipisahkan
dengan bidang elektronika dan instrumentasi itu sendiri.
Instrumentasi sebagai alat pengukur sering kali merupakan bagian depan/ awal dari
bagian-bagian selanjutnya (bagian kendalinya), dan bisa berupa pengukur dari semua jenis
besaran fisis, kimia, mekanis, maupun besaran listrik. Beberapa contoh di antaranya adalah
pengukur: massa, waktu, panjang, luas, sudut, suhu, kelembaban, tekanan, aliran, pH
(keasaman), level, radiasi, suara, cahaya, kecepatan, torque, sifat listrik (arus listrik, tegangan
listrik, tahanan listrik), viskositas, density, dll. Menurut Frankly W. Kirk dan Nicholas R.
Rimboy pada tahun 1962 yang menyatakan :
Instrumentation is the technology of using device to measure and control variable process with
the physical and chemical properties of material
Secara bahasa, instrument adalah alat, sedangkan instrumentasi adalah peralatan.
Sementara instrumentasi laboratorium yaitu peralatan yang digunakan di laboratorium untuk
melakukan analisis dan pemeriksaan laboratorium.

II.

Macam Macam Instrument Laboratorium

A. Alat alat laboratorium yang terbuat dari kaca (glass) :


1. Tabung reaksi (test tube)

Tabung reaksi berfungsi :


1. Untuk tempat mereaksikan dua larutan / bahan kimia atau lebih
2. Sebagai tempat pengembangbiakan mikroba, misalnya pada pengujian penentuan jumlah
bakteri.
2. Gelas kimia /gelas beker (beaker)
Fungsinya :
1. Sebagai tempat mereaksikan bahan kimia
2. Membuat larutan, untuk menempatkan larutan
3. Menampung bahan kimia berupa larutan, padatan, pasta ataupun tepung
4. Melarutkan bahan dan memanaskan bahan.
3. Erlenmeyer

Fungsinya adalah:
1. Sebagai tempat mereaksikan bahan kimia
2. Untuk menempatkan larutan yang akan dititrasi

3. Sebagai wadah media untuk pertumbuhan mikroba


4. Gelas ukur (measuring cylinder)

Fungsi : digunakan untuk mengukur suatu larutan dengan volume tertentu yang tidak
memerlukan ketelitian tingkat tinggi.
5. Labu ukur (volumetric flask)

Fungsi : untuk mengencerkan larutan dengan volume tertentu, dimana alat ini mempunyai
ketelitian lebih tinggi daripada gelas ukur dan gelas beker.
6. Corong pemisah (separator funnel)

Berfungsi: untuk memisahkan cairan atau pasta dari dua campuran atau lebih yang berbeda berat
jenisnya. Dalam penggunaannya corong pemisah biasanya ditempatkan pada ring besi yang

dipasang pada statif.

7. Labu distilasi (distillation flask).

Fungsi : Untuk wadah zat yang akan mengalami proses distilasi.


8. Pipettetes (dropper disposable pipet)

Pipet tetes berfungsi: untuk membantu memindahkan cairan dari wadah yang satu kewadah yang
lain dalam jumlah yang sangat kecil dari tetes demi tetes. Hal ini penting terutama dalam
membantu menepatkan pengukuran larutan dan pada waktu pengenceran.
9. Pipet Volume (Pipette Volumetric)

Fungsinya : untuk mengambil larutan dengan volume tertentu dan mempunyai ketelitian lebih
tinggi daripada gelas ukur. Sering juga disebut dengan pipet gondok, karena adanya
temboloknya.
10. Pipet Ukur (Measuring Pipette)

Fungsinya : untuk mengambil larutan dengan volume tertentu dan mempunyai ketelitian lebih
tinggi dari pada gelasukur.
11. Kaca arloji (watch glass)

Fungsi kaca arloji adalah :


1. Sebagai tempat menimbang bahan berupa padatan atau pasta,
2. Menutup wadah saat proses penguapan atau pemanasan.
3. Tempat untuk mengeringkan padatan dalam desikator.
12. Kawat ose / kawat nicrom

Tangkai pemegang: gelas.


fungsinya :Untuk megnidentifikasi zat dengan cara uji nyala, untuk mengambil bakteri dan
menanam bakteri di media tanam.
13. Cawan petri (petri dish)

Fungsinya :
1. Sebagai wadah menimbang
2. Menyimpan bahan kimia
3. Membantu menumbuhkan mikroha pada analisa mikrobiologi.

14. Buret

Fungsinya : Menempatkan larutan tertentu yang akan digunakan untuk titrasi. Pada prinsipnya
buret juga merupakan alat ukur.
15. Bunsen spiritus/Lampu spiritus/pemanas spiritus,

Berguna untuk membakar/reaksi dengan pemanasan.


16. Corong (funnel)

Corong gelas berfungsi: untuk membantu memindahkan larutan dari wadah yang satu kewadah
yang lain terutama yang bermulut kecil. Corong gelas kecil digunakan untuk memindahkan
larutan kurang dari 100 ml, sedangkan corong sedang untuk 100-500 ml dan yang besar untuk
larutan larutan yang lebih dari 500ml. Corong gelas digunakan pula untuk membantu proses
penyaringan khususnya untuk menaruh kertas saring.

17. Desikator (desiccator)

Fungsi :
a. Tempat menyimpan sampel yang harus bebas air
b. Mengeringkan padatan
18. Piknometer,

.
Piknometer berfungsi: untuk mengukur nilai massa jenis atau densitas fluida.
19. Kjeldhal

Fungsi: Digunakan pada saat detruksi bahan makanan pada analisa protein .alat ini sedikit mirip
dengan labu takar , bedanyaya itu tidak mempunyai tutup dan garis batas volume.
20. Kondensor

Fungsinya: Untuk destilasi larutan. Lubang bawah tempat air masuk, lubang atas tempat air
keluar.
21. Batang pengaduk

Fungsinya: Untuk mengocok atau mengaduk suatu larutan/cairan baik akan direaksikan mapun
ketika reaksi sementara berlangsung.
22. Botol Reagen.

Fungsinya: Digunakan untuk menyimpan larutan bahan kimia.


23. Obyek glass

Fungsinya : Digunakan untuk tempat membuat preparat apus, pemeriksaan masa pembekuan
cara obyek glass, tempat sediaan mikroskopis.
24. Haemocytometer

Fungsinya: Alat ini digunakan untuk menghitung jumlah sel darah, yang terdiri dari beberapa alat
yaitu: kamar hitung dan dua macam pipet yaitu pipet thoma erytrosit dan pipet thoma lekosit.
a. Kamar hitung

b. Pipet thoma erytrosit dan pipet thoma lekosit

25. Pipet Hb

Fungsi: Alat ini dipakai untuk menghisap darah pada pemeriksaan kadar Hb metode Sahli.
Volume darah yang dihisap sebanyak 20 cmm.
26. Deck glass

Fungsi: Instrumen ini digunakan sebagai penutup sediaan mikroskopis dan kamar hitung.
27. Spreader

Fungsi: Digunakan sebagai alat bantu dalam pembuatan sediaan apus. Bentuk alat ini mirip
object glass tetapi ada bagian buramnya.
28. Urinometer

Fungsi : Instrumen ini digynakan dalam pemeriksaan Berat Jenis urin.

29. Botol timbang

Fungsi : Dugunakan sebagai alat bantu dalam menimbang suatu zat atau larutan terutama untuk
zat yang bersifat higroskopis ,misalnya Kristal NaOH, Na2CO3.
30. Thermometer

Fungsi: untuk mengukur temperature larutan


31. Botol BOD dan COD

Fungsi: tempat sampel air yang akan diperiksa kadar BOD dan CODnya.

B. Alat alat laboratorium yang terbuat dari pastik :


1. Botolsemprot

Berfungsi sebagai tempat menyimpan aquades. Cara menggunakannya dengan menekan


badan botol sampai airnya keluar.

2. Spatula plastic

Fungsinya: Untuk mengambil bahan-bahan kimia dalam bentuk padatan, misalnya dalam bentuk
kristal. Untukzat-zat yang bereaksi dengan logam digunakan spatula plastic.
3. Tabung sentrifuge

Fungsi: sebagai wadah sampel yang akan disentrifus

C. Alat alat laboratorium yang terbuat dari logam :


1. Spatula

Fungsi :
Untuk mengambil bahan kimia yang berbentuk padatan ( zat yang tidak bereaksi dengan
logam )
Dipakai untuk mengaduk larutan
2. Klem buret

Fungsinya: untuk memegang buret yang digunakan untuk titrasi. Terbuat dari besi atau baja.

3. Statif

Fungsinya : untuk menegakkan buret, corong, corong pisah dan peralatan gelas lainnya pada saat
digunakan. Terbuat dari besi atau baja.
4.

Pembakar kaki 3

Fungsinya: sebagai penyangga pembakar spirtus.


5. Pemegang corong / Ring

Fungsinya: untuk memegang corong atau corong pisah yang dipakai pada proses penyaringan
atau pemisahan. Bagian belakang disambungkan dengan statif menggunakan klem bosshedd
(bagi ring yang tidak memiliki sambungan seperti pada gambar). Terbuat dari besi atau baja
6. Tang krusibel

Fungsinya: untuk mengambil dan membawa krusibel. Terbuat dari besi atau baja.
7. Hot plate

Fungsi: Untuk memanaskan larutan. Biasanya untuk larutan yang mudah terbakar.
8. Oven

Fungsi: Untuk mengeringkan alat-alat sebelum digunakan dan digunakan untuk mengeringkan
bahan yang dalam keadaan basah.
9. Tanur

Fungsi: Digunakan sebagai pemanas pada suhu tinggi, sekitar 1000 C.


10. Incubator

Fungsi: Digunakan untuk fermentasi dan menumbuhkan media pada pengujian secara
mikrobiologi.
11. Kawatkasa

Fungsi: Sebagai alas atau untuk menahan labu atau beaker pada waktu pemanasan menggunakan
pemanas spiritus atau pemanas Bunsen.
12. Sentrifuge :

berfungsi untuk mengendapkan dan memisahkan padatan dari larutan.


13. Stirrer magnetik

Fungsi: untuk mengaduk/menghomogenkan larutan

14. spektrofotometer

Funfsi: untuk mengukur absorbansi larutan berwarna dalam proses spektrofotometer.

15. Conductometer

Fungsi: digunakan untuk mengukur daya hantar listrik dan salinitas suatu ruangan.
16. DO meter

Fungsi: digunakan untuk mengukur oksigen terlarut dalam suatu larutan

D. Alat alat laboratorium yang terbuat dari karet


1. Filler (karet pengisap)

Fungsinya: Untuk menghisap larutan yang akan dari botol larutan. Untuk larutan selain air
sebaiknya digunakan karet pengisat yang telah disambungkan pada pipet ukur.

2. Hot hands

Fungsi: Untuk memegang peralatan gelas yang masih dalam kondisi panas.

E. Alat alat laboratorium yang terbuat dari porselin


1. Krusibel

Fungsi: Dipakai sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia. Pada saat krus masih dalam
keadaan panas, jangan langsung dikenai air. Perubahan suhu mendadak menyebabkan krus
pecah. Berupa mangkok kecil yang dilengkapi tutup dan terbuat dari porselen tahan panas,
alumina.
2. Segitiga porselin (Clay triangle)

Fungsi: Untuk menahan wadah, misalnya krus pada saat pemanasan ataau corong pada waktu
penyaringan.
3. Cawan/Pinggan porselin

Fungsi: Untuk menguapkan larutan atau mengeringkan zat padat yang basah. Terbuat dari

porcelain.
4. Corong bucher

Berfungsi untuk: Menyaring larutan dengan bantuan pompa vakum.


5. Mortar dan pestle

Fungsi: Menggerus dan menghaluskan suatu zat

F. Alat alat laboratorium yang terbuat dari kayu :


1. RakTabungReaksi

Fungsi :Untukmeletakantabungreaksisupayatersusunrapidanindah.
2. Penjepit Tabung Reaksi

fungsi: Menjepit tabung reaksi selama melakukan proses pemanasan.