Anda di halaman 1dari 6

Nama Peserta: dr Sherly

Nama Wahana: Puskesmas Kecamatan Kalideres


Topik: Selulitis Pedis
Tanggal (Kasus): 20-08-2015
Nama Pasien: Tn A
Tanggal Presentasi:
Nama Pendamping: dr. Rina Handayani
Tempat Presentasi:
Obyektif Presentasi:
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan Pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Neonatus

Bayi Anak Remaja

Dewasa

Lansia

Bumil

Deskripsi: Tn A, 39 tahun, pria, datang dengan keluhan kaki kanan melepuh sejak 3 hari
sebelum berobat ke puskesmas. Awalnya kaki kanan terasa panas, kemerahan, nyeri dan
bengkak, namun lama-kelamaan kaki melepuh dan terdapat nanah. Selain itu, pasien juga
merasa mual, muntah dan demam sejak 3 hari sebelum berobat. Keluhan BAB dan BAK
disangkal.
Tujuan: manajemen awal selulitis pedis dan penyingkiran diagnosis banding lainnya.
Tinjauan Pustaka
Riset
Kasus
Audit
Bahan Bahasan:
Presentasi dan Diskusi
Email
Pos
Cara Membahas: Diskusi
Data Pasien
Nama: Tn A
Nama Klinik: BPU
Telepon: Terdaftar Sejak: 20-08-2015
Data Utama dan Bahan Diskusi
1. Diagnosis / Gambaran Klinis
Selulitis pedis dextra
2. Riwayat Pengobatan
Pasien belum melakukan pengobatan apapun.
3. Riwayat Kesehatan / Penyakit
Pasien memiliki riwayat diabetes mellitus.
4. Riwayat Keluarga
Riwayat diabetes mellitus pada keluarga +.
5. Riwayat Pekerjaan
Karyawan
6. Pemeriksaan Fisik
Tanda-tanda vital
Keadaan umum

: Tampak sakit sedang

Kesadaran

: Compos mentis

GCS

: E4 M6 V5 = 15

Tekanan darah

: 130/80 mmHg

Laju Nadi

: 80 kali/menit, kuat

Pernafasan

: 20 kali/menit

Suhu

: 37,7 oC

Status Generalis
Kepala

: Deformitas , normocephali

Mata

: Cekung -, konjungtiva anemis -/-, pupil isokor, refleks


cahaya +/+

Telinga

: MAE +/+, serumen -/-, sekret -/-

Hidung

: Septum nasi di tengah, sekret -/-

Mulut

: Mukosa oral dan lidah basah

Tenggorokan

: Faring tidak hiperemis.

Leher

: Tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening, massa

Pemeriksaan paru

: Simetris dalam keadaan statis dan dinamis. Pergerakan


dinding dada simetris dan fremitus taktil simetris kanan =
kiri. Sonor pada kedua lapang pandang paru. Bunyi
vesikular, ronki -/-, wheezing -/-.

Pemeriksaan jantung

: Iktus cordis tidak terlihat. Iktus cordis tidak teraba Batas


Atas: ICS III. Batas Kanan: Linea sternalis dextra. Batas
Kiri: Linea midclavikula sinistra. Bunyi jantung I dan II
reguler, gallop ,murmur .

Abdomen

: Tampak datar. Nyeri tekan -, bising usus +

Extremitas

: akral hangat, CRT < 3 detik, petechiae +

Pedis dextra

: dorsum pedis dextra tampak berwarna merah keunguan,


bengkak, pus+, bullae +, dengan batas yang tidak jelas. Pada
perabaaan terasa hangat.

7. Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Hb

13,3 g/dL

Ht

37 Vol %

Leukosit

11,1 ribu/L

Trombosit

359 ribu/L

GDS

160 mg/dL

Daftar Pustaka
1. Soegondo Sidartawan, Diagnosis dan Klasifikasi Diabetes Melitus Terkini Dalam
Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu, Jakarta, FKUI 2002.p. 17 25.
2. Tambunan Monalisa. Perawatan Kaki Diabetik, dalam Penatalaksanaan Diabetes

Melitus Terpadu, Jakarta, FKUI, 2002.p. 293 298.


3. Mansjoer Arif, Triyanti Kuspuji, dkk. Kapita Selekta Kedokteran, Jakarta, Media
Aesculapius, FKUI, 2012.p. 584 588.

Hasil Pembelajaran
1. Diagnosis selulitis pedis dan menyingkirkan diagnosis banding lainnya.
2. Penatalaksanaan selulitis pedis.
3. Edukasi mengenai pengendalian faktor risiko penyebab.
4. Edukasi untuk pencegahan terjadinya komplikasi.

1. Subyektif
Pasien datang dengan keluhan kaki kanan melepuh sejak 3 hari SMRS. Awalnya kaki
kanan terasa panas, kemerahan, nyeri dan bengkak, namun lama-kelamaan kaki melepuh
dan terdapat nanah. Selain itu, pasien juga merasa mual, muntah dan demam sejak 3 hari
SMRS. Keluhan BAB dan BAK disangkal. Pasien memiliki riwayat diabetes mellitus.
2. Objektif
Hasil pemeriksaan jasmani dan laboratorium sangat mendukung diagnosis selulitis pedis.
Pada kasus ini diagnosis ditegakkan berdasarkan:
- Gejala klinis.
- Pemeriksaan fisik
- Pemeriksaan laboratorium yang mendukung.
3. Assessment
Selulitis adalah peradangan akut terutama menyerang jaringan subkutis, biasanya
didahului luka atau trauma dengan penyebab tersering Streptokokus betahemolitikus dan
Stafilokokus aureus. Umumnya terdapat peradangan pada jaringan kulit yang mana
cenderung meluas kearah samping dan ke dalam.
Selulitis adalah infeksi pada lapisan kulit yang lebih dalam. Dengan karakteristik sebagai
berikut :

Peradangan supuratif sampai di jaringan subkutis

Mengenai pembuluh limfe permukaan

Plak eritematus, batas tidak jelas dan cepat meluas

Gambaran klinis eritemalokal padakulit dan systemvena dan limfatik pada kedua
ektrimitas atas dan bawah. Pada pemeriksaan ditemukan kemerahan yang karakteristik
hangat, nyeri tekan, demamdan bakterimia. Selulitisyang tidakberkomplikasi paling
sering disebabkan oleh streptokokus grup A, sterptokokus lain atau staphilokokus aureus,
kecuali jika luka yang terkait berkembang bakterimia, etiologi microbialyang pasti sulit

ditentukan, untuk abses lokalisata yang mempunyai gejala sebagai lesi kultur pus atau
bahan yang diaspirasi diperlukan. Meskipun etiologi abses ini biasanya adalah
stapilokokus, abses ini kadang disebabkan oleh campuran bakteri aerob dan anaerob yang
lebih kompleks. Bau busuk dan pewarnaan grampus menunjukkan adanya organism
campuran.
Pada tatalaksananya dianjurkan untuk dirawat di rumah sakit pada infeksi berat, serta
dilakukan tindakan insisi dan drainase jika terdapat abses. Pemberian antibiotik dapat
melalui oral maupun intravena. Pada infeksi ringan, pasien dapat berobat jalan dengan
obat antibiotik oral, analgesik dn antipiretik. Selain itu, ekstremitas sebaiknya
diimobilisasi dengan posisi yang lebih tinggi dan dilakukan kompres hangat.
4. Plan
Diagnosis: kecil kemungkinannya keluhan ini bukan disebabkan oleh selulitis pedis.
Upaya diagnosis sudah optimal.
Pengobatan: Pasien dianjurkan untuk dirawat dan diberikan terapi:
- Asam Mefenamat 3 x 500 mg po
- Ciprofloxacin 2 x 500 mg po
- Metronidazol 3 x 500 mg po
- Ranitidin 2 x 150 mg ac po
- Paracetamol 3 x 500 mg po
Pendidikan: dilakukan kepada pasien dan keluarganya untuk membantu proses
penyembuhan dan pemulihan. Anjurkan pasien atau keluarga untuk bertanya jika ada halhal yang meragukan.

PORTFOLIO
SELULITIS PEDIS

Disusun oleh:
dr. Sherly

Pendamping:
dr. Rina Handayani

PUSKESMAS KECAMATAN KALIDERES


PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA

(Periode 12 Februari 2015 11 Februari 2016)