Anda di halaman 1dari 29

IKAN BERTULANG RAWAN (CHONDRICHTYES)

Kalian semua tahu dengan yang namanya tulang rawan? Beberapa bagian dari tubuh
kita tersusun tidak hanya dari tulang keras tetapi juga ada yang dari tulang rawan,
contohnya: hidung, daun telinga dan bahkan diantara ruas-ruas tulang belakang juga
terdapat tulang rawan..
Di dunia ini terdapat makhluk hidup (khususnya vertebrata) yang seluruh rangkanya
tersusun atas tulang rawan. Di sini saya akan mengambil contoh dari ikan :)
Dikenal empat kelas ikan dan vertebrata sejenis ikan, antara lain kelas Agnatha atau
vertebrata tidak berahang yang diwakili Ostrachodermi (punah) dan yang masih ada
adalah Cyclostoma (Lamprey dan Hagfish ), ikan purba berahang kelas Placodermi
(punah), kelas Chondrichthyes atau ikan kartilago/tulang rawan (ikan hiu, pari dan
chimaera) dan kelas Osteichthyes atau ikan bertulang sejati.
Kelas Chondrichthyes masuk dalam superkelas Gnathostomata. Vertebrata kelas
Chondrichthyes, hiu dan kerabatnya, disebut ikan bertulang rawan karena mereka
memiliki endoskeleton yang relatif lentur yang terbuat dari tulang rawan dan bukan dari
tulang keras. Namun demikian, pada sebagian besar spesies, beberapa bagian
kerangka diperkuat oleh butiran berkalsium. Terdapat sekitar 750 spesies yang masih
hidup dalam kelas ini. Rahang dan sirip-berpasangan berkembang dengan baik pada
ikan bertulang rawan. Subkelas yang paling besar dan paling beranekaragam terdiri
dari hiu dan ikan pari. Subkelas kedua terdiri atas beberapa lusin spesies ikan yang
tidak umum yang disebut chimaera dan ratfish.
Ciri-ciri dari Chondrichthyes diantaranya yaitu :
1. Rangka tulang rawan; Kerangka bertulang rawan pada ikan-ikan kelas ini adalah
karakteristik yang diperoleh, bukan karakteristik primitif. Hal itu disebabkan
leluhur Chondrichthyes ternyata memiliki kerangka bertulang keras dan kerangka
bertulang rawan yang merupakan karakteristik kelas itu berkembang setelahnya.
Selama perkembangan sebagian besar vertebrata, mula-mula kerangka tersusun
atas tulang rawan, kemudian menjadi tulang keras (mengeras) seiring dengan
mulai digantinya matrik tulang rawan yag lunak dengan matrik kalsium fosfat
yang keras (Neil A. Campbell, 2003)
2. Ada yg bersisik dan ada pula yang tidak
3. Celah insang ada satu pasang, lima pasang dan tujuh pasang
4. Letak celah insang lateral dan ventral

5. Mulut terletak pada sisi ventral


6. Ada yang mempunyai spirakulum dan ada yang tidak
7. Sirip berpasangan
8. Tidak memiliki gelembung udara
9. Lubang hidung sepasang; Lubang hidung pada kelas chondrichtyes hanya
berfungsi untuk penciuman, dan untuk bernafas.
10. Jantung beruang dua
Klasifikasi Kelas Chondrichtyes
1. Subkelas Elasmobranchi yang dibedakan atas:
a. Ordo Squaliformes, contoh: Cirrhigaleus asper
b. Ordo Rajiformes, contoh: Dasyatis brevicaudata, Aetobatus narinari
2. Subkelas Holecephali;
Ordo Chimaeriformes, contoh: Hydrolagus colliei, Hydrolagus melanophasma
Ordo Squaliformes mencakup semua jenis ikan hiu sedangkan ordo Rajiformes
mencakup jenis-jenis ikan pari. Terdapat beberapa perbedaan antara ikan hiu dan
ikan pari yaitu dalam hal letak celah insang, perlekatan sirip dada dan wujud dari
ekornya. Subkelas Holocephali mencakup jenis ikan langka yang disebut ikan tikus.
Ikan ini tidak mirip dengan ikan hiu ataupun ikan pari dalam hal bentuk tubuh dan
jumlah celah insangnya.
Morfologi dan Fisiologi
Ikan hiu dan ikan pari rahangnya bersendi pada tulang posterior atau pada elemen
hiomandibula dari lengkung insang ke-2. Gigi ikan hiu berkembang baik yang
membuatnya ditakuti organisme lain. Insang merupakan ciri sistem pernafasan pada
ikan. Secara embriologis, celah insang tumbuh sebagai hasil dari serentetan evaginasi
faring yang tumbuh keluar dan bertemu dengan invaginasi dari luar. Terdapat variasi
perlengkapan insang pada berbagai ikan. Ikan hiu dan ikan pari memiliki 5-7 pasang
celah insang ditambah pasangan celah anterior non respirasi yang disebut spirakel.
Ikan hiu ataupun ikan bertulang rawan pada umumnya, tidak ditemukan struktur yang
mirip paru-paru.

Ada beberapa ikan hiu dan ikan pari yang mempunyai organ luminesen. Bioluminesen
adalah pancaran sinar oleh organisme, sebagai hasil oksidasi dari berbagai substrat
dalam memproduksi enzim. Susunan substratnya disebut lusiferin dan enzim yang
sangat sensitive sebagaikatalisator oksidasi disebut lusiferase. Organ luminesen (organ
yang mampu menghasilkan sinar) ditemukan pada beberapa ikan hiu, ikan pari berlistrik
(Benthobatis moresbyi) dan beberapa ikan tulang keras khususnya yang tinggal di laut
dalam. Adanya organ yang memproduksi sinar ini dapat digunakan untuk menaksir
kedalaman laut, dimana ikan tersebut tinggal.

SPESIES-SPESIES HIU DI DUNIA


1.

Hiu Seksi

Spesies baru ini diberi nama Hydrolagus Melanophasma atau nama lainnya adalah hiu hantu hitam. Hiu
ini ditemukan di perairan california. Tidak seperti hiu pada umumnya, hiu jantan memiliki organ yang
seksual pada dahimya berbentuk seperti tanduk.

2. Rare Shark

Ditemukan Hiu Prasejarah yang langka di Jepang.

3. Whale Shark

Whale Shark, Rhinoodon Typus adalah hiu terbesar di dunia. Meskipun besar, hiu paus (Whale Shark) ini
juga bukanlah pemangsa, mereka adalah hiu yang bergerak lambat yang hanya memakan phytoplankton
atau binatang yang sangat kecil yang hidup di laut.
Hiu Paus ini dapat hidup sehingga 41 kaki dan berat hingga 15 ton. Hiu paus ini sama seperti hiu lainnya
yang dapat di temukan di sekitar laut khatulistiwa dan perairan yang hangat. Spesies yang berasal dari
kehidupan

60

4. Basking Shark

juta

tahun

yang

lalu

ini

mampu

hidup

hingga

70

tahun

lamanya.

Hiu Basking, Cetorhinus Maximus adalah salah satu hiu yang sangat besar dan menjadikan hiu basking
ini menempati posisi terbesar ke 2 dunia. Hiu Basking ini dapat hidup sepanjang 40 kaki dan pernah
tertangkap dengan berat hingga 19 ton. Akan tetapi meskipun berbadan besar, hiu janis ini cenderung
lambat dan bukanlah predator/pemangsa.

5. Great White Shark

Great White Shark, Carcharodon Carcharias, adalah salah satu dari hiu yang terganas di dunia. Hiu ini
dapat hidup sepanjang 26,2 kaki dan berat hingga 5ooo 1bs (2267.96 kg). Hiu Great White adalah hiu
terakhir dari jenis species Carcharodon. Hiu ini dapat di temukan di dekat pantai di semua lautan, jadi jika
kalian lagi liburan, pastikan untuk tidak berenang bersama jenis ini.

6. Tiger Shark

Tiger Shark, Galeocerdo Cuyier menempati urutan ke 4 hiu terbesar di dunia dengan panjang hingga 243
kaki. Hiu besar ini mampu hidup hingga 2ooo 1bs (907.18 kg) dan sangat terkenal dengan
kekejamannya.
Tidak hanya memakan semua jenis kehidupan di laut, tetapi mereka (Tiger) juga terkenal sering
menyerang perenang. Sesuai namanya, hiu ini sangat mirip dengan corak harimau, mereka biasanya
hidup di daerah perairan khatulistiwa, tetapi lebih cenderung di sekitar perairan Pasific.

7. Pacific Sleeper Shark

Hiu Pasific Sleeper, Somniosus Pacifilus, adalah hiu terberat lainnya yang dapat hidup sepanjang 23 kaki
dan berat hingga 8oo 1bs (362,87 kg). Satu hal yang membuat hiu jenis ini menarik adalah mereka
termasuk salah satu dari sedikit jenis hiu yang dapat di temukan di daerah bertemperatur rendah (daerah
menghadap kutub). Mereka biasanya hidup di laut dalam, dengan kedalaman hingga 65oo kaki di bawah
permukaan laut.

8. Greenland Shark

Hiu Greenland Shark dengan nama latin Somniosus Microcephalus atau di kenal dengan sleeper shark,
gurry shark, ground shark, grey shark atau Inuit Eqalussuaq. Hiu ini adalah hiu yang besar dan dapat di
temukan di sekitar perairan Atlantic Utara, terlebih banyak di dekat Greenland dan Iceland.
Hiu jenis ini dapat hidup sepanjang 21 kaki dan hidup selama 2oo tahun. Jiu jenis ini terkenal dengan
binatang bertulang punggung yang pernah hidup terlama. Mereka cenderung hidup di kedalaman 66oo
kaki di bawah permukaan laut, akan tetapi hiu Greenland ini pernah tertangkap kamera di laut dangkal
serendah 24 kaki.

9. Hiu Purba

Ikan Hiu Goblin yang disinyalir telah punah ternyata masih terdapat diperairan dalam laut Jepang. Hiu
Goblin merupakan salah satu fenomena pirba yang masih bisa bertahan hidup hingga saat ini. Hewan
sepanjang 1,3 meter ini memiliki warna tubuh abu-abu serta bentuk yang unik dengan moncong pipih dan
panjang. Predator laut biasanya hidup di kedalaman 150 hingga 200 meter. Namun, secara tidak sengaja
muncul di dekat kapal motor yang ditumpangi sejumlah staf Taman Kehidupan Laut Tokyo bersama para
nelayan lokal. Hiu Goblin sering tertangkap jaring nelayan beberapa kali sebelumnya namun jarang sekali
dilaporkan dalam keadaan hidup. Sejauh ini, informasi ilmiah mengenai hiu goblin masih sangat terbatas.
Meski demikian hewan ini masih eksis, masih ada perairan Jepang dan lagi-lagi berhasil terekam oleh
kamera.

10. Great Hammerhead Shark

Great Hammerhead, Sphyma Mokarran adalah hiu terbesar dari semua janis hiu Hammerhead yang
dapat hidup sehingga 20 kaki. Great Hammerhead dapat di temukan di seluruh dunia layaknya hiu-hiu
yang hidup di perairan khatulistiwa. Berbeda dengan hiu lainnya, hiu Great Hammerhead ini merasa
manusia sebagai bahaya, mereka (Great Hammerheads) bersifat sedikit lebih pemalu di banding hiu-hiuhiu lain dan sering kali terlihat menghindari manusia. Hiu Great Hammerhead terbesar yang pernah di
tangkap oleh manusia adalah jenis betina dengan berat 128o (580,59 kg).

11. Hiu Gergaji

Hiu Gergaji ini memiliki posisi insang yang unik, biasanya insang ikan hiu berada di samping lehernya,
tapi hiu ini memiliki posisi insang di bawah tubuh mereka. Gaya hidup ikan hiu ini mirip dengan ikan
todak/ikan pari.

12. Hiu 700kg di temukan di AFSEL

Nelayan yang menanyakan apakah ini adalah hiu putih besar , besar yang telah mencuri hasil tengkapan
mereka, dan menakutkan pria-pria peselancar. Menakutkan, ilmuwan yang membedah hiu perempuan
mengatakn itu remaja dan belum dewasa, The Daily Telegraph Laporan.
Namun, hal itu sudah berkembang beratnya sekitar 7ookg ketika tertangkap dalam jaring. Konservasi
otoritas berusaha menyelamatkan makhluk bingung oleh derek itu ke laut untuk berenang kembali, lalu
hiu itu menjadi kusut lagi dan meninggal.
Surat kabar Afrika Selatan Saksi menguntip seorang nelayan setempat yang percaya itu mungkin telah
menjadi hiu yang sama melanggar dekat ski durfing dan mencuri barakuda ia telah reeling masuk.
Namun, para ilmuwan mengatakan bahwa itu tak mungkin hiu jarang tinggal di daerah yang sama untuk
waktu yang lama-lama katanya. Mereka juga mengatakan itu bukan hiu terbesar yang pernah tertangkap
di daerah tersebut.

13. Walking Shark

Sebuah hiu berjalan mencari kesempatan lantai Teluk Cenderawasih di Indonesia pada
tahun 2006. Meskipun spesies baru bisa berenang, itu sering menggunakan sirip untuk
berjalan di sepanjang terumbu karang dan pesta pada ikan kecil, kepiting, siput, dan
udang.

Video:

Watch

hiu

berjalan

berjalan.

Salah satu sensasi terbesar dari 20 tahun pertama penelitian RAP, hiu intrik ilmuwan
serta berjalan publik. Para ahli biologi percaya bahwa berjalan hiu mungkin modelmodel untuk binatang pertama yang membuat transisi dari laut ke darat .

IKAN PARI
Ikan pari (rays) termasuk dalam ikan bertulang rawan dan grup Cartilaginous (Last and Stevens,1994). Ikan
pari mempunyai bentuk tubuh gepeng melebar (depressed) dimana sepasang sirip dada (pectoral, fins)-nya
melebar dan menyatu dengan sisi kiri-kanan kepalanya, sehingga tampak atas atau tampak bawahnya terlihat
bundar atau oval. Ikan pari umumnya mempunyai ekor yang sangat berkembang (memanjang) menyerupai
cemeti. Pada beberapa spesies, ekor ikan pari dilengkapi duri penyengat sehingga disebut sting-rays, mata
ikan pari umumnya terletak di kepala bagian samping. Posisi dan bentuk mulutnya adalah terminal(terminal
mouth) dan umumnya bersifat predator. Ikan ini bernapas melalui celah insang (gill openings atau gill slits)
yang berjumlah 5-6 pasang. Posisi celah insang adalah dekat mulut di bagian bawah (ventral). Ikan pari jantan
dilengkapi sepasang alat kelamin yang disebut clasper letaknya di pangkal ekor. Ikan pari betina umumnya
berbiak secara melahirkan anak (vivipar) dengan jumlah anak antara 5-6 ekor. Gambar 1, menyajikan ilustrasi
ikan pari dengan bagian-bagiannya.
Gambar 1 : Bentuk Ikan Pari dan Bagian-Bagiannya
Ukuran ikan pari dewasa bervariasi dari ukuran yang relatif kecil, yaitu lebar 5 cm dengan panjang 10 cm
(famili NARKIDAE) hingga berukuran sangat besar yaitu lebar 610 cm dengan panjang 700 cm (pari Manta,
famili MOBULIDAE). Jumlah jenis ikan pari yang mendiami perairan di seluruh dunia belum ada informasi yang
tepat. Adapun yang pernah teridentifikasi secara akurat di Indonesia sesuai hasil penelitian Sainsbury et,al.
(1985) dan Tarp and Ifailola (1982) yang dilakukan di Samudera Hindia sebanyak 16 spesies. Penelitian lain
yang di lakukan di Laut Cina Selatan oleh Isa et.al. (1998) mencatat sebanyak 4 spesies. Distribusi geografis
ikan pari adalah sangat luas, ikan pari ditemukan diperairan tropis, subtropis dan perairan di antartika yang
dingin.
2.1.2 Pari Manta
Ikan pari manta (Manta birostris) adalah salah satu spesies ikan pari terbesar di dunia. Lebar tubuhnya dari
ujung sirip dada ke ujung sirip lainnya mencapai hampir 7 meter (kemungkinan lebih karena ada laporan yang
mengatakan bahwa ada manta yang lebar tubuhnya mencapai 9,1 meter). Bobot terberat manta sendiri yang
pernah diukur mencapai 3 ton.

Manta dapat ditemukan di lautan tropis di seluruh dunia kurang lebih antara 35O lintang utara hingga
35O lintang selatan. Persebarannya yang luas dan penampilannya yang unik menyebabkan ikan ini memiliki
banyak nama mulai dari manta Pasifik, manta Atlantik, devil fish, hingga sea devil. Di Indonesia sendiri,
pari manta memiliki aneka nama lokal seperti cawang kalung, plampangan, serta pari kerbau (mungkin karena
bagian tubuh mirip tanduk di kepalanya sehingga ia dianggap mirip dengankerbau).
Pari manta belakangan dikategorikan sebagai dekat dengan ancaman (near threatened) oleh IUCN karena
walaupun jumlahnya belum masuk kategori terancam punah, namun di masa depan diperkirakan populasinya
akan menyusut hingga akhirnya terancam punah. Populasi pari manta dianggap dekat dengan bahaya karena
tingginya kegiatan perikanan dan kondisi laut yang semakin terpolusi, namun rasio kelahiran mereka rendah.

2.1.3

Klasifikasi

Manta birostris
Kerajaan:

Animalia

Filum:

Chordata

Kelas:

Chondrichthyes

Ordo:

Rajiformes

Famili:

Myliobatidae

Upafamili:

Mobulinae

Genus:

Manta

Spesies:

M. birostris

Manta dimasukkan ke dalam famili Myliobatidae yang terdiri dari 40 spesies pari berbeda. Famili dari ikan pari
ini juga dikenal sebagai pari elang (eagle ray) karena mereka tidak hidup di dasar laut dan berenang bebas
sehingga saat dilihat mereka sekilas seperti elang yang terbang di dalam laut. Famili Myliobatidae ini dibagi
dalam 4 subfamili dan pari manta dimasukkan ke dalam subfamili Mobulinae yang juga diisi oleh ikan pari dari
genus Mobula yang memiliki penampilan mirip pari manta namun ukurannya lebih kecil. Nama manta sendiri
berasal dari bahasa Spanyol yang berarti selimut.
Ada 3 spesies yang sebelumnya dianggap merupakan bagian dari genus Manta:

1. Manta birostris (pari manta Atlantik),

2. Manta hamiltoni (pari manta Pasifik), dan

3. Manta raya (pari manta Pangeran Alfred).


Ketiga pari manta itu sendiri sangat mirip satu sama lain. Belakangan, setelah dilakukan penelitian terhadap
contoh gen mereka, ketiga spesies itu dimasukkan dalam satu spesies yang sama: spesies Manta birostris.
Namun, ada pula yang mengatakan bahwa setidaknya ada 2 spesies manta: yang satu berukuran besar dan
suka bermigrasi, sementara yang satunya lagi berukuran lebih kecil dan lebih suka menetap.
2.1.4 Fisiologi dan Anatomi
Manta memiliki fisik yang secara umum mirip dengan kebanyakan ikan pari dengan sirip dada yang lebar serta
ekor kecil seperti cambuk. Sirip dadanya yang lebar membuat tubuhnya terlihat pipih. Manta bergerak
memakai sirip dadanya dengan cara mengombakkannya dari bagian dekat kepala hingga ke belakang tubuh
sehingga saat dilihat, pari manta seolah-olah sedang terbang di dalam laut.

Ekor manta sendiri lebih pendek dibandingkan dengan ekor ikan pari kebanyakan dan tidak bersengat.
Kulit manta juga diselubungi lapisan lendir yang jauh lebih tebal dibandingkan ikan pari kebanyakan. Lapisan
lendir ini diduga ada hubungannya untuk melindungi kulitnya yang rentan.
Manta juga memiliki ukuran otak yang lebih besar dibandingkan ikan pari lain dan hiu kerabatnya sehingga
mereka dianggap lebih cerdas dibandingkan kerabatnya yang lain.
Di dalam mulutnya juga terdapat 300 gigi kecil berbentuk pasak dan nyaris tersembunyi di bawah kulit. Gigi ini
tidak digunakan untuk makan, namun mungkin gigi ini berguna saat manta melakukan perkawinan.
Manta juga memiliki lima pasang celah insang di bagian bawah tubuhnya untuk mengeluarkan air yang masuk
melalui mulutnya. Di bagian dalam celah insangnya terdapat tapis insang atau piringan penyaring (filter plate)
yang berfungsi untuk memerangkap plankton yang masuk bersama dengan air laut.
2.1.5. Ciri Umum Ikan Pari
Ikan pari merupakan salah satu jenis ikan yang termasuk kelas Elasmobranchii.
Ciri-ciri Taksonomi & morfologi ikan pari:

Hidup di dasar laut

Ikan ini dikenal sebagai ikan batoid (sekelompok ikan bertulang rawan yang mempunyai ekor seperti
cambuk)

Memiliki celah insang yang terletak disisi ventral kepala

Sirip dada ikan ini melebar menyerupai sayap, dengan sisi bagian depan bergabung dengan kepala

Bagian tubuh sangat pipih

Bentuk ekor seperti cambuk pada beberapa spesies, dengan sebuah atau lebih duri tajam di bagian
ventral dan dorsal (Anonim, 1988).

2.1.6. Ciri Khusus pada Ikan Pari


v Sisik ada berbagai macam sisik
Sisik adalah bagian tubuh luar dan merupakan ciri sangat penting baik untuk I ikan tulang keras maupun ikan
tulang rawan. Sisik, umumnya sebagai pelindung dan penutup tubuh. Sisik placoid, hanya ada pada ikan
bertulang rawan, terdapat lapisan dentin. Bentuk sisik seperti bunga mawar dengan dasar yang bulat/bujur
sangkar, bagian yang menonjol seperti duri keluar dari epidermis. Contoh: Ikan pari dan hiu. Sisik plakoid pada
ikan hiu dan ikan pari sangat berbeda dalam bentuk dan susunannya. Ikan pari, giginya berubah secara
berkala menjadi lebih besar, piringan dasar tergabung menjadi satu sehingga mampu memecah cangkang
moluska, gigi ini merupakan derivate dari sisik.
Sisik tipe ktenoid pada dasarnya sama seperti sikloid mengenai struktur dan susunannya, tetapi berbeda pada
bagian belakangnya yaitu berbentuk seperti sisir. Beberapa spesies mungkin mereduksi menjadi satu tonjolan
atau spina (duri). Sisik ktenoid ditemukan menjadi duri sirip dorsal pada ikan pari.
v Alat Gerak (appendages) dan Lokomosi
Kelompok ikan sejenis ikan pari, sirip pektoralnya sangat membesar dan menempel sepanjang tubuh mulai
dari belakang kepala sampai di depan sirip pelvik. Bahkan pada ikan electric ray sirip tersebut menyatu pada
ujungnya sebagai alat untuk memancarkan cahaya. Ikan pari umumnya memiliki dua sirip median dorsal yang
letaknya jauh dari ekor, tetapi tidak ada pada ikan pari berduri (sting ray). Sirip anal jelas tidak ada. Meski sirip
ekor tidak ditemukan pada kebanyakan ikan pari, tetapi berkembang baik pada ikan pari elektrik. Bagian dalam
dari sirip pelvik ikan hiu jantan dan ikan pari jantan berubah menjadi klasper sebagai alat untuk memindahkan
sperma kepada hewan betina.
Ikan pari duri (ray-finned) siripnya disokong oleh duri lembut yang mudah terlihat, selamanya tidak tertutup oleh
kulit keras seperti elasmobranchii.
Ikan pari berenang dengan gerakan menggelombang sirip pectoral yang lebar. Warna punggung dari ikan pari
mirip dengan warna dasar sekitar dan beberpa jenis mempunayi duri beracun atau organ elektrik yang juga
merupakan alat pelindung diri.
v Ikan berbisa dan beracun

Luka yang disebabkan oleh ikan berbisa umumnya karena injeksi racun ke dalam tubuh korban dengan
menggunakan duri yang sangat pendek. Ikan beracun, dapat meneyebabkan sakit atau kematian bila daging
atau sebagian organ tubuhnya dimakan hewan pemangsa. Beberapa ikan hiu dan pari, spina dorsal
berhubungan dengan kelenjar bisa yang sangat beracun. Kelenjar racun ikan pari (Dasyatis), yaitu pada duri
ekor yang bengkok & dalam (jaringan vasodentine).
v Ikan bioluminesen
Bioluminesen adalah pancaran sinar oleh organisme, sebagai hasil oksidasi dari berbagai substrat dalam
memproduksi enzim. Susunan substratnya lusiferin, dan enzim yang sangat sensitive sebagai katalisator
oksidasi, disebut lusiferase.
Bioluminesen diproduksi oleh bakteri, jamur ataupun binatang invertebrate. Diantara hewan bertulang, hanya
ikan yang mampu memproduksi sinar. Organ luminesen ditemukan pada ikan pari berlistrik dan beberapa ikan
tulang keras khsusnya ikan yang tinggal di laut dalam.
Adanya organ yang memproduksi sinar ini dapat digunakan untuk menaksir kadalaman laut, dimana ikan
tersebut tinggal. Ini dimaksudkan juga bahwa ikan tersebut memproduksi sinar untuk mendapatkan makanan,
mengacaukan musuh, menerangi lingkungan ataupun menarik perhatian lawan jenisnya. Semua ini masih
dugaan, akan tetapi pada prinsipnya berfungsi untuk mendapatkan penghargaan antar indivdu dalam satu
jenis.
Ikan memproduksi bioluminesen dengan 2 cara, yaitu oleh pori-pori yang bercahaya ataupun organ
bersimbiose dengan bakteri pengahasil sinar. Intensitas bioluminesen mungkin bertambah atau berkurang.
Cara lain dalam memproduksi sinar bergantung pada ekspansi dan kontraksi kromatofora pada permukaan
kulit.
v Organ Listrik
Mengapa ikan listrik tidak menyengat dirinya sendiri, hal tersebut sulit untuk dipahami meskipun ada dua
penjelasan, yaitu bahwa system saraf ikan selalu diseliputi oleh lemak dan arus listrik mengalir selalu tegak
lurus.
v Ciri Khas Ikan Pari Manta

Tanduk (khas pari manta)


Ciri khas manta adalah sepasang tanduk di dekat mulutnya. Tanduk ini sebenarnya adalah sepasang sirip
sefala (kepala) yang membantu memasukkan air laut yang mengandung plankton makanannya dan bisa
ditekuk ke dalam mulut.
Warna Tubuh
Manta memiliki warna yang bervariasi, mulai dari hitam, biru keabu-abuan, cokelat, hingga nyaris putih. Pola
warna pada tubuh manta juga bervariasi di mana pada pari manta yang ditemukan di Pasifik timur bagian
bawah tubuhnya berwarna dominan hitam, sementara pada jenis pari manta yang ditemukan di Pasifik barat,
warna bagian bawah tubuhnya pucat. Belum diketahui apa fungsi dan penyebab dari pewarnaan bervariasi ini,
namun warnanya yang bervariasi memudahkan para ilmuwan untuk membedakan manta dari wilayah yang
satu dengan wilayah lainnya.
Melompat dari Air
Manta terkenal karena ia bisa melompat keluar dari air dan karena ukuran tubuhnya yang besar, ia selalu
menarik perhatian saat sedang melakukan lompatan. Ada beberapa teori mengenai sebab mereka melompat
dari air. Mereka mungkin melakukan itu untuk melarikan diri dari pemangsanya atau untuk
melepas parasit yang menempel pada tubuhnya. Teori lainnya, manta menggunakan itu untuk berkomunikasi
satu sama lain. Manta juga diperkirakan melompat keluar air untuk menunjukkan kekuatannya saat sedang
mencari pasangan.
Hal unik lain seputar pewarnaan manta adalah mereka memiliki semacam pola di bagian bahu serta bawah
tubuhnya dan pola-pola ini berbeda pada setiap individu manta sehingga dianggap mirip dengan sidik jari pada
manusia.
2.1.7 Makanan
Manta dikenal sebagai salah satu ikan besar yang memakan plankton (filter feeder). Ia makan dengan cara
membuka mulutnyasambil berenang sehingga plankton yang berada dalam air masuk ke dalam mulutnya. Ia
juga bisa menggunakan sepasang sirip kepalanya yang mirip tanduk itu untuk mengarahkan plankton agar

masuk ke mulutnya. Dengan cara ini ia dianggap berburu secara pasif karena ia tidak mengejar mangsanya
untuk makan. Manta juga diketahui memakan hewan-hewan kecil seperti udang dananak ikan.
2.1.8 Reproduksi
Di musim kawin, sejumlah besar manta akan berkumpul untuk mencari pasangan kawin. Beberapa manta
jantan bisa saling bersaing untuk mendapatkan manta betina pasangannya. Manta jantan yang berhasil
mendapatkan manta betina akan berpegangan pada sirip pasangannya menggunakan giginya dan merapatkan
perutnya, lalu memulai perkawinan dengan cara memasukkan alat kelaminnya ke dalam lubang kelamin
betina. Perkawinan berlangsung selama kurang lebih 90 detik.
Pari manta adalah ovovivipar di mana telur menetas saat masih berada di dalam tubuh induknya. Seekor
manta betina bisa membawa 2 bayi manta sekaligus dalam tubuhnya. Periode kehamilan manta sendiri
belum diketahui secara pasti, namun kemungkinan bisa berlangsung antara 9-12 bulan. Bayi manta yang baru
menetas lalu keluar dari tubuh induknya dengan kondisisirip yang masih terlipat. Bayi manta mulai aktif segera
setelah ia mengembangkan siripnya dan bisa langsung mulai berenang. Seekor bayi manta yang baru lahir
diketahui bisa berukuran selebar 1,2 meter dan seberat 45 kg. Bayi manta bisa tumbuh sangat cepat karena
dalam waktu satu tahun, lebar tubuh mereka sudah mencapai hampir 2 kali lebarnya saat pertama kali lahir.
Usia maksimal pari manta sendiri yang diketahui mencapai 20 tahun.

2.1.9 Interaksi dengan hewan Lain


Ikan remora yang menempel pada perut manta
Ikan-ikan kecil diketahui sering berada di dekat manta. Salah satu spesies ikan laut yang paling sering
diketahui suka berada di dekat manta adalah ikan remora (Echeneida sp.). Ikan ini biasa ditemukan menempel
pada bagian bawah tubuh manta memakai semacam penghisap pada bagian atas tubuhnya. Remora
mendapat keuntungan dengan menempel pada manta karena ia terlindung dari pemangsanya dan ia
memperoleh makanan gratis berupa parasit yang menempel pada kulit manta.
2.1.10 Pemangsa
Hewan laut yang diketahui sebagai pemangsa utama pari manta adalah ikan-ikan hiu semisal hiu
macan (Galeocerdo cuvier). Manta tidak memiliki alat pertahanan semisal gigi tajam atau sengat sehingga ia

mengandalkan kemampuan berenangnya untuk melarikan diri dari musuhnya (termasuk mungkin dengan
melompat keluar dari air). Manta juga diketahui bisa memakai sirip dadanya untuk memukul penyerangnya.
2.1.11 Jenis-jenis ikan pari
Di Indonesia dikenal beberapa jenis ikan pari, diantaranya:

Pari Burung (Rhinoptera javanica)

Pari Kelapa (Trygon sephen)

Pari Kembang (Amphostistius kuhlii)

Pari Kampret (Gymnura micrura)

Pari Totol (Himantura varnak)

Pari Kekeh (Rhinobatus djiddensis)

Pari Ayam (Dasyatis sephen) (Anonim, 1979; Anonim 1989).

2.1.12 Jenis-Jenis Ikan Pari (Rays)

1. Pari Mondol-White Spotted Whipray (Himantura Gerardi)

2. Pari Minyak Blue Spotted Maskray (Dasyati Kuhlii)

3. Pari Cingir Whiptail Stingray (Himantura Bleekeri)

4. Pari Keprak / Pari Kupu-Kupu Zonetail Butterfly Rays (Aetoplatea Zonura)

5. Pari Mutiara Jenkins Whipray (Himantura Jenkinsii)

6. Pari Hidung Runcing -Sharpnose (Dasyatis Zugei)

7. Pari Macan Leopart Whipray (Himantura Undulata)

8. Maugean Skate

9. Giant Shovelnose Ray (Rhinobatos typus)

10. Pari Hiu Shark Ray (Rhina ancylostoma)

11. White Spotted Shovelnose Ray (Rhynchobatus djiddensis)

12. Spotted Shovel Nose Ray (Aptychotrema sp)

13. Yellow Shovel Nose Ray (Aptychotremata sp)

14. Brown Stingaree (Urolophus westraliensis)

15. Blotched Stingaree (Urolophus mitosis)

16. Banded Numbfish (Narcine westraliensis)

17. Ornate Numbfish (Narcine sp)

18. Numbfish (Hypnos monopterygium

19. Eyed Skate (Raja sp)

20. Western Round Skate (Irolita sp)

21. Brown Stingray (Dasyatis annolatus)

22. Brown Reticulad Stingray (Dasyatis teylandi)

23. Blue Spotted Stingray (Dasyatis kuhlii)

24. Black Stingray (Dasyatis thetidis)

25. Cowtail Stingray (Pastinachus sephen)

26. Black Blotched Stingray (Taeniura meyeni)

27. BLue Spotted Fantail Stingray (Taeniura iymma)

28. Black Spotted Stingray (Himantura toshi)

29. Manta Ray (Manta birostris)

30. Patchwork Stingaree (Urolophus flavomosaicus)

31. Rat Tailed Ray (Gymnura australis)

32. Pari Burung Elang Barbless Eagle Ray (Aetomyleus nichofii)

33. Pari Burung Elang Spotted Eagle Ray (Aetobatus narinari)

34. Pari Harimau

35. Pari Raksasa

36. Pari Mirip Manusia

2.2 Penyebaran dan kemelimpahan ikan pari

Ikan pari (famili Dasyatidae) mempunyai variasi habitat yang sangat luas dengan pola sebaran yang unik
(Cartamil et al., 2003). Daerah sebaran ikan pari adalah perairan pantai dan kadang masuk ke daerah pasang
surut dan biasanya ditemukan:

Di perairan laut tropis (Tam et al., 2003)

Di perairan tropis Asia Tenggara (Thailand,Indonesia,Papua Nugini)

Amerika Selatan (Sungai Amazon)

Tetapi terdapat sejumlah spesies ikan pari bermigrasi dari perairan laut ke perairan tawar (Yuen et al., 2003).
Di perairan laut, ikan pari mempunyai peran ekologis yang sangat penting, terutama sebagai predator bentos
(Gray et al., 1997). Namun beberapa aspek biologi (misalnya: reproduksi, diet dan fisiologi) ikan pari belum
dikaji secara menyeluruh (Snelson et al., 1988; Gilliam and Sullivan, 1993; Sisneros and Tricas, 2000).
Di perairan Indonesia, ikan pari tertangkap hampir sepanjang tahun (Anonim, 1979). Berdasarkan data
Direktorat Jenderal Perikanan, Departemen Pertanian (1995), bahwa produksi tangkapan ikan pari pada tahun
1993 sebesar lebih kurang 35.686 ton (Statistika Perikanan Indonesia, 1995).
2.3 Manfaat ikan pari
Manfaat ikan pari adalah:

untuk diambil dagingnya, sbgai bahan makanan

untuk diambil kulitnya

untuk diambil tulangnya, sebagai sumber penghasil gelatin

Meskipun ikan pari tertangkap dalam jumlah yang cukup besar, namun pemanfaatannya masih sangat terbatas
sedangkan bagian lainnya terbuang sebagai limbah (Anonim, 1989; Saleh et al., 1995).
BAB III

KESIMPULAN
Ikan pari termasuk ke dalam ikan bertulang rawan, mempunyai bentuk tubuh gepeng melebar menyatu dengan
sisi kiri-kanan kepalanya. Umumnya mempunyai ekor menyerupai cemeti. Mata ikan pari umumnya terletak di
kepala bagian samping.
Secara fisiologi dan anatomi,

Alat gerak pari bergerak memakai sirip dadanya dengan cara mengombakkannya dari bagian dekat

kepala hingga ke belakang tubuh, berenang dengan gerakan menggelombang sirip pectoral yang lebar.

Sisik ikan pari terdapat 2 macam, yaitu sisik plakoid dan ktenoid. Sisik ktenoid pada beberapa spesies

mereduksi menjadi satu tonjolan atau duri yaitu duri sirip dorsal pada ikan pari.

Pada beberapa spesies, terdapat ikan pari yang berbisa dan beracun. Racun tersebut terdapat pada

spina dorsal berhubungan dengan kelenjar bisa yang sangat beracun. Serta terdapat ikan pari yang ekornya
dilengkapi duri penyengat sehingga disebut sting-rays,

Pada pari manta, terdapat ciri khas yaitu sepasang tanduk di dekat mulutnya yang sebenarnya

adalah sepasang sirip kepala untuk membantu memasukkan air laut yang mengandung plankton makanannya
dan bisa ditekuk ke dalam mulut.

Warna tubuh manta memiliki warna yang bervariasi, mulai dari hitam, biru keabu-abuan, cokelat,

hingga nyaris putih.


Manfaat dari ikan pari dapat digunakan kulit, daging dan tulangnya.

Ikan pari merupakan ikan bertulang rawan atau Chondricthyes yang berasal dari ordo
Rajiformes,yang berarti celah yang berada di bawah .Berdasarkan teori evolusi ikan
pari adalah evolusi dari ikan hiu yang telah beradaptasi dengan kehidupan bawah laut.
Tekanan air laut merupakan faktor yang merangsang dan mengarahkan arus revolusi
ikan. Dengan adanya celah insang di bawah maka tidak hanya memudahkan mampu
lepas landas dengan daya dorong semburan, tapi juga memungkinkan sirip dadanya
berada disekitar kepala sehingga terciptalah ikan pari modern dengan sirip dada mirip
sayap. Habitat yang disenangi ikan pari adalah dasar perairan pantai yang dangkal
dengan substrat pasir dan Lumpur, dekat rataan terumbu karang (reef flat), laguna,
teluk, muara sungai dan air tawar. Ada beberapa jenis yang hidup di laut lepas dekat
permukaan sampai kedalaman lebih dari 2000 m.
Bentuk tubuh ikan pari seperti cakram dengan bentuk ekor tidak bercangak.
Mempunyai 1 atau 2 sirip punggung, dan satu sirip ekor tetapi pada beberapa jenis
tidak memiliki sirip punggung dan ekor. Sirip dada hampir selalu sangat lebar
menyerupai sayap, yang sisi depannya bergabung secara mulus di kepalanya. Sirip
perut dan dua clasper (sepasang alat kelamin jantan) di bawahnya terletak di ujung
belakang sirip dada, tidak mempunyai sirip dubur. ikan pari mempunyai ekor yang
panjang seperti cambuk. Panjang ekornya melebihi panjang tubuhnya, dan terdapat
sebuah duri tajam atau lebih yang menjadi senjata berbisa. Mulut ikan pari terletak di
sisi bawah kepalanya sehingga lumpur dan pasir dapat tersedot kedalam bersama
sama dengan arus pernapasan, tetapi hal tersebut dapat diatasi dengan menarik air
masuk melalui dua lubang besar di di belakang matanya. Pada beberapa jenis ikan
pari berukuran besar yang hidup di lautan terbuka, bernapas normal yaitu dengan
menarik air masuk melalui mulutnya. Gigi-gigi disepanjang rahang biasanya berwarna
cokelat tua dan abu-abu dengan pola bervariasi. Pada ikan pari jantan mempunyai
"mixopterygia" atau penjepit, yaitu suatu tonjolan sirip pinggul yang telah mengalami
perubahan, digunakan untuk memasukkan sperma ke dalam kloaka betina sewaktu
kawin.

Ada beberapa jenis ikan pari yang diketahui, diantaranya ikan pari gergaji
(Pristidae), mempunyai moncong yang sangat panjang dan tubuhnya agak mirip ikan
hiu, gergajinya yang aneh adalah tulang rawan yang pipih keras, kaku, digunakan
sebagai senjata untuk mempertahankan diri atau untuk menyerang mangsa. Ikan pari
sengat (Dasyatidae), mempunyai 1-3 duri berbisa pada pangkal ekor yang dapat
membuat luka sangat menyakitkan bahkan dapat mematikan. Di dalam duri tersebut
terdapat sel-sel kelenjar bisa, sehingga di banyak daerah duri-duri ini digunakan
sebagai ujung tombak. Pari sengat biasanya berdiam diri di pasir atau Lumpur pada
pantai yang dangkal dan sulit terlihat. Beberapa diantaranya mempunyai sengatan yang
dapat mengakibatkan kelumpuhan otot-otot jantung dan kematian. Ikan pari hantu
(Mobulidae), merupakan pari bertubuh besar dan berpenampilan ganjil, mempunyai 10
jenis . Pari hantu dapat melayang di udara, dan menimbulkan bunyi seperti ledakan
meriam ketika jatuh kembali ke air. Yang terakhir yaitu Ikan pari luncur (Rajidae),
mempunyai 119 jenis, bertubuh sangat pipih, berbentuk segi tiga dan belah ketupat.
Berbeda dengan ikan pari lain, ikan pari luncur bereproduksi dengan menghasilkan
telur.

Pari gergaji : Pristis cuspidatus

Pari sengat : Dasyatis brevicaudata

Pari luncur : Raja erinacea

Pari hantu : Manta ray

Ikan pari merupakan satu dari beberapa hewan laut yang berbahaya, karena
sengatan yang berasal dari ekornya dapat pemnyebabkan kelumpuhan bahkan
kematian karena bersirat neurotoksik. ikan pari senang membenamkan dirinya di pasir
untuk berkamuflase. Untuk mencegah sengatan ikan pari dapat dilakukan dengan
jalan stringray shuffle yaitu mengaduk-aduk pasir agar keberadaan ikan pari dapat
segeraa diketahui oleh penyelam. untuk tindakan penanggulangan, setelah tersengat
ikan pari usahakan korban segera ditangani dengan cara merendam dengan air panas
sekitar 45 derajat celcius,karena racun yang dikeluarkan ikan pari termasuk,protein, dan
akan hancur apabila terkena panas, namun jangan diberikan air biasa karena akan
mempercepat penyebaran racun tersebut. Penanganna lebih lanjut harus ditangani
oleh dokter.