Anda di halaman 1dari 5

SOP IMUNISASI DPT 3

HOME CARE

Oleh:
Kelompok 8
Nailul Aizza Rizqiyah

NIM 122310101032

Dema Novita Hindom

NIM 132310101033

Popi Dyah P K

NIM 1323101010

Windi Noviani

NIM 1323101010

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2015

IMUNISASI DPT 3
PSIK
UNIVERSITAS
JEMBER
PROSEDUR TETAP
1.

PENGERTIAN

NO DOKUMEN:
NO. REVISI:
HALAMAN:
TANGGAL TERBIT: DITETAPKAN OLEH :
Upaya untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit
Difteri, Pertusis, Tetanus dengan cara memasukkan kuman
difteri, pertusis, tetanus yang telah dilemahkan dan
dimatikan

kedalam

tubuh

sehingga

tubuh

dapat

menghasilkan zat anti yang pada saatnya nanti digunakan


tubuh untuk melawan kuman atau bibit ketiga penyakit
2.

TUJUAN

tersebut (Markum, 2005).


Untuk mencegah:
1. penyakit Difteri
2. penyakit pertusis (batuk rejan)

3.
4.

INDIKASI
KONTRA
INDIKASI

3. penyaki Tetanus (kejang otot seluruh tubuh)


Bayi usia 6 bulan setelah menerima imunisasi DPT I dan II
1. Riwayat reaksi alergi sistemik pada pemberian vaksin
sebelumnya
2. Riwayat timbulnya kumpulan gejala disfungsi sistem
saraf pusat (encephalopathy) sesudah pemberian vaksin
sebelumnya
3. Riwayat demam tinggi

pada

pemberian

vaksin

sebelumnya
4. Riwayat keadaan anak menjadi lemah serta respon yang
minimal dalam (hypotonic-hyporesponsive) 48 jam
setelah pemberian vaksin sebelumnya
5. Riwayat anak menagis terus menerus selama lebih dari
3 jam (inconsolable crying) dan kejang 3 hari sesudah
5.

PERSIAPAN

pemberian vaksin sebelumnya.


1. Atur posisi bayi

PASIEN

2. Dudukkan bayi dipangkuan ibunya


3. Bagian tubuh kanan bayi dilipat di ketiak ibunya
4. Ibu menopang kepala bayi

6.

PERSIAPAN

5. Tangan kiri ibu memegang tangan kiri bayi


1. Sarung tangan satu pasang

ALAT

2. Spuit berikut jarumnya steril dengan ukuran sesuai


kebutuhan
3. Bak instrument
4. Kapas alkohol dalam kom
5. Perlak dan pengalas
6. Obat imunisasi sesuai dengan kebutuhan

7.

CARA KERJA

7. Bengkok buku injeksi atau daftar obat


1. Tahap pra interaksi
a. Melakukan

verifikasi

data

tentang

program

pemberian yang akan dilakukan


b. Mencuci tangan
c. Menyiapkan obat imunisasi dengan mengecek jenis
dan tanggal kadaluarsa obat imunisasI
d. Menempatkan alat didekat pasien dengan benar
e. Menjaga perivacy pasien
f. Atur pencahayaan yang baik
2. Tahap orientasi
a. Memberikan salam kepada pasien dan keluarga
b. Mengklarifikasi nama pasien yang akan diimunisasi
c. Menjelaskan tujuan dan perosedur tindakan pada
keluarga atau pasien
d. Menamyakan kesiapan pasien sebelum kegiatan
dilakukan
e. Melibatkan keluarga dalam pembrian imunisasi
3. Tahap Kerja
a. Menggunakan sarung tangan bersih
b. Mengatur posisi pasien, sesuai tempat penyuntikan
c. Memasang perlak dan pengalasnya
d. Menentukan tempat penyuntikan dengan benar sesuai

dengan jenis dan imunisasinya


e. Membebaskan daerah yang akan dinjeksi dari
pakaian
f. Ambil sedikit kapas yang telah dibasahi dengan air
hangat
g. Bersihkan tempat penyuntikan
h. Cara penyuntikan vaksin DPT yaitu tempat yang
akan disuntikkan adalah 1/3 bagian paha luar
i. Jepitlah lengan/paha yang akan disuntik dengan jarijari tangan kiri
j. Masukkan jarum ke dalam kulit yang dijepit dengan
sudut kira-kira 90 derajat terhadap paha
k. Jangan menusukkan jarum terlalu dalam dan kontrol
jarumnya dengan cara menarik pirstonnya untuk
meyakinkan jarum tidak mengenai pembuluh darah
l. Bila ada darah maka jarumnya di cabut dan di
pindahkan ke tempat lain
m. Tekan pinstonnya perlahan-lahan sebanyak 0,5 cc
n. Cabut jarum
o. Usap bekas suntikan dengan kapas air hangat untuk
membersihkan kulit.
4. Tahap terminasi
a. Melakukan evaluasi tindakan
b. Melakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
c. Mengakhiri kegiatan dengan mengembalikan bayi
atau anak kepada orang tuanya
d. Membereskan alat
8.

HASIL

e. Mencuci tangan
.
.
.
.

Hal hal yang perlu diperhatikan:


.
.
.