Anda di halaman 1dari 45

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu, yang meliputi tujuan pendidikan nasional serta
kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta
didik. Kurikulum ini disusun oleh satuan pendidikan SMP 13 Semarang untuk memungkinkan
penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada khususnya di kota
Semarang dan Jawa Tengah pada umumnya.
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003
(UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan,
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMP 13 Semarang mengacu pada standar
nasional, yang meliputi : standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana
dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan
standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan
(SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan di SMP 13 Semarang dalam
mengembangkan kurikulum, disamping berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan
Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi
kesempatan peserta didik untuk:

belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

KTSP SMP 13 Semarang

belajar untuk memahami dan menghayati,

belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,

belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan

belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif,
kreatif, efektif dan menyenangkan.

Selanjutnya KTSP ini digunakan sebagai acuan pendidikan di SMP 13 Semarang dalam upaya
penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan pendidikan pada tingkat satuan Sekolah
Menengah Pertama.
Landasan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah sebagai berikut:
1. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional yaitu: pasal 1 ayat ( 19 ), pasal 17 ayat ( 1, 2, 3 , 4 ) pasal 32 ayat (1, 2, 3 ),
pasal 35 ayat (1, 2) , pasal 36 ayat ( 1, 2, 3, 4 ), pasal 37 ayat (1), pasal 38 ayat (1, 2, )
2. Peraturan Pemerintah

Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar

Nasional Pendidikan yaitu: pasal 1 ayat (5, 13, 14, 15 ), pasal 4 ayat (1,2 ), pasal 5 ayat
( 1, 2 ), pasal 6 ayat ( 6 ), pasal 7 ayat ( 1,2,3,4,5,6,7,8 ), pasal 8 ayat (1, 2, 3 ), pasal 10
ayat ( 1,2, 3, ), pasal 11 ayat ( 1, 2, 3, 4 ), pasal 13 ayat ( 1,2,3,4 ), pasal 14 ayat
( 1,2,3 ), pasal 16 ayat ( 1,2,3,4,5 ), pasal 17 ayat ( 1,2 ), pasal 18 ayat ( 1,2,3 ), dan
pasal 20
3. Standar Isi
Standar Isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai
kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

KTSP SMP 13 Semarang

Berikut ini yang termasuk dalam Standar Isi adalah:

Kerangka dasar dan struktur Kurikulum,

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar setiap mata pelajaran pada setiap
semester dari setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Standar Isi
ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 22 Tahun 2006.

4. Standar Kompetensi Lulusan


SKL merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan
keterampilan sebagaimana ditetapkan dalam Kepmendiknas No. 22 Tahun 2006.

B. Tujuan KTSP

KTSP disusun sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai


tujuan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.

C. Prinsip Pengembangan KTSP

KTSP dikembangkan berdasarkan pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan
penyusunan Kurikulum yang disusun oleh BSNP serta memperhatikan pertimbangan komite
sekolah dengan prinsip sebagai berikut:

 Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan
lingkungannya.
 Beragam dan terpadu. Beragam artinya KTSP disusun sesuai dengan karakteristik
peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak
diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial
ekonomi, dan gender. Terpadu artinya ada keterkaitan antara muatan wajib, muatan
lokal, dan pengembangan diri dalam KTSP.

KTSP SMP 13 Semarang

 Tanggap terhadap perkembangan ilmu penegetahuan, teknologi, dan seni.


 Relevan dengan kebutuhan kehidupan masa kini dan masa datang.
 Menyeluruh

dan

berkesinambungan.

Menyeluruh

artinya

KTSP

mencakup

keseluruhan dimensi kompetensi dan bidang kajian keilmuan. Berkesinambungan


artinya KTSP antarsemua jenjang pendidikan berjenjang dan berkelanjutan.
 Belajar sepanjang hayat.
 Seimbang antarkepentingan nasional dan daerah.

KTSP SMP 13 Semarang

BAB II
TUJUAN
A. Tujuan Pendidikan
1. Pendidikan adalah Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bansa dan negara.

2. Tujuan Pendidikan Dasar (SD/MI/SDLB/Paket A dan SMP/MTs/SMPLB) adalah


meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan
untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

3.

Pendidikan Nasional (diknas) adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan


Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 yang berakar pada nilai-nilai
agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.

4. Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) adalah keseluruhan komponen pendidikan yang


saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

KTSP SMP 13 Semarang

B. Visi Sekolah
UNGGUL DALAM PRESTASI, BERBUDI PEKERTI LUHUR BERDASARKAN
IMAN DAN TAQWA
Indikator :
Unggul dalam berbagai aspek sebagai berikut:
a. pengembangan isi kurikulum,
b. peningkatan standar kelulusan,
c. layanan proses pembelajaran,
d. pengembangan sarana pendidikan dan media pembelajaran,
e. pengembangan SDM,
f. kelembagaan sistem manajemen sekolah,
g. peningkatan keimanan dan ketaqwaan,
h. standar penilaian, dan
i. penggalangan pembiayaan pendidikan.
C. Misi Sekolah
1. Melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada semua jenjang pendidikan,
2. Mewujudkan pendidikan yang menghasilkan lulusan berkualitas, beriman, cerdas dan siap
berkompetisi,
3. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif untuk mengoptimalkan potensi
dan kreatifitas siswa,

KTSP SMP 13 Semarang

4. Mewujudkan tersedianya sarana pendidikan dan media pembelajaran yang efektif dan
efisien,
5. Mengembangkan pengelolaan SDM yang mampu memberikan layanan pendidikan secara
profesional dan bertanggungjawab,
6. Menciptakan suasana yang kondusif untuk peningkatan mutu kelembagaan dan
mengefektifkan sistem informasi manajemen sekolah,
7. Menumbuhkembangkan penghayatan dan pengamalan terhadap agama yang dianut untuk
membentuk sikap dan perilaku santun dan berbudi pekerti luhur,
8. Melaksanakan sistem penilaian yang standar, dan
9. Memberikan layanan pengelolaan pendidikan yang transparan, akuntabel sehingga
terwujud hubungan kondusif dengan pihak terkait.

D. Tujuan Sekolah

Tujuan sekolah selama 4 (empat) tahun ke depan adalah sebagai berikut:


1. Mampu mengembangkan standar isi kurikulum dan menerapkan penggunakan KTSP
dalam proses pembelajaran,
2. Mampu meningkatkan skor (GSA) dan mencapai standar kelulusan,
3. Mampu menerapkan proses pembelajaran dengan strategi pendekatan CTL dan belajar
tuntas,
4. Mampu mewujudkan tersedianya sarana prasarana pendidikan dan media pembelajaran
yang memenuhi standar pendidikan,

KTSP SMP 13 Semarang

5. Mengoptimalkan kinerja seluruh tenaga pendidikan, serta memiliki tim work handal, yang
mampu memberikan layanan secara prosedural, proporsional dan

profesional sesuai

tupoksi,
6. Mampu melaksanakan pencapaian mutu kelembagaan dan sistem informasi manajemen
sekolah,
7. Menciptakan kehidupan warga sekolah yang santun, saling menghargai dan menghormati
dengan menjunjung tinggi norma agama,
8. Mampu menerapkan standar sistem penilaian sesuai dengan BSNP, dan
9. Mampu menggalang dana untuk mencukupi keperluan operasional dan pengembangan
institusi sekolah.

KTSP SMP 13 Semarang

BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KTSP

A. Mata Pelajaran
1. Struktur KTSP
Struktrur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang tertuang
dalam Standar Isi, meliputi lima kelompok mata pelajaran, sebagai berikut :
KELOMPOK MATA

CAKUPAN

PELAJARAN
1. Agama dan Akhlak
Mulia

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia


dimaksudkan

untuk

membentuk

peserta

didik

menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada


Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak
mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral
sebagai perwujudan dari pendidikan agama.
2. Kewarganegaraan
dan Kepribadian

Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan


kepribadian

dimaksudkan

untuk

peningkatan

kesadaran dan wawasan peserta didik akan status,


hak,

dan

kewajibannya

dalam

kehidupan

bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta


peningkatan
Kesadaran

kualitas
dan

dirinya

wawasan

sebagai

manusia.

termasuk

wawasan

kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara,

KTSP SMP 13 Semarang

KELOMPOK MATA

CAKUPAN

PELAJARAN
penghargaan

terhadap

hak-hak

asasi

manusia,

kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup,


kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial,
ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan
sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan
nepotisme.
3. Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi

Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan


teknologi pada SMP 13 Semarang dimaksudkan
untuk

memperoleh

kompetensi

dasar

ilmu

pengetahuan dan teknologi serta membudayakan


berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.
4. Estetika

Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan


untuk

meningkatkan

sensitivitas,

kemampuan

mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi


keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi
dan mengekspresikan keindahan serta harmoni
mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam
kehidupan individual sehingga mampu menikmati
dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan
kemasyarakatan

sehingga

kebersamaan yang harmonis.

KTSP SMP 13 Semarang

10

mampu

menciptakan

KELOMPOK MATA

CAKUPAN

PELAJARAN

5. Jasmani, Olahraga

Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan

dan Kesehatan

kesehatan pada SMP 13 Semarang dimaksudkan


untuk

meningkatkan

potensi

fisik

serta

membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup


sehat.
Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan
perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun
yang

bersifat

kolektif

kemasyarakatan

seperti

keterbebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan


narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan
penyakit lain yang potensial untuk mewabah.

Pengelompokan mata pelajaran selengkapnya sebagai berikut:


1. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia meliputi Pendidikan Agama,
2. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan

dan kepribadian meliputi Pendidikan

Kewarganegaraan,
3. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi meliputi Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial,
Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi,
4. kelompok mata pelajaran estetika meliputi Seni Budaya dan Bahasa Jawa, dan

KTSP SMP 13 Semarang

11

5. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan meliputi Pendidikan


Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.

KTSP SMP 13 Semarang

12

Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan SMP Negeri 13 Semarang adalah
sebagai berikut:

Kelas dan Alokasi Waktu


Komponen

VII

VIII

IX

1. Pendidikan Agama

2. Pendidikan Kewarganegaraan

3. Bahasa Indonesia

4. Bahasa Inggris

5. Matematika

6. Ilmu Pengetahuan Alam

7. Ilmu Pengetahuan Sosial

8. Seni Budaya

9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan

4*)

4*)

4*)

38

38

38

A. Mata Pelajaran

Kesehatan
10. Keterampilan/Teknologi Informasi
dan Komunikasi
B. Muatan Lokal (Bhs. Jawa)
C. Pengembangan Diri
Upacara Bendera, Bimbingan dan
Konseling, Pramuka, PMR, Olah Raga
dan Kesenian, Pengembangan Bahasa,
Imtaq
Jumlah
2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

KTSP SMP 13 Semarang

13

2. Muatan KTSP
Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) meliputi sejumlah mata
pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada
satuan pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri
termasuk ke dalam isi kurikulum sebagai berikut.
a.

Mata Pelajaran

1) Pendidikan Agama
Meliputi: Agama Islam, Kristen dan Katolik
Tujuan:

Memberikan wawasan terhadap keberagaman agama diIndonesia.

Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa sesuai keyakinan

agamanya

masing-masing.
2) Kewarganegaraan dan Kepribadian
Tujuan:

Memberikan pemahaman terhadap siswa tentang kesadaran hidup berbangsa dan


bernegara dan pentingnya penanaman rasa persatuan dan kesatuan.

3) Bahasa Indonesia
Tujuan:

Membina ketrampilan berbahasa

secara

lisan dan tertulis serta dapat

menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dan sarana pemahaman terhadap


IPTEK.

KTSP SMP 13 Semarang

14

4) Bahasa Inggris
Tujuan:

Membina ketrampilan berbahasa dan berkomunikasi secara lisan dan tertulis untuk
menghadapi perkembangan IPTEK dalam menyongsong era globalisasi.

5) Matematika
Tujuan:

Memberikan pemahaman logika dan kemampuan dasar matematika dalam rangka


penguasaan IPTEK.

6) Ilmu Pengetahuan Alam


Meliputi: Fisika dan Biologi
Tujuan:

Memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada siswa untuk menguasai dasardasar sains dalam rangka penguasaan IPTEK serta menghayati ciptaan Tuhan
Yang Maha Esa .

7) Ilmu Pengetahuan Sosial


Meliputi: Sejarah, Ekonomi, dan Geografi
Tujuan:

Memberikan

pengetahuan

sosio

cultural

masyarakat

yang

majemuk,

mengembangkan kesadaran hidup bermasyarakat serta memiliki ketrampilan hidup


secara mandiri.

KTSP SMP 13 Semarang

15

8) Seni Budaya
Meliputi: Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari
Tujuan:

Mengembangkan apresiasi seni, daya kreasi dan kecintaan pada seni budaya
Nasional.

9) Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan


Tujuan:

Menanamkan kebiasaan hidup sehat, meningkatkan kebugaran dan ketrampilan


dalam bidang olahraga, menanamkan rasa sportifitas, tanggung jawab disiplin dan
percaya diri pada siswa.

10) Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi


Tujuan:

Memberikan ketrampilan dibidang Teknologi Informatika yang sesuai dengan


bakat dan minat siswa.

B. Muatan Lokal
a. Latar Belakang
Berdasarkan SK Gubernur Jawa Tengah Nomor 895.5/01/2005 tanggal 23 Februari
2005 Tentang Kurikulum Mata Pelajaran Bahasa Jawa Tahun 2004 untuk jenjang pendidikan
SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs dan SMA/SMALB/SMK/MA Negeri dan Swasta sebagai
Mulok Wajib di Provinsi Jawa Tengah adalah Bahasa Jawa. Hal ini ditempuh sebagai upaya
mempertahankan nilai-nilai budaya masyarakat setempat (Jawa) dalam wujud komunikasi dan
apresiasi sastra.

KTSP SMP 13 Semarang

16

b. Tujuan
Untuk mengembangkan kompetensi berbahasa Jawa dan melestarikan Bahasa Jawa.
c. Ruang Lingkup
1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah: melestarikan dan mengembangkan
kebudayaan daerah, dan
2. Lingkup isi/jenis muatan lokal berupa: Bahasa Jawa.
FORMAT SK-KD MUATAN LOKAL
Nama Muatan Lokal: Bahasa Jawa
Kelas/Semester: VII / 1-2
No

SK

Mampu mendengarkan dan memahami

berbagai wacana lisan dalam berbagai


ragam bahasa Jawa

KD
Mendengarkan dan memahami percakapan dalam
berbagai kegiatan di lingkungan sekolah, rumah,
atau masyarakat.
Mendengarkan dan memahami cerita teman
tentang pengalaman yang berkesan.
Mendengarkan dan memahami pengumuman
tentang rencana kegiatan liburan di sekolah.
Mendengarkan dan memahami dongeng binatang
(fabel).
Mendengarkan dan memahami isi berita melalui
media massa.
Mendengarkan dan memahami isi cerita
pewayangan.

Mampu mengungkapkan pikiran, pendapat,


Bercerita atau mendongeng
gagasan, perasaan secara lisan melalui
berbicara, bertelepon, dan berdialog dalam
Bertelepon
berbagai ragam bahasa Jawa dengan
memperhatikan tingkat tutur bahasa Jawa

yang sesuai.

Berdialog

a. Mampu membaca dalam hati dan


memahami isi bacaan sastra maupun
nonsastra.
b. Mampu membaca nyaring (bersuara)
sesuai lafal, intonasi, jeda, tempo, dan
irama.
c. Mampu membaca indah.
d. Mampu membaca dan memahami
wacana berhuruf Jawa.

Membaca dalam hati dan memahami wacana


nonsastra.

KTSP SMP 13 Semarang

Membaca nyaring (bersuara) bacaan nonsastra.

Membaca indah

17

wacana berhuruf Jawa.


Membaca wacana berhuruf Jawa.

Mampu menuliskan gagasan, pikiran,


pendapat, dan perasaan dalam berbagai
ragam bahasa Jawa sesuai tingkat tutur
ahasa Jawa

Menulis pengalaman pribadi yang berkesan atau


sebuah proses.
Menulis narasi.
Menulis surat.
Menulis percakapan (dialog).

Kelas/Semester : VIII / 1-2


No
SK
1

Mampu mendengarkan dan memahami


berbagai wacana lisan dalam berbagai
ragam bahasa Jawa

Mampu mengungkapkan
pikiran,pendapat,gagasan, perasaan secara
lisan melalui berbicara, bertelepon, dan
berdialog dalam berbagai ragam bahasa
Jawa dengan memperhatikan tingkat tutur
bahasa Jawa yang sesuai.

a. Mampu membaca dalam hati dan


memahami isi bacaan sastra maupun
nonsastra.
b. Mampu membaca nyaring (bersuara)
sesuai lafal, intonasi, jeda, tempo, dan
irama.
c. Mampu membaca indah.
d. Mampu membaca dan memahami
wacana berhuruf Jawa.

Mampu menuliskan gagasan, pikiran,


pendapat, dan perasaan dalam berbagai
ragam bahasa Jawa sesuai tingkat tutur
berbahasa Jawa.

KTSP SMP 13 Semarang

KD
Mendengarkan dan memahami cerita yang
dibacakan, misalnya cerita lakon wayang, cerita
rakyat, crita cekak, dsb.
Mendengarkan dan memahami isi berita
berbahasa Jawa yang disiarkan melalui radio/TV
atau hasil rekamannya.
Mendengarkan dan memahami isi pidato atau
kutbah berbahasa Jawa.
Mendengarkan dan memahami isi berita
berbahasa jawa yang disiarkan melalui siaran
radio/TV.
Mendengarkan dan memahami cerita yang
dibacakan, misalnya cerita wayang, cerita rakyat,
crikak, dsb.
Berdialog dengan orang tua atau yang lebih tua,
misalnya menyampaikan pesan atau menanyakan
sesuatu.
Bercerita tentang pengalaman pribadi, misalnya
berkemah, bertamasya, perpisahan kelas, atau
pengalaman lain.
Mengemukakan pikiran, perasaan dan informasi
melalui kegiatan diskusi atau protokoler.
Berdialog dengan orang tua atau yang lebih tua,
misalnya menyampaikan pesan.
Mengungkapkan pikiran, perasaan dan informasi
melalui kegiatan diskusi dan atau protokoler.
Membaca bacaan sastra, misalnya geguritan,
cerkak.
Membaca dalam hati bacaan sastra, misalnya
wayang, cerita rakyat.
Membaca nyaring teks bacaan non sastra misal
tentang suatu peristiwa/proses.
Membaca dan memahami paragraf sederhana
berhuruf Jawa.
Membaca bacaan sastra, misalnya geguritan atau
crita cekak.
Menulis pengalaman pribadi yang mengesan.
Menulis laporan kunjungan ke suatu tempat.
Menulis surat pribadi.
Mengungkapkan informasi/pesan dalam bentuk
teks berita, slogan, atau poster.
Menulis surat undangan.

18

Kelas/Semester : IX / 1-2
No

SK

KD

Mampu mendengarkan dan


memahami berbagai wacana lisan
dalam berbagai ragam bahasa Jawa.

Mampu mengungkapkan
pikiran,pendapat, gagasan, perasaan
secara lisan melalui berbicara,
bertelepon, dan berdialog dalam
berbagai ragam bahasa Jawa dengan
memperhatikan tingkat tutur bahasa
Jawa yang sesuai.

Mendengarkan dan memahami isi pidato upacara


adat Jawa, misalnya sunatan, pernikahan,
kematian.
Mendengarkan dan memahami isi cerita rakyat,
misalnya Pangeran Sambernyawa.
Mendengarkan dan memahami tembang macapat,
misalnya Pangkur.
Berdialog dengan berbagai lapisan masyarakat.

a. Mampu membaca dalam hati dan

memahami isi bacaan sastra


maupun nonsastra.
b. Mampu membaca nyaring
(bersuara) sesuai lafal, intonasi,
jeda, tempo, dan irama.
c. Mampu membaca indah.
d. Mampu membaca dan memahami
wacana berhuruf Jawa.

Mampu menuliskan gagasan, pikiran,


pendapat, dan perasaan dalam
berbagai ragam bahasa Jawa sesuai
tingkat tutur berbahasa Jawa.

Menceritakan cerita rakyat populer, misalnya


Lutung Kasarung.
Menginformasikan peristiwa aktual.
Berpidato dalam suatu peristiwa.
Membaca dalam hati dan memahami isi bacaan
tentang upacara adat Jawa, misalnya tumplak
punjen.
Membaca nyaring (bersuara) bacaan sastra,
misalnya panyandra panganten.
Membaca karya sastra.
Membaca wacana berhuruf Jawa.
Menulis susastra, misalnya geguritan atau crita
cekak.
Menulis laporan suatu kegiatan, misalnya
kegiatan di sekolah atau masyarakat.
Menulis gagasan, pendapat, usul dengan bahasa
Jawa yang santun.

C. Kegiatan Pengembangan Diri


Kegiatan pengembangan diri yang dikembagkan dalam KTSP ini meliputi layanan
konseling dan ekstrakurikuler.
1. Kegiatan Pelayanan Konseling
1.1 Latar Belakang
Pelayanan konseling di sekolah/madrasah merupakan usaha membantu peserta didik
dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta

KTSP SMP 13 Semarang

19

perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan konseling memfasilitasi pengembangan


peserta didik, secara individual, kelompok dan atau klasikal, sesuai dengan kebutuhan,
potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan
ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta
didik.

1.2 Target
a. Pendidikan yaitu, memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan
perilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan masa depan.
b. Pengembangan yaitu, memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta
didik di dalam lingkungan sekolah/ madrasah, keluarga dan masyarakat.
c. Pengentasan masalah yaitu, memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu
pada kehidupan efektif sehari-hari.

1.3 Tujuan
Terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya
pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar
peserta didik berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia.
1.4 Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Konseling
1.4.1 Di dalam jam pembelajaran sekolah
1.4.1.1 Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk
menyelenggarakan layanan informasi, penempatan dan penyaluran,
penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain
yang dapat dilakukan di dalam kelas.

KTSP SMP 13 Semarang

20

1.4.1.2 Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per
minggu dan dilaksanakan secara terjadwal.

1.4.1.3 Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan
layanan konsultasi, kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan
rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus.

1.4.2 Di luar jam pembelajaran sekolah

1.4.2.1 Kegiatan tatap


layanan

muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan

orientasi,

konseling

perorangan,,

bimbingan

kelompok,

konseling kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat


dilaksanakan di luar kelas.

1.4.2.2 Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam
pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka
dalam kelas.
1.4.2.3 Kegiatan

pelayanan

konseling

di

luar

jam

pembelajaran

sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan


konseling, diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah.

KTSP SMP 13 Semarang

21

2. Pengembangan Diri yang merupakan Ekstrakurikuler


2.1. Pramuka
2.1.1 Latar Belakang
Kepramukaan dipilih sebagai salah satu kegiatan pengembangan diri untuk menunjang
pendidikan peserta didik dalam mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan
kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik.
Dengan kegiatan Pramuka, para peserta didik diharapkan memiliki sikap hidup yang
baik seperti yang tertuang dalam Dasa Darma Pramuka. Mereka juga memiliki kemampuan
sosial yang tinggi.

2.1.2 Target
Siswa mampu meraih juara 3 besar lomba galang pramuka di tingkat provinsi.
2.1.3 Tujuan

Sebagai wahana siswa untuk berlatih berorganisasi

Memiliki jiwa sosial dan peduli kepada orang lain

Melatih siswa untuk terampil, mandiri, memiliki sikap kerja sama kelompok, dan
dapat menyelesaikan permasalahan dengan tepat

2.1.4 Kegiatan Setiap Pertemuan


Jenis kegiatan: Pramuka
Kelas / Semester: VII/1-2
NO

PERTEMUAN KE -

1.

KEGIATAN
Menyajikan dan mendiskusikan struktur
organisasi Pramuka tingkat daerah sampai
dunia

KTSP SMP 13 Semarang

Mendiskusikan AD Kepramukan

22

Mendiskusikan ART Kepramukaan

Latihan untuk pemilihan Dewan Galang

Pemilihan Dewan Galang

Pelantikan Dewan Galang

Mendiskripsikan makna isi Dasa Dharma


Pramuka

Mendiskripsikan makna isi Tri Satya

Permainan

10

10

Kemah Bakti

2.2 Olah Raga, Seni, dan Budaya


2.3.1 Latar Belakang
Kegiatan Olah raga dipilih sebagai salah satu kegiatan pengembangan diri untuk
menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai
dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik.
Bidang olahraga yang dilaksanakan di SMP 13 meliputi sepak bola, sepak takrow,
bola volley, sedangkan di bidang seni budaya meliputi seni tari dan musik.

2.3.2 Target


Siswa mampu meraih juara 1 lomba bola volley tingkat kota

Siswa mampu meraih juara harapan 1 lomba paduan suara tingkat kota

Siswa mampu meraih juara 1 lomba tari gambang semarang tingkat kota

Siswa mampu meraih juara harapan 1 lomba karate tingkat kota

KTSP SMP 13 Semarang

23

2.3.3 Tujuan

Pengembangan Olahraga Prestasi

Pengembangan Musik dan Tari

Pengembangan seni Bela Diri

2.3.4 Kegiatan Setiap Pertemuan


Jenis kegiatan: Olah Raga, Seni, dan Budaya
Kelas / Semester: VII-IX /1-2
NO.

PERTEMUAN KE...

KEGIATAN

Memantapkan teknik dasar permainan bola volley.

Menerapkan teknik bermain bola volley dengan.


peraturan yang sederhana serta koordinasi dan kerja
sama tim yang baik.

Menerapkan taktik dan teknik bermain bola volley


dengan peraturan yang sederhana.

Melatih teknik dasar gerakan tari.

Mengembangkan variasi gerakan tari.

Melatih mahrot tajuid.

Melatih macam lagu dalam seni baca Al-Quran.

Melatih gerakan dasar bela diri.

Menerapka teknik bela diri dengan benar.

2.4 Kegiatan PMR / PKS


2.4.1 Latar Belakang
Kegiatan PMR sebagai salah satu pilihan pengembangan diri untuk memiliki
pengetahuan dan ketrampilan, berjiwa sosial dan dapat bekerja sama dalam memberikan
pertolongan pertama pada orang lain.

KTSP SMP 13 Semarang

24

2.4.2 Target
Siswa mampu meraih juara 1 lomba PMR di tingkat kota.
2.4.3 Tujuan

Memiliki pengetahuan dan praktik PPPK

Memiliki jiwa sosial dan peduli kepada orang lain

Memiliki sikap kerjasama kelompok

Melatih siswa untuk cepat dan tepat dalam memberikan pertolongan

pertama dan membentuk piket UKS

2.4.4 Kegiatan Setiap Pertemuan


Jenis kegiatan: PMR / PKS
Kelas / Semester: VIII /1-2
NO

PERTEMUAN KE -

Pengenalan

Teori PMR /PKS

Praktik Lapangan I

Praktik Lapangan II

Evaluasi

KTSP SMP 13 Semarang

KEGIATAN

25

2.5 Pengembangan Bahasa Inggris


2.5.1 Latar Belakang
Untuk mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan secara global, maka dibutuhkan
penguasaan bahasa inggris secara aktif. Oleh karena itu sekolah membuka layanan ekstra
kurikuler Bahasa Inggris
2.5.2 Target

Siswa dapat melakukan percakapan dalam Bahasa Inggris antar siswa

Juara I tingkat kota dalam Retelling Story Contest

2.5.3 Tujuan

Siswa mampu berkomunikasi secara aktif dengan menggunakan bahasa Inggris.

Siswa mampu meraih juara I lomba Bahasa Inggris tingkat kota

2.5.3

Kegiatan Setiap Pertemuan


Jenis kegiatan: Pengembangan Bahasa Inggris
Kelas / Semester: VII-VIII /1-2
NO

PERTEMUAN KE

Pengenalan

Teori grammer

Praktek Percakapan

Berlatih menulis cerita

Berlatih bercerita

Evaluasi

KTSP SMP 13 Semarang

KEGIATAN

26

2.6 Kegiatan Paskibra


2.6.1 Latar Belakang
Mengingat sejarah nasional perjuangan bangsa untuk meraih kemerdekaan dan tiga
pemuda yang berjuang mengibarkan bendera, yaitu Ltif, Hendraningrat, dan Suhud. Bapak
Muntahar sebagai bapak Paskibra Indonesia yang mendirikan organisasi Paskibra.
Tuntutan kebutuhan di tiap Provinsi, Kabupaten, dan Kota baik lingkup sekolah
maupun kantor pemerintah mendorong Paskibra berkembang pesat.
Siswa-siswi SMP 13 semarang yang dipelopori oleh Ari Setiawan, Sigit Sujatmoko,
dan uswatun dengan dukungan bapak ibu guru mendirikan organisasi paskibra SMP 13
Semarang dengan nama Pas-Q Spesaga.
2.6.2 Target
Menjadikan paskibra sebagai ujung tombak ekstrakurikuler di lingkup SMP 13
Semarang dan terbaik di tingkat SMP se Kota Semarang.
2.6.3 Tujuan

NO

Membentuk pribadi yang berketuhanan Yang Maha Esa

Menumbuhkan rasa bertanggung jawab dan patriotisme

Sebagai wadah untuk berlatih dan berorganisasi

Memberi bekal tambahan pada siswa-siswi

Meningkatkan bakat dan minat

PERTEMUAN KE

KEGIATAN

Seleksi petugas upacara hari Proklamasi

Latihan Upacar hari Proklamasi

Gladi bersih upacara Proklamasi

Pembubaran panitian upacara Proklamasi

KTSP SMP 13 Semarang

27

Latihan rutin PBB

Latiha Rutin TUB

Ramah tamah dan Olahraga bersama

Latihan Rutin PBB

Latihan Rutin TUB

10

10

Malam pelantika

11

11

Latihan rutin PBB

12

12

Seleksi upacar Sumpah Pemuda

13

13

Gladi bersih upacara Sumpah pemuda

14

14

Seleksi upacar hari pahlawan

2.7 Kegiatan Komputer


2.7.1 Latar Belakang
Dalam rangka mempersiapkan peserta didik yang terampil dan mengusai Teknologi
Informasi dan Komunikasi diharapkan dapat membantu siswa dapat mengenal, menggunakan,
serta merawat peralatan TIK yang ada
2.7.2 Target
Juara harapan I tingkat Kota
2.7.3 Tujuan
Dapat mengoperasionalkan komputer dengan benar
Dapat membuat atau menyunting gambar
Dapat membuat tabel, dan kolom koran
Dapat menggunakan internet

KTSP SMP 13 Semarang

28

2.8 Kegiatan Keagamaan


2.8.1 Latar Belakang
SMP 13 Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008 berbenah diri dengan memberikan
layanan dan bimbingan rohani kepada seluruh siswa yang diberi nama pembinaan Akidah dan
Imtaq. Kedua kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahan akidah pada siswa
serta memberi bekal untuk hidup berdasarkan syari. Pembinaan akidah dilaksanakan setiap
hari Jumat jam pertama dan peningkatan keimanan dan ketaqwaan dilaksanakan diluar jam
reguler disebar pada jam pelajaran selama satu minggu.
2.9.2 Target
2.9.3 Tujuan
C.1 Mekanisme Pelaksanaan
Kegiatan Pengembangan Diri diberikan di luar jam pembelajaran (ekstrakurikuler)
dibina oleh guru-guru yang memiliki kualifikasi yang baik berdasarkan surat keputusan
Kepala Sekolah.
Jadwal Kegiatan
NO

NAMA KEGIATAN

HARI

WAKTU

Kepramukaan

Jumat

Menyesuaikan

PMR

Kamis

Jadwal

Kegiatan Olahraga Seni dan Budaya

Selasa, Kamis

Sekolah

Komputer

Senin - Sabtu

Kegiatan pelayanan Konseling

Senin-Sabtu

Kegiatan keagamaan

Senin - Sabtu

Kegiatan pengembangan Bahasa

Jumat - Sabtu

Paskibra

sabtu

KTSP SMP 13 Semarang

29

C.2. Alokasi Waktu

Untuk kelas 7 dan kelas 8 diberikan 2 jam pelajaran (ekuivalen 2 x 40 menit)

Untuk kelas 9 diberi kegiatan Bimbingan Belajar secara intensif untuk persiapan
menghadapi UN

C.3. Penilaian
Kegiatan pengembangan diri dinilai dan dilaporkan secara berkala kepada sekolah dan
orang tua dalam bentuk kualitatif.
Teknik penilaian yang terapkan sebagai berikut:
1. Penilaian teori
2. Penilaian praktik
3. Observasi
4. Penugasan
KATAGORI

KETERANGAN

Sangat Baik

Baik

Cukup

Kurang

2 jam pelajaran untuk pengembangan diri dilaksanakan diluar jam tatap muka
(ekstrakurikuler)

D. Pengaturan Beban Belajar


Beban belajar satuan pendidikan SMP Negeri 13 Semarang dilaksanakan dengan
menggunakan sistem paket. Sistem paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan

KTSP SMP 13 Semarang

30

yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan belajar yang
sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum tingkat satuan
pendidikan tersebut.

Beban belajar setiap mata pelajaran dinyatakan dalam satuan jam

pembelajaran. Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh
peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui penugasan, struktur dan
kegiatan mandiri tidak terstruktur. Semua itu dimaksudkan untuk mencapai strandar
kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik. Kegiatan
tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik
dengan pendidik. Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran berlangsung
selama 40 menit. Beban belajar kegiatan tatap muka per minggu pada satuan pendidikan SMP
Negeri 13 Semarang adalah 36 jam ditambah kegiatan pengembangan diri yang lamanya
ekuivalen 4 jam.
Penambahan jam pelajaran tersebut dialokasikan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris, Matematika dan Sain dengan tujuan sebagai berikut:

Bahasa Indonesia dengan tujuan lebih meningkatakan kompetensi pada semua aspek
dan terselenggaranya komunikasi dengan siswa secara lebih efektif,

Matematika dengan tujuan untuk menambah kompetensi pada penalaran dan


komunikasi serta pemecahan masalah,

Sain dengan tujuan lebih meningkatkan kompetensi siswa khususnya dalam kinerja
ilmiah dan memberikan rentang perhatian yang lebih panjang sehingga penguasaan
materi lebih optimal, dan

Bahasa Inggris dengan tujuan lebih

meningkatan kompetensi pada praktik

mendengarkan ( listening ) , berbicara ( speaking ) dan diskusi (join construction).

KTSP SMP 13 Semarang

31

Semuanya itu pada akhirnya dapat menambah kemampuan siswa tidak saja pada
penguasaan konsep tapi juga pada praktik sehingga peserta didik semakin berkompeten pada
mata pelajarannya.
Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman
materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar
kompetensi. Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur bagi
peserta didik maksimum 50 % dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran
yang bersangkutan. Penyelesaian program pendidikan dengan menggunakan sistem paket
adalah tiga tahun.
Beban belajar menggunakan sistim paket dengan beban belajar maksimal 36 jam pelajaran per
minggu. Satu jam pelajaran 40 menit, dengan rincian sebagai berikut :

Jumlah jam
pembelajaran
perminggu
36

Minggu efektif
Pertahun ajaran

VII

Satu jam
pembelajaran
tatap muka/menit
40

34 - 38

Waktu
pembelajaran
/jam per tahun
1224 - 1368

VIII

40

36

34 38

1224 1368

IX

40

36

34 - 36

1224 1296

Kelas

E. Ketuntasan Belajar
Ketuntasan Belajar didasarkan pada beberapa pertimbangan, diantaranya input peserta
didik, tingkat esensial dari masing-masing KD/Mata Pelajaran, kemampuan daya dukung dan
kompleksitas tiap-tiap mata pelajaran. Berdasarkan pertimbangan tersebut ditentukan
ketuntasan belajar per aspek dari setiap mata pelajaran berbeda

KTSP SMP 13 Semarang

32

Peserta didik yang belum dapat mencapai ketuntasan belajar harus mengikuti program
perbaikan (remedial) sampai mencapai ketuntasan belajar yang dipersyaratkan. Yang telah
mencapai ketuntasan belajar diatas 80% dapat mengikuti program pengayaan (Enrichment).
SMP Negeri 13 Semarang Menetapkan Kriteria Ketuntasan Belajar Minimal sebagai berikut :

Komponen

KKM

Aspek Penilaian
VII

VIII

IX

Pemahaman Konsep

70

70

70

Penerapan

70

70

70

Pemahaman Konsep

67

67

67

Penerapan

67

67

67

Mendengarkan

70

70

70

Berbicara

70

70

70

Membaca

70

70

70

Menulis

70

70

70

Mendengarkan

65

65

65

Berbicara

65

65

65

Membaca

65

65

65

Menulis

65

65

65

Pemahaman Konsep

65

65

65

Penerapan dan

65

65

65

A. Mata Pelajaran
1. Pend. Agama

2. Pendidikan
Kewarganegaraan

3. Bahasa Indonesia

4. Bahasa Inggris

5. Matematika

komunikasi

KTSP SMP 13 Semarang

33

6. Ilmu Peng. Alam

7. Ilmu Peng. Sosial

8. Seni Budaya

1. Pend.Jasmani, OR &

Pemecahan Masalah

65

65

65

Pemahaman konsep

65

65

65

Kinerja Ilmiah

65

65

65

Pemahaman Konsep

65

66

65

Penerapan

65

66

65

Kreasi

65

65

65

Apreasiasi

65

65

65

Permainan dan OR

66

68

68

Pengembangan

75

66

68

Uji diri / senam

74

68

68

Ritmik

74

68

66

Aquatic

65

65

66

Etika pemanfaatan

65

65

66

Pengolahan hasil

66

66

66

Penugasan proyek

67

67

66

Pemahaman Konsep

66

66

66

Praktik

66

66

66

Kesehatan

10 Teknologi Informasi
dan Komunikasi

B. Muatan lokal
Bhs. Jawa

C. Pengembangan diri

Minimal baik

F. Kenaikan Kelas dan Kelulusan


F.1 Kenaikan Kelas
Peserta didik dinyatakan naik kelas apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran pada dua semester di kelas yang diikuti,

KTSP SMP 13 Semarang

34

b. Tidak terdapat nilai dibawah KKM maksimal 4 mata pelajaran pada semester 2 yang
diikuti,
c. Memiliki nilai minimal Baik untuk aspek kepribadian, kelakuan dan kerajinan pada
semester yang diikuti,
d. Kenaikan kelas berdasarkan nilai raport semester 2 (dua ), dan
e. Tidak boleh ada nilai 50 atau kurang dari 50.
Jika siswa masih belum menuntaskan indikator, kompetensi dasar, standar kompetensi lebih
dari 4 mata pelajaran sampai batas akhir tahun pelajaran, maka siswa harus mengulang di
kelas yang sama. Kriteria kenaikan kelas ini dapat berubah dengan menyesuaikan ketentukan
atau ketetapan terbaru dari Dinas Pendidikan Kota Semarang.

F.2 Kriteria Kelulusan


Berdasarkan PP 19/ 2005 pasal 72 ayat 1 Peserta didik dinyatakan lulus apabila kriteria
berikut terpenuhi:
a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.
b. Memperoleh nilai minimal sesuai dengan batas tuntas mata pelajaran pada mata
pelajaran berikut:
1) Agama dan Akhlak mulia,
2) Kewarganegaraan dan Kepribadian,
3) Estetika, dan
4) Jasmani, Olahraga dan Kesehatan,
c. Lulus Ujian Sekolah untuk kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,
dan
d. Lulus Ujian Nasional.

KTSP SMP 13 Semarang

35

G. Penjurusan
Pada jenjang Pendidikan Dasar tidak ada penjurusan, sehingga tidak dimasukkan dalam
program KTSP di SMP Negeri 13 Semarang.

H. Pendidikan Kecakapan Hidup


Pendidikan kecakapan hidup

yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial,

kecakapan akademik dan kecakapan vocasional merupakan bagian integral dari


pendidikan semua mata pelajaran , jenis pengembangan diri atau berupa modul yang
direncanakan secara khusus pada jenis pada jenis pengembangan diri tertentu .
Dalam setiap pembelajaran peserta didik dituntut harus melakukan ( mempraktikan ) apa
yang diharapkan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar

dengan tidak

meninggalkan Ketakwaan nya pada Tuhan Yang Maha Esa dan selalu berinteraksi dengan
lingkungan sekitar.

I. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global


I.1 Keunggulan Lokal
Latar Belakang
Kualitas pendidikan sebagai salah satu pilar pengembangan sumber daya manusia
bermakna strategis bagi pembangunan nasional. Artinya, masa depan bangsa sangat
tergantung pada kualitas pendidikan masa kini. Sedang pendidikan dapat dikatakan
berkualitas, jika pendidikan di level sekolah juga berkualitas.
Kualitas dalam Proses terkait dengan masih belum meratanya fasilitas yang
dimiliki sekolah seperti buku penunjang, sarana sekolah, dukungan administrasi dan sumber
daya lainnya. Kualitas Hasil tercermin dalam perolehan rata-rata hasil ujian yang belum

KTSP SMP 13 Semarang

36

sesuai harapan serta sebagian besar lulusan kurang memiliki kesiapan melanjutkan ke jenjang
pendidikan tinggi atau masuk dunia kerja.
Sekolah sebagai sebuah sistem memiliki tiga aspek pokok yang erat kaitannya
dengan kualitas sekolah ( Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendudidikan, Depdikbud
1999:10) yang meliputi: Proses Belajar Mengajar, Kepemimpinan dan manajemen sekolah,
serta kultur sekolah.
Program aksi untuk meningkatkan kualitas sekolah secara konvensional senantiasa
bertumpu pada peningkatan kualitas Proses Belajar Mengajar, sedikit menyentuh aspek kultur
sekolah.
Kultur sekolah akan terwujud jika komponen di sekolah menydari sekolah sebagai sebuah
sistem organik atau manusiawi, di mana hubungan kekerabata antar individu yang terlibat
merupakan kunci berlangsungnya sistem
SMP Negeri 13 Semarang sebagai sekolah rintisan SSN, berupaya meningkatkan
kualitas pendidikan dengan menemukan ciri dan keunggulan lokal dan global. Keunggulan ini
dapat dilihat dari Budaya organisasi SMP Negeri 13 Semarang. Keunggulan lokal diharapkan
dicapai melalui implementasi muatan lokal bahasa Jawa, sedang keunggulan global dipenuhi
dengan penerapan internet sebagai bagian dari mapel komputer.
1. Kultur SMP Negeri 13 Semarang
Kultur Sekolah adalah budaya sekolah, adat istiadat atau kebiasaan-kebiasaan yang
berlaku di sekolah yang pada umumnya sukar untuk dirubah. Ini bermakna , secara alami
kultur akan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikut, dan sekolah didisain untuk
memperlancar proses transmisi kultural antar generasi.

KTSP SMP 13 Semarang

37

Kultur SMP Negeri 13 nampak pada hal-hal sebagi berikut:


1. Slogan organisasi SMP 13
2. Slogan siswa
3. Adanya kawasan prestasi
4. Zona Tertib

1.1 Slogan SMP 13


1.1.1 SIAP, DISIPLIN, KUAT, CERDAS, DOA
1. SISWA : SIAP
Semangat yang tinggi dalam belajar
Iman teguh, santun dan berakhlak mulia
Antusias dalam membina ilmu
Pantang menyerah dalam menghadapi cobaan
2. SEKOLAH : DISIPLIN
Dedikasi yang tinggi dalam mengemban amanah
Inovatif, Kreatif, dan Kondusif
Selektif dalam menyelesaikan masalah
Inetraktif, komunikatif terhadap jajaran/pihak terkait
Planning yang tepat dalam pengambilan keputusan
Lugas dan sigap dalam bertindak
Ikhlas, cerdas, dan tuntas
Nyaman, aman, sejuk dalam bekerja
3. KOMITE SEKOLAH : KUAT
Kukuh dalam dukungan dan peduli dalam perkembangan siswa
Usaha bersungguh-sungguh dalam memajukan sekolah
Akuntabel dalam memberikan layanan masyarakat
Tanggap dan peduli terhadap perkembangan keadaan
4. GURU : CERDAS
Cermat, cepat dan tanggap
Eksis, konsisten dan komitmen terhadap tugas
Ramah dalam memberikan layanan

KTSP SMP 13 Semarang

38

Disiplin, tegas dan tuntas


Aktif, kratif dan inovatif dalam berkarya
Santun dan bijak dalam bertindak
5. ORANG TUA : DOA
Dorongan dan dukungan penuh demi kepentingan anak
Optimal dalam memperhatikan perkembangan anak
Arahan pada anak untuk selalu tampil prima

1.1

Slogan siswa : EKSIS


Edukatif
Kreatif
Santun
Iman
Sukses

1.2

Kawasan Prestasi
Kawasan prestasi merupakan area yang digunakan sebagai sugesti bagi
peserta didik agar termotivasi untuk mencapai prestasi yang diinginkan.

1.3

Zona Tertib
Merupakan pemebentukan jiwa disiplin melalui menjaga ketertiban di areal
parkir.

1.

Keunggulan Lokal
Bahasa jawa sebagai muatan lokal diharapkan mampu memberikan kontribusi
nyata dalam mewujudkan keunggulan lokal sekolah. Budaya Santun (unggah ungguh),
merupakan target yang ingin dicapai sebagai keunggulan lokal. Penerapan tatabahasa
jawa sebagai bahasa daerah diharapkan mampu mendorong siswa untuk berperilaku
sopan kepada siapaun, baik terhadap sesama teman, orang tua dan guru atau orang yang

KTSP SMP 13 Semarang

39

lebih tua yang mereka temui. Sehingga timbul sikap yang mencerminkan generasi yang
njawani dengan kemampuan intelektual yang dapat diandalakan.

2. Keunggulan Global
Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komputer mendapat perhatian khusus di
SMP 3 Semarang. Selain termasuk dalam pelajaran intra, komputer juga dikembangkan
melalui kegiatan ekstrakurikuler. Hal itu dilakukan dengan harapan siswa mampu
mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan dimana
IPTEK sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan serta bersaing didunia
pendidkan dan dunia kerja.
J. Kalender Pendidikan
Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah menyusun kalender pendidikan sesuai dengan
kebutuhan daerah, karakteristik sekolah ,kebutuhan peserta didik dan masyarakat dengan
tetap memperhatikan kalender pendidikan sebagaimana yang dimuat dalam Standar Isi

KTSP SMP 13 Semarang

40

KALENDER PENDIDIKAN
KALENDER KEGIATAN SMP NEGERI 13 SEMARANG
TAHUN PELAJARAN 2007/2008
JULI 2007

JML.HBE

TANGGAL

10 s.d 12

Minggu

15

22

29

Senin

16

23

30

31

Selasa

10

17

24

15

Rabu

11

18

25

16 s.d. 18

Kamis

12

19

26

Jum'at
Sabtu

13

20

27

14

21

28

AGUSTUS 2007

HBE

TANGGAL

17

12

19

Senin

13

20

27

Selasa

14

21

28

15

22

29

Kamis

16

23

30

Jum'at

10

17

24

31

Sabtu

11

18

25

SEPTEMBER 2007

HBE

JML.HBE

URAIAN KEGIATAN

16

23

10

17

24

Selasa

11

18

25

Rabu

12

19

26

14 s.d 16

Kamis

13

20

27

13 - 15

Jum'at

14

21

28

15

22

29

OKTOBER 2007

22

TANGGAL

Senin

Minggu

11

Libur Umum HUT Kemerdekaan RI

Minggu

Hari-hari Pertama Masuk Sekolah

26

Rabu

Sabtu

Workshop Pembuatan Administrasi guru


Rapat Dinas Guru Karyawan

JML.HBE

Minggu

URAIAN KEGIATAN

URAIAN KEGIATAN

30

HBE

JML.HBE

TANGGAL

Libur Awal Puasa


21

URAIAN KEGIATAN

14

21

28

Senin

15

22

29

12 s.d 14

Selasa

16

23

30

12 13

Libur Idhul Fitri

Rabu

10

17

24

31

15 - 20

Cuti Bersama

Kamis

11

18

25

31

Jum'at

12

19

26

29 - 31

Sabtu

13

20

27

HBE

NOPEMBER 2007

TANGGAL

26
27

4
3

19

28

25

11

18

25

Senin
Selasa

5
6

12
13

19
20

Rabu

14

21

41

Libur akhir Puasa


Pesantren Kilat

Syawwalan Bersama Guru Karyawan

JML.HBE

Minggu

KTSP SMP 13 Semarang

10 11

Worksop Kegiatan Penilaian

Kegiatan Tengah Semester


12

URAIAN KEGIATAN

Pembekalan Pengurus OSIS dan Perwakilan


Kelas
Libur Khusus Hari Guru Nasional

Kamis
Jum'at

1
2

8
9

15
16

22
23

Sabtu

10

17

24

29
30

4
3
3

DESEMBER 2007

HBE

JML.HBE

TANGGAL

Minggu

16

23

Senin

10

17

24

11 s.d 16

Selasa

11

18

25

25

Rabu

12

19

26

26 s.d 29

27

30

Kamis

13

20

Jum'at

14

21

15

22

29

20

27

21

URAIAN KEGIATAN

31
Ulangan Umum / Uji Kompetensi
Libur Umum Hari Natal 2007
Lomba-lomba Sekolah
Pembagian Raport Semester 1

4
28

Sabtu

JANUARI 2008
Minggu

Senin

13

HBE

JML.HBE

TANGGAL

14

21

28

1 s. d 13

15

22

29

16

23

30

10

17

24

Jum'at

11

18

25

Sabtu

12

19

26

Selasa

Rabu
Kamis

FEBRUARI 2008
3

10

17

24

Senin

11

18

25

Libur Semester 1

11

TANGGAL

URAIAN KEGIATAN

Selasa

12

19

26

Rabu

13

20

27

Kamis

URAIAN KEGIATAN

Penyembelihan Hewan Qurban

HBE

JML.HBE

Minggu

24

14

21

Jum'at

15

22

Sabtu

16

23

HBE

23

MARET 2008
JML.HBE
Minggu

11

18

TANGGAL

URAIAN KEGIATAN

25

Senin

12

19

26

26 - 28

Mid Semester 2

Selasa

13

20

27

29 - 31

Porsenitas Semester 2

Rabu

14

21

28

Kamis

15

22

29

Jum'at

16

23

30

Sabtu

10

17

24

31

Minggu

15

22

29

Senin

16

23

30

APRIL 2008

KTSP SMP 13 Semarang

HBE

JML.HBE

TANGGAL

23 s.d 25

42

27
URAIAN KEGIATAN

Pendalaman Materi Pra UNAS Kl IX dan


Perkemahan Kl VII

Selasa

10

17

24

Rabu

11

18

25

Kamis

12

19

26

Jum'at

13

20

27

Sabtu

14

21

28

MEI 2008
Minggu

Senin

13

28 s.d 29

HBE

JML.HBE
20

Retreat

25

TANGGAL

URAIAN KEGIATAN

27

14

21

28

15

22

29

1 s.d 5

Ujian Sekolah

16

23

30

7 s.d 10

Ujian Sekolah Susulan

10

17

24

31

21 s.d 23

UNAS

Jum'at

11

18

25

Sabtu

12

19

26

Selasa

Rabu
Kamis

JUNI 2008

Hari Pendidikan Nasional

HBE

JML.HBE

15

TANGGAL

URAIAN KEGIATAN

Minggu

10

17

Senin

11

18

25

11 s.d 16

Ulangan Umum Semester 2

Selasa

12

19

26

25 s.d 29

Lomba-lomba Sekolah

Rabu

13

20

27

Kamis

14

21

28

15

22

Jum'at

24

4
29

Sabtu

16

23

30

JULI 2008

HBE

JML.HBE

20

TANGGAL

URAIAN KEGIATAN

Minggu

15

22

29

Senin

16

23

30

Selasa

10

17

24

31

2 s.d. 14

Libur Semester 2

Rabu

11

18

25

16 s.d 18

Hari Pertama Masuk Sekolah tahun 2007/2008

Kamis

12

19

26

Jum'at

13

20

27

Sabtu

14

21

28

Hari Belajar Efektif (HBE):


Semester 1
=
112
Semester 2
=
125

HBE

hari
hari

KTSP SMP 13 Semarang

43

11

Karya Ilmiah Remaja


2.2.1 Latar Belakang
Dalam era Globalisasi ini sangat dibutuhkan generasi muda yang kritis dan cerdas
dalam menyikapi kondisi sekitar. Untuk melatih sikap ini maka diperlukan kegiatan yang
dapat memfasilitasi bakat dan minat serta kreativitas siswa

2.2.2 Target
Siswa mampu meraih juara 5 lomba KIR tingkat kota
2.2.3 Tujuan

Melatih siswa berfikir kritis

Melatih siswa trampil dalam menulis karya ilmiah

Mampu berkompetisi dalam berbagai lomba IPTEK

2.2.4 Kegiatan Setiap Pertemuan


Jenis kegiatan: KIR

KTSP SMP 13 Semarang

44

Kelas / Semester: VII-IX /1-2


NO

PERTEMUAN KE -

KEGIATAN

Menjelaskan arti pentingnya Karya Ilmiah Remaja

Menjelaskan sistimatika penelitian

Melatih membuat mini proyek untuk penelitian

Penyusunan laporan proyek penelitian

Evaluasi hasil proyek penelitian

KTSP SMP 13 Semarang

45