Anda di halaman 1dari 10

TUGAS MANDIRI

Reflek Primitif Bayi Baru Lahir

Oleh :
Adelita Dwi Aprilia
135070201111005
PSIK Reguler 1

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2015

1. Refleks menghisap (sucking reflex)


Bayi akan melakukan gerakan menghisap ketika ibu menyentuhkan puting
susu ke ujung mulut bayi. Refleks menghisap terjadi ketika bayi yang baru lahir
secara otomatis menghisap benda yang ditempatkan di mulut mereka. Refleks
menghisap memudahkan bayi yang baru lahir untuk memperoleh makanan
sebelum mereka mengasosiasikan puting susu dengan makanan. Menghisap
adalah refleks yang sangat penting pada bayi. Refleks ini merupakan rute bayi
menuju pengenalan akan makanan. Kemampuan menghisap bayi yang baru
lahir berbeda beda. Sebagian bayi yang baru lahir menghisap dengan efisien
dan bertenaga untuk memperoleh susu, sementara bayi bayi lain tidak begitu
terampil dan kelelahan bahkan sebelum mereka kenyang. Kebanyakan bayi
yang baru lahir memerlukan waktu beberapa minggu untuk mengembangkan
suatu gaya menghisap yang dikoordinasikan dengan cara ibu memegang bayi,
cara susu keluar dari botol atau payudara, serta dengan kecepatan dan
temperamen bayi waktu menghisap. Refleks menghisap adalah suatu contoh
refleks yang muncul saat lahir dan kemudian akan menghilang seiring dengan
usia bayi. Ada dua tahapan dari reflek ini, yaitu :

Tahap expression : dilakukan pada saat puting susu diletakkan diantara


bibir bayi dan disentuhkan di permukaan langit-langitnya. Bayi akan
secara langsung menekan (mengenyot) puting dengan menggunakan
lidah dan langit-langitnya untuk mengeluarkan air susunya.

Tahap milking : saat lidah bergerak dari areola menuju puting,


mendorong air susu dari payudara ibu untuk ditelan oleh bayi.

2. Refleks mencari (rooting reflex)


Reflek ini ditunjukkan pada saat kelahiran dan akan membantu proses
menyusui. Reflek ini akan mulai terhambat pada usia sekitar empat bulan dan
berangsur-angsur akan terbawa di bawah sadar. Seorang bayi baru lahir akan
menggerakkan kepalanya menuju sesuatu yang menyentuh pipi atau mulutnya,

dan mencari obyek tersebut dengan menggerakkan kepalanya terus-menerus


hingga ia berhasil menemukan obyek tersebut. Setelah merespon rangsang ini
(jika menyusui, kira-kira selama tiga minggu setelah kelahiran) bayi akan
langsung menggerakkan kepalanya lebih cepat dan tepat untuk menemukan
obyek tanpa harus mencari-cari.
Rooting reflex terjadi ketika pipi bayi diusap (dibelai) atau di sentuh
bagian pinggir mulutnya. Sebagai respons, bayi itu memalingkan kepalanya ke
arah benda yang menyentuhnya, dalam upaya menemukan sesuatu yang dapat
dihisap. Refleks menghisap dan mencari menghilang setelah bayi berusia sekitar
3 hingga 4 bulan. Refleks digantikan dengan makan secara sukarela.

3. Reflek palmar grasp


Caranya : Bayi atau anak ditidurkan dalam posisi supinasi, kepala menghadap
ke depan dan tangan dalam keadaan setengah fleksi. Dengan memakai jari
telunjuk pemeriksa menyentuh sisi luar tangan menuju bagian tengah telapak
tangan secara cepat dan hati-hati, sambil menekan permukaan telapak

tangan.
Refleks PALMAR GRASP dikatakan positif apabila didapatkan fleksi seluruh jari
(memegang

tangan

pemeriksa).

Refleks

PALMAR

GRASP

asimetris

menunjukkan adanya kelemahan otot-otot fleksor jari tangan yang dapat

disebabkan akibat adanya palsi pleksus brakhialis inferior atau disebut

Klumpkes Paralyse.
Refleks PALMAR GRASP ini dijumpai sejak lahir dan menghilang setelah usia 6
bulan. Refleks PALMAR GRASP yang menetap setelah usia 6 bulan khas
dijumpai pada penderita cerebral palsy.

4. Reflek Plantar Grasp


Caranya : Bayi atau anak ditidurkan dalam posisi supinasi kemudian ibu jari

tangan pemeriksa menekan pangkal ibu jari bayi atau anak di daerah plantar.
Refleks PLANTAR GRASP dikatakan positif apabila didapatkan fleksi plantar
seluruh jari kaki. Refleks PLANTAR GRASP negatif dijumpai pada bayi atau
anak dengan kelainan pada medula spinalis bagian bawah. Refleks PLANTAR
GRASP ini dijumpai sejak lahir, mulai menghilang usia 9 bulan dan pada usia
10 bulan sudah menghilang sama sekali.

5. Reflek extrusion
Cara Penilaian Dan Interpretasi : Bila lidah disentuh/ditekan bayi akan
mendorong lidah ke luar. Cara mengetahui respon ini dengan menyentuh lidah
dengan ujung spatel-lidah atau sendok. Normalnya lidah akan ekstensi
(menjulur) ke arah luar bila disentuh (dengan jari, puting atau benda lain),
dijumpai pada usia 4 bulan. Ekstensi lidah yang persisten menunjukkan

adanya sindrom down. Ekstrusi lidah secara kontinu atau menjulurkan lidah

yang berulang-ulang terjadi pada kelainan sistem saraf pusat dan kejang
Reflek Muncul Dan Hilang : Muncul pada saat lahir atau pada usia 4 bulan dan
menghilang seiring pertumbuhan/pertambahan usia bayi

6. Reflek Tonic neck


Disebut juga posisi menengadah, muncul pada usia satu bulan dan akan
menghilang pada sekitar usia lima bulan. Saat kepala bayi
kesamping,

lengan

pada

sisi

tersebut

akan

lurus

dan

digerakkan

lengan

yang

berlawananakan menekuk (kadang-kadang pergerakan akan sangat halus atau


lemah).Jika bayi baru lahir tidak mampu untuk melakukan posisi ini atau jika
reflek ini terus menetap hingga lewat usia 6 bulan, bayi dimungkinkan
mengalami gangguan pada neuron motorik atas. Berdasarkan penelitian, reflek
tonic kneck merupakan suatu tanda awal koordinasi mata dan kepala bayi yang
akan menyiapkan bayi untuk mencapai gerak sadar.
Tonic Neck ini dijumpai sejak lahir dan menghilang setelah usia 5-6 bulan.
Refleks Tonic Neck yang masih mantap pada bayi berusia 4 bulan harus dicurigai
abnormal. Dan apabila masih bisa dibangkitkan setelah berusia 6 bulan atau
lebih harus sudah dianggap patologik. Gangguan yang terjadi biasanya pada
ganglion basalis.

7. Reflek moro
Refleks MORO timbul akibat dari rangsangan yang mendadak.
Caranya: Bayi dibaringkan terlentang, kemudian diposisikan setengah duduk
dan disanggah oleh kedua telapak tangan pemeriksa, secara tiba-tiba tapi

hati-hati kepala bayi dijatuhkan 3045o (merubah posisi badan anak secara
mendadak). Refleks MORO juga dapat ditimbulkan dengan menimbulkan suara
keras secara mendadak ataupun dengan menepuk tempat tidur bayi secara

mendadak.
Refleks MORO dikatakan positif bila terjadi abduksi-esktensi ke-empat
ekstremitas dan pengembangan jari-jari, kecuali pada falangs distal jari
telunjuk dan ibu jari yang dalam keadaan fleksi. Gerakan itu segera diikuti oleh

adduksi-fleksi ke-empat ekstremitas.


Refleks MORO asimetri menunjukkan adanya gangguan sistem neuromuskular,
antara lain pleksus brakhialis. Apabila asimetri terjadi pada tangan dan kaki
kita

harus

mencurigai

adanya

HEMIPARESIS.

Selain

itu

juga

perlu

dipertimbangkan bahwa nyeri yang hebat akibat fraktur klavikula atau


humerus juga dapat memberikan hasil refleks MORO asimetri. Sedangkan
refleks MORO menurun dapat ditemukan pada bayi dengan fungsi SSP yang
tertekan

misalnya

pada

bayi

yang

mengalami

hipoksia,

perdarahan

intrakranial dan laserasi jaringan otak akibat trauma persalinan, juga pada
bayi hipotoni, hipertoni dan prematur. Refleks MORO menghilang setelah bayi
berusia lebih dari 6 bulan.

8. Reflek Stepping
Reflek ini muncul sejak lahir, walaupun bayi tidak dapat menahan berat
tubuhnya, namun saat tumit kakinya disentuhkan pada suatu permukaan
yang rata, bayi akan terdorong untuk berjalan dengan menempatkan satu

kakinya di depan kaki yang lain. Reflek ini akan menghilang sebagai sebuah
respon otomatis dan muncul kembali sebagai kebiasaan secara sadar pada
sekitar usia delapan bulan hingga satu tahun untuk persiapan kemampuan

berjalan.
Jika ibu atau seseorang menggendong bayi dengan posisi berdiri dan telapak
kakinya menyentuh permukaan yang keras, ibu/orang tersebut akan melihat
refleks berjalan, yaitu gerakan kaki seperti melangkah ke depan. Jika tulang
keringnya menyentuh sesuatu, ia akan mengangkat kakinya seperti akan
melangkahi benda tersebut. Refleks berjalan ini akan hilang dan berbeda
dengan

gerakan

berjalan

normal,

yang

ia

kuasai

beberapa

bulan

berikutnya.Menurun setelah 1 minggu dan akan lenyap sekitar 2 bulan.


Caranya: Bayi dipegang pada daerah thoraks dengan kedua tangan
pemeriksa. Kemudian pemeriksa mendaratkan bayi dalam posisi berdiri di

atas tempat periksa.


Kondisi normal:
a. Pada bayi berusia kurang dari 3 bulan, salah satu kaki yang menyentuh
alas tampat periksa akan berjingkat sedangkan pada yang berusia lebih
dari 3 bulan akan menapakkan kakinya. Kemudian diikuti oleh kaki lainnya
dan kaki yang sudah menyentuh alas periksa akan berekstensi seolah-olah
melangkah untuk melakukan gerakan berjalan secara otomatis.
b. Kaki akan bergerak ke atas dan kebawah bila sedikit disentuhkan ke

permukaan keras. Refleks ini dijumpai pada 4-8 minggu pertama.


Kondisi Patologis:
a. Refleks berjalan tidak dijumpai atau negatif pada penderita cerebral palsy,
mental retardasi, hipotoni, hipertoni dan keadaan dimana fungsi SSP
tertekan.
b. Keadaan abnormal bila refleks menetap melebihi 4-8 minggu. Respon
asimetris terlihat pada cedera sistem saraf pusat atau perifer atau juga
dapat karena fraktur tulang panjang kaki.

9. Reflek Crawling (Merangkak)


Jika ibu atau seseorang menelungkupkan bayi baru lahir, ia membentuk posisi

merangkak karena saat di dalam rahim kakinya tertekuk kearah tubuhnya.


Letakkan bayi tengkurap diatas perut ibunya. Ia akan bereaksi dengan
menggerakkan tungkainya seperti sedang mencoba untuk merangkak. Hilang

ketika bayi berusia 2 bulan.


Caranya: Letakkan bayi tengkurap di atas permukaan yang rata.
Kondisi normal: Bayi akan berusaha untukmerangkak ke depan dengan kedua

tangan dan kaki bila diletakkan telungkup pada permukaan datar.


Kondisi patologis: Apabila gerakan tidak simetris ini menunjukkan adanya
kelainan neurologi atau fraktur tulang panjang.

10.Reflek Babinski
Refleks primitif pada bayi berupa gerakan jari-jari mencengkram ketika
bagian bawah kaki diusap, indikasi syaraf berkembang dengan normal. Hilang
di usia 4 bulan. Reflek babinsky muncul sejak lahir dan berlangsung hingga
kira-kira satu tahun. Reflek ini ditunjukkan pada saat bagian samping telapak
kaki digosok, dan menyebabkan jari-jari kaki menyebar dan jempol kaki
ekstensi. Reflek disebabkan oleh kurangnya myelinasi traktus corticospinal
pada bayi. Reflek babinsky juga merupakan tanda abnormalitas saraf seperti

lesi neuromotorik atas pada orang dewasa.


Cara pengukuran: Gores telapak kaki sepanjang tepi luar, dimulai dari tumit
Kondisi normal: Jari kaki mengembang (sepeerti kipas) dan ibu jari
kaki dorsofleksi, dijumpai hingga usia 2 tahun.

Kondisi patologis: Bila masih terdapat pengembangan jari kaki dorsofleksi


setelah usia 2 tahun,hal ini menunjukkan adanya lesi ekstrapiramidal

11.Reflek Blinking
Refleks gerakan seperti menutup dan mengejapkan mata
Fungsi : melingdungi mata dari cahaya dan benda-benda asing permanen
dalam kehidupan
Jika bayi terkena sinar atau hembusan angin, matanya akan menutup atau dia
akan mengerjapkan matanya.
Cara pengukuran: Sorotkan cahaya ke mata bayi atau ketuk batang hidung

saat mata bayi terbuka


Kondisi normal: Bayi akan berkedip bila dilakukan 4 sampai 5 kali ketukan

pertama pada batang hidung. Dijumpaipada tahun pertama


Kondisi Patologis: Terus berkedip dan gagal untuk berkedip menandakan
kemungkinan gangguan neurologis

DAFTAR PUSTAKA
Bickley, Lynn S. 2009. Buku Ajar Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan.
Ed.8. Jakarta : EGC
Capute AJ, Shapiro BK, Accardo PJ et al. 1982. Motor Function : Associated
Primitive Reflex Profiles. Developmental Medicine & Child Neurology.
Soetomenggolo, Taslim S. dan Sofyan Ismael. 2000. Buku Ajar Neurologi Anak.
Cetakan ke-2. Jakarta : Ikatan Dokter Anak Indonesia.