Anda di halaman 1dari 58

BAB III

KERANGKA PEMECAHAN MASALAH

Untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal, perlu


diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan
kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit
(kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitative) yang dilaksanakan secara
menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Pembangunan kesehatan bertujuan
untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemampuan hidup sehat bagi
setiaporang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Kesehatan sangat penting bagi kelangsungan hidup bagi manusia. Tanpa
sehat manusia tidak akan melakukan aktivitas dengan sebaik mungkin. Dalam hal
menciptakan kondisi hidup yang sehat mencakup beberapa aspek yang perlu
diperhatikan, diantaranya kesehatan tubuh, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan
kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat.
Strategi untuk pemecahan masalah yang dihadapi yaitu
1. Gerakan pemberdayaan

Pemberdayaan adalah proses pemberian informasi secara terus-menerus dan


berkesinambungan mengikuti perkembangan sasaran , serta prosesmembantu sasaran
tersebut berubah dari tidak tahu menjadi tahu atau sadar (aspek knowledge), dari tahu
menjadi mau (aspek attitude), dan dari mau menjadi mampu melakukan perilaku yang
diperkenalkan (aspek praktise). Sasaran utama dari pemberdayaan adalah individu
dan keluarga, serta kelompok masyarakat. Bilamana sasaran sudah akan berpindah
dari mau ke mampu melaksanakan, boleh jadi akan terkendalioleh dimensi ekonomi.
Dalam hal ini kepada yang bersangkutan dapat diberikan bantuan langsung, tetapi
yang

seringkali

dipraktikan

adalah

dengan

mengajaknya

dengan

proses

pengorganisasian masyarakat atau pembangunan masyarakat.


2. Bina suasana
Bina suasana adalah upaya menciptakan lingkungan sosial yang mendorong
anggota individu anggota masyarakat untuk mau melakukan

perilaku yang

diperkenalkan. Terdapat tiga pendekatan dalam bina suasana, yaitu :


a. Pendekatan individu
b. Pendekatan kelompok
c. Pendekatan masyarakat umum
3. Advokasi
Advokasi adalah upaya atau proses yang strategis dan terencana untuk
mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait berupa tokoh
masyarakat formal yang umumnya berperan sebagai penentu kebijakan pemerintahan

dan penyandang dana pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat informal seperti tokoh
agama, tokoh pengusaha, dan lain-lain yang umumnya dapat berperan sebagai
penentu kebijakan (tidak tertuis) dibidangnya dan sebagai penyandang dana non
pemerintah.

A. Malaria
Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium
yang dapat ditandai dengan demam, hepatosplenomegali dan anemia. Plasmodium
hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia.
Penyebabnya oleh nyamuk Anopheles betina. Karakteristik nyamuk
Anopheles hidup di daerah tropis dan sub tropis, di dataran rendah menggigit antara
waktu senja (malam hari) dan subuh hari. Pada saat menggigit bagian belakangnya
mengarah ke atas dengan sudut 48 derajat. Daur hidupnya memerlukan wkt 1
mggu. Lebih senang hidup di daerah rawa, ada yang di air tawar, air payau dan
genangan air pada cabang-cabang pohon yang besar.
Gejala dan tanda malaria
Gejala yang khas : trias malaria, yaitu, menggigil, panas, dan keringat yang banyak.
Gejala dan tanda lain yang dapat ditemukan adalah :

1. Demam
2. Splenomegali
3. Anemia
4. Ikterus
5. Sakit kepala
6. Mual-muntah
7. Diare
8. Nyeri otot
9. Pegal
Pengobatan yang diberikan adalah pengobatan radikal malaria dengan
membunuh semua stadium parasit yang ada di dalam tubuh manusia.
Pengobatan malaria di Indonesia menggunakan Obat Anti Malaria (OAM)
kombinasi. Pengobatan kombinasi malaria harus :

aman dan toleran untuk semua umur

efektif dan cepat kerjanya

resisten dan/atau resistensi silang belum terjadi

harga murah dan terjangkau.


Pencegahan malaria dilakukan dengan 3M yaitu :

1.
2.
3.
4.

Bak sampah yang ditutup rapat


Tutup tempayan yang berisi air
Mengubur barang-barang bekas
Menguras bak mandi

B. Pola Hidup Bersih dan Sehat


PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kasadaran
sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong
diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan
masyarakat.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah salah satu strategi yang dapat
ditempuh untuk menghasilkan kemandirian di bidang kesehatan baik pada masyarakat
maupun pada keluarga. artinya harus ada komunikasi antara kader dengan
kaluarga/masyarakat atau memberikan informasi dan melakukan pendidikan
kesehatan.
Perilaku hidup sehat meliputi perilaku proaktif untuk:
1. Memelihara dan meningkatkan kesehatan dengan cara olah raga teratur
dan hidup sehat;
2. Menghilangkan kebudayaan yang berisiko menimbulkan penyakit;
3. Usaha untuk melindungi diri dari ancaman yang menimbulkan penyakit;
4. Berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.

Pola hidup sehat merupakan perwujudan paradigma sehat yang berkaitan


dengan perilaku perorangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat yang berorientasi
sehat dengan meningkatkan, memelihara, dan melindungi kualitas kesehatan baik
fisik, mental, spiritual maupun sosial.
Dimanapun kita berada PHBS harus dapat diterapkan. Berikut lingkungan
dimana kita dapat menerapkan PHBS :
1. PHBS di Rumah Tangga
PHBS rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah
tangga, agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat
serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.
a. Tujuan PHBS
1. Tujuan Umum, meningkatnya Rumah Tangga Ber-PHBS di desa
kabupaten/ kota seluruh Indonesia.
2. Tujuan Khusus meningkatnya pengetahuan, kemauan dan kemampuan
anggota rumah tangga untuk melaksanakan PHBS Berperan aktif dalam
gerakan PHBS di masyarakat.
b. Manfaat PHBS
Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi rumah tangga:
1. Setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit
2. Anak tumbuh sehat dan cerdas
3. Prokduktifitas kerja anggota keluarga meningkat dengan meningkatnya
kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang tadinya dialokasikan
untuk kesekahatan dapat diahlikan untuk biaya investasi seperti biya

pendidikan, Pemenuhan gizi keluarga dan modal usaha untuk


peningkatan pendapatan keluarga
c. Sasaran PHBS
Sasaran PHBS di rumah tangga adalah seluruh anggota keluarga yaitu :
1. Pasangan Usia Subur
2. Ibu hamil dan ibu menyusui
3. Anak dan Remaja
4. Usia lanjut
5. Pengasuh anak
1. Indikator PHBS di rumah tangga :
Persalinan oleh tenaga kesehatan
Memberi bayi ASI Ekslusif
Menimbang balita setiap bulan
Menggunakan air bersih
Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
Menggunakan jamban sehat
Memberantas jentik di rumah sekali seminggu
Makan sayur dan buah setiap hari
Melakukan aktifitas fisik setiap hari
Tidak merokok di dalam rumah
2. PHBS di sekolah
Dalam UU Nomor 36 Tahun 2009 pasal 79 tentang Kesehatan, ditegaskan
bahwa Kesehatan Sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan
hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik
dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan setinggi-tingginya
sehingga diharapkan dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.
Indikator PHBS di Sekolah
1. Menyuci tangan dengan air yang mengalir dan memakai sabun.
2. Mengonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah.

3.
4.
5.
6.
7.
8.

Menggunakan jamban yang bersih dan sehat.


Olahraga yang teratur dan terukur.
Memberantas jentik nyamuk.
Tidak merokok di sekolah
Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan.
Membuang sampah pada tempatnya.

3. PHBS di tempat umum


Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tempat tempat Umum adalah upaya
untuk memberdayakan masyarakat pengunjung dan pengelola tempat-tempat umum
agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam
mewujudkan tempat tempat Umum Sehat.
Tempat tempat Umum adalah sarana yang diselenggarakan oleh
pemerintah/swasta, atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan bagi masyarakat
seperti sarana pariwisata, transportasi, sarana ibadah, sarana perdagangan dan
olahraga, rekreasi dan sarana sosial lainnya.
Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di
Tempat Tempat Umum yaitu :
1. Menggunakan air bersih
2. Mencuci tangan pakai sabun (hand rub/hand wash)
3. Menggunakan jamban
4. Membuang sampah pada tempatnya
5. Tidak merokok di tempat umum
6. Tidak meludah sembarangan

7. Memberantas jentik nyamuk


Adapun manfaat Perilaku Hidup dan Sehat bagi masyarakat :
1. Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat
2. Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah-masalah
kesehatan
3. Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada
4. Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber
Masyarakat (UKBM) seperti posyandu, jaminan pemeliharaan kesehatan,
tabungan bersalin (tabulin), arisan jamban, kelompok pemakai air,
ambulans desa dll.
C. Bahan Tambahan Makanan
Aditif

makanan atau bahan

tambahan

makanan adalah

bahan

yang

ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dalam jumlah kecil, dengan tujuan
untuk memperbaiki penampakan, cita rasa ,tekstur, flavor dan memperpanjang daya
simpan.Selain

itu

dapat

meningkatkan

nilai

gizi

sepertiprotein ,mineral

dan vitamin .Penggunaan aditif makanan telah digunakan sejak zaman dahulu .Bahan
aditif makanan ada dua, yaitu bahan aditif makanan alamidan buatan ata sintesis.
Bahan tambahan makanan adalah bahan yang bukan secara alamiah
merupakan bagian dari bahan makanan, tetapi terdapat dalam bahan makanan tersebut
karena perlakuan saat pengolahan, penyimpanan atau pengemasan.
Ketentuan bahan tambahan pangan dalam pangan

1.
2.
3.
4.
5.

Mengawetkan pangan
Membentuk pangan menjadi lebih baik, renyah dan lebih enak.
Memberikan warna dan aroma lebih menarik
Meningkatkan warna dan aroma lebih menarik.
Menghemat biaya.

Jenis-jenis Bahan Tambahan Pangan


Bahan aditif makanan dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok tertentu
tergantung kegunaanya, diantaranya :
1. Penguat Rasa : MSG
2. Pengawet : asam benzoate
3. Pewarna : karmin, caramel, kurkumin
4. Penambah gizi : vitamin, asam amino
5. Pemanis : siklamat, sakarn
6. Anti kempal : magnesium karbonat, garam trearat
7. Antioksidan : asam askorbat
8. Pemutih dan pematang tepungbenzoil peroksida
9. Pengatur keasaman : asam laktat
10. Pengemulsi, pematang, pengempal : polisorbat, pectin, gelatin
11. Pengeras : aluminium sulfat, kalsium klorida glukomat
12. Sekuestran : asam sitrat, asam fosfat
13. Ensin untuk fermentasi : amylase, rennet
14. Humektat : triaseti, gliserol
15. Antibusa : silicon dioksida
16. Bahan pembantu : heksan, kalsium karbonat
17. Carrier solvent : gliserol danprofilen gilikon
18. Pengisi : es krim, selulosa
19. Penyalut : malam kuning untuk menyalut pada kembang gula
20. Karbonasi dan gas pengisi : CO2 untuk karbonasi bir

BTP Terlarang dan berbahaya

BTP dapat berupa ekstrak bahan alami atau hasil sintesis kimia. Bahan yang
berasal dari alam umumnya tidak berbahaya, sementara BTP artifisial atau sintetik
mempunyai risiko terhadap kesehatan jika disalahgunakan pemakaiannya.
Beberapa bahan tambahan yang dilarang digunakan dalam makanan menurut
PerMenkes RI Nomor 722/Menkes/Per/IX/88, sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Natrium tetraborat (boraks)


Formalin (formaldehyd)
Minyak nabati yang dibrominasi (brominated vegetable oils)
Kloramfenikol (chlorampenicol)
Kalium klorat (pottasium clorate)
Dietilpirokarbonat (diethylpyrocarbonate, DEPC)
Nitrofuranzon (nitrofuranzone)
P-Phenetil Karbamida (p-Phenethycarbamide, dulcin, 4-ethoxyphenyl

urea)
9. Asam salisilat dan garamnya (salicylic acid and its salt)
D. Tanaman Obat Keluarga
Tanaman Obat Keluarga (disingkat TOGA) adalah tanaman hasil budidaya
rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Taman obat keluarga pada hakekatnya adalah
sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk
membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi
keperluan keluarga akan obat-obatan.
Kebun tanaman obat atau bahan obat dan selanjutnya dapat disalurkan kepada
masyarakat, khususnya obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan Budidaya tanaman
obat untuk keluarga (TOGA) dapat memacu usaha kecil dan menengah di bidang

obat-obatan herbal sekalipun dilakukan secara individual. Setiap keluarga dapat


membudidayakan tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan
terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga.

E. ISFA
Infeksi saluran pernapasan adalah infeksi yang mengenai bagian manapun
saluran pernapasan, mulai dari hidung, telinga tengah, faring (tenggorokan)), kotak
suara (laring), bronchi, bronkhioli dan paru. Jenis penyakit yang termasuk dalam
infeksi saluran pernapasan bagian atas antara lain :
1. Batuk pilek
2. Sakit telinga (otitis media)
3. Radang tenggorokan (faringitis)
Sedangkan jenis penyakit yang termasuk infeksi saluran pernapasan bagian
bawah antara lain :
1. Bronchitis
2. Bronkhiolitis
3. Pneumonia
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah infeksi saluran pernapasan
yang dapat berlangsung sampai dengan 14 hari.
Penyebab ISPA :

1. Virus
2. Bakteri
3. Riketsia
Penggolongan ISPA, ISPA dapat dibedakan menjadi :
1. ISPA non-pneumonia : dikenal masyarakat dengan istilah batuk-pilek.
2. Pneumonia : apabila batuk pilek disertai gejala lain, seperti kesukaran
bernapas, peningkatan frekuensi napas (napas cepat).
Hal yang perlu diperhatikan setelah diketahui jenis ISPA yang diderita adalah:
1. Tindakan pengobatan sendiri hanya dapat dilakukan pada ISPA non
pneumonia yaitu pada keadaan batuk-pilek ringan.
2. Jika dalam waktu 4 hari penderita tidak sembuh, atau timbul gejala
pneumonia, utamanya pada anak balita, segera konsultasikan ke dokter
atau unit pelayanan kesehatan.

F. Obat generik
Kesadaran masyarakat Indonesia akan konsumsi obat generik masih kurang.
Penyebabnya adalah masih adanya anggapan bahwa obat generik yang harganya lebih
murah tidak berkualitas jika di bandingkan dengan obat bermerek. Konsumsi obat
generik di Indonesia paling rendah jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya.
Di Thailand, konsumsi obat generik mencapai 25% dari penjualan obatnya,
sedangkan di Malaysia mencapai 20% pada tahun 2007. Sepanjang tahun 2007,
penjualan obat generik yang dikonsumsi masyarakat Indonesia hanya mencapai 8,7%
dari total penjualan obat (Dinas Kesehatan Jawa Barat, 2009).

Yang dimaksud dengan obat disini adalah semua zat baik itu kimiawi, hewani,
maupun nabati yang dalam dosis layak dapat menyembuhkan, meringankan, atau
mencegah penyakit berikut gejalanya.
Dikalangan masyarakat istilah obat biasanya dikenal dalam berbagai
pengelompokan, seperti : oabt paten, obat generik, obat tradisional/jamu, obat keras,
narkotika, obat dengan resep, obat tanpa resep, obat racikan, obat cina dan istilah obat
lainnya yang berkaitan dengan harga misalnya istilah obat murah dan obat mahal.
Pengertian obat paten atau dalam kamus obat dikenal dengan nama spesialite
adalah obat mili suatu perusahaan dengan nama khas yang dilindungi hukum, yaitu
merek terdaftar atau proprietary name.
Sedangkan yang dimaksud dengan obat generik adalah nama obat sesuai
dengan kandungan zat berkhasiat obat tersebut. Sebagai contoh : Asam Mefenamat
(nama/obat generik) terdapat dalam obat paten seperti Ponstan, Mefinal, Pondex,
Topgesic dan masih banyak lagi.
Perbedaan antara obat bermerek dan obat generik hanya terdapat pada
tampilan obat yang lebih menawan dan kemasan yang lebih bagus sehingga terasa
lebih istimewa.

G. DIARE

Diare merupakan perubahan buang air besar dari segi frekuensi, jumlah buang
air, konsistensi. Penyebab diare yaitu
1. Infeksi dari berbagai bakteri yang disebabkan oleh kontaminasi makanan
maupun air minum.
2. Infeksi berbagai macam virus.
3. Alergi makanan, khususnya susu.
4. Parasit yang masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang kotor.
Mencegah diare yaitu dengan cara mencuci tangan pakai sabun dengan benar
pada lima waktu penting yaitu sebelum makan, setelah buang air besar, sebelum
memegang bayi, setelah menceboki anak dan sebelum menyiapkan makanan.
Meminum air sehat, atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara merebus,
pengolahan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat, kecoa,
kutu, lipas, dll), membuang air besar atau air kecil pada tempatnya, sebaiknya
menggunakan jamban dengan septic tank.

H. DIABETES MELLITUS
Diabetes merupakan keadaan yang timbul karena ketidakmampuan tubuh
mengolah karbohidrat/glukosa akibat kurangnya jumlah insulin atau insulin tidak
berfungsi sempurna.
Jenis Diabetes Mellitus yaitu
1. DM tipe 1 : Kurangnya produksi insulin

2. DM tipe 2 : Tidak dapat memproduksi insulin


3. DM dalam kehamilan
Faktor penyebab DM yaitu
1. Faktor penyebab DM tipe 1 yaitu Terjadi akibat kurangnya insulin yang
diproduksi oleh sel Beta Pankreas. Yang diakibatkan oleh :
a. Infeksi Virus
b. Kelainan Autoimun
c. Herediter menyebabkan degenaratif sel beta, bahkan tanpa adanya
virus atau penyakit autoimun.
2. Faktor penyebab DM tipe 2 yaitu glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel
karena sel resisten terhadap insulin.
3. Faktor penyebab DM dalam kehamilan dapat disebabkan karena faktor
Riwayat diabetes dalam keluarga, umur dan jenis kelamin.

Gejala yang khas timbul adalah Poliuria (Seringnya intensitas diuresis),


Polifagia (Seringnya intensitas lapar), Polidipsi (Seringnya merasa haus).
Pemeriksaan Fisik Diabetes Mellitus
1. Gangguan pada mata
2. Kebas pada tangan dan kaki
3. Berat badan menurun drastis
4. Luka terbuka lama untuk sembuh
5. Badan lesu
6. Nafas berbau

Pemeriksaan Laboratorium
1. Dengan mengukur kadar gula darah menggunakan glukometer

I. GIZI BURUK
Gizi buruk adalah suatu keadaaan kurang gizi tingkat berat pada anak
berdasarkan indeks berat badan atau menurut tinggi badan (BB/TB).
Faktor penyebab gizi buruk yaitu
1. Ekonomi
Ekonomi rendah banyak keluarga yang kurang dalam mencukupi
kebutuhan gizi anak .
2. Sanitasi
Sanitasi yang kurang baik di rumah dapat berimbas pada kondisi
kesehatan anggota keluarga, terlebih anak-anak.
3. Pendidikan
Rendahnya tingkat pendidikan orangtua sehingga mereka kurang mampu
untuk menyediakan jumlah gizi yang dibutuhkan anak.
4. Perilaku Orang Tua
Perilaku dan pola pikir orang tua yang kurang memperhatikan kesehatan
anak.
Gejala umum gizi buruk
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Kulit yang kering dan bersisik


Berat badan anak kurang
Mudah lelah karena kurang kalori
Anak kurang aktif.
Kekebalan tubuh rendah dan sering sakit.
Pertumbuhan fisik anak lambat.
Dan Terdapat masalah masalah lain pada fungsi organ tubuh anak.dll

Klasifikasi Gizi Buruk ada 3 tipe:

1. Marasmus
Marasmus adalah gangguan gizi karena kekurangan karbohidrat. Gejala
yang timbul diantaranya :
Tidak terlihat lemak
Rambut mudah patah
Gangguan kulit
Gangguan pencernaan , dll
2. Kwashiorkor (Busung Lapar)
Penampilan kwashiorkor seperti anak yang gemuk .
Gejala yang terlihat :
Rambut tipis kemerahan dan mudah dicabut
Wajah membulat dan sembab
Pembesaran hati
Kelainan kulit berupa bercak merah, dll
3. Marasmus-kwashiorkor (Campuran)
Gejalanya :
Gambaran klinis yaitu campuran dari beberapa gejala klinik kwashiorkor
dan marasmus.
Penanggulan gizi buruk yaitu menimbang begitu pentingnya menjaga kondisi
gizi balita untuk pertumbuhannya maka sudah seharusnya para orang tua
memperhatikan hal-hal yang dapat mencegah terjadinya kondisi gizi buruk pada anak.
Antara lain :
1. Memberikan ASI eksklusif (hanya ASI) .
2. Anak diberikan makanan yang bervariasi, seimbang antara kandungan
protein, lemak, vitamin dan mineralnya.
3. Rajin menimbang dan mengukur tinggi anak dengan mengikuti

program

Posyandu.
4. Jika anak telah menderita karena kekurangan gizi, maka segera berikan
kalori yang tinggi dalam bentuk karbohidrat, lemak, dan gula. Berikan

pula suplemen mineral dan vitamin penting lainnya. Penanganan dini


sering kali membuahkan hasil yang baik.

J. PENYAKIT CACING
Infeksi cacing atau lebih dikenal dengan sebutan cacingan merupakan
penyakit yang disebabkan karena infeksi parasit (cacing). Parasit adalah makhluk
kecil yang menyerang tubuh inangnya dengan cara menempelkan diri baik di dalam
atau di luar tubuh.
Penyebab gejala cacingan disebabkan oleh :
a. Kebersihan Lingkungan Mandi disungai yang kotor
b. Kebiasaan yg buruk Makan tanpa cuci tangan
c. Makanan yg tercemar larva cacing Jajan di tempat terbuka
d. Tanah yg mengandung larva cacing tidak menggunakan sandal

Akibat/ efek penyakit cacingan


a. Kasus ringan tidak menimbulkan gejala nyata
b. Kasus infeksi berat bisa berakibat fatal.

c. Infeksi pada usus kematian


d. Menurunnya status gizi daya tahan tubuh menurun
e. Kerusakan tubuh secara signifikan seperti erratic (kerusakan pada mata)
f. penurunan kemampuan mental

gejala yang ditimbulkan


a. gejala umum
Perut buncit
Badan kurus
Lemas dan cepat lelah
Muka pucat
Mata belekan
Sakit perut
Diare berulang dan kembung
Kolik yang tidak jelas dan berulang
b. Gejala khusus
Cacing Gelang
Penurunan nafsu makan, diare, kurang gizi, sumbatan saluran cerna
Cacing Cambuk
Diare Pendarahan usus dan anemia
Cacing Tambang
Lesu, pucat, dan anemia berat
Cacing Kremi
Anus gatal-gatal di malam hari
Pengobatan penyakit cacing, setiap 6 bulan sekali pada masa usia tumbuh
(0-15 tahun), anak diberi obat cacing untuk memotong siklus kehidupan cacing. Serta

pencegahan penyakit cacing yaitu Menjaga kebersihan tubuh dan menjaga kebersihan
lingkungan.

K. DEMAM BERDARAH DENGUE(DBD)


Demam berdarah dengue adalah Penyakit menular berbahaya yang dapat
menyebabkan kematian dalam waktu singkat dan sering menimbulkan wabah yang
ditimbulkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.
Penyebab penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang
dibawa oleh nyamuk Aedes Aegepty. Virus tersebut disalurkan melalui aliran darah
manusia setelah nyamuk yang terinfeksi virus demam berdarah dengue menggigit
manusia. Perlu anda ketahui penyakit demam berdarah bukanlah penyakit menular,
dalam artian penyebaran penyakit ini tidak bisa ditularkan dari manusia ke manusia
secara langsung, namun nyamuklah yang menjadi perantaranya
Gejala atau tanda malaria :
1. Demam akut yang

tinggi selama 2-7 hari disertai nyeri otot/sendi, sakit

kepala, mual muntah, muka kemerahan. Tidak nafsu makan, bibir kebiruan,
lemah, dll.

2.

Terjadi perdarahan berupa bintik merah didalam kulit, perdarahan hidung,


perdarahan gusi, muntah darah, tinja hitam.

3.

Pembesaran hati yang nyeri bila ditekan.

4. Terjadi shok pada saat demam menurun pada hari ke 3 dan ke 7.


5. Masa kritis terjadi pada saat penurunan suhu.
6. Bila ditemukan penderita yang mirip dengan tanda-tanda DBD berikan
banyak minum

dan dibawa

ke Puskesmas/RS/dokter

segera jangan

menunggu sampai keadaan berat.


7. Pengobatan DBD memerlukan pemberian cairan infus, sebab pada penderita
DBD akan terjadi kekurangan cairan.
Pengobatan penyakit pada penderita penyakit DBD adalah mengatasi
perdarahan, mencegah atau mengatasi keadaan syok / persyok, yaitu dengan
mengusahakan agar penderita banyak minum sekitar 1,5 sampai 2 liter air dalam 24
jam (air teh dan gula sirup atau susu) penambahan cairan tubuh melalui infus
(intravena) mungkinb di perlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi
yang berlebihan. Transfusi platelet di lakukan jika jumlah platelet menurun drastis.
Terhadap keluhan yang timbul, selanjutnya adalah pemberian obat obatan misalnya:
a. Parasetamol membantu menurunkan demam
b. Garam elektrolit (oralit) jika di sertai diare

c. Antibiotik berguna untuk mencegah infeksi sekunder, lakukan kompres


dingin, tidak perlu dengan es karena bisa berdampak syok. Bahkan beberapa
tim medis menyarankan kompres dapat di lakukan dengan alkohol.
Pengobatan alternatif yang umum di kenal adalah dengan meminum jus jambu
biji bangkok, namun khasiatnya belum pernah di buktikan secara medis, akan
tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena dan
peningkatan nilai trombosit darah.
Pencegahan penyakit dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk diwaktu
pagi sampai sore, karena nyamuk Aedes Aegepty aktif di siang hari (bukan malam
hari). Misalnya hindarkan berada di lokasi yang banyak nyamuknya di siang hari,
terutama di daerah yang ada penderita DBD nya.

L. FILARIASIS
Penyakit Kaki Gajah atau biasa disebut juga Filariasis adalah penyakit
zoonosis, artinya penyakit ini ditularkan dari hewan kemanusia ataupun sebaliknya.
Penyakit ini ditemukan di daerah tropis Asia, Afrika, Amerika Tengah dan Selatan,
dengan 120 juta manusia terjangkit.

Penyebab Kaki Gajah disebabkan oleh sekelompok cacing parasit nemtoda


yang tergolong superfamilia Filarioidea yang menyebabkan infeksi sehingga
berakibat munculnya edema.
Penyakit ini merupakan penyakit menahun atau kronis. Cacing dewasa dapat
bertahan sampai lebih dari 10 tahun dalam tubuh manusia, di mana pada saat itu
mikrofilaria terus menerus terbentuk. Parasit filaria betina dapat menghasilkan lebih
dari 10.000 mikrofilaria per hari yang masuk ke dalam pembuluh darah dan siap
untuk dihisap oleh nyamuk seperti Aedes, Mansonia, Anopheles, dan Culex.
Proses penularan penyakit kaki gajah dimulai saat nyamuk menghisap darah
orang yang mengandung mikrofilaria. Mikrofilaria tersebut masuk ke dalam paskan
pembungkus tubuh nyamuk, kemudian menembus dinding lambung, dan bersarang di
antara otot dada.
Gejala kaki gajah yang umum terlihat adalah terjadinya elefantiasis, berupa
membesarnya tungkai bawah (kaki) dan kantung zakar (skrotum), sehingga penyakit
ini secara awam dkenal sebagai penyakit kaki gajah. Walaupun demikian, gejala
pembesaran ini tidak selalu disebbkan oleh filariasis. Dibawah ini adalah kondisi
yang mungkin terjadi setelah terinfeksi microfilaria :
1. Tidak ada gejala (asimtomatik). Orang tidak merasa sakit. Tidak ada keluhan
apa pun, tapi bisa menularkan mikrofilaria di tubuhnya ke tubuh orang lain.
2. Kalau terjadi gejala infeksi akut akibat peradangan. Jadi, ada demam
mendadak, nyeri, bengkak, tanda peradangan pada kelenjar limfe.

3. Bentuk infeksi kronis yang banyak ditemukan di masyarakat, yaitu adanya


penyumbatan limfa yang dapat menyebabkan pembengkakan di daerah kaki,
juga tangan (bila kelenjar limfa di daerah ketiak terkena, sehingga pada
wanita dapat pula menyebabkan pembengkakan di payudara).
Dari ketiga proses tersebut, kondisi pertama paling berbahaya karena tidak
memiliki gejala, sehingga mereka yang terinfeksi tidak mencari pengobatan, sehingga
penularan kepada orang lain bisa saja terjadi. Selain serangan lain yang muncul
adalah kebutaan Onchocerciasis akibat infeksi oleh Onchocerca volvulus dan migrasi
microfilariae lewat kornea.
Jenis Kaki Gajah dikelompokkan menjadi tiga macam, berdasarkan bagian
tubuh atau jaringan yang menjadi tempat bersarangnya adalah :
1. filariasis limfatik
Penyebabnya adalah cacing Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia
timori. Gejala elefantiasis (penebalan kulit dan jaringan-jaringan di bawahnya)
sebenarnya hanya disebabkan oleh filariasis limfatik ini. B. timori diketahui jarang
menyerang bagian kelamin, tetapi W. bancrofti dapat menyerang tungkai dada, serta
alat kelamin.
2. filariasis subkutan (bawah jaringan kulit)

Penyebabnya adalah Cacing mata Afrika Loa loa, Mansonella streptocerca,


Onchocerca volvulus, dan Dracunculus medinensis atau cacing guinea. Cacing-cacing
tersebut menghuni lapisan lemak yang ada di bawah lapisan kulit.
3. filariasis rongga serosa (serous cavity).
Jenis filariasis yang terakhir disebabkan oleh Mansonella perstans dan
Mansonella ozzardi, yang menghuni rongga perut. Semua parasit ini disebarkan
melalui nyamuk atau lalat pengisap darah, atau, untuk Dracunculus, oleh kopepoda
(Crustacea).
Pencegahan dan pengobatan untuk mencegah terkena penyakit kaki gajah
dapat melakukan usaha-usaha untuk menghindari gigitan nyamuk. Menjaga
lingkungan sekitar, membersihkan genangan air, penggunaan obat nyamuk dan lotion
pengusir nyamuk. serta penggunaan kelambu. Bagi yang terkena penyakit ini dapat
diobati dengan obat cacing, seperti DEC, albendazole ataupun ivermektin.

M. DERMATITIS
Dermatitis adalah kondisi umum yang biasanya tidak mengancam jiwa atau
menular. Meskipun demikian, dapat membuat Anda merasa tidak nyaman dan sadar

diri. Kombinasi langkah perawatan diri dan obat-obatan dapat membantu Anda
mengobati dermatitis.
Kulit yang terkena dermatitis bisa lecet, cairan, mengembangkan kerak atau
mengelupas. Contoh dermatitis termasuk dermatitis atopik (eksim), ketombe, dan
gatal-gatal yang disebabkan oleh kontak dengan poison ivy atau logam tertentu.
Jenis yang paling umum dari dermatitis meliputi:
1. Dermatitis atopik (eksim). Biasanya dimulai pada masa bayi, ini merah, gatal
ruam yang paling sering terjadi pada kulit yang terkena, dalam siku, belakang
lutut dan bagian depan leher. Ketika tergores, ruam bisa bocor cairan dan
kerak di atas.
2. Dermatitis kontak. Ruam ini terjadi pada area tubuh yang telah datang ke
dalam kontak dengan zat-zat yang baik mengiritasi kulit atau menyebabkan
reaksi alergi, seperti poison ivy. Ruam dapat membakar, menyengat atau gatal.
Melepuh bisa terjadi.
3. Dermatitis seboroik. Kondisi ini menyebabkan ruam merah dengan
kekuningan dan agak berminyak bersisik, biasanya pada kulit kepala dan
kadang-kadang pada wajah, terutama di sekitar telinga dan hidung. Ini adalah
penyebab umum ketombe. Pada bayi, gangguan ini dikenal sebagai cradle cap.
Penyebab penyakit dermatitis
1. Dermatitis atopik (eksim). Kondisi ini sering terjadi dengan alergi dan sering
terjadi dalam keluarga di mana anggota memiliki asma, demam atau eksim.

2. Dermatitis kontak. Kondisi ini hasil dari kontak langsung dengan salah satu
dari banyak iritasi atau alergen seperti poison ivy; perhiasan yang
mengandung nikel; dan produk pembersih tertentu, parfum dan kosmetik.
3. Dermatitis seboroik. Kondisi ini sering terjadi pada orang dengan kulit
berminyak atau rambut, dan mungkin datang dan pergi tergantung pada
musim. Kemungkinan bahwa faktor keturunan memainkan peran dalam
kondisi ini.
Cara mengobati penyakit kulit dermatitis
Pengobatan

Dermatitis

bervariasi,

tergantung

pada

penyebabnya.

Menggunakan krim kortikosteroid, kompres basah dan menghindari iritan merupakan


langkah awal perawatan dermatitis. Terapi cahaya, yang melibatkan mengekspos kulit
Anda untuk jumlah tertentu dari cahaya alami atau buatan.

N. JAMUR
Penyakit jamur biasanya disebabkan oleh jamur yang umum ditemukan di
lingkungan kita, termasuk tanah, tanaman, pohon, dan bahkan pada kulit kita dan
bagian lain dari tubuh.

Gejala infeksi jamur tergantung pada jenis dan lokasi di dalam tubuh. Infeksi
jamur mungkin ringan, dalam bentuk ruam atau masalah pernapasan ringan. Namun,
beberapa penyakit yang disebabkan oleh jamur bisa berat dan dapat menyebabkan
komplikasi serius dan kematian.

Penyakit umum yang Disebabkan oleh Jamur


1. Infeksi Kandidiasis
Kandidiasis adalah infeksi jamur umum yang mempengaruhi banyak orang.
Ada ratusan ribu mikroorganisme candida yang biasanya hidup di tubuh kita. Mereka
dapat ditemukan di mulut, usus, dan organ kewanitaan. Gejala bervariasi sesuai
dengan daerah yang berbeda terinfeksi. Kebanyakan infeksi candida ringan tapi
resistensi terhadap terapi obat menjadi lebih umum, sehingga membuat beberapa
infeksi lebih sulit untuk diobati.
2. Meningitis jamur
Infeksi jamur ini disebabkan oleh Kriptokokus, yang mengarah ke peradangan
pada selaput tipis yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Sebuah kondisi
yang mengancam jiwa umum yang mempengaruhi banyak pasien HIV, infeksi
biasanya diperoleh melalui inhalasi sel jamur di udara. Organisme ini biasanya
berkembang dalam tubuh orang dengan sistem kekebalan tubuh melemah.

Gejala termasuk mengantuk, sakit kepala, dan kebingungan. Diagnosa dibuat


dari cairan tulang belakang dan pemeriksaan darah. Pengobatan antijamur biasanya
diberikan secara intravena (melalui darah), yang dapat berlangsung selama
berminggu-minggu.

3. Infeksi Aspergillus
Jamur Aspergillus menyebar di udara dan menyebabkan infeksi serius pada
paru-paru dan darah pada orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, seperti
penderita kanker, HIV, atau penerima donor sumsum tulang. Mereka ditemukan
dalam sistem penyejuk udara, di tempat tidur, tanaman, ruang bawah tanah, debu, dan
hampir di mana-mana. Jamur ini bertindak sebagai alergen potensial, yang dapat
memicu asma. Gejala termasuk batuk, mengi dan demam. Infeksi dapat diobati
dengan obat antijamur seperti vorikonazol.

4. Kaki Atlet
Infeksi jamur ini yang umum juga dikenal sebagai tinea pedis, yang
menyebabkan kemerahan, gatal, mengelupas, lepuh, terbakar, dan luka di kaki. Jamur
menyukai lingkungan yang hangat dan lembab seperti kaus kaki, sepatu, kamar ganti,

kolam renang, dan kamar mandi umum. Infeksi umum di musim panas atau di iklim
hangat dan lembab. Jamur hidup pada jaringan mati dari kuku kaki, kulit, dan rambut.
Pengobatan termasuk penggunaan obat antijamur topikal, yang diterapkan
secara langsung pada kulit Anda. Namun, dalam kasus yang parah obat oral mungkin
diperlukan. Kaki harus tetap kering dan bersih setiap saat.

5. Jockitch (gatal selangkangan)


Infeksi kulit ini biasa, juga dikenal sebagai tinea cruris, disebabkan oleh jamur
yang disebut tinea. Jamur ini hidup di daerah yang hangat dan lembab seperti alat
kelamin, bokong, dan paha bagian dalam. Infeksi sering terjadi di musim panas serta
di iklim hangat dan basah. Hal ini menyebabkan merah, ruam gatal dengan bentuk
cincin. Kontak langsung dengan orang yang terinfeksi dapat menyebabkan
penyebaran infeksi.
Gejala termasuk gatal, terbakar, kemerahan, mengelupas, mengelupas atau
kulit pecah-pecah.
Perawatan termasuk penggunaan krim untuk infeksi yang bebas dijual dan
resep antijamur ringan untuk infeksi berat. Jauhkan daerah yang terkena dampak tetap
bersih dan kering. Hal ini juga penting untuk mengganti pakaian Anda sehari-hari.

6. Kurap (ringworm)
Tinea corporis atau kurap disebabkan oleh jamur. Flat, luka merah, beberapa
dengan bagian luar timbul, muncul di mana saja pada kulit. Infeksi jamur dapat
menyebar melalui kontak langsung dengan kulit orang yang terinfeksi dan tidak
langsung melalui benda-benda yang terkontaminasi seperti pakaian atau perabot.
Hangat, iklim lembab sangat mendukung pertumbuhan jamur ini. Pemeriksaan
mikroskopis dari kerokan kulit dapat membantu mengkonfirmasikan diagnosis.
Pengobatan terdiri dari krim antijamur topikal seperti Lamisil, Micatin, dan
Lotrimin. Infeksi berat dapat diobati dengan obat kuat lisan atau resep.

O. REUMATIK DAN ASAM URAT


Penyakit rematik atau disebut rheumatoid arthritis (RA) adalah peradangan
sendi kronis yang disebabkan oleh gangguan autoimun dan diketahui terbagi dari
beberapa Jenis, yang diantaranya adalah:

1. Osteoartritis
Merupakan penyakit rematik yang biasa dialami manusia dengan usia diatas
40 tahun. Jenis Penyakit Rematik ini disebabkan karena menurunnya sistem kerja
atau fungsi dari tulang sendi atau adanya kerusakan pada tulang rawan sendi.

Osteoartritis ditandai dengan rasa nyeri, deformitas atau pembesaran sendi, lambatnya
gerak pada sendi terutama pada bagian tangan dan tulang sendi besar yang biasa
menanggung beban. Penyakit Rematik Jenis Osteoartritis lebih sering terjadi pada
wanita dibanding pria, hal ini dikarena wanita mudah sekali mengalami penurunan
hormon. Penyebab lain dari Osteoartritis karena kelainan tulang, kepadatan tulang
yang tidak seimbang dan obesitas. Tulang yang lebih padat (keras) tidak membantu
mengurangi benturan beban yang diterima oleh tulang rawan sendi. Akibatnya tulang
rawan sendi menjadi lebih mudah rusak.
2. Artritis Rematoid
Artritis

Rematoid

merupakan jenis

penyakit

rematik yang

biasanya

menyerang persendian tangan dan kaki.


Gejalanya adalah terjadi peradangan, sehingga terjadi pembengkakan, nyeri
dan seringkali akhirnya menyebabkan kerusakan bagian dalam sendi Secara simetris.
Rematik jenis juga banyak dialami oleh pada wanita daripada pria, dan mulai
dirasakan pada usia 25.
3. Polimialgia Reumatik
Polimialgia Reumatik adalah jenis rematik dengan gejala rasa kekakuan dan
nyeri hebat pada bagian otot leher, bahu, panggul terutama pada pagi hari dan banyak
dirasakan pada usia lanjut sekitar 50 tahun keatas. Polimialgia Reumatik disebabkan
karena kelelahan fisik akibat pekerjaan dengan beban berat. Jenis Penyakit Rematik

ini biasanya akan disertai rasa demam, penurunan nafsu makan yang drastic, depresi
dan penurunan berat badan.
4. Artritis Gout
Artritis Gout biasa dikenal dengan asam urat atau penyakit pirai. Perlu
diketahui bahwa Penyakit asam urat berhubungan erat dengan Jenis Rematik ini,
karena kedua penyakit ini saling berinteraksi satu sama lain, dan karena asam urat
juga sering menyerang persendian dan urat-urat halus dari sel-sel syaraf yang
tehubung dengan tulang. Apabila Jenis Rematik yang lain sering terjadi pada wanita,
namun untuk Artritis Gout lebih banyak menyerang pada pria. Gejala Artritis Gout
biasanya mulai dirasakan ketika memasuki usia lanjut diantara 45-60 tahun keatas.
Faktor yang mempengaruhi Gejala Penyakit Rematik
1. Infeksi yang menyebabkan peradangan pada sendi,
2. Sikap badan yang salah saat melakukan pekerjaan, terutama pada pekerjaan
3.
4.
5.
6.

yang mengangkat benda berat,


Stres yang disertai dengan kelelahan,
obesitas / kegemukan
Sirkulasi darah yang tidak lancar
Pantangan Makanan untuk Penderita Rematik adapun, makanan yang
sebaiknya dihindari oleh penderita Rematik antara lain, adalah:
a. Produk Kacang-kacangan seperti susu kacang, kacang buncis.
b. Organ Dalam Hewan seperti; usus, hati, limpa, paru, otak, jantung, dsb.
c. Makanan kaleng seperti, sarden, kornet sapi, dsb.
d. Makanan yang dimasak menggunakan santan kelapa.
e. Beberapa jenis buah-buahan seperti durian, air kelapa muda, alpukat, dan
produk olahan melinjo.
f. Alkohol.

g. Kangkung dan bayam.

Asam urat merupakan limbah yang terbentuk dari pemecahan zat purin yang
ada di dalam sel-sel tubuh. Penyebab penyakit asam urat adalah tingginya kadar asam
urat. Setiap harinya, asam ini dibuang dari tubuh kita melalui ginjal. Jika asam urat
yang dibuang dari tubuh jauh lebih sedikit dari jumlah produksinya, maka sisanya
akan menumpuk di dalam dan sekitar sendi dalam bentuk kristal-kristal tajam natrium
urat. Pembentukan dan penumpukan kristal-kristal tersebut bisa berlangsung selama
bertahun-tahun tanpa kita sadari.
Beberapa kristal yang bertumpuk akan keluar dari tulang rawan dan membuat
lapisan lembut pada sendi yang disebut sinovium mengalami radang yang terasa
menyakitkan. Ketika ini terjadi, itu berarti penderita sedang mengalami serangan
asam urat. Pada akhirnya, kristal yang tertumpuk akan membentuk gumpalan keras
yang disebut tofi. Tofi ini bisa menyebabkan kerusakan pada tulang rawan sendi dan
tulang di sekitarnya. Jika tidak segera ditangani, bisa mengarah pada kerusakan sendi
permanen dan jika sudah seperti ini, sendi akan terasa kaku dan sakit ketika
digerakkan.
Faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit asam urat,
diantaranya adalah:
1. Kelebihan berat badan atau obesitas.

2. Umur dan jenis kelamin. Penyakit asam urat cenderung dialami mereka yang
berusia lebih tua dan kaum pria.
3. Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung purin seperti otak, hati,
ginjal, kaldu, jantung, ikan makarel, ikan sarden, dan kerang-kerangan.
4. Mengonsumsi minuman keras seperti spirit atau bir.
5. Memiliki hipertensi atau diabetes.
6. Memiliki masalah pada ginjal yang dapat mengganggu pembuangan asam
urat.
7. Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ini.
8. Diagnosis penyakit gout
Penanganan penyakit asam urat
Penanganan penyakit asam urat memiliki dua sasaran utama, yaitu
meringankan gejalanya dan mencegah serangan terulang kembali.
Dapat diberikan obat pereda rasa sakit seperti obat anti inflamasi non steroid
(OAINS). Selain obat tersebut, obat lainnya seperti colchicine atau cortico
steroids terkadang diperlukan. Untuk mencegah kambuhnya serangan asam urat,
Anda bisa melakukannya dengan memperbaiki pola hidup, seperti menurunkan berat
badan bagi yang obesitas atau mengonsumsi obat-obatan penurun kadar asam urat,
contohnya allopurinol.

Gejala penyakit asam urat

1. Sendi yang tiba-tiba terasa sangat sakit (terutama sendi jempol kaki)
merupakan gejala penyakit asam urat atau penyakit gout yang paling umum.
Seringkali penderita penyakit ini kesulitan untuk berjalan akibat rasa sakit
yang sangat mengganggu. Meski dapat muncul kapan saja, gejala seringkali
terasa di malam hari. Pembengkakan di dalam dan di sekitar sendi yang
mengalami radang.
2. Kulit di atas sendi yang terlihat memerah dan mengilap.
3. Rasa sakit yang tidak tertahankan terutama ketika sendi tersentuh benda apa
pun, bahkan jika tersentuh selimut sekali pun.
4. Saat radang pada sendi mereda, kulit pada area tersebut terlihat mengelupas
dan terasa gatal.
P. CHIKUNGUNYA
Chikungunya adalah virus yang menyerang manusia melalui gigitan
nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Nyamuk ini berperan sebagai perantara
atau vektor yaitu organisme yang membawa virus chikungunya di dalam tubuhnya
tanpa terjangkiti. Keduanya adalah jenis nyamuk sama yang menyebabkan demam
berdarah.
Penyebab dan gejalanya yang serupa menyebabkan penyakit chikungunya
sering didiagnosis secara keliru sebagai penyakit demam berdarah.
Virus chikungunya tidak bisa menyebar langsung dari satu orang ke orang lainnya.
Penyakit ini disebabkan virus yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes

aegypti atauAedes albopictus. Virus chikungunya termasuk ke dalam kelompok gen


alfavirus dari famili Togaviridae yang banyak ditemukan di negara-negara tropis.
Umumnya nyamuk-nyamuk ini menyerang di siang hari. Namun gigitan dapat juga
terjadi saat dini hari dan menjelang petang. Anda lebih rentan terserang saat berada di
luar rumah, meski nyamuk Aedes aegypti juga dapat menyerang di dalam ruangan.
Gejala awalnya
1. Gejala flu
2. Demam berawal secara tiba-tiba; salah satu gejala utama chikungunya
3. Nyeri otot keparahannya bisa sampai menghalangi penderita untuk bergerak
seperti biasanya; gejala ini bisa bertahan selama berminggu-minggu dan
4.
5.
6.
7.
8.
9.

merupakan gejala utama chikungunya


Radang sendi, terjadi pada 80% kasus
Menggigil
Sakit kepala tak tertahankan
Ruam atau bintik-bintik merah di sekujur tubuh
Kelelahan
Mual dan muntah
Gejala-gejala di atas bisa mereda setelah 3-5 hari, tetapi nyeri sendi biasanya

akan tetap terasa hingga beberapa bulan, bahkan bertahun-tahun. Dalam beberapa
kasus yang sangat terjadi, timbul komplikasi akibat chikungunya seperti gangguan
pada saraf, mata, jantung, dan saluran pencernaan. Terutama pada orang lanjut usia,
penyakit ini dapat mengakibatkan kematian.
Cara Penanganan Chikungunya

Tidak ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan chikungunya. Obatobatan pereda rasa sakit dan anti-peradangan hanya bertujuan meredakan gejala. Di
antaranya penurun demam dan analgesik untuk meredakan nyeri otot dan rasa sakit
yang lain. Pada beberapa penderita yang kekurangan cairan misalnya akibat
kehilangan nafsu makan dan malas minum, cairan oralit atau infus bisa diberikan
untuk mencegah dehidrasi.
Berikut ini adalah hal-hal yang disarankan untuk menghindarkan gigitan
nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus:
1. Gunakan pakaian tertutup atau lotion anti-nyamuk jika sedang berada di area
dengan potensi banyak nyamuk seperti di kebun atau pasar tradisional
2. Sebaiknya kenakan pakaian dengan warna cerah. Nyamuk lebih enggan
menempel pada warna ini.
3. Gunakan penyemprot atau obat anti-nyamuk elektrik di petang hari. Namun
hindari obat semprot jika ada bayi atau orang lanjut usia. Dalam jangka
panjang, gunakan obat nyamuk berbeda. Nyamuk lama kelamaan akan
menjadi kebal terhadap satu jenis obat semprot
4. Minimalkan bau menyengat seperti parfum atau hairspray. Bau-bauan ini bisa
menarik nyamuk untuk hinggap
5. Tempatkan tanaman lavender yang secara alami membuat nyamuk enggan
bertahan dalam ruangan
6. Pengasapan/ fogging untuk membunuh nyamuk umumnya dilakukan terutama
jika chikungunya atau demam berdarah sudah mewabah di suatu daerah.

Pastikan pengasapan yang dilakukan di rumah atau tempat kerja Anda sudah
dijalankan dengan prosedur yang tepat sesuai dengan daur hidup nyamuk.
Q. NAPZA
NAPZA adalah singkatan dari Narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat
adiktif lainnya. Kata lain yang sering dipakai adalah NARKOBA (narkotika,
psikotropika, dan bahan-bahan berbahaya lainnya)
1. Jenis-jenis NAPZA
NAPZA digolongkan menjadi 3 golongan yaitu narkotika, psikotropika dan
zat adiktif lainnya.
a. Narkotika
Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari
tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat
menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi
sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Narkotika
terdiri dari 3 golongan :
1. Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan
pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta
mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh :
Heroin, Kokain, Ganja.

2. Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai


pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan
pengembangan

ilmu

pengetahuan

serta

mempunyai

potensi

tinggi

mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Morfin, Petidin.


3. Golongan III : Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan
dalam terapi dan / atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta
mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Codein.
b.

Psikotropik
Menurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah : zat atau obat, baik alamiah
maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh
selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas
mental dan perilaku.
Psikotropika terdiri dari 4 golongan :
1. Golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu
pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat
mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Ekstasi.
2. Golongan II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan
dalan terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai
potensi

kuat

mengakibatkan

sindroma

ketergantungan.

Contoh

Amphetamine.
3. Golongan III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak
digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta

mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan.


Contoh : Phenobarbital.
4. Golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas
digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta
mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh :
Diazepam, Nitrazepam ( BK, DUM ).
c. Zat adiktif lainnya
Zat adiktif adalah bahan / zat yang berpengaruh psikoaktif diluar narkotika dan
psikotropika, misalnya alkohol, inhalans (gas yang dihirup), tembakau.
2. Efek NAPZA terhadap perilaku :
a.
Golongan Depresan (Downer) Adalah jenis NAPZA yang berfungsi
mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Jenis ini membuat pemakainya
menjadi tenang dan bahkan membuat tertidur bahkan tak sadarkan diri.
Contohnya: Opioda ( Morfin, Heroin, Codein ), sedative ( penenang ),
b.

Hipnotik (obat tidur) dan Tranquilizer (anti cemas ).


Golongan Stimulan ( Upper ). Adalah jenis NAPZA yang merangsang fungsi
tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. Jenis ini menbuat pemakainnya
menjadi aktif, segar dan bersemangat. Contoh: Amphetamine (Shabu,

c.

Ekstasi), Kokain.
Golongan Halusinogen. Adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek
halusinasi

yang

bersifat

merubah

perasaan,

pikiran

dan

seringkali

menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh persaan dapat


terganggu. Contoh: Kanabis ( ganja )

Dampak/bahaya penyalahgunaan NAPZA. Bahaya-bahaya penyalahgunaan


NAPZA terhadap pengguna adalah:
1. Terhadap kondisi fisik
a. Ganja; jantung berdebar-debar, mulut kering, mata merah.
b. Golongan opiate; pupil mata mengecil, jantung berdebar, nyeri dan kejang
otot, bicara cadel, mengantuk, tubuh lesu dan lemah. Apabila konsumsi heroin
(putau) dihentikan terjadi gejala putus opiate yaitu; cairan mata dan hidung
berlebihan, pupil mata melebar, jantung berdebar, demam, sulit tidur, kejang
otot, nyeri sendi dan tulang, nyeri kepala, emosional, agresif.
c. Amfetamin; tekanan darah meningkat, jantung berdebar, pupil mata melebar,
mual dan mutah, keringat dingin.
d. Kokain; hiperaktif, gelisahdan tidak dapat diam, tekanan darah naik, mual dan
mutah, keringat berlebihan.
e. Sedativa; bicara cadel, gangguan koordinasi, gangguan konsentrasi dan daya
ingat, sempoyongan.
f. Tembakau/rokok; gangguan konsentrasi, tidak enak dimulut, nyeri kepala,
mengantuk, gangguan pencernaan, gelisah dan tidak tenang.
g. Alkohol; bicara cadel, sempoyongan, gangguan koordinasi, mata merah.
2. Terhadap kondisi psikologis
a. Ganja; euphoria, halusinasi dan delusi, acuh tak acuh, masa bodoh, apatis.

b. Golongan opiate; euphoria atau sebaliknya disphoria, gangguan konsentrasi,


daya ingat menurun, masa bodoh, apatis.
c. Amfetamin; halusinasi penglihatan, paranoid, grandiosity (merasa dirinya
hebat), euphoria, gangguan delusi dan waham, sikap bermusuhan dan agresif.
Bila konsumsi dihentikan terjadi gejala ketagihan amfetamin yaitu; depresif
(murung, sedih, merasa tidak tenang, berpikiran tentang kematian, dan
perasaan ingin bunuh diri), gangguan tidur (mimpi buruk), lelah dan lesu,
kehilangan semangat.
d. Kokain; kewaspadaan meningkat (kecurigaan, prasangka buruk, paranoid),
bicara tidak focus, grandiosity. Bila konsumsi dihentikan terjadi gejala
ketagihan kokain yaitu; depresif, gangguan tidur (mimpi buruk), lelah dan
lesu, kehilangan semangat.
e. Sedative; emosi labil, mudah tersinggung dan marah, bicara tidak focus,
agresif.
f. Tembakau/rook; gangguan konsentrasi, emosional.
g. Alkohol; perubahan alam perasaan, emosional dan mudah tersinggung, bicara
tidak fokus, gangguan konsentrasi. Bila konsumsi dihentikan terjadi gejala
ketagihan alkohol yaitu; gemetar (pada tangan, lidah, kelopak mata), mual
muntah, gelisah, lemah dan lesu.
3. Terhadap kehidupan sosial
Faktor penyebab ataupun faktor pendorong penyalahgunaan NAPZA dapat
dipengaruhi oleh berbagai faktor keadaan mental, sosial, kondisi fisik, psikologis,

gangguan

kepribadian,

depresi.

Terdapat

tiga

faktor

terjadinya

tindakan

penyalahgunaan NAPZA:
a. Faktor lingkungan
Faktor keluarga
Lingkungan keluarga sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
anak. Suatu kondisi atau keadaan keluarga yang tidak harmonis, seperti keluarga
tidak utuh, hubungan yang tidak baik antara anak-ibu-bapak, orang tua terlalu
sibuk. Hal ini dapat menjadikan anak membentuk nilai-nilai sendiri dengan
mengkaitkan dirinya terhadap obat-obatan.
Tekanan kelompok sebaya
Teman sebaya besar pengaruhnya bagi awal penggunaan NAPZA. Sering
disebabkan oleh tekanan kelompok, bujukan untuk mencoba yang apabila
menolak akan dikucilkan dari kelompok.
b. Faktor individu
Beberapa faktor individu yang dapat menyebabkan terjadinya penyalahgunaan
NAPZA adalah keinginan untuk coba-coba, ingin diterima oleh kelompok tertentu,
ikut trend, mencari kenikmatan sesaat, mencari perhatian.
c. Faktor zat
Khasiat zat yang dapat memenuhi keinginan pengguna dan mudahnya
mendapatkan NAPZA serta harga yang terjangkau.

Upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA


Upaya pencegahan penylahgunaan NAPZA mencakup pencegahan primer, sekunder,
dan tersier.
1. Pencegahan primer
a. Promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, keluarga dan
anak bahwa menggunakan NAPZA dapat merusak kesehatan fisik, mental, dan
sosial.
b. Perlindungan khusus yaitu meningkatkan ketrampilan anak dan orang tua
sehingga mampu menghindari godaan untuk menggunakan NAPZA misalnya
dengan melakukan:
2. Pencegahan skunder
Upaya dilakukan untuk mendiagnosa secara dini kasus penggunaan obat,
mencegah agar tidak terjadi adiksi, mengobati apabila sudah terjadi adiksi. Upaya
dilakukan untuk membatasi cacat baik fisik, mental, dan sosial.
3. Pencegahan tersier
Lebih difokuskan pada upaya rehabilitasi yaitu upaya pendampingan dengan
memberikan konseling sehingga dapat mencegah penggunaan obat adiktif kembali.
Dengan upaya tersebut diharapkan pengguna mulai beraktivitas seperti biasa.

R. TANAMAN OBAT BERBAHAYA

Tumbuhan-tumbuhan yang ada di alam sangat banyak jenisnya. Dari berbagai


jenis tumbuhan tersebut ada sebagian besarnya dimanfaatkan oleh manusia. Namun
ada beberapa yang jarang bahkan tidak dimanfaatkan oleh manusia karena berbahaya
terutama bagi kesehatan manusia. Berikut beberapa tumbuhan yang berbahaya karena
mengandung zat-zat tertentu yang bersifat toksit atau racun.
Tanaman-tanaman ini sebagian ada disekitar kita, oleh sebab itu sebaiknya
hati-hati kita akan membeli bunga untuk ditanam dihalaman rumah. Mungkin saja
saja tanaman yang dibeli ataupun didapat dari teman-teman merupakan tanaman yang
beracun.
Jika sampai terpapar misalnya tertelan maka secepatnya memberi arang aktif
kemudian segera di bawa ke PUSKESMAS terdekat untuk mendapat perawatan lebih
lanjut. Jika mengenai kulit atau mata secepat mungkin mencuci dengan air, sebaiknya
pencucian dilakukan dengan air yang mengalir. contoh jenis tanaman yang berbahaya
bagi manusia.
1. Castor bean/biji kasturi/jarak pagar
Castor bean/biji kasturi/jarak pagar dengan nama latin Ricinus comunis, ternyata
mengandung racun yang sangat berbahaya bagi manusia. Walaupun minyak jarak
digunakan sebagai bahan tambahan makanan dalam permen dan coklat. Namun
demikian kita tidak pernah keracunan, karena ricin yang terkadung dalam biji jarak

ketika diekstraksi untuk memperoleh minyaknya, molekul ricin tidak bercampur


dengan dengan minyak sehingga terbuang sebagai hasil samping.
Gejala yang timbul apabila kita terpapar risin melalui jalur udara (pernafasan)
adalah batuk, kesulitan bernafas, demam, mual, muntah, kulit berwarna kebirubiruan, dan tekanan darah rendah.
Bagian yang memiliki efek toksik biji
a. Efek bila termakan

Perdarahan gastrointestinal , hemolisis, kerusakan hati , ginjal, dan syok


juga terjadi.

Gejala keracunan : iritasi gastrointestinal dengan luka bakar pada mulut


dan tenggorokan, kelemahan otot, rasa tidak enak badan, menurunnya
refleks, konvulsi , dan dyspenea dan pasien harus diobservasi paling
sedkiit 24 jam.
b. pengobatan
Transfusi darah atau pengobatan untuk anemia jika timbul.
2. Jimsonweed (Datura stramonium)

Terompet malaikat/bunga terompet mengandung zat hallucinogen,yakni zat


yang dapat menyebabkan seseorang mengalami halusinasi. Karena hal inilah bunga
terompet termasuk salah satu NARKOTIKA. Kandungan aktifnya dalam bunga
terompet adalah atropine, hyoscyamine dan scopolamine yang diklasifikasikan
sebagai zat penghilang kesadaran.

S. BAKTERI GIGI DAN MULUT


Bakteri adalah suatu organisme yang jumlahnya paling banyak dan tersebar
luas dibandingkan dengan organisme lainnya di bumi. Bakteri umumnya merupakan
organisme uniseluler (bersel tunggal), prokariota/prokariot, tidak mengandung
klorofil, serta berukuran mikroskopik (sangat kecil)
Salah satu bakteri yang ada didalam rongga mulut manusia adalah
Streptococcus mutans. Bakteri tersebut berperan penting pada salah satu kerusakan
pada gigi, yaitu karies gigi.
Penyebab terjadinya kerusakan gigi, ada empat hal utama yang menyebabkan
kerusakan gigi, yaitu :
1. Ada penyakit dan gangguan tertentu pada gigi yang dapat mempertinggi
faktor risiko terkena karies. Amelogenesis imperfekta, dapat timbul pada 1

dari 718 hingga 14.000 orang. Disamping itu, ada penyakit dimana enamel
tidak

terbentuk

sempurna.

Dentinogenesis

imperfekta

adalah

ketidaksempurnaan pembentukan dentin. Pada kebanyakan kasus, gangguan


ini bukanlah penyebab utama dari karies.
2. Anatomi gigi juga berpengaruh pada pembentukan karies. Celah atau alur
dalam gigi dapat menjadi lokasi perkembangan karies. Karies juga sering
terjadi pada tempat yang sering terselip sisa makanan.
3. Mulut merupakan tempat berkembangnya banyak bakteri, namun hanya
sedikit bakteri penyebab karies, yaitu Streptococcus mutans dan Lactobacilli.
Khusus untuk karies akar, bakteri yang sering ditemukan adalah Lactobacillus
acidophilus, Actinomyces viscosus, Nocardia spp, dan Streptococcus mutans.
4. Tingkat frekuensi gigi terkena dengan lingkungan yang kariogenik dapat
memengaruhi perkembangan karies. Setelah seseorang mengonsumsi
makanan mengandung gula, maka bakteri pada mulut dapat memetabolisme
gula menjadi asam dan menurunkan pH. PH dapat menjadi normal karena
dinetralkan oleh air liur dan proses sebelumnya telah melarutkan mineral gigi.
Selain empat faktor di atas, terdapat faktor lain yang dapat meningkatkan
karies, yaitu :

1. Air liur dapat menjadi penyeimbang lingkungan asam pada mulut. Terdapat
keadaan dimana air liur mengalami gangguan produksi, seperti pada diabetes
mellitus.
2. Obat-obatan seperti antihistamin dan antidepresan dapat memengaruhi
produksi air liur. Terapi radiasi pada kepala dan leher dapat merusak sel pada
kelenjar liur.
3. Penggunaan tembakau juga dapat mempertinggi risiko karies. Tembakau
adalah faktor yang signifikan pada penyakit periodontis, seperti dapat
menyusutkan gusi. Dengan gusi yang menyusut, maka permukaan gigi akan
terbuka. Sementum pada akar gigi akan lebih mudah mengalami
demineralisasi.
4. Karies botol susu adalah pola lubang yang ditemukan di anak-anak pada gigi
susu. Gigi yang sering terkena adalah gigi depan di rahang atas, namun
kesemua giginya dapat terkena juga. Sering muncul pada anak-anak yang
tidur dengan cairan yang manis (misalnya susu) dengan botolnya. Sering pula
disebabkan oleh seringnya pemberian makan pada anak-anak dengan cairan
manis.
5. Ada juga karies yang merajalela atau karies yang menjalar ke semua gigi. Tipe
karies ini sering ditemukan pada pasien dengan xerostomia, kebersihan mulut

yang buruk, pengonsumsi gula yang tinggi, dan pengguna metamfetamin


karena obat ini membuat mulut kering. Bila karies yang parah ini merupakan
hasil karena radiasi kepala dan leher, ini mungkin sebuah karies yang
dipengaruhi radiasi.
Cara perawatan gigi dan mulut yang tepat, pilihlah sikat gigi dengan bulu
sikat yang lembut dan rapat. Kemudian, terapkan cara menyikat gigi yang benar,
yaitu menyikat dari arah gusi ke ujung gigi dengan gerakan berulang dan tidak terlalu
keras.
1. Disiplin, segala sesuatu yang dilakukan secara rutin akan memberikan
perubahan yang berarti. Rajin menyikat gigi dengan cara yang benar dan di
waktu yang tepat yaitu minimal dua kali sehari yaitu sesudah sarapan pagi dan
sebelum tidur malam.
2. Batasi mengkonsumsi makanan manis, makanan yang manis dan lengket
mudah melekat pada gigi yang bilamana tidak langsung dibersihkan akan
membentuk plak dan akhirnya menyebabkan kerusakan gigi. Upaya yang
dapat dilakukan adalah dengan menyikat gigi segera setelah mengonsumsi
makan tersebut.
3. Pasta gigi pilihan dengan perpaduan bahan alami dan ilmiah, pemilihan pasta
gigi yang tepat juga membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Pasta gigi

yang mengandung perpaduan bahan alami (jeruk nipis, garam dan daun sirih)
untuk merawat kesehatan gigi dan mulut secara alami, dan bahan ilmiah
(kalsium dan fluoride) sebagai perlindungan maksimum agar gigi tidak mudah
berlubang.
4. Periksa gigi secara rutin, jagalah kebersihan gigi dan mulut dengan
memeriksakan kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi setidaknya setiap enam
bulan sekali dengan catatan rutin.
Langkah-langkah menggosok gigi yang benar
Kunci utama kebersihan gigi adalah menyikat gigi dengan benar secara teratur.
Berikut adalah cara menyikat gigi yang benar:
1. Tempatkan sikat pada sudut 45 terhadap gusi.
2. Lakukan gerakan menyikat ringan dari kanan ke kiri dan sebaliknya.
3. Lakukan hal yang sama di bagian dalam dan bagian luar gigi.
4. Sikat bagian permukaan gigi geraham yang Anda gunakan untuk mengunyah.
5. Sikat bagian dalam gigi depan secara vertikal dan ringan dengan gerakan atas
ke bawah.
6. Sikat setidaknya dua kali sehari dan jika mungkin setelah makan.

7. Menyikat gigi setidaknya selama tiga menit.


8. Jangan menyikat gigi segera setelah makan makanan atau minuman yang
asam. Efek gabungan dari asam dan menyikat dapat menggerus email gigi.

T. DEMO SABUN CUCI PIRING


Begitu banyak jenis sabun yang beredar di pasaran, mulai dari sabun yang
bersifat umum sampai sabun yang bersifat khusus. Karena sabun merupakan
surfaktan dengan digunakan air untuk membersihkan. Sabun yang bersifat umum
yang dimaksud adalah sabun mandi padat yang sering di pakai masyarakat untuk
membersihkan anggota badan secara keseluruhan. Dan yang bersifat khusus adalah
sabun cair yang juga telah meluas. Jika diterapkan pada suatu permukaan, air
bersabun secara efektif mengikat partikel dalam suspensi mudah dibawa oleh air
bersih.
Demo sabun cuci piring dilakukan untuk masyarakat dalam melakukan usaha
mandiri dengan mengembangkan usaha sabun cuci piring. Demo ini juga bertujuan
untuk mengenalkan sekaligus mengajarkan kepada masyarakat tentang bagaimana
cara serta bahan bahan apa saja yang akan dipergunakan dalam produksi membuat
Sabun Cuci Piring Cair. Cara pembuatan sabun cuci piring yaitu

1. dicampurkan texapon dan Na2SO4 dalam wadah (baskom atau ember kecil)
kemudian aduk menggunakan sendok plastik kue (jangan sampai berbusa).
2. Lalu ditambahkan camperlan sedikit demi sedikit kedalam adonan tersebut
sambil diaduk hingga tercampur rata
3. Lalu ditambahkan air 750 ml atau

3
4

gayung secara perlahan sambil

diaduk
4. Dilarutkan asam sitrat dalam sedikit air dalam wadah yang terpisah.
Kemudian dimasukan kedalam campuran sabun tadi
5. Cara membuat parfum :
5 ml propilenglikol lalu ditambahkan 2 ml parfum bibit
6. Ditambahkan parfum secukupnya kedalam campuran sabun tadi lalu aduk
hingga rata.
7. Ditambahkan warna secukupnya lalu aduk hingga tercampur rata
8. Ditambahkan sisa air hingga 1 liter, lalu diamkan sampai tidak ada buih
9. Lalu dimasukan sabun kedalam botol.

U. DEMO NATA DE COCO


Nata merupakan produk fermentasi dari bakteri Acetobacter xylinum yang
berupa lembaran selulosa dari pengubahan gula yang terdapat pada substrat
(umumnya air kelapa tetapi dapat pula dari bahan lain) menjadi pelikel selulosa. Nata
ini kandungan utamanya adalah air dan serat sehingga baik untuk diet dan sering
digunakan dalam pembuatan dessert atau sebagai tambahan substansi pada koktail, es
krim dan sebagainya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan nata di

antaranya adalah bakteri, gula dan nitrogen, selain itu harus pula diperhatikan suhu
dan pH serta jangan tergoyang agar pembentukan pelikel berlangsung baik.
Bakteri Acetobacter xylinum adalah bakteri gram negatif yang dapat
mensistesis selulosa dari fruktosa. Selulosa ini memiliki pori melintang pada kristal
mini glukan yang kemudian terkoalisi dedalam mikrofibril. Cluster mikrofibril yang
ada dalam struktur senyawa yang terbentuk seperti pita-pita ini dpat diamatai secara
langsung menggunakan mkroskop. Acetobacter xylinum merupakan suatu model
sistem untuk mempelajari nzim dan gen yang terlibat dalam biosintesis selulosa.
Jumlah inokulum yang diberikan 10 20% dari bakteri umur 6 hari.
Tahapan pembuatan nata adalah air kelapa yang telah dibersihkan dari kotoran
ditambah gula pasir 2,5% dan amonium sulfat 0,5% kemudian direbus. Setelah
perrebusan ditambahkan asam asetat 99,8% sebanyak 0,75% untuk menurunkan pH
agar sesuai bagi pertumbuhan bakteri. Setelah medium dingin ditambahkan starter
nata (Acetobacter xylinum) dan diinkubasi selama 1 mingu pada suhu kamar. Nata
yang terbentuk kemudian dipanen dan lembaran direndam dalam air segar untuk
menghilangkan lendir dan asam kemudian dilakukan pemotongan dan pencucian
kembali hingga asam hilang. Nata yang telah bersih kemudian dikemas atau untuk
konsumsi yang lain.
Sumber karbon merupakan faktor penting dalam proses fermentasi. Bakteri
untuk menghasilkan nata membutuhkan sumber karbon bagi proses metabolismenya.
Glukosa akan masuk ke dalam sel dan digunakan bagi penyediaan energi yang

dibutuhkan dalam perkembangbiakannya. Fruktosa yang ada akan disintesis menjadi


selulosa. Jumlag gula yang ditambahkan harus diperhatikan sehingga mencukupi
untuk metabolisme dan pembentukan pelikel nata. Meskipun pada air kelapa terdapat
gula namun gula yang ada belum mencukupi untuk pembentukan pelikel sehingga
perlu ditambahkan dari luar.
Selain gula, sumber nitrogen merupakan faktor penting pula. Nitrogen
diperlukan dalam pembentukan protein yang penting pada pertumbuhan sel dan
pembentukan enzim. Kekurangan nitrogen menyebabkan sel kurang tumbuha dengan
baik dan menghambat pembentukan enzim yang diperlukan sehingga proses
fermentasi dapat mengalami kegagalan atau tidak sempurna. Nitrogen yang
digunakan untuk pembuatan nata umumnya adalah pupuk ZA yang relatif murah dan
cenderung asam dibandingkan urea.
pH medium dibuat sekitar 3 4 menggunakan asam cuka dan suhu inkubasi
sekitar 28 300C atau suhu kamar dan dijaga dari kontaminan, misalnya dengan
ditutup kain saring atau kertas koran. Bak fermentasi umumnya dibuat bertingkat
untuk menghemat tempat.
V. PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH
Pada pemeriksaan golongan darah diikuti oleh semua masyarakat yang ada
didaerah Cisaat 2 dan semua siswa SMPN 2 Cipatujah khusus kelas XI didaerah
Sindangsari.

W. MENGIKUTI POSYANDU
Pada kegiatan POSYANDU yang dilakukan yaitu mengukur tinggi badan,
menimbang berat badan, dan memberikan vitamin A.