Anda di halaman 1dari 17

PENGERTIAN KRISTALISASI

Kristalisasi adalah peristiwa pembentukan suatu kristal dari solute dalam larutan
toleransinya. Kristalisasi dapat terjadi sebagai pembentukan partikel-partikel padat dalam uap
seperti pada pembentukan salju sebagai pembekuan lelehan cair. Sebagaimana dalan
pembentukan kristal dari larutan cair atau pembentukan kristal tunggal yang besar.
Kristalisasi dapat dilakukan dengan pendinginan, penguapan, dan penambahan solvent bahan
kimia.
Kristalisasi dapat memisahkan suatu campuran tertentu dari larutan multi komponen
sehingga didapat produk dalam bentuk kristal. Kristalisasi dapat juga dipakai sebagai salah
satu cara pemurnian karena lebih ekonomis. Operasi kristalisasi terbagi menjadi:
1. Membuat larutan supersaturasi (lewat jenuh)
2. Pembuatan inti kristal
3. Pertumbuhan Kristal
PEMBAGIAN TAHAPAN OPERASI KRISTALISASI
1. Membuat Larutan Lewat Jenuh
Bila larutan telah mencapai derajat saturasi tertentu, maka di dalam larutan akan
terbentuk zat padat kristaline. Oleh sebab itu derajat supersaturasi larutan merupakan faktor
terpenting dalam mengontrol operasi kristalisasi.
Cara mencapai supersaturasi:

Pendinginan

Yaitu mendinginkan larutan yang akan dikristalka sampai keadaan supersaturasi dimana
konsentrasi larutan lebih besar dari konsentrasi larutan jenuh pada suhu tersebut.

Penguapan Solvent

Larutan disiapkan dalam evaporator untuk dipekatkan, lalu dikristalkan dengan pendingn.
Cara ini digunakan untuk zat yang mempunyai kurva kelarutan agak dalam.

Evaporasi Adiabatis

Larutan dalam keadaan panas bila dimasukan ke dalam ruang vacuum, maka terjadi
penguapan dengan sendirinya, sebab tekanan totalnya menjadi lebih rendah dari tekanan uap
solvent pada suhu itu. Penguapan dan turunya suhu disertai kristalisasi.

Penambahan zat lain yang dapat menurunkan kelarutan zat yang akan dikristalisasi,
misalnya larutan NaOH ditambah gliserol, maka kelarutan NaOH menjadi turun dan
larutan NaOH mudah diendapkan.

2. Pembentukan Inti Kristal


Pembentukan Inti Kristal secara sistematis
1. Primary Nukleus
Proses pembentukan inti kristal karena larutan telah mencapai derajat supersaturasi yang
cukup tinggi.

Homogen Nukleus

Nukleus disini pembentukannya spontan pada larutan dengan supersaturasi tinggi, artinya
nukleus terbentuk karena penggabungan molekul-molekul solute sendiri

Heterogen Nukleus

Pembentukan inti kristalnya masih dalam supersaturasi tinggi, namun dapat dipercepat
dengan adanya partikel-partikel asing seperti debu dan sebagainya.
2. Secondary Nukleus (Contact Nucleation)
Pembentukan inti kristal dengan akibat dari :

Tumbukan antarkristal induk

Tumbukan antar kristal dengan katalisator


o

Gerakan antara permukaan kristal yang relatif lebih kecil. Dinyatakan dengan
persamaan :

N = (a) (L)b (C)c (P)d


Dimana :
N

: jumlah nukleus yang terbentu (number/jam)

: ukuran kristal induk (mm)


: derajat supersaturasi larutan (mol/lt) atau (oC)

C
P

: power dari pengaduk (Hp)

a,b,c,d : konstanta-konstanta
Jika :
1. L >>> maka jumlah kristal yang terbentuk juga semakin besar, krisatal makin besar
menyebabkan kemungkinan tumbukan semakin banyak. Pecahan bagian kecil dari
kristal menyebabkan terbentuknya inti kristal.
2. C >>> maka jumlah kristal yang terbentuk juga semakin banyak. Derajat saturasi
makin besar maka semaikn besar pula kemungkinan terbentuk inti kristal baru.
3. P >>> maka gaya gesekan partikel larutan juga semakin besar sehingga kemungkinan
terjadinya tumbukan partikel semakin besar, maka inti kristal yang terbentuk juga
semakin besar jumlahnya.
Dalam percobaan, Miers membuat larutan supersaturasi melalui pendingin setelah melalui
kurva saturasi A-B sampai pada kondisi kristalisasi mulai terbentuk inti kristal (titik ke F).
kurva larutan murni dua komponen tanpa feeding, artinya inti kristal yang terbentuk primary
homogen nuklei mulai terbentuk dengan terbentuknya inti kristal yang selanjutnya tumbuh
maka konsentrasi solute dalam larutan akan turun (dari F ke G).
Untuk beberapa sistem tertentu yang viskositasnya tinggi, kurva primary homogen nuklei
tetap jenuh daripada kurva saturasi. Dengan kata lain diperlukan konsentrasi lebih tinggi
untuk membuat primary homogen nukleasi. Hal ini sangat tidak rfisien secara teoritis dan
ekonomi. Karena itu dalam kondisi industri dikenal sistem seeding (pemberian kristal nuklei).
Nukleasi ini disebut secondary nukleasi. Penambahan larutan supersaturasi melaui
pendinginan setelah melalui kurva saturasi AB. Pada konsentrasi ini di titik baru akan
terbentuk inti kristal. Tetapi mengingat efisiensi secar ekonomis, penambahan kristal pada
sistem ini akan memperoleh penghematan.
3. Pertumbuhan Kristal
Umumnya kristal yang berukuran > 100 kecepatan tumbuhnya tidak tergantung pada
ukuran dan dapat dinyatakan dengan :
r = a (C)b

di mana :
r

: kecepatan tumbuhnya kristal

: derajat saturasi (mol/L)

a,b

: kontanta
Derajat saturasi (oC) merupakan faktor terpenting dalam proses pertumbuhan kristal.

Larutan yang berderajat saturasi tinggi, perbedaan konsentrasi antara permukaan kristal
dengan permukaan akan tinggi sehingga r dan C juga semakin tinggi.
TEORI DIFUSI SOLUTE DARI LARUTAN KE PERMUKAAN KRISTAL
Proses kristalisasi merupakan kebalikan dari proses kelarutan, sebagai berikut :
Dengan :
Cs : konsentrasi permukaan solid
Cl : konsentrasi fase larutan solute dalam berdifusi pada larutan fase solid atau sebaliknya
(berlangsung jika ada driving forcenya = perbedaan konsentrasi antara fase solid dan fase
larutan)
Jika konsentrasi larutan lebih besar dari konsentrasi pada permukaan kristal maka solute akan
berdifusi ke permukaan, solute akan menempel pada permukaan solid. Proses ini berlangsung
terus sampai tak ada driving forcenya.
Keadaan 1 -* mekanisme proses kristalizer (garis Cs Cl1)
Keadaan terakhir -* mekanisme proses pelarutan (garis Cs Cl2)
Pada kristalisasi berlaku hubungan yang didasarkan pada kecepatan difusi solute di
permukaan solid
V = = k (Cl Cs)
Pada pelarutan berlaku hubungan yang didasarkan pada kecepatan difusi solute dari
permukaan solid ke larutan
V==k(CsCl)
Jarak yang semakin jauh menyebabkan kecepatan pelarutan dan pertumbuhan kristal
berkurang,

maka

jarak

harus

diperpendek,

misalnya

dengan

pengadukan

atau

memfluidisasikan dengan fase padat fluida yang bergerak. Jadi konsentrasi larutan akan
selalu bertambah.

Terjadi larutan Cl2 < Cs < Cl1


Terjadi kristal Cl2 > Cs > Cl1
AC -* harus melewati jarak dxi, untuk terjadinya inti kristal AC1, AC2, AC3 melewati jarak
dx1, dx2, dx3 sehingga v besar jika AC besar.
Untuk jenis MSMPR, kristal yang diperoleh mempunyai ukuran yang tidak seragam sehingga
diameter bervariasi mulai dari ukuran yang tidak teratur sampai diameter tertentu.

JENIS - JENIS KRISTALIZER


1. Oslo Surface Cooled Crystalizer
Alat ini dikembangkan dalam larutan tersirkulasi dengan pendinginan di dalam cooler
(H) larutan supersaturasi ini dengan dikontakan dengan suspensi kristal alm ruangan suspensi
pada (E). Pada puncak ruang suspensi aliran larutan induk (D) dapat dipisahkan digunakan
untuk memindahkan partikel halus
2. Oslo Evaporative Crystalizer
Larutan yang meninggalkan ruang penguapan pada sueprsaturated, mendekati daerah
metastail sehingga nukleus baru tidak akan terentuk. Kontak cairan pada unggun E membantu
supersaturasi pada pertumbuhan kristal dan menuju pertumbuhan kristal. Dalam kristal tipe
umpan panas dimasukan pada 6 dan campurn larutan menyemprot ketika mencapai kamar
penguapan pada A. Jika evaporator lebih jauh diperlukan untuk menghentikan driving force.
Sebuah penukar panas dipasang antara pipa sirkulasi dan ruang penguapn utnuk
mencuplai panas yang dibutuhkan. Perpindahan larutan supersaturasi dai vaporizer (titik B),
sering menyebabkan timbulnya kerak dan pengurang sirkulasi.

3. Draft Tube Buffle Crystalizer


Dilengkapi buffle untuk mengukur sirkulasi magma dan propeler yang berfungsi
mengatur sirkulasi kristal magma sedangkan diluar body crystalizer ditambah pompa untuk
sistem sirkulasi di mana pada pompa dihubungkan heater dan feed inert.

Alat ini dilengkapi dengan ekstraktor pum yang berfungsi untuk mengklasifikasikan
kristal hingga didapat kristal dalam ukuran tertentu. Klasifikasi ukuran kristal di sini
didasarkan atas gaya gravitasi dengan jalan sebagai berikut:
Jika dalam kristalizer telah terbentuk kristal-kristal dengan ukuran heterogen, maka
kristal ni diklasifikasikan ukuranya dengan mengalirkan larutan ini dari bawah ke atas dengan
menggunakan ekstraktor pump. Dengan adanya larutan jenuh ini, kristal dengan ukuran yang
besar akan berada di bawah, dengan demikian didapatkan produk dengan ukuran yang
homogen. Disini untuk mendapatkan kristal dengan ukuran tertentu dapat diatur dengan
mengatur aliran larutannya. Jika larutan mempunyai kecepatan tinggi, maka dakan didapat
kristal dengan ukuran yang besar dan menyebabkan turun ke bawah dan dapat dikeluarkan
sebagai produk.
Sistem sirkulasi ini simaksudkan agar inti kristal berkurang dimana dibiarkan makin
lama makin banyak. Karena inti kristal membutuhkan solute untuk pertumbuhan selanjutnya.
Padahal kecepatan feed masuk tetap, maka diperlukan recycle dengan ukuran pompa sirkulasi
yang bersama-sama feednya masuk melalui heater sehingga larut dan masuk kembali ke
dalam ruang kristalisasi.
Ekstraksi pump bergunsi untuk membantu memisahkan kristal : prinsip pemisahan
berdasarkan peredaan berat kristal. Karena adanya gaya gravitasi maka partikel (padat) berat
akan lebih dahulu mengendap, sedangakan partikel ringan akan masuk ke atas (karena adanya
aliran ke bawah). Jadi ukuran kristal produk bisa diatur dengan mengatur flowrate aliran dari
bawah. Untuk mendapatkan kristal yang besar, flow rate dibesarkan.

CRYSTALLIZER
A. Pengertian
Kristalisasi atau penghabluran
(crystallzation)
i a l a h p e r i s t i w a pembentukan partikel-partikel zat padat (kristal) di dalam suatu
faseyang homogen.
Kristalisasi merupakan metode yang praktis untuk mendapatkan bahan-bahan kimia
murni dalam kondisi yang memenuhisyarat baik untuk pengemasan ataupun untuk
penyimpanan.D a l a m p r o s e s k r i s t a l i s a s i d i s i n i , k i t a m e n g g u n a k a n a l a t
y a n g dinamakan dengan crystallizer. Crystallizer adalah alat yang digunakanuntuk
memperoleh atau membuat kristal dari larutannya. Oleh karenaitu, larutan yang akan
dikristalisasi harus dibuat lewat jenuh terlebih d u l u d e n g a n j a l a n p e n g u a p a n
atau pendinginan. Kristalisasi tidak d a p a t t e r j a d i t a n p a s u p e r

s a t u r a s i t e r l e b i h d a h u l u , d i m a n a c a r a memperoleh saturasi ini tergantung dari


kelarutannya. Sebagai contohmisalnya NaNO
3
, u n t u k m e m p e r o l e h s u p e r s a t u r a s i d a n k r i s t a l i s a s i dapat dilakukan dengan :

pendinginan tanpa penguapan

penguapan tanpa pendinginan

kombinasi penguapan dan pendinginan (adiabatic)


B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Kristalisasi
1 . K e c e p a t a n k r i s t a l i s a s i Kecepatan kristalisasi meliputi :a.
Pembentukan inti kristalb. Pertumbuhan kristalTerjadinya inti kristal dapat dipertinggi
dengan :
pendinginan yang cepat
pengadukan yang baik
memakai larutan yang murni
temperature yang tinggi
konsentrasi yang tinggi
pemberian kristal halus sebagai bibitan
2 . H a s i l k r i s t a l i s a s i
Hasil kristalisasi tergantung dari prosesnya. Apabila proses k r i s t a l i s a s i
b e r j a l a n c e p a t m a k a k r i s t a l y a n g t e r j a d i h a l u s . Sebaliknya bila proses
kristalisasi berjalan lambat maka kristal yang terbentuk kasar (besar).
3 . K e m u r n i a n d a n u k u r a n k r i s t a l Pada proses kristalisasi harus
dihindarkan adanya pencuciankristal yang dihasilkan. Hal ini terutama bagi kristal yang
mudahl a r u t d a n k r i s t a l ya n g b e r s i f a t h i d r o s k o p i s . U n t u k i n i l e b i h
b a i k larutan yang akan dikristalkan dibuat semurni mungkin sehinggapada kristalisasi akan
diperoleh kristal yang lebih bersih.
4 . E n e r g i y a n g d i p e r l u k a n Pada kristalisasi energi diperlukan
untuk
penguapan sampaidiperoleh larutan yang lewat jenuh. Untuk kristaliser yang bekerjasecara
adiabatic (tidak memerlukan energi dari luar) biasanya m e n g g u n a k a n
p e n g u a p a n d i s e r t a i p e n d i n g i n a n a t a u d e n g a n memakai vacuum.
5.Uniformity (keseragaman ukuran)Kristal yang uniform dapat diperoleh dengan
menambahkankristak halus pada larutan yang telah lewat jenuh. Disini kristal halus
tersebut berfungsi sebagai inti kristal (bibitan). Kristal yanguniform akan memberikan
keseragaman dalam proses berikutnyat e r h a d a p k r i s t a l t e r s e b u t . D i s a m p i n g i t u
k r i s t a l y a n g u n i f o r m menunjukkan bahwa proses pembuatanyya sangat teliti
sehinggaakan lebih menarik.
C. Klasifikasi Peralatan Kristalisasi
Berdasarkan cara memperoleh super saturasi, peralatan kristalisasi diklasifikasikan
sebagai berikut :
Super saturasi diperoleh dengan pendinginan tanpa penguapan :
Tank Crystallizer

Swenson Walker Crystallizer


Crystal Cooling Crysyallizer
Super saturasi diperoleh dengan penguapan tanpa pendinginan :
Crystal Evaporator Crystallizer
Strike Pans
Super saturasi diperoleh dengan kombinasi penguapan
d a n pendinginan adiabatic :
Swenson Vacum Crystallizer
Crystal Vacum Crystallizer
D. Macam-Macam Peralatan Kristalisasi
1

C r y s t a l l i z e r
Merupakan type yang kuno,
b e r o p e r a s i s e c a r a b a t c h d a n s e b a g a i p e n d i n g i n d i p a k a i a i r ya n g
d i a l i r k a n d i d a l a m p i p a - p i p a pendingi yang ada di dalam bejana.
Kerugiannya :
1. Proses secara batch sehingga banyak waktu untuk bongkar pasang
2. Pada koil terjadi kritalisasi paling cepat atau banyak
3. Pemeliharaan dan pembersihannya lebin sulit

KRISTALISASI

Kristalisasi merupakan teknik pemisahan kimia antara bahan padatcair, di mana terjadiperpindahan
massa(masstransfer)darisuatzatterlarut(solute)daricairanlarutankefasekristalpadat.Pemisahansecara
kristalisasidilakukanuntukmemisahkanzatpadatdarilarutannyadenganjalanmenguapkanpelarutnya.Zat
padat tersebut dalam keadaan lewat jenuhakanbentukkristal.Kristal kristal dapat terbentuk bilauapdari
partikel yangsedangmengalami sublimasimenjadi dingin.Selamaproseskristalisasi,hanyapartikel murni
yangakanmengkristal.
Pemisahandenganteknikkristalisasiini,didasari ataspelepasan pelarut dari zatterlarutnyadalam
sebuahcampuranhomogeenataularutan,sehinggaterbentukkristaldarizatterlarutnya.Prosesiniadalahsalah
satuteknikpemisahanpadatcairyangsangatpentingdalamindustri,karenadapatmenghasilkankemurnian
produkhingga100%.
Kristalisasiempatmacam,yaitu:
Kristalisasipenguapan
Kristalisasipenguapandilakukanjikazatyangakandipisahkantahanterhadappanasdantitikbekunyalebih
tinggidaripadatitikdidihpelarut.
Kristalisasipendinginan.
Kristalisasi pendinginan dilakukan dengan cara mendinginkan larutan. Pada saat suhu larutan turun,
komponenzatyangmemilikititikbekulebihtinggiakanmembekuterlebihdahulu,sementarazatlainmasih
larutsehinggakeduanyadapatdipisahkandengancarapenyaringan.Zatlainakanturunbersamapelarutsebagai
filtrat,sedangkanzatpadattetaptinggaldiatassaringansebagairesidu.
PemanasandanPendinginan
Metodeinimerupakangabungandariduametodediatas.LarutanpanasyangJenuhdialirkankedalam
sebuahruanganyangdivakumkan.Sebagianpelarutmenguap,panaspenguapandiambildarilarutanitusendiri,
sehinggalarutanmenjadidingindanlewatjenuh.Metodeinidisebutkristalisasivakum.
Penambahanbahan(zat)lain.
Untukpemisahanbahanorganicdarilarutanseringkaliditambahkansuatugaram.Garaminilarutlebihbaik
daripadabahanpadatyangdinginkansehingaterjadidesakandanmembuatbahanpadatmenjaditerkristalisasi.
Pembentukankristaldapatjugaterjadibilasuatularutantelahmelampauititikjenuhnya.Titikjenuh
larutanadalahsuatutitikketikapenambahanpartikelterlarutsudahtidakdapatmenyebabkanpartikeltersebut
melarut,sehinggaterbentuklarutanjenuh.Larutanjenuhadalahlarutanyangmengandungjumlahmaksimum
partikelterlarutpadasuatularutanpadasuhutertentu.ContohnyaadalahNaClketikamencapaititikjenuhmaka
akanterbentukkristal.Berkurangnyaairkarenapenguapan,menyebabkanlarutanmelewatititikjenuhdan
mempercepatterbentuknyakristal.
MekanismePembentukanKristal

1.PembentukanInti
Inti kristal adalah partikelpartikel kecil bahkan sangat kecil yang dapat terbentuk secara cara
memperkecilkristalkristalyangadadalamalatkristalisasiataudenganmenambahkanbenihkristalkedalam
larutanlewatjenuh.

2.PertumbuhanKristal
Pertumbuhankristalmerupakangabungandariduaprosesyaitu:
Transportasi molekulmolekul atau (ionion dari bahan yang akan di kristalisasikan) dalam larutan
kepermukaankristaldengancaradifusi.Prosesiniberlangsungsemakincepatjikaderajatlewatjenuhdalam
larutansemakinbesar.
Penempatanmolekulmolekulatauionionpadakisikristal.Semakinluastotalpermukaankristal,semakin
banyakbahanyangditempatkanpadakisikristalpersatuanwaktu.
SyaratSyaratKristalisasi
1.Larutanharusjenuh
Larutanyangmengandungjumlahzatberlarutberlebihanpadasuhutertentu,sehinggakelebihanitutidak
melarutlagi.Jenuhberartipelaruttelahseimbangzatterlarutataujikalarutantidakdapatlagimelarutkanzat
terlarut,artinyakonsentrasinyatelahmaksimaljikalarutanjenuhsuatuzatpadatdidinginkanperlahanlahan,
sebagianzatterlarutakanmengkristal,dalamartidiperolehlarutansuperjenuhataulewatjenuh
2.Larutanharushomogen
Partikelpartikelyangsangatkeciltetaptersebarmeratabiarpundidiamkandalamwaktulama.
3.Adanyaperubahansuhu
Penurunan suhu secara drastis atau kenaikan suhu secara dratis tergantung dari bentuk kristal yang
didinginkan.

JenisJenisCrystallizer(Kristallisator)
AlatalatkristalisasidisebutjugaCrystallizeratauKristallisator.Alatalatinidigunakandalamproses
kristalisasiterutamadalamskalaindustri,alatalatyangdigunakandalamproseskristalisasisangatberagam.
Halinidisebabkanolehsifatsifatbahandankondisipertumbuhankristalyangsangatbervariasi.Disampingitu
jugakarenakristallisasidilaksanakanuntuktujuanyangberbedabeda(pemisahanbahan,pemurnianbahan,
pemberianbentuk).
A.JenisCrystallizerdenganCirculatingMagma
1.ForcedCirculatingLiquidEvaporatorCrystallizer
Kristaliserjenisinimengkombinasikanantarapendinginandanevaporasiuntukmencapaikondisi
supersaturasi(larutanlewatjenuh).

Padagambardiatasterlihatbahwaumpanberupalarutanindukterlebihdahuludilewatkanmelalui
sebuahHeatExchangersuntukdipanaskan.Heatexchangerstersebutberadadidalamevaporator.Didalam
evaporatorterjadiflashevaporationyaitu:terjadipenguranganjumlahataukandunganpelarutdanterjadi
peningkatankosentrasizatterlarut.Dimanapadasaatitujuga,keadaanzatterlarutsudahlewatjenuhatau
supersaturasi.Larutanyangsudahberadapadakeadaanlewatjenuhtersebutdialirkanmenujubadancrystallizer
untukdiperolehpadatanberupakristal.Dimanapadabadancrystallizerterdapatmekanismekristalisasiyaitu
nukleasidanpertumbuhankristal.Produkkristaldapatdiambilsebagaihasilpadabagianbawahcrystallizer,
namuntidaksemuaprosesberjalansempurnaataudengankatalaintidaksemuacairanindukberubahmenjadi
padatankristal.Karenaituadaprosespengembaliankembalihasilpipasirkulasi(circulatingpipe)atau
prosesrecyclehasilkristaliasi.Terlihatbahwaumpandancampuranumpandenganhasilyangmasihbelum
padatan,dialirkandenganpaksaatauforcedcirculation,sertaadanyaHeatExchangersdapatmembuatkenaikan
titikdidihyangsempurna.KenaikantitikdidihpadaHeatExchangerspadaEvaporatoruntukdapatmembuat
larutanmenjadilewatjenuhberkisarantara3100Funtuksekalilewat.Bilakenaikantitiddidihyang
diharapkanuntukmendapatkankristalyangbaiktidaksesuai,makadapatdigunakanbeberapaevaporatoruntuk
menaikantitikdidih,dimanakosentrasizatterlarutakanmeningkatjuga.Karenamengalirsecarapaksa
menggunakanpompa,makakecepatanalirancukuptinggi,sehinggaakanmengakibatkanketinggian
permukaanlarutanpadacrystallizertidaktetapataunaikturun.Umumnyacrystallizerjenisinidibangundengan
diameter2feetataupadaskalaindustrisekitar4feetataulebih.

2.

DraftTubeBaffle(DTB)Cyrstallizer

Drafttubebaffle(DTB)crystallizersatauplatbuang/tabungisapkristalisasimerupakansalahsatudari
beberapajenisalatkristalisatoryangdidasarkanpadapemisahandebu/uapdaribahanmelaluifaselewatjenuh
yangditingkatkansehinggadiperolehkristalkristalyangbesar.Alatinidilengkapidengantabungjunjut
fungsisekatuntukmengendalikansirkulasimagmadandilengkapipulaolehalatpenggerak(argitator).Gambar
darialatini:

Proses kerja Draft Tube Baffle (DTB) Crystallizers dapat dibedakan menjadi dua bagian. Bagian

pertamaadalahproseskristalisasidanbagiankeduaadalahprosesklarifikasi.Padabagiankristalisasi,bahan
sampledancairaninduk(motherliquid)dimasukkankedalamtangkiDTBCrystallizersmelaluisebuahpipa
SuperheatedSolutionFromHearterandRecirculationPump,komponeniniakanmendorongbahannaikkeatas
dalam DraftTube (suatutabungisap).Didalamtabungisapbahanakantercampurdanmengalamisirkulasi
denganbantuanAgitator(pemutar/pengaduk)yangberadadidalamtangkibagianbawah,Keduabahaniniakan
membentuk magma melalui fase lewatjenuh yang ditingkatkan. Magma yang terbentuk akan mengalami
perubahandensitysehinggauapyangterkandungdidalamnyaakanterlepaskepermukaanmagmamenujuke
Vapors Separation (pemisahan uap). Magma yang mengalami perubahan density akan mengalami proses
nukleasi(pembentukanintikristal),kristalyangterbentukakibatprosesnukleasiakanmengendapke dasar
larutan dansebagianakannaikkepermukaan. Kristal yangmengendapakan mengalami pemisahanantara
kristalhalusdankristalkasarpadasettlingzone(zonapenyelesaian),dimanasebagianKristalakandikeluarkan
daridasartangkidanselebihnyadijadikanumpanbersamacairanindukuntukmelakukanprosessirkulasiguna
melarutkanpartikelpartikelhalusyangmasihmengendap.Padabagianklarifikasiakanterjadipemisahanpada
bentukkristal,Kristalyangsesuaidengankeinginanakandiambildankristalyangbelumsesuai(ukurannya
besar/kasar)akandikembalikankezonakristalisasiuntukproseslebihlanjut.

DenganmenggunakanalatDraftTubeBaffle(DTB)Crystallizersdapatdiperolehproduk:

NatriumKarbonat(SodiumCarbonate)
SodiumSulfat(SodiumSulfate)
NatriumNitrat(SodiumNitrate)
TembagaSulfat(CopperSulfate)
SodiumSulfit(SodiumSulfite)
KalsiumKlorida(CalciumChloride)

AmoniumSulfat(AmmoniumSulfate)
KaliumKlorida(PotassiumChloride)

AdapunKeuntunganmenggunakanDraftTubeBaffle(DTB)Crystallizersantaralain:
Mampumemproduksikristalkristaldalambentuktunggal.
Siklusoperasionalnyalebihpanjang.
Biayaoperasilebihrendah.
Kebutuhanruangminimum
Instrumentdapatdikendalikandenganmudah
Kesederhanaanoperasi,memulaidanpenyelesaian.

3.

ForcedCirculationBaffleSurfaceCooledCrystallizer

Crystallizerjenisinimenggunkanprinsipsirkulasicairanataularutaninduk,dimanaumpanmaupun
hasilkristaliasiakanmasukkedalamSheellandTubeHeatExchangersuntukdidinginkan.Perbedaandengan
jeniscrystallizerlainnyaialahkarenapadasaatdibadancrystallizerterbentukcampurankristaldancairan
induk,makaakanterjaditumbukanantaracairandengankristalsehinggasuhucampuranakanmeningkat,untuk
mendinginkannyadiperlukanmediumpendingin.Crystallizerinimneggunakanprinsippendinginan,karena
kristalisasidapatterjadimelaluipembekuan(solidification).

Padagambardiatas,umpandanrecylcekristalisasibersamasamamasukkedalammediumpendingin.
Namunadakelemahannyayaitu,panjanguntukpertukaranpanaspadaHEdankecepatanumpan
sertarecyclekristalisasisangatdiperhitungkan,sebabjikaterjadikesalahanpenurunansuhuuntukdapat
melakukankristalisasipadaprosespendinginantidakberlangsungsecaraoptimal.Olehkarenaitu,pompauntuk
sirkuasisangatdikontroldenganbaik,karenapompaitulahyangmenciptakanlajualirdisampingbukaanvalve.
AdanyapompamenyebabkancairanindukakanmengalirsecaraturbulenbaikdidalamHEmaupundidalam
badanCrystalizer,makaakanterjadiseringtumbukanuntukmenghasilkankristal,dimanaterdapatsekatantara
saluranHeadHEdenganujungkeluarancairaninduk.Bilakristalsudahterbentukpadacairanindukyang
sudahlewatjenuh,makakristalakanturunkarenaadanyagayagravitasidanperbedaanmassajenis.Kristal
dariCrystallizerjenisiniberukuranbesarantara30100mesh.

4.

OSLOEvaporativeCrystallizer

Crystallizerinidirancangberdasarkanadanyaperbedaansuspensiyangmulaiterbentukpadachamber
ofsuspension.DimanaterdapatHEeksternalyangbertujuanuntukmembuatkeadaanlewatjenuhpadasuhu
supersaturasinya.

Terlihatpadagambar,dimanaumpanmasukpadaG,karenadipompaumpanakanbergeraksecara
paksa,masukkedalamevaporatoryangterdapatHE,cairanumpantersebutmasukkedalamB.Sebelummasuk
keB,padabagianAcairanindukyangpanasakanbercampurdenganpanaspenguapanpadabagianB.Laju
penguapantersebutharusdikontrolantarakerjapompauntukmengalirkancairanindukdenganperubahanpanas
campurantersebut.PadabagianBterjadiprosespencampuranantarakeadaansupersaturasidengankedaan
penguapan,makaseringtimbulscaleataukerakgaram,sehinggaakanmenggangguprosessirkulasidarialiran
tersebut.Seringkalidiberikanbibitkristalpadabibitkristaluntukmempercepatpembentukankristalkristal
yangkitaharapkan.
5.

OSLOSurfaceCooledCrystallizer

TidakjauhberbedadenganOSLOEvaporativeCrystallizer,hanyasajacairanindukdidinginkanterlebih
dahulusebelummasukkedalamcrystallizer.LainnyasamadenganjeniscrystallizerOSLOEC.

6.CrystalVacumCrystallizer
PrinsipkerjadariCrytallizerjenisiniadalah:Feeddicampurdengancairanyangdirecycledipompa
keruangpenguapuntukdiuapkansecaraadiabaticsehinggaterjadilarutanlewatjenuh.Larutantersebutmengalir
melaluipipaketangkikristalisasisehinggaterbentukkristaldidalamtangkikristalisasi,kemudiankristal
dikeluarkanmelaluidischargenyadancairannyadirecycle.Denganalatiniukurankristalyangdiinginkandapat
diaturdenganmengaturkecepatanpompasirkulasi.Kalausirkulasinyalambatmakakristalyangkecilkecilpun
akanlarutmengendap.

7.CirculatingMagmaVacuumCrystallizer
Padatipekristaliserini,baikkristalataupunlarutandisirkulasidiluarbadankristal.Setelahdipanaskan
larutanakandialirkankebadankristaliser.Kondisivakummenjadipenyebabmenguapnyapelarut,sehingga
menjadilewatjenuhdandihasilakankristal.

B.JenisCrystallizerTanpaCirculatingMagma
1. JacketedPipeScrapedCrystallizer
Crystallizerjenisiniberbentukbalokyangpanjang,dimanadidalamnyaterdapatpiringanyang
berlekuklekukyangdapatberputarkarenaadanyaporospadaujungnya.Alatinimumnyadibuatdaridengan
pipadalam612inchisebagaidiameterdanpanjangnyasekitar2040feet,yangdisusunseridalam
sambungandengan3buahataulebih.PiringanyangberlekuktersebutdinamakandenganScraperBladesyang
berputardengankecepatan15sampai30rpm.Suhuoperasiyangdapatdijalankansekitar75sampai1000Fdan
dapatjugadigunakanpadacairanyangmemilikiviskositaslebihdari10000cp.

Prinsipkerjanyaialahplugflow,dimanacairanindukmasukdaribagianatassampingkanan,lama
kelamaanakanmembentukkristaldidalampipatersebutdankristalakanmengendapdibawahdanmenempel
didindingpipa,yangnantinyascaperbladesakanmengambilkristalkristaltersebut.Ukurankristalyang
dihasilkanakanseragam,umumnyabesarbesar.

2.BatchStirredTankWithInternalCoolingCoil
Crystallizerjenisinidapatdivariasikanterutamapadabagianbadancrystallizeryangdapatdigunakan
pengadukatautanpapengaduk.Umumnyabiladilengkapidenganpengadukwaktuyangdiperlukanuntuk
menghasilkankristalakanlebihcepatbiladibandingkandengantanpapengaduk.Koefisienperpidaanpanas

yangterjadisebesar50200Btu/hrft20F,namunperbedaantemperatureyangdiperbolehkanuntuk
mendapatkankeadaanlewatjenuhialahsebesar5100F.

Jeniscrystallizerinitermasukjenisyangbatch,artinyatidakadaaliranyangkeluarsetiapwaktunya.
Tangkicrystallizerdiisi,laludiambilhasilnyapadawaktutertentu.Jenisinidapatdigunakanuntukprosesyang
continousdengandilengkapipengaduk.Umumnyajenisinimemilikitutupyangberbentuktorispherical,
dimanaumpanataucairanindukmasukdariatasdanmasukkedalamtangkiuntukdidinginkan.Medium
pendingindigunakankoilyangberadadidalamtangkicrystallizertersebut,sehinggaefisiensiperpindahanpanas
cukuptinggi.Karenakontakantarcairandenganmediumpendingincukupluas.Disampingitu,biladigunakan
pengadukpembentukkristalterutamapadasecondarynucleationakanlebihbesarbiladibandingkandengan
tanpapengaduk.
3.DirectContactRefrigerationCrystallizer
UmunyabilakitainginmenciptakanpermukaanyangdinginataucukupdinginpadasebuahHEagak
sulitkarenaperbedaantemperaturnyaharussangatkecil(dibawah30F),sehinggaHEdidesaindengansebaik
baiknyaterutamaluaspermukaannyayangdapatmemindahkansejumlahpanasyangkitainginkan.Apalagibila
cairannyacukupkental,agaksulituntukmencipatkanperbedaansuhuyangsangatkeciltersebut.Untuk
mengatasinyadapatdigunakanbahanpendinginyaituzatrefrigerantsepertipadabeberapaaplikasi
pendinginanairlautmenjadiespadasuhuyangrendahyangmenggunakanrefrigerant.

Prinsipkerjadaricrystallizerjenisiniialahdenganadanyapendinginandarirefrigerantyangdigunakan.
Dimanaumpanberupacairanindukdimasukkankebadancrystallizerdengansuhuyanglebihtinggidarisuhu
yangrefrigerant(suhucairrefrigerantminus).Karenatitikdidihdarirefrigerantsangatkecilataujauhdibawah
suhucairaninduk,makaadaperpindahanpanasdaricairanindukmenujurefrigerant,dimanaakan

mengakibatkansuhurefrigerantakannaikdanmenguapuntukmendinginkancairaninduk,sampaicairaninduk
beradapadakeadaanlewatjenuhnya.Penggunaanrefrigerantinimediumpendinginsangatlahefektif,karena
apabiladigunakanHEdenganmediarefrigerantsebagaipendingin,perbedaansuhuyangdihasilkanakansangat
kecil.ContohdarijeniscrystallizerinipadaprosespembuatankristalCalciumChloridedenganrefrigerant
freonataupropanedanpembuatankristalpxylenedenganrefrigerantpropane.
4.TwinnedCrystallizer
Jeniscrystallizerinisebenarnyaberbentuktangkiyangdidalamnyaterdapatduapengadukyang
dipisahkanolehsekatataubaffle.Padatiappengadukterdapatmediumpemanasdimanayangsalahsatunya
berkerjapadasuhusaturasi,sedangkansatunyabekerjapadasuhusupersaturasiataulewatjenuh.Namunbila
suhuoperasipadacrystallizerinisamapadakeduamediumpemanas,umumnyaakandidapatkankeseragaan
ukuran.Tetapiwaktuyangdiperlukanakanlebihlama,walaupunterdapatduapengadukdalamsatutangki
tersebut.

Sesuaidengannamanyabahwaseolaholahterdapatduamacamjeniscrystallizeryangberoperasipada
suhuyangberbedanamundalamsatutangkicrystallizer(padagambardiatas).Terlihatbahwaumpanmasuk
darisebelahkananatas,karenaadanyapergerakanpengaduk,cairanindukbersikulasidanjugadisebabkan
karenaadanyasekatantarakeduapengaduktersebut.Bilakitamelihatjenisalirannya,sudahpasticukup
turbulen,sebabcairanbersikulasicukuppanjangdidalamcrystallizertersebut.Semakincepatgerakanpengaduk
dansemakintinggiperbedaansuhuyangditukarkan,makasemakincepatdanbaikkristalyangdidapatkan.
Produkberupakristaldapatdiambilpadabagianbawahcrystallizer,karenakristalakanjatuhataumengendap
dibawahadanyagayagravitasidanperbedaanmassajenis.
5.APVKestnerLongTubeVerticalEvaporativeCrystallizer
Umumnyacrystallizerjenisinidigunakanuntukmendapatkanbutiranbutiranataukristalyangcukup
kecil,biasanyakurangdari0.5mm.
Prinsipkerjanyahampirsamadengancrystallizeryanglain,yaituumpanmasukdenganpompa,lalu
melewatisebuahevaporatoryangdidalamnyaterdapatHE.Padasaatcairanindukberadapadakeadaan
supersaturasiataulewatjenuh,makaakanterbentukkristalkristalhalus,kristaltersebutditampungpadasalt
box,cairanindukyangbelumlewatjenuhdikeluarkan,sedangkanyangberupakristaldikelurkanproduk.
ContohnyapadapembuatankristalNaCl(garam),Na2SO4,CitricAcid.