Anda di halaman 1dari 5

Bab I

Pendahuluan
Kita sedang menghadapi kegawatan di bidang kesehatan masyarakat dan keperawatan
sosial sehingga perlu dilakukan tindakan segera.Penyakit Alzheimer adalah penyebab demensia
terbanyak, yaitu sekitar 60-70 % dari seluruh kasus demensia. Demensia tipe Alzheimer dan
demensia lainnya bersifat progresif, merupakan penyakit degeneratif yang menyerang otak.
Penyakit Alzheimer mempengaruhi kemampuan fungsi hidup seseorang yang berdampak
terhadap semua aspek kehidupan dan lingkungan orang sekitarnya terutama bagi yang
mendampingi orang dengan demensia (ODD) sehari-hari. Setiap tahun, di dunia ada 4,6 juta
kasus demensia baru dilaporkan. Satu kasus baru setiap 7 detik! Tahun 2050 diproyeksikan ada
100 juta ODD di seluruh dunia. Tak ada satu negarapun yang siap menghadapi krisis besar ini.
Penyakit Alzheimer adalah bentuk demensia yang paling umum, berjumlah kira-kira duapertiga dari semua kasus. Penyakit ini menyebabkan penurunan kemampuan kognitif secara
berangsur-angsur, sering bermula dengan kehilangan daya ingat. Penyakit Alzheimer ditandai
oleh dua abnormalitas di otak plak amyloid (amyloid plaques) dan neurofibrillary tangles
(belitan-belitan neurofibriler). Plak itu adalah kumpulan protein yang abnormal yang disebut beta
amyloid. Belitan-belitan itu adalah kumpulan serat yang berbelit-belit yang terdiri dari protein
yang disebut tau. Plak dan serat yang berbelit-belit itu menghambat komunikasi antara sel-sel
syaraf dan menyebabkan sel-sel itu mati. Untuk keterangan lebih lanjut lihatlah Lembar Bantuan
About Dementia: Alzheimers Disease (Mengenai Demensia: Penyakit Alzheimer)
Epidemiologi
a) Tahun 2000: Kurang lebih 4 juta orang Amerika menderita Alzheimer
b) Tahun 2050 : diperkirakan 7,5 - 14 juta orang mengidap Alzheimer
c) Biasanya terjadi di atas umur 60 tahun, dan meningkat
d)
e)
f)
g)

dengan

bertambahnya usia
Kejadian pada wanita 2x lebih banyak dari pria
3% wanita/pria berumur 65-74 mengidap Alzheimer
Presentase meningkat menjadi 50% pada usia 85 thn ke atas
Belum ada angka pasti, ada dugaan meningkat dengan makin meningkatnya
angka harapan hidup

Bab II
1

Tinjauan Pustaka
2.1 Demensia
1. Pengertian
Demensia adalah sindroma klinis yang meliputi hilangnya fungsi intelektual dan memori
yang sedemikian berat sehingga menyebabkan disfungsi hidup sehari - hari. Demensia
merupakan keadaan ketika seseorang mengalami penurunan daya ingat dan daya pikir lain yang
secara nyata mengganggu aktivitas kehidupan seharihari (Nugroho, 2008). Sementara itu
menurut Lumbantobing (1995) demensia adalah himpunan gejala penurunan fungsi intelektual,
umumnya ditandai terganggunya minimal tiga fungsi yakni bahasa, memori, visuospasial, dan
emosional.
2. Penyebab umum demensia
Penyebab demensia menurut Nugroho (2008) dapat digolongkan menjadi 3 golongan
besar :
a. Sindroma demensia dengan penyakit yang etiologi dasarnya tidak dikenal, Sering
pada golongan ini tidak ditemukan atrofia serebri, mungkin kelainan terdapat pada tingkat
subseluler atau secara biokimiawi pada sistem enzim, atau pada metabolisme seperti yang
ditemukan pada penyakit alzheimer dan demensiasenilis.
b. Sindroma demensia dengan etiologi yang dikenal tetapi belum dapat diobati,
Penyebab utama dalam golongan ini diantaranya :
1) Penyakit degenerasi spino-serebelar.
2) Subakut leuko-ensefalitis sklerotik van Bogaert
3) Khorea Huntington
4) penyakit jacob-creutzfeld dll

c. Sindoma demensia dengan etiologi penyakit yang dapat diobati, dalam golongan

ini diantaranya :
1) Penyakit cerebro kardiofaskuler
2) penyakit- penyakit metabolik
3) Gangguan nutrisi
4) Akibat intoksikasi menahun
5) Hidrosefalus komunikans
Demensia (pikun) adalah kemunduran kognitif yang sedemikian berat sehingga
mengganggu aktivitas hidup sehari- hari dan aktivitas sosial. Kemunduran kognitif pada
demensia biasanya diawali dengan kemunduran memori atau daya ingat (pelupa). Demensia
terutama yang disebabkan oleh penyakit Alzheimer berkaitan erat dengan usia lanjut. Penyakit
alzheimer ini 60% menyebabkan kepikunan atau demensia dan diperkirakan akan meningkat
terus. Gejala klasik penyakit demensia alzheimer adalah kehilangan memori (daya ingat) yang
terjadi secara bertahap, termasuk kesulitan menemukan atau menyebutkan kata yang tepat, tidak
mampu mengenali objek, lupa cara menggunakan benda biasa dan sederhana, seperti pensil, lupa
mematikan kompor, menutup jendela atau menutup pintu, suasana hati dan kepribadian dapat
berubah, agitasi, masalah dengan daya ingat, dan membuat keputusan yang buruk dapat
menimbulkan perilaku yang tidak biasa. Gejala ini sangat bervariasi dan bersifat individual.
Gejala bertahap penyakit alzheimer dapat terjadi dalam waktu yang berbeda- beda, bisa lebih
cepat atau lebih lambat. Gejala tersebut tidak selalu merupakan penyakit alzheimer, tetapi apabila
gejala tersebut berlangsung semakin sering dan nyata, perlu dipertimbangkan
kemungkinan penyakit alzheimer (Nugroho, 2008).
3. Kriteria derajat demensia
a. Ringan : Walaupun terdapat gangguan berat daya kerja dan aktivitas sosial, kapasitas
untuk hidup mandiri tetap dengan higiene personal cukup dan penilaian umum yang
baik.
b. Sedang :Hidup mandiri berbahaya diperlukan berbagai tingkat suportivitas.
c. Berat :Aktivitas kehidupan sehari-hari terganggu sehingga tidak berkesinambungan,
inkoheren
4. Stadium demensia alzheimer
3

Penyakit demensia alzheimer menurut Nugroho (2008) dapat berlangsung dalam tiga
stadium yaitu stadium awal, stadium menengah, dan stadium lanjut.
Stadium awal atau demensia ringan ditandai dengan gejala yang sering diabaikan dan
disalahartikan sebagai usia lanjut atau sebagai bagian normal dari proses menua. Umumnya klien
menunjukkan gejala kesulitan dalam berbahasa, mengalami kemunduran daya ingat secara
bermakna, disorientasi waktu dan tempat, sering tersesat ditempat yang biasa dikenal, kesulitan
membuat keputusan, kehilangan inisiatif dan motivasi, dan kehilangan minat dalam hobi dan
agitasi.
Stadium menengah atau demensia sedang ditandai dengan proses penyakit berlanjut dan
masalah menjadi semakin nyata. Pada stadium ini, klien mengalami kesulitan melakukan
aktivitas kehidupan sehari- hari dan menunjukkan gejala sangat mudah lupa terutama untuk
peristiwa yang baru dan nama orang, tidak dapat mengelola kehidupan sendiri tanpa timbul
masalah, sangat bergantung pada oranglain, semakin sulit berbicara, membutuhkan bantuan
untuk kebersihan diri (ke toilet,mandi dan berpakaian), dan terjadi perubahan perilaku, serta
adanya gangguan kepribadian.
Stadium lanjut atau demensia berat ditandai dengan ketidakmandirian dan inaktif total,
tidak mengenali lagi anggota keluarga (disorientasi personal), sukar memahami dan menilai
peristiwa, tidak mampu menemukan jalan di sekitar rumah sendiri, kesulitan berjalan, mengalami
inkontinensia (berkemih atau defekasi), menunjukkan perilaku tidak wajar dimasyarakat,
akhirnya bergantung dikursi roda atau tempat tidur.
5. Penyebab demensia Alzheimer
Penyebab demensia alzheimer masih belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa
teori menjelaskan kemungkinan adanya faktor genetik, radikal bebas, toksin amiloid, pengaruh
logam alumunium, dan akibat infeksi virus. Semakin dini penyakit demensia alzheimer dikenali,
semakin baik hasil penanganannya daripada penyakit yang sudah lanjut. Penyakit alzheimer
muncul sebagai gejala perubahan perilaku, kognisi, dan perubahan aktivitas hidup sehari- hari
sehingga anggota keluarga dan orang terdekat yang mengenali perubahan tersebut.Faktor
predisposisi dan resiko dari penyakit ini adalah usia, riwayat penyakit alzheimer (keturunan),
kelamin, pendidikan. Faktor resiko yang kemungkinan juga berpengaruh ialah adanya keluarga

dengan sindrom Down, fertilitas yang kurang, kandungan alumunium pada air minum, dan
defisiensi kalsium.
6. Alat ukur demensia
Untuk mengetahui ada tidaknya demensia pada lansia digunakan tes Mini Mental
state Examination (tes mini mental) untuk mendeteksi adanya dan tingkat kerusakan
intelektual.
7. Gejala-gejala awal dari demensia
Tanda-tanda awal demensia bisa hampir tidak terlihat dan tidak jelas dan mungkin tidak
segera nyata. Beberapa gejala umum dapat termasuk:
a)
b)
c)
d)
e)

Sering lupa, semakin lama semakin berat


Merasa bingung
Perubahan kepribadian
Tidak peduli dan menyendiri
Kehilangan kemampuan melakukan pekerjaan sehari-hari

8.Apa yang dapat dilakukan untuk menolong?


Pada waktu ini tidak ada obat untuk kebanyakan jenis demensia. Tetapi, beberapa jenis obat
ternyata dapat mengurangi beberapa gejalanya. Dukungan sangat penting bagi orang yang
menderita demensia dan bantuan dari keluarga, teman dan yang merawatnya dapat membawa
perbedaan positif dalam menangani penyakit ini.