Anda di halaman 1dari 7

BAB II

TINJAUAN TEORI
A. Sistem Rujukan
B. Perencanaan Mikro Puskesmas
1. Pengertian
Perencanaan micro tingkat puskesmas adalah penyusunan rencana
tingkat puskesmas untuk 5 tahun, termasuk rincian tiap tahunnya.
2. Tujuan Umum
Meningkatkan cakupan pelayanan program prioritas sesuai dengan
masalah yang dihadapi puskesmas sehingga meningkatkan fungsi
puskesmas.
3. Tujuan Khusus
a. Tersusunnya rencana kerja puskesmas untuk jangka waktu 5 tahun
secara tertulis.
b. Tersusunnya rencana kerja tahunan puskesmas, sebagai penjabaran
rencana kerja 5 tahunan.
4. Langkah dalam penyusunan
a. Identifikasi keadaan dan masalah
b. Penyusunan Rencana
Perencanaan yang disusun berdasarkan preoritas masalah yang disusun
secara sistematis.
c. Penyusunan Rencana Pelaksanaan ( Plan of Action )
d. Penulisan dokumen
1) Pendahuluan
2) Keadaan dan masalah
3) Tujuan dan sasaran
4) Pokok kegiatan dan pentahapan
5) Kebutuhan sumber daya
6) Pemantauan dan penilaian
7) Penutup

C. Lokakarya Mini Puskesmas


1. Definisi
Upaya untuk menggalang kerjasama tim untuk penggerakan dan
pelaksanaan upaya kesehatan puskesmas sesuai dengan rencana yang telah
disusun dari tiap-tiap upaya kesehatan pokok puskesmas, sehingga dapat
dihindarkan terjadinya tumpang tindih dalam pelaksanaan kegiatannya.
2. Tujuan Umum
Meningkatkan kemampuan tenaga puskesmas bekerja sama dengan
tim dan membina kerjasama lintas program dan lintas sektoral.
3. Tujuan Khusus
a. Terlaksananya kerjasama tim lintas program
b. Terlaksananya kerjasama lintas sektoran dalam rangka pembinaan
PSM
c. Terlaksananya rapat kerja bulanan
d. Terlaksananya rapat kerja triwulan dan pembinaan kerjasama lintas
Sektoral
4. Ruang lingkup
a. Menggalang kerjasama tim dari masing-masing anggota
b. Meningkatkan kebanggaan dan semangat membela keberhasilan tim
5. Komponen
a. Penggalangan kerjasama dalam tim puskesmas
b. Penggalangan kerjasama lintas sektoral
c. Rapat kerja bulanan puskesmas
d. Rapat kerja triwulan lintas sektoral
D. Supervisi Puskesmas
1. Definisi
Upaya pengarahan dengan cara mendengar alasan dan keluhan-keluhan
tentang masalah dalam pelaksanaan dan memberikan petunjuk serta saransaran dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi pelaksana, sehingga

meningkatkan daya guna dan hasil guna serta kemampuan pelaksana


dalam melaksanakan upaya kesehatan puskesmas.
2. Tujuan Umum
Terselenggaranya upaya kesehatan puskesmas secara berhasil guna dan
berdayaguna.
3. Tujuan Khusus
Terselenggaranya program upaya kesehatan puskesmas sesuai dengan
pedoman

pelaksanaan

a. Kekeliruan dan penyimpangan dapat diluruskan


b. Meningkatkan mutu pelayanan
c. Meningkatkan hasil pencapaian puskesmas
d. Meningkatkan hasil pencapaian pelayanan puskesmas
4. Ruang Lingkup
a. Mencakup bimbingan di tingkat puskesmas oleh Kepala puskesmas
kepada para pelaksana kegiatan di wilayah kerjanya. Bimbingan
mencakup :
1) Masukan (input)
a) Sarana dan prasarana
b) Anggaran
c) Ketenagaan
d) Perlengkapan administrasi
2) Proses
Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan pedoman kerja.
3) Keluaran (output)
Hasil kegiatan yang berupa cakupan pelayanan.
b. Supervisi dilaksanakan terhadap tenaga teknis dan tenaga masyarakat,
dalam bentuk :
1) Pertemuan didalam puskesmas
Pembimbingan yang dilakukan menyangkut kegiatan teknis
maupun administrasi dan penambahan pengetahuan.
2) Kunjungan lapangan yang dilakukan terhadap :

a) Petugas kesehatan termasuk bidan desa


b) Kader kesehatan
c) Sarana pelayanan (puskesmas pembantu, posyandu)
3) Pelaksanaan pembimbingan
a) Dokter puskesmas
b) Staf puskesmas
4) Sasaran pembinaan
a) Staf puskesmas sebagai pelaksana kegiatan lapangan.
b) Tenaga sukarela (kader, dasa wisma)
5) Waktu pelaksanaan
a) Terhadap staf pelaksana puskesmas dilaksanakan minimal satu
bulan sekali, atau sewaktu-waktu bila ada masalah.
b) Tenaga desa (kader kesehatan, dasa wisma) minimal sebulan
sekali, atau sesuai dengan kesepakatan bersama.
c) Bimbingan terhadap posyandu minimal 3 bulan sekali.
d) Melalui laporan tertulis mengenai pelaksanaan kegiatan dari
pelaksana. Paling lambat 1 minggu setelah kegiatan.
e) Format bimbingan yang digunakan sesuai dengan pedoman
yang ada dan yang telah diterbitkan Departemen Kesehatan.
E. Sistem Pencatatan Dalam Pelaporan Terpadu Puskesmas
1. Pengertian
Adalah tata cara pencatatan dan pelaporan yang lengkap untuk
pengelolaan puskesmas, meliputi keadaan fisik, tenaga sarana dan kegiatan
pokok yang dilakukan serta hasil yang dicapai oleh puskesmas.
2. Tujuan :
a. Tersedianya data yang meliputi keadaan fisik, tenaga, sarana dan
kegiatan pokok puskesmas secara akurat tepat waktu dan mutakhir.
b. Terlaksananya pelaporan data-data secara teratur di berbagai jenjang
administrasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

c. Dipergunakan data tersebut untuk pengambilan keputusan dalam


rangka pengelolaan program kesehatan masyarakat melalui puskesmas
diperbagai tingkat administrasi
3. Ruang Lingkup
a. SP2TP dilakukan oleh semua puskesmas termasuk puskesmas
Pembantu dan Puskesmas Keliling.
b. Pencatatan dan pelaporan mencakup :
1) Data umum dan demografi wilayah kerja puskesmas
2) Data ketenagaan di puskesmas
3) Data Sarana yang dimiliki puskesmas
4) Data kegiatan pokok puskesmas (18 upaya pokok) baik didalam
gedung maupun diluar gedung.
c. Pelaksanaan
1) Family folder
2) Buku register, yang mencakup :
a) Rawat jalan dan rawat inap
b) Penimbangan
c) Kohort ibu
d) Persalinan
e) Laboratorium
f) Pengamatan penyakit menular
g) Imunisasi
h) PKM
3) Kartu indeks penyakit (kelompok penyakit)
4) Kartu perusahaan
5) Kartu murid
6) Sensus

harian

(penyakit

dan

kegiatan

puskesmas)

untuk

mempermudah pembuatan laporan.


d. Pelaporan dilakukan secara periodik (bulanan,tribulanan,semester dan
tahunan)

e. Pemanfaatan Data SP2TP


1) Untuk memenuhi kebutuhan administrasi pada jenjang yang lebih
tinggi dalam rangka pembinaan, perencanaan dan penetapan
kebijaksanaan
2) Dimanfaatkan puskesmas untuk peningkatan upaya kesehatan
puskesmas
f. Pelaporan
Jenis dan periode laporan :
1) Bulanan
a) Data kesakitan
b) Data kematian
c) Data opersional (gizi, imunisasi,KIA,KB,dsb)
d) Data manajemen obat
2) Triwulan
a) Data kegiatan puskesmas
3) Tahunan
a) Umum dan fasilitas
b) Sarana dan tenaga
g. Alur pengiriman
1) Aluran pengiriman sampai saat ini :
a) Dikirim ke Dinas Kesehatan TK II, diteruskan ke Dinas
Kesehatan TK I, kemudian diteruskan ke Departemen
Kesehatan

(c.q.

Bagian

Informasi

Ditjern

Kesehatan Masyarakat)
b) Umpan balik dikirim ke kanwil depkes provinsi.

Pembinaan

DAFTAR PUSTAKA
Efendy,Nasrul.1998.Dasar-dasar

Keperwatan

Kesehatan

Masyarakat

.Jakarta:EGC
Promosi Kesehatan di

Puskesmas dan Rumah Sakit / Bambang Hartono.-

Jakarta : Rineka Cipta,2010


Trihono.2005.Arrimes Manajemen Puskesmas. Jakarta: CV. SAGUNG SETO