Anda di halaman 1dari 18

PROPOSAL

SUPERVISI KEPERAWATAN
PENDIDIKAN PRAKTIK PROFESI NERS
MANAJEMEN KEPERAWATAN
DI RUANG MELATI RSU PATRIA HUSADA BLITAR
TANGGAL ..................

OLEH :
KELOMPOK ....
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

NAMA
NAMA
NAMA
NAMA
NAMA

NIM
NIM
NIM
NIM
NIM

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN


STIKes PATRIA HUSADA
BLITAR
2010
0

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Saat ini tuntutan masyarakat pada pelayanan keperawatan semakin tinggi karena
tingkat pengetahuan dan kesadaran akan kebutuhan yang tinggi pula. Perawat diharapkan
semakin profesional dalam memberikan pelayanan keperawatan untuk mendapatkan
kepercayaan masyarakat, sehingga dapat memenuhi tuntutan masyarakat sebagai pengguna
jasa keperawatan.
Diharapkan kualitas pelayanan keperawatan senantiasa memenuhi harapan konsumen
dan sesuai standar yang berlaku, maka diperlukan suatu pengawasan terhadap pelaksanaan
asuhan keperawatan. Supervisi merupakan salah satu fungsi dari manajemen. Seorang
manajer hendaknya mampu menjalankan fungsi manajemen agar dapat mencapai tujuan
secara berdaya guna dan berhasil guna. Manajer ruangan dalam hal ini kepala ruangan
melaksanakan supervisi terhadap tindakan keperawatan yang dilakukan oleh perawat primer.
Pengontrolan pada tindakan keperawatan perlu dilakukan melalui kegiatan supervisi.
Pengontrolan tersebut meliputi evaluasi terhadap persiapan maupun pelaksanaan tindakan
keperawatan.
Tindakan keperawatan merupakan bentuk nyata kegiatan yang dilakukan perawat
terhadap pasien sehingga dalam pelaksanaannya perlu benar-benar diperhatikan ketepatan dan
kesesuaiannya. Kesalahan yang terjadi pada pelaksanaan tindakan keperawatan akan
berakibat fatal baik bagi pasien maupun bagi perawat. Pelaksanaan supervisi ditujukan untuk
meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan yang telah diberikan di Ruang Melati RSU
Patria Husada Blitar.
Oleh karena itu perlu diadakan kegiatan supervisi untuk memberikan gambaran
tentang pelaksanaan dan pendokumentasian supervisi yang sesuai.
1.2 Tujuan
1.2.1

Tujuan Umum
Mampu mengaplikasikan peran kepala ruangan sebagai supervisor dalam lingkup

tanggung jawabnya, terutama untuk menilai kinerja perawat dalam pelaksanaan injeksi intra
vena di Ruang Melati RSU Patria Husada Blitar.
1.2.2

Tujuan Khusus
1.

Kepala ruangan mampu merumuskan tujuan supervisi injeksi intra vena

2.

Kepala ruangan mampu mengevaluasi dan menilai pengetahuan perawat dalam


pelaksanaan injeksi intra vena

3.

Kepala ruangan mampu mengevaluasi dan menilai kinerja perawat dalam


pelaksanaan injeksi intra vena
1

4.

Kepala ruangan mampu mengevaluasi dan menilai sikap perawat dalam


melakukan tindakan injeksi intra vena

5.

Kepala ruangan mampu memberikan reward pada perawat primer dalam tindakan
injeksi intra vena

6.

Kepala ruangan mampu memberikan konsep solusi dan perbaikan dalam


pelaksanaan injeksi intra vena

7.

Kepala ruangan mampu mendokumentasikan hasil supervisi tindakan injeksi intra


vena

8.

Kepala ruangan mampu memberikan rencana tindak lanjut dari supervisi yang
telah dilakukan.

1.3

Manfaat
Bagi Pasien:
1.

Memberikan perawatan secara profesional dan efektif kepada pasien.

2.

Memberikan kepuasan pada pasien.

Bagi Perawat:
1.

Dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor perawat.

2.

Menjalin kerjasama dan keakraban antar perawat.

3.

Menciptakan komunitas keperawatan profesional.

Bagi institusi:
Meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit.

BAB 2
TINJAUAN TEORI
2.1 Pengertian
Supervisi keperawatan adalah suatu proses pemberian sumber-sumber yang dibutuhkan
perawat untuk menyelesaikan tugas dalam rangka mencapai tujuan (Nursalam, 2007).
2.2 Tujuan Supervisi
Tujuan supervisi adalah pemenuhan dan peningkatan pelayanan pada klien dan keluarga
yang berfokus pada kebutuhan, keterampilan dan kemampuan perawat dalam melaksanakan
tugas.
2.3 Prinsip Supervisi
1) Supervisi dilakukan sesuai dengan struktur organisasi.
2) Supervisi memerlukan pengetahuan dasar manajemen, keterampilan hubungan antar
manusia dan kemampuan menerapkan prinsip manajemen dan kepemimpinan.
3) Fungsi supervisi diuraikan dengan jelas, terorganisir dan dinyatakan melalui petunjuk,
pengaturan, uraian tugas dan standar.
4) Supervisi merupakan proses kerja sama yang demokrasi antara supervisor dan perawat
pelaksana.
5) Supervisi merupakan visi, misi, falsafah, tujuan dan rencana yang spesifik.
6) Supervisi menciptakan lingkungan yang kondusif, komunikasi efektif, kreatifitas dan
motivasi.
7) Supervisi mempunyai tujuan yang berhasil dan berdaya guna dalam pelayanan
keperawatan yang memberi kepuasan klien, perawat dan manajer.
2.4 Pelaksana Supervisi
1) Kepala ruangan
a)

Bertanggungjawab dalam supervisi pelayanan keperawatan pada


klien di ruang perawatan.

b)

Merupakan ujung tombak penentu tercapai atau tidaknya tujuan


pelayanan kesehatan di rumah sakit.

c)

Mengawasi

perawat

pelaksana

dalam

melaksanakan

praktik

keperawatan di ruang perawatan.


2)

Pengawas perawatan
Bertanggung jawab dalam mensupervisi pelayanan pada Kepala Ruangan yang ada di
instalasinya.

3)

Kepala seksi perawatan


Mengawasi instalasi dalam melaksanakan tugas secara langsung dan seluruh perawat
secara tidak langsung.
3

2.5 Alur Supervisi


Ka. Bid Perawatan

Kasi Perawatan

Ka. Perawatan IRNA

Menetapkan kegiatan dan tujuan


serta instrumen / alat ukur

Kepala Ruangan
Supervisi

Menilai kinerja Perawat

PP 1

PP 2

Delegasi
Fair
Feed Back
Follow Up, pemecahan
masalah, reward

PA

PA

Kualitas Pelayanan Meningkat


Keterangan :

Kegiatan supervisi
Delegasi dan supervisi
Bagan 2.1 Alur Supervisi Keperawatan (Nursalam, 2007)

2.6 Langkah-langkah Supervisi


1) Pra supervisi
a. Supervisor menetapkan kegiatan yang akan disupervisi.
b. Supervisor menetapkan tujuan
2) Supervisi
a. Supervisor menilai kinerja perawat berdasarkan alat ukur atau instrumen yang
telah disiapkan.
b. Supervisor mendapat beberapa hal yang memerlukan pembinaan.
c. Supervisor memanggil Perawat Primer dan Perawat Associate untuk mengadakan
pembinaan dan klarifikasi permasalahan.
d. Supervisor mengklarifikasi permasalahan yang ada.
e.

Supervisor melakukan tanya jawab dengan Perawat Primer dan Perawat


Associate.

f. Supervisor memberikan masukan dan solusi pada Perawat Primer dan Perawat
Associate
4

g. Supervisor memberikan reinforcement pada Perawat Primer dan Perawat


Associate.
2.7 Peran supervisor dan fungsi supervisi keperawatan
Peran dan fungsi supervisor dalam supervisi adalah mempertahankan keseimbangan
pelayanan keperawatan dan manajemen sumber daya yang tersedia.
1)

Manajemen pelayanan keperawatan.


Tanggungjawab supervisor adalah
a. Menetapkan dan mempertahankan standar praktik keperawatan.
b. Menilai kualitas asuhan keperawatan dan pelayanan yang diberikan.
c. Mengembangkan peraturan dan prosedur yang mengatur pelayanan keperawatan,
kerjasama dengan tenaga kesehatan lain yang terkait.

2)

Manajemen Anggaran
Manajemen

keperawatan

berperan

aktif

dalam

membantu

perencanaan

dan

pengembangan. Supervisor berperan dalam:


a. Membantu menilai rencana keseluruhan dikaitkan dengan dana tahunan yang
tersedia, mengembangkan tujuan unit yang dapat dicapai sesuai tujuan RS.
b. Membantu mendapatkan informasi statistik untuk merencanakan anggaran
keperawatan.
c. Memberi justifikasi proyeksi anggaran unit yang dikelola.
Supervisi yang berhasil guna dan berdaya guna tidak dapat terjadi begitu saja,
tetapi memerlukan praktik dan evaluasi penampilan agar dapat dijalankan dengan tepat.
Kegagalan supervisi dapat menimbulkan kesenjangan dalam pelayanan keperawatan.
2.8 Teknik Supervisi
a.

Proses supervisi keperawatan terdiri dari 3 elemen kelompok, yaitu


1)

Mengacu pada standar asuhan keperawatan.

2)

Fakta pelaksanaan praktik keperawatan sebagai pembanding untuk menetapkan


pencapaian.

3)
b.

c.

Tindak lanjut dalam upaya memperbaiki dan mempertahankan kualitas asuhan.


Area Supervisi.

1)

Pengetahuan perawat tentang perkembangan klien..

2)

Ketrampilan yang dilakukan disesuaikan dengan standar.

3)

Sikap penghargaan terhadap pekerjaan misalnya kejujuran, empati.


Cara Supervisi

Supervisi dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu


1. Langsung
Supervisi dilakukan secara langsung pada kegiatan yang sedang berlangsung,
dimana supervisor dapat terlibat dalam kegiatan, feed back dan perbaikan. Adapun
prosesnya adalah
5

1) Perawat pelaksana melakukan secara mandiri suatu tindakan keperawatan


didampingi oleh supervisor.
2) Selama proses, supervisor dapat memberi dukungan, reinforcement dan
petunjuk.
3) Setelah selesai, supervisor dan perawat pelaksana melakukan diskusi yang
bertujuan untuk menguatkan yang telah sesuai dan memperbaiki yang masih
kurang. Reinforcement pada aspek yang positif sangat penting dilakukan oleh
supervisor.
2. Supervisi secara tidak langsung
Supervisi dilakukan melalui laporan baik tertulis maupun lisan. Supervisor tidak
melihat langsung apa yang terjadi di lapangan sehingga mungkin terjadi
kesenjangan fakta. Umpan balik dapat diberikan secara tertulis.

BAB 3
KEGIATAN
3.1 Pelaksanaan
Kegiatan supervisi tindakan injeksi intra vena akan dilaksanakan pada:
Hari/ tanggal

Waktu

Tempat

: RUANG MELATI RSU PATRIA HUSADA BLITAR

Topik

: Supervisi peran perawat dalam tindakan injeksi intra vena

Supervisor

Sasaran

Metode

3.2 Struktur Pengorganisasian


1. Kepala Ruangan

: Ulfa Husnul Fata, S.Kep

2. Perawat Primer

: Krisdiana Juniarti, S.Kep


Indah Lailiyah, S.Kep
Dominikus Rato, S.Kep

3. Perawat Associate

: Nur Chayati, S.Kep


Heni Megawati, S.Kep
Vivin Dessy W, S.Kep

3.3 Materi Yang Disupervisi


1.

Persiapan tindakan injeksi intra vena

2.

Pelaksanaan tindakan injeksi intra vena

3.4 Media Supervisi


1. Instrumen injeksi intra vena
2. Instrumen Supervisi
1) Format instrumen supervisi
2) Format laporan supervisi keperawatan
3.5 Mekanisme Kegiatan
Tahap
kegiatan

KARU

PP

PA

Tempat

Pra
Supervisi
5 menit

Supervisi
15 menit

1. Salam Pembuka
2. Menyampaikan tujuan
supervisi
3. Menentukan kegiatan yang
akan disupervisi: mengecek
jadwal injeksi intra vena
milik PP
4. Menjelaskan instrumen/
format penilaian yang akan
digunakan.
5. Mempersilahkan PP untuk
tindakan injeksi intra vena
1.
Melakukan
pengawasan & koordinasi
2.
Menilai pelaksanaan
injeksi intra vena berdasarkan
format supervisi
3.
Melakukan crosscheck
kelengkapan alat.
4.
Mencatat jika
ditemukan ada hal-hal yang
perlu didiskusikan bersama
PP dan PA.
5.
Mengisi format/
instrumen penilaian supervisi
6.
Menyampaikan hasil
penilaian supervisi
7.
Memberikan feedback,
reward, follow up dan konsep
solusi terhadap masalah yang
ditemukan

1. Menguraikan tentang
1.Menerima
tindakan injeksi intra
delegasi dari
vena hari itu
PP untuk
2.
Mendelegasi
menyiapkan
kan kepada PA untuk
perlengkapan
menyiapkan
pemberian
perlengkapan injeksi intra
injeksi intra
vena
vena

Ruang
Karu

1. Melakukan cross check


1. Membantu PP Bed
kelengkapan injeksi intra
mempersiapka Pasien
vena
n alat yang
2. Menjelaskan kepada
belum ada
pasien dan keluarga
untuk injeksi
tentang prosedur injeksi
intra vena
intra vena yang akan
2. Membawa
dilaksanakan
trolley injeksi
3. Melakukan langkahintra vena ke
langkah injeksi intra
bed pasien
vena :
a) Cuci tangan kemudian
menggunakan sarung
tangan.
b) Memasukkan obat
dalam spuit.
c) Pastikan infus dalam
keadan
menetes
lancar
tidak
ada
tanda-tanda plebitis,
kemudian klem atau
pengatur
tetesan
dimatikan
d) Melakukan desifektan
dengan alkohol 70 %
pada daerah yang
akan diinjeksi.
e) Obat dimasukkan.
f) Lihat ekspresi wajahwajah pasien.
g)
Pengatur tetesan
dibuka
kembali,
kemudian
tetesan
diatur sesuai dengan
kebutuhan yang sudah
ditentukan.
h) Pasien dirapikan, alatalat dibereskan.
i)
Melepas
sarung
tangan
dan
cuci
tangan.
j)
Mencatat
dan
memberi tanda pada
format
pemberian
injeksi dan buku
injeksi.
4. Menemui Karu untuk
8

Post
Supervisi
10 menit

1.

Dokumentasi
supervisi
2.
Salam penutup

evaluasi tindakan PP dan


PA
5. Mendengarkan
hasil 1.
Tanda tangan hasil 1.Mendengarkan Ruang
supervisi
dengan
Karu
2.
Mendengarkan
seksama
dengan seksama
2.Menerima
3.
Menerima
hasil
hasil penilaian
penilaian

3.6 Evaluasi
1. Struktur:
1) Menentukan penanggungjawab supervisi keperawatan
2) Menyusun konsep supervisi keperawatan.
3) Koordinasi dengan pembimbing klinik dan akademik
4) Menentukan materi supervisi.
5) Persiapan alat dan pasien
2. Proses:
1) Melaksanakan supervisi keperawatan oleh Karu kepada PP dan PA
2) PP dan PA melaksanakan tugas sesuai dengan diskripsi tugas masing-masing
3) Mendokumentasikan hasil pelaksanaan supervisi keperawatan.
4) Karu mengisi lembar penilaian sesuai petunjuk teknis pengisian
3. Hasil:
1) Mahasiswa mampu melaksanakan supervisi secara optimal.
2) Supervisi dilaksanakan sesuai dengan rencana
3) Supervisor mengevaluasi hasil supervisi dan memberikan reward pada PP dan PA

PENDIDIKAN PRAKTIK PROFESI NERS (P3N)


MANEJEMEN KEPERAWATAN
MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI RUANG MELATI RSU PATRIA HUSADA BLITAR
LEMBAR EVALUASI SUPERVISI KEPERAWATAN
No.
1.
2.
3.
4.
5.
1.
2.
3.

1.
2.
3.

Evaluasi

Dilakukan
Ya
Tidak

Struktur
Menentukan penanggungjawab supervisi keperawatan
Menyusun konsep supervisi keperawatan.
Koordinasi dengan pembimbing klinik dan akademik
Menentukan materi supervisi.
Persiapan alat dan pasien
Proses
Melakukan cross check kelengkapan injeksi intra vena
Menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang prosedur injeksi intra
vena yang akan dilaksanakan
Melakukan langkah-langkah injeksi intra vena :
a) Cuci tangan kemudian menggunakan sarung tangan.
b) Memasukkan obat dalam spuit.
c) Pastikan infus dalam keadan menetes lancar tidak ada tanda-tanda
plebitis, kemudian klem atau pengatur tetesan dimatikan
d) Melakukan desifektan dengan alkohol 70 % pada daerah yang akan
diinjeksi.
e) Obat dimasukkan.
f) Lihat ekspresi wajah-wajah pasien.
g) Pengatur tetesan dibuka kembali, kemudian tetesan diatur sesuai
dengan kebutuhan yang sudah ditentukan.
h) Pasien dirapikan, alat-alat dibereskan.
i) Melepas sarung tangan dan cuci tangan.
j) Mencatat dan memberi tanda pada format pemberian injeksi dan
buku injeksi.
Hasil
Mahasiswa mampu melaksanakan supervisi secara optimal.
Supervisi dilaksanakan sesuai dengan rencana
Supervisor mengevaluasi hasil supervisi dan memberikan reward pada
PP dan PA

10

Mekanisme Pelaksanaan Supervisi


No.

Evaluasi

Dilakukan
Ya
Tidak

Pra Supervisi
Kepala Ruangan
1.

Salam Pembuka

2.

Menyampaikan tujuan supervisi

3.

Menentukan kegiatan yang akan disupervisi: mengecek jadwal injeksi


intra vena milik PP

4.

Menjelaskan instrumen/ format penilaian yang akan digunakan.

5.

Mempersilahkan PP untuk tindakan injeksi intra vena


Perawat Primer

1.

Menguraikan tentang tindakan injeksi intra vena hari itu

2.

Mendelegasikan kepada PA untuk menyiapkan perlengkapan injeksi


intra vena
Perawat Associate

1.

Menerima delegasi dari PP untuk menyiapkan perlengkapan


pemberian injeksi intra vena
Supervisi
Kepala Ruangan

1.

Melakukan pengawasan & koordinasi

2.

Melakukan crosscheck kelengkapan alat.

3.

Menilai pelaksanaan injeksi intra vena berdasarkan format supervisi

4.

Mencatat jika ditemukan ada hal-hal yang perlu didiskusikan bersama


PP dan PA.

5.

Mengisi format/ instrumen penilaian supervisi

6.

Memberi kesempatan pada PP untuk evaluasi diri

7.

Menyampaikan hasil penilaian supervisi

Memberikan feedback, reward, follow up dan konsep solusi terhadap


masalah yang ditemukan
Perawat Primer

1.

Melakukan cross check kelengkapan injeksi intra vena

2.

Menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang prosedur injeksi intra


vena yang akan dilaksanakan

3.

Mendelegasikan pada PA untuk membantu injeksi intra vena

4.

Melakukan langkah-langkah injeksi intra vena :


a. Cuci tangan kemudian menggunakan sarung tangan.
b. Memasukkan obat dalam spuit.
c. Pastikan infus dalam keadan menetes lancar tidak ada tanda-tanda
plebitis, kemudian klem atau pengatur tetesan dimatikan
11

d. Melakukan desifektan dengan alkohol 70 % pada daerah yang


akan diinjeksi.
e. Obat dimasukkan.
f. Lihat ekspresi wajah-wajah pasien.
g. Pengatur tetesan dibuka kembali, kemudian tetesan diatur sesuai
dengan kebutuhan yang sudah ditentukan.
h. Pasien dirapikan, alat-alat dibereskan.
i. Melepas sarung tangan dan cuci tangan.
j. Mencatat dan memberi tanda pada format pemberian injeksi dan
buku injeksi.
k. Meminta tanda tangan keluarga sebagai tanda bahwa obat sudah
diberikan
5.

Menemui Karu untuk evaluasi tindakan PP dan PA

6.

Menemui Karu untuk evaluasi tindakan PP dan PA


Perawat Associate

1.

Membantu PP mempersiapkan alat yang belum ada untuk injeksi intra


vena

2.

Membawa trolley injeksi intra vena ke bed pasien


Post Supervisi
Kepala Ruangan

1.

Dokumentasi hasil supervisi

2.

Salam penutup
Perawat Primer

3.

Tanda tangan hasil supervisi

4.

Mendengarkan dengan seksama

5.

Menerima hasil penilaian


Perawat Associate

6.

Mendengarkan dengan seksama

7.

Menerima hasil penilaian

DAFTAR PUSTAKA
12

Nursalam.2007.Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik

Keperawatan

Profesional. Edisi kedua. Salemba Medika. Jakarta.


Nursalam.2001.Proses dan Dokumentasi Keperawatan Konsep dan Praktik. Salemba
Medika. Jakarta

PENDIDIKAN PRAKTIK PROFESI NERS (P3N)


MANEJEMEN KEPERAWATAN
MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI RUANG MELATI RSU PATRIA HUSADA BLITAR

13

FORMAT SUPERVISI INJEKSI INTRA VENA


Hari/Tanggal
Yang disupervisi
Aspek
Penilaian
Persiapan

: :.........................
: ..........................

Parameter
A. Menyiapkan Alat Steril.
Kapas Steril.
Bak Injeksi.
Spuit sesuai kebutuhan
B. Menyiapkan alat non steril.
Sarung Tangan.
Alkohol 70%.
Pengalas.
Bengkok.
Alat tulis.
Buku Injeksi.
7. Jam tangan dengan
detikan.
C. Menyiapkan bahan-bahan.
Obat.
D. Menyiapkan Pasien.
1. Memberi penjelasan
kepada pasien tentang
prosedur yang akan
dilakukan.
2. Mengatur posisi pasien
yang nyaman.

Pelaksanaan

Pelaksanaan Injeksi intra vena:


1. Cuci tangan kemudian
menggunakan sarung
tangan.
2. Memasukkan obat dalam
spuit.
3. Pastikan infus dalam
keadan menetes lancar
tidak ada tanda-tanda
plebitis, kemudian klem
atau pengatur tetesan
dimatikan
4. Melakukan desifektan
dengan alkohol 70 % pada
daerah yang akan diinjeksi.
5. Obat dimasukkan.
6. Lihat ekspresi wajah wajah
pasien.
7. Pengatur tetesan dibuka
kembali, kemudian tetesan
diatur sesuai dengan
kebutuhan yang sudah
ditentukan.
8. Pasien dirapikan, alat-alat
dibereskan.

Supervisor
Ruangan

Bobot

: ......................
: ......................

Dilakukan
Ya
Tidak

Keterangan

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

3
2

3
3
2

3
3
2
2

1
14

9.

Melepas sarung tangan dan


cuci tangan.
10. Mencatat dan memberi
tanda pada format
pemberian injeksi dan buku
injeksi.
Sikap

Evaluasi

Sikap perawat pada waktu


injeksi:
1. Komunikasi.
2. Kerjasama.
3. Tanggung Jawab.
4. Kewaspadaan.
Evaluasi:
1. Mengevaluasi lokasi
penyuntikan dan
kelancaran tetesan.
2. Mengevaluasi kenyamanan
posisi.
3. Mengobservasi
kemungkinan plebitis.
Total Nilai

1
2

1
1
3
3
2
1
1
50

Kriteria:
Baik
: 41-50
Cukup : 30-40
Kurang : < 30
Surabaya, 29 Oktober 2009
Kepala ruangan

PENDIDIKAN PRAKTIK PROFESI NERS (P3N)


MANEJEMEN KEPERAWATAN
MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI RUANG MELATI RSU PATRIA HUSADA BLITAR
15

LEMBAR PENILAIAN PERAN PERAWAT


DALAM TINDAKAN INJEKSI INTRA VENA
Hari/Tanggal
:.........................
Yang disupervisi : ..........................
Aspek
Penilaian
Tugas PP

Supervisor
Ruangan

Parameter

: ..................................
: ..................................

Dilakukan
Ya
Tidak

Keterangan

1. Membuat
jadwal
rencana
pemberian terapi injeksi.
2. Mengkomunikasikan
dan
mengkoordinasikan
pemberian
terapi.

Sikap

Meliput:
1. Komunikasi.
2. Kerjasama.
3. Tanggung Jawab.
4. Kewaspadaan

Tugas PA

1. Memberikan terapi injeksi sesuai


jadwal rencana.
2. Memberi rasa aman dan nyaman
pada saat injeksi.
3. Mencatat
dan
melaporkan
tindakan yang dilakukan dan
respon pasien.

Sikap

Meliputi:
1. Komunikasi.
2. Kerjasama.
3. Tanggung Jawab.
4. Kewaspadan.

Surabaya, 30 April 2009


Kepala ruangan

PENDIDIKAN PRAKTIK PROFESI NERS (P3N)


MANEJEMEN KEPERAWATAN
MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI RUANG MELATI RSU PATRIA HUSADA BLITAR
16

FORMAT DOKUMENTASI SUPERVISI


Hari/Tanggal

Supervisor

Yang disupervisi

Ruangan

Masalah

Solusi

Follow Up

17