Anda di halaman 1dari 44

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ilmiah biologi tentang Zoology Vertebrata.
Adapun makalah ilmiah biologi tentang Zoology

Vertebrata ini telah kami susun

dengan semaksimal mungkin tentunya dengan bantuan berbagai sumber ilmiah maupun
literature serta bantuan berbagai pihak. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan makalah ini.
Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini
tentu banyak

kekurangannya baik dari segi teknik penyusunan, tata bahasa

maupun

lainnya. Oleh karena itu dengan kerendahan hati,kami senantiasa mengharapkan saran dan
kritikan demi perbaikan makalah ilmiah biologi Zoology Vertebrata ini selanjutnya.
Akhirnya Penyusun berharap semoga dari makalah ilmiah biologi tentang Zoology
Vertebrata ini dapat bermanfaat khususnya kepada penyusun sendiri maupun

dapat

memberikan inpirasi terhadap pembaca.

Mataram, 31 Mei 2015

Penyusun

I. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Zoology vertebrata merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang hewanhewan yang bertulang belakang. Pada cabanng ilmu ini, terdapat sebuah phylum yaitu
phylum Chordata. Berdasarkan keadaan Chorda dorsalis, phylum chordate ini dibagi
menjadi 4 sub phylum yaitu sub phylum Hemichordata, Urochordata, Cephalochordata,
dan

vertebrata.

Selanjutnya

beberapa

ahli

Zoologi

memasukkan

sub

phylum

Hemichordata, Urochordata, dan Cephalochordata menjadi satu kelompok yaitu


Acraniata (tidak mempunyai tempurung kepala), sedangkan kelompok lain yang telah
mempunyai tempurung kepala disebut Craniata, yaitu sub phylum Vertebrata.
Sub phylum Vertebrata

merupakan hewan-hewan Chordata yang telah

mempunyai otak yang relative besar, terlindungi olrh tulang tempurung kepala. Tubu
umunya terbagi atas bagian kepala, leher, badan, dan ekor. Sub phylum Vertebrata
dibagi menjasi 2 superkelas yang semuanya terdiri atas 8 kelas. Superkelas 1 dibagi
menjadi 4 kelas yaitu kelas Agnatha, Placodermata, dan Chondrichtyes, dan Osteichtyes.
Selanjutnya super eklas 2 dibagi menjadi 4 kelas yaitu kelas Amphibi, kelas Reptilia,
kelas Aves, dan kelas Mamalia. Yang akan dibahas secara lebih mendalam adalah
mengenai kelas Aves.
Aves adalah vertebrata dengan tubuh yang ditutupi oleh bulu (asal epidermal),
sedangkan hewan lainnya tidak ada yang berbulu.Aves adalah vertebrata yang dapat
terbang, karena mempunyai sayap yang merupakan modifikasi anggota gerak anterior.
Sayap pada aves berasal dari elemen-elemen tubuh tengah dan distal. Selanjutnya,
mengenai karakteristik morfologi dan anatomi Aves serta klasifikasi kelas ini akan
dibahas lebih dalam pada makalah ini.
2. Rumusan Masalah
a. Bagaimanakah karakteristik Aves sehingga digolongkan ke dalam kelas yang
berbeda?
b. Bagaimanakah klasifikasi Aves ditinjau dari taksonominya ?
3. Tujuan
a. Untuk mengetahui bagaimana karakteristik Aves sehingga digolongkan kedalam

II.

kelas yang berbeda


b. Untuk mengetahui klasifikasi Aves ditinjau dari taksonominya.
PEMBAHASAN
1. Karakteristik Aves
a. Karakteristik Morfologi

Burung membentuk kelas yang beragam dari spesies (Aves), mulai dari
Kolibri yang kecil melesat sampai burung unta yang tidak terbang dengan tinggi
sampai 8 kaki, dengan sekitar 9.000 spesies yang dikenal. Burung berbagi beberapa
karakteristik dengan kelas-kelas lain dari kingdom hewan, termasuk kerangka tulang
punggung dengan sumsum tulang belakang, jantung empat bilik dan mahkluk
berdarah panas. Karakteristik burung lainnya yang unik adalah sebagai berikut.
Tubuh Aves pada umumnya terdiri atas kepala, leher, badan, dan ekor. Tubuhnya di
tutupi oleh bulu, lengan depan mengalami modifikasi sebagai sayap umumnya yang
digunakan untuk terbang. Alat gerak belakan di gunakan untuk berjalan, bertenggere
atau berenang, dan umumnya dilengkapi dengan 4 jari. Mulut aves meluas sebagai
paruh dan tidak bergigi. Burung mempunyai berbagai bentuk paruh berdasarkan
makanannya, begitu pula dengan berbagai macam kaki yang juga menyesuaikan
dengan habitatnya.

Ciri-ciri Burung

Bulu
Bulu adalah ciri khas dari Aves, ditemukan pada setiap spesies burung dan
tidak ada pada kelas dari hewan lain. Bulu terbuat dari keratin, zat yang sama yang

membentuk rambut dan kuku pada hewan lain. Bulu sangat penting tidak hanya
untuk penerbangan tetapi juga untuk kehangatan dan perlindungan terhadap unsur
dan dalam banyak spesies, pada jantan untuk menarik pasangan. Bulu yang embut,
berbulu halus membantu menjaga burung tetap hangat, kontur bulu yang ramping
pada tubuh burung akan membantu dalam terbang.
Sayap
Semua burung memiliki sayap, meskipun tidak semua burung terbang. Tidak
pula sayap terbatas pada Aves; mamalia terbang seperti kelelawar dan sebagian
besar serangga memiliki sayap. Tubuh burung indah yang dirancang untuk
penerbangan, dengan otot dada yang kuat dan cukup melengkung untuk
memberikan daya angkat sayap. Perbedaan bentuk sayap memberikan keuntungan
yang berbeda untuk berbagai jenis burung. Sayap yang sempit, berujung tajam dari
elang memberikan kecepatan; elang dapat melambung tinggi dengan sayap yang
memiliki ukuran lebih panjang daripada lebarnya.

sayap burung
Paruh
Semua burung memiliki paruh, terbuat dari inti tulang yang dikelilingi oleh
lapisan tipis keratin. Burung tidak memiliki gigi sejati, tapi banyak spesies memiliki

Tomia bagian tajam di sepanjang tepi paruh mereka. Burung tidak mengunyah
makanan tapi menggiling menjadi potongan-potongan cukup kecil untuk ditelan.
Bentuk paruh burung menunjukkan apa makanan burung. Pemakan daging seperti
elang dan burung hantu memiliki paruh yang tajam, bengkok untuk merobek. Paruh
yang kuat, membantu burung pemakan biji yang berbentuk kerucut untuk
menembung kerang. Bebek dan angsa memiliki paruh yang luas, datar untuk
mengejan makanan dari air.

Paruh burung
Telur
Semua burung bertelur, beberapa berwarna-warni atau ditutupi dengan bintikbintik. Tentu saja telur tidak unik untuk burung, seperti ikan, reptil, amfibi, dan
serangga juga bertelur. Sebuah telur burung memiliki cangkang keras sebagian besar
terbuat dari kalsium dan lapisan lendir yang mengeras. Di dalam telur, embrio
berkembang menerima nutrisi dari kuning telur dan albumin, putih telur. Kebanyakan
burung membangun sarang untuk melindungi telur mereka, dan kemudian merawat
telur dan tukik. Mayoritas jenis burung adalah orang tua yang setia; dalam banyak
kasus, baik jantan dan betina akan merawat anaknya.
Rangka

Sebagian besar burung memiliki kerangka ringan dengan tulang keropos. Hal
ini membuat mereka cukup ringan untuk penerbangan. Banyak tulang menyatu,
termasuk tulang selangka , membuat kerangka burung kaku dibandingkan dengan
mamalia . Hal ini membantu menguatkan sayap burung selama penerbangan.
Penguin tidak bisa terbang karena memiliki tulang yang berat diisi dengan sumsum
yang akan membantu mereka untuk bertahan hidup dalam kisaran rumah mereka
yang beku. Burung unta memiliki tulang berat, padat di kaki mereka yang akan
membantu burung berjalan dan mempertahankan diri dengan tendangan kuat.
Ciri-ciri Kelas Aves yang lainnya diberikan di bawah ini:

Anggota aves kelas umumnya dikenal sebagai burung.


Tubuh biasanya berbentuk spindle, dengan empat divisi: kepala, leher,
batang, dan ekor; panjang leher tidak proporsional untuk menyeimbangkan

dan mengumpulkan makanan.


Tungkai berpasangan; anggota tubuh bagian depan biasanya dimodifikasi

untuk terbang; kakidengan empat jari kaki.


Tidak ada kelenjar keringat.
Kelenjar Minyak pada pangkal ekor.
Daun Telinga belum sempurna.
Kerangka Sepenuhnya kaku dengan rongga udara.
Tulang tengkorak menyatu dengan satu oksipitalkondilus.
Setiap rahang ditutupi dengan selubung keratin, membentuk paruh.
Tidak ada gigi;
Tulang menyatu di panggul, kaki, tangan, dan kepala
Endotermik
Memiliki jantung empat bilik
Kemampuan navigasi yang Mahir pada kebanyakan spesies
Sistem saraf berkembang dengan baik, dengan12 pasang saraf kranial dan
otak dengan otak kecil yang besar dan lobus optik. Sistem peredaran darah

terdiri dari jantung empat bilik dengan dua atrium dan dua ventrikel.
Jenis kelamin terpisah; testis berpasangan, dengan vas deferens yang
membuka ke kloaka. Betina sudah meninggalkan ovarium dan saluran telur
saja.

Aves dibedakan menjadi 2 sub kelas, yaitu Subkelas Archaeornithes dan Subkelas
Neornithes. Archaeornithes merupakan burung purba dan saat ini telah punah. Pada
pada paruhnya terdapat gigi-gigi, ekornya masih bertulang, serta sayapnya masih

bercakar, misalnya adalahArchaeopteryx sp. Sedangkan Neornithes merupakan


kelompok burung sejati.
Neornithes merupakan kelompok burung modern yang sering kita temukan saat ini.
Kelas aves terbagi kedalam begitu banyak bangsa ( ordo) yang di kenal baik
karakteristiknya. Berikut ini hanya dikenal karakteristik pada tingkat sub class
1. Sub kelas archaeornithes (burung bengkarung)
Ciri-cirinya yaitu :burung-burung bergigi, telah punah.hidup pada periode jurassik.meta
karpal terpisah, tidak ada pigostil. Vertebrata kaudal masing-masing dengan bulu-bulu
berpasangan.
Contoh: Archaeopterygiformes Archaeopteryx sp
2. Sub-kelas neornithes
Ada yang telah punah , tetapi ada yang termasuk burung modern.bergerigi tau tidak
bergerigi, metacarpal bersatu, vertebra kaudal tidakk ada yang mempunyai bulu
berpasangan , kebanyakan mempunyai pigostil , sternum ada yang berlunas , ada pula yang
rata. Mulai ada sejak jaman kretaseus.
a. Super ordo odontognathae
b. Super ordo palaeognathae
Burung berjalan atau sedikit saja terbang .tulang sternum tidak berlunas, sayap direduksi
.tidak di pakai terbang , kaki massif dan berotot yang befungsi sebagai alat gerak, sternum
kecil dan tidak mempunyai karina, tidak ada gigig, vertebre kaudal bebas, tulang korakoid
dan scapula kecil.
1) Ordo struthioniformes.
Cirri-cirinya:
Ukuran tubuh besar, Kepala leher dan tungkai berbulu tipis, Kepala kecil, leher panjang,dan
teratur, Paruh pendek dan besar, Bulu tidak becabang, Kaki berjari-jari 2, Tulang dada tanpa

lunas, hidup bergerombol, omnivore, seekor jantan mempunyai 4-5 betina, berasal dari afrika
dan Arabia.Contoh:
Struthio camelus (Burung unta)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Struthioniformes
Famili: Struthionidae
Genus: Struthio
Spesies: S. Camelus
Ciri-cirinya:
Burung unta merupakan burung terbesar yang masih hidup,dengan ketinggian hingga
2,5 meter (8 kaki).Burung unta berasal dari sabana dan bagian gurun Afrika di utara dan
selatan zona hutan khatulistiwa. Spesies yang terdapat di Timur Tengah, yakni S. c. syriacus,
telah lenyap. Burung unta adalah hewan berdarah panas, mempunyai sayap dan tubuh yang
diselubungi bulu. Bulu mereka tidak berfungsi sebagai kerajang udara, tetapi pernah populer
sebagai hiasan topi wanita dan sebagainya. Paruhnya tidak bergigi dan lancip. Burung unta
mempunyai

leher

yang

panjang

dan

mampu

beralri

sehingga

65

km/jam.

Burung unta terkenal dengan sarang masyarakat, di mana beberapa ekor burung betina
akan bertelur dalam satu sarang, untuk dierami oleh betina pada waktu siang dan jantan
pada waktu malam. Telur burung unta adalah telur terbesar.

2) Ordo rheiformes
Cirri-cirinya :
apat berlari cepat , kepala, leher dan paha berbulu, bulu tak bercabang, sayap cukup
besar, kaki berjari3 dengan cakar yang kuat, tulang dada tanpa lunas, tidak dapat terbang,
tinggi 1,2 m. berasal dari amerika latin.
Contoh :

Rhea Americana (Burung rea)


Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Burung
Ordo: Struthioniformes
Famili: Rheidae
Genus: Rhea
Spesies: Rhea americana
Ciri-cirinya :
Rhea adalah spesies burung Ratite yang merupakan genus Rhea, burung ini berasal
dari Amerika Selatan. Saat ini hanya ada dua spesies: Rhea Amerika dan Rhea Darwin.
Nama

genus

rhea

diberikan

oleh

Paul

Mohring

pada

tahun

1752.

Rhea adalah burung besar yang tidak dapat terbang yang memiliki kaki dan leher panjang,
dan berwarna abu-abu kecokelatan. Burung ini bisa mencapai tinggi lima kaki (1.7 m). Sayap
rhea sangat besar dan akan membentang ketika berlari, berfungsi seperti layar pada kapal.
Tidak seperti burung lainnya, jari kaki rhea hanya berjumlah tiga, namun ini dapat membuat
mereka berlari lebih leluasa. Rhea adalah omnivora, umumnya daun pepohonan, namun
rhea juga memakan biji, akar, buah, serangga, vertebrata kecil, dan bangkai binatang.
3) Ordo casuariiformes
Cirri-cirinya :
Tidak dapat tetrbang, tidak berlunas, sayap kecil, tinggi 1,7 m , kepala dan leher tidak
berbulu, bulu bercabang hamper sama dengan induknya. banyak terdapat di Australia dan
irian.
Contoh :
Casuarius casuarius (burung kasuari gelambir-gelambir)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves

Ordo: Struthioniformes
Famili: Casuariidae
Genus: Casuarius
Spesies: C. Casuarius
Ciri-cirinya :
Kasuari Gelambir-ganda atau dalam nama ilmiahnya Casuarius casuarius adalah
salah satu burung dari tiga spesies Kasuari. Burung dewasa berukuran besar, dengan
ketinggian mencapai 170cm, dan memiliki bulu berwarna hitam yang keras dan kaku. Kulit
lehernya berwarna biru dan terdapat dua buah gelambir berwarna merah pada lehernya. Di
atas kepalanya terdapat tanduk yang tinggi berwarna kecoklatan. Burung betina serupa
dengan burung jantan, dan biasanya berukuran lebih besar dan lebih dominan.
Burung Kasuari mempunyai kaki yang besar dan kuat dengan tiga buah jari pada masingmasing kakinya. Jari-jari kaki burung ini sangat berbahaya karena diperlengkapi dengan
cakar yang sangat tajam. Seperti umumnya spesies burung-burung yang berukuran besar,
burung Kasuari Gelambir-ganda tidak dapat terbang. Populasi Kasuari Gelambir-ganda
tersebar di hutan dataran rendah di Australia, pulau Irian dan pulau Seram di provinsi
Maluku. Spesies ini merupakan satu-satunya burung di marga Casuarius yang terdapat di
benua Australia. Pakan burung Kasuari Gelambir-ganda terdiri dari aneka buah-buahan yang
terjatuh di dasar hutan. Burung Kasuari biasanya hidup sendiri, berpasangan hanya pada
waktu musim berbiak. Anak burung dierami dan dibesarkan oleh burung jantan Casuarius
bennetti (Kasuari Kerdil)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Struthioniformes
Famili: Casuariidae
Genus: Casuarius
Spesies: casuarius bennetti
Casuarius unappendiculatus (Kasuari Gelambir-tunggal)

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Struthioniformes
Famili: Casuariidae
Genus: Casuarius
Spesies:casuariusunappendiculatus
4) Ordo apterygiformes
Ciri-cirinya : Paruh panjang, lubang hidung di ujung paruh, sayap berdegenerasi
(humerus vestigial, hanya ada satu jari , tidak mempunyai bulu plumae), tidak berlunas, bulu
filoplum seperti rambut. Sayap kecil, leher dan tungkai relative pendek sayap kecil.jari-jari
kaki

belakang

4,

hidup

di

permukaan

serangga.telurnya berjumlah 1
atau 2 butir ,terdapat di selandia baru.
Contoh :
Apteryx australia (Burung kiwi)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Struthioniformes
Genus: Apteryx
Spesies:Apteryx australis

Apteryx mantelli
Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Animalia

tanah,

nocturnal,

makanan

cacing

atau

Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Struthioniformes
Genus: Apteryx
Spesies: Apteryx mantel

Apteryx haastii
Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Struthioniformes
Genus: Apteryx
Spesies: Apteryx haastii
5) Ordo tinamiformes
Ciri-cirinya : Sayap dapat digunakan untuk terbang, berlunas, pigostil tereduksi, biasanya
berlari, sedikit terbang.sayap kecil dan bulat, burung kecil, terrestrial, tak pandai terbang,
pemakan tumbuhan, telur mengkilatterdapat di amerika latin,
Contoh :
Tinamus major
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Tinamiformes
Family: Tinamidae
Subfamily: Tinaminae
Genus: Tinamus
Species: T. major
Tinamus solitaries
Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Tinamiformes
Family: Tinamidae
Subfamily: Tinaminae
Genus: Tinamus
Species: T. solitaries
Tinamus tao
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Tinamiformes
Family: Tinamidae
Subfamily: Tinaminae
Genus: Tinamus
Species: T. tao
c. Super ordo neognathae
Cirri-cirinya:
Burung-burung modern.berlunas, metatarsus bersatu, vomer kecil dan tidak
membentuk jembatan pada langit-langit.sayap umumnya berkembang baik untuk terbang,
jika sedang istirahat melipat pada badan, sternum mempunyai karina tempat melekat otot
dada untuk terbang, sususnan bulu dengan pola teratur ( pterylae) dan susunannya berbeda
untuk setiap ordo, perkembangan kaki bervariasi, kebanyakan melarikan diri, dengan cara
terbang.gelang bahu mempunyai clavikula yang bergabung membentuk purcula seperti
hurup U atau Y. korakoid dan scapula berhubungaan saling tegak lurus.
1) Ordo gaviiformes
Cirinya :
Kaki pendek pada ujung tubuh. Jari-jari penuh dengan membrane kulit, patella kecil,
terbang cepat melayang laying, dan menukik , makanan ikan,habitat di belahan bumi utara
Contoh :
Gavia arctica (Loon berleher hitam)

Ciri-ciri Burung loon (amerika), atau diver (inggris) adalah kelompok burung akuatik
yang ditemukan di berbagai tempat di Amerika Utara dan selatan Eurasia. Seluruh spesies
loon yang hidup adalah anggota dari genus Gavia, famili Gaviidae, dan ordo Gaviiformes
yang semuanya hanya mendeskripsikan tentang mereka. Loon seukuran bebek besar atau
angsa kecil, yang terkadang terlihat mirip dengan kedua jenis binatang itu ketika mereka
berenang. Bulu mereka terutama berwarna putih dan hitam, dengan warna abu-abu pada
kepala dan leher pada beberapa spesies, dan bulu bagian perut yang berwarna putih.
Seluruh

spesies

dari

genus

ini

memiliki

paruh

berbentuk

tombak.

Nama inggris, diver, datang dari kebiasaan burung tersebut menangkap ikan secara
berenang dengan tenang di permukaan lalu menyelam masuk ke air. Nama amerika, loon,
datang dari suara burung tersebut yang bernada tinggi. Loon adalah perenang yang baik.
Menggunakan kaki mereka untuk mendayung dan sayap sebagai bantuan dalam gerakan
mereka. Karena kaki mereka berada jauh di belakang, loon tidak mampu beradaptasi
dengan baik di daratan karena sulit berjalan dengan kaki demikian. Mereka umumnya
menghindari daratan, kecuali untuk bersarang. Semua loon adalah penerbang yang baik,
meski spesies yang lebih besar mengalami kesulitan untuk lepas landas dan harus berenang
untuk mencapai kelajuan terbang. Hanya loon berleher merah yang mampu lepas landas
dari daratan. Sekali berada di udara, stamina mereka dapat bertahan untuk penerbangan
jauh ke selatan selama musim dingin. Loon dapat hidup hingga usia 30 tahun.
Loon mencari mangsa mereka dengan penglihatan. Mereka memakan ikan, amfibi, dan
crustacea. Secara khusus mereka memakan lobster air tawar, katak, siput, salamander, dan
lintah. Mereka memilih danau yang jernih umtuk memudahkan mereka melihat ke bawah air
untuk mencari mangsa. Loon umumnya menggunakan paruh mereka untuk menombak
mangsa

mereka.

Mereka

menelan

bagian

kepala

dulu

sebelum

seluruh

tubuh.

Untuk membantu pencernaan, loon menelan kerikil kecil dari dasar danau. Mirip dengan
yang dilakukan ayam, "batu saluran pencernaan" (gastrolith) ini membantu tembolok
menghancurkan bagian keras dari makanan loon seperti [[[eksoskeleton]] crustacea atau
tulang katak. Batu saluran pencernaan mungkin juga terlibat dalam pembersihan lambung
sebagai bantuan proses pemuntahan (regurgitation) bagian makanan yang tidak bisa
dicerna. Selama musim panas, loon membangun sarang mereka di atas danau air tawar
atau kolam besar. Perairan kecil (berukuran hingga 0,5 km2) umumnya memiliki satu pasang
loon. Danau yang lebih besar biasanya memiliki lebih dari satu pasang loon, dengan satu
pasang menempati celah atau bagian dari danau tersebut. Loon membangun sarang mereka
dekat dengan air, dan utamanya mereka lebih memilih tempat yang dikelilingi air. Biasanya

mereka memilih tempat yang sama setiap tahunnya. Loon akan menggunakan berbagai
material yang ditemukan di sekitar mereka untuk membangun sarang mereka, termasuk
daun jarum pohon pinus, rumput, daun, lumut, dan terkadang lumpur. Kedua induk, jantan
dan betina, bersama-sama melakukan pembangunan sarang dan inkubasi, yang biasanya
berlangsung selama 26-31 hari. Jika telur mereka hilang, mereka akan bersarang kembali,
dan biasanya memakai tempat yang sama.
Biasanya dua telur dikeluarkan pada bulan Juni. Bayi loon adalah hewan precocial,
yang artinya mereka mampu bergerak dan berenang segera setelah menetas, namun
terkadang mereka juga terlihat sedang berada di punggung induk mereka. Perilaku ini
membuat bayi loon beristirahat, mempertahankan panas, dan menghindari predator seperti
ikan karnivora besar, kura-kura, gull, elang, dan gagak. Bayi loon akan tetap diasuh oleh
induknya hingga usia 8 minggu. Setelah 8 minggu, mereka akan mampu menyelam untuk
mencari makanan mereka sendiri. Di usia 11-12 minggu, mereka akan terlepas dari asuhan
induk mereka dan mulai terbang. Sepasang loon akan setia seumur hidup mereka, meski
ada perilaku mengganti pasangan ketika proses bersarang mengalami kegagalan.
Gavia immer (Loon besar utara)
Gavia adamsii (Loon paruh kuning)
2) Ordo procellariiformes
Cirri-cirinya :
Lubang hidung tubular, paruh berlapis beberapa papan, didalam hidung terdapat beberapa
kelenjar, jari kaki vestigial,bulu filoplum,hidup dilaut, bert elur di pulau-pulau.sayap 3m ,
Contoh :
Diomedea exulans
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Procellariiformes
Famili: Diomedeidae
Genus : Diomedea

Spesies: Diomedea exulans


Albatros, dari familia Diomedeidae, adalah burung laut besar dalam ordo
Procellariiformes. Burung ini ditemukan secara luas di Samudra Antartika dan Pasifik Utara.
Burung ini tidak terdapat di Atlantik Utara, tetapi temuan fosil membuktikan bahwa burung ini
dahulu pernah ada di sana. Burung albatros termasuk burung terbang yang paling besar,
dan burung albatros hebat (genus Diomedea) memiliki panjang sayap yang paling besar
melebihi burung lainnya. Burung albatros sangat efisien di udara, dengan menggunakan
teknik melayang dinamis dan melayang bukit untuk dapat terbang pada jarak yang sangat
jauh. Burung ini memakan cumi-cumi, ikan, dan udang, dengan cara memakan hewan yang
terdampar, berburu di permukaan air, dan menyelam. Para ilmuwan telah menemukan 24
spesies albatros, yang semuanya berbadan pendek gemuk, kaki berselaput, sayap yang
panjang, dan paruh bengkok.
Oceanodroma sp
Thalassarche melanophris) Albatros pundak biru
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Procellariiformes
Famili: Diomedeidae
Genus : Thalassarche
Spesies: Thalassarche melanophris
3) Ordo pelecaniformes
Cirri-cirinya :
Merupakan burung besar sampai sangat besar yang hidup di air dan makanan nya
ikan, warna bulu berpariasi tapi condong warna hitam, ke 4 jari dalam satu membrane kulit ,
lubang hidung vestigial, paruh besar untuk menyerok ikan di laut, banyak terdapat di daerah
tropis.
Contoh:
P occidentalis,
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Pelecaniformes
Famili:
Genus:
Spesies:
Pelikan terkecil adalah Pelikan Coklat (Pelecanus occidentalis) dengan massa hanya
2,75 kg dan panjang 106 cm dan lebar bentangan sayap maksimum 1,83 m.
Makanan pelikan biasanya adalah ikan, namun mereka juga memakan amfibi, crustacea,
dan dalam beberapa kasus, burung kecil. Mereka menangkap mangsa dengan
memperbesar kantung paruh mereka. Lalu mereka harus mengeringkan kantung tersebut
sebelum menelan. Hal ini memakan waktu satu menit, dan burung laut lainnya dapat
mencuri ikan tersebut di waktu kritis itu. Pelikan terkadang mencuri mangsa dari burung laut
lain. Pelikan bersarang secara koloni. Pelikan memiliki kehidupan sosial yang rumit,
sekelompok pelikan jantan mengejar satu pelikan betina di udara, di darat, atau di air dengan
saling menunjuk atau menyentuhkan paruh mereka satu sama lain. Proses ini dapat
diselesaikan dalam satu hari. Spesies yang bersarang di pepohonan memiliki cara yang
lebih

simpel,

pelikan

jantan

mempromosikan

diri

mereka

untuk

pelikan

betina.

Kopulasi berlangsung segera setelah mendapatkan pasangan dan berlanjut selama 3 hingga
10 hari sebelum telur dikeluarkan. Pelikan jantan membawakan material pembuat sarang,
lalu pelikan betina membentuk struktur sarang yang simpel dari material tersebut.
Kedua induk, jantan dan betina, mengerami telur di atas atau di bawah kaki mereka. Semua
spesies menelurkan setidaknya dua telur.
(Phalacrocorax melanoleucos) Kormoran kaki kecil
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Pelecaniformes
Famili: Phalacrocoracidae
Genus: PhalacrocoraxSpesies:Phalacrocorax melanoleucos

Ciri-ciri :
Kormoran adalah jenis burung dari famili Phalacrocoracidae bersama dengan Shag.
Saat ini telah dibuat beberapa usulan klasifikasi, dan banyak yang dipertentangkan.
Kormoran dan Shag adalah burung laut berukuran medium hingga besar. Ukuran mereka
bervariasi, dari 45 cm dengan berat 340 gram (Kormoran Pigmi, Phalacrororax pygmaeus)
hingga yang berukuran 1 meter dengan berat 5 kg (Kormoran Galapagos, Phalacrocorax
harrisi). Kormoran yang diketahui telah punah, Kormoran Spectacled (Phalacrocorax
perspicillatus) memiliki massa 6,3 kg. Mayoritas kormoran memiliki bulu berwarna gelap,
namun di belahan bumi bagian selatan, warnanya hitam dan putih, dan beberapa memiliki
banyak warna (Shag Selandia Baru).
Mereka lebih sering berkeliaran di bibir pantai dari pada di atas laut, dan beberapa
berkoloni di atas karang laut. Nenek moyang mereka adalah burung yang menetap di
perairan air tawar. Mereka berada di seluruh dunia kecuali di kepulauan di tengah-tengah
samudra Pasifik. Seluruh spesies kormoran adalah pemakan ikan, belut kecil, bahkan ular
laut. Mereka menyelam dari permukaan. Mereka mendayung dengan kaki mereka untuk
menyelam di air laut untuk mencari makan. Beberapa spesies diketahui mampu menyelam
hingga 45 meter. Setelah menangkap ikan, mereka kembali ke pantai, dan seringkali terlihat
sedang menjemur sayapnya di bawah sinar matahari. Seluruh spesies kormoran memiliki
kelenjar khusus yang mempu menjaga bulu mereka tahan air, meski ada juga yang
mengatakan bahwa bulu mereka memang tahan air tanpa adanya kelenjar tersebut. Ada
juga yang mengatakan bahwa bulu mereka menyerap air namun tidak membasahi lapisan
bulu dan kulit mereka. Kegiatan mengeringkan sayap ini sering terlihat, bahkan bagi
Kormoran Galapagos yang tidak memiliki kemampuan lagi untuk terbang. Fungsi lainnya
mengenai perilaku melebarkan sayap mereka pasca menangkap ikan adalah untuk
pengaturan termal/panas tubuh dan membantu pencernaan.
Kormoran adalah burung yang bersarang secara koloni, menggunakan pepohonan,
bebatuan, atau tebing jurang. Telur mereka berwarna biru, dan umumnya hanya berjumlah
satu setiap tahunnya. Kormoran muda diberi makan dari muntahan induk mereka.
(Pelecanus crispus) Pelikan Dalmatian
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves

Ordo: Pelecaniformes
Famili:
Genus: Pelecanus
Spesies: Pelecanus crispus
4) Ordo ciconiiformes
Cirri-cirinya :
Burung ukuran besar ( 25-140), hidup di rawa atau tepi perairan, bulu bervariasi
mempunyai tekstur longgar, paruh selalu besar, kaki panjang dengan tiga jari panjang, jari ke
4 di reduksi, sayap besar dan terbangnya tenang, hidup berkoloni, bulu dekoratif,tidak ada
membrane kulit sel jari,
Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Ciconiiformes
Famili: Ardeidae
Genus: Bubulcus
Spesies: B. Ibis
Ciri-cirinya :
Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis) merupakan burung terkecil dari bangsa Kuntulkuntulan (sekitar 50 cm). Burung ini suka mencari makanan di dekat kerbau atau sapi yang
merumput. Bentuk tubuhnya lebih ramping dari pada Blekok Sawah (Ardeola speciosa),
meskipun tidak seramping kuntul-kuntul yang lebih besar. Seluruh bulunya berwarna putih,
tetapi selama musim

kawin, bulu-bulu pada kepala, leher dan punggungnya berwarna

kuning kerbau. Paruhnya kuning dan lebih tebal dari pada kuntul lain. Burung ini tersebar
dari India, Sulawesi, sampai Nusa Tenggara.
Flamingo Amerika (Phoenicopterus ruber)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Phoenicopteriformes
Famili: Phoenicopteridae
Genus: Phoenicopterus
spesies:Phoenicopterus ruber
Kuntul putih besar, Kuntul besar (Ardea alba
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Ciconiiformes
Famili: Ardeidae
Genera: Ardea
Spesies: Ardea alba
5) Ordo anseriformes
Paruh lebar dengan ditutupi dengan lapisan yang

banyak mengandung organ

sensorik, kaki pendek,jari dengan membrane kulit,ekor pendek, hewan mudaberbulu kapas,
tersebar
Contoh
Cygnus olor (angasa)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Anseriformes
Famili: Anatidae
Genera: Cygnus
Spesie: Cygnus olor
Ciri-cirinya :

diseluruhdunia.

Angsa adalah burung air berukuran besar dari genus Cygnus famili Anatidae. Bebek
dan Angsa berleher pendek juga terdapat di famili Anatidae. Angsa bersama angsa berleher
pendek masuk ke dalam subfamili Anserinae namun Angsa memiliki suku sendiri, yaitu suku
Cygnini. Terdapat tujuh spesies dalam genus Cygnus. Angsa adalah hewan monogami,
'perceraian' terkadang terjadi jika proses bersarang mengalami kegagalan.
Angsa adalah anggota terbesar dari famili Anatidae, dan merupakan salah satu burung air
terbesar yang dapat terbang. Spesies terbesar dari angsa, yaitu Angsa Putih, Angsa
Trompet, dan Angsa Whooper dapat mencapai panjang 60 inci dan berat 50 pound.
Bentangan sayap mereka dapat mencapai panjang tiga meter. Dibandingkan dengan
saudaranya, angsa berleher pendek, angsa berukuran lebih besar dalam ukuran dan secara
proporsional memiliki kaki dan leher yang lebih besar. Pada angsa dewasa, mereka
mempunyai tanda berupa kulit yang tidak ditutupi bulu di antara mata dan paruh. Angsa
jantan dan betina mirip, tidak menunjukkan sifat dimorfisme seksual. Namun ukuran angsa
jantan umumnya lebih besar dan lebih berat.
Spesies di belahan bumi utara memiliki warna bulu yang putih bersih, namun angsa
di belahan bumi selatan campuran warna hitam dan putih. Angsa Hitam Australia (Cygnus
atratus) berwarna hitam secara keseluruhan kecuali bulu yang dugunakan untuk terbang
pada bagian sayapnya. Angsa hitam muda berwarna abu-abu cerah. Di Amerika Selatan,
Angsa Berleher Hitam memiliki leher berwarna hitam sesuai namanya. Kaki angsa umumnya
berwarna abu-abu gelap, kecuali dua spesies yang berasal dari Amerika Selatan yang
memiliki kaki berwarna merah muda. Warna paruh bervariasi; spesies subartik memiliki
paruh berwarna hitam dengan campuran warna kuning. Yang lainnya berwarna merah dan
hitam. Angsa umumnya terdapat di daerah beriklim sedang, jarang terdapat di daerah tropis.
Lima spesies terdapat di belahan bumi utara, satu spesies ditemukan di Australia dan
Selandia Baru, sisanya tersebar di Amerika Selatan. Angsa tidak terdapat di Asia tropis,
Amerika Tengah, bagian utara Amerika Selatan, dan seluruh Afrika. Angsa makan di daratan
dan di air. Mereka hampir selalu bersifat herbivora, meski sejumlah kecil hewan akuatik kecil
menjadi mangsa mereka. Di perairan, makanan mereka dapatkan dengan menyaring air, dan
makanan mereka terdiri dari akar-akaran, batang, dan daun tanaman akuatik dan tanaman
dalam air.
Cairina moschata (mentok)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Anseriformes
Famili: Anatidae
Genus: Cairina
Spesies: Cairina moschata
Ciri-cirinya :
Burung yang berukuran sedang sampai agak besar. Mentok jantan liar dapat
mencapai 86 cm, dari ujung paruh hingga ke ujung ekor. Dan beratnya bisa sampai 3 kg.
Mentok betina lebih kecil, sampai sekitar 64 cm dan 1,3 kg. Mentok peliharaan biasanya
lebih gemuk, di mana jantan bisa mencapai 7 kg dan betina mencapai 5 kg.Berwarna
dominan hitam dan putih, mentok memiliki kulit atau tonjolan kulit berwarna merah dan hitam
di sekitar mata dan wajah. Paruh gemuk pendek khas bebek, putih kemerahan; kaki gemuk
pendek berselaput renang, abu-abu kehitaman. Ekor memipih datar agak lebar. Meskipun
pandai terbang, mentok peliharaan hampir tak pernah terbang jauh. Unggas ini sering terlihat
berjalan bersama kelompoknya, perlahan-lahan dan tak pernah tergesa-gesa, dengan ekor
bergoyang ke kanan dan ke kiri untuk mengimbangi tubuh (Jw., megal-megol) sehingga
berkesan lucu. Mentok jantan alias basurMentok liar di alamnya tidur di atas cabang-cabang
pohon. Akan tetapi mentok peliharaan biasanya tidur di atas tanah. Di pedesaan di Jawa,
mentok jarang dikandangkan. Dibiarkan bebas berkeliaran mencari makanannya sendiri,
terutama di sekitar saluran air, sungai dan sawah. Mentok memakan aneka siput, cacing,
serangga air, yuyu kecil dan pucuk-pucuk tumbuhan. Oleh pemiliknya, mentok kerap diberi
makan dedak bercampur air dan sisa-sisa makanan. Unggas ini tidak berisik, tidak seperti
itik petelur. Mentok betina mengeluarkan desisan dan desahan sambil berjalan. Mentok
jantan terkadang mengeluarkan desis keras sambil menggerakkan kepala maju mundur (Jw.,
nyosor), untuk memperingatkan atau mengusir pengganggu. Mentok bertelur hingga kuranglebih 10 butir, yang dierami oleh betinanya selama sekitar 5 minggu.
Anas platyrhynchos (bebek)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves

Ordo: Anseriformes
Famili: Anatidae
Genus: Anas
Spesies: Anas platyrhynchos
Ciri-cirinya :
Secara keseluruhan tubuh bebek berlekuk dan lebar, dan memiliki leher yang relatif
panjang, meski tidak sepanjang angsa dan angsa berleher pendek. Bentuk tubuh bebek
bervariasi dan umumnya membulat. Paruhnya berbentuk lebar dan mengandung lamellae
yang berguna sebagai penyaring makanan. Pada spesies penangkap ikan, paruhnya
berbentuk lebih panjang dan lebih kuat. Kakinya yang bersisik kuat dan terbentuk dengan
baik, dan umumnya berada jauh di belakang tubuh, yang umum terdapat pada burung
akuatik. Sayapnya sangat kuat dan umumnya pendek. Penerbangan bebek membutuhkan
kepakan berkelanjutan sehingga membutuhkan otot sayap yang kuat. Tiga spesies bebek
steamer tidak dapat terbang.Bebek jantan dari spesies di belahan bumi utara terkadang
memiliki warna bulu yang menarik. Spesies dari belahan bumi selatan tidak menunjukkan
dimorfisme seksual kecuali Paradise Shelduck di Selandia Baru yang warna bebek betina
lebih cerah dari pada bebek jantan. Warna bebek muda, entah itu jantan atau betina,
umumnya lebih mirip bebek betina dewasa.
6) Ordo falconiformes
Ciri-cirinya :
Paruh kuat sekali dengan kait pada ujung nya, kaki digunakan untuk menerkam
mangsa,dengan kuku kuat dan tajam,predator, aktif di waktu siang, sayap kuat, terbang
cepat,
Contoh :
Ictinaetus malayensis elang hitam
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Accipitriformes
Famili: Accipitridae

Genus: Ictinaetus
Blyth, 1843
Spesies: I. Malayensis
Ciri-cirinya :
Burung yang berukuran besar, dengan panjang (dari paruh hingga ujung ekor) sekitar
70 cm. Sayap dan ekornya panjang, sehingga burung ini tampak sangat besar bilamana
terbang. Seluruh tubuh berwarna hitam, kecuali kaki dan sera (pangkal paruh) yang
berwarna kuning. Sebetulnya terdapat pola pucat di pangkal bulu-bulu primer pada sayap
dan garis-garis samar di ekor yang bisa terlihat ketika burung ini terbang melayang, namun
umumnya tak begitu mudah teramati.[1] Jantan dan betina berwarna dan berukuran sama.
Sayap terbentang lurus, sedikit membentuk huruf V, dengan pangkal sayap lebih sempit
daripada

di

tengahnya,

serta

bulu

primer

yang

terdalam

membengkok

khas,

membedakannya dari elang brontok (Spizaetus cirrhatus) bentuk yang hitam. Elang hitam
juga sering terbang perlahan, rendah dekat kanopi (atap tajuk) hutan.Bulu Primar lebih
menjari. Terdapat 2 pose terbang, saat gliding (meluncur) dan soaring (mengintai). Saat
gliding bulu paling ujung menekuk kedalam, dan saat soaring bulu ini terbentang dan terlihat
menyamping. Burung remaja berwarna pucat, dengan coret-coret kuning pucat di sisi bawah
tubuh dan sayap.
Spizaetus bartelsi elang jawa
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Falconiformes
Famili: Accipitridae
Genus: Spizaetus
Spesies: S. Bartelsi
Ciri-cirinya :
Elang yang bertubuh sedang sampai besar, langsing, dengan panjang tubuh antara
60-70 cm (dari ujung paruh hingga ujung ekor). Kepala berwarna coklat kemerahan (kadru),
dengan jambul yang tinggi menonjol (2-4 bulu, panjang hingga 12 cm) dan tengkuk yang
coklat kekuningan (kadang nampak keemasan bila terkena sinar matahari). Jambul hitam

dengan ujung putih; mahkota dan kumis berwarna hitam, sedangkan punggung dan sayap
coklat gelap. Kerongkongan keputihan dengan garis (sebetulnya garis-garis) hitam
membujur di tengahnya. Ke bawah, ke arah dada, coret-coret hitam menyebar di atas warna
kuning kecoklatan pucat, yang pada akhirnya di sebelah bawah lagi berubah menjadi pola
garis (coret-coret) rapat melintang merah sawomatang sampai kecoklatan di atas warna
pucat keputihan bulu-bulu perut dan kaki. Bulu pada kaki menutup tungkai hingga dekat ke
pangkal jari. Ekor kecoklatan dengan empat garis gelap dan lebar melintang yang nampak
jelas di sisi bawah, ujung ekor bergaris putih tipis. Betina berwarna serupa, sedikit lebih
besar.Iris mata kuning atau kecoklatan; paruh kehitaman; sera (daging di pangkal paruh)
kekuningan; kaki (jari) kekuningan. Burung muda dengan kepala, leher dan sisi bawah tubuh
berwarna coklat kayu manis terang, tanpa coretan atau garis-garis. Ketika terbang, elang
Jawa serupa dengan elang brontok (Spizaetus cirrhatus) bentuk terang, namun cenderung
nampak lebih kecoklatan, dengan perut terlihat lebih gelap, serta berukuran sedikit lebih
kecil. Bunyi nyaring tinggi, berulang-ulang, klii-iiw atau ii-iiiw, bervariasi antara satu hingga
tiga suku kata. Atau bunyi bernada tinggi dan cepat kli-kli-kli-kli-kli. Sedikit banyak, suaranya
ini mirip dengan suara elang brontok meski perbedaannya cukup jelas dalam nadanya
Kondor Andes.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Ciconiiformes
Famili: Cathartidae
Genera:kondor
Spesies: kondor andres
7) Ordo galliformes
Ciri-cirinya :
Kaki untuk berlari , paruh tidak kuat, dan sedikit melengkung,
Contoh :
8) Ordo gruiformes
Ciri-cirinya :

Bulu dan warnanya sangat variable, tapi berciri khas kriptik, paruh variable
ramping dan runcing ujung nya, kaki kuat dan panjang dan sebagian lagi pendek. Sarang
diatas tanah atau dekat dengan permukaan tanah,
Contoh :
Gallus gallus domesticus ayam
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Galliformes
Famili: Phasianidae
Genus: Gallus
Spesies: Gallus gallus domesticus
Ayam peliharaan berasal dari domestikasi ayam hutan merah (ayam bangkiwa,
Gallus gallus) yang hidup di India. Namun demikian, pengujian molekular menunjukkan
kemungkinan sumbangan plasma nutfah dari G. sonneratii, karena ayam hutan merah tidak
memiliki sifat kulit warna kuning yang menjadi salah satu ciri ayam peliharaan.Ayam
menunjukkan perbedaan morfologi di antara kedua tipe kelamin (dimorfisme seksual). Ayam
jantan (jago, rooster) lebih atraktif, berukuran lebih besar, memiliki jalu panjang, berjengger
lebih besar, dan bulu ekornya panjang menjuntai. Ayam betina (babon, hen) relatif kecil,
berukuran kecil, jalu pendek atau nyaris tidak kelihatan, berjengger kecil, dan bulu ekor
pendek. Ayam berukuran kecil kadang-kadang dimangsa oleh unggas pemangsa, seperti
elang.
M. Gallopavo (kalkun)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Galliformes
Famili: Phasianidae
Genus: Meleagris
Spesies: M. Gallopavo

Kalkun diketahui mempunyai kemampuan unik dalam melakukan reproduksi


aseksual. Walaupun tidak ada kalkun pejantan, kalkun betina bisa menghasilkan telur yang
fertil. Anak kalkun yang dihasilkan sering sakit-sakitan dan hampir selalu jantan. Perilaku ini
bisa mengganggu proses inkubasi telur di peternakan kalkun
Merak India, Pavo cristatus
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Galliformes
Famili: Phasianidae
Genus: Pavo, Afropavo
Spesies: P. Cristatus
Merak Biru atau Merak India, yang dalam nama ilmiahnya Pavo cristatus adalah
salah satu burung dari tiga spesies burung merak. Merak Biru mempunyai bulu berwarna
biru gelap mengilap. Burung jantan dewasa berukuran besar, panjangnya dapat mencapai
230cm, dengan penutup ekor yang sangat panjang berwarna hijau metalik. Di atas
kepalanya terdapat jambul tegak biru membentuk kipas. Burung betina berukuran lebih kecil
dari burung jantan. Bulu-bulunya tidak mengilap, berwarna coklat kehijauan dengan garisgaris hitam dan tanpa dihiasi bulu penutup ekor. Burung muda seperti betina. Populasi
Merak Biru tersebar di hutan terbuka dengan padang rumput di India, Pakistan, Sri Lanka,
Nepal dan Bhutan. Sebelumnya spesies ini ditemukan juga di Bangladesh, namun sekarang
kemungkinan besar telah punah di sana. Merak jantan adalah poligami spesies, mempunyai
pasangan lebih dari satu. Pada musim berbiak, burung jantan memamerkan bulu ekornya di
depan burung betina. Bulu-bulu penutup ekor dibuka membentuk kipas dengan bintik
berbentuk mata berwarna biru. Burung betina biasanya menetaskan tiga sampai enam butir
telurPakan burung Merak Biru terdiri dari aneka biji-bijian, pucuk rumput dan dedaunan,
aneka serangga, serta berbagai jenis hewan kecil seperti cacing, laba-laba dan kadal kecil.
9) Ordo charadriiformes
Ciri-cirinya

10) Ordo columbiformes


Ciri-cirinya :
Paruh pendek dan ramping, dengan sera pada pangkal paruhnya,tarsus lebih pendek
dari pada jari, tembolok besar dan berlapis-lapis sel yang mudah mengelupas dan
membentuk susu merpati
Contoh :
Columba livia merpati
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Columbiformes
Famili: Columbidae
Genus: Columba
Spesies: C. Livia
Geopelia striata
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Columbiformes
Famili: Columbidae
Genus: Geopelia
Spesies: G. Strata
Burung perkutut bertubuh kecil.Panjangnya berkisar antara 20-25 cm. Kepalanya
membulat kecil,berwarna abu-abu. Paruhnya panjang meruncing dengan berwarna biru
keabu-abuan. Mata burung perkutut bulat dengan iris berwarna abu-abu kebirubiruan.Lehernya agak panjang dan ditumbuhi bulu-bulu halus. Bulu disekitar dada dan leher
membentuk pola garis melintang berwarna hitam dan putih. Bulu yang menutupi badan
perkutut berwarna kecokelatan. Pada bulu sayap terdapat garis melintang berwarna cokelat
tua. Bulu ekornya yang juga berwarna cokelat agak panjang. Jari-jari perkutut berjumlah 8
dengan kuku-kuku yang runcing.Jadi jumlah jari sebelah kaki adalah 4. Tiga dari empat

jarinya ada di depan dan sebuah jari di belakang. Jari-jari perkutut berguna untuk
bertengger.
11) Ordo psittaciformes
Ciri-cirinya
Paruh pendek kuat,pinggiran tajam, dan berkait pada ujungnya, mandibula dapat
bergerak bebasdari tulang kepala,bulu filoplum dan berwarna hijau,biru, kuning, atau merah,
hidup di hutan , makan buah buahan ,
Contohnya :
Poicephalus senegalus (betet)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Psittaciformes
Famili: Psittacidae
Genus :Poicephalus
Spesies:Poicephalus senegalus
Bayan adalah burung yang terdiri dari 350 spesies dalam ordo Psittaciformes, yang
sering dijumpai di wilayah hangat dan tropis. Bayan juga dikenal sebagai psittacines
(pengucapan mereka secara umum dikelompokkan dalam dua familia: Psittacidae (Bayan
sejati) dan Cacatuidae (kakatua). Macam karakteristik Bayan terdiri dari paruh bengkok kuat,
tubuh tegak, lengan kuat, dan jari kaki zygodactyl. Bayan pada umumnya berwarna dasar
hijau, dengan warna cerah lain, namun ada beberapa spesies yang multi warna. Spesies
kakatua umumnya berwarna dari putih hingga hitam, dan memiliki jambul berbulu yang aktif
di ujung kepala. Bayan pada umumnya memiliki monomorfis atau dimorfis seksual minimal .
Cacatua sulphurea
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Psittaciformes

Famili: Cacatuidae
Genus: Cacatua
Spesies:Cacatua sulphurea
Berukuran besar (33 cm), ribut, mencolok, berwarna putih. Jambul kuning, panjangtegak, pipi kuning. Iris coklat gelap, paruh hitam, kaki abu-abu gelap.Teriakan keras dan
kasar: "kerk-kerk-kerk"serta siulan-siulan.
Hidup berpasangan atau berkelompok dalam jumlah kecil. Sangat mencolok ketika terbang,
dengan kepakan sayap yang cepat dan kuat diselingi gerakan melayang serta saling
meneriaki. Bila sedang bersuara dari tempat bertengger, jambul ditegakkan lalu diturunkan.
Jenis ini tertekan dengan ledakan populasi yang mengejutkan selama 10-15 tahun terakhir,
akibat penangkapan yang berlebihan untuk perdagangan burung dalam sangkar, dan
sekarang langka akibat kegiatan ini. Menghuni hutan primer dan sekunder yang tinggi dan
tepi hutan; juga hutan monsun (Nusa Tenggara), hutan yang tinggi bersemak, semak yang
pohonnya jarang dan lahan budidaya yang pohonnya jarang. Dari permukaan laut sampai
ketinggian 900 m (Sulawesi), 1520 m (Lombok), 1000 m (Sumbawa), 700 m (Flores), 950+ m
(Sumba) dan 500+ m (Timor).
Cacatua moluccensis
46-52 cm. Jambul merah-jambu bangbang tua. Bagian bawah dan bulu terbang
berwarna merah-jambu bangbang tua; ekor bawah jingga kuning dan merah-jambu
bangbang

tua.

Dapat segera diidentifikasi sebagai suara kakatua, tapi tidak keras, bernada tinggi, atau
parau seperti kebanyakan jenis kakatua.
Sendiri, berpasangan dan kelompok kecil; dahulu di pohon tidur berkelompok hingga 16
ekor. Umumnya tidak mencolok, kecuali pada saat terbang ke dan dari lokasi pohon tidur
ketika petang dan menjelang fajar. Walaupun terlihat terbang di atas kanopi tapi kebanyakan
terbang di bawah batas kanopi. Mencari makan dengan tenang di kanopi dan lapisan tengah
kanopi.
12) Ordo podicitiformes
Ciri-cirinya :
Ekor berbulu kapas, kaki jauh di bagian belakang tubuh,dapat menyelam dengan
cepat,hidup di air tawar atau pantai laut.omnivora,

Contoh :
Podicipes auritus
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Subphylum: Vertebrata
Superclasse: Tetrapoda
Classe: Aves
Ordine: Podicipediformes
Famiglia: Podicipedidae
Genere: Podicipes
Species: P. auritus
panjang 33 cm dalam warna pengantin singkatan dari dada dan leher cokelat, kepala
hitam dan dua jumbai kuning-oro.Parti di atas coklat tua, sisi musim dingin castani.In mirip
dengan Grebe berleher hitam yang singkatan paruh lebih solid dan lurus, hitam bulu kepala
tidak melebihi garis mata. Kaum muda memiliki bulu musim dingin dengan bintik-bintik putih
dan hitam.
Podilymbus. Gigas
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Podicipediformes
Family: Podicipedidae
Genus: Podilymbus
Species: P. gigas
Grebe Atitlan mencapai panjang sekitar 46-50 cm. Panggilan dan penampilan yang
mirip dengan Pied-Grebe. bulu tersebut terutama coklat gelap dengan sisi-sisi putih-flecked.
Para hamster abu-abu gelap flecked dengan putih. Kepala hampir hitam dan leher itu flecked
dengan coklat tua di musim semi dan putih di musim dingin. Kaki adalah abu-abu abu kebirubiruan. RUU itu band vertikal tebal hitam di tengah. Warna bervariasi dari putih pada musim
semi untuk coklat di musim lain. iris cokelat. Sayap kecil dan terbang.

Rollandia microptera
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Podicipediformes
Family: Podicipedidae
Genus: Rollandia
Species: R. microptera
13) Ordo cuculiformes
Ciri-cirinya :
Burung pelari, cakar di unakan untuk menangkap korban, paruh sedikit melengkung
kebawah ,dan sering berwarna cerah, kaki pendek, sayap medium sampai panjangatau
pendek dan membulat,anak yang baru menetas tanpa bulu,
Contoh :
Centropus bengalensis Bubut Alang-alang
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Cuculiformes
Famili: Cuculidae
Genus: Centropus
Spesies: C. bengalensis
Centropus sinensis(Bubut Besar)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Cuculiformes
Famili: Cuculidae
Genus: Centropus
Spesies: C. sinensis

Cacomantis sonneratii (Wiwik Lurik)


Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Cuculiformes
Famili: Cuculidae
Genus: Cacomantis
Spesies: C. sonneratti
14) Ordo strigiformes
Ciri-cirinya :
Kepala besar, mata besar, lubang telinga besar kadang mempunyai lembaran
penutup, paruh pendek, aktif di waktu malam, makanannya burung kecil dan anttropoda.
Contoh :
Otus lempiji
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Strigiformes
Famili: Strigidae
Genus: Otus
Spesies: O. lempiji
Bertubuh kecil, panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor)
sekitar 20-21 cm. Panjang sayap sekitar 15 cm, dan berat sekitar 100 gram.Seperti
umumnya burung hantu, celepuk ini berwarna burik. Sisi atas tubuh (dorsal) coklat
kehitaman atau keabu-abuan berbintik-bintik hitam, kuning dan putih, sisi bawah (ventral)
kuning tua kecoklatan bercoret-coret hitam. Jumbai telinga menonjol, keputihan; dengan
tengkuk dan kerah kuning abu-abu pucat. Iris mata berwarna coklat gelap atau kekuningan,
paruh kuning, dan kaki kuning kotor. Banyak jenis celepuk yang warnanya bermiripan,
sehingga identifikasi harus dilakukan dengan hati-hati. Bantuan lainnya ialah dengan
menggunakan suaranya. Jantan bersuara lembut, wuuup.. sedikit meninggi. Betina bernada

lebih tinggi, bergetar berubah menurun: whiio atau pwok.., sekitar lima kali per menit.
Terkadang juga mengeluarkan cicitan lembut. Pasangan sering melakukan duet.
Celepuk yang umum didapati di wilayah berpohon, sampai dengan ketinggian 1.600 m dpl.
Di tepi hutan, perkebunan, pekarangan, hingga taman-taman di kota besar.Sering
bertengger rendah di tajuk pohon atau perdu, berbunyi-bunyi dengan memilukan, atau
bersahutan dengan pasangannya. Sewaktu-waktu terjun menyambar mangsanya di
permukaan tanah atau vegetasi yang lebih rendah. Sering pula berburu bersama dengan
anak-anaknya.Celepuk reban memangsa aneka serangga malam, seperti ngengat dan
belalang; kodok; dan juga burung kecil.Telur sekitar 2-3 butir, putih, hampir bulat; diletakkan
dalam sarangnya di lubang pohon, di sela pelepah kelapa, atau di rumpun bambu.

Strix nebulosa(Burung hantu kelabu besar)


Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Strigiformes
Famili: Strigidae
Genus: Strix
Spesies: Strix nebulosa

Burung hantu kelabu besar (Great Gray Owl atau Strix nebulosa) adalah salah satu
spesies burung hantu yang pertama kali dideskripsikan oleh Johann Reinhold Forster
(seorang naturalis yang mengikuti perjalanan Kapten James Cook pada pelayaran keliling
dunia yang kedua) pada 1772. Nama nebulosa itu diadaptasi dari kata nebulosus yang
berarti berkabut (foggy). Burung ini memiliki julukan lain yang cukup banyak: Great Gray
Ghost (hantu kelabu besar), Phantom of the north, cinerous owl, spectral owl, lapland owl,
spruce owl, bearded owl dan sooty owl. Ia menjadi logo provinsi Manitoba di Kanada .Burung
yang berukuran panjang 61 84 cm dan berat 790 1454 gram ini aktif di malam hari,
termasuk kala senja dan sebelum fajar menyingsing. Ia juga aktif di siang hari, ketika masa
bertelur.Kala musim dingin, burung ini membutuhkan pengerat kecil itu sebanyak sepertiga

berat tubuhnya per hari. Sang betina wajib menumpuk cadangan makanan untuk bertahan
hidup melampaui bulan-bulan musim panas yang jauh lebih sulit. Bagi burung hantu kelabu
besar yang hidup di wilayah Alaska dan Kanada, pengerat kecil vole menjadi santapan
utamanya, namun yang tinggal di California, Amerika Serikat, melahap pocket gopher
(keluarga Geomyidae) sebagai santapan penting. Burung hantu kelabu besar dapat
mencapai umur 40 tahun, dalam penangkaran. Di habitat alaminya, si burung mati lantaran
disebabkan kelaparan. Musuh alaminya, ketika si burung masih remaja, adalah serigala,
marten dan Great Horned Owl. Ia tersebar dari Alaska hingga seluruh Kanada, di
Pegunungan Rocky bagian utara dan Minnesota bagian utara. Ia juga ditemukan di Eropa
dan Asia bagian utara
15) Ordo caprimulgiformes
Ciri-cirinya :
Paruh kecil tapi mulut lebar, kaki dan tarsus lembek dan kecil,aktif di waktu malam , makan
isecta malam,
Contoh :
Eurostopodus temminckii(Taktarau Melayu)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Caprimulgiformes
Famili: Caprimulgidae
Genus: Eurostopodus
Spesies: Eurostopodus temminckii
Batrachostomus stellatus Paruh-kodok Bintang
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Caprimulgiformes
Famili: Podargidae

Genus: Batrachostomus
Spesies: Batrachostomus stellatus
Paruh kecil tapi mulut lebar, kaki dan tarsus lembek dan kecil,aktif di waktu malam ,
makan isecta malam,buru berwarna coklat.

Aegotheles bennettii Atoku Kalung


Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Caprimulgiformes
Famili: Aegothelidae
Genus: Aegotheles
Spesies: Aegotheles bennettii
16) Ordo Micropodiformes
Ciri-cirinya :
Tubuh kecil, kaki dan jari kecil, paruh kecil, lembek atau panjang dengan lidah bentuk
tabung, sarang di buat dari secret ludah,
Contoh :
Collocalia esculenta(Walet Sapi)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Apodiformes
Famili: Apodidae
Genus: Collocalia
Spesies: C. esculenta
Walet sapi (collocalia esculenta) walet ini berbulu hitam ke biru-biruan dengan warna
mengilap.Bulu bagian bawah kelabu gelap dan bagian perut agak putih.Ekornya sedikit

bercelah.Walet sapi merupakan jenis walet yang berukuran paling kecil.Panjang tubuhnya
hanya sekitar 10 cm.Matanya berwaran cokelat gelap,paruh hitam.Suaranya melengking
tinggi.Walet sapi banyak terdpat di Asia,Himalaya,China,Asia tenggara,Papua Nugini, san
Australia.Di Indonesia,walet jenis ini banyak di temukan di Jawa dan Bali.Habitatnya meliputi
semua ketinggian permukaan,baik di padang rumput berpohon terbuka maupun hutan.
Walet sapi terbang berkelompok,tidak beraturan.Walet ini tidak kuat terbang jauh.Biasanya
terbang rendah hanya berputar-putar di dekat permukaan tanah atau sungai untuk mandi
dan minum.Jika mencari makan,sering mengitari pohon-pohon besar dan tinggi yang banyak
serangganya,terutama tawon kecil.sarang berbentuk tidak beraturan,terdiri dari campuran
lumut dan rumput yang direkatkan dengan air liurnya.Pada celah gua yang terang,celah
batu,atau sudut bangunan,walet sapi dapat bersarang.Jika bertelur biasanya hanya 2
butir.Telurnya berwarna putih dan agak lonjong.Walet sapi bersarang tidak tergantung pada
musim kawin sehingga bisa bersarang sepanjang tahun.
Colibri thalassinus
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Apodiformes
Famili: Trochilidae
Genus :Colibri
Spesies: Colibri thalassinus

Kolibri adalah burung kecil dengan panjang 6,4 cm dan berwarna cerah yang
sebagian besar hidup di Amerika Utara dan Amerika Selatan. Seekor kolibri mempunyai
sekitar seribu bulu yang bergemerlapan sehingga dapat memantulkan dan memencarkan
sinar warna - warni yang dapat berubah ketika burung bergerak seperti minyak pada air.
Ada lebih dari 300 spesies burung kolibri hidup di dalam wilayah hutan Amazon, Amerika
Selatan. Sedangkan kolibri jenis Sword Billed, ensifera ensifera hidup di bagian barat hutan
pegunungan Andes.Karena kolibri terbang sangat cepat, maka ia membutuhkan tenaga yang
cukup besar dan untuk mendapatkan energi yang besar, seekor kolibri membutuhkan

asupan makanan yang berkalori tinggi seperti nektar atau bagian dari inti sari bunga yang
dihisap dengan paruhnya yang kecil dan panjangVarietas kolibri berparuh panjang
mendapatkan makanannya dengan cara menghisap madu seperti biasa, namun untuk
varietas lain, kolibri akan mengebor sebuah lubang menembus pangkal bunga ke dalam
madu lalu menyisipkan paruhnya dalam lubang tersebut. Cara kolibri yang seperti itu juga
dapat membantu bunga untuk penyerbukan silang, karena biasanya serbuk sari akan
terbawa pada kepala atau paruh kolibri dan kemudain berpindah dari satu bunga ke bunga
yang lain.
17) Ordo coliiformes
Ciri-cirinya: seperti burung gereja .kecil,dan panjang.
Contoh:
18) Ordo trogoniformes
Ciri-cirinya :
Paruh pendek dan kuat, dengan bulu pada pangkalnya, kaki kecil dan lemah bulu berwarna
hijau, lemas, termasuk bulu yang berbulu indah.
Contoh :
Trogon elegans
klasifikasi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Trogoniformes
Family: Trogonidae
Genus: Trogon
Species: T. elegans
gak dan bergerak. The Elegant Trogon, elegans Trogon (dahulu "tembaga-ekor" Trogon),
merupakan burung berkenaan dgn burung gereja dekat dalam keluarga Trogon. Ini breeds
dari Arizona tenggara di Amerika Serikat untuk barat laut Kosta Rika. Hal ini terkadang
ditemukan sebagai gelandangan di Texas tenggara dan barat.
Ini merupakan penduduk dari tingkat yang lebih rendah dari hutan terbuka semi-kering dan
hutan. Hal 2-6 m tinggi dalam rongga dangkal tak bergaris sarang, biasanya memilih lubang
burung pelatuk tua, dengan kopling khas dari 2-3 telur. Trogons telah plumages laki-laki dan

perempuan yang berbeda, dengan lembut, sering berwarna-warni, bulu-bulu. Spesies ini 2830 cm dan berat 65-67 g. Kedua jenis kelamin memiliki undertail putih dengan halus
pembatas hitam horizontal. undertail juga memiliki tips putih besar ditempatkan secara
merata berakhir di terminal band hitam. Keduanya memiliki tagihan kuning, bulu undertail
oranye-merah dan perut lebih rendah, dan payudara garis horizontal putih.
Perempuan
The Elegant Trogon laki-laki memiliki kepala hijau metalik dalam, payudara dan punggung
bagian atas, wajah hitam dan tenggorokan, dan payudara merah-oranye lebih rendah dan
perut. Dia menunjukkan upperwing bulu abu-abu. perempuan memiliki logam perunggu
kepala, dada bagian atas, punggung, ekor atas dan bulu upperwing. Dia menunjukkan perut
atas

putih

kusam,

dan

garis

kecil

vertikal

putih

di

belakang

mata.

Elegan Trogons memakan serangga dan buah-buahan, kaki mereka lemah mencerminkan
kebiasaan. Meskipun penerbangan mereka cepat, mereka enggan untuk terbang jarak.
Mereka biasanya bertengger
Pharomachrus mocinno
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Trogoniformes
Family: Trogonidae
Genus: Pharomachrus
Species: P. mocinno
Spesies ini adalah 36 cm (14 in) lama, ditambah sampai dengan 64 cm (25) dari pita
ekor untuk laki-laki, dan berat sekitar 210 g (7 oz). Ini adalah wakil terbesar urutan Trogon.
Gemerlapan Quetzals memiliki tubuh hijau (menunjukkan Permainan warna dari hijau-emas
menjadi biru-violet) dan payudara merah. bulu ekor hijau mereka atas mereka dan
menyembunyikan ekor di peternakan laki-laki sangat indah, menjadi lebih lama daripada
bagian tubuh lainnya. The bulu sayap primer juga luar biasa panjang dan memberikan
penampilan berpohon. laki-laki ini memiliki puncak-seperti helm. paruh yang laki-laki dewasa
adalah kuning dan betina berwarna hitam. Quetzal kulit sangat tipis dan mudah robek,
sehingga telah berkembang bulu tebal untuk melindungi kulit yang [rujukan?] Seperti

anggota lain dari keluarga Trogon., Ia memiliki mata besar yang mudah beradaptasi dengan
cahaya redup rumah hutannya . [rujukan?]
19) Ordo Coraciiformes
Ciri-cirinya :
Jari ketiga dank e 4 bersatu pada dasarnya , paruh kuat, pemakan kupu-kupu kecil, lebah,
kumbang, banyak terdapat di daerah tropis. Juga makan ikan dan katak sambil menyelam
dalam air.
Contoh :
Pelargopsis capensis(Pekaka Emas)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Coraciiformes
Famili: Halcyonidae
Genus: Pelargopsis
Spesies: P. capensis
Halcyon smyrnensis Cekakak Belukar
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Coraciiformes
Famili: Halcyonidae
Genus: Halcyon
Spesies: H. smyrnensis
Burung yang berukuran sedang, panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga
ujung ekor) sekitar 27 cm. Dominan berwarna coklat dan biru, dengan dagu, kerongkongan
dan dada berwarna putih.Kepala, leher dan perut hingga pantat coklat merah. Sayap, mantel
dan ekor biru menyala. Penutup sayap bagian atas dan ujung sayap coklat gelap atau
kehitaman. Ketika terbang, sisi bawah sayap nampak biru dengan bulatan putih besar di

tengahnya.Iris mata coklat, paruh dan kaki merah. Dari segi penampilan dan perilaku,
sepintas burung ini mirip kerabatnya: Cekakak Jawa (Halcyon cyanoventris) yang menyebar
terbatas di Jawa dan Bali.
Eurystomus orientalis(Tiong-lampu Biasa)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Coraciiformes
Famili: Coraciidae
Genus: Eurystomus
Spesies: E. orientalis
Tiong-lampu Biasa adalah burung yang mempunyai paruh, berdarah panas, dan
bereproduksi dengan cara bertelur. Ia mempunyai tompok bulat pada sayapnya. Tiong-lampu
Biasa memiliki panjang 30 cm, dan dapat ditemukan di Asia Timur, dari Australia Utara
hingga kepulauan Jepang. Burung ini memakan serangga dan sering menyambar
mangsanya di udara.
20) Ordo piciformes
Ciri-cirinya :
Bulu ekor kaku, paruh kuat, lidah kasar, hidup di hutan , membuat lubang dalam kayu
untuk mencari insekta dan larva, memakan cambium batang pohon. Menimbun kakanan
dalam lubang kayu,
Contoh :
Dryocopus javensis Pelatuk Ayam
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Piciformes
Famili: Picidae
Genus: Dryocopus

Spesies: Dryocopus javensis


Meiglyptes tristis Caladi Batu
klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Piciformes
Famili: Picidae
Genus: Meiglyptes
Spesies: Meiglyptes tristis
Blythipicus rubiginosus(Pelatuk Pangkas)Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Piciformes
Famili: Picidae
Genus: Blythipicus
Spesies: B. rubiginosus

21) Ordo Passeriformes


Ciri-cirinya :
Ada 5100 spesies banyak yang pandai bernyanyi karena mempunyai pita
suara.sebagian hidup di darat , membuat sarang di dalam pohon , telur berwarna warni ,
ketika menetas anak burung ini buta , yang kecil makan insect dan biji-bijian.
Contoh:
Corvus corax
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata

Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Corvidae
Genus: Corvus
Spesies: Corvus corax
Hampir semua jenis burung ini berukuran relatif besar dan berwarna bulu dominan
hitam. Daerah sebarannya ada di seluruh benua dan kepulauan, dengan perkecualian di
Amerika Selatan.Di antara jenis-jenis unggas, gagak diketahui mempunyai tingkat
kecerdasan yang relatif tinggiKualitas ini sudah sejak lama diketahui manusia, khususnya
dalam keterampilannya mencuri berbagai alat bantu manusia. Hewan ini mempunyai
kemampuan belajar dan dapat memecahkan permasalahan dengan memanfaatkan sumber
daya yang ada di sekitarnya..
Cenderawasih Kuning Kecil(Paradisaea minor)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Family: Paradisaeidae
Genus: Paradisaea
Spesies: Paradisaea minor
Burung anggota keluarga ini dikenal karena bulu burung jantan pada banyak
jenisnya, terutama bulu yang sangat memanjang dan rumit yang tumbuh dari paruh, sayap
atau kepalanya. Ukuran burung cendrawasih mulai dari Cendrawasih Raja pada 50 gram
dan 15 cm hingga Cendrawasih Paruh-sabit Hitam pada 110 cm dan Cendrawasih Manukod
Jambul-bergulung pada 430 gram.
Cicinnurus magnificus
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves

Ordo: Passeriformes
Famili: Paradisaeidae
Genus: Cicinnurus
Spesies: Cicinnurus magnificus
Populasi Kasuari Gelambir-ganda tersebar di hutan dataran rendah di Australia,
pulau Irian dan pulau Seram di provinsi Maluku. Spesies ini merupakan satu-satunya burung
di marga Casuarius yang terdapat di benua Australia. Pakan burung Kasuari Gelambir-ganda
terdiri dari aneka buah-buahan yang terjatuh di dasar hutan. Burung Kasuari biasanya hidup
sendiri, berpasangan hanya pada waktu musim berbiak. Anak burung dierami dan
dibesarkan oleh burung jantan.