Anda di halaman 1dari 25

BAB 3

PENGKAJIAN
3.1 Pengkajian Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja yang digunakan dalam praktik profesi manajemen
keperawatan mahasiswa Program Profesi Ners Stikes ICME Jombang adalah
Paviliun Cempaka RSUD Jombang. Paviliun Cempaka merupakan salah satu
ruangan Interna yang dimiliki RSUD Jombang.
Kondisi umum ruangan serta fasilitas fisik serta pengorganisasian
Paviliun Cempaka adalah sebagai berikut:
1. Sumber Daya Manusia (M1-Man)
Analisis

ketenagaan perawat mencakup setiap jumlah tenaga

keperawatan dan non keperawatan di Ruang Paviliun Cempaka RSUD Jombang


yang terdiri dari tenaga S1 Keperawatan sebanyak 5 orang, tenaga DIII
Keperawatan

sebanyak 20 orang, SMA 1 orang (petugas administrasi) dan

Asper 5 orang. Selain itu di Ruang Pavilliun Cempaka juga terdapat cleaning
service sebanyak 3 orang, mahasiswa magang 2 orang dengan pendidikan
terakhir D3 Keperawatan dan 2 orang perawat sedang menempuh jenjang
pendidikan S1 Keperawatan.

a. Strukr organisasi
KEPALA RUANGAN
SuzanaRindhan, S.Kep. Ns
WAKIL KEPALA
RUANGAN
Dewi Rohmawati, S.Kep. Ns

KATIM I
Rina Wahyuni

KATIM II
Beni susanto

KATIM III
Esty Prasetyawati

PA PAGI
Ika Prasetyowati
Hadi Setiawan

PA PAGI
Leni Cahyanti
Elok Tri W

PA PAGI
Widarto
Ana Lukiwati
Elok Zunatar

PA SORE
Nurida

PA SORE
Nurul Hidayati

PA MALAM
Petty Turitasari

Pakarya kesehatan
Kuswaningsih

PA SORE
Iwan P
Agus Darmawan

PA MALAM
Sugeng Priyo

PA MALAM
Khoirul Hidayat
Agit Seusima

PA LIBUR
M. Agus S

PA LIBUR
Tribbian Toro
M. Arif

PA LIBUR
Kurnia Arif

ASPER PAGI
Abdul Rochim

ADMIN

ASPER SORE
Ari Lembah Kristin

Kebersihan
(Cleaning service)

ASPER MALAM
Suparno

ASPER LIBUR
Eko Hariono

Gambar 3.1 Bagan Struktur Organisasi Di Ruang Paviliun Cempaka RSUD


Jombang
Keterangan
Garis Komando :
Garis Koordinasi
:

b. Tenaga Keperawatan
Tabel 3.1 Tenaga Keperawatan Ruang Paviliun Cempaka RSUD Jombang
No
1.
3.
3.
4.
5.
6.

Nama
Suzanna Rindhan
Dewi Rahmawati
Beni Susanto
Rina Wahyuni
Esty Prasetyawati
Elok zunara

Pendidikan
S1.Kep.Ns
S1.Kep.Ns
D3.Kep
D3.Kep
S1.Kep.Ns
D3.Kep (Proses Menempuh

Status
PNS
Honorer

S1 Keperawatan)
D3.Kep (Proses Menempuh
S1 Keperawatan)
8. Leni Cahyanti
D3.Kep
9. M.Agus Swandi
D3.Kep
10. Nurida Bramanto
D3.Kep
11. Widarto
D3.Kep
13. Petti Turitasa
D3.Kep
13. Kurnia Arif
D3.Kep
14. Elok Triwulandari
D3.Kep
15. Sugeng Priyo W.
D3.Kep
16. Nurul Hayati
D3.Kep
17. Khoirul Hidayat
D3.Kep
18. Iwan Purnadi
D3.Kep
19. Ana Lukiwati
D3.Kep
20. Hadi Stiawan
D3.Kep
21. Muhammad Arif
D3.Kep
23. Tribbiantoro
D3 Kep
23. Agus Darmawan
S1 Kep, Ns
24. Agit Setyo Kusima
D3 Kep
25. Pujo Prasetio
S1 Kep, Ns
7. Ika Prasetyowati

c. Tenaga Non Keperawatan


Tabel 3.2 Tenaga Non Keperawatan di Ruang Paviliun Cempaka RSUD
Jombang
No
Nama
Pendidikan
Status
PNS
Honorer
1. Ana Hermaningtias
Administrasi

3. Ari lembah
Asper

3. Suparno
Asper

4. Abdul Rohim
Asper
5. Kuswaningsih
Asper

6. Eko
Asper
7. Muklis
Cleaning service
8. Joko P
Cleaning service

9. Mulyadi
Cleaning service

d. Tenaga Medis
Tabel 3.3 Tenaga Medisdi Ruang Paviliun Cempaka RSUD Jombang
No
1.
3.
3
4

Nama
dr. Rustam Efendi S,P
dr. Rosa
dr. Tietiek Nur Indijah
dr. Dahlia Prihandin

Kualifikasi
Dokter Spesialis paru
Dokter Umum
Dokter Umum
Dokter Umum

e. Pembagian Dinas
Tabel 3.4 Tabel Pembagian Dinas Tenaga kesehatan Paviliun Cempaka Tanggal
05 Januari 2015.
Tenaga

Dinas
Sore
0
0
4
1
0

Pagi
1
1
10
2
1

Karu
Wakaru
Perawat Pelaksana
Asisten Perawat
Tata Usaha
Total

Malam
0
0
4
1
0

Libur

Total

0
0
5
1
0

1
1
23
5
1
31

f. Pengaturan Ketenagaan
Jumlah tenaga yang diperlukan tergantung dari jumlah pasien dan
tingkat ketergantungannya. Klasisifikasi derajat ketergantungan pasien dibagi
menjadi tiga kelompok yaitu:
1. Perawatan minimal, memerlukaan 1 sampai 2 jam sehari
2. Perawatan sebagian, memerlukaan waktu 3 sampai 4 jam sehari
3. Perawatan maksimal, memerlukaan waktu 5 sampai 6 jam sehari
Untuk menentukan tingkat ketergantungan pasien kelompok
menggunakan klasifikasi dan kriteria tingkat ketergantungan pasien
berdasarkan Orem, yaitu teori Self Care Deficit.

g. Tingkat Ketergantungan Pasien dan Kebutuhan Tenaga Perawat


Tingkat ketergantungan klien di ruang Cempaka dengan menggunakan
instrumen penilaian ketergantungan klien menurut Orem; Minimal, Partial,
Total care (Nursalam, 2002). Menurut Douglas, dan menurut Gillies
Klasifikasi ketergantugan pasien dibagi menjadi 3 katagori, yaitu:
1. Perawatan minimal yang memerlukan waktu 1-2 jam/24 jam
2. Perawatan dengan waktu 3-4jam/24 jam
3. Dan perawatan total dengan waktu 5-6 jam/24jam.
1. Menurut perhitungan Gilies (1994)
a) Tingkat ketergantungan klien di ruang cempaka dihitung dengan
menggunakan instrumen penilaian ketergantungan klien menurut
orem : Minimal, parsial, total care (nursalam,2009). Menurut
perhitungan Gillies (1994) di dapatkan data pada tanggal 5 Januari
2015.Dengan

rata-rata

jumlah

pasien

ketergantungan : 21 MC x 2 jam = 42
12 PC x 4 jam = 48
3 TC x 6 jam = 18 +

36

orang.

Tingkat

108 : 36 = 3jam
b) Tingkat ketergantungan klien di ruang cempaka dihitung dengan
menggunakan instrumen penilaian ketergantungan klien menurut
orem : Minimal, parsial, total care (nursalam,2009). Menurut
perhitungan Gillies (1994) di dapatkan data pada tanggal 6 Januari
2015.Dengan

rata-rata

jumlah

pasien

42

orang.

Tingkat

ketergantungan : 24 MC x 2 jam = 48
15 PC x 4 jam = 60
3 TC x 6 jam = 18 +
126 : 42 = 3jam
2. Rata-rata pasien per hari
= 36+42+
=

3. Perhitungan jumlah tenaga perawat yang dinas di ruang cempaka


Rumus :
Rata-rata pasien/hari x rata-rata jam perawatan/hari x hari kerja satu th
(Hari kerja dalam satu tahun jumlah hari libur/tahun) x jumlah jam kerja
4. Perhitungan jumlah tenaga perawat per 24 jam
Rata-rata pasien/hari x rata-rata jam perawatan/hari
Jumlah jam kerja/ hari
7
5. Prosentase distribusi tenaga per hari
a. Pagi
=
b. Sore
=
c. Malam
=
6. Jumlah perawat yang libur/hari
Jumlah hari yang tidak kerja/tahun x tenaga yg di butuhkan/24 jam
Jumlah harikerja/tahun
7. Jumlah perawat yang dinas di ruang cempaka
Jumlah perawat yang dinas 24 jam + jumlah perawat yang libur =
8. Tingkat ketergantungan pasien di hitung setiap hari, mulai tanggal 5
Januari - 7 Januari 2015 dengan rumus need (douglas), antara lain:
Tanggal 5 Januari 2015:

Tingkat ketergantungan

Jumlah kebutuhan tenaga

Tingkat

Jumlah pasien

PAGI

SORE

ketergantungan
Minimal

21

21 x 0,17 = 3,6

21 x 0,14 = 2,9

Parsial

12

12 x0,27 = 3,2

12 x 0,15 = 1,8

3 x0,36 = 1,1

3 x0,36 = 1,1

36

7,9

5,8

Total
Jumlah

Total tenaga perawat :


PAGI

: 8 orang

SORE

: 6 orang +
14 orang

Jumlah tenaga lepas dinas per hari


86x14 = 1204 = 4,05 dibulatkan menjadi 4 orang
297

297
Jadi, jumlah perawat yang dibutuhkan untuk bertugas tanggal 5

Januari di ruang cempaka adalah :


14 orang +3 orang struktural (Kepala Ruangan,wakil Kepala
Ruangan,Cm) + 4 orang lepas dinas = 21 orang.
Tanggal 6 Januari 2015:

Tingkat ketergantungan
Tingkat

Jumlah kebutuhan tenaga

Jumlah pasien

PAGI

SORE

ketergantungan
Minimal

24

24 x 0,17 = 4,1

24 x 0,14 = 3,4

Parsial

15

15 x0,27 = 4,1

15 x 0,15 = 2,3

3 x0,36 = 1,1

3 x0,36 = 1,1

36

9,3

6,8

Total
Jumlah

Total tenaga perawat :


PAGI

: 9 orang

SORE

: 7orang +
16 orang

Jumlah tenaga lepas dinas per hari


86x16 = 1376 = 4,63 dibulatkan menjadi 5 orang
297

297
Jadi, jumlah perawat yang dibutuhkan untuk bertugas tanggal 6

Januari di ruang cempaka adalah :


16 orang +3 orang struktural (Kepala Ruangan,wakil Kepala
Ruangan,Cm) + 5 orang lepas dinas = 24 orang.

h. Pasien
1. Alur pasien masuk Ruang Pavilium Cempaka.
IRD

Ruang lain dengan indikasi

Poli penyakit paru

Paviliun Cempaka

Sembuh

Pindah ruang atau rumah sakit

Meninggal

Gambar 3.1 Alur pasien masuk Ruangan Paviliun Cempaka RSUD Jombang
Kasus penyakit terbanyak di ruang paviliun cempaka periode juni 2014
adalah sebagai berikut TB paru (38 orang) dan dan sebagian besar
menggunakan layanan BPJS Non PBI, BPJS PBI, jamkesda, KJS, Umum
dan asuransi lainnya.

Tabel 3.9 Gambaran kasus 10 besar terbanyak periode Tahun 2014 di Ruang
Paviliun Cempaka (Paru) RSUD Jombang
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Diagnosa
TBC
PPOK
AB
Ektosis
Broncitis
Efusi Pleura
Pnemonia
Empiema
Ca-Paru
Ca-Mediastium
Pneumotorax
Odema Paru

Jumlah Kasus
45
21
23
8
10
10
16
5
7
3
4
3

Tabel 3.10 : Gambaran kasus periode tahun 2014 di Ruang Paviliun Cempaka
(Interna) RSUD JOMBANG
NO.
DIAGNOSA
JUMLAH KASUS
1
GE
28
2
TIPOID
13
3
GASTRITIS
9
4
HEPATITIS
8
5
CRF
10
6
DM
15
7
DHF
5
8
ISK
10
9
ANEMIA
19
10
HCC
1
11
PSIKOSA
5
12
CH
7
13
SEPSIS
14
14
HIV
3
15
COLICABDOMEN
4
16
PYSPEPSIA
4
17
HT
7
18
ILIUS
1
19
ITP
2
20
MALARIA
0
21
COLILITIASIS
1
22
HM
3
23
OA
1
24
DIFTERI
4
2. Sarana dan Prasarana (M2-Material)
Ruang cempaka merupakan ruang kelas I, II, III dan HCU yang terbagi
menjadi:
1. PEMBAGIAN RUANGAN CEMPAKA

2. Ruang Perawatan kelas I ada 9 ruangan ( penyakit paru dan penyakit


interna)
3. Ruang Perawatan kelas II ada 3 ruangan :
a. Ruang penyakit paru infeksius
b. Ruang penyakit paru non infeksius
c. Ruang penyakit interna
4. Ruang Perawatan Kelas III
a. Ruang mata, THT, kulit
b. Ruang kelas 3 penyakit dalam
c. Ruang penyakit paru infeksius
5. Ruang perawatan khusus ( HCU )
Tabel 2.12 Fasilitas Petugas Kesehatan di Ruang Pavilliun Cempaka RSUD
Jombang.
No

Nama Barang + merk / model

Jumlah
Barang

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.

Lemari kayu /besar


Lemari kayu /10 pintu
Lemari kayu
Meja biro
Dressing trolly lengkap
Lemari es/sharp
AC split 2PK/nasional
Kipas angina
Sterilisator /smic
Irrigator stan single
Subtion thorax
Infuse standart max high 2M
Wheel chair
Kereta oksigen
Tromol
Stik pan
Lampu sorot
WSD/Botol
O2 regulator
Regulator standart
Lampu baca foto
Meja instrument
Dressing trolly lengkap
Ambubag dewasa
Zuiq aparat
Manometer
Mirror box
Almari alat
Pulse oxymetri /mek
Nebulisir / pari
Timbangan /mic
Suction bellow drynase / sharp
Suvtion pump /Thomas
Syringe pump /terume
Spirometer

1
2
1
1
3
1
1
1
1
1
1
3
1
1
2
5
1
4
7
10
3
1
1
1
1
6
6
1
1
1
1
2
1
2
1

Keadaan barang
Baik Kurang Rusak
baik
berat
1
2
1
1
3
1
1
1
1
1
1
3
1
1
1
1
5
1
4
7
10
2
1
1
1
1
1
6
6
1
1
1
1
2
1
2
1
-

36.
37.
38.
39.
40.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.
57.
58.
59.
60.
61.
62.
63.
64.
65.
66.
67.
68.
69.
70.
71.
72.
73.
74.
75.
76.
77.
78.
79.

Troly injeksi
Manometer
Waskom
Standar infuse
Lemari alat
Kursi roda
Regulator O2
Tensimeter beroda
Standar infuse
Almari aluminium
TV LCD 32 /Panasonic
Computer
Suction pum
Meja computer
Printer /Epson
Operating table manual
Lampu baca foto
Infusion pump /terumo
Syiringe pump /terumo
ECG / fukuda
Patien monitor / uzumcu
Standar infuse /SS
Kursi roda /alfa
Trolly makan 85x50x135
Stethoscope dewasa /spirit
AC 1 PK /Panasonic
Kipas angin dinding 409
/Panasonic
Grasping for ceps rubber-tip
Stetocope dewasa / spirit
Kursi roda /alfa
Trolly SS5 shap
Regulator O2
AC /Panasonic
AC /Panasonic
stetoscope /deluxe
Stetocope dewasa
Grasping for ceps rubber-tip
Bed tindakan + trap
Regulator O2(manometer)
Manometer O2 sharp
Tensimeter Hg reister
Bedpan SS health
Hospital bed /mak
Bed side cabinet /mak

2
3
5
5
1
1
1
1
5
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
5
1
1
1
1
3

2
3
5
5
1
1
1
5
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
5
1
1
1
1
3

1
1
-

1
1
1
1
1
1
1
2
1
1
1
5
4
1
10
59
59

1
1
1
1
1
1
1
2
1
1
1
5
4
1
10
59
59

3. Metode Pemberian Asuhan Keperawatan (M3 - Methods)


a. Penerapan pemberian Asuhan Keperawatan (MAKP)
Model yang diterapkan di ruang paviliun cempaka adalah metode asuhan
keperawatan profesional tim.

b. Timbang Terima
Berdasarkan hasil pengamatan pada tanggal 05 dan 06 Januari 2015 timbang
terima di Ruang Paviliun Cempaka sudah dilakukan secara sistematis pada
setiap pergantian shift jaga. Timbang terima dilaksanakan sesuai dengan
kondisi pasien dimana intervensi didokumentasikan dalam buku status
pasien dan buku timbang terima. Format timbang terima dibuku status
menggunakan format SBAR yaitu situation, background, assesment dan
recommendation. Sedangkan buku timbang terima berisi tanggal, nama, No
kamar dan terapi yang didapat. Pada prinsipnya timbang terima diruangan
cempaka sudah dilaksanakan sesuai prosedur, yaitu timbang terima diikuti
oleh seluruh perawat jaga dan kepala ruangan (kecuali sift sore ke malam)
serta mahasiswa praktik. Saat operan pagi dan sore timbang terima dibuka
oleh kepala ruangan lalu kepala ruangan mempersilahkan untuk perawat
yang jaga sebelumnya untuk mengoperkan keperawat yang jaga selanjutnya.
Hal-hal yang dioperkan yaitu meliputi Nama, No kamar, Dx medis, keluhan
pasien, data objektif seperti TTV atau hasil pemeriksaan lainya serta terapi
yang didapat. Setelah semua pasien selesai dioperkan kepala ruangan
menutup dengan doa. Selanjutnya perawat berkeliling ke ruangan dari
pasien satu ke pasien lainnya untuk validasi, namun kepala ruangan
terkadang tidak mengikuti keliling dikarenakan kesibukan kepala ruangan.
c. Ronde Keperawatan
Ronde keperawatan di Ruang Cempaka saat ini belum terlaksana. Ronde
keperawatan hanya dilakukan pada saat ada mahasiswa praktik manajemen
dan belum ada format maupun dokumentasi ronde keperawatan. Untuk
menggantikannya ruang cempaka biasanya menggunakan RDK (Refleksi
Diskusi Kasus) dimana untuk menyelesaikan masalah keperawatan, perawat
melakukan share dengan perawat lain termasuk kepala ruangan, namun jika
dalam pelaksanaan RDK perawat tidak dapat menyelesaikan masalah
keperawatan maka perawat biasanya mengkomunikasikan hal tersebut pada
dokter yang merawat. Untuk pelaksanaan RDK tidak pernah ditentukan
jadwal yang tetap.
Beberapa kendala pelaksanaan ronde keperawatan di Ruang Cempaka tidak
dilakukan karena:
1. Mayoritas perawat belum memahami tentang ronde keperawatan
dilihat dari minimnya jumlah perawat yang telah mengikuti pelatihan
manajemen keperawatan.

2. Kesulitan dalam mengumpulkan ahli yang bersangkutan dalam ronde


keperawatan seperti: tim medis, gizi, terapis, farmasi perawat dan lainlain.
d. Supervisi Keperawatan
Berdasarkan pengkajian yang kami lakukan pada tanggal 05 06 Januari
2015 supervisi yang dilakukan di Ruang Cempaka yaitu supervisi terjadwal.
Supervisi dilakukan secara periodik setiap 1 minggu sekali oleh Kepala
ruangan Cempaka yaitu untuk menilai kinerja perawat ruangan saat
melakukan tindakan keperawatan apakah sudah sesuai dengan protap
keperawatan yang ada atau belum, kegiatan supervisi ini biasanya dilakukan
pada pagi hari. Selain oleh kepala ruangan supervisi juga dilakukan oleh
Komite keperawatan setiap 6 bulan sekali. Dalam pelaksanaan supervisi
komite keperawatan dibagi menjadi 3 yaitu supervisi mutu yang dilakukan
tiap 6 bulan sekali, sedangkan supervisi kredensial dan mutu dilakukan tiap
1 bulan sekali. Selain itu juga terdapat pengamat setiap shift pagi dan
malam. Untuk supervisi sudah ada format yang baku dari komite
keperawatan sehingga didapatkan penilaian terhadap kinerja perawat di
masing-masing ruangan.
e. Discharge Planning
Berdasarkan pengkajian yang dilakukan pada tanggal 06 Januari 2015,
discharge planning di Ruang Cempaka sudah dilaksanakan hampir optimal
pada semua pasien yang akan pulang oleh perawat ruangan. Kartu discharge
planning sudah ada dengan isi sesuai dengan standart, yaitu: Identitas
pasien, masalah keperawatan yang perlu ditindak lanjuti, health education
mengenai cara pemberian makan dan minum, perawatan luka, cara batuk
efektif, cara melakukan aktifitas bertahap, pengaturan diet, cara pemberian
obat : oral, injeksi, tetes, suppositoria, cara melakukan teknik relaksasi,
tanda kegawatan pada pasien dan penatalaksanaan di rumah. Obat-obatan
yang dibawa pulang (nama obat,dosis), surat control hanya saja untuk
pemberian leaflet belum dilaksanakan karena menunggu bagian humas.
f. Penerimaan Pasien Baru
Pasien datang dari IGD, Poli atau ruangan lain kemudian masuk ke ruangan
Cempaka, berdasarkan diagnosa medis dan hasil operan perawat ruangan
sebelumnya pasien dikategorikan apakah masuk keruangan penyakit paru

atau penyakit interna. Penyakit paru terdiri dari penyakit infeksius dan non
infeksius, begitu juga penyakit interna. Selanjutnya perawat memberikan
informasi kepada klien dan keluarga tentang letak ruang perawat dan
menjelaskan tentang cara memanggil perawat jika memerlukan bantuan
dengan memencet bel yang telah tersedia di kamar pasien. Setelah semua
informasi

tersampaikan,

perawatan

menanyakan

kejelasan

tentang

pemberian informasi kepada pasien atau keluarga. Setelah masuk keruangan


yang telah ditentukan, pasien di lakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik.
g. Pendokumentasikan Keperawatan
Sistem pendokumentasian di pavilium cempaka berdasarkan SOR (Source
Oriented Record) yaitu suatu sistem pendokumentasian yang berorientasi
dari berbagai sumber tenaga kesehatan misalnya dokter, perawat, asisten
perawat, ahli gizi dan lain-lain.

Tabel 2.13 Bagian dari dokumentasi pasien di Ruang Pavilliun Cempaka


RSUD Jombang
No
1

NO. RM
1

2
3
4
5
6
7

2
3
4
5
6
7

10
12
15

10
13
16

16
17
18
19
20

17
18
19
53
58

21
22
23

59
60
61

URAIAN BAGIAN
Lembar Surat Pernyataan Umum MRS dan
Informasi hak pasien dan keluarga
Lembar Ringkasan masuk dan keluar
Lembar Persetujuan Umum
Lembar Ringkasan Medis
Lembar Rencana Perawatan di Rumah
Catatan Perkembangan Asuhan Terintegrasi
Lembar Penempelan Hasil EKG, EEG, Foto
Audiometri dll.
Lembar Pemberian pendidikan kesehatan pasien /
keluarga inter disiplin
Lembar Monitoring Paisen Selama Transportasi
Internal
Lembar Alih Rawat
Catatan Pemberian Obat
A. Pengkajian awal Keperawatan, Rawat Inap
B. Pengkajian Resiko Dekubitus
Lembar Laporan Proses Keperawatan
Lembar Infeksi Observasi
Lembar Observasi Nyeri
Timbang Terima
Pengkajian dan Intervensi Resiko Jatuh Pasien
Rawat Jalan dan IGD ( GET UP AND GO TEST )
Infeksi Rumah Sakit ( infeksi nosokimoial )
Lembar Masalah Akhir Hayat
Lembar Reaksi Tranfusi

SUMBER
Dokter
Administrasi
Administrasi
Administrasi
Dokter
Perawat
Dokter
Dokter
Perawat
Perawat
Perawat
Perawat
Perawat
Perawat
Perawat
Perawat
Dokter
Dokter
Perawat
Perawat

24

71

Lembar Monitoring Transfusi

Perawat

4. Pembiyaan (M4- Money)


Sumber dana ruangan paviliun Cempaka RSUD JOMBANG berasal
dari rumah sakit yang diperoleh dari APBD kabupaten Jombang. Sedangkan
pembiayaan pasien sebagian besar dari BPJS PBI dan BPJS Non PBI,
pembiaayaan umum, JAMKESDA, KJS, dan asuransi lainnya. Biaya
Perawatan yang berlaku saat ini sesuai kelas perawatan. Di Ruang Paviliun
Cempaka, terdiri atas kelas I, II dan III.
Tabel 2.14 Tarif Perawatan Kelas 1,2,3 Di Paviliun Ruang Cempaka
Kelas 1
130.000
44.800
45.000
60.000
279.800

Sewa kamar
Asuhan keperawatan
Makan
Dokter
Total

Kelas 2
35.000
40.000
30.000
35.000
140.000

Kelas 3
32.500
7000
21.000
15.000
75.500

HCU
150.000
44.800
45.000
80.000
319.800

5. Pemasaran (M5-Market)
Memberikan pelayanan yang bermutu kepada seluruh lapisan masyarakat
melalui SDM yang professional produktif dan berkomitmen dengan sarana yang
memadai dan manajemen yang efektif.
A. BOR Pasien
Kapasitas tempat tidur di Ruang Paviliun Cempaka Tanggal 5 - 7 Januari 2015
Tabel 2.15 BOR di Ruang Paviliun Cempaka Tanggal 5 - 7 Januari 2015
TANGGAL

RUANGAN

KAPASITAS

JML. KLIEN

BOR

77,7 %

100 %

3.R. kelas III

46

27

58,6 %

4.HCU

0,0 %

66

42

63,63 %

KAPASITAS

JML. KLIEN

BOR

77,7 %

62,5 %

46

23

50 %

5
Januari 1.R. kelas I
2015
2.R. kelas II

Total BOR Ruang Paviliun Cempaka


TANGGAL

RUANGAN

6
Januari 1.R. kelas I
2015
2.R. kelas II
3.R. kelas III

4. HCU

Total BOR Ruang Paviliun Cempaka

0,0%

66

35

53,03 %

Dari data diatas dapat disimpulkan jumlah BOR klien yang dirawat di
ruang Paviliun Cempaka tanggal 5 sebanyak 42 orang, tanggal 6 sebanyak 35
orang dengan presentasi penggunaan tempat tidur (BOR) sebesar 63,63%,dan
53,03%.
B. Keadaan Pasien
Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan pada hari Jumat tanggal 5 Januari
2015 didapatkan pasien yang dirawat di ruang Cempaka ini berasal dari daerah
sekitar Jombang. Sumber keuangan dari pasien yang dirawat ada yang berasal
dari BPJS PBI, non PBI, JAMKESDA, KJS, pembiayaan umum maupun
asuransi lainnya. Tingkat pendidikan pasien yang dirawat pun bermacammacam, ada yang SD, SMP, SMA sampai yang sudah berjenjang perguruan
tinggi.
3.2 Analisa Swot
Tabel 2.16 : T Analisa SWOT Di Ruang Paviliun Cempaka RSUD Jombang
NO ANALISIS SWOT
BOBOT
1. Sumber Daya Manusia (Man)
a. Internal Faktor (IFAS)
STRENGTH
1) Adanya sistem pengembangan
0,25
staf berupa pelatihan
2) Jenis ketenagaan :
0,3
a)
S 1 Kep : 5 orang
b)
D3 kep : 20 orang
c)
Asper : 5 orang
3) Perawat paviliun cempaka
0,2
sebagian
besar
pernah
mengikuti
pelatihan
dan
seminar
4) Adanya wewenang dan tugas
0,25
yang jelas (Kepala Ruangan,
Wakil
Kepala
Ruangan,
Kepala
Tim,
Perawat
Pelaksana)
TOTAL
1
WEAKNESS
1) Sebagian

perawat

belum

0,5

RATING

SKOR

1,2

SWOT

S-W =
3,55-3,5 = 0,05
3

0,6

0,75

3,55
4

mengikuti pelatihan MAKP


2) Sebagian
besar
perawat
belum menempuh jenjang
pendidikan sampai S1
TOTAL
b.
Ekternal Faktor (EFAS)
OPPORTUNITY
1) Adanya
kesempatan
melanjutkan pendidikan ke
jenjang yang lebih tinggi
2) Adanya kerjasama yang baik
antar mahasiswa Fakultas
Keperawatan dengan Rumah
sakit
3) Adanya program akreditasi
RS dari pemerintah dimana
MAKP merupakan salah satu
penilaian
TOTAL
THREATENED
1) Ada tuntutan tinggi dari
masyarakat untuk pelayanan
yang lebih profesional
2) Makin tinggi pengetahuan
masyarakat akan pentingnya
kesehatan
3) Persaingan antar RS yang
semakin kuat
TOTAL

0,5

0,4

3,5

Sarana dan Prasarana (M2)


a.
Internal Faktor (IFAS)
STRENGTH
1. Mempunyai
sarana
dan
prasarana yang memadai
untuk
pasien,
tenaga
kesehatan,
dan
keluarga
pasien.
2. RS pemerintah tipe B non
pendidikan dan termasuk
rumah sakit rujukan
3. Terdapat
administrasi
penunjang
(misal:
buku
injeksi, buku TT, buku visite,
SOP, dll) yang memadai
4. Tersedianya Nurse Station
5. Pemeliharaan dan perawatan
dari sarana dan prasarana
penunjang kesehatan sudah
ada

1,6

0.3

0,9

0.3

0,9

O-T =
3,4 2 = 1,4

3,4

0,4

0,8

0,3

0,6

0,3

0,6

2.

1,5

0,25

0,2

0,6

0,1

0,2

0,25
0,2

3
3

0,75
0,6

SW=
3,15 2,3 =
0,85

TOTAL
WEAKNESS
1. Nurse station cempaka II
kurang memadai.
2. Jarak antar bed kurang ideal
menyebabkan tingginya resiko
infeksi nosokomial
3. Tidak adanya papan identitas
pasien di nurse station
TOTAL
b. Ekternal Faktor (EFAS)
OPPORTUNITY
1. Apabila ada sarana dan
prasarana
yang
rusak
langsung diganti
2. Letak nurse station I berada
di tengah- tengah ruang
cempaka
TOTAL

3.

THREATENED
1) Ada tuntutan tinggi dari
masyarakat untuk melengkapi
sarana dan prasarana
TOTAL
METHODE (M3)
1. MAKP
a.
Internal Faktor (IFAS)
STRENGTH
1)
RS memiliki visi, misi dan
motto
sebagai
acuan
melaksanakan
kegiatan
pelayanan
2)
Sudah ada Model MAKP
yang digunakan yaitu MAKP
TIM
3)
Supervisi sudah dilakukan
Karu
4)
Ada kemauan perawat
untuk berubah
5)
Mempunyai
Standar
Asuhan Keperawatan
6)
Mempunyai Protap setiap
tindakan
7)
Terlaksananya komunikasi
yang adekuat : Perawat dan
tim kesehatan lain
8)
Ketenagaan keperawatan
sudah memenuhi syarat untuk
MAKP (S1 Keperawatan 5
orang)
TOTAL

3,15

0,4

0,8

0,3

0,9

0,3

0,6

2,3
OT=
3,6 1= 2,6

0,4

1,2

0,6

2,4

1
1

3,6
2

2
1

0,2

0,8

0,1

0,2

0,1

0,3

0,1

0,2

0,1

0,3

0,2

0,8

0,1

0,3

0,1

0,2

3,1

S W =
3,1 3 = 0,1

WEAKNESS
1) Pelaksanaan model MPKP
sudah dilaksanakan tetapi
belum maksimal
TOTAL
b. Ekternal Faktor (EFAS)
OPPORTUNITY
1) Adanya mahasiswa praktik
2) Adanya kebijakan RS tentang
pelaksanaan MAKP
3) Adanya
kewenangan
tersendiri bagi masing masing
tenaga medis
TOTAL

3
3

0,4

1,2

0,4

1,6

0.2

0,8

3,6
OT=
3,6 2 = 1,6

THREATENED
1. Persaingan dengan Rumah
Sakit swasta yang semakin
ketat
2. Adanya tuntutan masyarakat
yang semakin tinggi terhadap
peningkatan
pelayanan
keperawatan
yang
lebih
berkualitas / profesional
TOTAL
Sentralisasi Obat
a.
Internal Faktor (IFAS)
STRENGTH
1) Kepala ruangan mendukung
kegiatan sentralisasi obat
2) Adanya kemauan perawat
untuk melakukan sentralisasi
obat
3) Ada
lembar
pendokumentasian obat yang
diterima
TOTAL
WEAKNESS
1) Pelaksanaan sentralisasi obat
di
Pavilliun
Cempaka
menggunakan sistem UDD
(Unit Disentralitation Drugs)
namun
pada
prakteknya
masih belum dilaksanakan
TOTAL

0,4

0,8

0,6

1,2

0,3

1,2

0,4

1,6

0,3

0,9

3,7

SW=
3,7 - 3 = 0,7

b. Ekternal Faktor (EFAS)


OPPORTUNITY
1) Adanya mahasiswa yang
Praktik
2) Kerjasama yang baik antara
perawat dan mahasiswa
TOTAL

5.

1,5

0,5

1,5

TREATHENED
1) Adanya tuntutan pasien untuk
mendapatkan pelayanan yang
profesional
2) Kurangnya
kepercayaan
pasien dan keluarga terhadap
sentralisasi obat
TOTAL
Supervisi
a. INTERNAL
FAKTOR
(IFAS)
STRENGTH
1. Kepala ruangan mendukung
dan melaksanakan kegiatan
supervisi yang terjadwal tiap
1 minggu sekali demi
peningkatan mutu pelayanan
keperawatan
2. Adanya supervisi dari komite
keperawatan setiap 6 bulan
sekali
3. Adanya observasi pengamat
pada shift sore dan malam
4. Adanya kemauan perawat
untuk dilakukan supervisi
5. Adanya format supervisi dari
komite keperawatan
TOTAL
WEAKNES
1. Supervisi sudah terjadwal 1
bulan
sekali
namun
terkadang tidak terlaksana
sesuai jadwal
2. Kurangnya
program
pelatihan dan sosialisasi
tentang supervisi
TOTAL

b. EXTERNAL
(EFAS)
OPPORTUNITY

0,5

FACTOR

0,7

1,4

0,3

0,3

1,7

0,2

0,6

0,2

0,6

0,2

0,6

0,2

0,6

0,2

0,6

0,5

0,5

OT=
3 1,7 = 1,3

S-W=
3-2 = 1

1.

Adanya mahasiswa PSIK


yang praktik
2. Adanya teguran dari kepala
ruangan bagi perawat yang
tidak melaksanakan tugas
dengan baik
TOTAL

0,5

1,5

0,5

1,5

3
O-T =

6.

THREATNED
1. Adanya
persaingan
pemberian layanan kesehatan
antara tempat pelayanan
kesehatan.
2. Makin tingginya tuntutan
masyarakat akan tanggung
jawab dan tanggung gugat
terhadap tenaga keperawatan.
TOTAL
Timbang Terima
a. Internal Faktor (IFAS)

3-1,6 = 1,4
0,4

0,4

0,6

1,2

1,6

STRENGTH

1. Kepala ruangan memimpin


kegiatan timbang terima
setiap pagi
2. Adanya laporan jaga setiap
shift
3. Timbang
terima
sudah
merupakan kegiatan rutin
yang telah dilaksanakan
4. Adanya kemauan perawat
untuk
melakukan timbang
terima
5. Adanya form khusus untuk
pelaporan timbang terima
sudah ada di dalam status
pasien
TOTAL
WEAKNESS
1. Pelaksanaan timbang terima
masih
belum
optimal,
khususnya dari shift sore ke
malam
TOTAL
b. Ekternal Faktor (EFAS)
OPPORTUNITY
1. Adanya mahasiswa praktik
2.Adanya kerjasama yang baik
antara
mahasiswa
praktik
dengan perawat ruangan
3. Sarana dan prasarana penunjang
cukup tersedia

0,15

0,45

0,25

0,75

0,25

0,20

0,6

0,15

0,45

3,25

0,3
0,4

2
3

0,6
1,2

0,3

0,9

SW=
3,25 3 = 0,25

TOTAL
THREATENED
1. Meningkatnya
kesadaran
masyarakat tentang tanggung
jawab dan tanggung gugat
perawat
sebagai
pemberi
asuhan keperawatan
TOTAL
7.

Discharge Planning
a. Internal Faktor (IFAS)
STRENGTH
1) Tersedianya
sarana
dan
prasarana discharge planning
di ruangan untuk pasien pulang
2) Sudah ada lembar discharge
planning
3) Adanya kemauan perawat
untuk melaksanakan discharge
planning
4) Adanya pemberian health
education pada pasien dan
keluarga
TOTAL
WEAKNESS
1. Keterbatasan
waktu
dan
tenaga perawat
2. Ada sebagian leaflet setelah
pasien dilakukan Discard
Planning
TOTAL
OPPORTUNITY
1. Adanya mahasiswa praktik
2. Adanya kerjasama yang baik
antara mahasiswa praktik
dengan perawat klinik
TOTAL
TREATHENED
1. Adanya tuntutan masyarakat
untuk mendapatkan pelayanan
keperawatan yang profesional
2. Persaingan antar Rumah Sakit
yang semakin ketat
TOTAL

8.

Ronde Keperawatan
a. Internal Faktor (IFAS)
STRENGTH

2,7
O-T =
2,7 1 = 1,7

0,2

0,6

0,3

1,2

0,2

0,6

0,3

1,2

3,6

0,5

0,5

0,5
0,5

3
3

1,5
1,5
3

0,5

0,5

S-W =
3,6 2 =
1,6

O-T =
32 =
1

1. Bidang
perawatan
dan
ruangan mendukung adanya
kegiatan ronde keperawatan
2. Banyaknya
kasus
yang
memerlukan perhatian khusus
3. SDM : S1 berjumlah 5 orang
dan D3 19 orang
TOTAL
WEAKNESS
1. Ada Ronde keperawatan tapi
dilaksanakannya
kadangkadang di ruang Cempaka
2. Sulitnya menghadirkan mitra
saat
ronde
keparawatan
melaksanakan
ronde
keperawatan
3. Kurangnya perawat yang
telah mengikuti pelatihan
manajemen keperawatan
TOTAL
b. Ekternal Faktor (EFAS)
OPPORTUNITY
1. Adanya mahasiswa praktik
manajemen keperawatan
2. Adanya pelatihan dan seminar
tentang
managemen
keperawatan
3. Adanya kesempatan dari Karu
untuk mengadakan ronde
keperawatan pada perawat
dan mahasiswa Praktik
TOTAL
TREATHENED
1. Kesadaran masyarakat yang
semakin tinggi tentang hakhak pasien dirumah sakit
2. Persaingan antar ruang bedah
semakin
kuat
dalam
pemberian pelayanan
9.

TOTAL
Dokumentasi Keperawatan
a. Internal Faktor (IFAS)
STRENGTH
1. Memiliki format pendukung
dokumentasi
keperawatan
(contohnya: lembar konsul,
lembar observasi dll).
2. Pendokumentasian
evaluasi
menggunakan SBAR

0,2

0,4

0,4

1,2

0,4

1,2

SW=
2,8 1,8
=1

2,8

0,4

0,8

0,2

0,2

0,4

0,8

1,8

0,4

1,2

0,2

0,4

0,4

1,2

2,8

0,5

1,5

0,5

2,5

0,3

1,2

0,2

0,6

O-T =
2,8 2,5
= 0,3

3. Format asuhan keperawatan


sudah ada
4. Adanya kesadaran perawat
tentang tanggung jawab dan
tanggung gugat
5. Kepala ruang mendukung
kegiatan pendokumentasian
TOTAL
WEAKNESS
1. Pengawasan
terhadap
sistematika pendokumentasian
belum dilaksanakan secara
optimal
TOTAL
b. Ekternal Faktor (EFAS)
OPPORTUNITY
1. Peluang
perawat
untuk
meningkatkan
pendidikan
(pengembangan SDM)
2. Mahasiswa
Praktik untuk
mengembangkan
system
dokumentasi
3. Kerjasama yang baik antara
perawat dan mahasiswa
4. Adanya sitem akreditasi RS
sehingga memotivasi untuk
mendokumentasikan asuhan
keperawatan
5. Adanya dukungan kepala
ruangan terhadap dokumentasi
keperawatan.
TOTAL

10.

TREATHENED
1. Tingkat kesadaran masyarakat
(pasien dan keluarga) akan
tanggung jawab dan tanggung
gugat
2. Persaingan
RS
dalam
memberikan
pelayanan
keperawatan
TOTAL
Keuangan (M4)
a. Internal Faktor (IFAS)
STRENGTH
1.
Sum
ber dana didapat dari pasien
Umum, Jamkesmas, BPJS dan
asuransi lainnya
2.
Tiap

0,2

0,6

0,2

0,6

0,1

0,2

S-W =
3,2 3 = 0,2

3,2

0,2

0,6

0,2

0,6

0,2

0,6

0,25

0,15

0,45

OT=
3,25 2
= 1,25

3,25

0,5

0,5

0,4

0,8

0,6

1,8

S-W =
2,6-2 = 0,6

perawat
memperoleh
pendapatan dari rumah sakit
berupa LP (lauk pauk)
TOTAL

WEAKNESS
1) Jasa intenif untuk pelayanan
dan jasa medik yang diberikan
sama untuk semua perawat.
TOTAL

11.

TOTAL
WEAKNESS
1.
Tidak
semua
memberikan penilaian
kepuasan pasien
TOTAL

1
b. Eksternal Faktor (EFAS)
OPPORTUNITY
1.
Ada kesempatan untuk
menggunakan
instrumen
medis dengan re use sehingga
menghemat pengeluaran
TOTAL
THREATENED
1.
Ada
nya tuntutan yang lebih tinggi
dari
masyarakat
untuk
mendapatkan
pelayanan
kesehatan
yang
lebih
profesional
sehingga
membutuhkan
pendanaan
yang lebih besar untuk
mendanai
sarana
dan
prasarana.
TOTAL
M5 (Mutu)
a. Internal Faktor (IFAS)
STRENGTH
1. Kepuasan pasien terhadap
pelayanan kesehatan di rumah
sakit
2. Rata-rata BOR 100%
3. Adanya variasi karakteristik
dari pasien (BPJS, umum)
4. Sebagai
tempat
paktik
mahasiswa keperawatan

2,6

0,3

1,2

0,3
0,15

4
2

1,2
0,3

0,25

0,45

1
1

O-T =
3-2 = 1

pasien
tentang

3,15

3
3

S-W =
3,15 3 = 0,15

a. Ekternal Faktor (EFAS)


OPPORTUNITY
1) Adanya mahasiswa praktik
2) Kerjasama yang baik antara
perawat dan mahasiswa
TOTAL
TREATHENED
1) Adanya peningkatan standart
masyarakat
yang
harus
dipenuhi
2) Persaingan
RS
dalam
memberikan
pelayanan
keperawatan
TOTAL

0,5
0,5

3
3

1,5
1,5
3

0,5

0,5

OT=
3 2 = 1