Anda di halaman 1dari 4

GEOLOGI REGIONAL

Kota Gresik

Gambar 1.1 Peta Kota Gresik


Kota Gresik merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Timur, mempunyai luas
1.137,05 km2 terbagi menjadi 18 (delapan belas) kecamatan, yaitu Balongpanggang, Bungah,
Cerme, Driyorejo, Duduk sampean, Dukun, Gresik, Kebomas, Kedamean, Manyar, Menganti,

Panceng, Sangkapura, Sidayu, Tambak, Ujung pangkah, wringinanom. Wilayah kabupaten


Gresik juka mencakup Pulau Bawean, yang berada 150 km lepas pantai Laut Jawa. Thomas
Stamford Raffles dalam bukunya The History of Java mengungkapkan bahwa nama Gresik
berasal dari kata giri gisik, yang berarti "gunung di tepi pantai", merujuk pada topografi kota
yang berada di pinggir pantai.
Kota Gresik mempunyai posisi yang strategis berada antara 1o LS - 8 oLS dan 112 o BT - 133 o BT.
Sebagian besar wilayahnya merupakan dataran rendah dengan ketinggian antara 0 -12 meter
diatas permukaan laut kecuali sebagian kecil di bagian utara (kecamatan PAnceng) mempunyai
ketinggian sampai 25 meter diatas permukaan laut. Batas wilayah kota gresik , sebelah utara
adalah Laut JAwa, sebelah timur adalah selat Madura dan Kota Surabaya, sebelah selatan adalah
Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto dan sebelah barat adalah Kabupaten Lamongan.
Kota Gresik ini terbagi atas Lajur Rembang dan Lajur Kendeng.
Daerah Kota Gresik berdasarkan Peta Geologi lembar Takengon oleh N.R. Cameron dkk, 1983
(P3G) terdiri dari 8 formasi dari muda ke tua, yaitu :
1. Formasi Kabuh (Qps), terdiri dari kerakal, kerikil, pasir, lanau, lempung, berumur
Plistosen.
2. Formasi Lidah dan Tambakromo (QTs), terdiri dari batu lempung kelabu kebiruan,
batulempung kehitaman, sisipan batu gamping, batupasir, berumur Pliosen Awal
Pliosen Akhir.
3. Formasi Puncangan fasies sedimen (QTr), terdiri dari batupasir tufan, sisipan batu
lempung dan konglomerat, berumur Pliosen Awal Pliosen Akhir.
4. Formasi Paciran, Madura, Berkas, Selorejo, Dender dan Lidah (Tplr), terdiri dari
batugamping terumbu, batugamping pasiran, mengandung dolomite, kwarsa, berumur
Miosen Akhir Pliosen Awal.
5. Formasi Kalibeng, Sonde, Menuran, Leprak (Tnsk), terdiri dari batulempung, batupasir,
tuf, batugamping, andesit serta konglomerat, berumur Miosen Akhir Pliosen Awal.
6. Formasi Sonde, Klitik, Kalibeng, Pacalan, Menuran (Tplk), terdiri dari batugamping
koral dan batu gamping klastik, bersisipan napal dan batulempung, berumur Miosen
Akhir Pliosen Awal.
7. Formasi Kujung (Tomr), terdiri dari batulempung, batulanau, berumur Oligosen Akhir
Miosen Awal.
8. Formasi Cangkaramaan, Kunjung (Tosr), terdiri dari napal dengan sisipan batupasir
gampingan, batulempung, berumur Oligosen Awal Oligosen Akhir.
Secara ringkas urutan stratigrafi daerah Kota Gresik di sajikan pada Tabel 1.2
Tabel 1.2 Urutan Stratigrafi Regional Gresik

Umur

Formasi

Litologi /jenis batuan

Kerakal, kerikil, pasir, lanau,


le,pung,
setempat
pecahan
cangkakng fosil, lumpur atau
sebagai koluvium

Holosen

Plistosen

Pliosen
awal
pliosen akhir

Kabuh

Konglomerat,
batupasir,
setempat
bersisipan
batulempung, napal dan tuf,
pada umumnya kurang mapat

Lidah
dan .Batu lempung kelabu kebiruan,
Tambakromo
batulempung
kehitaman,
sisipan batugamping, batupasir,
setempat
kaya
akan
foraminifera atau moluska
Puncangan fasies Breksi aneka bahan, batupasir
sedimen
tufan, sisipan batulempung dan
konglomerat

Miosen akhir
Pliosen awal

Paciran,
Brakas,
dan
Dander,

Madura,
Selorejo
anggota
Lidah

Batugamping
terumbu,
batugamping
pasiran
dan
setempat
napal,
umumnya
pejal,
setempat
berlapis
mengandung dolomite, kuarsa,
fosil
foraminifera,
koral,
ganggang dan moluska

Kalibeng, Sonde, Napal bersisipan batulempung,


Menuran, Leprak batupasir, tuf, batugamping
dan setempat breksi andesit
serta konglomerat
Sonde,
Klitik, Batugamping koral dan batu
Kalibeng
dan gamping
klastik
bersisipan
anggota Pacalan, napal dan batulempung
Menuran

Oligosen akhir
miosen awal

Kujung

Batulempung, dan batulanau,


bersisipan batugamping, napal
dan setempat batupasir halus
gampingan, pada umumnya
berlapis tipis. Mengandung pirit,
kwarsa, fosil foraminifera besar,
pelesipoda kecil, gastropoda,
bryozoa, ganggang dan isa
tumbuhan

Oligosen awal
oligosen akhir

Cangkaramaan,
Kunjung

Napal dengan sisipan batupasir


gampingan dan batulempung,
bagian
atas
berupa
batugamping
orbitoid
dan
batulempung