Anda di halaman 1dari 3

Proses pulping

Seluruh proses pulping memiliki tujuan yang sama yaitu untuk membebaskan serat selulosa
dari lignin ketika mendapatkan hemicelulosa dan cellulosa secara lengkap, akan
meningkatkan yield dari serat yang berguna. Serat yang yang diperoleh umumnya bewarna
dan harus di bleaching sebelum dapat digunakan menjadi kertas. Hal ini juga bertujuan untuk
mendapatkan warna yang baik tanpa degradasi dan kehilangan yield serat.
Ada banyak proses dan variasi dari proses dasar yang dapat digunakan untuk membuat pulp
dari kayu. Beberapa lebih baik mengunakan kayu lunak daripada kayu keras, sebagian
menghasilkan yield yang tinggi namun rendah kualitas kertas, sebagian menghasilkan yield
rendah namun kertas dengan kualitas superior. Proses utama tersebut antara lain : proses
sulfat atau kraft, groundwood dan proses thermomechanical, semichemical proses, dan proses
sulfit. Banyaknya jenis variasi kayu yang tersedia, banyaknya kegunaan kertas, dan
kerumitan dari prosesnya, tidak mengherankan jika cassey menggolongkan ada 5 proses
mechanical, 7 proses semimechanicak dan thermomechanical, 5 semimechanical proses, 3
proses chemical dengan yield tinggi, 11 proses full chemical, dan 2 proses yang sesuai untuk
melarutkan (tinggi atau chemical) pulp. Ada beberapa proses baru (solvent, oxygen, catalitic,
dan enzymatic proses) yang telah disarankan. Kebanyakan secara teknis dapat dijalankan
namun secara ekonomi tidak feasible. Berikut ini penggambaran beberapa proses dan solusi
dalam menghadapi permasalahan pada proses dari kayu menjadi kertas.
Proses Sulfit

Proses ini menggunakan bahan kimia aktif, yaitu asam sulfit, kalsium bisulfit, sulfur dioksida
yang dinyatakan dalam larutan Ca(HSO3)2 dengan H2SO3 berlebih. Bahan baku yang
digunakan biasanya kayu lunak dan larutan pemasak SO2 dan Ca(HCO3)2. Reaksi
pembuatan larutan pemasak adalah:
S + O2 -> SO22SO2 + H2O + CaCO3 > Ca(HSO3)2 + CO2
Lignin yang terikat pada selulosa akan bereaksi dengan larutan Ca(HSO3)2 membentuk
lignin sulfonat dengan reaksi sebagai berikut:
Ca(HSO3)2 > Ca 2+ + 2HSO3Lignin + HSO 3- -> SO2+ Lignin-OH
Lignin-OH + HSO3 > Lignin-SO3 + H2O
Pulp yang dihasilkan dari proses sulfit baik untuk pembuatan kertas tissue dan kertas-kertas
cetak

bermutu.

Pembuatan pulp proses sulfit yang pertama dilakukan dengan menambahkan cairan kalsium
hidrogen sulfit dan belerang dioksida dalam sistem bertekanan. Pada dasarnya pembuatan
pulp dengan proses sulfit dilakukan dengan modifikasi pembaruan dan perbaikan teknik yang
telah dilakukan. Proses sulfit dibuat untuk menghasilkan pulp dengan selulosa yang murni.
Proses ini menggunakan garam dan cairan asam. Garam yang digunakan misalnya adalah
sulfat (SO32-) atau bisulfit (HSO32-). Pulp sulfit digunakan untuk membuat kertas, tisu, dan
juga menambahkan kekuatan pada kertas koran. Cairan pemasak yang digunakan adalah
asam sulfit yang dibuat dengan membakar sulfur menghasilkan sulfur dioksida, sulfur ini
dapat menyerap air menghasilkan asam sulfit. Cairan pemasak disiapkan dengan
menambahkan ion hidroksida atau karbonat. Nilai pH pulp sulfit berkisar antara 1,5-5 dimana
nilainya bergantung kepada penambahan sulfit atau bisulfit. Cairan pemasak yang
dikeluarkan disebut sebagai cairan coklat atau cairan merah (bandingkan dengan cairan hitam
pada proses kraft). Pembersihan pulp dilakukan dengan aliran bolak balik untuk
menghilangkan cairan coklat yang dihasilkan dari pulp dan menghilangkan lignin dan
hemiselulosa. Ekstrak cairan coklat dikonsentrasikan dalam wadah evaporator efek ganda.

Keuntungan dan Kerugian proses sulfit


Serat yang dihasilkan sangat baik tetapi memiliki warna yang jelek, sehingga proses ini
digunakan untuk membuat kertas berkekuatan tinggi seperti kantong semen dan kertas
bungkus.
Beberapa keuntungan proses sulfit adalah : 1. Yield yang dihasilkan lebih besar daripada
proses kraft 2. Pulpnya dapat menghasilkan turunan selulosa 3. Lebih mudah dioperasikan 4.
Lebih mudah untuk diputihkan Pulp sulfit biasanya sedikit lebih rusak jika dibandingkan
dengan pulp hasil kraft, sehingga produknya sedikit yang digunakan (wikipedia4 , 2009)
Beberapa keuntungan pulp sulfit adalah:
1. Rendemen yang lebih tinggi pada bilangan kappa tertentu, yang melibatkan
kebutuhan kayu yang rendah;
2. Derajat putih pulp yang tidak dikelantang lebih tinggi; dan
3. Persoalan pencemaran sedikit.
Cara ini sudah sangat jarang dipakai, karena biayanya yang terlalu mahal (Anonymous,
2002).
Tabel berikut ini merupakan keuntungan dan kerugian proses sulfat.